You are on page 1of 4

Pedoman Penilaian PKL atau Prakerin SMK

Praktik Kerja Lapangan atau disingkat PKL atau istilah sebelumnya adalah Praktik Kerja Industri
atau PRAKERIN. merupakan program wajib yang termasuk komponen kurikulum, sehingga
wajib diikuti oleh seluruh siswa SMK dan salah satu syarat lulus dari SMK. PKL dilaksanakan
satu kali oleh siswa selama mengikuti pendidikan di jenjang SMK. Adapun waktu
pelaksanaannya di setiap sekolah cukup bervariasi, ada yang waktu pelaksanaanya di kelas XI
(baca kelas 11) ada juga yang di kelas XII (baca kelas 12).

Apa Dasar Hukum Kegiatan PKL?

Kegiatan Praktik Kerja Lapangan atau PKL berlandaskan :


 Undang -undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 atau lebih dikenal
dengan UU SISDIKNAS No 20/2003.
 Peraturan Pemerintah aau PP Nomor 17 Tahun 2010 (PP 17/2010) temtang Pengelolaan
dan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
 PERMENDIKBUD No 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK
 PERMENDIKBUD No 103/2014 Tentang Proses Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah.
 PERMENDIKBUD No 80/2016 tentang Petunjuk Teknis dan Pertanggungjawaban
Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Apa Tujuan Praktik kerja Lapangan bagi Siswa SMK?

Siswa SMK biasanya melaksanakan PKL atau Prakerin di Dunia Usaha dan Dunia Industri
selama 3 bulan. Mereka melaksakan PKL tentunya memilki Tujuan utama, yaitu :
 PKL dilaksanakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami Dunia
Usaha dan Dunia Industri.
 PKL dilaksanakan dalam rangka memberikan kesempatan kepada siswa menerapkan
langsung etika, tata cara berkomunikasi, bersosialisasi secara nyata di dunia kerja, dan
tentunya mengasah ethos kerja.
 PKL juga sebagai media bagi siswa untuk menerapkan teori yang dipelajari dibangku
sekolah secara langsung di dunia kerja.
 PKL membuka wawasan siswa tentang lapangan kerja yang akan mereka masuki kelak
setelah tamat sekolah.
Bagaimana Pedoman Penilaian Peserta Praktik Kerja Lapangan selama di
DU/DI?

Hal ini merupakan sesuatu yang harus di rencanakan dengan matang, sehingga nanti mampu
diterapkan dengan tepat oleh pembimbing di lapangan dalam pemberian nilai kepada peserta
PKL. Nilai yang diperoleh tersebut akan di jadikan nilai yang tertera pada sertifikat PKL yang
akan di peroleh Siswa Peserta PKL.

Biasanya yang merancang pedoman penilaian tersebuit mulai dari draft sampai final menjadi
pedoman penilaian atau Evalusi Praktik Kerja Lapangan adalah tim Wakil kepala sekolah bidang
Humas bersama dengan Ketua Program Keahlian (Ka.Prog).

Biasanya ada tiga hal yang menjadi acuan sebagai garis besar pedoman penilaian, yaitu Etos
Kerja, Sikap, dan Hubungan Sosial. Agar ketiga komponen tersebut dapat dipahami dengan baik
oleh semua pihak maka dibuatkan sub-bagian masing-masing. Untuk lebih jelasnya akan
diuraikan satu persatu, sebagai berikut

A. Aspek yang dinilai pada Etos Kerja antara lain : Disiplin waktu, Kehadiran di tempat kerja,
Kemauan kerja dan motivasi kerja, Ketepatanwaktu pelaksanaan tugas, Kualitas hasil kerja,
efektifitas dan efesiensi kerja, Tanggung jawab, Penggunaan prosedur kerja (SOP),
Penguasaan penggunaan alat berikut perlengkapannya, dan kemapuan berkomunikasi.

B. Aspek yang di nilai pada domain Sikap. Yaitu : Cara berpakaian, Prilaku, Sikap terhadap
Pimpinan, resposif terhadap tugas yang diberikan, Proaktif dalam melaksanakan tugas, dan
resfek terhadap intruksi kerja yang diberikan.

C. Aspek yang di nilai pada Ranah Hubungan sosial, antara lain : Bagaimana Hubungan
dengan pimpinan, Hubungan dengan karyawan, Hubungan dengan seluruh peserta PKL
atau PRAKERIN, Hubungan dengan masyarakat lingkunagan tempat kerja, Kepribadian
yang baik yang menunjang kerja, Etika sopan santun dalam melaksanakan tugas, dan
menepatkan diri secara profesional.

Ketiga aspek tersebut yang merupakan komponen atau instrumen untuk Penilaian PKL dapat
dilihat lebih jelas pada tabel berikut..
Dari ketiga aspek tersebut di jumlahkan, yang akan menghasilkan nilai total kemudian dibagi
dengan jumlah sub aspek. Hal ini untuk memperolah nilai rata-rata. Nilai rata-rata dapat di
konversi ke kualifikasi predikat A, B, C, dan D. Misalnya dengan predikat sebagai berikut :
90 – 100 : A (Amat Baik)
75 – 89 : B (Baik)
60 - 74 : C (Cukup)
0 - 59 : D Kurang atau belum kompeten

Semoga artikel ini berguna, kritik, saran, dan pertanyaan dapat disampaikan di kolom komentar.