You are on page 1of 13

Anatomi manusia

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Anatomi manusia

Gambaran anatomi dari tahun 1728

Dilihat dari sudut kegunaan, bagian paling penting dari anatomi khusus adalah yang
mempelajari tentang manusia dengan berbagai macam pendekatan yang berbeda. Dari
sudut medis, anatomi terdiri dari berbagai pengetahuan tentang bentuk, letak, ukuran, dan
hubungan berbagai struktur dari tubuh manusia sehat sehingga sering disebut sebagai
anatomi deskriptif atau topografis. Kerumitan tubuh manusia menyebabkan hanya ada
sedikit ahli anatomi manusia profesional yang benar-benar menguasai bidang ilmu ini;
sebagian besar memiliki spesialisasi di bagian tertentu seperti otak atau bagian dalam.

Anatomi topografi harus dipelajari dengan pembedahan dan pemeriksaan berulang kali
pada tubuh manusia yang telah meninggal (kadaver) Anatomi bukan sekedar ilmu biasa,
namun harus benar-benar mempunyai keakuratan yang tinggi karena dapat digunakan
dalam situasi yang darurat. Patologi anatomi adalah ilmu mengenai organ yang memiliki
kelainan dan dalam keadaan sakit. Ilmu ini diterapkan untuk berbagai tujuan seperti
bedah dan ginekologi.

Kedokteran (bahasa Inggris: medicine) adalah suatu ilmu dan seni yang mempelajari
tentang penyakit dan cara-cara penyembuhannya. Ilmu kedokteran adalah cabang ilmu
kesehatan yang mempelajari tentang cara mempertahankan kesehatan manusia dan
mengembalikan manusia pada keadaan sehat dengan memberikan pengobatan pada
penyakit dan cedera. Ilmu ini meliputi pengetahuan tentang sistem tubuh manusia dan
penyakit serta pengobatannya, dan penerapan dari pengetahuan tersebut.

Daftar isi
 1 Ikhtisar
 2 Sejarah
 3 Praktek kedokteran
 4 Relasi pasien-dokter
 5 Kecakapan klinis
 6 Cabang ilmu kedokteran
o 6.1 Spesialiasi diagnostik
o 6.2 Disiplin ilmu pre-klinis
o 6.3 Disiplin ilmu klinis
o 6.4 Cakupan antardisipliner
 7 Pendidikan dan profesi kedokteran di Indonesia
o 7.1 Konsil Kedokteran Indonesia
o 7.2 Sertifikat Kompetensi bagi Dokter
o 7.3 Surat Tanda Registrasi (STR)
 8 Lihat pula
 9 Referensi

 10 Pranala luar

Ikhtisar
Praktek kedokteran dilakukan oleh para profesional kedokteran–lazimnya dokter dan
kelompok profesi kedokteran lainnya yang meliputi perawat atau ahli farmasi.
Berdasarkan sejarah, hanya dokterlah yang dianggap mempraktikkan ilmu kedokteran
secara harfiah, dibandingkan dengan profesi-profesi perawatan kesehatan terkait. Profesi
kedokteran adalah struktur sosial dan pekerjaan dari sekelompok orang yang dididik
secara formal dan diberikan wewenang untuk menerapkan ilmu kedokteran. Di berbagai
negara dan wilayah hukum, terdapat batasan hukum atas siapa yang berhak
mempraktikkan ilmu kedokteran atau bidang kesehatan terkait.

Ilmu kedokteran umumnya dianggap memiliki berbagai cabang spesialis, dari pediatri
(ilmu kesehatan anak), ginekologi (ilmu penyakit pada wanita), neurologi (ilmu penyakit
saraf), hingga melingkupi bidang lainnya seperti kedokteran olahraga, dan kesehatan
masyarakat.

Sistem kedokteran dan praktik perawatan kesehatan telah berkembang dalam berbagai
masyarakat manusia sedikitnya sejak awal sejarah tercatatnya manusia. Sistem-sistem ini
telah berkembang dalam berbagai cara dan berbagai budaya serta daerah yang berbeda.
Yang dimaksud dengan ilmu kedokteran modern pada umumnya adalah tradisi
kedokteran yang berkembang di dunia Barat sejak awal zaman modern. Berbagai
tindakan pengobatan dan kesehatan tradisional masih dipraktikkan di seluruh dunia, di
mana sebagian besar dianggap terpisah dan berbeda dari kedokteran Barat, yang juga
disebut biomedis atau tradisi Hippokrates.

Sistem ilmu kedokteran yang paling berkembang selain sistem Barat adalah tradisi
Ayurveda dari India dan pengobatan tradisional Tionghoa. Berbagai tradisi perawatan
kesehatan non konvensional juga dikembangkan di dunia Barat yang berbeda dari ilmu
kedokteran pada umumnya. Di berbagai tempat, sistem kedokteran Barat seringkali
dipraktikkan bersama-sama dengan sistem kedokteran tradisional setempat atau sistem
kedokteran lainnya, meskipun juga dianggap saling bersaing atau bahkan bertentangan.

Kedokteran veteriner atau yang lazim disebut kedokteran hewan adalah praktik kesehatan
yang dikhususkan untuk spesies hewan dan merupakan ilmu kedokteran lainnya selain
untuk manusia.

Sejarah

Seorang dokter sedang merawat pasiennya. Museum Louvre, Paris, Perancis.

Ampul obat
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah kedokteran
Pada awalnya, sebagian besar kebudayaan dalam masyarakat awal menggunakan
tumbuh-tumbuhan herbal dan hewan untuk tindakan pengobatan. Ini sesuai dengan
kepercayaan magis mereka yakni animisme, sihir, dan dewa-dewi. Masyarakat animisme
percaya bahwa benda mati pun memiliki roh atau mempunyai hubungan dengan roh
leluhur.

Ilmu kedokteran berangsur-angsur berkembang di berbagai tempat terpisah yakni Mesir


kuno, Tiongkok kuno, India kuno, Yunani kuno, Persia, dan lainnya. Sekitar tahun 1400-
an terjadi sebuah perubahan besar yakni pendekatan ilmu kedokteran terhadap sains. Hal
ini mulai timbul dengan penolakan–karena tidak sesuai dengan fakta yang ada–terhadap
berbagai hal yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh pada masa lalu (bandingkan dengan
penolakan Copernicus pada teori astronomi Ptolomeus. Beberapa tokoh baru seperti
Vesalius (seorang ahli anatomi) membuka jalan penolakan terhadap teori-teori besar
kedokteran kuno seperti teori Galen, Hippokrates, dan Avicenna. Diperkirakan hal ini
terjadi akibat semakin lemahnya kekuatan gereja dalam masyarakat pada masa itu.

Ilmu kedokteran yang seperti dipraktikkan pada masa kini berkembang pada akhir abad
ke-18 dan awal abad ke-19 di Inggris (oleh William Harvey, abad ke-17), Jerman (Rudolf
Virchow) dan Perancis (Jean-Martin Charcot, Claude Bernard). Ilmu kedokteran modern,
kedokteran "ilmiah" (di mana semua hasil-hasilnya telah diujicobakan) menggantikan
tradisi awal kedokteran Barat, herbalisme, humorlasime Yunani dan semua teori pra-
modern. Pusat perkembangan ilmu kedokteran berganti ke Britania Raya dan Amerika
Serikat pada awal tahun 1900-an (oleh William Osler, Harvey Cushing).

Kedokteran berdasarkan bukti (evidence-based medicine) adalah tindakan yang kini


dilakukan untuk memberikan cara kerja yang efektif dan menggunakan metode ilmiah
serta informasi sains global yang modern.

Kini, ilmu genetika telah memengaruhi ilmu kedokteran. Hal ini dimulai dengan
ditemukannya gen penyebab berbagai penyakit akibat kelainan genetik, dan
perkembangan teknik biologi molekuler.

Ilmu herbalisme berkembang menjadi farmakologi. Masa modern benar-benar dimulai


dengan penemuan Heinrich Hermann Robert Koch bahwa penyakit disebarkan melalui
bakteria (sekitar tahun 1880), yang kemudian disusul penemuan antibiotik (sekitar tahun
1900-an). Antibiotik yang pertama kali ditemukan adalah obat Sulfa, yang diturunkan
dari anilina. Penanganan terhadap penyakit infeksi berhasil menurunkan tingkat infeksi
pada masyarakat Barat. Oleh karena itu dimulailah industri obat.

Praktek kedokteran
Praktek kedokteran mengombinasikan sains dan seni. Sains dan teknologi adalah bukti
dasar atas berbagai masalah klinis dalam masyarakat. Seni kedokteran adalah penerapan
gabungan antara ilmu kedokteran, intuisi, dan keputusan medis untuk menentukan
diagnosis yang tepat dan perencanaan perawatan untuk masing-masing pasien serta
merawat pasien sesuai dengan apa yang diperlukan olehnya.
Pusat dari praktik kedokteran adalah hubungan relasi antara pasien dan dokter yang
dibangun ketika seseorang mencari dokter untuk mengatasi masalah kesehatan yang
dideritanya.

Dalam praktik, seorang dokter harus:

 membangun relasi dengan pasien


 mengumpulkan data (riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik dengan hasil
laboratorium atau citra medis)
 menganalisis data
 membuat rencana perawatan (tes yang harus dijalani berikutnya, terapi, rujukan)
 merawat pasien
 memantau dan menilai jalannya perawatan dan dapat mengubah perawatan bila
diperlukan.

Semua yang dilakukan dokter tercatat dalam sebuah rekam medis, yang merupakan
dokumen yang berkedudukan dalam hukum. [1]

Relasi pasien-dokter

Hubungan relasi antara dokter dan pasien yang timbul pada ruangan praktik

Relasi pasien dan dokter adalah proses utama dari praktik kedokteran. Terdapat banyak
pandangan mengenai hubungan relasi ini.

Pandangan yang ideal, seperti yang diajarkan di fakultas kedokteran, mengambil sisi dari
proses seorang dokter mempelajari tanda-tanda, masalah, dan nilai-nilai dari pasien;
maka dari itu dokter memeriksa pasien, menginterpretasi tanda-tanda klinis, dan
membuat sebuah diagnosis yang kemudian digunakan sebagai penjelasan kepada pasien
dan merencanakan perawatan atau pengobatan. Pada dasarnya, tugas seorang dokter
adalah berperan sebagai ahli biologi manusia. Oleh karena itu, seorang dokter harus
paham benar bagaimana keadaan normal dari manusia sehingga ia dapat menentukan
sejauh mana kondisi kesehatan pasien. Proses inilah yang dikenal sebagai diagnosis.

Empat kata kunci dari diagnosis dalam dunia kedokteran adalah anatomi (struktur: apa
yang ada di sana), fisiologi atau faal (bagaimana struktur tersebut bekerja), patologi (apa
kelainan dari sisi anatomi dan faalnya), dan psikologi (pikiran dan perilaku). Seorang
dokter juga harus menyadari arti 'sehat' dari pandangan pasien. Artinya, konteks sosial
politik dari pasien (keluarga, pekerjaan, tingkat stres, kepercayaan) harus turut
dipertimbangkan dan kadang-kadang dapat menjadi petunjuk dalam kepentingan
membangun diagnosis dan perawatan berikutnya.

Ketika bertemu dengan dokter, pasien akan memaparkan komplainnya (tanda-tanda)


kepada dokter, yang nantinya akan memberikan berbagai informasi tentang tanda-tanda
klinis tersebut. Kemudian dokter akan memeriksa, mencatat segala yang ditemukannya
pada diri pasien dan memperkirakan berbagai kemungkinan diagnosis. Bersama pasien,
dokter akan menyusun perawatan berikutnya atau tes laboratorium berikutnya bila
diagnosis belum dapat dipastikan. Bila diagnosis telah disusun, maka dokter akan
memberikan ("mengajarkan") nasihat medis. Relasi pengajaran ini menempatkan dokter
sebagai guru (Physician dalam Bahasa Inggris; berasal dari bahasa Latin yang berarti
guru).

Relasi dokter dan pasien dapat dianalisis dari pandangan masalah etika. Banyak nilai dan
masalah etika yang dapat ditambahkan ke relasi ini. Tentunya, masalah etika amat
dipengaruhi oleh tingkat masyarakat, masa, budaya, dan pemahan terhadap nilai moral.
Sebagai contoh, dalam 30 tahun terakhir, penegasan dan tuntutan terhadap hak otonomi
pasien kian meningkat di dalam dunia kedokteran Barat.

Relasi dan proses praktik juga dapat dilihat dari sisi relasi kekuatan sosial (seperti yang
dikemukakan Michel Foucault atau transaksi ekonomi. Profesi dokter memiliki status
yang lebih tinggi pada abad lalu, dan mereka dipercaya untuk melakukan tindakan dalam
kesehatan masyarakat. Hal ini membawa suatu kekuatan tersendiri dan membawa
keuntungan serta kerugian bagi pasien.

Pada 25 tahun terakhir ini, kebebasan dokter dipersempit. Terutama dengan kehadiran
perusahaan asuransi seiring naiknya biaya perawatan kesehatan. Di berbagai negara
(seperti Jepang) pihak asuransi juga mempunyai pengaruh dalam penentuan keputusan
medis.

Kualitas relasi pasien dan dokter sangat penting bagi kedua pihak. Saling menghormati,
kepercayaan, pertukaran pendapat mengenai penyakit dan kehidupan, ketersediaan waktu
yang cukup, mempertajam ketepatan diagnosis, dan memperkaya wawasan pasien
tentang penyakit yang dideritanya; semua ini dilakukan agar relasi kian baik.

Relasi kian kompleks di luar ruang praktik pribadi dokter, seperti pada bangsal rumah
sakit. Dalam rumah sakit, relasi tak hanya antara dokter dan pasien, namun juga dengan
pasien lainnya, perawat, pekerja dari lembaga sosial, dan lainnya.

Kecakapan klinis
Sebuah evaluasi medis yang lengkap terdiri dari sebuah riwayat kesehatan, pemeriksaan
fisik, hasil laboratorium atau citra medis, analisis data, dan penentuan diagnosis, dan
perencanaan perawatan atau pengobatan.[2]

Hal-hal yang termasuk dalam riwayat kesehatan:

 Keluhan utama (KU): alasan pasien datang kepada dokter. Hal ini disebut tanda
atau gejala. Dituliskan sesuai dengan yang diungkapkan oleh pasien dan sejak
kapan hal tersebut di keluhkan pasien.
 Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)(HPI: History of present illness): urutan
kronologis dari tanda-tanda dan klasifikasi dari setiap tanda.
 Aktivitas kini: hal-hal yang berkaitan aktivitas pasien sekarang seperti pekerjaan,
hobi, dan lainnya.
 Riwayat Pengobatan: obat apa yang digunakan pasien sebelum menemui dokter,
termasuk alergi.
 Riwayat Penyakit Dahulu/RPD(PMH: Past medical history): perawatan yang
pernah dijalani pasien sebelumnya, cedera, penyakit infeksi yang pernah diderita,
vaksinasi, alergi yang pernah diderita.
 Riwayat Sistemik (ROS: Review of systems): menanyakan pasien mengenai
kondisi sistem organ utamanya seperti jantung, paru-paru, sistem pencernaan
(traktus digestivus), dan lainnya.
 Riwayat sosial Ekonomi(SH: Social history): tempat lahir, tempat tinggal, status
perkawinan, status sosial ekonomi, kebiasaan (termasuk diet), penggunaan obat,
tembakau, dan alkohol.
 Riwayat keluarga (FH: Family history): membuat daftar penyakit apa saja yang
pernah diderita oleh keluarga pasien yang dapat diturunkan (penyakit genetik).
Biasanya dibuat dalam silsilah keluarga atau pohon keluarga.

Dalam pemeriksaan fisik, dokter berusaha mencari tanda yang dapat mendukung proses
pembuatan diagnosisnya. Dokter menggunakan indera penglihatan, pendengaran,
sentuhan, dan kadang-kadang juga dengan penciuman. Empat metode utama untuk
pemeriksaan fisik: melihat (inspeksi), merasakan/menyentuh (palpasi), mengetuk untuk
membedakan karakteristik resonansi (perkusi), mendengar (auskultasi); mencium
kadang-kadang diperlukan seperti untuk membaui urea pada penyakit uremia.

Pemeriksaan fisik mencakup:

 Tanda vital termasuk tinggi, berat badan, suhu tubuh, tekanan darah, denyut,
kecepatan bernapas, tingkat hemoglobin darah,
 Tampakan umum pasien dan penunjuk spesifik dari penyakit.
 Kulit, kepala, mata, telinga, hidung, tenggorok, dan kerongkongan.
 Kardiovaskular jantung dan pembuluh darah
 Saluran pernapasan (termasuk paru-paru)
 Tubuh (abdomen) dan rektum
 Organ genitalia (kelamin)
 Otot rangka (anggota gerak tubuh)
 Kondisi persarafan (kesadaran, orak, saraf kranial, saraf perifer)
 Psikiatrik atau kejiwaan (orientasi, mental)

Hasil laboratorium dan pencitraan medis dapat digunakan bila diperlukan.

Pemeriksaan ini dapat berlangsung hanya dalam beberapa menit bila masalahnya
sederhana maupun hingga berminggu-minggu bila pasien mengalami masalah pada
beberapa sistem tubuhnya sehingga diperlukan rujukan ke beberapa dokter spesialis.

Cabang ilmu kedokteran


Profesi kedokteran dituntut untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik,
apalagi kini cakupan ilmu telah berkembang luas. Ilmu kedokteran gigi dan psikologi,
walaupun sering dipisahkan dari kedokteran umum, tetap menjadi bagian satu kesatuan
ilmu kedokteran.

Seorang dokter dapat memiliki kemampuan spesialisasi(sudah menjalani pendidikan


lanjut pasca sarjana) dan subspesialisasi yang disebut sebagai dokter spesialis. Penentuan
spesialiasi dan gelarnya beragam di tiap negara.

Spesialiasi diagnostik

 Laboratorium klinik adalah layanan diagnostik klinis yang mengaplikasikan


teknik laboratorium untuk membuat diagnosis dan manajemen pasien. Di Amerika
Serikat, layanan ini berada di bawah pengawasan seorang patologis (ahli
patologi). Orang yang dapat bekerja di bidang ini adalah staf yang paham akan
teknologi kedokteran, di Indonesia Laboratorium patologi ini ada 2 :

1. Patologi klinik
2. Patologi anatomi

 Radiologi berkonsentrasi pada pemcitraan atau penggambaran tubuh manusia,


misalnya dengan sinar-X, CT-scan, USG (ultrasonografi), tomografi resonansi
magnetik nuklir.

Disiplin ilmu pre-klinis

 Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan organisasi tubuh manusia
 Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi berbagai organ dan sistem organ
serta interaksinya dalam tubuh manusia
 Biokimia adalah ilmu yang mempelajari proses-proses kimia yang terjadi dalam
tubuh manusia
 Histologi adalah ilmu yang mempelajari struktur mikroskopik dan fungsi jaringan
pembentuk dan penyusun organ dan sistem organ dalam tubuh manusia
 Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya
terhadap tubuh manusia
 Patologi anatomi adalah ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik
dan makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit atau
proses lainnya
 Patologi klinik adalah ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi pada berbagai
fungsi organ atau sistem organ
 Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit-penyakit yang disebabkan
parasit
 Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit-penyakit yang disebabkan
mikroba

Disiplin ilmu klinis

 Anestesiologi adalah disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan anestesi.


 Dermatologi adalah ilmu yang mempelajari kulit dan penyakitnya. Di Inggris,
dermatologi adalah subspesialis dari kedokteran umum. Di Indonesia, spesialisasi
ini digabungkan dengan ilmu penyakit kelamin. Dokter dengan spesialisasi ini
diberi gelar SpKK (Spesialisasi Kulit dan Kelamin).
 Kedaruratan medis adalah ilmu yang memusatkan pada diagnosis dan perawatan
dari penyakit akut seperti trauma. Ilmu ini juga berhubungan dengan ilmu bedah,
pediatri, dan lainnya.
 Kedokteran umum atau kedokteran keluarga menangani pertolongan pertama
untuk pasien dengan masalah darurat, memantau dan membina pasien dengan
masalah kronis. Dokter keluarga biasanya dapat menangani 90% dari masalah
kesehatan keluarga (anak, dewasa, manula baik pria maupun wanita) tanpa harus
merujuk ke dokter spesialis, baik masalah acute dan kronis( penyakit luar(kulit ,
THT, mata dll),dan penyakit dalam(jantung, paru dll)). Di U.S.A dokter yang
tergolong generalist meliputi, pediatri: masalah anak, internis(ahli Penyakit
dalam): dewasa, Family physician(Dokter keluarga): untuk segala golongan umur.
 Ilmu penyakit dalam berpusat pada masalah penyakit sistemik terutama pada
pasien dewasa seperti masalah penyakit yang dapat merusak seluruh tubuh. Ilmu
ini banyak menurunkan subspesialis: (Tidak semua spesialisasi ini ada di Indonesia, lihat
artikel dokter spesialis)
o Endokrinologi
o Gastroenterologi
o Hematologi
o Kardiologi
o Kedokteran perawatan intensif
o Nefrologi
o Onkologi
o Penyakit infeksi
o Pulmonologi
o Rheumatologi
 Neurologi adalah ilmu yang memepelajari tentang penyakit saraf. Di Inggris,
spesialisasi ini berada di bawah kedokteran umum.
 Obstetrik dan ginekologi (di kalangan dokter sering disingkat obgin). Dalam
bahasa Indonesia disebut ilmu kebidanan dan penyakit kandungan. Masalah obat
reproduksi dan obat kesuburan secara umum ditangani oleh spesialis ginekologi.
 Perawatan penenangan pasien adalah cabang baru dari ilmu kedokteran yang
menangani perawatan dan pemberian dukungan emosional pasien dengan
penyakit yang parah seperti kanker dan gagal jantung.
 Pediatri adalah ilmu yang mempelajari masalah penyakit pada bayi dan anak.
Seperti pada ilmu penyakit dalam, disiplin ini memiliki banyak subspesialis
seperti untuk bidang kardiologi, endokrinologi, gastroenterologi, hematologi,
onkologi, oftalmologi, dan neonatologi.
 Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT-KL): ilmu kedokteran yang
mempelajari kesehatan telinga, pendengaran, keseimbangan, hidung, pernapasan,
tenggorok, kelaianan suara, gangguan menelan, dan adanya tumor di daerah leher
dan wajah.
 Kedokteran rehabilitasi medis atau disebut juga fisiatri mempelajari perbaikan
fungsional tubuh dari cedera atau kelainan kongenital.
 Kedokteran preventif adalah cabang dari ilmu kedokteran yang memusatkan pada
pencegahan penyakit.
 Psikiatri atau ilmu kedokteran jiwa.
 Terapi radiasi memusatkan pada penggunaan radiasi untuk terapi.
 Radiologi mempelajari interpretasi dari pencitraan medis dari berbagai media
seperti sinar X. Di Indonesia, dokter dengan spesialiasi radiologi diberi gelar
SpRad.
 Spesialisasi bedah mempelejarai ilmu bedah. Ilmu ini memiliki cabang
spesialisasi seperti bedah ortopedik, bedah urologi, bedah saraf dan lainnya.
 Ilmu kedokteran berdasarkan gender, mempelajari sisi perbedaan biologi dan
fisiologi dari jenis kelamin dan bagaimana pengaruhnya pada penyakit.

Cakupan antardisipliner

Ilmu kedokteran pun meluas ke bidang lainnya. Beberapa bidang belum dikenal di
Indonesia.

 Bioetika adalah sebuah ilmu yang mempelajari hubungan biologi, sains,


kesehatan, etika, filsafat, dan teologi.
 Farmakologi klinis mempelajari hubungan interaksi antara obat dan tubuh pasien.
 Informatika kedokteran mengubungkan dunia kedokteran dengan dunia teknologi
informasi.
 Kedokteran dirgantara mempelajari perihal kesehatan yang berhubunga dengan
penerbangan dan perjalanan udara.
 Kedokteran evolusioner adalah ilmu kedokteran yang dikaitkan dengan teori
evolusioner.
 Kedokteran forensik mempelajari ilmu kedokteran yang berkaitan dengan masalah
hukum seperti penentuan waktu dan penyebab kematian seseorang pada sebuah
kasus kriminal.
 Kedokteran konservasi adalah ilmu yang berkaitan dengan kesehatan manusia dan
hewan serta kondisi lingkungan. Disebut juga sebagai kedokteran ekologis atau
kedokteran lingkungan.
 Kedokteran olahraga menangani kesehatan para olahragawan.
 Kedokteran selam membahas hal yang berhubungan masalah kesehatan pada
penyelaman.
 Nosologi adalah bagian pengelompokan penyakit untuk tujuan tertentu.
 Teknik biomedis mempelajari aplikasi prinsip teknis untuk praktik kedokteran.

Pendidikan dan profesi kedokteran di Indonesia

Pendidikan kedokteran pada tahun 1901.

Pendidikan kedokteran adalah proses pendidikan dokter untuk diterapkan di masyarakat.

Pendidikan dan pelatihan ilmu kedokteran bervariasi di setiap negara, namun di hampir
semuanya pendidikan ini dibuka mulai dari sekolah kedokteran atau fakultas kedokteran
di tingkat universitas selama waktu yang ditentukan.

Di Indonesia, pendidikan kedokteran dibuka di tingkat fakultas kedokteran universitas.


Mahasiswa harus menempuh pendidikan strata-1 selama sekitar 3,5 tahun untuk
mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran (SKed). Setelah itu untuk menjadi seorang
dokter, mahasiswa harus mengikuti pendidikan profesi dokter selama 1,5 tahun. Ketika
telah diambil sumpah, seorang dokter dianjurkan menjadi pegawai tidak tetap (PTT)
pemerintah untuk disebar ke daerah selama waktu yang telah ditentukan. Seorang dokter
umum dapat mengambil pendidikan spesialisasi sesuai pilihannya.Saat ini kurikulum
pendidikan kedokteran di Indonesia menganut sistem pembelajaran berdasarkan masalah
atau Problem based Learning (PBL).

Konsil Kedokteran Indonesia

Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) berdasarkan UU no. 29 Tahun 2004 tentang praktik
Kedokteran, telah dibentuk untuk melindungi masyarakat penerima jasa pelayanan
kesehatan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dari dokter dan dokter gigi, yang
terdiri atas Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi. KKI bertanggung jawab
kepada Presiden dan berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

KKI mempunyai fungsi pengaturan, pengesahan, penetapan, serta pembinaan dokter dan
dokter gigi yang menjalankan prakterk kedokteran dalam rangka meningkatkan mutu
pelayanan medis. KKI mempunyai tugas meregistrasi dokter dan dokter gigi,
mengesahkan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi dan melakukan
pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran yang dilaksanakan bersama
lembaga terkait sesuai dengan fungsi masing-masing. Standar pendidikan profesi dokter
dan dokter gigi yang disahkan Konsil ditetapkan bersama oleh Konsil Kedokteran
Indonesia dengan kolegium kedokteran, kolegium kedokteran gigi, asosiasi institusi
pendidikan kedokteran, asosiasi institusi pendidikan kedokteran gigi, dan asosiasi rumah
sakit pendidikan.

KKI mempunyai wewenang:

 menyetujui dan menolak permohonan registrasi dokter dan dokter gigi,


 menerbitkan dan mencabut surat tanda registrasi dokter dan dokter gigi,
 mengesahkan standar kompetensi dokter dan dokter gigi,
 melakukan pengujian terhadap persyaratan registrasi dokter dan dokter gigi,
 mengesahkan penerapan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi,
 melakukan pembinaan bersama terhadap dokter dan dokter gigi mengenai
pelaksanaan etika profesi yang ditetapkan oleh Organisasi Profesi,
 melakukan pencatatan terhadap dokter dan dokter gigi yang dikenakan sanksi oleh
organisasi profesi, atau perangkatnya karena melanggar ketentuan etika profesi.

Susunan organisasi Konsil Kedokteran Indonesia terdiri atas:

 Konsil Kedokteran
 Konsil Kedokteran Gigi.

Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi masing-masing terdiri atas 3 divisi yaitu:

 divisi registrasi,
 divisi standar pendidikan profesi,
 divisi pembinaan.

Jumlah anggota Konsil Kedokteran Indonesia berjumlah 17 orang yang terdiri dari unsur-
unsur yang berasal dari :

 Organisasi Profesi Kedokteran 2 orang,


 Organisasi Profesi Kedokteran Gigi 2 orang,
 Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran 1 orang,
 Asosiasi Institusi Pendidikan Kedoktan Gigi 1 orang,
 Kolegium Kedokteran 1 orang,
 Kolegium Kedokteran Gigi 1 orang,
 Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan 2 orang,
 Tokoh Masyarakat 3 orang,
 Departemen Kesehatan 2 orang,
 Departemen Pendidikan Nasional 2 orang.

Keanggotaan KKI untuk pertama kali ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri
Kesehatan (pasal 84 Undang Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran).

Sertifikat Kompetensi bagi Dokter

Sertifikat Kompetensi perlu dibuat bagi Dokter lulusan sebelum 29 April 2007 dan belum
mengajukan pembuatan Surat Tanda Registrasi (STR) ke Konsil Kedokteran Indonesia
(KKI). Proses pembuatan Sertifikat Kompetensi ini hanya berlaku sampai dengan tanggal
29 Oktober 2007 (batas terakhir pengajuan STR ke KKI berdasarkan surat KKI No. KK.
01.03/KKI/Reg/IV/301). Sertifikat Kompetensi akan dikirim ke alamat korespondensi
yang tercantum dalam formulir pendaftaran dengan Pos Tercatat.

Surat Tanda Registrasi (STR)

Surat Tanda Registrasi adalah pencatatan resmi dokter dan dokter gigi yang telah
memiliki sertifikat kompetensi dan telah mempunyai kualifikasi tertentu, serta diakui
secara hukum untuk melakukan tindakan sesuai kompetensinya. Registrasi yang
memenuhi persyaratan dan melewati proses verifikasi, konfirmasi, validasi dan
penandatanganan oleh Registar maka terbitlah Surat Tanda Registrasi (STR). Surat Tanda
Registrasi tersebut menjadi bukti tertulis yang diberikan oleh KKI bagi dokter dan dokter
gigi.