You are on page 1of 10

 LANDASAN TEORI.

“ KISTA OVARIUM ”

A. Definisi.

Kista adalah selaput yang mengandung kantong yang tertutup, tumbuh

secara normal dalam suatu jaringan atau rongga badan.

Kista ovarium adalah tumor ganas overium yang penanganannya dapat

berupa operasi, bila ukurannya bertambah besar. (Overdaff, 2002).

B. Etiologi.

Kanker ovarium paling tinggi terjadi pada wanita yang keluarga dekatnya

ada yag terkena ovarium. Diet tinggi lemak dan kegemukkan dan tidak pernah

mengandung meningkatkan resiko kanker ovarium. (Cormin, 2000).

Biasanya ovarium dibagi dlam 3 kategori, yaitu :

- Seros dan musinosa.

- Kista adenokarsinoma.

- Adenokarsinoma endometrial.

C. Patofisiologi.

Tumor ovarium dibagi menjasi 3 bagian, yaitu :

1. Tumor Epitel.

2. Tumor stroma gonad.

3. Tumor sel benih.

Sulit untuk menentukan diagnosis ini Karen neoplasma ovarium, biasanya

sampai tumor telah cukup besar untuk menimbulkan gejala.


Ovarium merupakan tempat yang umum bagi kista yang merupakan

pembengkakan / pembesaran sederhana konstituen ovarium normal, folikel graff

dari epitel ovarium (Brunner dan Suddart, 2001).

Faktor-faktor resiko tinggi adalah adayan riwayat kanker ovarium dalam

keluarga, khususnya ibu dan saudara perempuan, ovulasi yang > 40 tahun dan

manopanse yang lambat, usi >45 tahun dan kehamilan pertama setelah berusia

lebih dari 30 tahun.

Gejala-gejalanya tidak jelas, dapat berupa rasa berat pada pinggul, sering

berkemih dan perubahan fungsi saluran cerna yang disertai rasa penuh pada

abdomen.

Kanker ovarium dapat bermetastasis dengan invasi kestruktur, struktur yang

berdekatan pada abdomen dan pinggul dan melalui penyebaran benih tumor

melalui cairan peritoneal ke rongga abdomen dan rongga panggul dan limfe

menuju pleura dan akhirnya bisa menyebabkan efusi pleura.

D. Gambaran Klinis.

Banyak tumor ovarium tidak menunjukan gejala dan tanda, terutama tumor

ovarium yang keci. Sebagian besar gejala dan tanda, adalah akibat dari

pertumbuhan aktivitas endokrin atau aplikasi tumor-tumor tersebut.

Tekanan terhadap alat-alat disekitar ovarium disebabkan oleh besarnya

tumor atau pesisinya di dalam perut. Selain gangguan miksi, tekanan tumor dapat

mengakibatkan obstipasi edema pada tungkai. Pada tumor yang besar dapat

terjadi tidak nafsu makan, rasa sesak, dll.

Sebuah sel granulose dapat menimbulkan hipermenorea dan arhenoblastoma

dapat menyebabkan amenorea. Pendarahan ke dalam kista biasanya terjadi


sedikit, sedikit tetapi kalu terjadi pendarahan dalam jumlah banyak, akan terjadi

distensi cepat dari kista yang menimbulkan nyeri perut mendadak (Pramirakardjo,

1991).

E. Diagnostik Test.

Papsmear dapat mengidentifikasi kanker serviks dan endometrium. Kanker

ovarium dapat diidentifikasi dangean USG. Peningkatan kadar antigen sel

ovarium pada wanita simtomatik atau wanita dengan riwayat kanker ovarium atau

payudara. Pada keluarganya dapat meyebabkan tanda awal penyakit. (Cormin,

2000).

F. Komplikasi.

Perdarahan ke dalam kista biasanya terjadi sedikit-sedikit sehingga

berangsur-angsur menyebabkan pembesaran kiata, biasanya terjadi infeksi pada

tumor, tapi ini terjadi jika dekat pada tumor ada sumber kuman seperti

appendicitis. (Prawiraharjo, 1991).

G. Penatalaksanaan.

Pada prinsipnya tumor ovarium memerlukan pembedahan tetapi ada kista

benigna yang umumnya tidak memerlukan pembedahan. Biasanya pengobatan

pada kista ovarium adalah pengobatan pilihan yang tergantung pada stadium

tumor. Pengobatan terutama dengan pembedahan yang terbaik salfingo

ocferektomi bilateral dengan histerektomi.

Radioterapi berguna untuk beberapa penderita dengan tumor yang terbatas

dalam pelvis, (Overdoff, 2002). Pengobatan kista ovarium yang besar, biasanya

dengan pengangkatan melalui pembedahan. Jika ukuran lebar kista kurang dari
5 cm dan berisi oleh cairan atau fisiologis pada pasien muda yang sehat,

kontrasepsi oral dapat digunakan untuk menekan aktifitas ovarium dan

menghilangkan kista. (Brunner dan Suddarth, 2001).

Referensi :

- Perawatan Medical Bedah;Brunner dan Suddarth; 2001.

- Buku saku patofsiologi; Elizabeth Cormin; 2000.

- Kapita Selekta Kedokteran; David Overdoff; 2002.

- Ilmu Kebidanan; Sarmono Prawirahardjo; 1991.


ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. DS DENGAN
GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI “KISTA OVARIUM”
DI PAVILIUM MARIA RSU BETHESDA GMIM
TOMOHON

I. Pengkajian.

A. Biodata Pasien.

Nama : Ny. D.S.

Tempat / Tgl. Lahir : 32 Tahun / Lopana, 8 – 8 – 1974

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Lopana, 1.IV / Amurang

Suku / Bangsa : Minahasa Selatan / Indonesia.

Agama : Kristen Protestan

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Diagnosa Medik : Kista Ovarium

No. Reg. : 140677

Tanggal MRS : 08 – 05 – 1974

Tanggal Pengkajian : 08 – 05 – 1974

Penanggung Jawab.

Nama : Tn. D.S.

Umur : 38 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Pekerjaan : Tukang

Hubungan dgn. Klien : Suami


B. Riwayat Kesehatan.

a. Keluhan utama : Nyeri Perut.

b. Riwayat penyakit sekarang / saat dikaji :

Perut besar ± 3 tahun, mula-mula diketahui penderita sebesar tinja

diperut kanan bawah. Nyeri perut dialami penderita sejak beberapa

hari yang lalu dan tidak ada pendarahan peruagina. Sebelumnya

penderita tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan apapun untuk

mengatasi keadaan yang penderita alami. Akibat keadaan yang

penderita alami, oleh keluarga penderita di bawah ke RSU Bethesda

Tomohon untuk mendapat pengobatan serta perawatan dari tim medis

dan tenaga perawat yang ada.

C. Riwayat Obstetri.

- Haid teralhir : 15 – 04 – 2007

- Status obstetric : G II, P II, Ao

- Riwayat kehamilan dan persalinan lalu.

Hamil Jenis Jenis Keadaan


Umur Penolong
ke kelamin Persalinan Anak

I Laki-laki 12 tahun Spontan kepala Bidan Hidup

II Perempuan 3 tahun Spontan kepala Bidan Hidup

D. Riwayat Kesehatan Dahulu.

Ibu mengatakan tidak pernah masuk Rumah Sakit utnuk dirawat dengan

penyakit yang sama. Penderita tidak ada riwayat alergi.

E. Riwayat Kesehatan Keluarga.


Dalam keluarga tidak ada penderita penyakit yang dialami oleh ibu saat ini.

F. Riwayat Operasi.

Ibu tidak pernah dioperasi.

G. Riwayat KB.

Ibu menggunakan KB pil dan terakhir minum bulan Februari.

H. Riwayat Spiritual.

Ibu percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan menjalankan ibadahnyasesuai

dengan keyakinannya.

I. Riwayat Psikososial.

Klien mearasa cemas dengan keadaan penyakitnya, klien dalam keluarga

adalah sebagai isteri dan ibu.

Hubungan atau interaksi dengan anggota keluarganya, lingkungan dan

masyarakat baik, tidak ada masalah. Dalam berkomunikasi sehari-hari klien

menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

J. Pola Kehidupan Sehari-hari.

1. Pola nutrisi dan cairan.

Pola makan : 3 x/hari, jenis : nasi, ikan, sayur, buah-buahan kadang.

Pola minum : 6-7 gelas/hari jenis : air putih.

2. Eliminasi

BAK : 3-4 x/hari

BAB : 1 x/hari

3. Istirahat dan tidur.


Klien biasa tidur malam 8-9 jam, tidur siang 1 jam.

4. Personal hygiene.

Klien mandi 2 x/hari memakai sabun mandi, cuci rambut 2 hari sekali,

menggosok gigi dang anti pakaian.

5. Aktifitas.

Klien seorang ibu rumah tangga yang aktivitas sehari-harinya adalah

memasak mencuci gigi dang anti pakaian.

K. Pemeriksaan Fisik.

1. Keadaan umum : cukup

2. Kesadaran : compos mentis

3. Tanda-tanda vital : TD: 110/80 mmHg R: 22 x/m

N: 80 x/m sB: 36º c

4. Pemeriksaan Head to toe.

- Kepala : Bentuk bulat, rambut berwarna hitam, tidak beruban.

tidak ada benjolan, tidak terdapat nyeri tekan.

- Mata : Simetris kiri dan kanan, tidak ada kelainan.

- Mulut : Simetris kiri dan kanan, tidak ada kelainan.

- Hidung : Simetris kiri dan kanan, tidak ada secret.

- Telinga: Simetris, tidak ada serumen, tidak ada kelainan.

- Leher : Tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tiroid.

- Thorax : Bentuk normal, pergerakan dada simetris kiri dan

kanan, tidak terdapat nyeri tekan.

- Abdomen : Perut besar, terdapat nyeri tekan.

- Genetalia : Jenis kelamin perempuan, tidak ada perdarahan


pervagina.

- Anus : Tidak ada haemoroid, tidak ada kelainan.

- Ekstremitas atas : Simetris kiri dan kanan, tidak ada kelainan.

- Ekstremitas bawah : Simetris kiri dan kanan, tidak ada edema,

akral teraba hangat.

II. Pengelompokan Data.

1. Data Subjektif

- Nyeri perut

- Klien mengatakan cemas dengan keadaan penyakitnya dan persiapan untuk

operasi.

2. Data Objektif

- Ekspresi wajah meringis.

- Tanda-tanda vital : TD: 110/80 mmHg R: 22 x/m

N: 80 x/m sB: 36º c

- Terdapat nyeri tekan diperut.

- Klien tampak cemas.

III. Analisa Data.


DATA PENYEBAB MASALAH

DS:
- Klien menyatakan nyeri Adanya benjolan Gangguan rasa
perut. diovarium nyaman nyeri
DO:
- Ekspresi wajah meringis.
- Terdapat nyeri tekan diperut.

DS:
- Klien mengatakan cemas Kurangnya Kecemasan
dengan keadaan penyakitnya pengetahuan
dan persiapan untuk opersi.
DO:
- Klien tampak cemas.
- Tanda-tanda vital :
110
/80 mmHg R: 22 x/m
N: 80 x/m sB: 36º c