You are on page 1of 12

MAKALAH

SISTEM KARDIOVASKULER

DISUSUN OLEH:

ENDANG WAHUNI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


HUSADA MANDIRI POSO
2015

1
KATA PENGANTAR

Segala puji senantiasa saya panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa

yang tak henti-hentinya melimpahkan Rahmat-Nya kepada kita semua khususnya kepada

penyusun makalah sehingga dapat meyusun makalah ini yang berjudul SISTEM

KARDIOVASKULAR”. Selama penyusunan makalah banyak kesulitan dan masalah yang

dihadapi, namun berkat adanya bantuan dari berbagai pihak akhirnya saya dapat

menyelesaikannya.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaannya, oleh karena
itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak yang membacanya.

Poso, 1 Juni 2015

Penulis

2
ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG

A. ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG


Jantung adalah organ yang berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara
kedua paru-paru di bagian tengah rongga toraks (Palupi, 2003). Jantung juga merupakan
organ yang terdiri dari otot-otot jantung antar lain otot serambi (atrium), otot bilik (ventrikel)
dan serat otot khusus penghantar rangsangan. Otot jantung merupakan jaringan istimewa
karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, tetapi cara
bekerjanya menyerupai otot polos yaitu di luar kemauan kita (Syaifuddin, 2006).
Bentuk jantung menyerupai jantung pisang di mana bagian atasnya tumpul (pangkal
jantung) yang disebut basis kordis. Bagian bawahnya agak runcing yang disebut aspek kordis.
Denyutan jantung disebut dengan iktus kordis. Ukuran jantung lebih kurang sebesar
genggaman tangan kanan pemiliknya dan beratnya kira-kira 250-300 gram (Syaifuddin,
2006). Fungsi utama jantung adalah memompa darah melalui arteri, kapiler, dan vena.
Jantung merupakan pemompa yang mempertahankan darah bersikulasi sebagaimana
mestinya (Nike Budhi Subekti dkk, 2006).

1. Lapisan-Lapisan Jantung
Menurut Syaifuddin (2006) lapisan jantung terdiri dari:
a. Endokardium
Lapisan jantung yang terdapat di sebelah dalam sekali yang terdiri dari jaringan endotel atau
selaput lendir yang melapisi permukaan rongga jantung.

b. Miokarduim
Merupakan lapisan inti dari jantung yang terdiri dari otot-otot jantung, otot jantung ini
membentuk bundalan-bundalan otot yaitu:
1) Bundalan otot artia, yang terdapat di baian kiri/kanan dan basis kordis yang membentuk
serambi atau aurikula kordis.
2) Bundalan otot ventrikel, yang membentuk bilik jantung, dimulai dari cincin
atrioventrikuler sampai di apeks jantung.

3
3) Bundalan otot antriovertikuler merupakan dinding pemisah antara serambi dan bilik
jantung.
c. Pericardium
Lapisan jantung sebelah luaryang merupakan selaput pembungkus, terdiri dari dua lapisan
pembungkus yaitu lapisan parietal (luar) dan lapisan viseral (dalam) yang bertemu di pangkal
jantung membentuk kantung jantung.
(gambar lapisan jantung)
2. Ruang-Ruang Jantung
Menurut Palupi Widyastuti (2003), ruang jantung ada empat bagian yaitu:
a. Atrium (serambi)
Memiliki dinding yang tipis dan menerima darah dari vena yang membawa darah kembali ke
jantung.
1) Atrium kanan yaitu terletak dalam bagian superior kanan jantung. Menerima darah
dari seluruh jaringan kecuali paru-paru yaitu:
a) Vena kava superior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari bagian atas tubuh (kepala, leher, dan
anggota badan atas) ke serambi kanan jantung.

b) Vena kava inferior


Vena ini menbawa darah yang mengandung CO2 dari bagian tubuh lainnya dan anggota
badan bawah tubuh ke serambi kanan jantung.

2) Atrium kiri yaitu menerima darah dari paru-paru melalui empat vena pulmonalis.
Darah ini kemudian mengalir ke ventrikel kiri melalui atrioventrikular (AV) yang terletak di
bawah dinding posterior atrium kanan.

b. Ventrikel (bilik)
Berdinding tebal dan mendorong darah ke luar ke jantung menuju arteri yang memebawa
darah meninggalkan jantung.
1) Ventrikel kanan terletak di bagian inferior kanan pada apeks jantung.
Menerima darah dari atrium kanan dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
2) Ventrikel kiri terletak di bagian inferior kiri pada apeks jantung. Dindingnya lebih
tebal dari ventrikel kanan. Menerima aliran darah dari atrium kiri kemudian
memompakannya ke seluruh tubuh melalui aorta.
4
3. Katup-Katup Jantung
Di dalam jantung terdapat katup-katup yang sangat penting artinya dalam susunan
peredaran darah dan pergerakan jantung manusia. Menurut syaifuddin (2006), katup jantung
dapat dibagi menjadi:
a. Valvula trikuspidalis, terdapat antara atrium dekstra dengan ventrikel dekstra yang
terdiri dari 3 katup.
b. Valvula bikuspidalis (mitral), terletak antara atrium sinistra dengan ventrikel sinistra
yang terdiri dari 2 katup.
c. Valvula semilunaris arteri pulmonalis, terletak antara ventrikel dekstra dengan arteri
pulmonalis, tempat darah mengalir menuju ke paru-paru.
d. Valvula semilunaris aorta, terletak antara ventrikel sinistra dengan aorta, tempat darah
mengalir menuju ke seluruh tubuh.
Fungsi katup atrioventrikular (trikupidalis dan bikuspidalis) mencegah pengaliran balik
darah dari ventrikel ke atrium selama systole (berkontraksi). Sedangkan fungsi katup
semilunaris (aorta dan pulmonalis) mencegah aliran balik dari aorta dan arteri pulmonalis ke
dalam ventrikel selama periode diastole (berelaksasi).

4. Bunyi jantung
Selama gerakan jantung dapat terdengar dua macam suara yang disebabkan oleh katup-
katup yang menutup. Bunyi jantung dapat digambarkan sebagai lup-dup dan dapat didengar
melalui stetoskop.
a. Lup mengacu pada saat katup AV (atrioventrikuler) menutup. Bunyi yang pertama
terdengar panjang.
b. Dup mengacu pada saat katup semilunar (katup aorta dan katup pulmonar) menutup.
dan bunyi kedua terdengar pendek dan tajam.
Dalam keadaan normal jantung tidak membuat bunyi lebih keras, tetapi bila arus darah
cepat atau ada kelainan pada katup maka terdapat bunyi bising disebut dengan murmur.
Murmur adalah kelaianan bunyi jantung atau bunyi jantung tidak wajar yang berkaitan
dengan turbulensi aliran darah. Bunyi ini muncul karena defek pada katup seperti
penyempitan (stenosis) yang menghambat aliran darah ke depan atau katup yang tidak sesuai
yang memungkinkan aliran balik darah (Palupi, 2003).
5. Curah Jantung
Merupakan jumlah darah yang dipompakan oleh ventrikel (kiri dan kanan) dalam satu
menit sama.darah yang dipompakan pada ventrikel kiri dan ventrikel kanan sama besar
5
sehingga tidak terjadi penimbunan darah di tempat tertentu. Tingkat curah jantung tertentu
dibutuhkan setiap saat untuk membawa oksigen ke jaringan dan membuang sisa metabolisme.
Selama aktivitas fisik, curah jantung harus meningkat untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan
oksigen yang lebih banyak. Untuk menghitung curah jantung kita harus mengatahui frekuensi
nadi dan banyaknya darah yang dipompa berdenyut.
Volume sekuncup adalah istilah untuk menunjukkan jumlah darah yang dipompakan
ventrikel perdenyut. Rata-rata volume sekuncup istirahat yaitu 60-80 ml perdenyut. Rumus
menghitung curah jantung yaitu:
Curah jantung = volume sekuncup × nadi (denyut jantung)
Secara normal, curah jantung bervariasi sesuai ukuran tubuh seseorang, tapi rata-rata curah
jantung istirahat yaitu 5-6 liter per menit.
Frekuensi jantung (nadi) meningkat selama aktivitas fisik demikian juga dengan
volume sekuncup. Peningkatan volume sekuncup adalah hasil dari Hukum Starling Jantung
yang menyatakan bahwa semakin banyak serabut otot jantung terenggang maka kontraksinya
semakin kuat. Selama melakukan aktivitas fisik, lebih banyak darah kembali ke jantung
disebut aliran balik vena. Peningkatan aliran balik vena merenggangkan ventrikel
miokardium, yang berkontraksi lebih kencang dan memompa darah lebih banyak sehingga
meningkatkan volume sekuncup. Curah jantung saat aktivitas fisik dua kali curah jantung
istirahat (Nike dkk, 2006).
Rumus volume sekuncup selama aktivitas fisik:
Curah jantung = volume sekuncup × nadi
Curah jantung = 100 ml × 100 kali per menit
Curah jantung = 10.000 ml (10 liter)
B. SIRKULASI JANTUNG
Lingkaran sirkulasi jantung dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu sirkulasi
pulmonal dan sirkulasi sistemik. Namun demikian terdapat juga sirkulasi koroner yang juga
berperan sangat penting bagi sirkulasi jantung.\
Sisrkulasi Pulmonal
1. Hanya mengalirkan darah ke paru.
2. Hanya berfungsi untuk paru.
3. Mempunyai tekanan permulaan yang rendah.
4. Hanya sedikit mengalami tahanan.
5. Kolom hidrostatiknya pendek.

6
Sirkulasi pulmonal disebut juga peredaran darah kecil.
Jantung → arteri pulmonalis → paru-paru → vena pulmonalis jantung.
Sirkulasi Sistemik
1. Mengalirkan darah ke berbagai organ tubuh.
2. Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda.
3. Memerlukan tekanan permulaan yang besar.
4. Banyak mengalami tahanan.
5. Kolom hidrostatik panjang.
Sirkulasi sistemik disebut juga peredaran darah besar.
Jantung → aorta → seluruh bagian tubuh lewat pembuluh darah → venacava jantung →
jantung.
Sirkulasi Koroner
Sirkulasi koroner meliputi seluruh permukaan jantung dan membawa oksigen untuk
miokardium melalui cabang-cabang intramiokardial yang kecil-kecil.
Aliran darah koroner meningkat pada :
1. Peningkatan aktifitas
2. Jantung berdenyut
3. Rangsang sistem saraf simpatis

C. Sistem Konduksi Jantung


Konduksi otot jantung adalah peristiwa mekanis yang terjadi sebagai respon terhadap
rangsangan listrik (Stanlon Valerrie C, 2006). Otot jantung memiliki keistimewaan dibanding
organ-organ lain dalam aktivitasnya, tidak seperti otot rangka, Otot jantung dapat
menghasilkan impuls listrik. hal ini disebabkan karena didalam otot jantung terdapat
pacemaker (impuls) (Stanlon Valerrie C, 2006).
Didalam otot jantung terdapat jaringan khusus yang menghantarkan aliran listrik, jaringan
tersebut mempunyai sifat-sifat yang khusus, yaitu sebagai berikut :
a. Automaticity ( Otomatisasi) : Kemampuan menghasilkan impuls secara spontan
b. Excitability ( Ritmisasi ) : Pembangkitan impuls yang teratur
c. Conductivity ( Konduktifitas) : Kemampuan untuk menyalurkan impuls
d. Contractility ( Daya rangsang) : Kemampuan untuk menanggapi stimulasi
Berdasarkan sifat-sifat tersebut diatas, maka secara spontan dan teratur jantung akan
menghasilkan impuls-impuls yang akan disalurkan melalui system hantar untuk merangsang
otot jantung dan bisa menimbulkan kontraksi otot.

7
a. Perjalan impuls/rangsang dimulai dari: (Stanlon Valerrie C, 2006)
1) Nodus SA (sino atrial node)
Merupakan hambatan impuls-impuls yang memungkinkan pengaturan irama jantung,
Sistem ini merupakan modifikasi dari otot jantung yang disertai tenaga ritmik spontan dan
serabut saraf tertentu.
Terletak dibatas atrium kanan (RA) dan vena cava superior (VCS). Sel-sel dalam SA
Node ini bereaksi secara otomatis dan teratur mengeluarkan impuls (rangsangan listrik)
dengan frekuensi 60 – 100 kali permenit kemudian menjalar ke atrium, sehingga
menyebabkan seluruh atrium terangsang.
2) Nodus AV ((atrio ventrikular node)
Suatu tumpukan jaringan neumuskular yang kecil, berada di dinding dalam atrium
kanan. di ujung kristo terminalis. Nodus ini merupakan pendahuluan dari kontraksi jantung,
dari sinilah impuls diteruskan ke atrio ventrikulaer node.
Terletak di septum internodal bagian sebelah kanan, diatas katup trikuspid. Sel-sel
dalam AV Node dapat juga mengeluarkan impuls dengan frekuensi lebih rendah dari pada
SA Node yaitu : 40 – 60 kali permenit. Oleh karena AV Node mengeluarkan impuls lebih
rendah, maka dikuasai oleh SA Node yang mempunyai impuls lebih tinggi. Bila SA Node
rusak, maka impuls akan dikeluarkan oleh AV Node.
3) Bundle of HIS ( bercabang menjadi dua: kanan dan kiri):
Terletak di septum interventrikular dan bercabang 2, yaitu :
a) Cabang berkas kiri ( Left Bundle Branch)
b) Cabang berkas kanan ( Right Bundle Branch )
Setelah melewati kedua cabang ini, impuls akan diteruskan lagi ke cabang-cabang yang
lebih kecil yaitu serabut purkinye.
4) Serabut Purkinye
Serabut purkinye ini akan mengadakan kontak dengan sel-sel ventrikel (serambi).
Dari sel-sel ventrikel impuls dialirkan ke sel-sel yang terdekat sehingga seluruh sel akan
dirangsang. Di ventrikel juga tersebar sel-sel pace maker (impuls) yang secara otomatis
mengeluarkan impuls dengan frekuensi 20 – 40 kali permenit.

8
D. Faktor Yang Mempengaruhi Darah / Arteri Koroner
Dalam diri seorang manusia terdapat suatu cairan yang dinamakan darah, pada diri
manusia Sistem peredaran darah merupakan alat suatu sistem transportasi yang berfungsi
untuk mengedarkan oksigen serta zat makanan ke dalam seluruh lapisan sel tubuh manusia
serta dapat juga mengangkut karbon dioksida dan zat sisa ke dalam suatu organ pengeluaran.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
1) Arteri Koroner
Aliran darah melalui atrium (serambi) dan ventrikel (bilik) tidak menyuplai oksigen
dan nutrien untuk miokardium itu sendiri. Sirkulasi koroner merupakan cabang dari sirkulasi
sistemik yang menyuplai oksigen dan nutrien ke miokardium dan membuang sampah dari
miokardium.
a) Tekanan Perfusi koroner ( Tekanan Diastolik oarta, Tekanan Sinus Koroner)
b) Resistensi Vaskular Koroner
c) Obstruksi Arteri koroner

E. Elektrofisiologi Jantung
Elektrofisiolagi jantung adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik atau bioelectrical
pada jantung sehingga jantung bisa menjalankan fungsinya secara optimal. Aktifitas listrik
jantung merupakan akibat dari perubahan permeabilitas membran sel yang memungkinkan
pergerakan ion-ion tersebut. Unsur utama yang mempengaruhi bioelectrical tubuh kita adalah
elektrolit (Na,K,Ca,). Perbedaan muatan listrik pada jantung disebut resting membrane
potensial, proses perubahan muatan akibat rangsangan dinamakan depolarisasi. Kemudian
setelah rangsangan sel berusaha kembali pada muatan semula, proses ini dinamakan
repolarisasi. Seluruh proses tersebut dinamakan potensial aksi. Potensial aksi terjadi
disebabkan rangsangan listrik, kimia, mekanik dan termis.

a. Potensial aksi
Potensial aksi terbagi menjadi 5 fase:
1) Fase istirahat (polarisasi) bagian luar sel jantung bermuatan positif dan bagian dalam
bermuatan negatif.membran sel lebih permeabel terhadap kalium daripada natrium sehingga
sebagian kecil kalium merembes keluar sel dengan hilangnya kalium maka bagian dalam sel
menjadi relatif negatif.
2) Fase depolarisasi: bagian dalam sel positif sedangkan luar sel negatif.

9
3) Fase polarisasi parsial: masuknya kalsium kedalam sel sehingga sehingga muatan
positif didalam sel berkurang.
4) Fase plato: tidak ada perubahan muatan, terjadinya keseimbangan antar-ion.
5) Fase repolarisasi: muatan positif dalam sel menjadi berkurang sehingga muatan di
dalam sel menjadi relatif negatif dan muatan diluar sel menjadi relatif positif.

b. Siklus jantung
jantung memiliki 4 pompa terisah. Dua pompa primer atrium dan 2 pompa tenaga
ventrikel. 1 siklus jantung = 1 denyut jantung = dalam EKG 1 beat yang terdiri dari PQRST.
Tiap siklus jantung dimulai oleh timbulnya potensial aksi secara spontan pada simpul SA
node yang terletak pada dinding posterior atrium kanan. Potensial aksi berjalan dengan cepat
melalui AV node (atrioventrikular) ke dalam ventrikel, karena susunan khusus sistem
penghantar atrium ke ventrikel terdapat perlambatan 1/10 detik antara jalan implus jantuang
dan atrium ke dalam ventrikel. Hal ini memungkinkan atrium berkontraksi mendahului
ventrikel, atrium bekerja sebagai pompa primer bagi ventrikel dan ventrikel kemudian
menyediakan sumber tenaga utama bagi pergerakan darah melalui sistem vaskular. Siklus
jantung adalah rangkaian kejadian dalam satu irama jantung.

Dalam bentuk yang paling sederhana, siklus jantung Adalah kontraksi bersamaan kedua
atrium, yang mengikuti suatu fraksi pada detik berikutnya karena kontraksi bersamaan kedua
vertikel (Guyton, 1997). Sistol adalah istilah lain untuk kontraksi. Sedangkan istilah untuk
relaksasi adalah diastol. Kedua istilah ini sering digunakan pada pembacaan tekanan darah.
Pada silus jantung, sistol atrium akan diikuti sistol ventrikel sehingga ada perbedaan yang
berarti antara pergerakan darah dari atrium ke ventrikel dan pergerakan darah dari ventrikel
ke arteri.

Darah secara tetap mengalir dari vena ke kedua atrium. Ketika darah terkumpul,
tekanannya mendorong katup AV kanan dan kiri hingga membuka. Dua pertiga darah atrium
mengalir secara pasif ke ventrikel, kemudian atrium berkontraksi untuk memompa darah
yang tersisa ke ventrikel. Kontraksi atrium akan diikuti relaksasi dan ventrikel mulai
berkontraksi. Kontraksi ventrikel menekan darah melawan daun katup AV kanan dan kiri dan
menutupnya. Tekanan darah juga membuka katup semilunaris aorta dan pulmonalis. Kedua
ventrikel melanjutkan kontraksi, memompa darah ke arteri. Semua darah yang masuk ke
arteri harus dipompakan. Ventrikel kemudian relaksasi bersamaan dengan pengaliran kembali
darah ke atrium dan siklus dimulai kembali.

10
Perbedaan penting disini adalah bahwa sebagian besar darah mengalir secara pasif dari
atrium ke ventrikel, tapi semua darah yang masuk ke arteri dipompa secara aktif oleh
ventrikel. Untuk alasan ini, fungsi ventrikel normal jauh lebih penting untuk bertahan hidup
daripada fungsi atrium. Semuanya terjadi dalam satu irama jantung. Siklus jantung adalah
rangkaian kejadian yang mempertahankan pergerakan darah dari vena, melalui jantung, dan
masuk ke arteri. Siklus jantung juga menghasilkan bunyi jantung, tiap denyut jantung
menghasilkan dua bunyi, kadang disebut lubdub.

11
DAFTAR PUSTAKA

 Tambayong, J., 2001. Anatomi dan Fisiologi untuk Keperwatan. Buku Kedokteran
EGC. Jakarta.
 Watson, R., 2002. Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat. Buku Kedokteran EGC.
Jakarta.
 Anatomi fisiologi untuk mahasiswa keperawatan/ penulis, Syaifuddin ; editor, Monita
Ester. – Edisi3 – Jakarta : EGC, 2006.
 Buku ajar anatomi dan fisiologi/ Valerie C. Seanlon, Tina Sanders ; ahli bahasa, F.X.
Awal Prasetyo ; editor edisis bahasa Indonesia, Renata Komalasari, Nike Budhi
Subekti, Alfrina Hany. – EDS3 – Jakarta : EGC 2006.
 Anatomi dan fisiologi untuk pemula/ Ethel Sloane ; alih bahasa, James Veldam ;
editor edisis bahasa Indonesia, Palupi Widyastuti, - Jakarta : EGC, 2003
 Barbara Kozier. 2010. Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik, edisi
7. Jakarta: EGC.
 Potter $ Perry. 2006. Buku ajar fundamental keperawatan : konsep,proses,dan praktik
vol. 2. Jakarta :EGC.
 Ganong,willian F: buku ajar fisiologi kedokteran,Ed 20.jakarta:EGC,2002

12