You are on page 1of 18

ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN ALOKASI ASET, PEMILIHAN

SAHAM, DAN TINGKAT RISIKO TERHADAP KINERJA


REKSA DANA SAHAM DI INDONESIA
(Periode 2006 - 2010)
Oleh : Rintis Eko Widodo, Nursiam dan Rina Trisnawati
(Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta)

ABSTRACT

For many observers of investment regard it as The Greatest Investment Ever


Invented. This is referred to mutual funds that will be managed by investment
manager. Before an investor investing them, investors should understand the
performance of mutual funds that have been done by the investment manager. This
research aims to analyze the effect of the asset allocation policy, stock selection, and
risk level to the performance of equity mutual funds during 2006-2010 period. The
data are obtained from the website: www.infovesta.com, www.bi.go.id, and
finance.yahoo.com. Technique sampling used purposive sampling techniques. The
sample are 20 equity mutual funds. The result shows that asset allocation policy, stock
selection, and risk level affected to performance of equity mutual funds. The future
research should be added the other variables such as the age of mutual funds and
transaction cost. The long period should be taken for giving the real phenomena of
mutual funds.

Keywords: Mutual funds, performance of equity mutual funds, stock selection, risk
level

1. PENDAHULUAN

Pasar modal merupakan salah satu pilar ekonomi di Indonesia yang dapat

menjadi penggerak perekonomian nasional melalui peranannya sebagai sumber

pembiayaan bagi perusahaan dan alternatif investasi bagi para pemodal. Untuk

mewujudkan peranannya tersebut, pasar modal di Indonesia menciptakan dan

mengembangkan berbagai produk dan salah satunya adalah reksa dana. Melalui

1
rekasa dana, sumber dana investasi dapat menjangkau investor individu secara

luas, sehingga dapat terkumpul dana yang lebih besar (Pratomo dan Ubaidillah

Nugraha, 2009). Undang Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat

(27) menyebutkan bahwa reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk

menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan

dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Reksa dana adalah wadah dan pola

pengelolaan dana atau modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam

instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar dengan cara membeli unit

penyertaan reksa dana. Dana ini kemudian dikelola oleh manajer investasi ke

dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek

atau sekuritas lainnya.

Di dalam reksa dana terdapat tiga pelaku penting yaitu manajer investasi,

bank kustodian, dan investor yang menanamkan dananya ke dalam reksa dana.

Masing-masing pelaku tersebut memiliki peranan berbeda-beda. Di dalam reksa

dana terdapat tiga hal penting yang harus diperhatikan yaitu adanya kumpulan

dana dari masyarakat baik individu maupun institusi, adanya investasi bersama

dalam bentuk suatu portofolio efek yang telah terdiversifikasi dan adanya manajer

investasi yang dipercaya sebagai pengelola dana milik masyarakat investor

(Pratomo dan Ubaidillah Nugraha, 2009).

Kumpulan dana dari masyarakat individu atau institusi ini kemudian akan

dikelola oleh manajer investasi ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham,

obligasi, SBI, surat berharga pasar uang, surat berharga pemerintah ataupun efek

2
atau sekuritas lainnya. Oleh karena itu reksa dana merupakan sarana investasi

bagi investor untuk dapat berinvestasi ke berbagai instrument investasi yang

tersedia di pasar. Manajer investasi memiliki peranan yang sangat penting dalam

reksa dana karena manajer investasilah yang nantinya akan mengelola dana dari

masyarakat tersebut.

Kebijakan alokasi aset yang dilakukan oleh para manajer investasi dalam

mengelola dana antara reksa dana yang satu dengan reksa dana yang lainnnya

berbeda. Kebijakan alokasi aset yang diambil dapat dibedakan ke dalam

instrumen di pasar uang dan instrumen di pasar modal maupun campuran dari

keduanya. Walaupun kebijakan alokasi aset yang ditetapkan oleh manajer

investasi berbeda-beda tetapi pada prinsipnya sama, yaitu memberikan tingkat

keuntungan investasi yang lebih tinggi dibandingkan investasi yang lainnya

dengan tetap memperhitungkan tingkat risiko yang mungkin akan terjadi.

Pemilihan sekuritas atau saham sangat penting dilakukan oleh investor

untuk dapat dimasukkan ke dalam portofolio. Tahap ini memerlukan

pengevaluasian setiap sekuritas yang ingin dimasukkan ke dalam portofolio

(Pratomo dan Ubaidillah Nugraha, 2009). Tingkat risiko reksa dana tergantung

pada bagaimana manajer investasi mengalokasikan dana pada kelas-kelas aset

yang tersedia dan seberapa besar porsi pendistribusian dananya.

Berdasarkan isu diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah

apakah kebijakan alokasi aset, pemilihan saham, dan tingkat risiko dapat

mempengaruhi kinerja reksa dana saham di Indonesia pada periode 2006-2010.

3
2. TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Reksa dana saham adalah reksa dana yang melakukan investasi sekurang-

kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat ekuitas

(Bapepam, 1997). Berbeda dengan efek pendapatan tetap seperti deposito dan

obligasi, dimana investor lebih berorientasi pada pendapatan bunga, efek saham

umumnya memberikan potensi hasil yang lebih tinggi berupa capital gain melalui

pertumbuhan harga-harga saham. Selain hasil dari capital gain, efek saham juga

memberikan hasil lain berupa dividen. Dibandingkan dengan reksa dana pasar

uang dan reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham memberikan potensi

pertumbuhan nilai investasi yang lebih besar, demikian juga risikonya. Manajer

investasi umumnya akan memiliki paling tidak delapan saham perusahaan di

dalam portofolio reksa dana saham yang dikelolanya karena adanya batasan

maksimum sebesar 10% untuk tiap pihak penempatan.

Alokasi aset merupakan perencanaan untuk berinvestasi pada berbagai

jenis sekuritas yang berbeda (saham, obligasi dan pasar uang) sehingga modal

yang diinvestasikan terproteksi dari berbagai faktor yang ada di pasar. Kebijakan

alokasi aset yang dilakukan oleh para manajer investasi dalam mengelola dana

antara reksa dana yang satu dengan dana reksa yang lainnnya berbeda. Kebijakan

alokasi aset untuk masing-masing reksa dana saham tercantum dalam prospektus

masing-masing reksa dana yang disebut sebagai kebijakan investasi.

Strategi alokasi aset adalah proses dalam pembentukan suatu portofolio

untuk menyebarkan investasi ke beberapa jenis aset yanag berbeda. Alokasi aset

4
bertujuan untuk mengurangi risiko serta sekaligus untuk mengoptimalkan hasil

investasi. Contoh, suatu portofolio pribadi bisa memiliki strategi alokasi aset

sebagai berikut : reksa dana pasar uang atau deposito 30%, reksa dana pendapatan

tetap atau reksa dana campuran 40% dan reksa dana saham 30%. Komposisi

alokasi aset sangat tergantung profil risiko pribadi (tingkat pemahaman dan

penerimaan risiko pribadi). Kinerja portofolio investasi selain ditentukan oleh

pemilhan jenis instrumen atau reksa dana yang dipilih dalam portofolio, juga akan

sangat bergantung dari komposisi alokasi aset. Alokasi aset strategis juga penting

untuk penyebaran risiko, yaitu dengan berinvestasi di beberapa instrumen investasi

sehingga risiko investasinya bisa disebar. Kegiatan menyebarkan dana ke berbagai

investasi dikenal dengan istilah diversifikasi. Dengan memilih investasi yang

tepat, maka investor dapat membatasi kerugian dan mengurangi fluktuasi imbal

hasil investasinya tanpa harus mengorbankan terlalu banyak potensi memperoleh

keuntungan.

Diversifikasi merupakan strategi yang dapat dinyatakan dengan peribahasa

"Don't put all your eggs in one basket" (Jangan taruh semua telurmu dalam satu

keranjang). Diversifikasi adalah tindakan penyebaran risiko, yaitu dengan

menginvestasikan dana ke dalam berbagai instrumen investasi dengan harapan

bahwa jika salah satu instrumen mengalami kerugian, maka keuntungan yang

diperoleh di instrumen lainnya dapat menutupi kerugian tersebut.

Purnomo (2007) melakukan penelitian tentang pengaruh kebijakan alokasi

aset terhadap kinerja reksa dana syariah dan dari hasil penelitiannya diketahui

5
bahwa kebijakan alokasi aset berpengaruh positif terhadap kinerja reksa dana

syariah, hal tersebut menunjukkan bahwa alokasi aset merupakan aktivitas yang

sangat penting dalam meningkatkan kinerja reksa dana syariah. Berdasarkan

uraian diatas, maka diajukan hipotesis yang pertama sebagai berikut :

H1 : Kebijakan alokasi aset berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham

Kemampuan pemilihan saham dan market timing dari manajer investasi produk

reksa dana membuat produk reksa dana tersebut dapat menghasilkan imbal hasil

yang lebih tinggi dari imbal hasil pasar. Kemampuan market timing lebih

ditujukan pada kemampuan manajer investasi untuk membeli ataupun menjual

saham pada saat yang tepat, sedangkan pemilihan saham merupakan kemampuan

manajer investasi untuk memilih saham yang tepat dalam portofolionya sehingga

mampu memberikan imbal hasil yang tinggi.

Menurut Ekandini (2008) kinerja reksa dana adalah salah satu komponen

yang dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh para investor untuk melakukan

pemilihan investasi pada reksa dana. Kinerja ini dapat tercermin dari kemampuan

pemilihan saham dan market timing para manajer investasi reksa dana. Model

pengukuran kemampuan pemilihan saham dan market timing telah banyak diteliti,

namun hampir sebagian besar penelitian-penelitian tersebut dilakukan dengan

obyek pasar modal Amerika Serikat dan Eropa yang minat investornya sangat

tinggi dan industri reksa dananya telah maju.

Pemilihan saham merupakan aktivitas yang sangat penting yang dilakukan

oleh manajer investasi karena kemampuan mereka dalam memilih saham yang

6
memiliki potensi return yang tinggi sangat diharapkan oleh investor. Ekandini

(2008) melakukan penelitian tentang pengaruh kemampuan pemilihan saham oleh

para manajer investasi reksa dana terhadap return yang dihasilkan. Hasil

penelitiannya menunjukkan bahwa faktor kemampuan pemilihan saham dari

manajer investasi secara positif berpengaruh signifikan terhadap return.

Berdasarkan uraian diatas, maka diajukan hipotesis yang kedua sebagai berikut :

H2 : Pemilihan saham berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham

Risiko dan return merupakan dua hal yang berlawanan namun keduanya

tidak dapat dipisahkan, karena pertimbangan investasi merupakan trade-off dari

kedua faktor ini. Risiko dan return mempunyai hubungan yang positif, semakin

besar risiko yang harus ditanggung maka semakin besar juga return yang harus

dikompensasikan (Jogiyanto, 2009).

Tingkat risiko adalah tingkat kemungkinan return aktual tidak seperti yang

diharapkan karena faktor-faktor yang mempengaruhinya. Semakin besar return

dan semakin kecil risiko yang dihasilkan maka akan semakin tinggi rasionya, dan

semakin baik kinerja suatu reksa dana (Pratomo dan Ubaidillah Nugraha, 2009).

Reksa dana adalah suatu produk pasar modal yang mengandung risiko.

Walaupun reksa dana sudah dikelola oleh manajer investasi yang handal, namun

ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi penuruan nilai aktiva bersih reksa

dana. Hal ini disebabkan oleh turunnya nilai efek (saham, obligasi, deposito) pada

portofolio reksa dana.

7
Arifiani (2009) melakukan penelitian tentang pengaruh kompensasi

manajemen, ukuran reksa dana, dan tingkat risiko terhadap kinerja reksa dana

campuran di Indonesia pada tahun 2006-2008. Dalam penelitiannya ditemukan

bahwa tingkat risiko mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja reksa

dana campuran pada tahun 2006-2008. Nurcahya dan Bandi (2010) yang meneliti

tentang kinerja reksa dana saham di Indonesia pada periode penelitian 2006-2008.

Hasil penelitian diketahui bahwa kebijakan alokasi aset (asset allocation policy)

berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja reksa dana saham, yang berarti

jika asset allocation policy semakin tinggi maka kinerja akan semakin baik.

Pemilihan saham (stock selection) berpengaruh positif dan signifikan terhadap

kinerja reksa dana saham, karena stock selection merupakan kemampuan manajer

investasi untuk memilih saham yang tepat dalam porfolionya sehingga mampu

memberikan imbal hasil yang tinggi. Tingkat risiko (risk level) berpengaruh positif

dan signifikan terhadap kinerja, semakin tinggi risiko suatu reksa dana maka akan

semakin tinggi pula imbal hasil (return) yang diperoleh, sehingga makin baik

kinerja suatu reksa dana. Berdasarkan uraian diatas, maka diajukan hipotesis yang

ketiga sebagai berikut :

H3 : Tingkat risiko berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham

METODE PENELITIAN

1. Populasi dan Sampel Penelitian

8
Populasi dalam penelitian ini adalah reksa dana saham yang terdaftar

di Bapepam tahun 2006-2010. Pengambilan sampel dilakukan dengan

menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sampel yang dipilih

harus reksadana saham yang aktif dan beroperasi selama periode Januari 2006

sampai Desember 2010 yaitu sejumlah 20 reksadana saham

Tabel 1
Daftar Sampel Reksa Dana Saham

AXA Citradinamis Manulife Dana Saham


Batavia Dana Saham Panin Dana Maksima
BNP Paribas Ekuitas Phinisi Dana Saham
BNP Paribas Pesona Rencana Cerdas
CIMB-Principal Equity Aggressive Schroder Dana Istimewa
Dana Pratama Ekuitas Schroder Dana Prestasi Plus
Danareksa Mawar TRIM Kapital
FS Indoequity Dividend Yield Fund BNI Dana Berkembang
First State Indoequity Sectoral Fund Bahana Dana Prima
Mandiri investa Atraktif Dana Ekuitas Andalan

2. Data dan Sumber Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang

diunduh dari website www.infovesta.com, www.bi.go.id, dan

finance.yahoo.com. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah Nilai

Aktiva Bersih, Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Indeks Harga

Saham Gabungan (IHSG), Suku Bunga Deposito, dan Proporsi Alokasi Aset.

3. Pengukuran Variabel

a. Kinerja reksa dana adalah kinerja yang berasal dari perubahan return

bulanan reksa dana saham di Bursa Efek Indonesia. Yang diukur dengan

9
Reward to Variability Ratio (RVAR). Rasio RVAR ini mengukur performa

portofolio dengan mengkalkulasi excess return dari setiap unit dari total

risiko (standar deviasi). Excess return didefinisikan sebagai selisih return

ekspektasi dengan return aktiva bebas risiko (Jogiyanto, 2009). Semakin

tinggi nilai RVAR berarti semakin baik kinerja portofolio. Menghitung

kinerja reksa dana berdasarkan Sharpe Measure dengan rumus berikut :

dimana: : Sharpe Ratio, : Rata-rata pengembalian yang diharapkan

dari portofolio dalam suatu periode, : Rata-rata suku bunga bebas risiko

dalam suatu periode, : Standar deviasi dari return portofolio suatu

periode

b. Kebijakan alokasi aset diukur dengan model analisis regresi linear

berganda yang model matematiknya dikembangkan berdasarkan Asset

Class Factor Model (Sharpe,1992). Model ini untuk menentukan seberapa

efektif manajer investasi reksa dana melakukan fungsinya dari kebijakan

alokasi aset. Berikut model Asset Class Factor Model (Sharpe, 1992):

dimana: : Return aset i pada periode t, : Proporsi dana reksa dana i

untuk alokasi aset kelas aset 1 yaitu saham, : Proporsi dana reksa dana i

untuk alokasi aset kelas aset 2 yaitu obligasi, : Proporsi dana reksa dana

i untuk alokasi aset kelas aset 3 yaitu deposito, : Return yang diperoleh

10
dari indeks kelas aset 1 yaitu IHSG pada periode t, : Return yang

diperoleh dari indeks kelas aset 2 yaitu tingkat bunga deposito 12 bulan

pada perode t, : Return yang diperoleh dari indeks kelas aset 3, yaitu

tingkat bunga deposito 3 bulan pada perode t, : Error term (pemilihan

sekuritas) yang meliputi timing dan stock picking.

c. Pemilihan saham diukur dengan menggunakan model Treynor dan Mazuy

(Gumilang dan Heru Subiyantoro, 2009). Metode ini sering digunakan

untuk melihat pengaruh pemilihan saham dan market timing. Berikut ini

rumus Treynor dan Mazuy (1966):

dimana: : Return portofolio reksa dana, : Return untuk aset bebas

risiko, : Return dari pasar saham, : Intercept yang merupakan indikasi

pemilihan saham dari manajer investasi, : Koefisien regresi excess

market return atau slope pada waktu pasar turun (bearish), : Koefisien

regresi yang merupakan indikasi kemampuan market timing dari manajer

investasi, : Merupakan error term.

d. Tingkat risiko dalam penelitian ini menggunakan Beta (β) atau risiko pasar.

Dalam penelitian ini, Beta (β) diperoleh dengan menggunakan regresi

linear dari return reksa dana saham dengan return pembandingnya yaitu

IHSG (Gumilang dan Heru Subiyantoro, 2009). Adapun rumus untuk

menghitung Beta (β) adalah sebagai berikut (Arifiani, 2009).

11
, ,

dimana: , : Return portofolio reksa dana pada periode t, , : Return

pasar pada periode t, : Bagian dari tingkat keuntungan portofolio reksa

dana yang tidak dipengaruhi oleh perubahan pasar dan variabel ini

merupakan variabel acak, : Beta portofolio reksa dana, : Error term

4. Teknik Analisis Data

Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis

regresi berganda. Sebelum dilakukan analisis regresi berganda, terlebih

dahulu dilakukan uji asumsi klasik menggunakan uji normalitas, uji

multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas. Berikut merupakan persamaan

regresi yang digunakan penelitian ini:

dimana: : Kinerja reksa dana saham, : Konstanta, , , : Koefisien

regresi, : Kebijakan alokasi aset, : Pemilihan saham, : Tingkat

risiko, : Error term

3. HASIL PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris pengaruh kebijakan

alokasi asset, pemilihan saham dan tingkat resiko terhadap kinerja reksadana

saham periode 2006-2010. Hasil analisis asumsi klasik menunjukkan bahwa data

berdistribusi normal, tidak terjadi heteroskedastisitas dan multikolinearitas

diantara variable independen yang diteliti.

12
Adapun hasil uji hipotesis dalam penelitian ini dapat dilihat pada table berikut ini;

Tabel 2. Hasil Uji Hipotesis

Nama Variabel Koefisien Regresi Signifikansi t t Hitung Keterangan


Kebijakan Alokasi Aset 0.435 0.001 3.954 H1 diterima
Pemilihan Saham 0.865 0.000 7.697 H2 diterima
Tingkat Risiko -0.264 0.023 -2.506 H3 diterima
2
Adjusted R = 0.798
Signifikansi F = 0.000
F = 26.065
Sumber : Data sekunder yang diolah

Pembahasan

1. Pengaruh kebijakan alokasi aset terhadap kinerja reksa dana saham

Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kebijakan

alokasi aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja reksa dana saham,

dengan nilai probabilitas kurang dari 0,05 (0,001 < 0,05) sehingga menolak H0 dan

menerima HA1. Hal ini berarti jika manajer investasi mampu melakukan kebijakan

alokasi aset dengan baik maka kinerja reksa dana saham akan semakin baik.

2. Pengaruh pemilihan saham terhadap kinerja reksa dana saham

Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pemilihan

saham berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja reksa dana saham, dengan

nilai probabilitas kurang dari 0,05 (0,000 < 0,05) sehingga menolak H0 dan menerima

HA2. Hal ini berarti jika manajer investasi mempunyai kemampuan yang baik dalam

melakukan pemilihan saham maka kinerja reksa dana saham akan semakin baik.

3. Pengaruh tingkat risiko terhadap kinerja reksa dana saham

13
Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel tingkat

risiko berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja reksa dana saham, dengan

nilai probabilitas kurang dari 0,05 (0,023 < 0,05) sehingga menolak H0 dan menerima

HA3. Hal ini berarti jika semakin tinggi tingkat risikonya maka kinerja reksa dana

saham akan menurun dan sebaliknya jika tingkat risikonya semakin rendah maka

kinerja reksa dana saham akan meningkat.

Dari hasil analisis diperoleh nilai F hitung sebesar 26,065 dengan nilai

signifikansi sebesar 0,000 dengan demikian terbukti bahwa secara simultan terdapat

pengaruh yang signifikan dari kebijakan alokasi aset, pemilihan saham, dan tingkat

risiko terhadap kinerja reksa dana saham. Hal ini juga memberikan indikasi bahwa

model yang dibangun adalah fit / robust. Dari hasil uji koefisien determinasi

diketahui besarnya adjusted R2 adalah 0,798. Hal ini berarti 79,8% variasi model

persamaan regresi dapat dijelaskan oleh variasi dari ketiga variabel independen yaitu

kebijakan alokasi aset, pemilihan saham, dan tingkat risiko. Sedangkan sisanya

sebesar 20,2% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam

model persamaan regresi.

PENUTUP

Dari hasil penelitian ini, kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

1. Kebijakan alokasi aset dan pemilihan saham berpengaruh signifikan terhadap

kinerja reksa dana saham, artinya bahwa alokasi aset dan pemilihan saham

yang dilakukan oleh seorang manajer investasi dapat mempengaruhi kinerja

14
reksa dana saham. Hasil ini juga mendukung penelitian Purnomo (2007)

tentang pengaruh kebijakan alokasi aset dan pemilihan sekuritas terhadap

kinerja reksa dana syariah. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa

kebijakan alokasi aset dan pemilihan sekuritas berpengaruh positif terhadap

kinerja reksadana syariah.

2. Tingkat risiko berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksa dana saham,

artinya bahwa tingkat risiko dapat mempengaruhi kinerja reksa dana saham.

Hasil penelitian ini juga mendukung hasil penelitian Nurcahya dan Bandi

(2010) tentang reksa dana di Indonesia analisis kebijakan alokasi aset,

pemilihan saham dan tingkat risiko. Hasil penelitian tersebut menyatakan

bahwa kebijakan alokasi aset, pemilihan saham dan tingkat risiko mempunyai

pengaruh yang signifikan terhadap kinerja reksa dana di Indonesia pada tahun

2006-2008.

Keterbatasan dan Saran

Dalam penelitian ini terdapat keterbatasan yang perlu kiranya

diperbaiki dalam penelitian-penelitian selanjutnya antara lain dari hasil uji R2

diketahui bahwa masih banyak variabel-variabel independen yang

mempengaruhi kinerja reksa dana saham yang berada di luar model. Sehingga

diharapkan untuk penelitian selanjutnya perlu menambah variabel independen

dengan mengacu kepada hasil-hasil penelitian lainnya seperti umur reksa dana

dan biaya transaksi serta variabel-variabel lainnya sehingga mampu

15
memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kinerja reksa dana saham.

Selain itu penelitian ini menghadapi masalah ketersediaan data terutama

dalam rentang penelitian yang digunakan, yaitu hanya lima tahun. Sehingga

hasil penelitian kurang dapat mencerminkan keadaan yang sesungguhnya

tentang kinerja reksa dana saham secara keseluruhan. Diharapkan untuk

penelitian selanjutnya dapat memperpanjang periode penelitian agar dapat

memberikan hasil yang lebih konsisten mengenai kinerja reksa dana saham

dikarenakan karateristik investasi dalam reksa dana saham yang berbasis

kepada instrumen saham yang merupakan investasi jangka panjang (long term

investment).

DAFTAR PUSTAKA

Arifiani, Indah. (2009). Analisis Pengaruh Kompensasi Manajemen, Ukuran Reksa


Dana, dan Tingkat Risiko Terhadap Kinerja Reksa Dana Campuran di
Indonesia Tahun 2006-2008. Skripsi Fakultas Ekonomi tidak dipublikasikan,
Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Bapepam. (1997). Peraturan Nomor IV. C.3: Pedoman Pengumuman Harian Nilai
Aktiva Bersih Reksa Dana Terbuka: Jakarta.

Brinson, G. P., Singer B. D. And Beebower G. L. (1991). Determinants of Portfolio


Performance II: An Update, Financial Analyst Journal (May.June), 40-48.

Ekandini, Astrid Indrajati. (2008). Analisis Kinerja Market Timing dan Pemilihan
Saham Pada Reksa Dana Saham Indonesia: Aplikasi Model GARCH. Tesis
Pascasarjana Manajemen dan Bisnis tidak dipublikasikan, Institut Pertanian
Bogor, Bogor.

Drobetz, Wolfgang dan Friederike Kohler. (2002). The Contribution of Asset


Allocation Policy to Portfolio Performance. Working Paper. No. 2/02, Basel:
WWZ/Departement of Finance University of Basel.

16
Fuady, Munir. (1996). Pasar Modal Indonesia (Tinjauan Hukum). Bandung : PT.
Citra Aditiya Bakti.

Gumilang, Tinur Fajar dan Heru Subiyantoro. (2009). Reksadana Pendapatan Tetap
di Indonesia: Analisis Market Timing dan Stock Selection - Periode 2006 –
2008. Jurnal Keuangan dan Moneter; Badan Kebijakan Fiskal; Departemen
Keuangan: Vol. 11 (1); April 2008; pp. 114-146

Ibbotson, Roger G. dan Paul D. Kaplan. (2000). Does Asset Allocation Policy
Explain 40, 90, or 100 Percent of Performance?. Financial Analysts Journal,
Vol. 56, No. 01, pp. 26-33.

Jogiyanto. (2009). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi ke-6; Yogyakarta:
BPFE

Markowitz, Harry. (1952). Portfolio Selection. The Journal of Finance, Vol. 7, No.
01, pp. 77-91.

Muspida, Tendi Haruman dan Deddy Hardiansjah. (2010). Evaluasi Kinerja


Reksadana Syariah Dalam Rangka Meningkatkan Minat Investor Lokal di
Indonesia. The 4th PPM National Conference on Management Research

Nurcahya, Enka Ginting Prasetya dan Bandi. (2010). Reksa Dana di Indonesia:
Analisis Kebijakan Alokasi Aset, Pemilihan Saham, dan Tingkat Risiko.
Simposium Nasional Akuntansi XIII

Pozen, Robert C. (1998), The Mutual Fund Business, The MIT Press, Cambridge,
England.

Pratomo, Eko Priyo dan Ubaidillah Nugraha. (2009). Reksa Dana: Solusi
Perencanaan Investasi di Era Modern. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama.

Purba, Victor. (2000). Perkembangan dan Struktur Pasar Modal Indonesia Menuju
Era AFTA 2003. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas
Indonesia.

Purnomo, Catur Kuat. (2007). Pengaruh Kebijakan Alokasi Aset dan Pemilihan
Sekuritas Terhadap Kinerja Reksadana Syariah. The 1st PPM National
Conference on Management Research

17
Sekaran, Uma. (2006). Research Methods for Business. Fourth Edition. New York:
John Wiley and Sons, Inc.

Sharpe, William F., Winter. (1992). Asset Allocation: Management Style and
Performance Measurement, Journal of Portfolio Management, pp. 7-19

Sharpe, William F. (1966). Mutual Fund Performance. The Journal of Business, Vol.
39, No. 01, pp. 119- 138.

Sihombing, Brian R. Adobe. (2006). Analisi Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia
2003-2006. Tesis Fakultas Ekonomi tidak dipublikasikan, Universitas
Indonesia, Jakarta.

Sugiyono. (2010). Metodologi Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta

Treynor, J. L. dan K. Mazuy. (1966). Can Mutual Funds Outguess The Market?.
Harvard Business Review, Vol. 44; pp. 131-136.

Undang-undang Republik Indonesia. (1995). Undang-undang Pasar Modal No.8


Tahun 1995 tentang Reksa Dana. Jakarta.

Untung, Rahman. (2007). Berburu Manajer Investasi yang Menghasilkan Alfa Positif:
Evaluasi Monthly Return Reksa Dana Saham Tahun 2004-2006. Majalah
Usahawan Indonesia, Vol. XXXVI, No. 04: Jakarta.

Widjaja, Gunawan dan Almira Ramaniya. (2006). Reksa Dana dan Peran Serta
Tanggung Jawab Manajer Investasi dalam Pasar Modal. Edisi ke-1; Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.

18