You are on page 1of 30

1

ANALISIS PENDEKATAN PSIKOLOGIS PADA TOKOH UTAMA NOVEL

‘KETIKA CINTA BERTASBIH 1’ KARYA HABIBURRAHMAN EL-

SHIRAZY

A. Latar Belakang

Pada hakitanya sebuah karya sastra adalah replika kehidupan nyata. Walaupun berbentuk

fiksi, misalnya cerpen, novel, dan drama, persoalan yang disodorkan oleh pengarang tak terlepas

dari pengalaman kehidupan nyata sehari-hari. Hanya saja dalam penyampaiannya, pengarang

sering mengemasnya dengan gaya yang berbeda-beda dan syarat pesan moral bagi kehidupan

manusia. Menurut Iswanto dalam Jabrohim yang dikutip dari (http://teguhwirwan.

blogdetik.com), “Karya sastra lahir di tengah-tengah masyarakat sebagai hasil imajinasi

pengarang serta refleksinya terhadap gejala-gejala sosial di sekitarnya.” Pendapat tersebut

mengandung implikasi bahwa karya sastra (terutama cerpen, novel, dan drama) dapat menjadi

potret kehidupan melalui tokoh-tokoh ceritanya. Manusia dijadikan objek sastrawan sebab

manusia merupakan gambaran tingkah laku yang dapat ilihat dari segi kehidupannya. Tingkah

laku merupakan bagian dari gejolak jiwa sebab dari tingkah laku manusia dapat dilihat

gejala-gejala kejiwaan yang pastinya berbeda satu dengan yang lain. Pada diri manusia dapat

dikaji dengan ilmu pengetahuan yakni psikologi yang membahas tentang kejiwaan. Oleh

karena itu, karya sastra disebut sebagai salah satu gejala kejiwaan (Ratna, 2004: 62). Karya

sastra yang merupakan hasil dari aktivitas penulis sering dikaitkan dengan gejala-gejala kejiwaan

sebab karya sastra merupakan hasil dari penciptaan seorang pengarang yang secara sadar atau

tidak sadar menggunakan teori psikologi.


2

Penulis tertarik untuk mengkaji novel ‘Ketika Cinta Bertasbih 1’ karya Habiburrahman

El-Shirazy karena novel ini menjadi salah satu novel Best Seller yang ada di Indonesia. Hal ini

dikarenakan oleh adanya tokoh Azzam yang ditampilkan secara apik oleh pengarang. Psikologi

tokoh Azzam sangat kuat dalam novel ini, sehingga dapat menarik perhatian banyak pembaca.

B. Rumusan Masalah

Masalah yang dibahas dalam makalah seminar ini adalah bagaimanakah aspek kejiwaan

serta sifat dan sikap tokoh Azzam dalam menjalani kehidupan yang terdapat dalam novel ‘Ketika

Cinta Bertasbih 1’ karya Habiburrahman El-Shirazy?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian dilaksanakan berdasarkan berbagai tujuan tertentu. Tujuan penelitian

merupakan arah maksud diadakannya suatu penelitian. Tujuan penelitian dirumuskan sebagai

pedoman pelaksanaan penelitian agar tidak mengalami pembiasan. Tujuan penelitian secara garis

besar dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu tujuan umum serta tujuan khusus. Oleh karena itu,

dalam penelitian ini diuraikan tujuan penelitian sebagai berikut.

1. Tujuan Umum

Peneliti melaksanakan penelitian didasarkan pada tujuan umum penelitian yaitu

gambaran komprehensif terhadap maksud penelitian. Tujuan penelitian ini secara umum

adalah menambah khasanah pengetahuan bidang sastra khususnya mengenai analisis

semiotik karya sastra novel. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan

wawasan peneliti bidang penelitian kususastraan. Selain itu, penelitian ini dilaksanakan

untuk mengetahui secara jelas bentuk tanda pada novel “Ketika Cinta Bertasbih 1’” karya

Habiburrahman El-Shirazy melalui analisis Psikologi.


3

2. Tujuan Khusus

Selain memiliki tujuan umum, peneliti melaksanakan penelitian untuk mencapai

tujuan-tujuan khusus. Tujuan khusus suatu penelitian merupakan pedoman pelaksanaan

penelitian lebih mendalam. Tujuan khusus penelitian merupakan tujuan penelitian

didasarkan pada rumusan masalah. Tujuan khusus menjelaskan secara konseptual maksud

dari rumusan masalah. Oleh karena itu, berdasarkan rumusan masalah secara khusus

tujuan penelitian ini adalah mengetahui tinjauan Psikologi novel “Ketika Cinta Bertasbih

1’ karya Habiburrahman El-Shirazy.

D. Manfaat Penelitian

Secara teoretis penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan baik

oleh peneliti maupun pembaca tentang analisis struktural naratologi unsur-unsur intrinsik novel.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai tambahan referensi serta wacana teori

pada kajian sastra. Manfaat praktis penelitian merupakan penggunaan hasil penelitian secara

langsung atau secara praktis oleh berbagai pihak terkait masalah penelitian. Oleh karena itu, pada

penelitian ini dirumuskan manfaat praktis sebagai berikut.

a. Bagi pengarang penelitian ini dapat memberikan masukan untuk dapat menciptakan karya

sastra yang lebih baik dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam melakukan berbagai revisi

terhadap karya yang telah ditulisnya.

b. Bagi pembaca penelitian ini dapat menambah minat baca dalam mengapresiasikan karya

sastra dan mengetahui tentang seluk-beluk sebuah karya sastra ditinjau dari struktural

naratologi.
4

c. Bagi peneliti, penelitian ini dapat memperkaya wawasan sastra dan menambah khasanah

penelitian sastra Indonesia sehingga bermanfaat bagi perkembangan sastra Indonesia. Selain

itu, penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar atau landasan teoretis untuk melaksanakan

penelitian-penelitian sastra lainnya

E. Kajian Teoritis

Pelaksanaan penelitian ini didasarkan pada berbagai teori yang dijadikan sebagai

landasan teoretis. Adapun landasan teoretis penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut

1. Sejarah Teori Psikologi

Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang.

Sejarah tentang perkembangan teori psikologi ini telah dijelaskan secara singkat oleh Sarwono

dalam bukunya yang berjudul pengantar psikologi umum (2012). Dijelaskan bahwa konsep

psikologi dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Psikologi memiliki akar dari bidang ilmu

filosofi yang diprakarsai sejak jaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan

hidup. Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala - gejala

kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan, karena itu tiap- tiap makhluk hidup mempunyai jiwa.

Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan

mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika. Walaupun sejak dulu telah ada pemikiran

tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam kurun waktu bersamaan dengan adanya

pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam, akan tetapi karena kerumitan dan kedinamisan

manusia untuk dipahami, maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu

sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama didunia. Pada tahun 1879

Wilhem Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di University of Leipzig, Jerman.

Ditandai oleh berdirinya laboratorium ini, maka metode ilmiah untuk lebih mamahami manusia
5

telah ditemukan walau tidak terlalu memadai. dengan berdirinya laboratorium ini pula,

lengkaplah syarat psikologi untuk menjadi ilmu pengetahuan, sehingga tahun berdirinya

laboratorium Wundt diakui pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan.

Semenjak tahun 1890an sampai kematiannya di 1939. Dokter berkebangsaan Austria bernama

Sigmund Freud mengembangkan metode psikoterapi yang dikenal dengan nama psikoanalisis.

Pemahaman Freud tentang pikiran didasarkan pada metode penafsiran, introspeksi, dan

pengamatan klinis, serta terfokus pada menyelesaikan konflik alam bawah sadar, ketegangan

mental, dan gangguan psikis lainnya. Sigmund Freud meyakini bahwa kehidupan individu

sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-

hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan.

2. Definisi Psikologi Beserta Pembagiannya

Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang

berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat

diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit

didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya,

meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa

sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis. (Baraja, Abubakar. Psikologi

Perkembangan. Studia Press.)

Pengertian Psikologi menurut Muhibbin Syah (2001:8), psikologi adalah ilmu

pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku

individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka

adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan
6

dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berpikir, berkeyakinan, berperasaan

dan lain sebagainya.

Pengertian Psikologi menurut Gleitman (Syah, 2000:8) psikologi adalah ilmu

pengetahuan yang berusaha memahami perilaku manusia, alasan dan cara mereka melakukan

sesuatu dan juga memahami bagaimana makhluk tersebut berpikir dan berperasaan. Pengertian

Psikologi menurut Poerbakawatja dan Harahap (Syah, 2000:9) psikologi sebagai cabang ilmu

pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa.

Pengertian Psikologi menurut Gorden Murphu (Sarwono, 2000:4) berpendapat psikologi adalah

ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.

Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi

adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun

dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang

tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari. Dapat

diketahui bahwa pengertian psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku. Pada hakekatnya

tingkah laku manusia itu sangat luas, semua yang dialami dan dilakukan manusia merupakan

tingkah laku. Semenjak bangun tidur sampai tidur kembali manusia dipenuhi oleh berbagai

tingkah laku. Dengan demikian objek ilmu psikologi sangat luas. Karena luasnya objek yang

dipelajari psikologi.

Di zaman kemajuan teknologi seperti sekarang ini manusia mengalami konflik kejiwaan

yang bemula dari sikap kejiwaan tertentu bermuara pula ke permasalahan kejiwaan (Semi,

1990:76). Pendekatan psikologi sastra ternyata memiliki beberapa manfaat dan keunggulan,

seperti diungkapkan Semi (1990:80), sebagai berikut:

(1) sangat sesuai untuk mengkaji secara mendalam aspek perwatakan,


7

(2) dengan pendekatan ini dapat memberi umpan balik kepada penulis tentang masalah

perwatakan yang dikembangkannya,

(3) sangat membantu dalam menganalisis karya sastra Surrealis, abstrak, atau absurd dan

akhirnya dapat membantu pembaca memahami karya-karya semacam itu.

Selanjutnya, menurut Aminuddin (1987:55) pendekatan psikologi sastra juga dapat

dimanfaatkan untuk beberapa hal. Pertama, untuk memahami aspek kejiwaan pengarang dalam

kaitannya dengan proses kreatif karya sastra yang dihadirkannya. Kedua, untuk mengeksplorasi

segi-segi pemikiran dan kejiwaan tokoh-tokoh utama cerita, terutam menyangkut alam pikiran

bawah sadar.

Terdapat empat jenis kajian ilmu psikologi menurut Sarwono (2012:59), yaitu:

1. Psikologi perkembangan

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor

yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan

berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam

konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena

perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut.

2. Psikologi sosial

Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :

a. studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi,

motivasi proses belajar, atribusi (sifat)

b. studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku

meniru dan lain-lain


8

c. studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi hubungan

kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan.

3. Psikologi kepribadian

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan

diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan

dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih

kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.

4. Psikologi kognitif

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: Persepsi,

proses belajar, kemampuan memori, atensi, kemampuan bahasa dan emosi.

3. Analisis Novel ‘Ketika Cinta Bertasbih 1’ Menggunakan Teori Psikologi

Teknik analisis berdasarkan teori psikologi yang dikemukakan oleh Miles dan

Hubberman (1992:17):

1. Deskripsi Novel

Novel ‘Ketika Cinta Bertasbih 1’ karya Habiburrahman El-Shirazy terbitan tahun 2007

oleh Republika Basmala, Jakarta. Novel ini menceritakan soal cinta dan kompleksitasnya.

Tentang dinamikanya yang berbungkuskan agama. Tentang seperti apa cinta yang hakiki dan

kekal. Novel ini terdiri dari 477 halaman.

2. Sumber Data

Data meliputi data primer dan skunder. Data primer berasal dari isi cerita novel ‘Ketika

Cinta Bertasbih 1’ karya Habiburrahman El-Shirazy . Data sekunder berasal dari referensi di luar

cerita, seperti: buku-buku yang memuat teori psikologi yang dikarang oleh para ahli.
9

3. Pengumpulan Data

Berikut langkah-langkah yang ditempuh di dalam proses pengumpulan data:

a. Membaca teks cerita dari awal untuk menemukan data yang menunjukkan psikologis yang

terdapat dalam novel. Kegiatan membaca novel dilakukan dengan teknik membaca sekilas,

membaca pemahaman, dan membaca evaluasi. Membaca sekilas dilakukan untuk

memahami jalan cerita; Pada tahap membaca pemahaman bertujuan agarpeneliti lebih

memahami permasalahan yang terdapat pada novel yang akan dikaji. Memahami dengan

baik permasalahan pengaktualisasian diri tokoh utama; dan membaca evaluasi bertujuan

untuk menyimpulkan permasalahan yang terdapat pada novel ‘Ketika Cinta Bertasbih 1’

karya Habiburrahman El-Shirazy.

b. Melakukan pencatatan (hand writing), inventarisasi data dilakukan dengan cara

mengumpulkan semua data-data yang terdapat pada sumber data yang terkait dengan

masalah yang diteliti, yaitu aktualisasi diri tokoh utama berdasarkan teori psikologi

humanistik. Data yang terkait dengan permasalahan tersebut ditulis di dalam kartu data.

c. Mengelompokkan kejadian-kejadian psikologis tokoh, pada tahap klasifikasi data peneliti

mengklasifikasikan data sesuai dengan hal-hal yang terkait dengan pengaktualisasian diri

tokoh utama. Klasifikasi data yang dilakukan oleh peneliti yaitu menyusun data-data yang

sudah ditemukan oleh peneliti terkait dengan permasalahan yang diteliti di dalam novel

‘Ketika Cinta Bertasbih 1’ karya Habiburrahman El-Shirazy.

d. Memberikan deskripsi, baik secara eksplisit maupun implisit, dan

e. Melakukan verifikasi (tindakan yang menguji keabsahan data primer).


10

4. Analisis Data

Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimankah kondisi psikologi tokoh

utama dalam novel ‘Ketika Cinta Bertasbih 1’ karya Habiburrahman El-Shirazy. Penelitian ini

bertujuan mengetahui bagaimana kondisi psikologi tokoh utama dalam novel ‘Ketika Cinta

Bertasbih 1’ karya Habiburrahman El-Shirazy. Jenis penelitian ini adalah digunakan adalah

pendekatan tekstual psikologis. Pendekatan tekstual psikologis merupakan pendekatan yang

langsung mengkaji psikologi tokoh pada teks sastra. Teknik penggumpulan data dilakukan

dengan membaca novel ‘Ketika Cinta Bertasbih 1’ secara berulang-ulang serta menelaah bagian-

bagian cerita yang berhubungan dengan psikologi tokoh utama selanjutnya memilah dan

mencatat data yang diduga sebagai bahan kajian kemudian membaca data secara berulang-ulang

dan terakhir menandai halaman yang terdapat unsur psikologi tokoh utama dalam novel.

Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Menurut Miles dan Huberman (1992:16)

bahwa “analisis deskriptif kualitatif terdiri dari alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan dan

koherensi, yaitu meliputi: kegiatan reduksi data (pengelompokan), penyajian data, penarikan

kesimpulan, dan verifikasi.” Berikut penulis jelaskan satu persatu langkah-langkah analisis

tersebut:

1) Reduksi Data

Reduksi data artinya melakukan pengelompokan data. Pengelompokan data ini dimulai

dari penyaringan data yang dikaitkan dengan psikologi yang dialami tokoh utama cerita,

misalnya: adanya reaksi agresi/menyerang (agressive reaction), reaksi menghindar (withrawal

reaction), dan reaksi kompromistis (compromise reaction).

a. Reaksi agresi menyerang (agressive reaction) yang terjadi pda tokoh Azzam terlihat pada

kutipan dialog berikut:


11

“Bagaimana dengan teman kami yang kalian buat pingsan. Kami minta pertanggungjawaban!”

tukas Azzam.

“Dia tidak apa-apa. Hanya ketakutan saja. Kau lihatkan dia sambil kencing. Nanti dia akan

bangun dan baik kembali. Anggap saja ini latihan membina mental dia,” jawab komandan itu

diplomatis.

“Kalau ada apa-apa dengan dia bagaimana? Apa kalian akan lepas tangan begitu saja? Kalau

kalian tidak mau bertanggung jawab, kasus ini akan kami angkat ke permukaan. Akan kami tulis

di koran-koran dunia. Kami akan minta wartawan yang bisa menulis untuk menulisnya.” Azzam

tak mau kalah, sebab ia merasa benar. Sudah menjadi watak Azzam untuk sebuah kebenaran ia

siap berduel sampai mati. (hal 270)

Terlihat reaksi menyerang yang dilakukan tokoh Azzam pada orang yang mengaku

sebagai komandan di mabahits Abbasea. Karena mereka dengan tidak sopan masuk ke rumah

mereka, dan dengan seenaknya saja berlaku kasar. Hal ini membuat Azzam kesal, akhirnya ia

dengan tegas melawan orang-orang itu.

b. Reaksi menghindar (withrawal reaction) yang dilakukan Azzam terlihat pada monolog di

bawah ini:

Klik!

Azzam memutuskan pembicaraan dan meletakkan gagang telponnya sambil mendesis kesal,

“Dasar perempuan didikan Prancis tidak tahu adab kesopanan. Sudah tahu aku ini mahasiswa

Al Azhar mau disamakan sama bule saja! Sinting kali!”

Telpon di kamarnya berdering lagi, ia biarkan saja. Tidak ia sentuh sama sekali, ia yakin itu

telpon dari Eliana yang mungkin sedang emosi atau penasaran. Telpon itu berdering-dering

sampai mati. Azzam mengambil air wudhu dan berdoa. (hal 74)
12

Terlihat jelas bahwa Azzam menghindar dari sosok Eliana yang telah mengecewakan

hatinya malam itu. Azzam tidak mau memperpanjang masalah hadiah sebuah ciuman yang ingin

diberikan kepadanya. Sehingga Azzam lebih memilih untuk mendekatkan diri pada Allah, dan

meminta agar dilindungi dari perbuatan dosa.

c. Reaksi kompromistis (compromise reaction) yang dilakukan Azzam terlihat dalam dialog di

bawah ini:

Tiba-tiba sebuah ide berpijar di kepalanya. Bus itu mengkin bisa dikejar jika taksi bisa

memotong jalur. Apalagi bus itu padat, pasti lebih lambat karena akan banyak menurunkan

penumpang. Itu prediksinya.

“Paman bisa ngebut dan motong jalur ke Masjid Nuril Khithab Kulliyatul Banat Nasr City?”

“Tentu bisa. Kebut mengebut dan memotong jalur itu kebiasaanku waktu masih muda.”

“Lakukan itu, paman. Saya tambah lima pound.”

“Nggak, kalau mau tambah sepuluh pound.”

Azzam berpikir sebentar,

“Baik.”

Dan seketika taksi itu menambah kecepatannya. (hal 204)

Terlihat kalau Azzam meminta persetujuan dengan supir taksi untuk mengejar bis dan

akan menambah ongkos taksi sebesar lima pound. Tapi supir taksi tersebut tidak setuju, dia

meminta tambahan sebanyak sepuluh pound. Azzam berpikir sejenak, akan tetapi karena ingin

membantu dua mahasiswa Al-Ahzar dari Indonesia yang meninggalkan kitab-kitab yang

dibelinya di dalam bis. Akhirnya Azzam setuju dengan tawaran supir itu, yang penting dia dapat

menolong dua wanita yang sekarang duduk di belakangnya.


13

2) Penyajian Data

Dalam novel ‘Ketika Cinta Bertasbih 1’ dipaparkan berbagai macam peristiwa yang

dialami oleh tokoh utama yaitu Azzam. Berikut adalah beberapa peristiwa yang berhubungan

dengan psikologi Azzam:

Awalnya adalah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang mengadakan acara

“Pekan Promosi Wisata dan Budaya Indonesia di Alexandria”. Beberapa acara pagelaran

budaya digelar di Auditorium Alexandria University selama satu pekan. Selama itu juga ada

promosi masakan dan makanan khas Indonesia. Ada empat makanan yang dipromosikan yaitu

Nasi Timlo Solo, Sate Madura, Coto Makasar, dan Empek-empek Palembang. Dan Elianalah

yang menjadi penanggung jawab promosi makanan khas Indonesia itu. Sementara ia, dikenal

sebagai mahasiswa paling mahir memasak. Dan ia dikontrak KBRI untuk membuka stand Nasi

Timlo Solo. Mulanya ia menolak, sebab dengan begitu ia harus meninggalkan bisnisnya

membuat tempe selama seminggu. Ia khawatir langgananya kecewa, namun putri dubes itu terus

mendesak dan memohon kesediaannya. Akhirnya ia luluh dan bersedia.

Sejak itulah hatinya berbunga-bunga. Sebab sebelum berangkat ke Alexandria ia sering ditelpon

Eliana. Dan saat di Alexandria hampir tiap hari Eliana datang ke standnya untuk mengontrol,

melihat-lihat, atau hanya sekedar untuk mengajaknya bicara apa saja. (hal 43-44)

Akhirnya ia bisa menghidangkan ikan bakar keinginan itu ke hadapan dua orang duta

besar, yaitu ayah Eliana, duta besar Indonesia untuk Mesir dan kawannya duta besar Indonesia

untuk Turki......... Azzam mempersilahkan keduanya untuk menikmati hidangan itu. (hal 66)

Di sisi yang lain tak jauh dari dua duta besar itu staf KBRI sedang berpesta bersama

beberapa orang mahasiswa dan rombongan penari Saman yang didatangkan dari Aceh. Ia

melihat Eliana ada di tengah-tengah mereka. Eliana duduk berbincang-bincang dengan


14

seseorang yang sangat ia kenal. Orang yang berbincang dengan Eliana adalah Furqan. Teman

satu pesawat saat datang ke Mesir dulu. Ada sedikit bara memercik dalam dadanya, namun ia

redam segera. Ia merasa tidak pada tempatnya cemburu. Eliana itu siapa? Bukan siapa-

siapanya. Melihat Furqan yang selalu dalam posisi begitu terhormat, Azzam tidak bisa

membohongi dirinya sendiri. Bahwa ada rasa iri, iri ingin seperti dia............ Furqan lebih

dikenal sebagai intelektual muda yang sering diminta menjadi narasumber di berbagai

kelompok kajian, sedangkan dirinya lebih dikenal sebagai penjual tempe, pembuat bakso, dan

tukang masak serba bisa, namun tidak juga lulus ujian. (hal 67-68)

“Dapat French kiss dariku bagimu jadi musibah?”

“Iya.”

“Serius!? Nggak bercanda kan!?”

“Serius! Sangat serius!”

“Bisa dijelaskan kenapa jadi musibah?”

“Penjelasannya panjang, besok saja! Yang jelas perlu mbak ingat baik-baik saya bukan orang

bule! Sudah ya, saya harus istirahat. Maaf!”

Klik! (hal 74)

Ustadz Mujab kembali menghela nafas panjang.

“Allahlah yang mengatur perjalanan hidup ini. Sungguh aku ingin membantumu Rul. Tapi

agaknya takdir tidak menghendaki aku bisa membantumu kali ini. Anna Althafunnisa itu masih

terhitung sepupu denganku. Aku tahu persis keadaan di saat ini, sayang kau datang tidak tepat

pada waktunya. Anna Althafunnisa sudah dilamar orang. Ia sudah dilamar oleh temanmu

sendiri.”

“Sudah dilamar temanku sendiri? Siapa?”


15

“Furqan! Ia sudah dilamar Furqan satu bulan yang lalu.”

Mendengar hal itu tulang-tulang Azzam bagai dilolosi satu per satu. Lidah dan bibirnya terasa

kelu. Furqan lagi, ia berusaha keras mengendalikan hati dan perasaannya untuk bersabar. (hal

125)

Maaf Rul, pasti aku akan memilih yang lebih serius belajarnya. Kau tentu sudah paham

maksudku. Bukan aku ingin menyinggungmu, tapi aku ingin kau memperbaiki dirimu. Aku ingin

kau lebih realistis, cobalah kau rubah opini di Cairo tentang dirimu.......... Dengan bahasa lain,

sebenarnya ustadz Mujab seolah ingin mengatakan bahwa dia sama sekali “tidak berhak”

melamar Anna. Atau lebih tepatnya, sama sekali “tidak layak” melamar Anna. Hanya mereka

yang berprestasi yang berhak dan layak melamarnya. (hal 126)

“Baiklah saat ini aku belum berhasil menunjukkan prestasi. Tapi tunggulah lima tahun ke

depan. Akan aku buktikan bahwa, aku Khairul Azzam berhak melamar gadis salehah yang mana

saja.” (hal 127)

Azzam masih sibuk berkutat dengan kacang kedelainya yang telah ia beri ragi. Dengan

penuh kesabaran ia harus membungkusnya agar menjadi tempe.

Ia terus melangkah menuju mushala. Ada yang menyesak dala dada. Kabar adanya

ceramah Dr. Yusuf Al Qardhawi yang datang dari Qatar bersama Dr. Murad Wilfred Hofmann

di Heliopolis membuncahkan keinginanya untuk hadir, tapi ia merasa itu sulit. Ulu hatinya

seperti tertusuk paku, pedih dan ngilu. Ia harus bersabar dengan pekerjaan rutinnya mengantar

tempe ke beberapa tempat. (hal 181)

Setiap kali bertemu dengan mahasiswi Indonesia, Azzam langsung teringat dengan kedua

adiknya yang sudah gadis. Husna dan Lia, Husna pastilah sudah saatnya menikah. Dan Lia

telah meninggalkan masa remaja, genap sembilan tahun sudah ia tidak bertemu mereka berdua.
16

Adapun adiknya yang ketiga si bungsu Sarah, sudah masuk usia sembilan tahun. Ia sama sekali

belum pernah melihatnya, kecuali lewat poto. Saat ia meninggalkan Indonesia dulu, Sarah

masih berada dalam kandungan ibunya. Seperti apakah wajah ketiga adiknya itu. (hal 192)

“Kamu sembrono Sir! Kalau kau bisa menemukan jalan keluar agar dia tidak menginap di

rumah ini sebaiknya kau lakukan! Sebagai imam di rumah ini aku tidak mengizinkan!” tegas

Azzam. Ia merasa sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menjaga kenyamanan dan keamanan

anggota keluarganya.

“Tolonglah kang! Sekali ini saja! Apalagi kita kan harus menghormati tamu!”

“Apa kau mengira aku tidak bisa menghormati tamu, Sir!” suara Azzam meninggi, Nasir pucat.

(hal 254)

“Kapten, meskipun kalian mabahits, kalian tidak bisa seenaknya masuk rumah kami tanpa

izin. Tidak bisa seenaknya menginjak-injak kehormatan kami........ Sebaiknya kalian segera

keluar dari rumah ini. Karena kami tidak mengizinkan kalian masuk!” (hal 264)

“Jika ada apa-apa dengan temanku ini, kalian harus bertanggung jawab. Jika misalnya ia

terkena serangan jantung dan mati, maka kalianlah pembunuhnya dan itu akan diselesaikan

secara diplomatik!” geram Azzam (hal 265)

“Malam ini adalah malam yang takkan kami lupakan. Selama ini kami merasa berada di

sebuah negara yang sangat menjaga sopan santun. Dugaan kami ternyata keliru. Malam ini

kami dibangunkan dengan paksa hanya untuk ditanya tentang siapa yang membeli tusuk kabab.

Kenapa tidak memerintahkan kepada semua penjual kabab agar setiap pembelinya menyerahkan

tanda pengenal untuk didata. Sehingga dengan mudah akan diketahui siapa saja yang membeli

kabab” (hal 268)


17

Azzam membaca surat dari adiknya dengan airmata berderai-derai. Selesai membaca

surat itu ia langsung tersungkur di atas karpet. Sujud syukur kapada ALLAH SWT, ia menangis

merasakan keagungan kasih sayang ALLAH SWT. Kerja kerasnya membuahkan hasil, ia sangat

bahagia. Ia merasa ini semua adalah karena kasih sayang ALLAH SWT. (hal 337)

Sementara di sisi lain, seorang pemuda agak kurus memperhatikan pesona Anna dengan

mata berkaca-kaca. Dalam dadaa pemuda itu membuncah perasaan cemburu, kaget, bahagia,

juga sedih. Cemburu karena ia pernah mencoba melamar gadis yang sedang menjadi pusat

perhatian. Bahagia karena pada akhirnya ia bisa mengetahui wajah gadis yang pernah ia lamar

itu dengan jelas. Bahkan menyaksikan sendiri kepiawaian dan kecerdasan gadis itu. Memang

bukan sembarang gadis. Dan kaget gadis itu adalah gadis yang pernah ia tolong bersama

kawannya untuk ikut taksinya saat pulang belanja dari pasar Sayyeda Zaenab. (hal 352)

3) Penarikan Kesimpulan

Analisi psikologi tokoh utama pada novel ‘Ketika Cinta Bertasbih 1’ ini, penulis

menggunakan teori psikologi kepribadian menurut Sujanto (2001), yang menyatakan bahwa

kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak

dalam tingkah lakunya yang unik. Berdasarkan hasil analisis psikologi tokoh utama dengan

menggunakan teori kepribadian dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut;

1. psikologi Azzam sebelum berangkat keacara pekan promosi wisata dan budaya indonesia

yaitu bimbang dan jatuh cinta;

2. psikologi Azzam pada saat menjamu kedubes Mesir dan Turki yaitu sedih, jatuh cinta dan

tegas;

3. psikologi Azzam pada saat meminang Anah yaitu sedih, sabar, dan pantang menyerah;

4. psikologi Azzam pada saat membuat tempe yaitu sabar dan pekerja keras;
18

5. psikologi Azzam pada saat berangkat ke kampus Al Azhar University yaitu bimbang dan

sedih;

6. psikologi Azzam pergi ke pasar membeli tempe dan bakso yaitu rindu;

7. psikologi Azzam berdebat dengan Nasir yaitu marah;

8. psikologi Azzam kedatangan tiga intelijen Mesir yaitu marah;

9. psikologi Azzam ketika menerima surat dari adiknya Husna yaitu bahagia;

10. psikologi Azzam saat melihat Ana menjadi moderator dalam seminar yaitu sedih, kaget dan

bahagia.

Terdapat empat jenis kajian ilmu psikologi menurut Sarwono (2012:59), yaitu psikologi

perkembangan, sosial, kepribadian dan kognitif. Dalam novel ‘Ketika Cinta Bertasbih 1’ ini

pengarang lebih menggunakan jenis psikologi sosial dan psikologi kognitif. Berikut penjelasan

mengenai dua jenis psikologi yang ada dalam novel:

1. Psikologi sosial

Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :

a. Studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi,

motivasi proses belajar, atribusi (sifat).

Dalam novel ini dapat diketahui motivasi belajar seorang Azzam dalam kehidupannya.

“Baiklah saat ini aku belum berhasil menunjukkan prestasi. Tapi tunggulah lima tahun ke

depan. Akan aku buktikan bahwa, aku, Khairul Azzam berhak melamar gadis salehah yang mana

saja.” (hal 127)

Motivasinya muncul ketika mendapat tolakan dari ustadz Mujab untuk melamar Anna. Hal ini

diakibatkan karena kualitas Azzam yang kurang baik, sehingga tidak pantas melamar Anna.
19

b. Studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru

dan lain-lain.

“Dalam pandanganku yang paling tepat kau lakukan adalah beristighfar di jalan lurus, jalan

yang telah digariskan oleh Rasulullah SAW. Dan tetaplah kau jadi lelaki sejati. Tak usah kau

sesali apa yang terjadi. Ini mungkin yang terbaik bagi kalian berdua. Jika ternyata takdirnya

kalian memang akan bersatu dan bertemu, maka Allahlah yang mengatur semuanya. Apa

bangganya kita mendapat cinta dari orang yang kita damba, namun kita kehilangan cinta Allah

‘Azza wa jalla. Apa bangganya?”

Bahasa yang digunakan Azzam sangat baik dan dapat menyejukkan hati Fadhil. Dari bahasa

yang digunakannya terlihat bahwa sosok Azzam sangat bijaksana dalam menghadapi sebuah

masalah..

c. Studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi hubungan

kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan.

“Sir, kamu kan sudah lama di Mesir. Dan kamu sudah tahu bagaimana kita harus berhati-hati!

Kenapa kamu tidak minta izin kami dulu!” Azzam berkata tegas sebagai kepala rumah tangga.

(hal 253)

“Kamu sembrono Sir! Kalau kau bisa menemukan jalan keluar agar dia tidak menginap di

rumah ini sebaiknya kau lakukan! Sebagai imam di rumah ini aku tidak mengizinkan!” tegas

Azzam. Ia merasa, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menjaga kenyamanan dan

keamanan anggota keluarganya. (hal 254)

Terlihat sikap tegas Azzam sebagai seorang pemimpin dalam rumah mereka. Cara

kepemimpinan Azzam dapat dikatakan baik, karena semua orang yang tinggal bersamanya

sangat menghormatinya dan selalu meminta pendapat Azzam ketika menghadapi masalah.
20

2. Psikologi kognitif

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: persepsi,

proses belajar, kemampuan memori, atensi, kemampuan bahasa dan emosi.

Azzam benar-benar belajar dengan serius. Ia meringkas materi Tafsir Tahlili, sama seperti

ketika ia tingkat satu dulu. Ringkasnya itu telah ia kuasai di luar kepala. Ia benar-benar sipa

menyongsong ujian. Ia benar-benar siap untuk lulus. Teman-teman satu rumahnya, semuanya

sudah sampai pada tahap konsentrasi penuh. Sudah siaga satu menghadapi ujian. (ha 377)

Proses belajar Azzam ketika mendapat tolakan dari ustadz Mujab mulai bisa kembali seperti cara

belajarnya pada awal perkuliahannya di Mesir.

F. Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian merupakan kerangka konseptual pelaksanaan penelitian yang

dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan penelitian. Metodologi penelitian secara

umum membahas tentang metode penelitian, jenis dan sumber data, teknik pengumpulan data,

dan teknik analisis data.

1. Metode Penelitian

Metode digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sudrajat (2000:3)

mengatakan, “Metode deskriptif adalah metode menggambarkan keadaan suatu objek peristiwa

untuk mengambil kesimpulan berlaku secara umum untuk memecahkan suatu masalah dengan

jalan mengumpulkan data, menyusun atau mengklasifikasikan”. Sukmadinata (2006:72)

menjelaskan bahwa penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian ditujukan untuk

mendeskripsikan fenomena-fenomena, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan

manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan,

kesamaan, perbedaan antara fenomena satu dengan fenomena lainnya.


21

Berdasarkan penjelasan di atas, maka bentuk penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian

ini mendeskripsikan atau menggambarkan objek inti masalah, kemudian menganalisis dan

menafsirkan data. Data-data dideskripsikan dengan cara mengumpukan informasi berhubungan

unsur-unsur intrinsik novel “Ketika Cinta Bertasbih 1’ karya Habiburrahman El-Shirazy.

2. Sumber Data

Sumber data adalah subjek darimana data dapat diperoleh. Sumber data digunakan dalam

penelitian ini diambil dari novel “Ketika Cinta Bertasbih 1’ karya Habiburrahman El-Shirazy.

Selanjutnya, sumber data penelitian dibagi menjadi dua bagian sebagai berikut.

a. Data Primer

Riduwan (2011:51) mengatakan ”Data primer adalah pengambilan data yang dihimpun

langsung oleh peneliti”. Data primer adalah sumber data berkaitan secara langsung dengan objek

penelitian dan bersifat mengikat. Data primer adalah data-data pokok dikumpulkan atau

diperoleh berkaitan judul penelitian.

b. Data Skunder

Riduwan (2011:51) mengatakan “Data skunder adalah data diperoleh dari pihak atau

tangan kedua”. Data skunder adalah data-data pendukung data primer yang tidak berkaitan

secara langsung terhadap masalah penelitian dan bersifat mengikat. Data skunder adalah data-

data bersumber dari buku acuan berhubungan objek penelitian. Data skunder merupakan data

pendukung dari data primer berkaitan karya sastra akan dibahas pada penelitian ini. Adapun data

skunder dalam penelitian ini adalah buku-buku referensi.


22

3. Teknik Pengumpulan Data

Kegiatan pengumpulan data merupakan bagian penting dari proses penelitian.

Pengumpulan data dilakukan melalui teknik pustaka yaitu menganalisis isi. Pada analisis ini

peneliti membaca kemudian mencatat dukomen-dokumen yang diambil dari data primer

berkaitan masalah serta tujuan penelitian. Data dimaksud adalah novel “Ketika Cinta Bertasbih

1’ karya Habiburrahman El-Shirazy., maka peneliti mencoba menelaah isi novel tersebut. Data

penelitian dikumpulkan menggunakan metode telaah, dokumentasi dan literatur.

a. Metode Telaah

Metode telaah adalah suatu cara pengumpulan data yang teratur berdasarkan pemikiran

yang cermat atau bersistem untuk memudahkan melaksanakan penyelidikan, kajian, pemeriksaan

terhadap berbagai hal di dalam penelitian serta pengkajian data selanjutnya. Maksud dari metode

ini adalah untuk memperoleh keterangan tentang bahasa, struktur nilai dan keterangan atau

bahan nyata sebagai dasar kajian atau analisis atau kesimpulan mengenai novel. Telaah

dilakukan terhadap isi khususnya unsur-unsur intrinsik novel “Ketika Cinta Bertasbih 1’ karya

Habiburrahman El-Shirazy.

b. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi adalah cara untuk menggali, mengkaji, dan mempelajari sumber-

sumber tertulis baik dalam bentuk laporan penelitian, dokumen kurikulum, majalah, jurnal,

kliping, maupun media masa. Dokumentasi adalah mencari data mengenal hal-hal atau variabel

berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan

sebagiannya. Penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini merupakan penelitian

bersifat kepustakaan (Library research) yaitu dilakukan dengan cara membaca dan mempelajari
23

buku-buku, teori-teori, dan literatur atau refrensi berhubungan dengan masalah penelitian guna

memperoeh data. Pengumpulan data dan informasi dalam skripsi ini diakukan melalui berbagai

sumber dengan metode pengumpulan data kualitatif yaitu studi dokumentasi dan studi literatur.

Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan

menganalisi dokumen baik dokumen tertulis, gambar, maupun elektronik. Metode dokumentasi

mencari data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan. Dokumen sebagai sumber data

dimanfaatkan untuk mengkaji, menafsirkan, untuk meramalkan keadaan suatu objek penelitian.

Dokumentasi pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai data-data

penelitian sesuai maksud judul penelitian yaitu data unsur-unsur intrinsik novel “Ketika Cinta

Bertasbih 1’ karya Habiburrahman El-Shirazy.

c. Studi Literatur

Studi literatur dimaksudkan untuk mengungkapkan berbagai teori-teori relevan dengan

pembahasan sedang dihadapi atau diteliti sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Teknik ini

diakukan dengan cara membaca, mempelajari, dan mengkaji berbagai literatur berhubungan

dengan novel, psikologis berupa tanggapan, ingatan, pikiran, perasaan, serta kemauan dalam

suatu karya sastra. Hasil studi literatur bisa dijadikan masukan sekaligus landasan dalam

menjelaskan maupun merinci masalah penelitian termasuk juga sumber latar belakang mengapa

masalah itu diteliti.

Berdasarkan penjelasan studi literatur, maka disimpulkan bahwa teknik pegumpulan data

digunakan dalam penelitian ini adalah teknik catat, karena data-datanya berupa teks. Adapun

langkah-langkah dalam pengumpulan data adalah membaca novel “Ketika Cinta Bertasbih 1’

karya Habiburrahman El-Shirazy. secara berulang-ulang, mencatat kalimat-kalimat menyatakan


24

unsur intrinsik dari novel. Data kemudian disusun secara terstruktur sesuai urutan struktur

intrinsik novel.

4. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data digunakan dalam penelitian ini menggunakan model analisis

mengalir meliputi tiga komponen, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data dan (3) penarikan

simpulan. Analisis model mengalir mempunyai tiga komponen saling terjalin dengan baik, yaitu

sebelum, selama dan sesudah pelaksanaan pengumpulan data. Lebih jelasnya analisis data pada

penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut.

a. Reduksi data

Pada langkah ini data diperolah dicatat dalam uraian terperinci. Dari data-data sudah

dicatat tersebut, kemudian dilakukan penyederhanaan data. Data-data dipilih hanya data

berkaitan dengan masalah akan dianalisis dalam hal ini tentang struktur intrinsik novel Sebelas

Patriot karya Andrea Hirata berdasarkan tinjauan naratologi. Informasi-informasi pengacu pada

permasalahan itulah menjadi data penelitian ini.

b. Sajian data

Pada langkah ini data-data sudah ditetapkan kemudian disusun secara teratur dan

terperinci agar mudah dipahami. Muslich (2011:138) menjelaskan, “Penyajian data merupakan

sekumpulan informasi tersusun memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan serta

pengambilan tindakan”. Penyajian-penyajian lebih baik merupakan suatu cara utama bagi

analisis kualitatif secara valid meliputi berbagai jenis matrik, grafik, jaringan serta bagan.

Semuanya dirancang guna menggabungkan informasi tersusun dalam suatu bentuk padu dan

mudah diraih. Dengan demikian seorang penganalisis dapat melihat peristiwa sedang terjadi,

menentukan apakah menarik kesimpulan secara benar ataukah terus melangkah melakukan
25

analisis menurut saran dikisahkan oleh penyajian sebagai sesuatu mungkin akan berguna. Data-

data tersebut kemudian dianalisis sehingga diperoleh deskripsi tentang unsur-unsur intrinsik

novel “Ketika Cinta Bertasbih 1’ karya Habiburrahman El-Shirazy.

c. Verifikasi

Verifikasi disebut juga penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan merupakan sebagian

dari satu kegiatan dari konfigurasi secara utuh. Kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasi selama

penelitian berlangsung. Verifikasi merupakan kegiatan memikirkan kembali analisis data, suatu

tinjauan ulang pada catatan-catatan pustaka. Singkatnya, makna-makna yang muncul dari data

lain harus diuji kebenarannya, dan kecocokannya. Penarikan kesimpulan dilakukan melalui

deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan pada tiap data dikumpulkan, baik data kualitatif

maupun data kuantitatif. Pada tahap ini dibuat kesimpulan tentang hasil dari data diperoleh sejak

awal penelitian. Kesimpulan ini masih memerlukan adanya verifikasi yaitu penelitian kembali

tentang kebenaran laporan, sehingga hasil benar-benar valid. Ketiga komponen tersebut saling

berkaitan dan dilakukan secara terus-menerus mulai dari awal, saat penelitian berlangsung,

sampai akhir laporan.

5. Prosedur Penelitian

Teknik analisis data adalah upaya dilakukan dengan jalan bekerja menggunakan data,

mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan dapat dikelola, mensintesiskannya,

mencari dan menemukan pola, menemukan sesuatu dipelajari, kemudian memutuskan apa yang

dapat diceritakan kepada orang lain. Kegiatan analisis data itu dilakukan pada suatu proses.

Proses berarti pelaksanaannya sudah mulai sejak pengumpulan data dilakukan akan dikerjakan.

Menganalisis data merupakan satu langkah sangat kritis ketika penelitian. Analisis data
26

dilakukan dalam penelitian ini adalah Analisis Pendekatan Psikologis Pada Tokoh Utama Novel

‘Ketika Cinta Bertasbih 1’ Karya Habiburrahman El-Shirazy. Langkah-langkah menganalisis

novel Sebelas Patriot karya Andrea Hirata adalah:

a. Tahap deskripsi yaitu seluruh data dihubungkan persoalan setelah itu dilakukan tahap

pendeskripsian. Oleh karena pada penelitian ini data terkumpul berupa satuan semantis

seperti kata-kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf, juga gambar, serta hasilnya berupa

kutipan-kutipan dari kumpulan data tersebut berisi tindakan, pikiran, pandangan hidup,

konsep, ide, gagasan disampaikan pengarang melalui karyanya.

b. Tahap klasifikasi yaitu data-data telah dideskripsikan kemudian dikelompokkan menurut

kelompoknya masing-masing sesuai dengan permasalahan.

c. Tahap análisis yaitu data-data yang telah diklasifikasikan menurut kelompoknya masing-

masing dianalisis menurut struktur kemudian dianalisis lagi dengan pendekatan struktural

naratologi.

d. Tahap interpretasi data yaitu upaya penafsiran dan pemahaman terhadap hasil analisis data.

e. Tahap evaluasi yaitu data-data yang sudah dianalisis dan diinterpretasikan sebelum ditarik

kesimpulan begitu saja. Data-data harus diteliti dan dievaluasi kembali agar dapat diperoleh

penelitian dapat dipertanggungjawabkan.

f. Penarikan simpulan yaitu penelitian ini akan disimpulkan menggunakan teknik induktif

yaitu penarikan kesimpulan berdasarkan dari pengetahuan bersifat khusus, untuk

menentukan kesimpulan bersifat umum.

G. Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah penyajian hasil penelitian, maka disusun sistematika penulisan

laporan sebagai berikut.


27

Bab I Pendahuluan berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian,

dan manfaat penelitian.

Bab II Kajian Pustaka Bab II Kajian Pustaka meliputi Sejarah Teori Psikologi, Definisi

Psikologi Beserta Pembagiannya, Analisis Novel ‘Ketika Cinta Bertasbih 1’ Menggunakan

Teori Psikologi dan sekilas tentang ‘Ketika Cinta Bertasbih 1’ Karya Habiburrahman El-

Shirazy.

Bab III Metodologi penelitian terdiri atas metode penelitian, sumber data, teknik

pengumpulan data, dan teknik analisis data.

Bab IV Hasil Penelitian meliputi deskripsi data, hasil penelitian struktural naratologi

novel Sebelas Patriot karya Andrea Hirata, dan pembahasan.

Bab V Simpulan dan Saran terdiri atas Simpulan dan Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN
28

Daftar Pustaka

Habiburrrahman El-Shirazy. 2007. Ketika Cinta Bertasbih 1. Jakarta: Republika

Basmala.

Aminuddin. 1987. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru

Algesindo.

Baraja, Abubakar. Psikologi Perkembangan. Studia Press.

Miles, Matthew B, A. Michael Hubberman. 1992. Analisis Data Kualitatif

(Penterjemah: Tjetjep Rohendi Rohidi). Jakarta: Universitas Indonesia

Press.

Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode dan Teknik Penelitian Sastra.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Syah, Muhibbin. 2001. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:

PT. Remaja Rosdakarya.

Wirawan, Sarwono Sarlito. 2012. pengantar psikologi umum. Jakarta:Rajawali

Pers.

http://sinopsisnovelku.blogspot.com/2013/02/sinopsis-novel-ketika-cinta-bertasbih.html diakses

pada 20 Februari 2014 pukul 13.00 WIB.

http://teguhwirwan.blogdetik.com/2009/07/19/kajian-unsur-psikologi-novel- diakses pada 20

Februari 2014 pukul 20.20 WIB.


29

SINOPSIS NOVEL KETIKA CINTA BERTASBIH 1

karya Habiburrahman El-Shirazy

Abdullah Khairul Azzam berumur 28 tahun, merupakan seorang pemuda yang tampan

dan aktif dari sebuah desa di Jawa Tengah. Abdullah KhairulAzzam baru setahun di Cairo dan

menjadi mahasiswa berprestasi predikat Jayyid Jiddan (lulus dengan baik) dan dikenali dalam

kalangan staf KBRI di Cairo. Namun, karena sibuk mencari uang Azzam masih belum bisa

menyelesaikan kuliahnya di Universitas Al-Azhar. Setelah sembilan bulan menempuh pendidikan

di negara orang, akhirnya Azzam bertemu dengan seorang putri Duta Besar Indonesia, Eliana

Pramesthi Alam. Setelah ayahnya meninggal dunia, sebagai anak sulung Azzam

bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarganya. Sementara itu, Azzam sendiri masih harus

menyelesaikan kuliahnya di negara orang. Akhirnya, Azzam terpaksa membahagi waktunya

untuk belajar dan mencari rezeki untuk ibu dan ketiga adiknya. Azzam mulai membuka usaha

dengan membuat tempe dan bakso yang dipasarkan dalam kalangan KBRI di Cairo. Berkat

kepandaiannya dalam memasak, Azzam menjadi juru masak KBRI di Cairo. Eliana adalah

lulusan EHESS dari Perancis yang melanjutkan S-2 di American University di Cairo. Selain

cerdas, Eliana juga terkenal dalam kalangan mahasiswa kerana kecantikannya. Kepandaian dan

juga kecantikan Eliana telah memikat hati Azzam. Namun, Azzam tidak mau menjalin hubungan

yang lebih erat dengan Eliana karena sifat dan kehidupan Eliana yang sedikit kebarat-baratan.

Pada waktu yang sama, Azzam disarankan untuk melamar seorang mahasiswi cantik yang tidak

kalah pandainya dengan Eliana. Mahasiswi tersebut bernama Anna Althafunnisa, dari

Kuliyyatul Banaat di Alexandria dan sedang mengambil S-2 di Kuliyyatul Banaat Al Azhar,

Cairo yang juga menguasai banyak bahasa termasuk Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Bahasa
30

Mandarin. Walau bagaimanapun, lamarannya ditolak karena Anna Althafunnisa telah dilamar

terlebih dahulu oleh Furqan, seorang mahasiswa dari keluarga kaya yang juga cerdas dan

dalam waktu dekat akan menyelesaikan S-2. Lamaran tersebut juga ditolak atas dasar

perbedaan status karena S-1 Azzam yang masih tidak selesai dan lebih-lebih lagi Azzam juga

hanya seorang penjual tempe dan bakso di Cairo. Tiba-tiba Furqan mendapat musibah, dia

mengidap penyakit HIV, hal ini diakibatkan kaerena kejahatan seorang perempuan yang

merupakan anggota dari Mosad. Sementara itu, Ayyatul Husna adik Azzam yang sering

mengirim surat dari kampung telah membawa kabar yang cukup melegakan hati Azzam. Azzam

diminta untuk tidak mengirim uang ke kampung dan dinasehati supaya lebih memperhatikan

kuliahnya. Itu semua karena Husna sudah lulus kuliah di UNS dan juga sudah bekerja. Bakat

yang dimiliki Husna dalam menulis juga sudah membuahkan hasil. Keberhasilan Husna ini

sudah cukup untuk membiayai keperluan adiknya yang mengambil program D-3 serta adik

bungsunya, Sarah yang masih belajar di Pesantren. Azzam sangat rindu akan keluarganya di

kampung dan memutuskan untuk serius dalam pendidikanya dan akhirnya Azzam lulus. Azzam

pun menepati janjinya kepada keluarga untuk kembali ke kampung dan segera mencari jodoh di

sana untuk memenuhi permintaan ibunya, walaupun sebenarnya masih terbersit sedikit harapan

untuk memiliki hati Anna. (http://sinopsisnovelku.blogspot.com)