You are on page 1of 2

Analisis Data

Praktikum pembuatan tempe bertujuan untuk memperoleh keterampilan membuat tempe dan
memengaruhi pengaruh aerasi dalam pembuatan tempe. Alat yang digunakan pada praktikum
pembuatan tempe kali ini adalah sendok, pelubang kertas, timbangan, jarum kasur dan rak kayu.
Bahan yang digunakan pada praktikum pembuatan tempe adalah kedelai, ragi tempe, kantung
plastik, dan isolasi.
Langkah pertama yang dilakukan adalah mencuci kedelai sampai bersih, kemudian direbus
selama kurang lebih 1 jam. Sebelum kedelai direndam, terlebih dahulu kedelai dikupas kulitnya
dan direndam selema semalam lalu direbus hingga lunak. Biji kedelai ditiriskan sampai dingin
lalu ditebarkan pada lembaran plastik bersih dan dicampurkan usar dengan rata. Setelah itu biji
kedelai tersebut dimasukkan kedalam 3 lembar kantong plastik A (diberi lubang dengan jarak
kurang lebih 1cm), B (diberi lubang dengan jarak kurang lebih 2 cm), dan C (diberi lubang
dengan jarak kurang lebih 3cm) dan dilipat hingga rapat. Kantung plastik A, B, C diisolasi dan
diletakkan pada rak kayu. Biji kedelai tersebut didiamkan selama 26-30 jam dan diamati aroma,
warna dan teksturnya.
Berdasarkan praktikum yang telah kami lakukan, didapatkan data sebagai berikut :
Tempe dengan kode A memiliki warma putih cerah. Tempe dengan kode B memiliki warna
putih cerah. Dan tempe dengan kode C memiliki warna putih kecokelatan. Pada tempe kode A
memiliki tekstur cukup padat. Tempe kode B memiliki tekstur padat. Dan pada tempe kode C
memiliki tekstur yang lunak. Pada tempe kode A memiliki aroma yang enak, namun masih ada
aroma kedelai. Pada tempe kode B memiliki aroma sangat enak dan menimbulkan selera makan.
Dan pada tempe kode C memliki aroma enak, tetapi masih ada aroma kedelai. Tempe kode A
memiliki rasa yang enak, gurih, namun masih terasa kedelainya. Tempe dengan kode B memiliki
rasa yang sangat enak, gurih, dan menimbulkan selera makan. Tempe demgan kode C memikiki
rasa yang enak, gurih namun masih terasa kedelainya. Setelah diamati warna, tekstur, aroma dan
rasa tempe, setelah itu dilakukan pengukuran berat dan suhu tempe. Didapatkan hasil sebagai
berikut : Pada tempe dengan kode A memiliki suhu awal 30°C dengan berat awal sebesar
100g .Setelah diukur lagi pada akhir didapatkan suhu akhir sebesar 43°C dengan berat akhir
aebesar 110 g. Pada tempe dengan kode B memiliki suhu awal 30°C dengan berat awal sebesar
100g .Setelah diukur lagi pada akhir didapatkan suhu akhir sebesar 39°C dengan berat akhir
aebesar 110 g. Pada tempe dengan kode C memiliki suhu awal 30°C dengan berat awal sebesar
100g .Setelah diukur lagi pada akhir didapatkan suhu akhir sebesar 32°C dengan berat akhir
aebesar 105 g.