You are on page 1of 4

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Imunisasi Tetanus Toksoid Dua

Plus (TT2+) pada Ibu Hamil Trimester 3 di Puskesmas Kelurahan Wijaya


Kusuma pada Bulan Agustus 2018

Lembar Pengesahan
Jakarta, Agustus 2018

Dosen Pembimbing

dr. E. Irwandy Tirtawidjaja

Dosen Penguji I Dosen Penguji II

Dr. dr. A. Aris Soesanto, MS, Sp.OK dr. Ernawaty Tamba, MKM

i
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan penelitian ini. Penelitian ini kami laksanakan dalam
rangka menjalankan Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
adanya Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Imunisasi Tetanus Toksoid Dua Plus
(TT2+) pada Ibu Hamil Trimester 3 di Puskesmas Kelurahan Wijaya Kusuma pada Bulan
Agustus 2018.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala
bimbingan yang telah diberikan dalam penyelesaian penelitian ini kepada:

1. dr. Djap Hadi Susanto, M.Kes


2. dr. Diana L. Tumilisar
3. Dr. dr. A. Aris Soesanto, MS, Sp.OK
4. dr. E. Irwandy Tirtawidjaja
5. dr. Ernawaty Tamba, MKM
6. dr. Julianti Sutanto, M.Kes
7. dr. Melda Suryana, M.Epid
8. Kepala Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan
9. Seluruh responden serta semua pihak yang ikut memberikan dukungan dan bantuan sehingga
penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penelitian ini, oleh karena
itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga di masa mendatang dapat
ditingkatkan lebih baik lagi.

Jakarta, Agustus 2018

Penyusun

ii
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Imunisasi Tetanus Toksoid Dua
Plus (TT2+) pada Ibu Hamil Trimester 3 di Puskesmas Kelurahan Wijaya
Kusuma pada Bulan Agustus 2018

Kevin Giovanno, Anggiriani, Nirmalasari

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana


( Email : kevingiovanno92@gmail.com, anggirianilohanatha@gmail.com ,
viazkel@gmail.com )

Abstrak
Pada tahun 2015, The United Nations Children's Fund (UNICEF), World Health Organization
(WHO), dan United Nation Population Fund (UNFPA) telah mengenal pasti terdapat 21 negara perlu
mengeliminasi kejadian tetanus neonatorum di negara mereka; salah satunya adalah Indonesia. WHO
mengestimasikan 34.019 neonatus seluruh dunia mati akibat tetanus neonatorum. Oleh karena itu,
UNICEF, WHO dan UNFPA setuju mengulur eliminasi hingga 2018. Target eliminasi tetanus
neonatorum adalah satu kasus per seribu kelahiran di masing-masing wilayah dari setiap Negara.
Walaupun program telah dilaksanakan, jangkauan imunisasi Tetanus Toksoid bagi ibu hamil masih
jauh dari harapan. Terbukti, dari 194.270 estimasi ibu hamil pada tahun 2016 di Jakarta, ternyata
hanya 24.280 ibu hamil mendapat imunisasi TT2. Antara faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya
jangkauan imunisasi Tetanus Toksoid adalah kurangnya kegiatan promosi kesehatan di Puskesmas
serta rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap imunisasi TT walaupun imunisasi tersebut dapat
diperoleh secara gratis di tempat pelayanan kesehatan pemerintah (Direktorat Jenderal Pengendalian
Penyakit & Penyehatan Lingkungan, 2016). Penelitian ini sendiri bertujuan untuk Mengetahui faktor-
faktor yang berhubungan dengan status imunisasi Tetanus Toksoid Dua (TT2) dan pada ibu hamil di
Puskesmas Kelurahan Wijaya Kusuma Pada Bulan Agustus 2018. Desain penelitian yang digunakan
adalah studi deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil adalah
seluruh ibu hamil trimester 3 yang berkunjung ke puskesmas Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan
Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada bulan Agustus 2018 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan
eksklusi peneliti sendiri berdasarkan tujuan penelitian. Analisis data menggunakan program Statistic
Package for Social Science (SPSS) versi 16.0. dari 111 responden yang menjadi sampel
penelitian didapatkan sebesar 22,5 % (25 orang) tidak mendapat imunisasi tetanus toksoid
dua, dan sebesar 77,5 % (86 orang) mendapat imunisasi tetanus toksoid dua. Terhadap
hubungan bermakna antara usia ibu hamil (P = 0,00); tingkat pendidikan (P = 0,00); pengetahuan
ibu hamil (KS = 0,00); pendapatan keluarga (P = 0,00); jumlah paritas (P = 0,00) terhadap angka
imunisasi TT2+ pada ibu hamil. Sedangkan pada variabel pekerjaan ibu hamil terhadap angka
imunisasi TT2+ tidak terdapat hubungan bermakna (p = 1,00).

Kata kunci: Imunisasi, Toksoid Tetanus Dua Plus, TT2+, Ibu Hamil.

iii
Factors Related to Two Plus (TT2 +) Tetanus Immunization Status in 3rd Trimester
Pregnant Women at Wijaya Kusuma Village Health Center in August 2018

Kevin Giovanno, Anggiriani, Nirmalasari

Krida Wacana Christian Faculty of Medicine


( Email : kevingiovanno92@gmail.com, anggirianilohanatha@gmail.com ,
viazkel@gmail.com )

Abstract
In 2015, the United Nations Children's Fund (UNICEF), the World Health Organization (WHO), and
the United Nations Population Fund (UNFPA) knew exactly 21 countries need to eliminate the
incidence of tetanus neonatorum in their country; one of them is Indonesia. WHO estimates 34,019
neonates worldwide die from tetanus neonatorum. Therefore, UNICEF, WHO and UNFPA agreed to
extend elimination until 2018. The target for elimination of tetanus neonatorum is one case per
thousand births in each region of each country. Although the program has been implemented, the
reach of Tetanus Toxoid immunization for pregnant women is still far from expectations. Evidently,
out of 194,270 pregnant women estimated in 2016 in Jakarta, only 24,280 pregnant women received
TT2 immunization. Among the factors that influence the low reach of Tetanus Toksoid immunization
are the lack of health promotion activities at the Puskesmas and the low level of public knowledge of
TT immunization, although these immunizations can be obtained free of charge at government health
services (Directorate General of Disease Control & Environmental Health, 2016). This study itself
aims to determine the factors associated with Tetanus Toksoid Dua immunization status (TT2) and in
pregnant women in Wijaya Kusuma Village Health Center in August 2018. The research design used
was descriptive analytic study with cross sectional approach. Samples taken were all third trimester
pregnant women who visited the Wijaya Kusuma village health center, Grogol Petamburan
Subdistrict, West Jakarta in August 2018 which matched the researchers' own inclusion and exclusion
criteria based on the research objectives. Data analysis uses the Statistical Package for Social
Science (SPSS) version 16.0. Of the 111 respondents who were sampled, 22.5% (25 people) did not
receive two tetanus toxoid immunizations, and 77.5% (86 people) received two tetanus toxoid
immunizations. The significant relationship between the age of pregnant women (P = 0.00); level of
education (P = 0.00); knowledge of pregnant women (KS = 0.00); family income (P = 0.00); total
parity (P = 0.00) of TT2 + immunization rates in pregnant women. Whereas in the variable work of
pregnant women on TT2 + immunization rates there was no significant relationship (p = 1.00).

Keywords: Immunization, Tetanus Two Plus Toxoid, TT2 +, Pregnant Women.

iv