You are on page 1of 11

BAB I

PendAHULUAN
1. Latar Belakang
Perang Dunia II adalah perang global yang berlangsung dari tahun 1939 sampai 1945.
Perang ini melibatkan banyak negara di dunia termasuk semua kekuatan yang besar akhirnya
membentuk dua aliansi militer bertentangan dengan Sekutu dan Axis. Perang ini adalah
perang yang melibatkan terluas dalam sejarah lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan
militer. Dalam keadaan “perang total”, negara-negara besar di seluruh kemampuan untuk
memaksimalkan tujuan perang ekonomi, industri, dan ilmiah untuk, sehingga menghilangkan
perbedaan antara sumber daya sipil dan militer.
Ditandai dengan sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga
sipil, termasuk Holocaust dan penggunaan senjata nuklir dalam perang, perang merenggut
nyawa sebanyak 50 juta sampai 70 juta jiwa. Hal ini membuat jumlah kematian Perang Dunia
II konflik paling mematikan dalam sejarah umat manusia. Perang Dunia II telah
menyebabkan kerugian besar baik bagi negara yang terlibat perang maupun tidak. Kerugian
terbesar adalah membuat jutaan rakyat meninggal karena keganasan perang, ekonomipun
menjadi berantakan dan mengalami banyak kerugian sehingga kelaparan dan kemiskinan
tidak dapat lagi dihindarkan. Perang Dunia yang berlangsung antara tahun 1939 - 1945
menimbulkan akibat yang besar di bidang Politik, Ekonomi, Sosial dan Kerohanian bagi
Negara - Negara di Dunia.

2. Rumusan Masalah

a. Bagaimana sejarah Perang Dunia II?


b. Apa saja fator-faktor yang menyebabkan Perang Dunia II?
c. Bagaimana proses terjadinya Perang Dunia Ke II?
d. Apa saja dampak dan akibat dari Perang Dunia II?

1
BAB II

PEMBAHASAN
1. Sejarah Perang Dunia Ke 2

Kekaisaran Jepang berusaha mendominasi Asia Timur dan telah memulai perang dengan
Republik Cina pada tahun 1937, namun secara umum perang dunia pecah pada September 1,
1939 dengan invasi Polandia oleh Jerman yang diikuti serangkaian deklarasi perang terhadap
Jerman oleh Perancis dan Inggris.Sejak akhir 1939 hingga awal 1941, dalam serangkaian
kampanye dan perjanjian, Jerman membentuk aliansi dengan Italia Poros, dikendalikan atau
menaklukkan sebagian besar benua Eropa. Setelah Pakta Molotov-Ribbentrop, Jerman dan
Uni Soviet dipisahkan dan mencaplok negara-negara tetangga saja di Eropa, termasuk
Polandia.Inggris, kekaisaran dan persemakmuran, menjadi satu-satunya negara besar Sekutu
yang terus berjuang melawan Axis blok, dengan memegang pertempuran di Afrika Utara dan
Pertempuran Atlantik.

Pada bulan Juni 1941, Axis Eropa melancarkan invasi Uni Soviet yang menandai
pembukaan teater tanah terbesar dari perang dalam sejarah, yang melibatkan sebagian besar
pasukan militer Axis sampai akhir perang.Pada bulan Desember 1941, Jepang bergabung
dengan Axis blok, menyerang Amerika Serikat dan wilayah Eropa di Samudra Pasifik, dan
dengan cepat menguasai sebagian besar Pasifik Barat.Invasi Axis berhenti pada tahun 1942,
setelah kekalahan Jepang dalam banyak pertempuran laut dan pasukan Eropa Axis
dikalahkan di Afrika Utara dan Stalingrad.

Pada tahun 1943, melalui serangkaian kekalahan Jerman di Eropa Timur, invasi Sekutu
dari Italia, dan kemenangan AS di Pasifik, Poros kehilangan inisiatif mereka dan strategis
mundur di semua lini. Pada tahun 1944, Sekutu Barat menyerbu Perancis, sementara merebut
kembali Soviet dari semua wilayah yang pernah dicaplok dan menyerbu Jerman dan
sekutunya.Perang di Eropa berakhir dengan 8 Mei 1945. Sepanjang tahun 1944 dan 1945,
Amerika Serikat mengalahkan Angkatan Laut Jepang dan menduduki beberapa pulau di
Pasifik Barat, menjatuhkan bom atom di negara menjelang Kepulauan invasi ke Jepang.

Uni Soviet kemudian diikuti melalui negosiasi dengan menyatakan perang terhadap
Jepang dan menginvasi Manchuria. Kekaisaran Jepang menyerah pada tanggal 15 Agustus
1945, sehingga mengakhiri perang di Asia dan memperkuat total kemenangan Sekutu atas
Axis.
Perang Dunia II mengubah jalannya struktur politik dan sosial di dunia. PBB (UN) didirikan
untuk memperkuat kerja sama internasional dan mencegah konflik yang akan datang.
Kekuatan besar yang merupakan pemenang perang Amerika Serikat, Uni Soviet, Cina,
Inggris, dan Perancis menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Uni Soviet dan Amerika Serikat muncul sebagai kekuatan super bersaing dan mengatur
panggung Perang Dunia yang akan berlangsung selama 46 tahun ke depan. Sementara itu,
pengaruh kekuatan-kekuatan besar Eropa mulai melemah, dan dekolonisasi Asia dan Afrika
dimulai.Sebagian besar negara-negara industri sangat terpengaruh dihentikan pemulihan

2
ekonomi menjlaani. Integrasi politik, khususnya di Eropa, muncul sebagai upaya untuk
menstabilkan hubungan pascaperang.

2. Faktor Penyebab Terjadinya Perang Dunia II

a. Penyebab Umum Perang Dunia Ke II

Perang Dunia II terjadi pada tahun 1939-1945, sebagai lanjutan dari Perang Dunia I.
Perang ini jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan Perang Dunia I. Perang Dunia II
wilayahnya jauh lebih luas, hampir semua negara terlibat dalam perang besar ini. Meletusnya
Perang Dunia II dilatarbelakangi oleh beberapa hal yang dapat digolongkan menjadi dua,
yaitu sebab-sebab umum dan sebab-sebab khusus.
Sebab-sebab Terjadinya Perang Dunia II sebagai berikut :
1) Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam menciptakan perdamaian dunia.LBB
bukan lagi alat untuk mencapai tujuan, tetapi menjadi alat politik Negara-negara besar
untuk mencari keuntungan. LBB tidak dapat berbuat apa-apa ketika negara-negara besar
berbuat semaunya, misalnya pada tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap
Ethiopia.
2) Negara - negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataannya.Dengan
kegagalan LBB tersebut, dunia Barat terutama Jerman dan Italiamencurigai komunisme
Rusia, tetapi kemudian Rusia mencurigai fasisme Italia dan nasional-sosialis Jerman.
Oleh karena saling mencurigai akhirnya Negara-negara tersebut memperkuat militer
dan pesenjataannya.
3) Adanya politik aliansi (mencari kawan persekutuan).Kekhawatiran akan adanya perang
besar, maka negara-negara mencari kawandan muncullah dua blok besar yakni:1. Blok
Fasis terdiri atas Jerman, Italia, dan Jepang 2. Blok Sekutu terdiri atas:
a. Blok demokrasi yaitu Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda.
b. Blok komunis yaitu Rusia,Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia,Rumania, dan
Cekoslovakia.
4) Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspensi. Jerman mengumumkan
“Lebensraum”nya (Jerman Raya) yang meliputi Eropa Tengah dan Italia menginginkan
Italia Irredenta (Italia Raya) yang meliputi seluruh laut Tengah dan Abbesinea, serta
Jepang mengumumkan Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya. Ini berarti
merupakan tanntangan terhadap imperialisme Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat.
5) Adanya pertentangan faham demokrasi, fasisme dan komunisme.
6) Adanya politik balas dendam “Revanche Idea” Jerman merasa dihina dengan Perjanjian
Versailles.

b. Penyabab Khusus Perang Dunia Ke II

Salah satu isi Perjanjian Versailles menuntut agar Prusia Timur (daerah Jerman Timur)
dipisahkan dari Jerman dengan Koridor Polandia sebagai pemisahnya. Di tengah-tengah
koridor ini, terletak kota Danzig yang berada di bawah penguasaan Liga Bangsa-Bangsa
(LBB).Status kota Danzig adalah kota merdeka. Hitler menuntut kota Danzig dimasukkan ke
wilayah Jerman karena penduduknya berkebangsaan Jerman. Namun, Polandia menolak.

3
Polandia justru mengadakan perjanjian dengan Inggris, Perancis, Rumania, dan Yunani untuk
saling menjamin kemerdekaan di antara mereka.
Hitler menjawab perjanjian tersebut dengan mengadakan perjanjian dengan Rusia. Dalam
perjanjian itu, Rusia menyatakan tidak akan menyerang Jerman. Pada tanggal 1 September
1939, Jerman menyerbu Polandia. Oleh karena itu, pada tanggal 3 September 1939, Inggris
dan Prancis mengumumkan perang terhadap Jerman.Bagi bangsa Asia, penyerbuan Jepang
atas Cina, pada tahun 1937, merupakan sebab langsung Perang Dunia II. Sementara itu,
Amerika Serikat berpendapat bahwa penyerbuan Jepang atas Pearl Harbour (7 Desember
1941) adalah penyebab Perang Dunia II.

3. Jalannya Perang Dunia II

a. Perang Dunia II Berdasarkan Wilayahnya

1. Medan Eropa
Pada awal perang dunia kedua Jerman dengan melancarkan serangan kilat (Blitzkrieg)
berhasil memenangkan pertempuran di semua medan tempur eropa,medan tempur tersebut
antara lain :
a. Penyerbuan Jerman ke Polandia dan Finlandia : Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1
September 1939. Dalam tempo singkat, sebagian besar daerah Polandia berhasil dikuasai.
b. Penyerbuan Jerman ke Norwegia dan Denmark : Pada tanggal 9 April 1940, Jerman
melancarkan serangan laut dan udara ke wilayah Norwegia. Dalam waktu singkat, pasukan
Jerman telah berhasil menduduki Oslo, Bergen, Trondheim, Stavagar, dan Narvik. Pasukan
Norwegia yang dibantu Inggris dan Perancis sempat memberikan perlawanan yang sengit.
Akan tetapi pada tanggal 30 April 1940, Norwegia terpaksa menyerah kepada Jerman
Sementara itu, dalam waktu yang sama, pasukan Jerman juga menyerbu Denmark. Dengan
mudah Jerman menaklukkan Denmark.
c. Jatuhnya Belanda, Belgia, dan Prancis : Tanpa pengumuman apa pun, pasukan Jerman
melancarkan serangan kilat (Blitzkrieg) ke Belanda, Belgia, dan Luxemburg pada tanggal 10
Mei 1940. Ratu Wilhelmina dari Belanda melarikan diri ke London. Sedangkan Raja Leopold
III memerintahkan Belgia menyerah kepada Jerman pada tanggal 26 Mei 1940. Pada awal
Juni 1940, pasukan Jerman yang telah menduduki Luxemburg bersiap-siap menyerbu Prancis
melalui kota Sedan. Setelah terjadi pertempuran sengit di kota Verdum pada tanggal 15 Juni
1940, kemerdekaan Perancis tidak dapat dipertahankan lagi. ( Kemudian, Jenderal Petain
membentuk pemerintahan Prancis yang tunduk kepada Jerman di Kota Vichy. Pasukan
Perancis yang tetap setia kepada Perancis, di bawah pimpinan Jenderal Charles de Gaulle,
melakukan perlawanan dengan mendirikan pemerintahan pengasingan di London.)
d. Pertempuran Jerman–Inggris : Jatuhnya Perancis menyebabkan perhatian Jerman dialihkan
ke Inggris. Dengan mengerahkan angkatan laut dan angkatan udaranya, Jerman menyerang
Inggris.Hal ini membuat Inggris menandatangai kerjasama pertahanan dengan Amerika
Serikat tanggal 2 September 1940. Dengan bantuan Amerika Serikat ini, pasukan Inggris
bangkit melawan dan dapat mengimbangi kekuatan tempur Jerman. Hal ini membuat frustrasi
angkatan udara Hitler. Oleh sebab itu, Jerman menjalin kerja sama yang melibatkan poros
Roma - Berlin - Tokyo dengan ditandatanganinya kerja sama militer antara Jerman, Italia,
dan Jepang pada tanggal 27 September 1940. Tetapi dengan mengalirnya uang, senjata, dan

4
bahan makanan; bahkan kesepakatan untuk menstandardisasi persenjataan mereka, Inggris
dapat bertahan dari serangan Jerman yang siang malam terus menerus menggempurnya.
e. Perang Jerman–Rusia : Tanpa menghiraukan perjanjian nonagresi, Jerman menyerbu Rusia
pada tanggal 22 Juni 1941. Dalam serangan kilat ini, Jerman dapat memukul pasukan Rusia
sehingga mundur jauh ke timur. Rusia yang mundur ke timur kemudian meminta bantuan dari
Inggris dan Amerika Serikat. Sehingga pada tanggal 1 Oktober 1941, Rusia, Inggris, dan
Amerika Serikat menandatangani Protokol Moskow. ( Isi perjanjian itu adalah bahwa Inggris
dan Amerika Serikat akan memberi bantuan kebutuhan- kebutuhan pokok kepada Rusia
selama 9 bulan. Selain itu, Amerika akan memberikan kredit dalam rangka Lend and Lease
Bill sebesar $ 1 Miliar.) Dengan bantuan Sekutu dan taktik bumi hangus, Rusia berhasil
menahan laju pasukan Jerman.

2. Perang di Afrika (1940 – 1943)


Peperangan di Afrika dan Laut Tengah pecah sejak Italia menyatakan perang terhadap
Perancis dan Inggris pada tanggal 10 Juni 1940. Italia tidak hanya menyerang Perancis
Selatan. Italia juga menghantam pasukan Perancis dan Inggris di Afrika Utara dan Afrika
Timur. Akan tetapi, pasukan Italia dapat dipukul oleh pasukan Perancis dan Inggris yang
dipimpin Jenderal de Gaulle dan Jenderal Montgomery. Peristiwa itu terjadi di Bardia pada
tanggal 5 Januari 1941. Melihat pasukan Italia yang tidak berdaya itu, Jenderal Erwin
Rommel dari Jerman segera turun tangan memimpin pasukannya menyerbu Libya. Jenderal
Rommel dengan mudah mengalahkan pasukan Inggris di Bardia dan Sollum. Montgomery
terpaksa mundur sampai ke perbatasan Mesir di kota Tobruk pada tanggal 20 April 1941.
Bahkan pada bulan Juni 1941, pasukan Rommel telah merebut kota El Alamein yang terletak
70 mil jauhnya dari Alexandria. Dengan demikian, medan perang Afrika Utara sepenuhnya
telah ia kuasai.
3. Pertempuran di Asia-Pasifik
Jepang membuka Perang Pasifik dengan melancarkan serangan mendadak ke Pearl
Harbour pada tanggal 7 Desember 1941. Pearl Harbour adalah Pangkalan Armada Amerika
Serikat di Pasifik. Serangan ini menyebabkan Amerika Serikat tidak lagi mempertahankan
sikap netralnya dalam Perang Dunia II. Beberapa jam setelah kejadian itu, pada tanggal 8
Desember 1941, Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang. Peristiwa ini memicu
pecahnya perang di Asia Pasifik. Sama dengan medan tempur lainnya pada tahap awal
perang, pihak blok sentral memperoleh kemenangan, pada medan perang Asia Pasifik dalam
tempo kurang dari 5 bulan, Jepang dapat mengalahkan sekutu dan berhasil menguasai seluruh
Asia Tenggara.
b. Tahap-tahap Perang
Jika ditinjau dari waktu berlangsungnya perang (1939 -1945), maka jalannya Perang
Dunia II dapat dibedakan dalam tiga tahap, yaitu :
1. Tahap permulaan (1939-1942)
Pada tahap ini, negara-negara Sentral umumnya selalu menang di berbagai medan
pertempuran. Sebaliknya, negara-negara Sekutu hanya bertahan atau kalah.
2. Titik Balik (1942)
Pada bulan Desember 1941, Perang Dunia II menjadi benar-benar mendunia dengan
masuknya Jepang dan Amerika Serikat ke dalam kancah perperangan. Masuknya Amerika
Serikat ke dalam blok sekutu sangat membantu karena indrustri raksasanya dapat menyuplai
peralatan perang dan perbekalan yang jauh lebih banyak dibandingkan gabungan produksi
negara-negara poros.

5
Pada bulan November 1942, pasukan Korps Afrika Jerman yang sebelumnya
kelihatan tidak terkalahkan berhasil dipukul mundur oleh negara Inggris pimpinan Jendral
Bernard Montgomery. Hal itu diikuti oleh pendaratan pasukan sekutu pimpinan Jendral
Dwight D. Einsenhower di Afrika Utara, yang kemudian memaksa seluruh pasukan Poros di
wilayah itu menyerah. Kemenangan terbesar sekutu terjadi di Rusia Antara bulan November
1942 – Februari 1943, Jerman kehilangan setengah juta prajuritnya dalam pertempuran di
Stalingrad saat menghadapi pasukan Rusia Pimpinan Jendral Georgi K. Zhukov. Pasukan
Rusia kemudian perlahan-lahan berhasil mengusir pasukan Jerman dari tanah airnya.
3. Tahap Akhir/Kemenangan Sekutu (1943-1945)
Pada tahap ini, negara-negara Sekutu mulai melakukan serangan atau pukulan yang
menentukan bagi kekalahan Blok Sentral. Beberapa pertempuran tersebut adalah sebagai
berikut :
Pada tahun 1944, langkah maju pasukan Rusia semakin tak dapat dibendung lagi.
Kota demi kota dapat direbut kembali. Bahkan, pada tanggal 24 Agustus 1944, Rumania
menyerah kepada Rusia. Bulgaria menyerah kepada Rusia pada tanggal 20 Oktober 1944.
Sesudah itu, Rusia terus melancarkan serangan sampai memasuki wilayah Jerman dan
menggempur kota Berlin dari arah timur. Dengan tulang punggung Amerika Serikat dan
Inggris, Sekutu membentuk satuan ekspedisi khusus yang disebut Allied Expeditionary
Forces di bawah komando Jenderal Eisenhower. Serangan ini didukung AD, AL, dan AU
yang meliputi 10.000 pesawat tempur dan 4.000 kapal perang terus menyerang masuk
wilayah Jerman. Meskipun pasukan Jerman memberikan perlawanan sengit sampai akhir
tahun 1944, perlawanan itu tidak lagi membawa dampak besar. Kejayaan Jerman telah pudar
dan tinggal sisa-sisanya saja.

Pada awal tahun 1945, tidak ada lagi yang percaya bahwa Jerman akan memenangkan
perang. Sekutu telah mengepung seluruh perbatasan Jerman. Rakyat di Jerman sendiri putus
asa, sehingga kehidupan industri, ekonomi, tentara, dan politiknya kacau balau. Pasukan
Jerman hancur di medan selatan, timur, dan barat pada awal tahun 1945. Di Front Timur,
pasukan Rusia telah merebut Warsawa, Krakow, dan Lozt pada pertengahan Januari 1945.
Kemudian, pada awal Februari 1945, di Front Barat, pasukan Inggris merebut Nijmegen.
Pasukan Amerika merebut Trier, Cologne dan menyeberangi lembah Ruhr. Pada bulan April
1945, pasukan Amerika dan Rusia telah bertemu di sepanjang Sungai Elbe. Tinggal kota
Berlin yang masih tetap bertahan. Sementara itu, angkatan udara Sekutu terus menghujani
kota-kota di Jerman untuk mendukung serangan pasukan infantri di darat. Hitler yang putus
asa melihat keadaan tersebut, pada tanggal 30 April 1945, melakukan bunuh diri. Tampuk
kepemimpinan diserahkan kepada Laksamana Doenitz. Meninggalnya Hitler serta
menyerahnya pasukan Jerman di Austria tidak membuat Laksamana Doenitz segera
menyerah. Setelah seluruh Berlin diserbu oleh pasukan Sekutu, Jenderal Doenitz menyerah
tanpa syarat pada tanggal 7 Mei 1945 kepada Sekutu. Dengan penyerahan pasukan Jerman
ini, Perang Dunia II di Eropa berakhir.
Mulai tahun 1943, pertempuran di Asia-Pasifik memasuki titik balik setelah terjadi
pertempuran di Laut Karang (4 Mei 1942) dan di Guadalacanal (7 Agustus 1942 - 9 Februari
1943). Dalam pertempuran Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau satu ke pulau lain
atau sistem katak loncat. Strategi ini dipimpin oleh Jenderal Dauglas Mac Arthur dan
Laksamana Chester Nimitz. Tentara Jepang di Laut Karang dan Midway (7 Mei 1942)
dihancurkan oleh Sekutu. Dan Jepang mengalami kekalahan besar. Pada tanggal 17 Maret

6
1945, Iwojima direbut. Menyusul kemudian, tanggal 21 Juni 1945, Okinawa direbut pasukan
Amerika. Walaupun angkatan udara Amerika Serikat telah mengebom kota-kota di Jepang,
tetapi Jepang tetap tidak menyerah. Oleh karena itu, pada tanggal 6 Agustus 1945 kota
Hiroshima dibom atom. Karena Jepang tidak juga menyerah, maka pada tanggal 9 Agustus
1945, Kota Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat untuk memaksanya menyerah.
Akhirnya, melalui pidato radio pada tanggal 14 Agustus 1945, Kaisar Hirohito menyatakan
kesediaan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.
4. Akibat Perang Dunia II

a. Akibat Perang Dunia II Pada Dunia


Perang Dunia II telah menyebabkan kerugian besar baik bagi negara yang terlibat
perang maupun tidak. Kerugian terbesar adalah membuat jutaan rakyat meninggal karena
keganasan perang, ekonomipun menjadi berantakan dan mengalami banyak kerugian
sehingga kelaparan dan kemiskinan tidak dapat lagi dihindarkan. Perang Dunia yang
berlangsung antara tahun 1939 - 1945 menimbulkan akibat yang besar di bidang Politik,
Ekonomi, Sosial dan Kerohanian bagi Negara - Negara di Dunia.
1. Akibat Perang DuniaII di Bidang Politik
Akibat yang muncul di bidang politik setelah Perang Dunia II berakhir sebagai berikut.
1. Amerika Serikat dan Rusia (Uni Soviet) sebagai pemenang dalam Perang Dunia II tumbuh
menjadi negara raksasa (adikuasa).
2. Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menimbulkan
Perang Dingin. Jika keduanya berimbang terjadi keseimbangan kekuatan (Balance of Power
Policy), walaupun perdamaian diliputi ketakutan.
3. Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul negara-negara merdeka seperti Indonesia (17
Agustus 1945),Filipina (4 Juli 1946), India dan Pakistan Dominion (15 Agustus 1947) dan
India merdeka penuh 26 Januari 1950, Birma (4 Januari 1948), dan Ceylon (dominion 4
Februari 1948).
4. Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang dibentuk berdasarkan kepentingan
keamanan bersama, misalnya NATO, METO, dan SEATO.
5. Munculnya politik memecah belah negara, misalnya:
 Jerman dibagi menjadi dua negara, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur.
 Korea dibagi menjadi dua negara, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara.
 Indo-Cina dibagi menjadi tiga negara, yaitu Laos, Kamboja, dan Indo-Cina.
 India dibagi menjadi dua negara, yaitu India dan Pakistan.

2. Akibat Perang Dunia II di Bidang Ekonomi


Perang Dunia II menghancurkan perekonomian negara-negara di dunia kecuali Amerika
Serikat. Amerika Serikat menjadi pusat kekayaan dan kreditur dari seluruh dunia. Untuk
menanamkan pengaruhnya di negara-negara Eropa dan yang lain, Amerika Serikat
melaksanakan program. Misalnya Truman Doctrine (1947), Marshall Plan (1947), Point Four

7
Truman dan Colombo Plan. Program-program ini merupakan usaha untuk membendung
berkembangnya komunisme.

3. Akibat Perang Dunia II di Bidang Sosial


Untuk membantu penduduk yang menderita akibat korban Perang Dunia II PBB
membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administration). Tugas UNRRA
di antaranya sebagai berikut.
1. Memberi makan kepada orang-orang yang terlantar.
2. Mendirikan rumah sakit.
3. Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya.
4. Mengerjakan kembali tanah yang rusak.

4. Akibat Perang Dunia II di Bidang Kerohanian


Setiap manusia menginginkan perdamaian. Berbagai upaya dilakukan agar tercipta
perdamaian dengan membentuk lembaga perdamaian. Penderitaan yang ditimbulkan akibat
Perang Dunia II menyadarkan manusia akan akibat buruk perang. Penduduk dunia menyadari
perlunya lembaga yang dapat menjaga perdamaian dunia setelah Liga Bangsa-Bangsa
dibubarkan. Pada tanggal 24 Oktober 1945 didirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United
Nations Organization (UNO). Lembaga ini diharapkan dapat menjaga perdamaian dunia.

b. Akibat Perang Dunia II bagi Indonesia


Masa pendudukan Jepang merupakan periode yang penting dalam sejarah bangsa
Indonesia. Pendudukan Jepang di Indonesia ditujukan untuk mewujudkan Persemakmuran
Bersama Asia Timur Raya. Untuk mewujudkan cita-cita itu, Jepang menyerbu pangkalan
Angkatan Laut di Pearl Harbour, Hawai. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 7 Desember 1941.
Gerakan invasi militer Jepang cepat merambah ke kawasan Asia Tenggara. Pada bulan
Januari-Februari 1942, Jepang menduduki Filipina, Tarakan (Kalimantan Timur),
Balikpapan, Pontianak, dan Samarinda. Pada bulan Februari 1942 Jepang berhasil menguasai
Palembang. Untuk menghadapi Jepang, Sekutu membentuk Komando gabungan. Komando
itu bernama ABDACOM (American British Dutch Australian Command). ABDACOM
dipimpin oleh Jenderal Sir Archibald Wavell dan berpusat di Bandung. Pada tanggal 1 Maret
1942 Jepang berhasil mendarat di Jawa yaitu Teluk Banten, di Eretan (Jawa Barat), dan di
Kragan (Jawa Timur). Pada tanggal 5 Maret 1942 kota Batavia jatuh ke tangan Jepang.
Akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda secara resmi menyerah kepada Jepang.
Politik imperialisme Jepang di Indonesia berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam
dan manusia. Jepang melakukan eksploitasi sampai tingkat pedesaan. Dengan berbagai cara,
Jepang menguras kekayaan alam dan tenaga rakyat melalui janji-janji maupun kekerasan.

8
Pendudukan Jepang telah mengakibatkan berbagai perubahan pada masyarakat pedesaan
Indonesia, khususnya Jawa. kebijakan-kebijakan Jepang mengakibatkan terjadinya berbagai
perubahan dalam kehidupan masyarakat, yaitu:
1. Aspek Politik Pemerintahan. Dalam bidang pemerintah terjadi perubahan dari pemerintahan
sipil ke pemerintahan militer, jabatan Gubernur Jenderal diganti dengan Panglima Tentara
Jepang. Untuk memperlancar proses eksploitasi di pedesaan dan mengontrol rakyat, Jepang
membentuk tonarigumi (Rukun Tetangga). Tujuannya adalah untuk meningkatkan
pengawasan terhadap penduduk. Akibat dibentuknya tonarigumi, peran dan fungsi lembaga
politik tradisional memudar.
2. Aspek Sosial Ekonomi. Pada masa Jepang, juga diberlakukan politik penyerahan padi secara
paksa. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi para tentara. Akibat
penyerahan padi itu antara lain angka kematian meningkat, tingkat kesehatan masyarakat
menurun, kelangkaan bahan pangan, dan kesejahteraan sosial sangat buruk. Mobilitas sosial
masyarakat cukup tinggi. Golongan pemuda, pelajar, dan tokoh masyarakat mengalami
peningkatan status sosial. Hal ini disebabkan mereka bergabung dalam organisasi bentukan
Jepang. Selain itu juga duduk dalam pemerintahan.
3. Aspek Mentalitas Masyarakat. Pulau Jawa memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak.
Melihat hal tersebut, Jepang memanfaatkannya sebagai tenaga kerja. Masyarakat pedesaan
dipaksa menjadi romusha. Para romusha harus membuat pabrik senjata, benteng pertahanan,
dan jalan. Mereka. Tidak hanya bekerja di Indonesia tetapi juga dikirim ke luar negeri. Para
romusha sangat menderita dan tidak dapat upah dan makanan. Mereka masih menerima
perlakuan yang kejam dari Jepang. Hal ini menimbulkan ketakutan pada masyarakat yang
harus menyerahkan warganya untuk menjadi romusha.

Perang Dunia II juga berpengaruh bagi Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Setelah
Jepang kalah menyerah kepada Sekutu tanggal 14 Agustus 1945, Indonesia dalam keadaan
“vacuum of power” (kekosongan kekuasaan). Jepang sudah menyerah berarti tidak
mempunyai hak memerintah Indonesia, sementara Sekutu, saat itu belum datang. Kondisi ini
kemudian dimanfaatkan bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan.

9
bAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Perang Dunia II berlangsung selama tahun 1936-1945 dan merupakan perang terbesar
sepanjang sejarah kehidupan manusia. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia,
Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang
di berbagai pasukan militer. Peristiwa perang dunia II terjadi karena adanya kecenderungan
atau suatu paham fasisme yang berkembang di Eropa, keadaan politik internasional
menjelang Perang Dunia II menyerupai keadaan tahun 1906-1914 sebelum Perang Dunia I.
Perang Dunia II telah menyebabkan kerugian besar baik bagi negara yang terlibat perang
maupun tidak. Kerugian terbesar adalah Perang ini memakan korban jiwa sebanyak 50 juta
sampai 70 juta jiwa. Jumlah kematian ini menjadikan Perang Dunia II konflik paling
mematikan sepanjang sejarah umat manusia, ekonomipun menjadi berantakan dan mengalami
banyak kerugian sehingga kelaparan dan kemiskinan tidak dapat lagi dihindarkan. Namun
demikian, Perang Dunia II ini juga berpengaruh terhadap ekonomi, sosial, maupun politik.
Pengaruh yang dibawa oleh PD II ini ada yang bersifat positif dan juga negatif. Dampak
positifnya yaitu, Perang Dunia II juga berpengaruh terhadap Negara Indonesia yaitu
berakhirnya imperialisme Belanda dan Jepang di Indonesia, karena pada saat itu Negara
Indonesia mengalami Vacuum of Power sehingga Para tokoh Indonesia dapat segera
memproklamasikan Negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Perang Dunia II menimbulkan bencana besar bagi umat manusia, kerusakan harta
benda, dan nyawa sangat besar. Pada saat itu Indonesia dikuasai Jepang selama 3,5 tahun dan
menjadi masa-masa paling menderita akibat kebijakan politik, ekonomi dan sosial Jepang
seperti ekploitasi pertanian dan kerja paksa.
Tetapi di sisi lain Perang Dunia II juga berakibat postif bagi Indonesia. Setelah Jepang
kalah perang, Indonesia dalam keadaan ‘Vacuum Of Power’ (kekosongan kekuasaan), dan
Indonesia dapat memanfaatkan waktu itu. Dan pemerintah Jepang memutuskan memberikan
kemerdekaan kepada Indonesia dengan membentuk PPKI sebagai pengganti BPUPKI, yang
berujung pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

2. Saran
Perang Dunia II telah menelan jutaan korban jiwa dan telah mengubah dunia, baik
pada bidang ekonomi, sosial, maupun politik. Lebih baik jika kita mengambil hikmah dari
peristiwa ini dan selalu menjaga kedamaian antar sesama agar peristiwa ini tidak terulang
kembali.Setelah kita memahami berbagai akibat dari Perang Dunia II, kita menjadi sadar
bahwa meskipun masyarakat pada waktu itu termasuk masyarakat Indonesia menderita dalam
banyak aspek kehidupan, kita juga menyadari bahwa secara tidak langsung Perang Dunia II
telah membuka peluang Indonesia pada kemerdekaannya. Meski begitu, bukan berarti
kemerdekaan tersebut bisa diraih dengan mudah, banyak pengorbanan yang dilakukan oleh
para pendahulu kita. Oleh karena itu, kita tidak boleh melupakan pengorbanan dan
perjuangan mereka bagi Indonesia. Kita juga tidak boleh berdiam diri dan harus ikur berjuang
untuk mengharumkan nama bangsa di mata dunia.

10
DAFTAR PUSTAKa

http://sasviaimtinan.blogspot.co.id/2012/11/makalah-ips-perang-dunia-ii.html, Diakses pada


hari senin 12 September 2016
http://www.ketikita.com/2015/07/makalah-tentang-akibat-perang-dunia-ke-2.html, Diakses
pada hari senin 12 September 2016
http://Jalal34.wordpress.com/2012/10/07/inggris-dan-perang-dunia-ii/, Diakses pada hari
senin 12 September 2016
http://Ips-abi.blogspot.in/2013/07/perang-dunia-ii-tahun-1939-1945.html/?m=1, Diakses pada
hari senin 12 September 2016
http://rizkinursadiyah.blogspot.co.id/2015/05/makalah-perang-dunia-ii.html,Diakses pada
hari senin 12 September 2016
http://Shintyamarliani.blogspot.in/2012.10/dampak-perang-dunia-ii.html?m=1, Diakses pada
hari senin 12 September 2016
http://Ihsan07.wordpress.com/2013/07/02/pengaruh-perang-dunia-2-terhadap-
indonesia/,Diakses pada hari senin 12 September 2016
http://www.dosenpendidikan.com/sejarah-latar-belakan-dan-penyebab-terjadinya-perang-
dunia-ke-ii/, Diakses pada hari senin 12 September 2016
http://footballokers.blogspot.co.id/2014/10/makalah-sejarah-perang-dunia-ke-ii.html, Diakses
pada hari senin 12 September 2016
http://www.dosenpendidikan.net/2015/12/pengertian-sebab-sebab-terjadinya-serta-sejarah-
Perang-Dunia-II.html, Diakses pada hari senin 12 September 2016

11