You are on page 1of 2

Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolic dengan karakteristik hiperglikemia yang

terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya.

Kriteria Diagnostis DM

1. Gejala klasik DM + glukosa plasma sewaktu >200mg/dL


2. Gejala klasik DM + glukosa plasma puasa >126 mg/dL
3. Glukosa plasma 2 jam pada TTGO >200 mn/dL

Pemeriksaan penyaring dilakukan pada semua individu dewasa dengan IMT >25 kg/m2 dengan factor
resiko:

1) Aktivitas fisik kurag


2) Riwat keluarga mengidap DM pada turunan pertama
3) Masuk kelompok etnik risiko tinggi (Afrika, Amerika, Asia, Latin)
4) Wanita dengan riwayat melahirkan bayi dengan berat >4000 gr atau riwayat Diabetes Melitus
Gestasional
5) Hipertensi TD >140/90 mmHg atau sedang dalam terapi obat anti hipertensi
6) Kolesterol HDL < 35 mg/dL dan atau trigliserida >250 mg/dL
7) Wanita dengan sindrom polikistik ovarium
8) Riwayat toleransi glukosa terganggu (TGT) atau Glukosa darah puasa terganggu (GDPT)
9) Keadaan lain yang berhubungan denganresistensi insulin (obesitas, akantosis nigrikans)
10) Riwayat penyakit kardiovaskular

Klasifikasi Diabetis Melitus (ADA 2009)

1. Diabetes Melitus Tipe 1 (destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolin)
a. Melalui proses imunologik
b. Idiopatik
2. Diabetis Melitus Tipe 2 (resistensi insulin, disertai defisiensi insulin relative sampai yang
predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin)
3. Diabetes Melius Tipe Lain
a. Defek genetic fungsi sel beta
 Kromosom 12. HNF-α
 Kromoson 7, glukokinase
 Kromosom 20, HNF-α
 Kromosom 13, insulin promoter factor
 Kromosom 17, HNF- 1β
 Kromosom 2, Neuro D1
b. Defek genetic kerja insulin: resistensi insulin tipe A, leprechaunism, sindrom Rabson
Mendenhall diabetes lipoatrofik
c. Penyakit eksokrin pancreas: pankreatitis, trauma/pankreatektomi, neoplasna, fibrosis
kistik
d. Endokrinopati: akromegali, hipertiroidisme somatostatinoma
e. Karena obat/zat kimia: vacor, pentamidin, asam nicotinat
f. Infeksi: rubella congenital, CMV
g. Imunologi (jarang)
h. Sindroma genetic lain

Patofisiologi Diabetes Melitus

Gangguan sekresi insulin atau gangguan kerja insulin yang awalnya akan dikompensisasi oleh sel
beta pancreas akan menyebabkan hiperinsulinemia sehingga keadaan glukosa darah masih normal atau
meningkat sedikit.

Kemudia terjadi ketidaksanggupan sel beta pancreas baru akan terjadi diabtes meliyus secara
klinis ditandai dengan terjadinya kenaikan glukosa darah yang memenuhi kriteria diagnosis diabetes
mellitus. Hiperglikemia awalnya terjadi pada fase setelah makan saat otot gagal melakukan ambilan
glukosa dengan optimal. Pada fase berikutnya dimana insulin semakin menurun, maka terjadi produksi
glukosa hati yang berlebihan mengakibatkan meningkatya glukosa darah pada saat puasa.