You are on page 1of 2

Genitalia Wanita

Anatomi

Serviks uteri atau biasa disebut serviks terdapat di setengah hingga sepertiga
bawah uterus, berbentuk silindris, dan menghubungkan uterus dengan vagina
melalui kanal endoservikal. Serviks uteri terdiri dari portio vaginalis, yaitu bagian
yang menonjol ke arah vagina dan bagian supravaginal. Panjang serviks uteri
kira-kira 2,5 – 3cm dan memiliki diameter 2 - 2,5cm. Pada bagian anterior serviks
berbatasan dengan kantung kemih. Pada bagian posterior, serviks ditutupi oleh
peritoneum yang membentuk garis cul-de-sac ( Snell, 2012 ).
Bagian- bagian serviks:
a. Endoserviks : sering disebut juga sebagai kanal endoserviks.

b. Ektoserviks (eksoserviks) : bagian vaginal serviks

c. Os Eksternal : pembukaan kanal endoserviks ke ektoserviks

d. Forniks : refleksi dinding vaginal yang mengelilingi ektoserviks

e. Os Internal: bagian batas atas kanal


Pada serviks terdapat zona trasformasi ( transformation zone ), yaitu: area
terjadinya perubahan fisiologis sel-sel skuamos dan kolumnar epitel serviks.
Terdapat 2 ligamen yang menyokong serviks, yaitu ligamen kardinal dan
uterosakral. Ligamen kardinal adalah jaringan fibromuskular yang keluar dari
segmen bawah uterus dan serviks ke dinding pelvis lateral dan menyokong
serviks. Ligamen uterosakral adalah jaringan ikat yang mengelilingi serviks dan
vagina dan memanjang hingga vertebra. Serviks memiliki sistem limfatik melalui
rute parametrial, kardinal, dan uterosakral.

Histologi Serviks
Serviks adalah bagian inferior uterus yang struktur histologinya berbeda dari
bagian lain uterus. Struktur histologi serviks terdiri dari:
a. Endoserviks : Epitel selapis silindris penghasil mukus

b. Serabut otot polos polos hanya sedikit dan lebih banyak jaringan ikat padat
(85%).
1
c. Ektoserviks : Bagian luar serviks yang menonjol ke arah vagina dan memiliki
lapisan basal, tengah, dan permukaan. Ektoserviks dilapisi oleh sel epitel
skuamos nonkeratin.
Pertemuan epitel silindris endoserviks dengan epitel skuamos eksoserviks disebut
taut skuamokolumnar (squamocolumnar junction, SCJ). Epitel serviks mengalami
beberapa perubahan selama perkembangannya sejak lahir hingga usia lanjut.
Sehingga, letak taut skuamokolumnar ini juga berbeda pada perkembangannya.
a. Saat lahir, seluruh serviks yang “terpajan” dilapisi oleh epitel skuamos.

b. Saat dewasa muda, terjadi pertumbuhan epitel silindris yang melapisi


endoserviks. Epitel ini tumbuh hingga ke bawah ektoserviks, sehingga epitel
silindris terpajan dan letak taut berada di bawah eksoserviks.

c. Saat dewasa, dalam perkembangannya terjadi regenerasi epitel skuamos dan


silindris. Sehingga epitel skuamos kembali melapisi seluruh ektoserviks dan
terpajan, dan letak taut kembali ke tempat awal.
Area tempat bertumbuhnya kembali epitel skuamos atau tempat antara letak taut
saat lahir dan dewasa muda disebut zona transformasi. (Eroschenko, 2012)
Vagina
Anatomi
Merupakan saluran muskulo-membranasea (otot selaput) yang
menghubungkan rahim dengan dunia luar. Bagian ototnya berasal dari otot
levator ani dan otot sfingter ani (otot dubur) sehingga dapat dikendalikan dan
dilatih. Dinding vagina mempunyai lipatan sirkuler (berkerut) yang disebut
“rugae”. Ditengahnya ada bagian yg lebih keras disebut kolumna rugarum,
memungkinkan vagina pada persalinan melebar. Dinding depan vagina berukuran
9cm dan dinding belakangnya 11cm. Pada kehamilan terdapat hipervaskularisasi,
vagina tampak kebiruan, disebut LIVIDE Disebelah depan dinding vagina depan
bagian bawah terdapat uretra, sedangkan bagian atasnya berbatasan dengan
kandung kencing, sampai forniks anterior vagina. (Putz , R. 2012)
Histologi

Mucosa vagina tidak rata dan memperlihatkan banyak plica mucosae. Epitel
permukaan kanalis inguinalis adalah epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk.