You are on page 1of 5

ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM PERKEMIHAN

BENIGNA HIPERTROPI PROSTAT (BPH)

KELOMPOK 4

ANGGOTA :

1) ALFINA NORA
2) ANNISHA ALLAMA NOPTIKA
3) ARENA IRAWAN
4) FINNY NAFA RISKUIN
5) IBNU ANSYAR
6) INTAN PERMATA SARI
7) KARMILA
8) LEDYS AMELIA
9) MARTINA WISDAYANTI
10) RAHMAT ILLAHI
11) RANI PUTRI ANDESCO
12) SUCI WAHYU BUSTA
13) YUMIKO PASTIKA

SI KEPERAWATAN (3A)

STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG


2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikanrahmat-Nya kepada kami
sehingga dapat menyelesaikan askep mengenai penyakit BENIGNA HIPERTROPI PROSTAT (BPH).
Asekep ini disusun dalam rangka pendokumentasian dari aplikasi pembelajaran matakuliah Sistem Perkemihan.
Penyusunan askep ini tidak terlepas dari bantuan berbagaipihak. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan saran
dan kritik yang membangun demikesempurnaan askep ini di masa mendatang.Pada akhirnya, penyusun
mengharapkan semoga askep ini bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca umumnya.
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A. Konsep Dasar Penyakit
a) Pengertian
b) anatomi fisiologi
c) Etiologi
d) klasifikasi
e) komplikasi
f) Manifestasi Klinis
g) Patofisiologi
h) Pathway
i) Pemeriksaan Penunjang
j) penatalaksanaan
Teori asuhan Keperawatan
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
a. Pengkajian
b. Analisa Data
BAB IV PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Benigna Prostatic Hyperplasia (BPH) atau dalam bahasa umumnya dinyatakan sebagai
pembesaran prostat jinak, merupakan suatu penyakit yang biasa terjadi. BPH (Benigna Prostat
Hipertropi) adalah pembesaran atau hipertropi prostat. Kelenjar prostat membesar, memanjang
kearh depan ke dalam kandung kemih dan menyumbat aliran keluar urine, dapat menyebabkan
hydronefrosis dan hydroureter. Istilah benigna prostat hipertropi sebenarnya tidaklah tepat
karena kelenjar prostat tidaklah membesar, tetapi kelenjar-kelenjar periuretra lah yang
mengalami hipeplasia (sel-selnya bertambah banyak). Kelenjar-kelenjar prostat sendiri akan
terdesak menjadi gepeng dan disebut kapsul surgical.
Hipertropi prostat mengenai kebanyakan pria diatas 50 tahun. Istilah “hipertrori” disini
kurang tepat, karena pembesaran prostat disini disebabkan hyperplasia unsure kelenjar dan
jaringan seluler. Biasanya berat kelenjar prostat adalah 20 gram, dan terdiri atas 4 lobu. Pada
umur 70 tahu, berat prostat mencapai 60-200 bram. Kelenjar prostat adalah satu organ genetalia
pria yang terletak disebelah inferior buli buli dan melingkari uretra posterior. Bentuknya sebesar
buah kenari dengan berat normal pada orang dewasa kurang lebih 20 gram (Purnomo, 2011).
Bila mengalami pembesaran atau hiperplasy organ ini dapat menyumbat uretra pars prostatika
dan menyebabkan terhambatnya aliran urine keluar dari buli-buli atau lebih dikenal Benigna
Prostat Hiperplasy (BPH). Benigna Prostat Hiperplasy (BPH) adalah pembesaran jinak kelenjar
prostat yang disebabkan oleh karena hiperplasi beberapa atau semua bagian prostat meliputi
jaringan kelenjar/ jaringan fibromuskuler yang menyebabkan penyumbatan uretra pers
prostatika (Soetomo, 1994).

Pasien yang telah dilakukan tindakan pembedahan bukan berarti tidak timbul masalah
lain, masalah yang dapat terjadi setelah tindakan trans vesica prostatectomy (TVP) seperti
pasien akan kehilangan darah yang cukup banyak, retensi urine, inkontinensia urine, impotensi
dan terjadi infeksi (Purnomo, 2011). Dari 168 pasien yang menjalani trans vesica prostatectomy
(TVP), 15 % diperlukan tranfusi darah pasca operasi. Komplikasi lain yang biasa terjadi adalah
perforasi usus, infeksi luka bedah, disfungsi ereksi, diamati pada 164 pasien (98%), perubahan
berkemih pada 32 pasien (19%) dan perubahan usus (11%). Diantara perubahan perubahan
eliminasi urin ditemukan, yang paling sering (64%) adalah inkontinensia urin (Escudero, 2006).
TUJUAN
1. Tujuan Umum
Untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan asuhan keperawatan
secara langsung dan komprehensif yang meliputi aspek bio, psiko, sosial dan spiritual dengan
menggunakan pendekatan proses keperawatan pada klien dengan gangguan perkemihan
Nefrolitiasis.
2. Tujuan Khusus
a Mahasiswa/i mampu menyebutkan pengertian BPH
b Mahasiswa/i mampu mengetahui anatomi fisiologi BPH
c Mahasiswa/i mampu menjelaskan etiologi BPH
d Mahasiswa/i mampu mengetahui klasifikasi BPH
e Mahasiswa/i mampu mengetahui patofisiologi BPH
f Mahasiswa/i mampu mengetahui WOC BPH
g Mahasiswa/I mampu mengetahui komplikasi BPH
h Mahasiswa/i mampu mengetahui pemeriksaan penunjang BPH
i Mahasiswa/I mampu mengetahui penatalaksanaan BPH
j Mahasiswa/I mampu melakukan pengkajian BPH
k Mahasiswa/I mampu menentukan diagnosa BPH
l Mahasiswa/I mampu menentukan intervensi BPH