You are on page 1of 3

ABSTRAK

ROSNA R. PARUKKA (H1A1 14 265) Judul Hasil Penelitian Tinjauan


Yuridis Tanah Dengan Status Warisan Tanpa Bukti Kepemilikan Hak Atas
Tanah ( Studi Kasus Perkara Nomor 56/ Pdt.G/ 2009/ Pn.Kendari). Dengan
Pembimbing Bapak Dr. Muhamad. Satria, S.H.,M.Kn disebagai pembimbing I,
dan Ibu Jumiati Ukkas, S.H.,M.H pembimbing II
Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Untuk mengetahui status tanah
warisan tanpa bukti kepemilikan hak atas tanah dalam Putusan Perkara Nomor 56/
Pdt.G/ 2009/ PN. Kendari, dan pembuktian tanah warisan dalam Putusan Perkara
Nomor 56/ Pdt.G/ 2009/ PN. Kendari.
Tipe Penelitian ini adalah normatif yang merupakan suatu proses untuk
menemukan aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun doktrin-doktrin hukum
guna menjawab isu hukum yang dihadapi yang menghasilkan argumentasi, teori dan
konsep baru sebagai preskripsi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan
masalah Putusan Perkara nomor 56/Pdt.G/2009/PN.Kendari.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa putusan Nomor 56/Pdt.G/2009/PN.
Kendari dalam hal ini Penggugat memiliki sebidang tanah, yang merupakan
peninggalan orang tua penggugat Almarhum Maulid seluas kurang lebih 5.000 M2
(panjang 125 m dan lebar 40), yang terletak di Jalan M.T. Haryono Kelurahan
Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Akan tetapi gugatan Penggugat tidak
jelas menyebutkan sebelah mana Tergugat mengusai tanah milik Penggugat.
Sebagaimana putusan MA No.621 K/Sip /1975, yang menyatakan bahwa “ternyata
sebahagian obyek harta perkara, tidak dikuasai Tergugat tetapi telah menjadi milik
pihak ketiga, dengan demikian gugatan dinyatakan mengandung cacat plurium litis
consortium”. Setelah majelis hakim mencermati provisi tuntutan Penggugat dalam
pokok perkara bahwa diatas tanah diatas tanah sengketa tidak ada bangunan
melainkan merupakan tanah kosong yang di tumbuhi oleh tanaman Nipah dan tanah
objek sengketa tersebut diusahai dan dikuasai oleh Tergugat, tidak ada pihak ketiga
yang menguasainya maka dengan demikian para Penggugat yang menggugat
Tergugat adalah sudah benar. Maka hakim dalam memutuskan perkara tersebut
mengabulkan tuntutan gugatan yang diajukan penggugat untuk seluruhnya dan
menolak eksepsi tergugat, dalam pokok perkara hakim menyatakan bahwa tanah
objek sengketa adalah sah milik para penggugat.

Kata Kunci: Tinjauan Yuridis, Tanah Warisan


ABSTRACK

ROSNA R. PARUKKA (H1A1 14 265) Title of Study Overview Juridical Land


With Inheritance Status Without Proof of Land Ownership (Case Study Case
Number 56 / Pdt.G / 2009 / Pn.Kendari). With Advisors Mohammed. Satria,
S.H., M.Kn as supervisor I, and Mrs. Jumiati Ukkas, S.H., M.H as mentor II
The purpose of this study is To To know the status of inherited land without proof of
ownership of land rights in Decision Case Number 56 / Pdt.G / 2009 / PN. Kendari,
and proof of inheritance land in Decision Case Number 56 / Pdt.G / 2009 / PN.
Kendari.
This type of research is normative which is a process to find the rule of law, legal
principles, and legal doctrines in order to answer the legal issues faced that generate
argumentation, new theories and concepts as prescriptions in solving problems faced
with problem Case Case number 56 / Pdt.G / 2009 / PN.Kendari.
The results of this study indicate that the verdict Number 56 / Pdt.G / 2009 / PN.
Kendari in this case Plaintiff has a plot of land, which is a relic of the deceased
parents of the late Maulid of approximately 5,000 M2 (125 m long and 40 wide),
located on Jalan M.T. Haryono Kelurahan Lalolara, District Kambu, Kendari City.
However, the Plaintiff's lawsuit does not clearly state the extent to which the
Defendant has taken over the Plaintiff's land. As the Supreme Court Decree No.621 K
/ Sip / 1975, which states that "apparently part of the property of the case, is not
controlled by the Defendant but has become the property of a third party, thus the
claim is deemed to contain a defect of plurium litis consortium". After the panel of
judges observed the provisions of the Plaintiff's claim in the matter of the above
matter that the above land on the land of dispute there is no building but is an empty
land which is tumbuhi by Nipah plants and the land of the object of the dispute is
controlled and controlled by the Defendant, no third party controls it thus The
Plaintiff who sued the Defendant is correct. Thus the judge in deciding the case
granted the claim of the lawsuit filed by the plaintiff for the whole and refused the
defendant's exception, in the principal matter of the judge declaring that the land of
the disputed object is lawful of the plaintiffs.
Keywords: Juridical Review, Heritage Land