You are on page 1of 3

Profil Pasien Adolescent Idiopathic Scoliosis di Rumah Sakit Orthopaedi Prof. dr.

Dr. R. Soeharso Surakarta dan Rumah Sakit dr. Moewardi Surakarta Tahun 2017
(Retrospective)
Hanif Andhika Wardhana*, Rieva Ermawan**, R. Andhi Prijosedjati**, Pamudji Utomo**
*Residen Orthopaedi dan Traumatologi, FK Universitas Sebelas Maret, RSUD Dr. Moewardi, RSO Prof.
DR.R Soeharso, Surakarta
**Divisi Bedah Tulang belakang, FK. Universitas Sebelas Maret, RSO Prof. DR.R Soeharso, RS dr.
Moewardi, Surakarta
ABSTRAK

Pendahuluan
Skoliosis adalah deformitas tulang belakang yang mengalami deviasi ke arah lateral.
Skoliosis idiopatik cukup banyak ditemukan yaitu 0,5% dari populasi dan 85% dari
keseluruhan skoliosis struktural. Skoliosis idiopatik disebut tipe adolesen apabila pasien
terdiagnosis atau ditemukan pada usia 10-18 tahun dan lebih sering pada wanita. Etiologi
pastinya belum dketahui tetapi dianggap sebagai keturunan karena ditemukan secara
autosomal dominan.

Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil pasien Adolescent Idiopathic Scoliosis
dan menjadi data dasar untuk penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan Adolescent
Idiopathic Scoliosis untuk memberikan masukan dalam meningkatkan kapabilitas dan
hasil akhir penanganan Adolescent Idiopathic Scoliosis secara holistik di RSO Prof. DR.
R Soeharso dan RSU. Dr. Moewardi Surakarta .

Metode: Penelitian retrospektif deskriptif yang dilakukan pada seluruh pasien dengan
Adolescent Idiopathic Scoliosis yang telah menjalani tindakan operatif di RSO Prof. DR.
R Soeharso dan RSU. Dr. Moewardi Surakarta sejak Januari 2017 sampai Desember
2017. Evaluasi dilakukan pada data usia dan jenis kelamin pasien, tipe klasifikasi
menurut LENKE, dan persen perubahan sudut Cobb pasca operasi.

Hasil : 44 data pasien telah diperiksa, 38 pasien ditatalaksana di RSO Prof. dr. R.
Soeharso, dan 6 pasien di RSU dr. Moewardi. Didapatkan 40 laki-laki dan 4 wanita,
Dengan rata-rata umur adalah 15 tahun. Tipe klasifikasi berdasarkan LENKE terbanyak
adalah LENKE III sebanyak 18 pasien, dan paling jarang adalah LENKE V yaitu
sebanyak 2 pasien. Rata-rata perubahan Cobb’s angle pasca operasi adalah sebesar
60.2%.
.
Kesimpulan : Adolescent Idiopathic Scoliosis paling banyak terdiagnosis di Prof. DR. R
Soeharso dan RSU. Dr. Moewardi Surakarta pada usia 15 tahun dengan tipe terbanyak
adalah LENKE III. Penanganan dengan koreksi deformitas dan instrumentasi posterior
memberikan hasil luaran post operatif yang baik, dimana rerata perubahan sudut Cobb
sebesar 60.2%.
Kata Kunci : Adolescent Idiopathic Scoliosis, skoliosis, spinal deformity

PROFILE OF ADOLESCENT IDIOPATHIC SCOLIOSIS PATIENTS IN PROF.


DR. R. SOEHARSO ORTHOPAEDIC HOSPITAL AND DR. MOEWARDI
HOSPITAL SURAKARTA
JANUARY 2017 – DECEMBER 2017
( Retrospective Study)
Hanif Andhika Wardhana *, Rieva Ermawan**, R. Andhi Prijosedjati**, Pamudji Utomo**
*Resident of Orthopaedic & Traumatology, Faculty of Medicine Sebelas Maret University
**Staff of Department of Orthopaedic & Traumatology, Faculty of Medicine Sebelas Maret University
– Dr. Moewardi General Hospital / Prof Dr R. Soeharso Orthopaedic Hospital Surakarta

ABSTRACT

Background :
Scoliosis is a deformity of the spine that deviates laterally. The prevalence of idiopathic
scoliosis is quite common, as much 0.5% of the population and 85% of all structural
scoliosis. Idiopathic scoliosis is called adolescent type if the patient is diagnosed or found
at the age of 10-18 years and more prevalent in girls. The etiology is certainly not known
but is considered a hereditary because it is found to be autosomal dominant.

Objective :
The purpose of this study is to evaluate the profile of Adolescent Idiopathic Scoliosis
patients and provide the basic data for further research related to Adolescent Idiopathic
Scoliosis to improve the capability and outcome of the management of Adolescent
Idiopathic Scoliosis holistically in the RSO Prof. DR. R Soeharso and RSU. Dr.
Moewardi Surakarta.

Methods :
The retrospective study included all patients diagnosed Adolescent Idiopathic Scoliosis
treated operatively in Prof. Dr. R. Soeharso Orthopaedic Hospital Surakarta from January
2017 to Desember 2017. This research was conducted by gathering patients’ data and
evaluating them based on neurological post operative with ASIA Score.

Result
44 patient’s data were examined, 38 patients were managed at RSO Prof. dr. R. Soeharso,
and 6 patients at RSU Dr. Moewardi. There were 40 men and 4 women, with an average
age of 15 years. The most common type based on LENKE classification is LENKE III
(18 patients) and the rarest is LENKE V (2 patients). The average change in Cobb’s
angle after surgery was 60.2%.
Conclusion
The median age of Adolescent Idiopathic Scoliosis patient diagnosed in Prof. DR. R
Soeharso and RSU. Dr. Moewardi Surakarta is 15 year old with the most common type is
LENKE III. The management with correction of deformity and posterior instrumentation
gave a good postoperative outcome, where the average change in Cobb angle was 60.2%.

Keyword : Adolescent Idiopathic Scoliosis, scoliosis, spinal deformity