You are on page 1of 5

Nama : Siti Aisah

1. ANATOMI TERNAK
a) Sistem Kerangka Ternak
Tulang terdiri atas tulang keras (Os) dan tulag rawan (Cartilago). Semua tulang dibungkus
oleh selaput jaringan ikat yan disebut periost. Menurut Anonim (2010), berdasarkan
bentuknya tulang dibagi menjadi:
1) Tulang pipa (Ossa longa)
Ciri-cirinya adalah berbentuk silindris memanjang dan kedua ujung membesar (epifise).
Contohnya: tulang paha (os femus) dan tulang lengan (os humerus)
2) Tulang pipih (Ossa Plana)
Cirri-cirinya adalah berbentuk pipih, permukaan datar dan bertugas melindungi bagian
tubuh yang lunak seperti otak dan alat-alat dalam. Contohnya: tulang belikat (os scapula)
dan tulang panggul (os coxae).
3) Tulang pendek (Ossa Brevis)
Berdasarkan letak dan fungsinya, tulang dibagi dalam 3 kelompok :
1) Axial Skeleton (Kerangka Sumbu)
Meliputi; tulang belakang (columna vertebralis), tulang rusuk (os costae), tulang dada (os
sternum), tulang kepala (ossa cranii).
2) Appendicular skeleton (Tulang Anggota Gerak)
Appendicular skeleton dibedakan menjadi extremitas anterior dan extremitas posterior.
3) Viesceral Skeleton (tulang yang berkembang dalam organ dalam atau organ lunak).
Seperti; os penis (tulang kelamin jantan pada anjing), os cardis (tulang jantung pada sapi) .
Menurut Anonim (2012), pada dasarnya kerangka tubuh hewan dibagi menjadi beberapa
bagian yaitu :
1) Ossa cranii, dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
a) Bagian tengkorak; os ocipitale (tulang kepala belakang), os sphenoidale (tulang baji), os
othmoidale (tulang rapis), os parietale (tulang ubun-ubun), os frontale (tulang dahi), os
temporale (tulang pelipis).
b) Pars splanehno cranii; os morale (tulang pipi), os lacrimale (tulang air mata), os nasale
(tulang hidung), os premaxillare (tulang rahang atas muka), os maxillare (tulang rahang
atas), os mandibulare (tulang rahang bawah).
2) Columna vertebralis (susunan tulang belakang), yang terdiri dari :
a) Vertebrae cervicalis (ruas tulang leher)
b) Vertebrae thoracales (ruas tulang punggung)
c) Vertebrae lumbales (ruas tulang pinggang)
d) Vertebrae sacrales (ruas tulang kemudi)
e) Vertebrae coccygeales (ruas tulang ekor)
f) Ossa castae (tulang-tulang rusuk), turut membentuk dinding sebelah lateral dari ruang
dada. Terdapat berpasangan kiri dan kanan. Jumlahnya sebanyak ruas tulang punggung;
pemamah biak 13 pasang, kuda 18 pasang, babi 14-15 pasang, carnivore 13 pasang.
g) Ossa sternum (tulang dada), meliputi :
h) Manubrium sterni
i) Processus xiphoideus
j) Carpus sterni
k) Crista sterni
3) Ossa ekstremitas, dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :
a) Ossa ekstremitas thoracalis (tulang kaki muka) diantaranya : os scapula, os humerus, os
radius, os ulna, ossa carpi, ossa metacarpalia, digit (os phalanx).
b) Ossa ekstremitas pelvinae (tulang kaki belakang), diantaranya : os coxae, os femur, os
tibia, os fibula, ossa tarsi, ossa metatarsalia, digit (os phalanx).
b) Sistem Perototan Ternak
Jaringan otot merupakan bagian yang penting yang menyusun beberapa organ pada tubuh
ternak. Secara garis besar ada tiga tipe otot, yaitu: otot polos, otot jantung dan otot skeletal
(Anonim, 2010).
1) Otot Polos
Adalah otot yang membangun organ yang tidak dapat di kontrol misalnya saluran
pencernaan. Otot polos juga di temukan di dalam pembuluh darah usus, dan organ lain
yang tidak berada di bawah perintah otak.
Otot polos tampak tersusun dalam dua lapisan, lapisan dalam sel otot polosnya tersusun
melingkar dan lapisan sebelah luar sel otot polosnya tersusun memanjang dan berinti sel.
Ciri-ciri otot polos, Sel-sel berbentuk spidal- Inti di tengah- Serabut-serabut retikuler
transversal menghubungkan sel-sel otot.
2) Otot Jantung
Merupakan otot yang membangun jantung. Otot jantung juga merupakan otot yang tidak
dapat diperintah, kontraksinya tidak tergantung pada actor luar (ekstrinsik). Otot jantung
terdiri dari tiga bentuk otot, yaitu otot atrial, otot ventricular, dan serabut otot purkinje.
3) Otot Rangka
Merupakan otot yang membangun sebagian besar tubuh. Serabut otot pada penampang
memanjangnya tampak sebagai pita-pita panjang yang tersusun sejajar satu sama lainnya.
Intinya berbentuk lonjong, jumlahnya banyak dan terdapat di tepi serabut tepat di bawah
sarkolema. Miofibri serabut otot rangka mengandung keping-keping gelap dan terang
secara berurutan dan pada tiap myofibril letaknya pada ketinggian yang sama. Diantara
serabut-serabut otot terdapat jaringan ikat kendur yang di sebut endomisium (Anonim,
2012).

FISIOLOGI TERNAK
Menurut Frandson (1992), menyatakan bahwa fisiologi ternak meliputi:
a) Struktur Sel
Sel terdiri dari ruangan-ruang internal yang dipisahkan oleh membran-membran
semipermeabel. Berbagai ruang internal tersebut dibungkus bersama-sama menjadi satu
oleh sebuah membran sel. Ruang-ruang internal sel dapat dibagi menjadi dua bagian
utama, yaitu sitoplasma dan inti sel (nukleus).
1. Sitoplasma
Sitoplasma meliputi semua yang terletak di dalam sel tetapi di luar inti sel. Mitokondria
adalah sumber energi sel, sedangkan retikulum endoplasma dan ribososm adalah struktur
sitoplasmik (organel yang penting untuk membentuk protein.
2. Inti Sel
Inti sel adalah suatu organel besar terbungkus membran yang mengandung berbagai asam
deoksiribonukleat (DNA, deokxyribonuclic acid), yaitu bahan genetik sel. DNA mengalami
pelipatan-pelipatan di dalam inti sel yang bertujuan untuk melindunginya dari kerusakan.
Jenis protein yang berperan dalam menentukan pelipatan dan protein DNA tersebut
disebut histon. Histon dan DNA ditemukan di bagain sel inti yang disebut nukleolus. Di
dalam dunkleolus inilah terjadi replikasi DNA, pembelahan sel dan transkrip DNA.
3. Membran Sel
Setiap sel dibungkus oleh sebuah membran sel. Membran sel adalah suatu sawar
semipermeabel dan tersusun dari sebuah lapisan ganda (bilayer) fosfolipid yang di
dalamnya mengandung molekul-molekul protein yang dapat bergerak bebas. Molekul-
molekul protein tersebut menembus membran secara total atau parsial.

b) Sistem Digesti (Dygestive Sistem)


Sistem digesti (digestive system, systema digestoria) disebut juga dengan sistem
pencernaan. Pencernaan adalah penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat makanan
dalam saluran pencernaan untuk dapat diserap dan digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh.
Pada pencernaan tersangkut suatu seri proses mekanis dan khemis dan dipengaruhi oleh
banyak faktor. Beberapa jenis hewan memiliki perbedaan-perbedaan kondisi saluran
pencernaan sehingga proses fisiologik yang terjadi juga mengalami perbedaan. Sistem
pencernaan pada ternak secara umum dapat dipisahkan berdasarkan struktur lambung
(ruminant dan non ruminant). Ternak yang tergolong sebagai ruminansia antara lain sapi,
kerbau, kambing, domba, rusa dan sebagainya. Ternak yang tergolong non-ruminansia
antara lain kuda, babi, kelinci dan berbagai bangsa unggas (Frandson (1992) .
2. ANATOMI REPRODUKSI SAPI JANTAN
4. Testes dibungkus oleh suatu pembungkus atau kantung yang di sebut SCROTUM .
Skrotum adalah kantong pembungkus testes. Skrotum terdiri atas kulit yang ditutupi bulu-
bulu halus, tunica dartos dan tunica vaginalis propria. Fungsi skrotum adalah mengatur
temperatur testis dan epididimis melindungi dan menyokong testis supaya tetap pada
temperatur 40 sampai 70C lebih rendah dari temperatur tubuh Tunica dartos berfungsi
memisahkan testes bagian kiri dan kanan. Testes memiliki dua fungsi yaitu memproduksi
spermatozoa dan hormon steroid (androgen dan testosteron) TESTES
5. Secara histologi didalam testes terdapat saluran yang berkelok yang disebut tubuli
seminiferi. Saluran ini berfungsi sebagai tempat pembentukan spermatogonium Dalam
saluran ini terdapat sel sertoli yang berfungsi sebagai pemberi nutrisi spermatozoa. Testes
Sapi Struktur testis
6. Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok yang menghubungkan testis dengan ductus
deferens. Epididimis terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Bagian kepala (caput epididimis),
Bagian badan (corpus epididimis), dan bagian ekor (cauda epididimis) Organ tersebut
berperan penting pada proses absorpsi cairan yang berasal dari tubulus seminiferustestis,
pematangan, penyimpanan dan penyaluran spermatozoa ke ductus deferens sebelum
bergabung dengan plasma semen dan diejakulasikan ke dalam saluran reproduksi betina.
EPIDIDIMIS
7. Epididiimis
8. Ductus deferens adalah sepasang saluran dari ujung distal cauda masing-masing
epididimis yang ujungnya didukung oleh lipatan peritoneum, melewati sepanjang korda
spermatika, melalui canalis inguinalis ke daerah panggul, dimana kemudian menyatu
dengan urethra . Ductus deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari
epididimis menuju vesikula seminalis. Selama pengaliran, saluran ini bergerak peristaltik.
Ductus deferens mempunyai fungsi sebagai tempat penyimpanan spermatozoa sebelum
diejakulasikan. Sebelum bermuara pada pangkal penis, terjadi pembesaran Vas Defferens
disebut AMPULA VAS DEFFERENS, sebagai reservoir spermatozoa sebelum diejakulasikan
Duktus / Vas deferens
9. Vas deferens
10. a. Ada dua tipe penis : 1) Fibroellastic (sapi, domba, babi; ada m. retractor penis) 2)
Fibrovascular/Cavernosa (kuda, primata) b. Bagian-bagian Penis 1) Corpus Penis 2)
Musculus Retractor Penis 3) Urethra 4) Glans Penis 5) Processus Urethralis PENIS ( organ
kapulatorius)
11. penis
12. Kelenjar Vesikularis (Vesica Seminalis) Kelenjar yang pertumbuhannya sebanding
dengan besarnya ukuran testes Pertumbuhan sangat tergantung hormon TESTOSTERON.
Kelenjar ini kaya dengan sel-sel sekretoris penghasil 50% volume plasma semen Pada
hewan KASTRASI : Kelenjar ini mengecil → Hilang Kelenjar Prostata Sekresinya sebagian
kecil dari seminal plasma. Terdapat dua buah (kiri dan kanan) Kelenjar Bulbourethralis
(Cowper) Kelenjar yang bersekresi sebelum ejakulasi. Pada sapi / domba menetes keluar
penis / praeputium sebelum ejakulasi Gunanya : membebaskan urethra dari pengaruh urine
untuk semen pada saat diejakulasikan Sebagian kecil dari seminal plasma KELENJAR
ASESORI
13. Organ reproduksi sapi betina terdiri atas : Ovarium Oviduc Uterus Cervix
Vagina Organ reproduksi bagian luar (vulva dan klitoris) ANATOMI REPRODUKSI SAPI
BETINA
14. Ovarium adalah organ primer (atau esensial) reproduksi pada betina seperti halnya
testes pada hewan. Ovari dapat dianggap bersifat endokrin atau sitogenik (menghasilkan
sel) karena mampu menghasilkan hormon yang akan diserap langsung ke dalam peredaran
darah, dan juga ovum. Oviduct merupakan saluran yang bertugas untuk menghantarkan
sel telur (ovum) dari ovarium ke uterus Fungsi oviduct sendiri adalah menerima sel telur
yang diovulasikan oleh ovarium, transport spermatozoa dari uterus menuju tempat
pembuahan, tempat pertemuan antara ovum dan spermatozoa (fertilisasi), tempat
terjadinya kapasitasi spermatozoa, memproduksi cairan sebagai media pembuahan dan
kapasitasi spermatozoa dan transport yang telah dibuahi (zigot) menuju uterus.
15. Uterus merupakan struktur saluran muskuler yang diperlukan untuk menerima ovum
yang telah dibuahi dan perkembangan zigot. Fungsi uterus yaitu saluran yang dilewati
gamet (spermatozoa), Spermatozoa akan membuahi sel telur pada ampula dengan secara
otomatis untuk mencapai ampulla akan melewati uterus dahulu. Tempat terjadinya
implantasi, Implantasi adalah penempelan embrio pada endometrium uterus. Tempat
pertumbuhan dan perkembangan embrio, berperan pada proses kelahiran (parturisi). Pada
hewan betina yang tidak bunting berfungsi mengatur siklus estrus dan fungsi corpus luteum
dengan memproduksi PGF2 alfa.
16. Cervix terletak di antara uterus dan vagina sehingga dikatakan sebagai pintu masuk ke
dalam uterus. Cervix ini tersusun atas otot daging sphincter Fungsi dari cervix adalah
menutup lumen uterus sehingga menutup kemungkinan untuk masuknya mikroorganisme
ke dalam uterus dan sebagai tempat reservoir spermatozoa. Vagina adalah organ
reproduksi hewan betina yang terletak di dalam pelvis di antara uterus dan vulva Fungsi
dari vagina adalah sebagai alat kopulasi dan tempat sperma dideposisikan. berperan
sebagai saluran keluarnya sekresi cervix, uterus dan oviduct. Dan sebagai jalan peranakan
saat proses beranak.
17. Vulva merupakan alat reproduksi hewan betina bagian luar. Vulva terdiri dari dua
bagian. Bagian luar disebut labia mayora dan bagian dalamnya disebut labia minora
Klitoris merupakan alat reproduksi betina bagian luar yang homolog dengan gland penis
pada hewan jantan yang terletak pada sisi ventral sekitar 1 cm dalam labia. Klitoris terdiri
atas dua krura atau akar badan dan kepala (glans). Klitoris akan berereksi pada hewan
yang sedang estrus. Fungsi dari klitoris ini membantu dalam perkawinan.

3. Penjelasan Sistem Pencernaan Pada Hewan Ruminansia -

Hewan ruminansia seperti sapi dan kerbau mempunyai pencernaan yang agak berbeda
dengan manusia. Pada bagian mulutnya, hewan ini memiliki rahang yang besar sehingga
gigi-gigi gerahamnya berukuran besar-besar dan lebar.

Sesuai dengan makanannya berupa tumbuhan yang banyak mengandung selulosa dan
bersifat lebih keras, gigi geraham ini berfungsi untuk mencabik dan menggilas makanannya
supaya hancur. Sedangkan gigi seri berukuran besar dan lebar berbentuk pahat berfungsi
untuk memotong dan mencabik makanan serta untuk memperkecil ukurannya agar mudah
dikunyah.

Kelenjar ludah di dalam mulut mensekresikan air liur dalam jumlah sangat banyak dan
mengandungnatrium bikarbonat sehingga dapat membasahi makanan dan menjaga kondisi
rumen (lambung) selalu lembap. Natrium bikarbonat memberikan suasana basa pada
makanan, yaitu memiliki pH kurang dari 8,5.

Jika kita perhatikan sapi saat makan, terlihat seolah-olah sapi melakukan gerakan
mengunyah secara terus-menerus. Ternyata sapi sering memuntahkan kembali makanan
dari bagian lambung, yaitu retikula rumen (rumen dan
retikulum) ke mulut untuk dikunyah kembali. Tujuannya untuk menghaluskan makanan
yang masih kasar, kemudian ditelan kembali. Karena peristiwa inilah sapi disebut hewan
ruminansia.

Lambung ruminansia dapat dibedakan menjadi bagian depan dengan ukuran yang besar,
yaitu rumen, retikulum, dan omasum serta bagian yang berada di belakang dengan ukuran
lebih kecil yang disebut abomasums.

Makanan yang sudah dihancurkan di dalam mulut dicampur dengan air liur dan ditelan
melalui kerongkongan (esophagus) masuk lambung, yaitu pada bagianretikulo-rumen. Di
dalam retikulo-rumen ini makanan dicerna menjadi bubur dengan gerakan mengaduk dari
kontraksi otot dinding retikulo-rumen. Setelah itu, makanan dimuntahkan kembali
melewati kerongkongan masuk ke dalam mulut untuk dikunyah kembali. Selanjutnya,
makanan turun kembali ke rumen.

Di dalam retikulo-rumen terdapat bakteri anaerob dan Protozoa dengan konsentrasi


masing-masing kurang lebih 109 tiap cc dan 106 setiap cc dari isi rumen. Aktivitas bakteri
dan Protozoa ini adalah untuk menfermentasikan makanan di retikulo-rumen. Selulosa
diubah menjadi selobiosa dan kemudian diubah menjadi glukosa-1-fosfat.

Makanan kemudian masuk ke dalam omasum, dan diteruskan ke abomasum yang


merupakan lambung sebenarnya. Di dalam abomasum terdapat getah lambung yang
berfungsi untuk mencerna makanan.

Dari abomasum, makanan masuk ke dalam usus. Usus ruminansia berukuran lebih panjang
daripada hewan lain yang ukuran tubuhnya sama. Hal ini disebabkan karena makanan
dicerna dengan bantuan bakteri dalam waktu yang agak lama di dalam usus dan dicerna
sedikit demi sedikit.

Bakteri-bakteri ini melakukan fermentasi selulosa dan membebaskan isi sel tumbuhan
sehingga mudah dicerna. Pati dicerna oleh amilase bakteri dan protozoa menjadi maltosa
dan isomaltosa. Oleh maltase diubah menjadi glukosa dan glukosa-6-fosfat. Sukrosa diubah
menjadi fruktosa dan glukosa oleh sukrase bakteri dalam protozoa. Dari hal ini sehingga kita
tidak heran lagi bahwa makanan ruminansia berasal dari rumput yang keras dinding selnya.

Selulosa tidak tercerna oleh enzim-enzin pencernaan, tetapi dapat tercerna oleh bakteri
dan Protozoa. Selain itu bakteri dapat menghasilkan vitamin terutama vitamin B.

Penting Untuk Diingat Seputar Sistem Pencernaan.

1. Makanan sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam proses metabolisme tubuh.


2. Makanan yang baik adalah yang memiliki kadar unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh
secara seimbang, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.
3. Defisiensi dari zat makanan tersebut dapat menyebabkan gangguan proses metabolisme.
4. Sistem pencernaan pada manusia terdiri atas bagian mulut, kerongkongan, lambung,
usus halus, dan usus besar.
5. Di dalam rongga mulut terdapat alat-alat, yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah.
6. Organ lambung terdiri atas bagian-bagian kardiaks, fundus, dan pilorus.
7. Bagian dari usus halus terdiri atas usus 12 jari (duodenum), usus kosong (jejunum) dan
usus penyerapan (ileum).
8. Di dalam usus besar terdapat mikroorganisme parasit yaitu bakteri Escheridia coli yang
berfungsi untuk membusukkan sisa-sisa makanan.
9. Pencernaan pada hewan ruminansia agak berbeda dengan manusia, terutama
disebabkan karena faktor makanan. Makanan ruminansia berupa tumbuhan yang
berdinding sel kuat dan keras.