You are on page 1of 2

v

SKRINING PENDENGARAN PADA PEKERJA PABRIK MINYAK


GORENG DI KAWASAN INDUSTRI MEDAN

ABSTRAK

Pendahuluan: Lingkungan kerja yang terpapar bising ditempat kerja


membawa dampak negatif bagi kesehatan khususnya pendengaran.
Bising yang melampui nilai ambang batas yang diperkenankan selama 8
jam kerja (85 dB) berpotensi menyebabkan kerusakan pada koklea
sehingga menyebabkan gangguan pendengaran baik yang bersifat
sementara maupun menetap.

Tujuan: Untuk mengetahui proporsi GPAB pada pekerja pabrik minyak


goreng dan faktor risiko usia, masa kerja dan intensitas kebisingan
terhadap terjadinya GPAB.

Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan cross-sectional


study. Data diperoleh melalui proses wawancara dan pemeriksaan
audiometri.

Hasil Penelitian: Rata-rata intensitas kebisingan bagian proses 98 dB


dan non-proses berkisar antara 46-98 dB. Hasil pemeriksaan audiometri
terhadap 100 pekerja yang memenuhi kriteria inklusi didapati 46 orang
(46,0%) GPAB tuli sensorineural dan 54 orang (54,0%) tidak mengalami
GPAB. Pekerja dengan masa kerja >10 tahun GPAB 15 orang (62,5%)
dan masa kerja ≤10 tahun 31 orang (40,8%) GPAB. Pekerja berusia >35
tahun GPAB 25 orang (55,6%) dan usia ≤35 tahun 21 orang (38,2%)
GPAB dan pekerja dengan intensitas kebisingan >85 dB GPAB 42 orang
(91,3%) dan ≤85 dB 4 orang (7,4%) GPAB.

Kesimpulan: Faktor risiko terjadinya GPAB terhadap usia dengan rasio


prevalensi 1,5 kali dibandingkan pekerja yang berusia ≤35 tahun; masa
kerja 1,5 kali dibandingkan pekerja dengan masa kerja ≤10 tahun;
intensitas kebisingan 12,3 kali dibandingkan pekerja yang terpapar
kebisingan ≤85 dB. Pekerja yang terpapar kebisingan >85 dB memiliki
faktor risiko GPAB.

Kata Kunci: GPAB, pekerja, pabrik minyak goreng

Universitas Sumatera Utara


vi

HEARING SCREENING IN THE COOKING OIL FACTORY WORKERS


IN INDUSTRIAL AREA IN MEDAN

ABSTRACT

Introduction: Work place had exposed noise gave a negative impact on


health, especially on hearing. Noise exceeded the threshold value allowed
for 8 hours of work (85 dB) could potentially caused damage to the
cochlea that resulted either temporary or permanent hearing loss.

Purpose: To determine the proportion of NIHL in the cooking oil factory


workers and the risk factor of age, period of work and noise intensity
occurence against NIHL.

Method: The study design is analytic descriptive with cross-sectional


study. Data collection was done through interviews and audiometry
screening.

Result: The study found that the noise intensity was 46-98 dB. The result
of audiometry examination of 100 workers showed 46 people (46,0%) with
NIHL sensorineural hearing loss and 54 people (54,0%) normal. Workers
with work period >10 years suffer NIHL are 15 people (62,5%) and work
period ≤10 years suffer NIHL are 31 people (40,8%), workers aged >35
years had NIHL 25 people (55,6%) and aged ≤35 years had 21 people
(38,2%) suffered NIHL and noise intensity >85 dB suffer NIHL 42 people
(91,3%) and ≤85 dB 4 people (7,4%) suffered NIHL.

Conclusions:. The risk factors for onset of NIHL on the age with
prevalence ratio 1,5 times compared to workers aged ≤35 years; work
period 1,5 times compared to workers work period ≤10 years; noise
intensity incidences 12,3 times compared to noise intensity ≤85 dB.
Workers exposed to noise >85 dB have risk factors for NIHL.

Key Words: NIHL, workers, cooking oil factory

Universitas Sumatera Utara