You are on page 1of 2

Abstrak - Hutan adalah suatu kesatuan hewan dan jasan renik [1] Hutan memiliki peran

ekosistem berupa hamparan lahan berisi penting sebagai penyimpanan karbon, dimana
sumber daya alam hayati yang didominasi hutan dapat menjadi sumber emisi karbon
pepohonan dalam persekutuan alam (source) dan juga dapat menjadi penyerap
lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak karbon dan menyimpannya (sink) [2]. Biomassa
dapat dipisahkan, berfungsi sebagai tempat merupakan tempat penyimpanan karbon dan
penyimpanan dan pengemisi karbon. disebut rosot karbon [3]. Biomassa di
Tumbuhan akan mengurangi karbon di atmosfer definisikan sebagai total jumlah materi hidup di
(CO2) melalui proses fotosintesis dan atas permukaan pada suatu pohom dan
menyimpannya dalam jaringan tumbuhan dinyatakan dengan satuan ton berat kering per
sampai watunya karbon tersebut tersikluskan satuan luas [4]. Tumbuhan akan mengurangi
kembali ke atmosfer. Proses penimbunan karbon di atmosfer (CO2) melalui proses
karbon (C) di dalam tubuh tanaman hidup fotosintesis dan menyimpannya dalam jaringan
dinamakan proses Sekuentrasi karbon. tumbuhan sampai watunya karbon tersebut
Dilakukan pengukuran diameter batang (DBH) tersikluskan kembali ke atmosfer, karbon
pohon dan tihang dengan perhitungan tersebut akan menempati salah satu dari
biomassa menggunakan metode non- sejumlah kantong karbon. Semua komponen
destructive dengan persamaan allometrik. penyusun vegetasi baik pohon, semak, liana dan
Penelitian ini dilaksanakan di kawasan PPLH epifit merupakan bagian dari biomassa atas
Seloliman Mojokerto. Tujuan dari praktikum ini permukaan. Di bawah permukaan tanah, akar
adallah untuk mengetahui, memahami dan tumbuhan juga merupakan penyimpan karbon
mampu menerapkan prinsip pengukuran rosot selain tanah itu sendiri [5].
karbon suatu vegetasi atau komunias flora.
Hasil analisis rosot karbon di ketahui Y total Pada ekosistem daratan, cadangan karbon
seluruh spesies yaitu 40779.27036 dan Rosot disimpan dalam 3 komponen pokok, yaitu:
karbon total 18758.4636 a. Bagian hidup (biomasa): masa dari bagian
Kata Kunci – Allometrik, Hutan, Metode non- vegetasi yang masih hidup yaitu batang,
ranting dan tajuk pohon (berikut akar atau
destructive, rosot karbon, Sekuetrasi karbon
estimasinya), tumbuhan bawah atau gulma
dan tanaman semusim.
I. PENDAHULUAN 1. Bagian mati (nekromasa): masa dari bagian
pohon yang telah mati baik yang masih tegak
Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem
di lahan (batang atau tunggul pohon), kayu
berupa hamparan lahan berisi sumber daya tumbang/tergeletak di permukaan tanah,
alam hayati yang didominasi pepohonan dalam tonggak atau ranting dan daun-daun gugur
persekutuan alam lingkungannya, yang satu (seresah) yang belum terlapuk.
dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Hutan
2. Tanah (bahan organik tanah): sisa makhluk
merupakan tempat penyimpanan dan hidup (tanaman, hewan danmanusia) yang
pengemisi karbon. Di permukaan bumi ini, telah mengalami pelapukan baik sebagian
kurang lebih terdapat 90 % biomassa yang maupun seluruhnya dan telah menjadi
terdapat dalam hutan berbentuk pokok kayu, bagian dari tanah. Ukuran partikel biasanya
dahan, daun, akar, dan sampah hutan (serasah), lebih kecil dari 2 mm [5].
Pengukuran biomassa tanaman dapat [5] D. Sutaryo. “Perhitungan Biomassa Sebuah
dilakukan dengan cara : Pengantar Untuk Studi Karbon dan
a) Sampling dengan pemanenan (destructive) Perdagangan Karbon”, Bogor Wetlands
Metode ini dilaksanakan dengan memanen International Indonesia Programme. 2009
selurh bagian tumbuhan. menggunakan
persamaan alometrik, tetapi belum diketahui [4] O.D Seng in Soewarsono, P.H. Specific
persamaan nya secara umum. gravity of Indonesia Woods and Its Significance
Pengembangan allometrik dilakukan dengan for Practical Use FRPDC Forestry Departement,
menebang pohon, dan mengukur diameter, Bogor Indonesia, (1990)
panjang, dan berat masanya. Meskipun
metode ini terhitung akurat untuk [6] K.Hairirah, A.Ekadinata, R. Ratna Sari, S.
menghitung biomassa pada cakupan area Rahayu. ‘’Pengukuran Cadangan Karbon dari
kecil, metode ini terhitung mahal dan sangat Tingkat Lahan ke Tingkat Lahan edisi ke -2”.
memakan waktu. Bogor, World Agroforestry Centre, ICRAF SEA
b) Sampling tanpa permanen (non-destructive) Regional Office, University of Brawijaya (UB),
Metode ini merupakan cara sampling dengan Malang, Indonesia xxp, (2011)
melakukan pengkukuran tanpa melakukan
pemanenan. Metode ini antara lain [7] S. Manuri. C.A.S. Putra dan A.D Saputra.
dilakukan dengan mengukur tinggi atau Teknik Pendugaan Cadangan Karbon Hutan.
diameter pohon dan menggunakan Palembang : Merang REDD Pilot Project German
persamaan alometrik untuk International Cooperation GIZ, (2011)
mengekstrapolasi biomassa [6]

Biomasa hutan berperan penting dalam


siklus biogeokimia terutama dalam siklus
karbon. Dari keseluruhan karbon hutan, sekitar
50% diantaranya terseimpan dalam vegetasi
hutan. Sebagai konsekuensi, jika terjadi
kerusakan hutan, kebakaran, pembalakan di
sebagainya akan menambah jumlah karbon di
atmosfer [7].

DAFTAR PUSTAKA
[1] A. Arif “ Hutan dan Kehutanan”. Yogyakarta :
Penerbit Kanisius (2005)

[2] E. Khudzaefa, “Sebaran Stok Karbon


Berdasarkan Karakteristik Jenis Tanah (Studi
Kasus: Area Hutan Halmahera Timur, Kab.
Maluku Utara)”, Jurnal Sistem Informasi, Vol
5(1), (2012)

[3] A, Yamani, “Studi Kandungan Karbon pada


Hutan Alam Sekunder di Hutan Pendidikan
Mandiangin Fakultas Kehutanan Unlam, “Jurnal
Hutan Tropis. Vol 1 No.1 (2013)