You are on page 1of 9

ABSTRAK

Mamah, Benetus. 2018. Hubungan Bermain Game Online Dengan Kebutuhan Tidur
Pada Anak Kelas V di SDN Mulyoagung 01 Dau dan SDN 02 Landungsari
Dau Kabupaten Malang. Skripsi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Tribhuwana Tunggadewi. Pembimbing I: Ani Sustriningsih, S.Kep., Ns.,
M.Kep. Pembimbing II: Nudela Desnani Frman Yasin, S.Kep., Ns., M.Kep.

Kebutuhan waktu tidur pada seorang anak seiring bertambahanya usia dan
bertambahnya jumlah aktivitas maka kebutuhan tidur akan semakin berkurang.
Kebutuhan tidur disebabkan oleh beberapa faktor, Salah satu penyebab kurangnya
kebutuhan tidur pada anak adalah bermain game online. Tujuan penelitian ini yaitu
mengetahui hubungan bermain game online dengan kebutuhan tidur pada anak kelas
V SD di SDN Mulyoagung 01 Dau dan SDN 02 Landungsari Dau Kabupaten
Malang. penelitian ini menggunakan desain korelasi yang bersifat cross sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa/i kelas V di SDN 01 Mulyoagung
dan SDN 02 Landungsari Dau Kabupaten Malang sebanyak 84 orang, dan teknik
sampling menggunakan simpel random sampling sebanyak 69 orang. Instrumen yang
digunakan adalah kuesioner. Analisis yang digunakan spearman rank dengan
menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian membuktikan bahwa bermain game online,
hampir seluruh responden dikategorikan sering yaitu sebanyak 57 orang (82,6%).
Kebutuhan tidur, hampir seluruh responden dikategorikan mengalami gangguan tidur
yaitu sebanyak 53 orang (76,8%). Hasil analisis didapatkan nilai signifikan sebesar
0,001 (p value ≤ 0,05) dengan nilai correlation coefficient 0,387, sehingga dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan bermain game online dengan kebutuhan tidur pada
anak kelas V SD di SDN Mulyoagung 01 Dau dan SDN 02 Landungsari Kabupaten
Malang. Dengan demikian Siswa-siswi perlu memperhatikan dan mengurangi
frekuensi bermain game online sebagai faktor yang mempengaruhi kurangnya
pemenuhan kebutuhan tidur, dengan cara mengalihkan waktu yang digunakakn untuk
bermain game online dengan melakukan aktivitas lain seperti belajar, membantu
orang tua, bermain dengan teman sebaya di lingkungan rumah.

Kata Kunci: Bermain Game Online, Kebutuhan Tidur Anak.


PENDAHULUAN Skala gangguan kebutuhan tidur
pada anak ditemukan cukup tinggi di
Tidur merupakan kebutuhan dasar seluruh dunia. Menurut data The
manusia yang termasuk dalam National Sleep Foundation (2004)
kebutuhan fisiologis yaitu kebutuhan diperkirakan 20-40% anak usia sekolah
yang sangat primer dan mutlak harus mengalami gangguan kebutuhan tidur,
dipenuhi untuk memelihara homeostasis dimana terdapat durasi tidur yang
biologis dan kelangsungan hidup bagi berkurang 1-2 jam dibandingkan
setiap individu. Kebutuhan ini rekomendasi yaitu 9-11 jam (National
merupakan syarat dasar, apabila Sleep Foundations, 2015). Skala
kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka gangguan kebutuhan tidur pada sebuah
dapat mempengaruhi kebutuhan yang studi di Beijing pada anak-anak umur 2-
lain. Tidur tidak hanya sekedar 12 tahun didapatkan sebesar 21.2% yang
mengistirahatkan tubuh, tapi juga menyamai kondisi di Negara-negara
mengistirahatkan otak khususnya Barat yaitu sebesar 20-25% (Mayes et
serebral korteks, yaitu bagian terpenting al., 2008).Besarnya jumlah pengguna
otak yang digunakan untuk mengingat Internet di Indonesia tercatat sebanyak
(Wartonah, 2006). Kebutuhan tidur yang 88,1 juta, tumbuh 16,2 juta dari
harus dipenuhi anak usia 6-13 tahun sebelumnya 71,9 juta (Goenawan &
adalah 9-11 jam, kebutuhan waktu tidur Muhammad Alif , 2015).
pada seorang anak seiring Skala gangguan kebutuhan tidur
bertambahanya usia dan bertambahnya menurut Departemen Ilmu Kesehatan
jumlah aktivitas maka kebutuhan tidur Anak Fakultas Kedokteran Universitas
akan semakin berkurang (Hirshkowitz, Indonesia (2016), gangguan kebutuhan
Whiton, & Albert, 2015). tidur mencapai 30%. Berdasarkan
Kebutuhan tidur disebabkan oleh penelitian oleh Dhita Novellia Sindhi
beberapa faktor, Salah satu penyebab (2013) yogjakarta, menunjukan bahwa
kurangnya kebutuhan tidur pada anak dari 14 responden yang dipilih secara
adalah bermain game online. Permainan acak skala gangguan kebutuhan tidur
ini sangatlah menarik karena dalam sebanyak 32,7%. Berdasarkan penelitian
permainan ini seseorang tidak hanya oleh Rahmat Andi Saputra (2017)
bermain dengan orang yang berada di kebumen, menunjukan bahwa dari
sebelahnya, namun dapat bermain responden kebutuhan tidur kurang 8 jam
dengan beberapa pemain di lokasi lain dengan skala 55,6%.
sampai di seluruh dunia. Anak usia Fenomena game online terjadi
sekolah dianggap lebih sering dan hampir di seluruh dunia, baik di negara
rentang terhadap penggunaan permainan barat maupun di negara Asia, termasuk
game online daripada orang dewasa Indonesia. Hasil survey Asosiasi
(Young, 2009). Game onlineakan Penyelenggara Jasa Internet Indonesia
memberikan efek negatif tersendiri bagi (APJII) pada tahun 2016 bahwa jumlah
pemain game (gamers) yang rata-rata pemain game online aktif (mereka yang
bermain 20,5 jam/minggu, efek yang hampir setiap hari bermain game online)
timbul seperti kemampuan sosial yang pada tahun 2010 sebesar 6 juta orang dan
rendah yang akan menimbulkan efek bertambah sekitar 500 ribu orang pada
antaralain depresi, cemas, pobia sosial tahun 2013 menjadi 6,5 juta orang.
dan menurunnya minat belajar (Gentile Perkiraan ini diperoleh dari data
et al, 2011). penggunaan Facebook di Indonesia yang
mencapai 30 juta orang, dimana 50%
dari penggunanya pernah memainkan mereka akan merasakan gelisah, cemas
game online yang terdapat pada situs atau depresi. Mereka tidak dapat
facebook (APJII, 2013). Sedangkan hasil berkonsentrasi dengan baik dan yang ada
survey APPJI tahun 2016 diperoleh jenis dalam pikiranya adalah cara kembali
konten internet yang diakses berupa bermain game online.
media sosial dan hiburan (termasuk di Penelitian Marlianti (2015),
dalamnya game online), untuk media membuktikan bahwa terdapat hubungan
sosial mencapai 129,2 juta orang dan kecanduan bermain game online dengan
hiburan mencapai 128,4 juta orang pola tidur dan motivasi belajar anak usia
(APJII, 2016). Game online merupakan 10-12 tahun di SD Mottoangin 2
permainan (games) yang bisa diakses Kecamatan Mariso Kota Makasar.
oleh banyak pemain, dimana mesin- Penelitian Diarti (2017), membuktikan
mesin yang digunakan pemain bahwa ada hubungan antara penggunaan
dihubungkan oleh suatu jaringan (Adams internet dengan gangguan pola tidur
& Rollings, 2010). pada mahasiswa PSIK UNITRI Malang.
Perkiraan ini diperoleh dari data Berdasarkan latar belakang dan
penggunaan Facebook di Indonesia yang penelitian terdahulu yang membuktikan
mencapai 30 juta orang, dimana 50% bahwa bermain game online berdampak
dari penggunanya pernah memainkan pada gangguan kebutuhan tidur, maka
game online yang terdapat pada situs untuk mengurangi gangguan kebutuhan
facebook (APJII, 2013). Sedangkan hasil tidur dan meminimalisir tingkat
survey APPJI tahun 2016 diperoleh jenis keparahan akibat dari bermain game
konten internet yang diakses berupa online, maka hal yang perlu dilakukan
media sosial dan hiburan (termasuk di adalah mengurangi frekuensi bermain
dalamnya game online), untuk media game online, dan waktunya dialihkan
sosialmencapai 129,2 juta orang dan untuk hal lain yang lebih
hiburan mencapai 128,4 juta orang menguntungkan seperti mengerjakan
(APJII, 2016). Menyebarnya tempat tugas sekolah, membantu orang tua,
permainan game online (warnet) dengan bermain dengan teman sebaya di dunia
biaya sewa yang relatif terjangkau antara nyata yang sangat bermanfaat bagi
2500-3000 rupiah per jam (studi di hubungan sosial anak.
warnet sekitar Tlogomas Malang), kedua Studi pendahuluan yang dilakukan
hal tersebut memudahkan pemain pada awalbulan Januari 2018 di SDN
termasuk anak-anak untuk mendapatkan Mulyoagung 01 Dau Malang, dengan
akses bermain game online. melakukan wawancara pada 10 orang
Rini (2011) menjabarkan ada siswa menyatakan bahwa
beberapa efek negatif akibat bermain seluruhnyasuka bermain game online,
game online pada anak, yaitu terhadap baik yang dimainkan di gadget maupun
kesehatan, kepribadian, dan menurunya di komputer, dan 9 orang sering tidur
prestasi akademik. Seorang anak yang terlambat karena masih sempat bermain
memiliki kebiasaan bermain game online game online dan terkadang ditemukan
akan berisiko mengalami stress, tidur sambil memegang HP yang masih
kerusakan mata, serta gangguan dalam kondisi play. Hasil studi
kebutuhan tidur.Penelitian Yee, proses pendahuluan yang dilakukan pada anak
game online bisa menimbulkan efek kelas V SDN 02 Landungsari Dau
negatif yaitu pemain mengalami Malang menyatakan dari 15 siswa,
kecanduan game, karena kecanduan diantaranya suka bermain game online.
game maka ketika tidak bermain game Salah satu game onlineyang populer saat
ini adalah Mobile Legend (Ml), selain itu SD di SDN Mulyoagung 01 Dau dan
peneliti juga mengajukan pertanyaan SDN 02 Landungsari Kabupaten Malang
terkait dengan game online untuk sebagai berikut.
mendapatkan informasi, dengan hasil
bahwa siswa sering bermain game Tabel 1 Karakteristik Responden
tersebut dirumah ataupun diwarnet Berdasarkan Jenis Kelamin
bersama dengan teman-temannya. Siswa/Siswi Kelas V SD di
Mereka mengatakan bermain game SDN Mulyoagung 01 Dau dan
tersebut asyik dan terkadang sampai SDN 02 Landungsari
tengah malam mereka masih bermain Kabupaten Malang Tahun 2018
game.
Berdasarkan uraian yang No Jenis Kelamin F %
dikemukakan di atas, maka peneliti 1 Laki-laki 31 44,9
tertarik untuk melakukan penelitian 2 Perempuan 38 55,1
dengan judul: “Hubungan bermain game Total 69 100
online dengan kebutuhan tidur pada anak
kelas V SD di SDN Mulyoagung 01 Dau Berdasarkan Tabel 1, menunjukan
dan SDN 02 Landungsari Dau bahwa sebagian besar siswa/siswi kelas
Kabupaten Malang” V SD di SDN Mulyoagung 01 Dau dan
SDN 02 Landungsari Kabupaten Malang
DESAIN PENELITIAN berjenis kelamin perempuan, yaitu
sebanyak 38 orang (55,1%).
Desain penelitian ini
menggunakan desain korelasi yang b. Karakteristik Responden Berupa
bersifat cross sectional. Populasi dalam Usia
penelitian ini adalah semua siswa/i kelas
V di SDN 01 Mulyoagung dan SDN 02 Adapun karakteristik responden
Landungsari Dau Kabupaten Malang berupa usia siswa/siswi kelas V SD di
sebanyak 84 orang, dan teknik sampling SDN Mulyoagung 01 Dau dan SDN 02
menggunakan simpel random sampling Landungsari Kabupaten Malang sebagai
sebanyak 69 orang. Instrumen yang berikut.
digunakan adalah kuesioner. Analisis
yang digunakan spearman rank dengan Tabel 2 Karakteristik Responden
menggunakan SPSS 16. Berdasarkan Usia Siswa/Siswi
Kelas V SD di SDN
HASIL PENELITIAN Mulyoagung 01 Dau dan SDN
02 Landungsari Kabupaten
1. Data Umum Malang Tahun 2018

Adapun data umum dalam No Usia F %


penelitian ini meliputi jenis kelamin, usia 1 10 tahun 13 18,8
dan kelas yang diuraikan sebagai berikut. 2 11 tahun 48 69,6
3 12 tahun 7 10,1
a. Karakteristik Responden Berupa 4 13 tahun 1 1,4
Jenis Kelamin Total 69 100
Berdasarkan Tabel 2, menunjukan
Adapun karakteristik responden bahwa sebagian besar siswa/siswi kelas
berupa jenis kelamin siswa/siswi kelas V V SD di SDN Mulyoagung 01 Dau dan
SDN 02 Landungsari Kabupaten Malang Tabel 4 Kategori Bermain Kebutuhan
berusia 11 tahun, yaitu sebanyak 48 Tidur Anak pada Siswa/Siswi
orang (69,6%). Kelas V SD di SDN
Mulyoagung 01 Dau dan SDN
2. Data Khusus 02 Landungsari Kabupaten
Malang Tahun 2018
a. Bermain Game Online
Kategori
Berdasarkan hasil penelitian No Kebutuhan F %
diketahui bahwa kategori bermain game Tidur Anak
online pada siswa/siswi kelas V SD di 1 Gangguan 53 76,8
SDN Mulyoagung 01 Dau dan SDN 02 2 Tidak 16 23,3
Landungsari Kabupaten Malang dapat Total 69 100
ditampilkan sebagai berikut.
Berdasarkan Tabel 5.4,
Tabel 3 Kategori Bermain Game Online menunjukkan bahwa kebutuhan tidur
pada Siswa/Siswi Kelas V SD pada siswa/siswi kelas V SD di SDN
di SDN Mulyoagung 01 Dau Mulyoagung 01 Dau dan SDN 02
dan SDN 02 Landungsari Landungsari Kabupaten Malang hampir
Kabupaten Malang Tahun 2018 seluruh responden dikategorikan
mengalami gangguan yaitu sebanyak 53
Kategori orang (76,8%).
Bermain
No F %
Game c. Hubungan Bermain Game Online
Online dengan Pemenuhan Tidur Anak
1 Sering 57 82,6
2 Tidak sering 12 17,4 Tabulasi silang antara bermain
Total 69 100 game online dengan pemenuhan tidur
anak, dapat ditampilkan sebagai berikut.
Berdasarkan Tabel 3,
menunjukkan bahwa bermain game Tabel 5 Tabulasi Silang antara
online pada siswa/siswi kelas V SD di Bermain Game Online dengan
SDN Mulyoagung 01 Dau dan SDN 02 Pemenuhan Tidur Anak
Landungsari Kabupaten Malang hampir
seluruh responden dikategorikan sering Kebutuhan Tidur
Tidak
yaitu sebanyak 57 orang (82,6%). Variabel Gangguan
Gangguan
Total
Tidur
Tidur
b. Kebutuhan Tidur Anak Sering 52 (75,4%) 5 (7,2%) 57 (82,6%)
Bermain
Game Online Tidak
1 (1,5%) 11 (15,9%) 12 (17,4%)
sering
Adapun berdasarkan hasil Total 53 (76,8%) 16 (23,3%) 69 (100%)
penelitian diketahui bahwa kategori
kebutuhan tidur anak pada siswa/siswi Berdasarkan tabel 5, menunjukkan
kelas V SD di SDN Mulyoagung 01 Dau bahwa hamir seluruh siswa yang sering
dan SDN 02 Landungsari Kabupaten bermain game online mengalami
Malang dapat ditampilkan sebagai gangguan tidur sebanyak 52 orang
berikut. (75,4%).
Analisis statistik pada penelitian
untuk untuk membuktikan hipotesis
menggunakan analisis spearman rank. tergolong dalam kategori ini adalah
Analisis teknik ini dengan tingkat anak-anak yang memiliki kebebasan
signifikasi (α) sebesar 0,05. Adapun data waktu untuk bermain dengan teman-
disajikan sebagai berikut: teman terlebih jika orang tua
memanjakannya dengan memberikan
Tabel 6 Analisis Spearman Rank uang saku yang berlebihan sehingga
anak akan memilih warnet sebagai
Koefisien
Variabel N Sig. tempat bermain dengan teman-temannya
Korelasi
Bermain game online termasuk untuk bermain game online
69 0,001 0,387 tersebut. Selain itu orang tua juga terlalu
Pemenuhan tidur anak
memberikan fasilitas yang berlebihan
Dari Tabel 6, menunjukkan bahwa pada anak seperti menyediakan
hasil perhitungan Spearman Rank komputer dan jaringan internet tanpa ada
didapatkan nilai signifikan (Sig.) = 0,001 pengawasan terhadap anak.
(p value ≤ 0,05) yang berarti data Adapun beberapa faktor anak
dinyatakan signifikan dan H1 diterima, bermain game online jika dilihat dari
artinya ada hubungan bermain game data responden adalah anak usia remaja
online dengan kebutuhan tidur pada anak dan sebagian besar siswa/siswi kelas V
kelas V SD di SDN Mulyoagung 01 Dau SD di SDN Mulyoagung 01 Dau dan
dan SDN 02 Landungsari Kabupaten SDN 02 Landungsari Kabupaten Malang
Malang. berusia 11 tahun, yaitu sebanyak 48
Hasil analisis spearman rank juga orang (69,6%). Biasanya umur 11 tahun
menemukan nilai correlation coefficient (kelas 5) ini masih memiliki naluri yang
(koefisien korelasi) positif dengan nilai hanya ingin menghabiskan waktu untuk
0,387 yang berarti bahwa terdapat bermain saja. Selain umur dan kelas,
korelasi positif yaitu semakin sering jenis kelamin juga dapat mempengaruhi
anak bermain game online maka akan kemungkinan untuk bermain game
semakin tinggi kejadian anak mengalami online. Seperti yang diketahui bahwa
gangguan tidur. Nilai correlation sebagian besar siswa/siswi kelas V SD di
coefficient juga menunjukkan bahwa SDN Mulyoagung 01 Dau dan SDN 02
kontribusi hubungan antara hubungan Landungsari Kabupaten Malang berjenis
bermain game online dengan kebutuhan kelamin perempuan, yaitu sebanyak 38
tidur pada anak kelas V SD di SDN orang (55,1%) dan sisanya (44,9%)
Mulyoagung 01 Dau dan SDN 02 adalah laki-laki. Dimana pada saat ini
Landungsari Kabupaten Malang sebesar banyak permainan game yang telah
38,7%. menyesuaikan dengan jenis kelamin
yaitu permainan game online. Sehingga
PEMBAHASAN perlu adanya pengawasan dari orang tua
untuk membatasai anak dalam bermain.
1. Bermain Game Online Selain membatasi anak, orang tua harus
memberikan pendampingan ketika anak
Berdasarkan hasil penelitian, bermain. Hal ini bertujuan untuk anak
diketahui bahwa bermain game online tidak merasa bebas melakukan apa saja
pada siswa/siswi kelas V SD di SDN yang dia mau misalnya bermain berjam-
Mulyoagung 01 Dau dan SDN 02 jam tanpa memperhatikan waktu.
Landungsari Kabupaten Malang hampir
seluruh responden dikategorikan sering
yaitu sebanyak 57 orang (82,6%). Anak
2. Pemenuhan Tidur Anak semakin tinggi kejadian anak mengalami
gangguan tidur.
Berdasarkan hasil penelitian, Berdasarkan hasil analisis
diketahui bahwa kebutuhan tidur pada Spearman Rank didapatkan nilai
siswa/siswi kelas V SD di SDN signifikan (Sig.) = 0,001 (p value ≤ 0,05)
Mulyoagung 01 Dau dan SDN 02 yang berarti data dinyatakan signifikan
Landungsari Kabupaten Malang hampir dan H1 diterima, artinya ada hubungan
seluruh responden dikategorikan bermain game online dengan kebutuhan
mengalami gangguan yaitu sebanyak 53 tidur pada anak kelas V SD di SDN
orang (76,8%). Anak dengan kategori Mulyoagung 01 Dau dan SDN 02
kurang terpenuhi atau mengalami Landungsari Kabupaten Malang. Hasil
gangguan dapat disebabkan oleh analisis spearman rank juga menemukan
padatnya aktivitas yang dimiliki anak nilai correlation coefficient (koefisien
baik di dalam lingkungan sekolah korelasi) positif dengan nilai 0,387 yang
maupun di luar lingkungan kampu. Hal menunjukkan bahwa kontribusi
ini didukung dengan pendapat Potter & hubungan antara hubungan bermain
Perry (2005) bahwa jadwal studi yang game online dengan kebutuhan tidur
komlpleks dan aktivitas lain dalam pada anak kelas V SD di SDN
kegiatan yang berkaitan dengan studi Mulyoagung 01 Dau dan SDN 02
pendidikan dapat berdampak pada Landungsari Kabupaten Malang sebesar
masalah fisik seperti kelelahan. 38,7%.
Kelelahan akibat aktivitas yang Hasil penelitian ini mendukung
berlebihan atau penuh stres dapat penilitian-penelitian sebelumnya seperti
membuat seseorang sulit tidur. Manalu, yang dilakukan oleh Ambarasari (2012),
et al., (2012) menyebutkan bahwa yang membuktikan ada hubungan lama
peralatan elektronik di dalam kamar permainan game online dengan pola
tidur, antara lain televisi, akses internet tidur anak usia 10-12 tahundi Wilayah
dan gadget membuat mahasiswa terjaga Jaten Kabupaten Karanganyar.
di malam hari untuk bermain game, Penelitian Indrawati (2014), dalam hasil
browsing, chatting, nonton, penelitiannya membukikan bahwa ada
mendengarkan musik dan bermain hubungan permainan video game dengan
telepon gengam (handphone). pola tidur anak usian sekolah di SD
Muhammadiyah Condong Catur
3. Hubungan Bermain Game Online Sleman. Penelitian Marlianti (2015),
dengan Pemenuhan Tidur Anak membuktikan bahwa terdapat hubungan
kecanduan bermain game online dengan
Tabulasi silang antara variabel pola tidur dan motivasi belajar anak usia
bermain game online dengan kebutuhan 10-12 tahun di SD Mottoangin 2
tidur anak menunjukkan hampir seluruh Kecamatan Mariso Kota Makasar.
siswa yang sering bermain game online Penelitian lain yang dilakukan oleh
mengalami gangguan tidur sebanyak 52 Mawitjere, dkk (2017), membuktikan
orang (75,4%). Hal tersebut didukung bahwa ada hubungan lama penggunaan
dengan hasil analisis spearman rank gadget dengan kejadian insomnia pada
menemukan nilai koefisien korelasi siswi di SMA Negeri 1 Kawangkoan.
(correlation coefficient) positif dengan Dan penelitian Diarti (2017),
nilai 0,387 yang berarti bahwa terdapat membuktikan bahwa ada hubungan
korelasi positif yaitu semakin sering antara penggunaan innternet dengan
anak bermain game online maka akan
gangguan pola tidur pada mahasiswa kelas V SD di SDN Mulyoagung 01
PSIK UNITRI Malang. Dau dan SDN 02 Landungsari
Kecanduan game daat Kabupaten Malang.
menyebabkan bermain game online
dalam jangka waktu yang lama, menjadi DAFTAR PUSTAKA
faktor yang dapat mempengaruhi
kurangnya pemenuhan kebutuhan tidur. Adams E & Rollings A. 2010.
Hal ini dikarenakan anak lebih suka Fundamentals of game design, ed.
berada di depan layar seperti handphone, Barkeley, CA: New Riders.
televisi, dan komputer. Waktu yang
seharusnya digunakan untuk beristirahat Asosiasi Penyedia Jasa Internet
namun anak cenderung Indonesia/APJII. 2014. Profil
memanfaatkannya untuk duduk di depan Pengguna Internet Indonesia
layar dan asik dalam bermain game 2014.
online. Hal tersebut diakibatkan karena https://www.slideshare.net/interne
terlalu lama bermain game onlie para tsehat/profil-pengguna-internet-
pemain akan sering melupakan waktu indonesia-2014-riset-oleh-apjii-
untuk tidur sehingga mengalai gangguan dan-puskakom-ui. Akses tanggal
pola tidur yang teratur (Young, 2007). 22 Februari 2018.
Gangguan pola tidur yang
Ayu Rini. 2011. Menanggulangi
bekrepanjangan dapat mengganggu
Kecanduan Game On-Line Pada
kesehatan fisik dan psikis. Dari segi
Anak. Jakarta: Pustaka Mina.
fisik, kurang tidur akan menyebabkan
muka pucat, mata sembab, badan lemas, Ambarsari, Rini Trias and , Siti Arifah,
dan daya tahan tubuh menurun sehingga S.Kp., M.Kes and , Dewi
mudah terserang penyakit. Sedangkan Listyorini, S.Kep.,
dari segi psikis, kurang tidur akan Ns (2012) Hubungan Lama
menyebabkab timbulnya perubahan Permainan Game Online Dengan
suasana kejiwaan, sehingga penderita Pola Tidur Anak Usia 10-12 Tahun
akan menjadi lesu, lamban menghadapi Di Wilayah Jaten Kabupaten Ka
rangsangan dan sulit berkonsentrasi ranganyar. Skripsi thesis,
(Endang, 2007). Universitas Muhammadiyah
Surakarta.
SIMPULAN
Diarti, Emi. (2017). Hubungan antara
Berdasarkan hasil penelitian dan Penggunaan Innternet Dengan
pembahasan pada bab sebelumnya, maka Gangguan Pola Tidur Pada
dapat disimpulkan sebagai berikut. Mahasiswa PSIK UNITRI
1. Bermain game online, hampir Malang. Nursing News, Volume 2,
seluruh responden dikategorikan Nomor 3, 2017.
sering yaitu sebanyak 57 orang
(82,6%). Endang, Achandi L. (2007). Gizi dan
2. Kebutuhan tidur, hampir seluruh kesehatan Masyarakat.
responden dikategorikan mengalami Departemen kesehatan dan
gangguan tidur yaitu sebanyak 53 GiziUniversitas Indoesia. Jakarta:
orang (76,8%). Grafindo Persada.
3. Ada hubungan bermain game online Gentile Douglas A., Hyekyung
dengan kebutuhan tidur pada anak Choo,Albert Liau,Timothy Sim,
Dongdong Li, Daniel Fung, and alauddin.ac.id/4814/1/dewi%20m
Angeline Khoo, (2011). arlianti_opt.pdf. Akses tanggal 22
Pathological video game use Februari 2018.
among youths: a two-year
longitudinal study. Pediatrics National Sleep Foundation. 2007. How
volume 127, Number 2, February Much Sleep Do We Really Need.
2011. Online (Akses tanggal 18 Diakses pada tanggal 15 Febuari
Januari 2018) 2018.
http://pediatrics.aappublications.or
Pangerapan, Semuel A. 2015. Siaran
g/content/127/2/e319.
Pers (press release) Asosiasi
Goenawan, Muhammad Alif. 2015. Penyelenggara Jasa Internet
Pengungga Internet Indonesia Indonesia (APJII).
Tembus 88,1 Juta. Jakarta: Bumi
Aksara. Potter & Perry. 2005. Buku Ajar
Fundamental Keperawatan:
Hirshkowitz, M., Whiton, K., & Albert, Konsep, Proses, dan Praktik.
S. 2015. National Sleep Jakarta: EGC.
Foundation’s sleep time duration
recommendations. Journal of the Wartonah, T,. 2006. Kebutuhan Dasar
National Sleep Foundation, 40-43. Manusia dan Proses
Keperawatan. Jakarta: Salemba
Indrawati. 2017. Hubungan permainan Medika.
video game dengan pola tidur anak
usian sekolah di SD Young, K. 2009. Understanding Gaming
Muhammadiyah Condong Catur Addiction. Center for internet
Sleman. Naskah Publikasi, Addiction Recovery.
Program Studi Ilmu Keperawatan, Young, K. 2007. Understanding online
Fakultas Kedokteran dan Ilmu gaming addiction and treatment
Kesehatan, Universitas issues for adolescent. The
Muhammadiyah Yogyakarta. American Journal of Family
Manalu, A. R. N., Bebasari, E., Butar Therapy, 37, 355-372. Doi:
butar,W. R. 2012. Hubungan 10.1080/01926180902 942191.
kualitastidur dengan tekanan
darah padamahasiswa fakultas
kedokteranuniversitas riau
angkatan 2012.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc
/articles/PMC1120075.
Marlianti, Dewi. 2015. Hubungan
Kecanduan Bermain Game Online
dengan Pola Tidur dan Motivasi
Belajar Anak Usia 10-12 Tahun di
SD Mottoangin 2 Kecamatan
Mariso Kota Makasar. Skripsi,
Sarjana Keperawatan, Fakultas
Ilmu Kesehatan, UIN Alauddin
Makasar. http://repositori.uin-