You are on page 1of 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada hakikatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi.
Dalam proses komunikasi, kehadiran media sangatlah penting agar pesan yang
disampaikan oleh komunikator dapat diterima oleh komunikan secara efektif.
Demikian juga dalam pembelajaran, agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara
efektif dan efisien maka diperlukan media pembelajaran yang memudahkan siswa
belajar. Apalagi pada pembelajaran matematika yang memiliki tingkat kesulitan dan
keabstrakan konsep yang lebih tinggi dibanding dengan mata pelajaran yang lain.
Sejalan dengan hal tersebut, Azhar Arsyad (2003: 15) menyatakan bahwa
dalam suatu proses belajar mengajar, ada dua unsur yang sangat penting, yaitu
metode mengajar, dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan.
Pemilihan metode mengajar tertentu akan mempengaruhi media yang digunakan.
Media pembelajaran merupakan alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim,
kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan guru.
Bahkan di era globalisasi dan era teknologi informasi ini kehadiran ilmu dan
teknologi dengan segala fasilitasnya tidak dapat dibendung, bahkan perlu
dimanfaatkan seoptimal mungkin termasuk dalam pembelajaran. Para guru dituntut
agar mampu menggunakan alat-alat yang disediakan oleh sekolah, dan tidak menutup
kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi modern, seperti OHP, komputer, dll.
Pentingnya kemampuan guru dalam penggunaan media yang berteknologi
modern tersebut di atas terbukti dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional No 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru SD/MI sebagai tindak lanjut dari UU Guru dan Dosen pasal 32
yang mensyaratkan bahwa guru harus memiliki kompetensi di antaranya:
1. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan
pembelajaran (Butir kelima pada kompetensi pedagogik).
2. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk komunikasi dan
pengembangan diri (Butir ke-24 pada kompetensi profesional).
Namun kenyataannya masalah penggunaan media pembelajaran ini masih
sering diabaikan dengan berbagai alasan. Alasan yang sering muncul antara lain:
terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang
tepat, tidak tersedia biaya. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru telah
membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan dalam hal media pembelajaran.
Hal ini karena sesungguhnya bayak sekali jenis media yang bisa dipilih,
dikembangkan, dimanfaatkan sesuai dengan kondisi, waktu, biaya maupun tujuan
yang akan dicapai.

B. Deskripsi
Mata diklat ini membahas: pengertian dan konsepsi penggunaan media
pembelajaran, manfaat media pembelajaran, jenis-jenis media pembelajaran, dan
bagaimana memilih media yang tepat untuk topik dan tujuan pembelajaran tertentu.

C. Tujuan
Mengingat begitu pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran,
sebagaimana telah diuraikan dalam latar belakang di atas, maka melalui mata diklat
ini, penulis ingin memberikan bekal kepada guru matematika tentang media
pembelajaran matematika. Diharapkan setelah mengikuti mata diklat ini peserta diklat
mampu:
1. Menjelaskan pengertian dan konsepsi penggunaan media pembelajaran
2. Menjelaskan manfaat media pembelajaran
3. Mengenal beberapa jenis media pembelajaran
4. Memilih media yang tepat untuk topik dan tujuan pembelajaran tertentu.

2
D. Pokok Bahasan
Sesuai dengan tujuan pembelajaran di atas, pokok bahasan dalam mata diklat
ini adalah:
1. Pengertian dan konsepsi penggunaan media pembelajaran
2. Manfaat media pembelajaran
3. Jenis-jenis media pembelajaran
4. Pemilihan media yang tepat untuk topik dan tujuan pembelajaran tertentu.

3
BAB II
MEDIA PEMBELAJARAN

A. Pengertian Media Pembelajaran


Frasa ”media pembelajaran” terdiri atas dua kata, yaitu media dan
pembelajaran. Istilah media itu sendiri telah didefinisikan oleh beberapa ahli, di
antaranya:
1. Rohani (1997: 3) merumuskan media adalah segala sesuatu yang dapat diindra
yang berfungsi sebagai perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi.
2. Sadiman (1993: 6) menyatakan bahwa media adalah perantara atau pengantar
pesan dari pengirim ke penerima pesan.
3. AECT (Association for Educational Communications and Technology) 1979
mengartikan media sebagai segala bentuk dan saluran untuk proses transmisi
informasi.
Sedangkan istilah pembelajaran digunakan untuk menunjukkan usaha pendidikan
yang dilaksanakan secara sengaja dengan tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu
sebelum proses dilaksanakan, serta yang pelaksanaannya terkendali (Miarso, 2004:
457).
Berdasarkan pengertian dua istilah di atas dapatlah didefinisikan istilah
”media pembelajaran”. Di antaranya:
1. Sadiman (1993: 7) mengemukakan media pendidikan adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga
dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian peserta
didik sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
2. Depdiknas (2004: 4) merumuskan bahwa media pembelajaran adalah segala
sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran,
perasaan, perhatian dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong
terjadinya proses belajar pada diri pebelajar.
4
3. Rohani (1997: 4) menyatakan media instruksional edukatif adalah sarana
komunikasi dalam proses belajar mengajar yang berupa perangkat keras maupun
perangkat lunak untuk mencapai proses dan hasil instruksional secara efektif dan
efisien, serta tujuan instruksioanl dapat dicapai dengan mudah.
4. Miarso (2004: 457) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah sarana untuk
memberikan perangsang bagi peserta didik supaya proses belajar terjadi.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta
dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik untuk
belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar serta menjadikan tujuan
pembelajaran dapat dicapai dengan mudah.
Jadi, media terdiri atas dua unsur yaitu perangkat keras (hardware) atau alat
dan perangkat lunak (software) atau bahan. Transparansi, program video adalah
software atau bahan. Software atau bahan tersebut hanya bisa disajikan jika tersedia
alatnya, yaitu OHP, video player.
Agar lebih jelas lagi perlu juga dikemukakan konsep lain yang sangat
berkaitan dengan media pembelajaran, yaitu sumber belajar. Konsep sumber
belajar memiliki cakupan yang lebih luas, yaitu semua sumber (baik berupa data,
orang, benda) yang dapat digunakan untuk memberi fasilitas/kemudahan belajar bagi
peserta didik. Sumber belajar meliputi POBATEL:
 Pesan (ide, fakta, data, ajaran, informasi, dll)
 Orang (guru, dosen, instruktur, widyaiswara, dll)
 Bahan (buku teks, modul, transparansi, kaset program audio, film, program
CAI/CBI, dll)
 Alat (OHP, komputer, tape recorder, CD player, dll)
 Teknik (praktikum, demonstrasi, diskusi, tutorial, pembelajaran mandiri, dll)

5
 Lingkungan (gedung sekolah, kebun, pasar, dll)
Apa pula bedanya dengan alat peraga, dan alat bantu pembelajaran? Pada
dasarnya keduanya termasuk dalam media, karena konsep media merupakan
perkembangan lebih lanjut dari konsep-konsep tersebut. Alat peraga adalah alat atau
benda yang digunakan untuk memperagakan fakta, konsep, prinsip atau prosedur
tertentu agar tampak lebih nyata/konkret. Alat bantu adalah alat/benda yang
digunakan oleh guru untuk mempermudah tugas dalam mengajar.

B. Konsepsi Media Pembelajaran


Apa konsep awal dari penggunaan media dalam pembelajaran? Gagasan
awalnya adalah dari pemikiran Johan Amos Comenius, bahwa ”Tak ada sesuatu
dalam akal pikiran manusia, tanpa terlebih dahulu melalui pengindraan”. Berdasarkan
pemikiran itu kemudian beliau menulis buku bergambar, yang berjudul ”Orbis
Sensualium Pictus” (Dunia Tergambar), terbit tahun 1657.
Perkembangan selanjutnya, para ahli dalam dunia pendidikan meneliti
efektifitas penggunaan media dalam pembelajaran tersebut. Berdasarkan hasil
penelitian terbukti bahwa seseorang hanya dapat mengingat apa yang dia lihat sebesar
20%, apa yang didengar 30%, apa yang dia dengar dan lihat 50%, dan 80% dari apa
yang dia dengar, lihat, dan kerjakan secara simultan (M. Suyanto, 2003: 18).
Terkait dengan hal tersebut, Edgar Dale membuat klasifikasi pengalaman
menurut tingkat, dari yang paling konkret ke yang paling abstrak. Semakin konkret
maka akan semakin besar pengalaman belajar yang diperoleh siswa. Klasifikasi
tersebut kemudian dikenal dengan nama kerucut pengalaman (cone of experience)
Edgar Dale sebagaimana ditunjukkan pada gambar berikut.

6
Kerucut Pengalaman Edgar Dale

abstrak
Lambang
Verbal

Lambang
Visual
Radio, Rekaman

film

Pameran, tv

Karya Wisata

Demonstrasi

Partisipasi

Pengalaman buatan

Pengalaman Langsung konkret

Barbara B. Seels dan Rita C. Richhey (1994: 15)

Menindaklanjuti fakta-fakta tersebut, dalam perkembangan terakhir ini telah


banyak dikembangkan multimedia pembelajaran seperti CAI (pembelajaran
berbantuan komputer), CBI (pembelajaran berbasis komputer) yang mampu
menampilkan teks, suara (narasi), musik latar, gambar, animasi, gambar bergerak,
video, dalam satu tampilan media, dan memungkinkan siswa dapat melakukan proses
belajar mandiri.

7
C. Manfaat Media
Berdasarkan kajian baik teoritik maupun empirik terungkap adanya berbagai
kegunaan media dalam pembelajaran. Miarso (2004: 458 -- 460) mengemukakan
kegunaan media dalam pembelajaran sebagai berikut.
1. Media mampu memberikan rangsangan yang variatif kepada otak, sehingga otak
dapat berfungsi secara optimal. Hasil penelitian Roger W. Sperry menunjukkan
bahwa belahan otak sebelah kiri merupakan tempat kedudukan pikiran yang
bersifat verbal, rasional, analitikal, dan konseptual. Belahan ini mengontrol
wicara. Belahan otak sebelah kanan merupakan tempat kedudukan pikiran
visual, emosional, holistik, fisikal, spasial dan kreatif. Belahan ini mengontrol
tindakan. Karena itu, sebagai salah satu implikasi dalam pembelajaran kedua
belahan otak tersebut perlu dirangsang bergantian dengan rangsangan audio dan
visual.
2. Dapat mengatasi perbedaan pengalaman yang dimiliki pebelajar. Ketersediaan
buku dan bacaan lain, kesempatan bepergian dan sebagainya adalah faktor-faktor
yang menentukan kekayaan pengalaman pebelajar. Jika pebelajar tak mungkin
untuk dibawa ke objek yang dipelajari, maka objeklah yang dibawa ke pebelajar
dengan melalui media.
3. Dapat melampaui ruang kelas. Banyak hal yang tak mungkin untuk dialami secara
langsung di dalam kelas oleh peserta didik karena: objek terlalu besar, objek
terlalu kecil, gerakan yang terlalu lambat untuk diamati, gerakan yang terlalu
cepat untuk ditangkap, objek yang akan diamati terlalu kompleks, ceramah
dihadapan ratusan peserta didik, rintangan musim, georafi dan lain-lain dapat
diatasi.
4. Memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan
lingkungannya.
5. Menghasilkan keseragaman pengamatan.
6. Membangkitkan keinginan dan minat baru
8
7. Membangkitkan motivasi dan merangsang untuk belajar
8. Memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari sesuatu yang konkret
maupun abstrak
9. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar mandiri, pada tempat
dan waktu serta kecepatan yang ditentukan sendiri
10. Mampu meningkatkan efek sosialisasi yaitu dengan meningkatnya kesadaran
akan dunia sekitar.
11. Dapat meningkatkan kemampuan ekspresi diri guru maupun peserta didik.
Lebih rinci, Rahadi (2004: 13 -- 16) mengklasifikasikan manfaat media
pembelajaran menjadi tiga, yaitu manfaat secara umum, manfaat secara rinci, dan
manfaat praktis. Manfaat secara umum dari media pembelajaran adalah
memperlancar interaksi antara guru dengan peserta didik sehingga kegiatan
pembelajaran lebih efektif dan efisien.
Manfaat secara rinci, yakni: (1) penyampaian materi pelajaran dapat
diseragamkan, (2) proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik, (3) proses
pembelajaran menjadi lebih interaktif, (4) evisiensi dalam waktu dan tenaga, (5)
meningkatkan kualitas hasil belajar, (6) memungkinkan proses belajar dapat
dilakukan kapan saja dan di mana saja, (7) dapat menumbuhkan sikap positif peserta
didik terhadap materi dan proses belajar, (8) mengubah peran guru ke arah yang lebih
positif dan produktif.
Sedang manfaat praktisnya adalah: (1) membuat materi pelajaran yang
abstrak menjadi konkret, (2) mengatasi kendala ruang dan waktu, (3) membantu
mengatasi keterbatasan indra manusia, (4) dapat menyajikan peristiwa langka dan
berbahaya dalam kelas, (5) memberikan kesan mendalam dan lebih lama tersimpan
pada diri peserta didik.

D. Berbagai Jenis Media Pembelajaran

9
Media pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya. Mulai dari yang
sederhana sampai yang paling canggih. Anderson (1976) mengelompokkan menjadi
10 golongan sebagai berikut.
No Golongan Media Contoh
I Audio Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
Buku pelajaran, modul, brosur, koran, foto/
II Cetak
gambar
III Audio-cetak Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
IV Proyeksi visual diam Overhead transparansi (OHT)
V Proyeksi audio visual Film bingkai (slide) bersuara
VI Visual gerak Film bisu, animasi
VII Audio visual gerak Film gerak bersuara, video/VCD, televisi
VIII Objek fisik Benda nyata, model, spesimen
IX Manusia dan lingkungan Guru, pustakawan, laboran
X Komputer CAI, CBI,

Henich dkk (1996) membuat klasifikasi media yang sering digunakan guru di
sekolah secara lebih sederhana sebagai berikut.
1. Media yang tidak diproyeksikan:
c. Media realia (benda nyata yang dihadirkan ke dalam kelas)
d. Model (benda tiruan dalam wujud tiga demensi yang merupakan
representasi/pengganti dari benda yang sesungguhnya.
e. Grafis, yaitu jenis media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-
simbol visual, seperti: gambar/foto, sketsa (gambar sederhana/draf kasar),
diagram atau skema, bagan atau chart, grafik.
2. Media proyeksi, yaitu OHP (overhead proyektor)
Media ini sangat praktis dan mempunyai banyak keunggulan. Media ini jauh lebih
bagus dari pada papan tulis tetapi juga tidak terlalu mahal dibanding media yang
lain. Beberapa keunggulan media ini adalah:
 Tidak memerlukan ruang gelap
10
 Cocok untuk semua ukuran kelas
 Siswa dapat mencatat isi informasi
 Dapat dicopy
 Tampilannya dapat divariasikan
 Dapat dipakai berulang-ulang
 Pembuatannya mudah
 Guru tidak perlu membelakangi siswa
 Lebih bersih dan sehat

Contoh media:
 OHT (overhead transparansi) atau power point tentang penambahan dan
pengurangan bilangan bulat

11
12
 CBI tentang: Program linier

3. Media audio: kaset audio


4. Media video: CCD (vedio compact disc)

E. Pertimbangan dalam Memilih Media


Tidak ada satu obat yang mampu menyembuhkan segala macam penyakit,
demikian juga tidak ada media yang cocok untuk semua tujuan dan situasi. Oleh
karena itu, dalam menentukan media yang akan kita manfaatkan atau kembangkan
harus disesuaikan dengan hal-hal berikut.
1. Tujuan pembelajaran/sifat tugas, apakah tujuan pembelajaran termasuk
kawasan kognetif, afektif atau psikomotor, atau kombinasi. Jenis rangsangan
indra apa yang ditekankan?
2. Isi pembelajaran, apakah media itu dapat memperjelas, memudahkan
penyampaian isi pembelajaran

13
3. Karakteristik peserta didik, berapa jumlahnya, bagaimana latar belakang
sosialnya, bagaimana motivasi belajarnya?
4. Karakteristik media, apakah kelebihan dan kekurangan media itu.
5. Waktu, cukupkan waktu yang tersedia dalam pembuatan, dan berapa alokasi
waktu tatap muka.
6. Biaya, apakah dapat dijangkau
7. Ketersediaan, apakah tersedia di sekitar kita: di sekolah, di pasaran. Kalau
membuat sendiri adakah alat dan bahannya?
8. Konteks penggunaan, untuk belajar individual, kelompok kecil, klasikal,
pembelajaran mandiri?
9. Mutu teknis, kalau sudah tersedia apa cukup bagus, visualisasinya jelas,
narasinya jelas, dll

Berikut ini adalah pemilihan media menurut tujuan/sifat tugas

MEDIA N
AN PE NA
K AR ER SI TA AI
TA SP E O M UT VI O M
CE AN ID DI L MP LE DI R
TUJUAN TR SL RA FI KO TE AU PE
SIFAT
TUGAS   
Menghapal
Prosedur fisik         
Penerapan
     
prinsip
Pemahaman
     
konsep
Pemikiran
    
tingkat tinggi

Berikut ini adalah pemilihan media menurut isi pelajaran


14
MEDIA N
AN PE NA
K AR ER SI TA AI
TA SP E O M UT VI O M
CE AN ID DI L MP LE DI R
ISI TR SL RA FI KO TE AU PE
ISI
PELAJARAN S S S S T R S S S
Fakta-fakta
Pengenalan
R T T R T T S R R
visual
Prinsip konsep S S S R T T S R R
Prosedur S S S R T T T R S
Keterampilan R S S R S S S R S
Sikap S S S S S S S R S
Catatan: T = tinggi, S = sedang, R = rendah

F. Tugas

Coba tentukan media yang tepat untuk kompetensi dasar/indikator mata


pelajaran matematika semester genap di kelas yang Bapak/Ibu ampu dengan
menggunakan pertimbangan seperti di atas! Gunakan blanko berikut sebagai lembar
kerja Anda!

Satuan Pendidikan: Kelas, semester:


Alamat : Nama guru :
No KD Indikator Metode Media pembelajaran

BAB III

15
KESIMPULAN

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk


menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan
kemauan peserta didik untuk belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses
belajar serta menjadikan tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan mudah. Semakin
konkret media yang digunakan akan semakin memudahkan pemahaman siswa. Oleh
karena itu dalam pembelajaran sangat dianjurkan untuk menggunakan media
pembelajaran. Namun dalam pemilihannya perlu mempertimbangkan tujuan
pembelajaran, isi, karakteristik siswa, waktu, biaya, ketersediaan, konteks
penggunaan dan mutu teknis.

DAFTAR PUSTAKA

16
Ahmad Rohani. (1997). Media instrusional edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Arif F. Sadiman. (2006). Media pendidikan: Pengertian, pengembangan dan


pemanfaatannya. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Aristo Rahardi. (2004). Media pembelajaran. Jakarta:Dirjen Dikdasmen.

Azhar Arsyad. (2003). Media pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi


Akademik dan Kompetensi Guru SD/MI.

Piran Wiroatmojo & Sasono harjo. (2002). Media pembelajaran. Jakarta: LAN.

Seels. B.B. & Richey. C. R. (1994). Instructional technology: The definition and
domains of the field. Washington: AECT.

Yusufhadi Miarso. (2004). Menyemai benih teknologi pendidikan. Jakarta:


Pustekkom.

17