You are on page 1of 6

A.

Alat dan bahan :


a. Alat :
- Gunting
- Pisaui Cutter
- Sekrey
- Penggaris
b. Bahan:
- Kardus bekas
- Kertas manila Putih
- Lem kertas
- Kertas metalik warna Biru
- Hiasan yang diprint

B. Sketsa
Perancangan produk bertujuan untuk menemukan solusi dari sebuah
permasalahan, dalam hal ini permasalahan transportasi dan logistik. Proses
perancangan diawali dengan mengidentifikasi permasalahan transportasi atau logistik
yang ada di sekitar kita. Salah satu contoh masalah transportasi sederhana adalah :
Konsumen membeli 5 buah jus buah dalam gelas plastik dan akan
membawanya ke rumah. Berikut adalah sketsa gambar dari alat yang dipakai untuk
solusi masalah di atas :

C. Perencanaan :
1. Identifikasi Masalah
Seorang konsumen seminggu sekali berkeinginan membeli 5 buah jus
di toko yang ada di jalan depan gang untuk semua anggota keluarganya. Jarak
antara rumah dan toko cukup jauh, kurang lebih 200 meter. Dia mulai
menimbang-nimbang bagaimana cara membawa kelima jus tersebut baik
dengan cara dibawa ataupun dibonceng sepeda motor. Dia mencoba memakai
nampan dan dibonceng oleh salah satu anggota keluarganya. Namun
nampaknya kurang efektif, di tengah jalan ada satu dua jus yang tumpah,
meskipun jus tersebut sudah dibungkus gelas yang ada tutupnya. Konsumen
tersebut nampak kewalahan ketika memegangnya, begitu sulit.
2. Mencari solusi dengan curhat pendapat
Kemudian ia berusaha mencari solusi untuk masalahnya itu, karena dia
tidak mungkin harus rugi terus. Yang ia harapkan yaitu membawa kelima jus
tersebut dengan mudah dan tidak ada yang tumpah baik pada saat berjalan
maupun dibonceng. Kemudian ia mulai mencari pendapat dari orang-orang
sekitarnya. Ada yang berpendapat untuk menggunakan tas plastik, kerajang,
kardus air mineral, dan tas kain.
3. Rasionalisasi
Konsumen tersebut menimbang-nimbang dengan pemikiran sebagai
berikut:
 Pendapat pertama menyarankan dengan menggunakan tas kresek/
plastik, hal tersebuit dinilai kurang efektif karena akan
menyebabkan sampah dan kurang ramah dengan lingkungan. Serta
dalam plastik tentunya sulit mengatur dan memegang kelima jus itu
supaya tidak tumpah atau tercecer.
 Pendapat selanjutnya dengan menggunakan keranjang, tetapi
nampaknya terlalu mahal dan akan sulit ketika membawanya pada
saat berjalan.
 Pendapat yang lain adalah kardus air mineral, yang nampangnya
terlalu besar sehingga dapat membuat jus tumpaah.
 Yang selanjutnya menyarankan menggunakan tas kain, meskipun
di atasnya dapat dipegang, namun alas jus tidak rata dan dapat
menyebabkan jus itu tumpah.
4. Prototyping atau Membuat Studi Model
Kemudian dia mengambil inisiatif, kemudian ia membuat rancangan
model, dengan bahan kardus bekas atau karton yang berbentuk segi empat,
yang alasnya Datar dan ada lubangnya sebagai pegangan gelas-gelas jus.
Kemudian ia juga menambahkan tali di bagian atassebagai pegangan. Jadi
apabila dibawa ataupun dibonceng, kelima jusnya tidak akan tumpah.
Kemudian ia mulai mengumpulkan bahan-bahan dan alat :
- Kardus, yaitu bahan utama keranjang
- Lem untuk merekatkan bahan-bahan yang ada,
- Hiasan yang hendak ia pakai seperti kertas metalik, dan kertas yang
diprint
- Kertas manila, selain sebagai tempat menempel hiasan juga melindungi
kardus serta agar lebih kuat.
- Gunting untuk memotong kertas manila pembungkus, ataupun memotong
kertas metalik.
- Pisau cutter untuk memotong kardus,
- Sekrey untuk menyekrey bagian pegangan serta agar rekat lem lebih kuat
- Penggaris, agar apa yang dibuat terukur dan rapi.

5. Penentuan Desain Akhir


Konsumen tersebut kemudian membuat desainnya sebelum dilakukan
pembuatan kerjang dari bahan kardus tersebut. Dengan memodifikasi hasil
dari jejak pendapat yang ia lakukan yaitu dengan membuat keranjang kardus
berbentuk segi empat kemudian dilubangi serta ada pegangannya. Lubang di
atas adalah tempat memasukan gelas jus serta memegang bagian tengah gelas
agar tidak goyangdan jatuh. Pegangan berfungsi apabila dibawa berjalan tidak
kerepotan dan mudah dibawa pada saat berjalan.

D. Produksi Produk Teknologi Transportasl dan Logistik


1. Persiapan
Persiapan yang dilakukan konsumen tersebut yaitu pembuatan gambar teknik
(gambar kerja), atau gambar pola. Gambar kerja atau pola akan menjadi patokan
untuk kebutuhan pembelian bahan. Produksi produk pembawa gelas jus terbuat
dari satu lembar kardus / karton yang dipotong dan dilipat, membutuhkan pola
untuk membentuk dan melubanginya sebagai patokan produksi.
Gambar teknik 1 : Kardus untuk keranjang

Gambar teknik 2 : pegangan kardus

Kardus dipotong menggunakan pisau cutter dan digaris dengan penggaris supaya
benar-benar terukur dan mengurangi keslahan. Selain itu dipersiapkan juga kertas
manila yang fungsinya membungkus keranjang kardus tersebut serta kertas
metalik dan kertas print sebagai hiasannya.
2. Perakitan dan Finishing
Perakitan adalah menggabungkan bagian-bagian dari sebuah produk. Perakitan
dapat memanfaatkan bahan pendukung untuk penguat seperti lem dan skrey.
Tahap terakhir adalah finishing. Finishing dilakukan sebagai tahap terakhir
sebelum produk tersebut dimasukan ke dalam kemasan. Finishing dapat berupa
penghalusan dan/atau pelapisan permukaan. Finishing dapat juga berupa pelapisan
permukaan atau pewarnaan agar produk yang dibuat lebih awet dan lebih menarik.
Finishing yang dilakukan yaitu dengan membungkus kertas manila dan
menghiasinya dengan kertas metalik dengan hiasan-hiasan serta kertas yang
diprint.
Kelancaran produksi juga ditentukan oleh cara kerja memperhatikan K3
(Kesehatan dan Keselamatan Kerja), yaitu dengan selalu berhati-hati dan
menggukan penggaris dalam bekerja agar pisau cutter lebih terarah dan tidak
melukai. Alat yang lain yaitu masker agar bau lem tidak terlalu menyengat, dan
lap tangan agar hasil yang diperoleh bersih. Selain alat keselamatan kerja, yang
tak kalah penting adalah sikap kerja yang rapi, hati-hati, teliti dan penuh
konsentrasi. Sikap tersebut akan mendukung kesehatan dan keselamatan kerja.
3. Kemasan Produk Transportasi dan Logistik
Kemasan untuk produk teknologi berfungsi untuk melindungi produk kerusakan
serta memberikan kemudahan membawa dari lokasi produksi hingga sampai ke
konsumen. Kemasan juga berfungsi untuk menambah daya tarik, dan sebagai
identitas atau brand dari produk tersebut. Fungsi kemasan didukung oleh
pemilihan material, bentuk, warna, teks dan grafis yang tepat. Karena alat ini
dipakai oleh seorang konsumen dan belum melalui proses pemasaran
pengkemasan produk ini masih dipertimbangkan untuk selanjutnya.
Lampiran Foto :

Pisau, Gunting, Lem

Kardus Kertas metalik kertas manila