You are on page 1of 27

Page |1

PENGERTIAN FARMAKOLOGI

FARMAKOLOGI

Berasal dari kata (Yunani)

pharmakon : obat

Logia : studi/ilmu

“Ilmu tentang obat”

Pada mulanya farmakologi mencakup berbagai pengetahuan tentang obat yang


meliputi: sejarah, sumber, sifat-sifat fisika dan kimiawi, cara meracik, efek
fisiologi dan biokimiawi, mekanisme kerja, absorpsi, distribusi,
biotranformasi dan ekskresi, serta penggunaan obat untuk terapi dan tujuan
lain.

Dewasa ini didefinisikan sebagai studi terintegrasi tentang sifat-sifat kimia dan
organisme hidup serta segala aspek interaksi mereka.

Atau

Ilmu yang mempelajari interaksi obat dengan organisme hidup

FARMAKOKINETIKA

Studi tentang absorpsi, distribusi, dan biotransformasi serta eksresi (eliminasi)

Atau
Page |2

Pengaruh organisme hidup terhadap obat

Atau

Penanganan obat oleh organisme hidup

FARMAKODINAMIKA

Studi tentang tempat dan mekanisme kerja serta efek fisiologik dan biokimiawi
obat pada organisme hidup

Atau

Pengaruh obat terhadap organisme hidup

FARMAKOTERAPI

Merupakan cabang ilmu farmakologi yang mempelajari penggunaan obat untuk


pencegahan dan menyembuhkan penyakit

FARMAKOGNOSI

Cabang ilmu farmakologi yang mempelajari sifat-sifat tumbuhan dan bahan lain
yang merupakan sumber obat
Page |3

KHEMOTERAPI

Cabang ilmu farmakologi yang mempelajari pengobatan penyakit yang disebabkan


oleh mikroba patogen termasuk pengobatan neoplasma

TOKSIKOLOGI

Ilmu yang mempelajari keracunan zat kimia termasuk obat, zat yang digunakan
dalam rumah tangga, industri, maupun lingkungan hidup lain. Dalam cabang
ini juga dipelajari cara pencegahan, pengenalan dan penanggulangan kasus-
kasus keracunan

FARMASI

Suatu sistem yang memberikan pelayanan kesehatan dengan perhatian khusus pada
pengetahuan tentang obat dan efeknya pada manusia dan hewan

OBAT

Definisi obat

Obat adalah zat kimia yang mempengaruhi proses kehidupan (Benet,1991)


Obat adalah substansi yang digunakan untuk merubah atau menyelidiki sistem
fisiologi atau patologi untuk keuntungan si penerimanya (WHO,1966)
Page |4

Obat dalam arti yang lebih spesifik setiap zat kimia selain makanan yang
mempunyai pengaruh terhadap atau dapat menimbulkan efek pada organisme
hidup

Obat Esensial

adalah obat yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat
terbanyak

Obat Generik

adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia (FI)
untuk zat berkhasiat yang dikandungnya

Obat Paten

adalah obat dengan nama yang merupakan milik produsen yang bersangkutan

Obat Plasebo

adalah oabt buatan yang tidak mengandung zat berkhasiat atau obat yang tidak
berkhasiat

Obat tradisional

adalah obat yang berasal dari bahan-bahan tumbuhan, hewan maupun mineral
dari alam secara murni, yang dibuat dan diolah secara sederhana
berdasarkan turun temurun, dimana efek, dosis dan bentuknya sangat
bervariasi dalam penggunaannya
Page |5

PENGGOLOGAN OABAT

Golongan oabat adalah penggolongan yang dimaksud untuk meningkatkan


keamanan dan ketepatan penggunaan serta pengamanan distribusi nya,

terdiri dari:

Obat bebas

Obat dijual bebas, tersebar diapotik sampai diwarung, mempunyai logo berwarna
Hijau

Obat Bebas Terbatas

Obat keras dengan batasan jumlah dan kadar isi berkhasiat dan harus ada tanda
peringatan (P)

Dijual bebas mempunyai logo berwarna Biru

Obat Keras (Daftar G = Gevaarijk = berbahaya)

Obat berkhasiat keras yang untuk memperolehnya harus dengan resep dokter,
mempunyai logo berwarna Merah

Obat Narkotika ( Daftar O = Opiat)

yaitu obat yang termasuk golongan narkotik dengan turunannya, psikotropik dan
anastesi lokal maupun umum, untuk memperolehnya harus denagan resep
dokter dan apotik wajib melaporkannya.
Page |6

Asal obat

Obat diperoleh:

Tumbuhan ……….………Kuinin
Hewan ………………….. Insulin
Mineral………………….. Koalin
Mikroorganisme…………Penisilin
Sintesa……………..........Sulfonamida

RUTE PENGGUNAAN OBAT

Obat dapat diberikan dengan berbagai macam cara :

Jika dikaitkan dengan saluran cerna, maka:

1.Enteral

cara pemberian obat melalui jalur saluran cerna atau saluran oral-
gastrointestinal, dimulai dari mulut sampai poros usus (rektum)

P.O
Sublingual
Rektal

2. Parenteral

Cara pemberian dengan menempatkan obat diluar saluran cerna, meliputi:

Topikal
Injeksi (intrsdermsl, subkutan, intramuskular, i.v. dsb.
Inhalasi
Page |7

Jika dikaitkan dengan sistem vaskuler, pemberian obat dapat diklasifikasikan


menjadi:

Intravaskuler

menempatkan obat langsung kedalam aliran darah (mis: i.v.)

2. Ekstra-vaskuler

pemberian atau penempatan obat diluar atau tidak langsung ke sistem aliran
darah (mis: p.o.,i.m.,)

Sediaan obat melalui oral

Bentuk obat padat

a. Tablet

- Tablet kempa,

- Tablet kunyah

- Tablet salut :

salut gula, salut film polimer, salut enteric, salut yang tahan terhadap asam
lambung, salut yang hanya hancur di usus.

- Tablet efervesen : dilarutkan dalam air

b. Kapsul
Page |8

- Kapsul gelatin keras : ada wadah dan tutup

- Kapsul gelatin lunak : Buatan pabrik

langsung

c. Serbuk

- serbuk terbagi : satu bungkus untuk satu dosis

- serbuk tak terbagi : serbuk banyak seperti bedak

- serbuk efervesen : dilarutkan dalam air

Bentuk obat cair

a. Larutan : jika tidak disebut lain pelarut adalah air

b. Sirup : larutan obat dalam larutan gula

c. Emulsi : campuran dua zat yang tidak saling campur ( tipe

o/w atau w/o)

d. Suspensi oral : campuran obat padat


terbagi halus yang terdispersi dalam medium cairan

Sediaan obat melalui parenteral

Wadah untuk larutan injeksi dapat berupa :

ampul, 1ml, 2ml, 5ml, 10ml.


Vial atau Flakon, tertutup karet atau alumunium
Botol infus, 500ml.

Macam bentuk sediaan parenteral


Berupa larutan dalam air
Larutan dalam minyak
Solutio petit (Mis: injeksi luminal)
Page |9

Suspensi obat padat dalam aqua


Suspensi dalam minyak
Emulsi
Kristal steril yang dilarutkan dalam aqua steril
Cairan invus intravena
Cairan untuk diagnosa

Macam rute parenteral:

1. Injeksi intrakutan/intradermal:

disuntikan sedikit ke dalam kulit

2. Injeksi subkutan/hipodermik :

disuntikan dibawah kulit

3. Injeksi intramuskular :

disuntikan kedalam otot

4. Injeksi intravena :

disuntikan kedalam pembuluh vena

5. Injeksi intratekal/intraspinal/intradural :

disuntikan kedalam sumsum tulang belakang

6. Injeksi intraperitonial:

disuntikan kedalam perut, sudah jarang dilakukan

7. Injeksi peridural, ektradural, epidural:

disuntikan ke lapisan penutup otak

8. Injeksi intrasisternal:

disuntikan ke sumsum tulang belakang dasar otak

9. Injeksi intrakardial:

disuntikan langsung ke dalam jantung


P a g e | 10

Penggunaan obat melaui inhalasi

Obat bentuk gas atau uap diabsorpsi sangat cepat melaui Hidung, Trachea,

Paru-paru, dan selaput lendir pada perjalanannya.

Cara lama: anestesi dituangkan pada kain kasa sebagai tutup hidung, uap yang ada
diisap.

Cara medern : menggunakan tutup hidung dan dipasangkan ke mesin

Penggunaan obat melalui selaput lendir


Tablet bukal
Tablet sublingual
Permen larut dalam mulut
Tablet hipodermik
Tablet implantasi
Okulenta : salap mata
Larutan mata
Suspensi hidung

* Tetes hidung

* Tetes telinga

* Supositoria : melalui dubur

* Basila : melalui saluran kencing

* Tablet oval vagina

Penggunaan obat topical pada kulit


Bentuk obat padat untuk penggunaan topikal adalah serbuk yang tujuannya
menyerap lembab, mengurangi geseran antar dua lipatan kulit dan sebagai
bahan pembawa obatnya.
Bentuk obat cair untuk penggunan topical :
P a g e | 11

sediaan basah seperti kompres, celupan dan untuk mandi : larutan


Rivanol, larutan P.K (Permanganas Kalicus)

Lotion, digunakan untuk efek menyejukan, tidak digunakan pada luka


berair

Linimen, suatu larutan dalam alkohol atau minyak

3. Bentuk obat semi/setengah padat pada penggunaan topical

- salap, digunakan untuk kulit

- krim, mengandung banyak air

- pasta,

- Jeli

4. Bentuk obat aerosol untuk penggunaan topical

- Aerosol semprotan pembasah atau permukaaan

- Aerosol aliran semprotan

- Aerosol busa

FARMAKOKINETIKA

Obat yang masuk kedalam tubuh melalui berbagai macam cara pemberian
umumnya mengalami proses absorpsi, distribusi dan pengikatan untuk
sampai di tempat kerja dan menimbulkan efek, kemudian dengan atau tanpa
biotransformasi, obat di ekskresi dari dalam tubuh, seluruh proses ini disebut
proses farmakokinetik dan berjalan serentak.
P a g e | 12

“Dapat di gambarkan”

- Kerja suatu obat merupakan hasil dari banyak proses

- Kebanyakan sangat rumit

- Tetapi pada umumnya didasari oleh suatu rangkaian reaksi yang dibagi dalam 3
fase:

Fase farmasetika
Fase farmakokinetika
Fase farmakodinamika

Fase farmasetika

Meliputi hancurnya bentuk sediaan obat dan melarutnya bahan obat (disolusi)
untuk sediaan obat padat

misal:

Tablet---------------disentegrasi------------------------------disolusi
P a g e | 13

Efek obat tidak tergantung semata-mata pada faktor-faktor farmakologi


melainkan juga pada bentuk sediaan dan terutama pada formulasinya

Faktor-faktor formulasi yang dapat merubah efek obat dalam tubuh antara
lain:

1. bentuk fisik zat aktif

2. keadaan kimiawi

3. zat-zat pembantu

4. proses teknik yang digunakan untuk membuat sediaan.

Fase farmakokinetika

Meliputi proses-proses yang berlangsung pada pengambilan suatu bahan obat


kedalam organisme yaitu proses absorpsi dan distribusi, sedangkan eliminasi
merupakan proses-proses yang menyebabkan penurunan konsentrasi obat dalam
organisme (biotransformasi dan ekskresi)

Dari pandangan farmakokinetik, organisme diartikan sebagai sistem terbuka


atau sistem aliran karena senantiasa berlangsung pertukaran bahan-bahan dan
pertukaran energi dengan sekitarnya untuk mencapai kesetimbangan.

Organisme akan berusaha untuk mengembalikan keadaan kesetimbangan ini


secepatnya apabila terjadi perubahan

Pemberian obat berarti gangguan terhadap kesetimbangan aliran yang


mempengaruhi organisme untuk meniadakannya.

Fase farmakodinamik
P a g e | 14

Merupakan interaksi obat-reseptor dan juga proses-proses yang terlibat


dimana akhir dari efek farmakologi terjadi.

Absorpsi

Pengambilan dari permukaan tubuh (termasuk mukosa saluran cerna) atau


dari tempat-tempat tertentu dalam organ dalam kedalam aliran darah atau
kedalam sistem pembuluh darah limfe dan selanjutnya didistribusikan kedalam
organisme keseluruhan

Obat baru akan berkhasiat apabila berhasil mencapai konsentrasi yang sesuai
pada tempat kerjanya maka suatu absorpsi yang cukup merupakan suatu syarat
untuk efek terapeutik

Absorpsi kebanyakan obat terjadi secara dipusi pasif.

Kecepatan absorpsi dan kuosien (hubungan bagian yang diabsorpsi terhadap


jumlah yang diberikan) bergantung pada banyak faktor, antara lain:

1. sifat fisika-kimia obat

2. derajat kehalusan partikel

3. sediaan obat

4. dosis

5. rute pemberian

6. tempat pemberian

7. waktu kontak dengan permukaan absorpsi

8. besarnya luas permukaan yang mengabsorpsi

9. nilai pH dalam darah

10. integritas membran

11. aliran darah


P a g e | 15

Bioavailabilitas

Menyatakan jumlah obat dalam porsen terhadap dosis yang mencapai


sirkulasi sistemik dalam bentuk utuh atau aktif.

Hal ini terjadi karena untuk obat-obat tertentu tidak semua yang diabsorpsi
akan mencapai sirkulasi sistemik

Sebagian akan dimetabolisme oleh enzim di dinding usus (pada pemberian


oral)dan atau dihati pada lintas pertama melalui organ-organ tersebut

Metabolisme ini disebut metabolisme atau eliminasi lintas pertama atau


eliminasi prasistemik.

Faktor-faktor yang mempengaruhi bioavailabilitas :

1. Faktor obat

- sifat-sifat fisikokimia obat

- formulasi obat

2. Faktor penderita

- pH saluran cerna

- kecepatan pengosongan lambung

- waktu transit dalam saluran cerna

- perfusi saluran cerna


P a g e | 16

- kapasitas absorpsi

- metabolisme dalam lumen sal. Cerna

- kapasitas metabolisme dalam dinding saluran cerna dan hati

3. Interaksi dalam absorpsi di saluran cerna

- adanya makanan

- perubahan pH saluran cerna

- perubahan motilitas sal. Cerna

- gangguan pada fungsi normal mukosa usus

- interaksi langsung.

Distribusi

Merupakan penyebaran obat dari lumen pembuluh darah ke seluruh tubuh

Dalam sirkulasi sistemik obat yang di absorpsi sebagia akan berikatan dengan
protein plasma sehingga bersifat farmakologis inaktif

Hanya obat yang bebas akan didistribusikan dan mencapai site of action

Distribusi organ khusus:

- otak

- plasenta
P a g e | 17

Biotransformasi

Merupakan proses perubahan struktur kimia obat yang terjadi dalam tubuh
dan dikatalisis oleh enzim

Tujuan biotransformasi yaitu agar obat menjadi lebih polar (lebih larut
dalam air) sehingga lebih mudah di ekskresikan

Terdiri dari dua tahap :

1. reaksi fase I (Non Sintetis)

obat asal dengan proses oksidasi, reduksi dan hidrolisis diubah menjadi
metabolic yang lebih polar, yang dapat bersifat inaktif, kurang aktif
atau lebih aktif dari bentuk aslinya

2. reaksi fase II (sintetis)

Merupakan konjugasi metabolic hasil fase I dengan substrat endogen.

hasil konjugasi ini bersifat lebih polar dan lebih mudah terionisasi
sehingga lebih mudah diekskresikan

Tempat terjadi : Hepar, paru-paru ginjal, dinding usus dan darah

Ekskresi

Obat dikeluarkan dari tubuh melalui organ ekskresi

Organ ekskresi terpenting adalah :

- ginjal

- air mata

- air susu
P a g e | 18

- rambut

Ekskresi obat menurun pada gangguan ginjal sehingga dosis harus diturunkan
atau interval diperpanjang

FARMAKODINAMIKA
Merupakan cabang ilmu yang mempelajari efek biokimiawi dan fisiologi obat serta
mekanisme kerjanya

Tujuannya adalah mempelajari mekanisme kerja obat yaitu untuk meneliti efek
utama obat, mengetahui interaksi obat dengan sel dan mengetahui urutan
peristiwa serta sepektrum efek dan respon yang terjadi

Kerja dan Efek

kerja : perubahan kondisi yang mengakinatkan timbulnya efek atau respon

Efek : perubahan fungsi struktur atau proses sebagai akibat kerja obat

Tempat Kerja

Obat dapat bekerja pada:

- Pada tempat aplikasi. Mis: salap


P a g e | 19

- Selama transport dalam tubuh

Mis: diuretik osmotik seperti manitol

- Pada tempat (jaringan atau sel) tertentu

mis: eter dan atropin

Mekanisme Kerja Obat

Bagaimana obat bisa bekerja sehingga menimbulkan efek.

Dapat dibagi dua golongan besar:

Yang diperantarai reseptor


Yang tidak diperantarai reseptor

Kerja yang tidak diperantarai reseptor ialah kerja yang berdasarkan atas sifat-sifat
fisikokimia secara sederhana

Berdasarkan sifat fisika:

Rasa : senyawa-senyawa dengan rasa pahit secara reflek akan meningkatkan


aliran asam klorida kedalam lambung, peristiwa ini akan menambah
napsu makan, contohnya Gentian

Berdasarkan sifat kimia

Asam basa : asam klorida pada pengobatan hipoklorida dan antasida pada
pengobatan tukak lambung
P a g e | 20

Khelasi: logam-logam berat seperti timbal dan tembaga dapat dikeluarkan


dari tubuh dengan bantuan senyawa-senyawa yang dapat membentuk
kompleks khelat dengan logam itu, mis: EDTA dan Dimerkaprol

Reseptor obat

Resept obat atau reseptor farmakologik (selanjutnya disebut reseptor saja) ialah:

Komponen speifik sel yang dapat berinteraksidengan obat dan hasil interaksi
ini menimbulkan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang pada akhirnya
menimbulkan efek atau respon.

Obat yang dapat menghasilkan efek setelah berinteraksi dengan reseptor


dinamakan agonis

Sedangkan yang tidak menimbulkan efek disebut antagonis.

Sifat dan Fungsi Reseptor

Dari data analisis fisiko-kimiawi menunjukan bahwa reseptor merupakan


makromolekul yang dapat berupa lipoprotein, glikoprotein, lipid, protein atau
asam nukleat

Reseptor obat dalam tubuh hewan pada umumnya merupakan reeptor fisiologik
yaitu reseptor untuk senyawa-senyawa endogen seperti
hormon,neurotransmiter dan autokoid.
P a g e | 21

Kebanyakan reseptor merupakan komponen fungsional membran plasma dan


hanya sebagian kecil yang berlokasi di dalam sel

Reseptor yang terletak pada permukaan sel meliputi reseptor untuk


neurotransmiter, hormon peptida (mis: insulin), sedangkan reseptor yang terdapat
di dalam sel(reseptor intraseluler) mis: reseptor untuk steroid.

Reseptor berfungsi untuk menerima rangsangan (stimulus) dengan mengikat


senyawa endogen (obat) yang sesuai kemudian menyampaikan informasi yang
diterimanya itu kedalam sel dengan langsung menimbulkan efek seluler melalui
perubahan permiabilitas membran (mis: reseptor nikotinik)

Disamping sebagai alat komunikasi reseptor juga dapat berfungsi sebagai


enzim dan asam nukleat.

Interaksi Obat-Reseptor

Istilah reseptor dalam fisiologi hampir selalu dikaitkan dengan proses komunikasi,
baik komunikasi antar sel maupun komunikasi antar organisme dengan
lingkungan luarnya

Komunikasi antar sel bagiorganisme multiseluler mempunyai peranan


penting yaitu untuk mengatur perkembangan dan organisasi dalam jaringan,
mengontrol pertumbuhan dan pembelahan sel serta mengkoordinasi berbagai
kegiatan kehidupan

Macam-macam Efek Obat

Efek sistemin

adalah obat beredar ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah

2. Efek lokal

obat yang mempunyai efek hanya setempat dimana obat digunakan.

Mis: oral kumur, injeksi anestesi lokal, dsb.


P a g e | 22

Efek Obat

Dalam pengobatan efek obat dapat di bagi menjadi:

- efek normal :

efek yang timbul pada kebanyakan individu

- efek abnormal

efek yang dialami individu atau kelompok tertentu

Kedua macam efek tersebut dapat terjadi pada dosis terapi

Kebanyakan obat jika diberikan dalam dosis terapi dapat menimbulkan


lebih dari satu jenis efek:

Efek utama (primer):

efek yang menjadi tujuan utama pengobatan

Efek samping (efek tambahan):

Efek yang tidak menjadi tujuan utama pengobatan, efek ini dapat bermanfaat atau
merugikan (mengganggu) tergantung dari kondisi dan situasi pasien.

Sebagai contoh:

Penggunaan antihistamin yang dimaksudkan untuk menghambat kerja histamin,


ternyata bahwa antihistamin dapat menimbulkan rasa ngantuk. Bagi pasien
yang memerlukan istirahat (tidur) jelas efek ini menguntungkan, tetapi bagi
pasien yang bekerja memerlukan kewaspadaan yang tinggi efek ini merugikan
karena dapat membahayakan jiwanya.

Efek utama (primer) dapat menimbulkan efek sekunder


P a g e | 23

yaitu efek yang tidak diinginkan dan merupakan reaksi organisme (tubuh)
terhadap efek primer suatu obat.

Mis:

Diare yang timbul akibat penggunaan tetrasiklin (antibiotik spektrum luas)


secara oral. Peristiwa ini terjadi karena antibiotik itu membunuh flora usus yang
mempunyai fungsi normal bagi tubuh sehingga hal ini akan merugikan
kesehatan pasien, efek sekunder karena tetrasiklin ini dapat pula menyebabkan
timbulnya infeksi oleh mikroorganisme lain misalnya jamur atau kuman yang
resisten terhadap antibiotik yang bersangkutan.

Efek abnormal

Meliputi:

A. Idiosinkrasi

Efek suatu obat yang secara kwalitatif berlainan sekali dengan efek terapi
normalnya, dapat timbul secara individu, familier atau rasial.

contoh:

Obat primaquin sebagai anti malaria dapat menimbulkan hemolisis yang


hebat.

Toleransi

Kurang rektif (hiporeakti) Untuk menimbulkan efek dengan intensitas


tertentu dibutuhkan dosis yang lebih tinggi dari pada dosis lazim.

Ada tiga toleransi:

Toleransi primer ialah toleransi bawaan yang terdapat pada sebagian orang
dan binatang
Toleransi sekunder ialah toleransi yang diperoleh akibat penggunaan obat
yang sering diulangi
Toleransi silang ialah toleransi yang terjadi akibat penggunaan obat-obat
yang mempunyai struktur kimia yang serupa, dapat pula terjadi
antara zat-zat yang berlainan, mis: alkohol dan barbiturat.
P a g e | 24

C. Intoleransi

Individu yang tergolong hipereaktif akan memberikan respon terhadap obat


walaupun oabt itu diberihan dalam dosis yang sangat kecil (jauh dari dosis
lazim)

Alergi (Hipersensitif)

suatu reaksi alergi yang merupakan respon abnormal terhadap obat atau zat
dimana pasien sebelumnya telah kontak dengan obat tersebut sehingga
berkembang timbulnya antibodi.

Efek lain yang timbul berkaitan dengan obat:

Resistensi

adalah keadaan tubuh yang tidak memberikan respon pada obat karena
perubahan fisiologi tubuh

Habituasi

suatu ketergantungan psikologik terhadap obat-obat tertentu, mis: obat


penenang dengan ciri:

- selalu ingin menggunakan obat

- tanpa kecenderungan untuk menaikka dosis

- timbul beberapa ketergantungan psikhis


P a g e | 25

- Merugikan pada individu sendiri

Adiksi

suatu ketergantungan dan ketagihan psikologik dan fisik terhadap obat-obat


tertentu, Mis: Morfin, dengan ciri-ciri:

- ada dorongan untuk selalu menggunakan suatu obat

- ada kecenderungan menaikan dosis

- ada ketergantungan psikhis dan ketergantungan fisik

- Merugikan individu dan masyarakat

Efek Penggunaan Obat Campuran

1.Adisi

campuran obat yang sejalan dan menghasilkan efek yang merupakan jumlah
dari masing-masing obat

2. Sinergis

campuran obat yang saling sejalan dan saling melengkapi

3. Potensiasi

campuran obat yang saling menguntungkan satu sama lain

4. Antagonis

campuran obat yang saling berlawanan dan menghasilkan efek yang tidak
diinginkan atau tidak ada efek terapinya

5. Kompetisi
P a g e | 26

campuran obat yang saling bersaing untuk menghasilkan efek terapi lebih
dahulu

Spesifitas dan Selektivitas

Suatu obat dikatakan spesifik bila kerjanya terbatas satu jenis reseptor

Dikatakan selektif bila menghasilkan satu efek pada dosis rendah dan efek lain
baru muncul pada dosis yang lebih besar

Obat yang spesifik belum tentu selektif, tetapi obat yang tidak spesifik dengan
sendirinya selektif

Dosis Obat

Dosis obat yang harus diberikan pada pasien untuk menghasilkan efek yang
diharapkan tergantung dari banyak faktor antara lain:

Usia
Bobot badan
Kelamin
Besarnya permukaan badan
Beratnya penyakit
Keadaan pasien
P a g e | 27