You are on page 1of 4

Nama kelompok :

1. Fauzan hamid
2. Nur ifrina adina
3. Sabilla aulianisak
4. Muhammad asrul
5. Euis rosmiati
6. Melia hasri
7. Sun fedrick

Seorang mahasiswa sedang pergi menonton bola bersama temannya . tetapi tidak di
sengaja pada saat sedang asik-asiknya menonton bersama temannya , ada supporter yang
meniupkan trompet gas di dekat telinga Rendi sampai mengeluarkan cairan dari telinganya
sehingga Rendi dibawa ke rumah sakit terdekat.
Rendi : eh kenapa kalian pada ngrubungin aku??
Fian : itu telinga kamu kenapa?
Rendi : apa? kamu ngomong apa?
Fian : eh teman kayanya Rendi dibawa ke rumah sakit aja deh?
Rolleta : iya itu telinganya juga kayanya ngeluarin cairan .
Fian : ya udah ayo cepetan !!
Pradita : ayo bantu dia jalan .
Rendi : eh aku mau dibawa kemana ?
Pradita : ke rumah sakit , itu telingamu luka?
Rendi : apa? bikin rakit ? buat apa??
Rolleta : woy rumah sakit bukan bikin rakit .
Fian : udah udah , yang penting sekarang bawa Rendi ke rumah sakit dulu .

Setelah sampai rumah sakit Rendi segera di bawa ke IGD dan mendapatkan
perawatan oleh perawat yang sedang bertugas .
Rolleta : mba tolong ini teman saya telinganya luka .
Perawat :iya kalian tunggu di luar sebentar ya .
Perawat memanggil dokter spesialis THT untuk ikut menangani pasien Rendi.
Perawat : Permisi Dok, ada pasien baru datang dengan luka pada telinganya dan kami
membutuhkan bantuan dokter
Dokter : iya sus sebentar saya akan kesana.
Teman teman Ronggo yang sedang panik segera menghubungi orang tua Rendi yang
sedang berada di rumah.
Pradita : assalamualaikum bapak ini Pradita maaf mengganggu pak, ini Rendi
sedang di bawa ke rumah sakit karena telinganya luka pak .
Bapak Rendi : ya ampun nak , ya udah saya segera kesana .

Sesampainya di rumah sakit


Ibu Rendi : nak Fian, dimana Rendi?
Fian : dia sudah di ruangan bu .
Ibu Rendi : Rendi ya ampun . kamu gak papa?
Rendi : ibu kok ngomong Rendi pikun ? Rendi kan tidak pikun bu.
Ibu Rendi : ya Allah Rendi. Sus, ini tolongin anak saya. Kenapa dia jadi begini ?
Perawat : iya bu , ibu sabar ya , anak ibu sudah mendapat pertolongan , ibu yang
sabar.
Ibu Rendi : iya sus , mohon bantuannya, Sus .
Dokter : assalamu’alaikum
Semua : wa’alaikumsalam
Perawat : ini dia dok pasien bernama Rendi yang baru masuk.
Dokter : coba sini di liat dulu.
Rendi : gimana dok ? dokter mau nyilet kupingku ? gak mau dok ! jangan dok. Rendi
takut.
Dokter : tidak dek , saya cuma liat telinga kamu, bukan mau nyilet. Kamu tenang saja
yaa.
Rendi : dok, saya tidak tahu dokter bilang apa barusan. Saya tidak bisa mendengar
apapun sekarang.
Dokter memeriksa Rendi dengan hati-hati.
Dokter : lebih baik sekarang kita biarkan Rendi istirahat terlebih dahulu. Saya akan
memberikan resep obat agar lukanya lebih cepat sembuh.
Ibu Rendi : dok apa yang sebenarnya terjadi pada anak saya dok? Ada apa dengan
telinganya?
Dokter : mari bu lebih baik kita bicarakan ini di ruangan saya saja.
Dokter Ronggo dan ibu Ninda pun pergi dari ruangan dokter untuk membicarakan apa
yang terjadi pada Rendi.
Dokter : ibu, mohon maaf tapi saya harus memberitahukan kondisi anak ibu yang
sebenarnya.
Anak ibu yang bernama Rendi mengalami tuli permanen. Itu disebabkan karena
pecahnya gendang telinga pada telinga kanan anak ibu sehingga telinga anak ibu mengalami
gangguan.
Ibu Rendi : astaghfirullohal’adzim
Dokter : ibu yang sabar ya bu..
Ibu Rendi : iya dok. Terima kasih ya dok. Saya permisi dulu.
Dokter : iya bu, silakan bu.
Ke esokan harinya perawat datang ke ruangan Rendi yang masih dalam perawatan luka
pada telinganya.
Perawat : selamat pagi mas Rendi
Rendi : (bingung)
Perawat : makan pagi dulu ya mas
Rendi : (hanya menganggukan kepala)
Perawat : mau dibantu atau mau makan sendiri Mas?
Rendi : kenapa Sus?
Perawat : kami bantu atau ingin makan sendiri?
Rendi : oohh, iya tadi Ibu kesini Sus.
Perawat : bukan, mas mau makan sendiri atau kami bantu?
Rendi : oohh, tolong bantu saya ya Sus
Perawat tersebut membantu Rendi untuk makan pagi.
Tak lama kemudian Dokter pun masuk keruangan Rendi.
Dokter : Bagaimana sus? apakah makanannya sudah habis?
Perawat : Sudah Dok, Alhamdulillah makanannya habis..
(Rendi sambil bengong melihat wajah perawat)
Dokter : Oh iyah bu, apakah ibu ada waktu sebentar? Saya mau memberitahu
solusi tentang keadaan Rendi.
Ibu Rendi : Iyah dok, saya bisa,

Dokter dan Ibu Rendi pun meninggalkan ruangan Rendi untuk memberikan solusi
tentang keadaan yang menyangkut Rendi.

Dokter : Sebenarnya ada alat yg bisa kami rekomendasikan ke ibu. Alat bantu tersebut
adalah better hearing.
Ibu Rendi : Apakah itu dapat digunakan untuk Rendi?
Dokter : alat better hearing,Ini dapat digunakan untuk nak Rendi dalam membantu
pendengarannya, dan alat ini sangat bisa digunakan untuk semua penderita yang mengalami
gangguan pendengaran baik gangguan pendengaran sebagian maupun tuli atau permanen, dan
alat ini sifatnya bukan menyembuhkan tetapi hanya membantu si penderita dalam
mendengarkan,
Ibu Rendi : Kalau begitu saya bisa mendapatkan alat ini dari mana dok?
Dokter : Alat tersebut tersedia disini tetapi semua terserah apakah ibu akan membelinya
disini atau ibu bisa mencari sendiri.
Ibu Rendi : baiklah dok, saya langsung saja membelinya disini.
Dokter Ronggo: kalau begitu kita pasangkan alat tersebut di telinga nak Rendi. Suster
tolong bantu saya ya
Perawat : baik dok.
Dokter dibantu perawat pun selesai memasang alat pada telinga Rendi dan Rendi pun
bisa mendengar walaupun tidak seperti semula.
Akhirnya hari itu pun Rendi mendapat ijin pulang dari dokter.