You are on page 1of 11

BAB IV

Metode penelitian

A. Rancangan (desain) penelitian

Rancangan penelitian yang di gunakan adalah rancangan

eksperimental laboratorium dengan Posttest Only Control Group Design.

Rancangan penelitian dapat di lihat sebagai berikut.

K1 O1

K2 O2

s MH

K3 O3

K4 O4

Gambar IV.1. Skema rancangan penelitian

Keterangan :

S : Sampel

MH : Media Mueller hinton


K1 : Kelompok control negative, kontak antara biakan murni Streptococcus

mutans. Dengan Mueller Hinton Agar Steril

K2 : kelompok perlakuan 1, kontak antara biakan murni Streptococcus Mutans.

Dengan media Mueller hinton agar steril menggunakan metode swab

K3 : kelompok perlakuan 2,kontak antara biakan murni Streptococcus Mutans.

Dengan media Mueller hinton agar steril menggunakan metode swab

K4 : kelompok perlakuan 3,kontak antara biakan murni Streptococcus Mutans .

Dengan media Mueller hinton agar steril menggunakan metode swab

P1 : perlakuan 1, yakni kontak paper disc dengan control negative berupa

aquades steril dan diinkubasi selama 24 jam

P2 : perlakuan 2, yakni kontak paper disc dengan air rebusan daun salam

(Syzygium polyanthum) konsentrasi 75% dan diinkubasi selama 24 jam

P3 : perlakuan 2, yakni kontak paper disc dengan air rebusan daun salam

(Syzygium polyanthum) konsentrasi 50% dan diinkubasi selama 24 jam

P4 : perlakuan 2, yakni kontak paper disc dengan air rebusan daun salam

(Syzygium polyanthum) konsentrasi 25% dan diinkubasi selama 24 jam


O1 : observasi hasil perlakuan dengan dengan aquades steril

O2 : observasi hasil perlakuan dengan air rebusan dun salam (Syzygium

polyanthum) konsentrasi 75%

O3 : observasi hasil perlakuan dengan air rebusan dun salam (Syzygium

polyanthum) konsentrasi 50%

O4 : observasi hasil perlakuan dengan air rebusan dun salam (Syzygium

polyanthum) konsentrasi 25%

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada desember 2018 di Laboratotium Mikrobiologi,

Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

C. Populasi dan Sampel/Subyek Penelitian

1. Populasi

Biakan murni Streptococcus Mutans yang tersedia di Laboratorium

Mikrobiologi. Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.


2. Sampel

a. Besar sampel

Jumlah ulangan dari tiap perlakuan akan di hitung menggunakan rumus

Fereder. Kelompok perlakuan berjumlah tiga (25%,50%,75%) dan satu control

(aquades).

(n-1) (t-1) ≥ 15

Gambar IV.2 Rumus Fereder (Jaya,2009 dalam Matyasari,2010)

Keterangan :

n = banyak pengulangan

t = jumlah kelompok

(n-1) (t-1) ≥ 15

(n-1) (3-1) ≥ 15

(n-1) (2) ≥ 15

2n – 2 ≥ 15

2n ≥ 17

n ≥ 8,5

n=9
Berdasarkan perhitungan tersebut, maka jumlah sampel yang diperlukan

adalah 10 dari pembulatan n = 9 untuk setiap kelompok perlakuan.

b. Prosedur dan teknik pengambilan sampel

Pengambilan sampel sebanyak 30 sampel dengan ketentuan setiap kelompok terdiri

dari 10 agar plate untuk masing-masing konsentrasi air rebusan salam dengan 1

kontrol negative yang hanya menggunakan aquades tanpa adanya penambahan air

rebusan daun salam.

D. Variable penelitian

1. Variable bebas : konsentrasi air daun salam (syzgium polyanthum)

yang berbeda (25%,50%,75%)

2. Variable terikat : diameter zona hambat.

E. Definisi operasional

1. Air rebusan daun salam

Air rebusan daun salam merupakan sedian yang terbuat dari dari daun

salam (Syzgium polyanthum) yang telah digerus kemudian di rebus dengan air

hingga mendidih.

2. Kensentrasi Air Rebusan Daun Salam

Air rebusan daun salam yang belum diberi penambahan apapun maka di

anggap sebagai konsentrasi 100% yang kemudian dari konsentrasi 100% diencerkan

menggunakan aquades steril sehingga diperoleh tiga konsentrasi yakni, 25%,50% dan

75%. Ketiga konsentrasi ini digunakan sebagai perlakuan dalam penelitian ini.
3. Streptococcus mutans

Streptococcus mutans merupakan bakteri gram positif bersifat nonmotil,

bakteri anaerob fakultatif, memiliki bentuk kokus yang sendirian berbentuk bulat

atau bulat telur dan tersusun dalam rantai. Bakteri ini tumbuh secara optimal pada

suhu sekitar18-40ºC. Streptococcus mutans biasanya ditemukan pada rongga gigi

manusia yang luka dan menjadi bakteri yang paling kondusif menyebabkan karies

untuk email gigi (Nugraha, 2008).

4. Diameter zona hambat

Zona hambat atau zona terang atau sering di sebut zona hambat adalah zona

yang terbentuk disekeliling cakram disc paper disc yang menunjukan besarnya

kemampuan zat anti bakteri yang dihasilkan air rebusan daun salam (Syzygium

polyanthum) dalam menghambat pertumbuhan streptococcus mutans. Lebar zona

hambat yang terbentuk bergantung kepada kemampuan daa serap obat kedalam agar

selain itu juga bergantung pada kepekaan bakteri tersebut terhadap obat yang

terdapat dalam paper disc (Misnadiarly dan Djajaningrat, 2004). Diameter zona

hambat yang terbentuk di ukur menggunakan jangka sorong dalam satuan

millimeter.

5. Media Muller Hinton

Jenis media pertumbuhan bakteri yang umum digunakan dalam uji

sensitivitas atau uji kepekaan suatu zat yang terkadang dalam bahan alam atau

antbiotik.
6. Metode pembiakan

Metode pembiakan adalah metode penanaman atau memperbanyak bakteri

dengan mengguanakan teknik swab yakni mengapuskan/mengoleskan suspense

bakteri seara merata pada permukaan agar plate yang digunakan sebagai media

pertumbuhan bakteri.

7. Suhu inkubasi

Suhu inkubasi adalah suhu kamar (37 C) pada incubator yang digunakan

untuk menumbuhkan bakteri .

8. Waktu inkubasi

Waktu yang diperlukan bakteri untuk memperbanyak bakteri atau

melakukan pembelahan sel hingga mencapai fase eksponensial yaitu fase terbaik bagi

bakteri untuk memperoleh perlakuan karena pada fase tersebut bakteri masih sangat

aktif melakukan proses pembelahan sel dan metabolism sel.

F. Prosedur penelitian

1. Alur prosedur penelitian

a. Tahap persiapan 1

Membuat biakan murni streptococcus mutans. Pada media agar

miring. Kemudian melakukan peremajaan isolate streptococcus mutans. Pada media

nutrient agar slant yang baru dan diinkubasi selama 24 jam, setelah 24 jam
melakukan pembiakan suspense kuman pada media nutrient broth yang berasal dari

isolate streptococcus mutans pada media nutrient agar slant.

b. Tahap persiapan 2

Pembuatan media muller hinton cair pada Erlenmeyer yang kemudian

disterilisasi menggunakan autoklaf. Setelah proses sterilisasi maka media muller

hinton cair dituangkan pada masing-masing petri disc yang akan digunakan dalam

penelitian.

c. Tahap persiapan 3

Membuat air rebusan daun salam dengan cara menggerus 10 lembar

daun salam berukuran sedang, kemudian direbus dengan air sebanyak 200 ml sampai

mendidih, kemudian rebusan air daun salam dibiarkan sampai dingin dan disaring.

Proses berikutnya dilakukan proses pengenceran air rebusan daun salam untuk

memperoleh 3 konsentrasi air rebusan daun salam sebagai perlakuan. Air rebusan

daun salam dengan konsentrasi 100% di peroleh dari air rebusan daun salam yang

telah direbus tanpa menambahkan apapun. Untuk mendapatkan konsentrasi 75%

maka dilakukan pencampuran air air rebusan daun salam dengan aquades. Untuk

mendapatkan konsentrasi 50% maka di lakukan pencampuran daun salam dengan

aquades, sedangkan untuk mendapatkan konsentrasi 25% maka dilakukan

pencampuran air rebusan daun salam dengan aquades kemudian memberi label pada

setiap kelompok perlakuan sesuai konsentrasinya.


d. Alur penelitian

Pembuatan bahan uji

Pengenceran bahan uji

Konsentrasi air rebusan


daun salam

Control
25% 50% 75%
negatif

Pembuatan Uji daya Penanaman biakan


medium agar hambat Streptococcus mutans

Inkubasi

Pengamatan zona
inhibisi uji

Gambar IV.3 Contoh Skema Alur Penelitian


e. Bahan / Alat / Instrument yang digunakan

a. Alat

Bunsen , korek api, autoklaf, elenmeyer, petri disc, komor, panic,

incubator, jangka sorong, aper disc, cotton swab, kapas, aluminium foil, pinset gelas beker,

gelas ukur.

b. Bahan

Muller Hinton. Biakan Streptococcus mutans, daun salam, air rebusan

daun salam, aquades, spiritus.

c. Metode / teknik pengolahan data

Data yang diperoleh berupa diameter zona hambat Streptococcus

mutans. Yang diukur dari tepi zona hambat yang terbentuk ditarik tengahnya menuju tepi

sisi zona hambat yang satunya menggunakan jangka sorong dalam satuan millimeter (mm).

G. Analisi Data

Hasil penelitian yang diperoleh kemudian di analisi secara statistic dengan

mengunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui apakah penelitian tersebut

berdistribusi normal atau tidak. Kemudian dilanjutkan dengan uji levene’s test untuk

mengetahui homogenitas data tersebut. apabila data hasil penelitian berdistribusi normal

dan homogeny maka dilanjutkan dengan menggunakan uji one way ANOVA untuk

membandingkan mean lebih dari dua kelompok syarat skala variable dependen berupa skala

numeric (p>0,05). Apabila terdapat perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji

LSD (Least Significant Different) dengan derajat signifikan α = 0,05 yang bertujuan untuk
mengetahui apakah terdapat perbedaan mean diantara tiga kelompok. Apabila uji

normalitas dan homogenitas tidak terpenuhi maka memakai uji Kruskal-Wallis.