You are on page 1of 3

Anatomi Fisiologi Sistem Reproduksi Perempuan : 1603080 WAHYU ZAINTIKA EKA

APRILIANI Tugas Keperawatan Maternitas

Organ Reproduksi Perempuan

Organ reproduksi wanita atau traktus genetalis terdiri dari alat/organ eksternal dan
internal, berhubungan dengan rongga peritoneum dan sebagian besarterletak dalam rongga
panggul. Fungsi organ reproduksi wanita dipengaruhi oleh hormon-hormon
gonadotropin/steroid dan poros hormonal thalamus – hipothalamus – hipofisis – adrenal –
ovrium.

(Kesehatan Reproduksi untuk Mahasiswa Kebidanan hal 4)

A. Genetalia luar terdiri dari:


1. Tundu (mons veneris) merupakan bagian yang menonjol meliputi simfisis yang terdiri
dari jaringan dan lemak, area ini mulai ditumbuhi bulu pada masa pubertas
2. Labia mayora (bibir besar) merupakan dua liptandari kulit diantara kedua paha bagian
atas labia mayor, banyak mengandung urat saraf.
3. Labia minora (bibir kecil) Berada sebelah dalam labia mayora.
4. Klitoris (klentit) sebuah jaringan ikat erektil kecil kira-kira sebesar kacang hijau yang
dapat mengeras dan tegang (erektil) yang mengandung urat saraf.
5. Vestibulum (serambi) merupakan rongga yang berada diantara bibir kecil (labia
minora), muka belakang dibatasi oleh klitoris dan perineum, dalam vestibulum
terdapat muara-muara dari:
 Liang senggama (introitus vagina)
 Uretra
 Kelenjar Bartolini
 Kelenjar Skene kiri dan kanan
6. Himen (selaput dara) lapisan tipis yang meliputi sebagian besar dari liang senggama,
ditengahnya berlubang supaya kotoran menstruasi dapat mengalir keluar, letaknya
dimulut vagina. Bentuk himen berbeda-beda ada yang seperti bulan sabit, konsistensi
ada yang kaku dan ada yang lunak, lubangnya ada yang seujung jari, ada yg dapat
dilalui satu jari.
(Dari: syaifuddin, Anatomi Tubuh Manusia untuk Mahasiswa Keperawatan edisi 2,
hlm.312-314, Salemba Medika)
7. Perineum (kerampang) terletak diantara vulva dan anus, panjangnya lebih kurang
4cm.
(Dari: syaifuddin, Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan edisi 3, hlm.252-
254, Penerbit Buku Kedokteran EGC)

B. Genetalia dalam terdiri dari :


Suatu alat reproduksi yang berada didalam yang takdapat dilihat kecuali dengan jalan
pembedahan . alat genetalia bagian dalam terdiri dari:
1. Ovarium yaitu dua buah kelenjar kecil yang terletak pada kedua sisi uterus, pada
bagian akhir dati oviduk (tuba fallopi) dalam rongga panggul. Organ ini
menghasilkan2 hormon yaitu estrogen dan progesteron, dan sel telur (ovum). Sel
telur tersebut ditampung didalam kantong kecil yang disebut folikel. Sekali
sebulan terdapat satu folikel yang matang dan melepas sel telur. Sel telur ini
kemudian berjalan dalam saluran oviduk yang panjangnya 10cmdan proses ini
disebut ovulasi. Sel sel folikel yang tertinggal kemudian menghasilkan
progesteron, progesteron ini menyebabkan perubahan dalam uterus, membuatnya
siap menerima sel telur yang telah dibuahi.
(Anatomi-Fisiologi & Ilmu Dasar Penyakit hal 68-69)
2. Uterus yaitu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum
(serosa). Selama masa kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi
dan nutrisi konseptus. Pada saat persalina dengan adanya kontraksi dinding uterus
dan pembukaan serviks uteri. Penyokong utama uterus adalah diafragma pelvis,
muskulus levator ani, dan fasia levator ani.
3. Tuba Fallopi (oviduk) : sel telur yang mengangkut ovum dari ovarium kekavum
panjangnya kurang lebih 11-14cm. Tuba fallopi terdiri atas dua bagianmulai dari
sisi pelvis kesudut superior lateral uterus. Masing-masing tergantung pada plika
peritonial mesenterium yang meliputi margo superior dan berdekatan dengan
ligalatum latum.
Tuba fallopi terdiri atas:
 Pars intrestialis: bagian tuba yang terdapat didalam uterus,
 Pars ismika/itsmus: bagian yang sempit pada sudut antara uterus dan tuba,
 Pars ampularis/ampula: bagian yang membentuk saluran yang lebar
meliputi ovarium,
 Infundibulum: bagian ujung tuba yang terbuka mempunyai umbul atau
rumbai yang disebut fimbriae, melekat pada ovarium untuk mengangkap
telur yang dilepas oleh ovarium menuju tuba.

(Dari: syaifuddin, Anatomi Tubuh Manusia untuk Mahasiswa Keperawatan edisi 2,


hlm.312-314, Salemba Medika)

4. Vagina (liang kemaluan) : tabung yang dilapisi membran dari jenis epitelium
bergaris khusus, dialiri banyak pembuluh darah dan serabut saraf. Panjangnya
½
dari vestibulum sampai uterus 7 cm. Bagian ini merupakan penghubung antara
introitus vagina dan uterus. Dinding depan liang senggama (vagina) 9 cm, lebih
pendek dari dinding belakang. Pada puncak vagina menonjol leher rahing yang di
sebut porsio. Bentuk vagina sebelah dalam berlipat-lipat disebut rugae.

(Dari: syaifuddin, Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan edisi 3,


hlm.252-254, Penerbit Buku Kedokteran EGC)