You are on page 1of 1

ABSTRAK

Ivan Kurnia Juliandri, “Modifikasi Ultrasonic Cleaner Dengan Sistem


Pembuangan Air Otomatis Berbasis Arduino”, di bawah bimbingan Wike
Kristianti, ST., M.Si., 2018, 46 halaman + ix + 3 lampiran

Di rumah sakit umumnya tenaga medis yang biasanya melakukan pekerjaan


membersihkan alat instrumen bedah dengan menggunakan tangan dan air biasa.
Padahal penyakit pembawa dari ruangan bedah itu sendiri berdampak terjadinya
infeksi nosokomial yang diakibatkan tertularnya virus atau bakteri yang terdapat
pada alat instrumen itu sendiri. Ultrasonic Cleaner merupakan alat yang dirancang
untuk kebutuhan dalam membersihkan peralatan medis seperti instrumen bedah
dengan memanfaatkan gelombang ultrasonik sebesar 40 kHz untuk menghasilkan
suatu vibrasi tertentu. Vibrasi tersebut nantinya akan merambat melalui media
seperti air untuk menghasilkan gelembung – gelembung yang dapat memecah
partikel – partikel yang menempel pada alat instrumen, proses gelembung –
gelembung tersebut dinamakan dengan kavitasi. Proses pembersihan alat
Ultrasonic Cleaner ini sendiri tergantung pada kotoran yang menempel pada alat
instrumen itu sendiri, namun direkomendasikan membersihkan alat instrumen
dengan rentan waktu 5 – 10 menit. Untuk hasil pengujian alat Ultrasonic Cleaner
ini sendiri yang penulis lakukan sebanyak 6 kali menggunakan osiloskop
didapatkan nilai persentase kesalahannya sebesar 20 %. Setelah melakukan proses
seperti; studi pustaka, perencanaan, perancangan, pembuatan, pengujian,
pengambilan data, dan pengolahan data, secara umum penulis dapat menyimpulkan
bahwa alat Ultrasonic Cleaner yang dilengkapi dengan sistem pembuangan air
otomatis berbasis Arduino ini hanya dapat digunakan untuk membersihkan bercak
darah yang menempel pada alat instrumen namun tidak sampai menghilangkan
bekas darah yang masih menempel.
Kata kunci: Infeksi Nosokomial, Ultrasonic Cleaner, 40 kHz, Kavitasi, Arduino

iii