You are on page 1of 1

Saat seseorang akan memasuki fase tidur biasanya sistem saraf akan memperlihatkan tanda-tanda lelah

seasaat sebelum memasuki fase tidur.Pada pemeriksaan listrik otak menunjukan selam tahap tidur
impuls saraf lebih sedikit disbanding saat keadaan terjaga.

Pada fase tidur REM tonus otot seluruh tidur menurun sampai hamper nol, frekuesnsi denyut jantung
menurun, tekanann darah arteri juga dapat menurun menjadi 30mmHg dibawah normal. Tidur REM
biasanya terjadi tiga sampai empat kali setiap malam dengan interval 80 sampai 120 menit, masing-
masing berlangsung 5 sampai 30 menit. Fase tidur REM hanya terjadi selama 20% dari satu siklus tidur
pada dewasa.

Tidur diperlukan untuk menyimpan energy dari kebanyakan bagian tubuh jika sedang tidak diperlukan.
Jika seseorang menjadi lelah, beberapa bagian dari sistem saraf pusat akan kehilangan kepekaannya
lebih dari bagian lain, tetapi sesudah tidur yang cukup bagian sistem saraf yang kehilangan kepekaannya
biasnaya telah kembali ke normal. Kekurangan tidur juga secara tidak langsung dapat mempengaruhi
fungsi instriksik berbagai organ.