You are on page 1of 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Kelas : VII

Semester : I (satu)

Alokasi Waktu : 2x Pertemuan (6 jam pelajaran)

Topik : Memahami semangat para pendiri bangsa dalam perumusan Pancasila

Kompetensi Inti

SIKAP

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.


2. Memiliki perilaku yang mencerminka sikap orang yang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan
bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

PENGETAHUAN
3. Memahami pengetahuan (factual, konseptual, dan prosedur) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KETERAMPILAN

4. Mencoba, mengolah, dan menyaji, dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar da
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.
Kompetensi Dasar :

3. 1 Memahami sejarah dan semangat komitmen para pendiri Negara dalam merumuskan dan menetapka
Pancasila sebagai dasar Negara.

4.1 Menyaji hasil telaah tentang sejarah dan semangat komitmen para pendiri Negara dalam merumuskan
dan menetapkan Pancasila sebagai dasar Negara.

2.1 Menghargai semangat dan komitmen kebangsaan seperti yang ditunjukkan oleh para pendiri Negara
dalam perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar Negara.

Indikator Pencapaian Kompetensi :

 Menjelaskan secara singkat sejarah perumuan Pancasila sebagai dasar Negara.


 Mendiskripsikan nilai-nilai juang dan semangat dalam proses perumusan Pancasila sebagai
Dasar Negara.
 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai
Dasar Negara.
 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara dalam kehidupan seharí-hari.

A. Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik mampu memahami sejarah perumuan Pancasila sebagai dasar Negara.
2. Peserta didik mampu menjelaskan secara singkat sejarah perumuan Pancasila sebagai dasar
Negara.
3. Peserta didik mampu mendeskripsikan nilai-nilai juang dan semangat dalam proses
perumusan Pancasila sebagai dasar Negara.
4. Peserta didik mampu menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses
perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.
5. Peserta didik mampu meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses
perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan seharí-hari.

B. Materi Ajar
1. Perumusan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara baru dilakukan pada saat
kekuasaan Jepang di Indonesia akan berakhir oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi
Choosakai. Badan ini dibentuk pada tanggal 29 April 1945, tetapi baru dilantik pada
tanggal 28 Mei 1945. Bagi bangsa Indonesia yang saat itu sedang dijajah Jepang, dengan
telah diresmikannya pembentukan BPUPKI, ini berarti memperoleh kesempatan secara
legal untuk mengadakan persiapan kemerdekaan dan perumusan syarat-syarat yang harus
dipenuhi oleh suatu negara yang merdeka. Maka pada tanggal 29 Mei sampai dengan 1
Juni 1945 dilangsungkanlah sidang pertama BPUPKI yang membicarakan asas dan dasar
negara Indonesia merdeka. Di dalam sidang pertama BPUPKI itu, beberapa anggota
menyampaikan pandangan dan pendapatnya tentang asas-asas dan dasar negara Indonesia
merdeka.
2. Sejarah perumusan Pacasila diawali dengan beberapa usulan. Berikut Pandangan dan
pendapat tentang asas dan dasar negara Indonesia merdeka.

1. Pendapat Mr. Muhamad Yamin

Pada hari pertama sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945, Mr. Muhamad Yamin mendapat
kesemapatan pertama untuk mengemukakan pidatonya. Pidato Mr. Muhamad Yamin itu
berisikan lima asas dasar negara Indoesia meredeka, yakni:

1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
Setelah selesai berpidato, beliau menyampaikan usulan tertulis mengenai Rancangan UUD
Rebublik Indonesia. Didalam pembukaan rancangan UUD itu tercantum perumusan lima
asas dasar negara yang berbunyi sebagai berikut:

1. Ketuhanan yang Maha Esa.


2. Kebangsaan persatuan Indonesia.
3. Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh himkat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

2. Pendapat Ir. Soekarno


Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir Soekarno mengucapkan pidato dihadapan sidang BPUPKI.
Dalam pidato itu dikemukakan atau diusulkan tentang lima asas untuk menjadi dasar
negara Indonesia merdeka, yang rumusannya sebagai berikut:

1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan

Untuk lima dasar/asas tersebut, atas saran seorang teman ahli bahasa beliau mengusulkan
agar diberi nama Pancasila. Usul ini kemudian diterima oleh sidang.

3. Piagam Jakarta
Pada tanggal 22 Juni 1945 sembilan tokoh nasional yang juga anggota BPUPKI
mengadakan pertemuan untuk membahas pidato serta usul-usul mengenai asas dasar negara
yang telah dikemukakan dalam sidang BPUPKI pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945.
Setelah mengadakan pembahasan, maka oleh sembilan tokoh tersebut (yang terkenal
dengan nama Panitia Sembilan) disusun sebuah piagam yang kemudian terkenal dengan
nama ”Piagam Djakarta”.

1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalan syariat Islam bagi pemeluknya


2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawatan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

3. Proses perumusan Pancasila yang dilakukan para tokoh menjadi pelajaran berharga bagi
kita. Semua itu dilakukan dengan penuh nilai perjuangan dan diliputi dalam semangat
kebersamaan. Berikut beberapa nilai juang dan semangat kebersamaan dari para tokoh
perumus Pancasila.

1. Berbeda-Beda tetapi Satu Tujuan

Apa yang dapat kita teladani dari sejarah perumusan Pancasila? Anggota BPUPKI
dibentuk dari berbagai daerah yang berbeda-beda. Ada yang berasal dari Jawa, Sumatra,
Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku. Bahkan ada pula anggota yang
berasal dari keturunan Tionghoa, Arab, dan India.
Perbedaan - perbedaan inilah yang menyebabkan adanya pendapat yang beragam. Akan
tetapi, perbedaan yang ada tidak menghalangi mereka bekerja sama. Mereka
mengabaikan perbedaan-perbedaan itu demi tercapainya tujuan. Sebab, semua anggota
BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama. Tujuan dan cita - cita itu adalah
kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, semua tenaga dan pikiran dicurahkan untuk
meraih tujuan mulia tersebut. Pada akhirnya, semua anggota BPUPKI yang berbeda -
beda dapat bersatu mewujudkan Indonesia merdeka.

2. Bersatu dalam Perbedaan

Indonesia tersusun atas banyak perbedaan. Perbedaan itulah yang membuat Indonesia
menjadi berwarna dan indah.

Tahukah kalian bunyi tulisan pada pita yang diceng keram kaki burung Garuda Pancasila? Pada
pita itu tertulis “Bhinneka Tunggal Ika”. Artinya, meskipun berbeda-beda, kita adalah satu.
Perbedaan - perbedaan yang ada bukan menjadi penghalang untuk bekerja sama, tolong -
menolong, dan hidup rukun. Perbedaan - perbedaan itulah yang menjadikan kita perlu saling
mengenal, menghormati, menolong, dan bekerja sama.
Para pahlawan telah memberi contoh bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk
bersatu. Semangat persatuan dan perjuangan itu harus ditiru dan teladani. Perbedaan -
perbedaan di sekeliling kita bukanlah penghalang untuk bersatu. Kini kita telah merdeka
dari penjajah. Ini bukan berarti kita tidak lagi memerlukan persatuan dan kesatuan. Para
pejuang dulu bersatu dan melupakan perbedaan untuk Indonesia merdeka. Kini, kitapun
harus tetap bersatu. Kita harus dapat mengesampingkan perbedaan demi kepentingan
bangsa dan negara.

4. Apa nilai yang dapat kita peroleh dari proses perumusan Pancasila? Pancasila tidak hanya
dirumuskan oleh satu orang. Akan tetapi, dirumuskan oleh banyak orang. Misalnya,
Bung Karno, Moh. Yamin, dan Soepomo, berusaha keras menyumbangkan buah pikiran
mereka.

Mereka bersama-sama untuk merumuskan sebuah dasar negara yang kuat. Meski berbeda
prinsip dan pendapat, mereka tidak menunjukkan sikap saling memusuhi. Bahkan,
mereka saling memberikan masukan untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Semua itu
dilakukan atas kesadaran untuk kepentingan bersama.

Kepentingan tersebut yaitu demi tegaknya kedaulatan negara dan kokohnya dasar negara
Indonesia. Selain itu, dalam perumusan Pancasila juga melibatkan banyak pihak.
Misalnya, Bung Hatta yang mengusulkan perubahan bunyi kalimat dalam sila pertama.
Usulan tersebut sesungguhnya juga merupakan masukan dari sebagian komponen bangsa
yang tidak terlibat secara langsung dalam perumusan dasar negara. Hal itu menunjukkan
bahwa semua elemen bangsa merasa senasib dan seperjuangan.

Mereka pun turut menyumbangkan pemikiran. Mereka ikut berjuang dalam semangat
kebersamaan dan kekeluargaan. Terbukti pula bahwa Pancasila yang dirumuskan dalam
semangat kebersamaan mampu bertahan sampai sekarang. Pancasila pun mampu
menyatukan seluruh komponen bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Itulah nilai kebersamaan yang dapat kita teladani dalam perumusan Pancasila.
Segala sesuatu yang dilakukan dalam semangat kebersamaan dan kekeluargaan tentu
hasilnya akan lebih baik. Hasilnya pun akan dirasakan sebagai milik bersama sehingga
terpelihara. Semua pihak pun akan merasa puas karena telah turut mewujudkan
kepentingan bersama.

5. Banyak nilai yang dapat kita teladani dari para pejuang Indonesia. Di antaranya adalah
sebagai berikut.
1. Berani membela kebenaran dan keadilan.
2. Menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaaan.
3. menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di
atas kepentingan pribadi dan golongan.
4. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara.
5. Cinta tanah air dan bangsa.
6. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia.
7. Tidak memaksakan suatu kehendak atau pendapat kepada orang lain.
8. Mengutamakan musyawarah atau kesepakatan bersama dalam mengambil keputusan.
9. Kekeluragaan dan kegotongroyongan.
10. Bersikap adil.
11. Menghormati hak orang lain, dan selalu berusaha menjaga keseimbangan antara hak
dan kewajiban.

C. Metode Pembelajaran

Pendekatan : Scientifik
Strategi :

1. Dialog mendalam dan berpikir kritis (DDTC).


2. Problem Solving ( Pemecahan Masalah).
3. Pencarian Informasi (Information search).
4. CTL

Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan pengasan


D. Kegiatan Pembelajaran
(Pertemuan II)
1. Kegiatan Pendahuluan
1. Mengajak peserta didik untuk memulai pembelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama
dan keyakinan masing-masing.
2. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai selama pembelajaran.
3. Guru memberikan motivasi.
4. Guru dapat memberikan pertanyaan lisan tentang materi yang akan diajarkan agar siswa siap
mengikuti pembelajaran.
5. Menyanyikan lagu Garuda Pancasila

2. Kegiatan Inti
1. Menginformasikan cara belajar dengan tanya jawab, Pencarian informasi, CTL, dan problem
solving.
2. Guru menyampaikan materi pembelajaran mendeskripsikan nilai-nilai juang, semangat,
kebersamaan, dan nilai yang dapat diteladani dari para tokoh dalam proses perumusan
Pancasila sebagai dasar Negara.
3. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok.
4. Siswa disuruh untuk memilih amplop yang disediakan guru. Amplop berisi wacana dari
Koran yang menunjukkan sikap kebersamaan dan tidak adanya kebersamaan.
5. Setiap kelompok melakukan diskusi dan melakukan pengambilan keputusan sebagai
pemecahan masalah dalam wacana di Koran.
6. Meminta kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara
lisan.
7. Memberikan pemantapan terhadap hasil presentasi masing-masing kelompok.

3. Kegiatan Penutup

1. Dengan bimbingan guru masing-masing kelompok memberikan refleksi terhadap jawaban yang
disampaikan.
2. Bersama peserta didik membuat kesimpulan tentang materi ajar yang telah disajikan selama
pembelajaran.
3. Melaksanakan post test secara lisan.
4. Mengajak peserta didik untuk mengakhiri pembelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan
keyakinan masing-masing.

D. Sumber Belajar
1. Media
a. Video tayangan sidang BPUPKI.
b. Koran
c. Majalah
2. Sumber Belajar
a. Information search (terlampir)

E. Penilaian

1. Tes lisan dan tertulis (terlampir).


2. Pengamatan aktivitas kerja kelompok (terlampir).
3. Penilaian Kinerja (terlampir)

Mengetahui,

Kepala Sekolah Guru Kelas VII

______________ _____________

NIP. NIP.
LAMPIRAN

1. Information search

Lakukan analisis isi rumusan Pancasila dari tiga tokoh perumus Pancasila pada kolom berikut!

No. Nama Tokoh Isi Rumusan Pendapatmu


Pancasila
2. Pengamatan aktivitas kerja kelompok

No. Nama Siswa Partisipasi Pemahaman Kerja Sama Jumlah


dalam Materi
Berpendapat
1.
2.
3.
4.
5.
dst

Keterangan:

1. Nilai maksimal aspek keaktifan: 40, minimal:10


2. Nilai maksimal aspek pemahaman: 40, minimal:10
3. Nilai maksimal aspek kerja sama: 20, minimal:10

3. Penilaian Kinerja

No. Nama Siswa Kesesuaian Kerapian Jumlah


Materi dengan Penampilan
Tugas
1.
2.
3.
4.
5.
dst
Keterangan:

1. Nilai maksimal kesesuaian materi: 50, minimal:10


2. Nilai maksimal aspek kerapian penampilan: 50, minimal:10

4. Soal uraian

Jawablah!

1. Dimanakah rumusan Pancasila yang sah sebagai dasar Negara tercantu?


2. Sebutkan rumusan Pancasila yang diajukan oleh Ir. Soekarno!
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan jiwa dan semangat 1945!
4. Mengapa kemerdekaan Indonesia diyakini bukan hadiah dari bangsa Jepang? Jelaskan!
5. Sebutkan nilai yang dapat kita teladani dari para pejuang Indonesia!
Lampiran gambar koran