You are on page 1of 6

1. Seorang Seorang anak mengalami fraktur basis kranil.

Manakah rekomendasi dokter yang


seharusnya ditanyakan oleh perawat?

A. Pembatasan asupan jumlah cairan


B. Pemasangan kateter urin yang menetap
C. Jaga kepatenan akses intravena
D. Penghisapan lendir melalui Nasotrakea jika diperlukan
E. Pembatasan konsumsi garam

Jawaban : D
Rasional: hisap lendir melalui naso traceal adalah kontraindikasi pada kondisi anak pada fraktur
basis kranii, Hal itu di karenakan lokasis cidera. Selang pada hisap lendir dapat menembus
kedalam otak. Cairan di batsi untuk mencegah kelebihan cairan. Anak mungkin akan
membutuhkan kateter urine untuk memantau asupan dan haluaran cairan. Akese IV di
pertahankan untuk memberikan cairan dan obat-obatan, jika di perlukan.

Strategi Mengerjakan soal: fokus pada subjek, yaiti rekomendasi yang seharusnya ditanyakan
oleh perawat. Perhatikan bahwa pilihan A, B dan C memiliki kesamaan makna yaitu semua
pilihan tersebut ditujukan untuk pemantauan asupan dan haluaran cairan.
Review: fraktur basis kranii
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: aman dan nyaman
Sistem Tubuh: saraf dan prilaku
Daftar pustaka: hockenbarry wilson (2013), p 944.
2. Antagonis ( H-2) reseptor histamin akan diresepkan untuk klien obat manakah di bawah ini
yang merupakan antagonia reseptor hiatamin yg harus di pahami oleh perawat?

A. Antasida
B. Ranitidin
C. Esomeprazol
D. Lansoprazol
E. Metoclorpramide

Jawaban : B
Rasional: antagonis H-2 Reseptor menekan sekresi asam lambung, menurunkan gejala panas
dalam perut, dan mencegah komplikasi dari penyakit ulkus peptikum. Obat ini juga menekan
sekresi asam lambung dan sering di gunakan untuk mengatsi pwnyakit ulkus aktif. Esofagitis
erosif, dan kondisi hipersekresi patologis obat di pilihan jawaban yang lain adalah inhibitor
proton pump.

Strategi Mengerjakan soal: perhatikan subjek obat yang diklarifikasikan sevbagai antagonis H-2
reseptor ingat. Ingat bahwa obat dengan nama yang ber akhiran -din akan membantu anda
menjawab pertnyaan pilihan A dan pilihan E merupakan antiemetik juga, ingat bahwa obat yang
namanya berakhiran -zole merupakan obat inhibitor proton pump.

3. Perawat sedang membantu melakukan defribrilasi pada klien dengan fibrilasi ventrikular.
Setelah memasang paddles di dada klien dan sebelum mengisi daya intervensi manakah yang
seharusnya dilakukan ?

A. Pastikan bahwa klien telah diintubasi


B. Atur defibrilator ke mode "sinkronisasi"
C. Berikan amiodaron intravena per bolus
D. Konfrirmasi bahwa irama jantung benar fibrilasi ventrikular
E. Pastikan nitroglycerin patch sudah terpasang

Jawaban : D
Rasional: samapi defibrilator di tempelkan dan di isi daya, klien di resusitasi dengan resusitasi
dengan kardio polmunal. Saat defibrilator ditempelkan. Elektrokardiagram di cek untuk
memperifikasi bahwa irama jantung memang benar fibrilasi ventrikuler atau takikardi
ventrikuler tanpa nadi. Leads juga di cek koneksinya. Jika ada nitroglycerin patch, segera
pindahkan. Klien tidak perlu diintubasi saat melakukan difibrilasi. Meain tidak diset untuk
sinkronisasi. Amiodaron mungkin diberikan kemudian. Tetapi tidak di butuhkan sebelum
defibrilasi.

Strategi Mengerjakan soal: perhatikan kata penanda. Fibrilasi ventrikuler. Perhatikan bahwa
pilihan yang benar adalah yang langsung menunjukan kejadian dan langsung melakukan
pengkajian pada klien
Review: Defibrilasi
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: aman dan nyaman
Sistem Tubuh: jantung, pembuluh darah dan siatem limfatiky
Daftar pustaka: ignatavicus, workman (2013). Pp 737-738

4. Perawat memberikan petunjuk pada klien diabetes mellitus yang baru pulih dari diabetik
ketoadosis (DKA) mengenai pengambilan tes untuk pencegahan kambuhnya serangan. Petunjuk
manakah yang penting ditekankan oleh perawat?

A. Makan 6 kali dalam jumlah kecil tiap hari


B. Tes kadar keton urin
C. Monitor glukosa darah dengan sering
D. Lakukan follow up kesehatan yang memadai
E. Makan secara teratur sesuai anjuran diet

Jawaban : C
Rasional: Pendidikan kesehatan pada klien setelah perawatan DKA harus menekankan pada
kebutuhan monitoring glukosa darah antara 4 sampai 5 kali perhari. Penting juga diinstruksikan
kepada klien untuk memberitahukan kepada tenaga kesehatan bila serangan terjadi. Adanya
keton urin mengindikasikan bahwa DKA terjadi. Klien harus makan dengan kandungan gizi
seimbang, termasuk snack seperti yang dianjurkan.

Strategi mengerjakan soal: Fokus pada subjek, cegah terjadinya diabetik ketoadosis. Ingat bahwa
perawatan DKA berfokus pada mempertahankan kadar glukosa yang sesuai. Makan 6 kali sehari
porsi kecil bukanlah perwatan untuk diabetes. Tinfdakan follow up bukan untuk mencegah DKA.
Mengecek kadar keton urin tidak mencegah DKA namun membantu memastikan diagnosa.

5. Sulfisoxazole 1 g per oral empat kali sehari diresepkan untuk remaja dengan infeksi saluran
kemih. Label obat berbunyi "tablet 500 mg " perawat telah menetapkan bahwa dosis pemberian
adalah aman. Berapa banyak tablet perdosis yang di berikan perawata kepada remaja

A. 1/2 tablet
B. 1 tablet
C. 2 tablet
D. 3 tablet
E. 2 1/2 tablet

Jawaban : C
Rasional: mengubah 1 gram ke miligram, di ketahui bahwa 1000 mg = 1g ketika mengkonversi
dari gram ke miligram (besar ke kecil ), pindahkan titik desimal tiga digit kekanan : 1 gram =
1000 mg. Selanjutnya gunakan rumus untuk menghitung dosis yg tepat.
Rumus= yang dibutuhkan : yang tersedia X tablet =
1000mg : 500mg X tablet = 2.
Strategi Mengerjakan soal: fokus pada subjek, tablet per dosis. Pertama konversikan gram ke
miligram. Selanjutnya gunakan rumus untuk menentukan dosis yang tepat dan verifikasi jawaban
menggunakan kalkulator.
Review: perhitungan obat
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: aman dan nyaman
Sistem Tubuh: ginjal dan saluran kemih
Daftar pustaka: potter et al ( 2013), pp.574-575

6. Perawat sedang membantu klien yang sedang dilakukan induksi persalinanpada usia
kehamilan 41 minggu. Klien mengalami kontraksi sedang dan muncul setiap 2 sampai 3 menit,
dengan durasi kontraksi 60 detik. Sebuah monitor denyut jantung janin telah terpasang. Rata-rata
denyut jantung janin antara 120 sampai 122 kali per menit selama satu jam. Apakah tindakan
prioritas?

A. Memberitahukan pada petugas kesehatan yang lain


B. Menghentikan infus oksitoksin (pitocin)
C. Memebrikan oksigen masker 8 sampai 10 lpm
D. Menghubungi keluarga klien jika keluarga belum ada ditempat
E. Meningkatkan jumlah tetes cairan infus
Jawaban : B
Rasional: Tindakan keperawatan prioritas adalah menghentikan infus oksitoksin. Oksitoksin
dapat menyebabkan kontraksi uterus yang kuat dan penurunan oksigen plasenta, menyebabkan
penurunan beberapa kondisi. Setelah menghentikan oksitoksin perawat harus mengatur posisi
klien. Memberikan oksigen, meningkatkan tetesan cairaran IV (cairan infus tanpa oksitoksin),
dan meberotahukan pada petugas kesehatan yang lain adalah tindakan yang dapat diambil dalam
situasi ini. Menghubungi keluarga klien bukan tindakan prioritas saat ini.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada kata kunci “prioritas.” Fokus pada data pertanyaan dan
perhatikan kalimat sedang melakukan induksi persalinan dan pilihan yang tepat. Serta ingat
kembali kebutuhan fisiologis merupakan prioritas di atas kebutuhan psikologis.
Review: Perawatan pada klien yang mendapatkan oksitoksin (Pitocin)
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Implemetasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: Lowdermilk et al (2012), p. 804-805.