You are on page 1of 9

[ARTIKEL PENELITIAN]

Efek Protektif Thymoquinone Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar pada


Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Galur Sprague Dawley yang Diinduksi
Rifampisin
1Victoria
Hawarima, 2Susianti, 3Syazili Mustofa
1Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
2Bagian Histologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
3Bagian Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Abstrak
Hepar merupakan organ terbesar pada tubuh, menyumbang sekitar 2 persen berat tubuh total. Kerusakan pada hepar dapat
disebabkan oleh obat-obatan, salah satunya adalah rifampisin. Rifampisin merupakan salah satu obat utama untuk
tuberkulosis (TB), oleh karena itu penggunaan obat ini tidak dapat dihindari dan digunakan dalam jangka panjang. Rifampisin
memiliki efek hepatotoksik, efek toksiknya terkait stres oksidatif dan sitokin proinflamasi. Bahan aktif dari jintan hitam, yaitu
thymoquinone memiliki efek hepatoprotektif melalui mekanisme sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui adanya efek protektif thymoquinone terhadap gambaran histopatologi hepar tikus yang
diinduksi rifampisin dan untuk mengetahui adanya pengaruh peningkatan dosis thymoquinone pada efek protektif terhadap
gambaran histopatologi hepar tikus yang diinduksi rifampisin. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih (Rattus
norvegicus) jantan galur Sprague dawley yang dibagi ke dalam 5 kelompok dan diberi perlakuan selama 14 hari. K1 (kontrol
negatif yang hanya diberi akuades), K2 (kontrol positif yang hanya diberi rifampisin 1 g/kgBB), P1 (perlakuan 1 yang diberi
rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 5 mg/kgBB), P2 (perlakuan 2 yang diberi rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 10
mg/kgBB), dan P3 (perlakuan 3 yang diberi rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 20 mg/kgBB). Berdasarkan hasil penelitian,
terdapat efek protektif thymoquinone yang dilihat dari derajat degenerasi bengkak keruh sel hepar. Selain itu, terdapat
peningkatan efek hepatoprotektif dengan peningkatan dosis 5 mg/kgBB dan 10 mg/kgBB, namun tidak pada dosis 20
mg/kgBB.

Kata kunci: hepar, rifampisin, thymoquinone

The Protective Effect of Thymoquinone to Liver Histopathology of White Rat


(Rattus norvegicus) Strains Sprague Dawley Induced by Rifampicin
Abstrack
The liver is the largest organ in the body, accounting for about 2 percent of total body weight. Damage to the liver can be
caused by drugs, one of them is rifampicin. Rifampicin is one of the main drugs for tuberculosis (TB), therefore the use of this
drug can not be avoided and used in the long term. Rifampicin has a hepatotoxic effect, its toxic effects are related to oxidative
stress and proinflammatory cytokines. The active ingredients of black cumin, namely thymoquinone have hepatoprotective
effects through a mechanism as an antioxidant and anti- inflammatory. This research is to investigate the protective effect
of thymoquinone to liver histopathology of rat induced by rifampicin and to determine the effect of increasing doses of
thymoquinone to protective effects against liver histopathological of rat induced by rifampicin. This study used 30 rats (Rattus
norvegicus) male Sprague dawley were divided into five groups and were treated for 14 days. K1 (negative control which was
only given distilled water), K2 (positive control which is only given rifampicin 1 g/kgBW), P1 (treatment 1 by rifampicin 1
g/kgBW and thymoquinone 5 mg/kgBW), P2 (treatment 2 by rifampicin 1 g/kgBW and thymoquinone 10 mg/kgBW), and
P3 (treatment 3 by rifampicin 1 g/kgBW and thymoquinone 20 mg/kgBW). Based on the results of the study, there are
protective effects of thymoquinone which are seen from the degree of degeneration of cloudy swollen liver cells. In
addition, there is an increase in the hepatoprotective effect with an increase in the dose of 5 mg / kgBB and 10 mg / kgBB,
but not at a dose of 20 mg / kgBB.

Keywords: liver, rifampicin, thymoquinone

Korespondensi : Victoria Hawarima, alamat Jl. Untung Suropati, HP 089662221958 , e-mail hawarimavictoria20@gmail.com

Pendahuluan hepar juga memiliki peranan penting dalam


Hepar merupakan organ terbesar pada tubuh antara lain penyaringan dan penyimpanan
tubuh, menyumbang sekitar 2 persen berat darah, metabolisme (karbohidrat, protein,
tubuh total, atau sekitar 1,5 kg pada rata-rata lemak, hormon, dan zat kimia asing),
manusia dewasa. Selain sebagai organ terbesar, pembentukan empedu, penyimpanan vitamin

J Agromedicine Volume 6 Nomor 1Januari 20191


Victoria Hawarima | Efek Protektif Thymoquinone Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar pada Tikus Putih
(Rattus Norvegicus) Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Rifampisin
dan besi, dan pembentukan faktor koagulasi.1 Salah satu tanaman yang digunakan untuk
Penyebab penyakit hepar bervariasi, pengobatan tradisional adalah jintan hitam
antara lain virus, efek toksik dari obat- obatan, (Nigella sativa). Secara tradisional biji dari
alkohol, racun, jamur, dan lain-lain. Angka pasti jintan hitam sering digunakan oleh masyarakat
prevalensi dan insidens penyakit hepar di khususnya di Timur Tengah dan beberapa
Indonesia belum diketahui, tetapi data WHO negara Asia.10 Salah satu kandungan jintan
menunjukkan bahwa Indonesia termasuk hitam yang mempunyai banyak manfaat
dalam peringkat endemik yang tinggi untuk adalah thymoquinone. Thymoquinone terbukti
penyakit hepar yang disebabkan oleh virus.2 memiliki berbagai manfaat yang baik bagi
Meskipun di Indonesia merupakan endemik kesehatan sebagai antiinflamasi dan
tinggi untuk penyakit hepar akibat virus, imunomodulator, antiparasit, antibakteri,
namun kerusakan hepar karena obat dapat antioksidan, serta proteksi terhadap
menjadi masalah kesehatan yang berkembang. nefrotoksisitas dan hepatotoksisitas.11-16
Di seluruh dunia, diperkirakan tingkat kejadian Menurut penelitian Alsaif, dilaporkan bahwa
tahunan dari drug-induced liver injury (DILI) kandungan jintan hitam yaitu thymoquinone,
adalah 13,9-24,0 per 100.000 penduduk. dapat mencegah kerusakan hepar pada tikus
Antimikroba merupakan salah satu penyebab putih yang diinduksi etanol melalui mekanisme
paling umum dari DILI.3 Selain itu, dalam dua sebagai antioksidan dan antiinflamasi.17 Selain
survei dari Eropa menunjukkan bahwa angka itu, thymoquinone memiliki efek sitoprotekif
kematian yang disebabkan oleh obat penginduksi melalui mekanisme antioksidan.18 Oleh karena
kerusakan hepar dilaporkan sebesar 5,9% dan itu, penulis melakukan penelitian tentang efek
11,9%, masing-masing disebabkan oleh protektif thymoquinone terhadap gambaran
antibiotik, obat-obatan penurun lipid histopatologi hepar tikus putih (Rattus
(antihiperlipidemia), antidepresan, dan norvegicus) galur Sprague dawley yang diinduksi
analgesik.4 rifampisin.
Obat yang dapat menyebabkan kerusakan
hepar salah satunya adalah rifampisin. Rifampisin Metode
merupakan salah satu obat utama untuk Penelitian ini merupakan penelitian
tuberkulosis (TB), oleh karena itu penggunaan eksperimental yang menggunakan metode
obat ini tidak dapat dihindari. Indonesia berada rancangan acak terkontrol dengan pola post
pada ranking kelima negara dengan beban TB test only control group design.
tertinggi di dunia.5 Prevalensi penduduk Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan
Indonesia yang didiagnosis TB paru oleh tenaga yang terhitung mulai bulan september sampai
kesehatan tahun 2013 adalah 0,4 persen, tidak desember 2016. Penelitian dilakukan di Animal
berbeda dengan tahun 2007. Lima provinsi House Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
dengan TB paru tertinggi adalah Jawa Barat untuk proses pemeliharaan dan perlakuan,
(0,7%), Papua (0,6%), DKI Jakarta (0,6%), pembuatan preparat dilakukan di laboratorium
Gorontalo (0,5%), Banten (0,4%), dan Papua Balai Penelitian Veteriner (BALITVET) Bandar
Barat (0,4%).6 Dalam sebuah penelitian pada Lampung, dan pengamatannya dilakukan di
hepatosit tikus, efek toksik rifampisin terkait stres Laboratorium Patologi Anatomi dan Histologi
oksidatif dan akumulasi lipid.7 Selain itu, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.
rifampisin dapat meningkatkan kadar Alanine Populasi penelitian ini adalah tikus putih
aminotransferase (ALT) dan Aspartate (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley
aminotransferase (AST), laktat dehidrogenase, berumur 10 sampai 16 minggu yang diperoleh
fosfatase asam, alkalin fosfatase, serta dari laboratorium Balai Penelitian Veteriner
meningkatkan kadar trigliserida, kolesterol, dan (BALITVET) Palembang. Sampel penelitian
asam lemak bebas di dalam serum.8 Gambaran sebanyak 25 ekor yang dipilih secara acak yang
histopatologi kerusakan hepar akibat rifampisin dibagi dalam 5 kelompok, sesuai dengan rumus
muncul sebagai nekrosis yang tergantung dosis, Frederer.19 Namun untuk mengantisipasi adanya
degenerasi vakuoler, dan infiltrasi sel radang.9 kriteria eksklusi maka dilakukan koreksi dengan
Kerusakan hepar dapat diperbaiki menambahkan 10% dari jumlah anggota tiap
dengan pemanfaatan obat-obat tradisional. kelompok. Jadi, sampel yang dibutuhkan untuk

J Agromedicine Volume 6 Nomor 1Januari 20192


Victoria Hawarima | Efek Protektif Thymoquinone Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar pada Tikus Putih
(Rattus Norvegicus) Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Rifampisin
cadangan sebanyak 1 ekor tikus per kelompok kerusakan hepar ditentukan dengan adanya
perlakuan. Oleh karena itu, penelitian ini degenerasi bengkak keruh 0-100%.
menggunakan 30 ekor tikus putih (Rattus Seluruh hewan coba dibagi secara random
norvegicus) jantan yang dibagi menjadi 5 (acak) kedalam lima kelompok percobaan.
kelompok. Kelompok 1 (K1) sebagai kontrol negatif, hanya
Kriteria pengambilan sampel terdiri dari diberi akuades. Kelompok 2 (K2) sebagai kontrol
kriteria inklusi, yaitu 1) Sehat (tidak tampak positif, diberikan rifampisin dengan dosis 1
penampakan rambut kusam, rontok, atau botak, g/kgBB. Kelompok perlakuan 1, 2 dan 3 (P1, P2,
dan bergerak aktif), 2) Memiliki berat badan 200- dan P3) adalah kelompok perlakuan coba dengan
300 gram, 3) Berjenis kelamin jantan, 4) Berusia pemberian rifampisin dosis 1 g/kgBB, kemudian
± 10 sampai 16 minggu. Kriteria eksklusi yaitu 1) selang 2–4 jam dilakukan pemberian
Sakit (penampakan rambut kusam, rontok, atau thymoquninone dosis 5 mg/kgBB untuk
botak, dan aktivitas kurang atau tidak aktif, kelompok perlakuan 1 (P1), kelompok perlakuan
keluarnya eksudat yang tidak normal dari mata, 2 (P2) dengan dosis thymoquninone sebanyak 10
mulut, anus, serta genital), 2) Terdapat mg/kgBB, dan kelompok perlakuan 3 (P3) dengan
penurunan berat badan lebih dari 10% setelah dosis thymoquinone sebanyak 20 mg/kgBB.
masa adaptasi di laboratorium, 3) Mati selama Thymoquinone merupakan bahan aktif dalam
masa pemberian perlakuan. bentuk serbuk, sehingga harus dilarutkan
Bahan penelitian terdiri dari terlebih dahulu dalam minyak zaitun. Oleh
thymoquinone yang didapat dari SIGMA ALDRICH karena itu, setiap kelompok diberikan minyak
dan rifampisin yang didapat dari apotik. Bahan zaitun sebanyak 0,5 ml untuk K1 dan K2,
penelitian thymoquinone dengan dosis 5 sedangkan P1, P2, P3 telah diberikan dalam
mg/kgBB, 10 mg/kgBB, dan 20 mg/kgBB serta bentuk campuran dengan thymoquinone.
rifampisin dengan dosis 1 g/kgBB diberikan Pemberian rifampisin dan thymoquninone
secara oral melalui sonde lambung. Bahan diberikan selama 14 hari.
tambahan berupa makanan hewan, dan akuades. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan El- histopatologi di bawah mikroskop diuji analisis
sheikh (2015), melaporkan dosis thymoquinone statistik menggunakan program SPSS versi 22.0.
10 mg/kg per oral terbukti mempunyai Hasil penelitian dianalisis secara statistik dengan
mekanisme proteksi hepatorenal melalui efek uji normalitas data (Saphiro-Wilk). Setelah
antiinflamasi, antioksidan, antiapoptosis, dan dilakukan uji normalitas didapatkan distribusi
antinitrosatif. Pemilihan 2 dosis lainnya data tidak normal maka digunakan analisis non
didapatkan dari setengah dosis dan 2 kali dosis 10 parametrik Kruskal-Wallis yang kemudian
mg/kg, dikarenakan untuk mengetahui apakah dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney.
dengan dosis tersebut thymoquinone tetap
memiliki efek protektif. Pemberian Hasil
thymoquinone selang 2 jam setelah rifampisin Pada penelitian ini jumlah sampel yang
agar rifampisin diabsorbsi terlebih dahulu, hal digunakan adalah 30 ekor tikus putih (Rattus
tersebut juga berdasarkan penelitian norvegicus) jantan galur Sprague dawley
sebelumnya, yaitu pemberian obat tradisional berumur 10 sampai 16 minggu yang dibagi
setelah 2 jam pemberian rifampisin. Berdasarkan dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol 1
penelitian Dhuley & Naik (1998) melaporkan (K1), kelompok kontrol II (K2), kelompok
bahwa dosis rifampisin 1 g/kgBB terbukti perlakuan I (P1), kelompok perlakuan II (P2)
hepatotoksik, sejalan dengan penelitian putri dan kelompok perlakuan III (P3) dimana
(2014) bahwa dosis 1 g/kgBB selama 14 hari masing-masing kelompok berjumlah 6 ekor
dapat menyebabkan kerusakan hepar. tikus pada tiap kelompok. Rerata berat badan
Gambaran histopatologi hepar dilakukan dengan tikus saat dilakukan perlakuan adalah 200 gram
menggunakan mikroskop cahaya dengan dan pemberian rifampisin serta thymoquinone
perbesaran 400x pada 5 lapang pandang dilakukan berdasarkan berat rerata tikus
berdasarkan ada tidaknya degenerasi bengkak tersebut. Kelompok 1 (K1) sebagai kontrol
keruh hepatosit tiap lapangan pandang negatif, hanya diberi akuades. Kelompok 2 (K2)
kemudian ditentukan persentasinya. Derajat sebagai kontrol positif, diberikan rifampisin

J Agromedicine Volume 6 Nomor 1Januari 20193


Victoria Hawarima | Efek Protektif Thymoquinone Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar pada Tikus Putih
(Rattus Norvegicus) Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Rifampisin
dengan dosis 1 g/kgBB. Kelompok perlakuan 1, pusatnya. Bentuk vena sentralis tampak
2 dan 3 (P1, P2, dan P3) adalah kelompok normal. Sinusoid tampak normal dengan pola
perlakuan coba dengan pemberian rifampisin radier ke pusat lobulus membentuk vena
dosis 1 g/kgBB, kemudian selang 2–4 jam sentralis dan tidak tampak degenerasi bengkak
dilakukan pemberian thymoquninone dosis 5 keruh pada hepatosit. Pada kelompok kontrol
mg/kgBB untuk kelompok perlakuan 1 (P1), positif (K2) terlihat hepatosit tersusun tidak
kelompok perlakuan 2 (P2) dengan dosis beraturan, batas antar hepatosit dan bentuk
thymoquninone sebanyak 10 mg/kgBB, dan sinusoid tidak jelas. Selain itu, tampak
kelompok perlakuan 3 (P3) dengan dosis degenerasi bengkak keruh pada hepatosit. Pada
thymoquinone sebanyak 20 mg/kgBB. kelompok perlakuan 1 (P1) terlihat hepatosit
Pemberian rifampisin dan thymoquninone tersusun beraturan membentuk pola radier,
diberikan selama 14 hari. batas antar hepatosit dan bentuk sinusoid mulai
Setelah masa perlakuan hewan coba jelas terlihat. Selain itu, terlihat hepatosit yang
selesai, kemudian dilakukan laparatomi pada sebelumnya mengalami degenerasi bengkak
tikus yang telah dinarkosis dengan ketamin keruh mengalami penurunan. Kemudian pada
dan diambil hepar untuk dibuat sediaan kelompok perlakuan 2 (P2) terlihat hepatosit
mikroskopis. Preparat histopatologi hepar tikus tersusun beraturan membentuk pola radier,
dianalisis dengan mikroskop cahaya pembesaran batas antar hepatosit dan bentuk sinusoid
400x. Gambaran histopatologi hepar pada cukup jelas terlihat. Selain itu hampir disetiap
preparat di interpretasikan dengan 5 lapang lapang pandang tidak terlihat hepatosit yang
pandang. Penilaian kerusakan hepar berdasarkan mengalami degenerasi bengkak. Pada
ada tidaknya degenerasi bengkak keruh kelompok perlakuan 3 terlihat hepatosit
hepatosit tiap lapangan pandang kemudian tersusun tidak beraturan batas antar hepatosit
ditentukan persentasinya (0-100%). dan bentuk sinusoid tidak jelas. Selain itu
Berikut ini adalah gambaran histopatologi tampak degenerasi bengkak keruh pada
hepar tikus pada setiap kelompok penelitian. hepatosit, namun mengalami penurunan jika
dibandingkan K2.
A B Hasil analisis mikroskopis gambaran
kerusakan hepatosit pada tikus, didapatkan
V hasil rerata hepatosit yang mengalami
degenerasi bengkak keruh dari 5 lapang
pandang kelompok uji, pada K1 yaitu 1,8%, K2
yaitu 37,6%, P1 yaitu 2%, P2 yaitu 1,8%, dan
C D P3 yaitu 6,64%.

40.0% 37.6%
Rerata degenerasi bengkak keruh

35.0%
30.0%
E 25.0%
20.0%
15.0%
10.0% 6.64%
5.0% 1.8% 2% 1.8%
0.0%
Gambar 1. Gambaran histopatologi hepar tikus K1 K2 P1 P2 P3
(perbesaran 400x) Ket : kelompok A: K1, B: K2, C: Kelompok perlakuan
P1, D: P2, dan E: P3
Gambar 2. Grafik perbandingan hepatosit yang
Pada kelompok kontrol negatif (K1) mengalami degenerasi bengkak keruh
terlihat hepatosit tersusun radier yaitu dari
perifer lobulus ke vena sentralis sebagai

J Agromedicine Volume 6 Nomor 1Januari 20194


Victoria Hawarima | Efek Protektif Thymoquinone Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar pada Tikus Putih
(Rattus Norvegicus) Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Rifampisin
Berdasarkan grafik terlihat peningkatan diantara keduanya, ditandai dengan p>0,05.
yang signifikan jumlah hepatosit yang Hal ini menunjukkan bahwa terdapat
mengalami degenerasi bengkak keruh pada perbedaan gambaran degenerasi bengkak
K2 jika dibandingkan dengan K1. Rerata keruh pada K1 yang merupakan kelompok
degenerasi bengkak keruh pada P1, P2, dan P3 kontrol negatif, dengan K2 yang merupakan
menurun jika dibandingkan dengan K2. Jika kelompok kontrol positif. Selain itu, terdapat
dibandingkan antara K1, P1, dan P2, hepatosit juga perbedaan gambaran degenerasi bengkak
yang mengalami degenerasi bengkak keruh keruh pada K2 dengan kelompok perlakuan 1,
tidak berbeda jauh dan hampir mendekati 2, dan 3 yang diberikan thymoquinone dengan
gambaran hepatosit normal. dosis 5 mg/kgBB, 10 mg/kgBB, dan 20
Data ini kemudian diolah dengan mg/kgBB.
menggunakan program statistik. Rerata jumlah
hepatosit yang mengalami degenerasi bengkak Pembahasan
keruh diuji normalitasnya dengan Saphiro- Berdasarkan hasil mikroskopis gambaran
Wilk dan didapatkan 3 kelompok memiliki histopatologi hepar tikus didapatkan bahwa
nilai p>0,05 yang berarti data berdistribusi pada kelompok kontrol negatif yang hanya
normal, namun data pada kelompok 1 dan 4 diberikan akuades memiliki struktur hepar
menunjukkan hasil distribusi tidak normal normal. Hepatosit tersusun radier yaitu dari
(p<0,05). Maka dilakukan transformasi data perifer lobulus ke vena sentralis sebagai
pada kelompok 1 dan 4, namun data tetap pusatnya, bentuk vena sentralis tampak normal,
berdistribusi tidak normal, oleh karena itu sinusoid tampak normal dengan pola radier ke
dilakukan uji Kruskal-Wallis yang merupakan pusat lobulus membentuk vena sentralis. Selain
uji alternatif untuk data numerik dengan itu, rerata persentase hepatosit yang mengalami
kelompok lebih dari 2, tidak berpasangan, pembengkakan pada kelompok kontrol negatif
dan tidak normal. Pada penelitian ini lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol
diperoleh nilai p<0,05 yaitu p=0,009 yang positif, kelompok perlakuan 1, dan kelompok
memiliki arti terdapat paling tidak dua perlakuan 3, sedangkan kelompok perlakuan 2
kelompok data yang mempunyai perbedaan mempunyai rerata persentasi yang sama. Pada
rata-rata yang bermakna. Selanjutnya kelompok kontrol positif yang hanya diinduksi zat
dilakukan uji Post Hoc Mann-Whitney untuk toksik berupa rifampisin dengan dosis 1 g/kgBB
mengetahui kelompok mana yang memiliki selama 14 hari, gambaran mikroskopisnya
perbedaan paling bermakna. menunjukkan kerusakan hepatosit. Gambaran
histopatologi kelompok ini menunjukkan
Tabel 1. Hasil perhitungan dengan uji Post Hoc kerusakan hepar yang paling parah dibandingkan
Mann Whitney kelompok lainnya yaitu sebesar 58%. Kerusakan
Kelom K1 K2 P1 P2 P3 yang dimaksud adalah hepatosit tersusun tidak
pok
K1 - 0,008* 0,822 1,000 0,131
beraturan batas antar hepatosit dan bentuk
K2 0,008* - 0,009* 0,008* 0,047* sinusoid tidak jelas. Selain itu tampak degenerasi
P1 0,822 0,009* - 0,822 0,112 bengkak keruh pada hepatosit.
P2 1,000 0,008* 0,822 - 0,131 Jejas toksik dari rifampisin dapat
P3 0,131 0,047* 0,112 0,131 - menyebabkan gagalnya mekanisme regulasi
Keterangan: *: Bermakna
pompa ion natrium-kalium intasel sehingga
Pada K1 memiliki perbedaan yang terbentuk pembengkakan sel, pembentukan
bermakna dengan K2 karena memiliki p<0,05. gelembung sitoplasma, dan hilangnya perlekatan
Tetapi pada K1 yang dibandingkan dengan P1, intrasel, selanjutnya terjadi perubahan pada
P2, dan P3 memiliki p>005 yang artinya tidak mitokondria berupa pembengkakan (bengkak
terdapat perbedaan bermakna. K2 memiliki keruh).20 Hasil penelitian ini juga sejalan dengan
perbedaan yang bermakna dengan P1, P2, dan penelitian yang dilakukan oleh Dhuley & Naik
P3 yaitu memiliki p<0,05. P1 yang (1998) yang menunjukkan bahwa hepar yang
dibandingkan dengan P2 dan P3 tidak memiliki diinduksi rifampisin 1g/kgBB menunjukkan
perbedaan yang bermakna, P2 dan P3 juga kerusakan pada hepar dengan menginduksi
tidak memiliki perbedaan yang bermakna peningkatan enzim CYP450, peroksidase lipid,

J Agromedicine Volume 6 Nomor 1Januari 20195


Victoria Hawarima | Efek Protektif Thymoquinone Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar pada Tikus Putih
(Rattus Norvegicus) Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Rifampisin
aktivitas super oxide dismutase (SOD), peroksida (H2O2). H2O2 yang bertemu zat besi
trombositopenia, anemia hemolitik, leukopenia (Fe2+) akan membentuk radikal hidroksil (OH-).
transien dan peningkatan nucleated cell pada OH-merupakan reactive oxygen species (ROS)
sumsum tulang belakang, serta penurunan berat yang paling poten dan menjadi pencetus reaksi
kelenjar thymus secara signifikan pada tikus.21 berantai yang membentuk lipid perosidase. Lipid
Kerusakan sel hepar dapat terjadi karena peroksidase dapar merusak struktur lemak di
rifampisin mempunyai efek hepatotoksik. membran sel yang menyebabkan peningkatan
Rifampisin merupakan penginduksi cytochrome permeabilitas sel, sehingga molekul seperti Na+,
P450 (CYP450), jika reaksi energi tinggi yang Ca2+, H2O, dan lainnya yang berada diluar
melibatkan enzim cytochrome P-450 membran dapat masuk dan menyebabkan
menyebabkan ikatan kovalen obat dengan pembengkakan sel, menurunnya integritas
protein intrasel, maka akan terjadi disfungsi membran sel bahkan sampai lisis, kerusakan
intraseluler berupa hilangnya gradien ion, mitokondria, kerusakan DNA inti, dan kerusakan
penurunan kadar ATP, dan disrupsi aktin pada lainnya.26 Rifampisin juga dapat menginduksi
permukaan hepatosit yang menyebabkan mediator inflamasi dan meningkatkan produksi
pembengkakan sel dan berakhir dengan ruptur sitokin yang diinduksi nitric oxide (NO) dan
sel.22 interleukin 8 (IL-8) dalam epitel sel hepar. NO dan
Metabolisme utama rifampisin adalah IL-8 memberi efek proinflamasi dalam hepar.27
dideasetilasi oleh enzim cytochrome P-450 dan Berdasarkan uraian pada hasil penelitian,
cytochrome P-450 2E1 (CYP 2E1). CYP-450 kelompok perlakuan yang diberikan
memediasi generasi metabolit toksik obat dan thymoquinone yaitu P1, P2, dan P3 mempunyai
ikatan kovalen ke makromolekul hepar. Selain itu gambaran histopatologi dengan derajat
berbagai bentuk cytochrome, seperti CYP1A1, kerusakan yang berbeda-beda tetapi lebih ringan
CYP1A2, dan CYP2E1, terlibat dalam generasi jika dibandingkan K2. Melalui analisis Pos Hoc
radikal bebas dan rifampisin sebagai mediator jumlah sel hepatosit yang mengalami degenerasi
generasi radikal bebas dapat berhubungan bengkak keruh pada K2 jika dibandingkan dengan
dengan perubahan dalam ekspresi CYPs.23,24 P1, P2, dan P3 menunjukkan perbedaan yang
Radikal bebas yang terbentuk ini akan berikatan signifikan, yaitu p<0,05 , nilai tersebut berarti
dengan makromolekul hepar yang akan menunjukkan bahwa tikus yang diberikan
menyebabkan kerusakan hepatosit yang thymoquinone dosis 5 mg/kgBB, 10 mg/kgBB,
nantinya bisa menyebabkan sampel jaringan dan 20 mg/kgBB mampu memberikan efek
hepar mengalami kerusakan yang dinilai melalui protektif terhadap hepar yang diinduksi
peningkatan aktivitas enzim ALT.25 rifampisin, meskipun pada P3 memiliki persentasi
Rifampisin merupakan penginduksi degenerasi bengkak keruh lebih tinggi
CYP450. Di dalam hepar CYP450 berada di dibandingkan P1 dan P2.
retikulum endoplasma halus dan mikrosom. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
CYP450 berperan sebagai biokatalis dalam reaksi thymoquinone memiliki efek hepatoprotektif
hidroksilasi metabolisme xenobiotik (bahan asing yaitu antioksidan dan antiinflamasi. Hal tersebut
yang masuk dalam tubuh). Pada reaksi sejalan dengan penelitian yang dilakukan El-
hidroksilasi, 1 atom Oksigen (O2) akan sheikh et al. (2015), yang melaporkan dosis
membentuk molekul air dan 1 atom lainnya thymoquinone 10 mg/kg per oral terbukti
masuk ke xenobiotik dan membentuk xenobiotik mempunyai mekanisme proteksi hepatorenal
yang lebih polar. Apabila terlalu banyak melalui efek antiinflamasi, antioksidan,
xenobiotik yang masuk, maka akan semakin antiapoptosis, dan antinitrosatif. Thymoquinone
tinggi penggunaan O2 untuk menghasilkan ATP. memiliki kemampuan untuk menghambat iron-
Sehingga terjasi pemakaian cepat O2 dependent peroksidasi lipid dengan cara
(Respiratory burst). concentrations-dependent. Dengan karakteristik
Respiratory burst membentuk NADPH ini, thymoquinone dapat mengurangi stres
oksidase, reaksi yang dikatalis oleh NADPH oksidatif dan meningkatkan pertahanan
oksidase akan menyebabkan terjadinya antioksidan dalam tubuh. Thymoquinone juga
pembentukan anion superperoksida (O2-) yang dapat menurunkan malondialdehid dan
kemudian diikuti pembentukan hidrogen biomarker lain dari stres oksidatif secara paralel

J Agromedicine Volume 6 Nomor 1Januari 20196


Victoria Hawarima | Efek Protektif Thymoquinone Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar pada Tikus Putih
(Rattus Norvegicus) Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Rifampisin
dengan peningkatan total kandungan thiol dan bermacam-macam faktor. Ketika paparan radikal
tingkat glutathione.28,29,30 bebas dalam tubuh berlebihan maka tubuh dapat
Thymoquinone dapat meningkatkan mengalami gangguan fungsi sel, kerusakan
glutation. Glutation peroksidae bekerja dengan struktur sel, molekul termodifikasi yang tidak
mengatalisis destruksi H2O2 dan hidroperoksida dapat dikenali oleh sistem imun dan bahkan
lipid melalui konversi glutation tereduksi menjadi mutasi. Semua bentuk gangguan tersebut dapat
teroksidase, sehingga lipid membran dan memicu munculnya berbagai penyakit, mulai dari
hemogoblin terlindung dari oksidase oleh kerusakan sel atau jaringan, penyakit autoimun,
peroksida.26 Thymoquinone juga dapat penyakit degeneratif, hingga kanker.34
mengurangi NADH, sehingga mengurangi Pada konsentrasi tinggi, aktivitas
perubahan NADH-NAD+ yang menyebabkan antioksidan sering lenyap bahkan antioksidan
penghambatan lipogenesis di hepatosit.31 tersebut menjadi prooksidan.35 Hal tersebut
Thymoquinone mempunyai efek sejalan dengan penelitian Dewi (2011) yang
antiinflamasi salah satunya dengan cara menjelaskan bahwa antioksidan dengan dosis
menurunkan level dari sitokin proinflamasi.32 berlebih dapat berubah menjadi prooksidan
Menurut penelitian Umar et al. (2012) sehingga dapat memperparah kerusakan akibat
pemberian thymoquinone dapat menurunkan dari radikal bebas.36
level dari berbagai mediator proinflamasi antara
lain IL-1β, IL-6, TNFα, IFNγ, dan PGE.33 Sitokin Simpulan
inflamasi di hepatosit dapat mempromosikan Berdasarkan hasil penelitian thymoquinone
jalur sinyal yang menginduksi kerusakan sel. mempunyai efek hepatoprotektif. Terdapat
Selain itu Thymoquinone adalah inhibitor poten peningkatan efek hepatoprotektif dengan
generasi eicosanoid yaitu tromboksan B2 dan peningkatan dosis 5 mg/kgBB dan 10 mg/kgBB,
leukotrien B4, dengan menghambat baik namun tidak pada dosis 20 mg/kgBB.
siklooksigenase dan lipoxygenase enzim.32
Pemberian thymoquinone dosis 5 Daftar Pustaka
mg/kgBB dan 10 mg/kgBB mampu memberikan 1. Guyton AC, & Hall JE. Buku ajar fisiologi
efek hepatoprotektif dibuktikan dengan kedokteran. Jakarta: EGC. 2012.
perbaikan hepatosit, seperti yang terlihat dalam 2. Dirjen Binfar & Alkes. Pharmaceutical care
rerata gambaran degenerasi bengkak keruh yaitu untuk penyakit hepar. Jakarta: Depkes RI.
sebesar 2% dan 1,8%. Perbaikan tersebut 2007.
disebabkan oleh efek antioksidan dan 3. Suk KT, & Kim DJ. Drug-induced liver injury:
antiinflamasi pada thymoquinone yang telah Present and future. Clinical and Molecular
dijelaskan sebelumnya. Pada P3 yang diberikan Hepatology. 2012. 18(3): 249.
thymoquinone dengan dosis 20 mg/kgBB 4. Wai CT. Presentation of drug-induced liver
mempunyai rerata gambaran degenerasi injury in Singapore. Singapore Medical
bengkak keruh sebesar 6,64%, berdasarkan hal Journal. 2006. 47(2): 116–20.
tersebut thymoquinone dengan dosis 20 5. Dirjen P2 & PL. Terobosan menuju akses
mg/kgBB kurang mampu dalam memberikan universal: Strategi nasional pengendalian TB
efek hepatoprotektif meskipun rerata persentase di Indonesia 2010-2014. Jakarta: Kemenkes
degenerasi bengkak keruhnya lebih rendah RI. 2011.
dibandingkan rerata bengkak keruh kelompok 6. Balitbang Depkes. Riset kesehatan dasar.
kontrol positif yaitu sebesar 37,6%. Salah satu Jakarta: Kemenkes RI. 2013.
penyebab dari kurangnya efek protektif dapat 7. Mashhadian NV, Jafari MR, Sharghi N, &
dikarenakan tingginya dosis thymoquinone yang Sanati T. Protective effects of vitamin c and
diberikan. NAC on the toxicity of rifampin on HepG2
Antioksidan merupakan senyawa yang cells. Iranian Journal of Pharmaceutical
dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan cara Research. 2013. 12(1): 141–46.
mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat 8. Santhosh S, Sini TK, Anandan R, & Mathew
reaktif. Salah satu bentuk senyawa oksigen PT. Effect of chitosan supplementation on
reaktif adalah radikal bebas, senyawa ini antitubercular drugs-induced hepatotoxicity
terbentuk di dalam tubuh dan dipicu oleh in rats. Toxicology. 2006. 219(1-3): 53–9.

J Agromedicine Volume 6 Nomor 1Januari 20197


Victoria Hawarima | Efek Protektif Thymoquinone Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar pada Tikus Putih
(Rattus Norvegicus) Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Rifampisin
9. Chen J, & Raymond K. Roles of rifampicin in Marcel Dekker. 1991.
drug-drug interactions: Underlying 20. Robbins SL, Kumar V, & Cotran SR. Buku ajar
molecular mechanisms involving the nuclear patologi robbins. Edisi 7. Jakarta: EGC. 2007.
pregnane X receptor. Annals of Clinical 21. Dhuley JN, & Naik SR. Modulation of
Microbiology and Antimicrobials. 2006. 5(3): rifampicin toxicity by 6 MFA, an interferon
1–11. inducer obtained from fungus Aspergillus
10. Al-Naqeep GN, Ismail MM, Al-Zubairi AS, & ochraceus. Department of Pharmacology
Esa NM. Nutrients composition and minerals and Toxicology, Research Centre, Hindustan
content of three different samples of Nigella Antibiotics Limited, Pimpri. 1998.
sativa L. cultivated in Yemen. Asian Journal of 22. Navarro VJ & Senior JR. Drug-related
Biological Sciences. 2009. 2: 43–48. hepatotoxicity. 351: 731-9.
11. Sulisti F & Radji M. Potensi pemanfaatan 23. Zhao J. Protective effects of metallothionein
Nigella sativa L. sebagai imunomodulator on isoniazid and rifampicin- induced
dan antiinflamasi. 2014. 1(2). hepatotoxicity in mice. PLoSONE. 2013. 8(8):
12. Hapsari DA. Pengaruh pemberian minyak 720-58.
jintan hitam (Nigella sativa) dosis bertingkat 24. Swamy, AHMV, Kulkarni RV, Koti BC, Gadad
terhadap parasitemia mencit balb-c yang PC, Thippeswamy AHM, & Gore A.
diinduksi plasmodium berghei. [Skripsi]. Hepatoprotective effect of cissus
Semarang: Universitas Diponegoro. 2011. quadrangularis stem extract against
13. Hosseinzadeh H, Bazzaz BSF, & Haghi MM. rifampicin-induced hepatotoxicity in rats.
Antibacterial activity of total extracts and Indian Journal of Pharmaceutical Sciences.
essential oil of Nigella sativa L. seeds in mice. 2012. 74(2): 183-87.
Pharmacolgyonline. 2007. 2: 429–35. 25. Gaze DC. The role of existing and novel
14.Alenzi FQ, Altamimi MAA, Kujan O, Tarakji cardiac biomarkers for cardioprotection.
B, Tamimi W, Bagader O, et al. Antioxidant Current Opinion in Investigational Drugs
properties of Nigella sativa. Journal of London, England: 2000. 2007. 8(9): 711-7.
Molecular and Genetic Medicine. 2013. 7(3): 26. Murray RK, Granner DK, & Rodwell VW.
3–7. Biokimia Harper. Jakarta: EGC. 2013.
15. Purnomo H. Pengaruh pemberian ekstrak 27. Yuhas Y, Berent E, & Ashkenazi S. Effect of
jinten hitam (Nigella sativa) sebagai rifampin on production of inflammatory
hepatoprotektor pra pemberian mediators in HepG2 liver epithelial cells.
parasetamol dosis tinggi tunggal terhadap Antimicrobial Agents and Chemotherapy.
fungsi hepar tikus putih (Strain Wistar). 2011. 55(12): 5541–46.
[Thesis]. Surabaya: Universitas Airlangga. 28. Seronello S, Sheikh MY, & Choi J. Redox
2008. regulation of hepatitis C in nonalcoholic and
16. Shiddiqi T. Pengaruh minyak jintan hitam alcoholic liver. Free Radic Biol Med. 2007. 43:
(Nigella sativa) terhadap kerusakan 869–82.
histologis ginjal mencit (Mus musculus) 29. Mohamed A, Afridi DM, Garani O, & Tucci
yang diinduksi parasetamol [Skripsi]. M. Thymoquinone inhibites the activation
Surakarta: Universitas Sebelas Maret. 2008. of NF-kappaB in the bain and spinal cord
17. Alsaif MA. Effect of thymoquinone on of experimental autoimmune
ethanol-induced hepatotoxicity in wistar encephalomyelitis. Biomed Sci Instrum.
rats. Journal of Medical Sciences. 2007. 7(7): 2005. 41: 388-93.
1164–70. 30. El-Tawil O & Moussa SZ. Antioxidant and
18. Mousavi SH, Tayarani-Najaran Z, Asghari M, hepatoprotective effects of thymoquinone
& Sadeghnia HR. Protective effect of Nigella against carbon tetrachloride-induced
sativa extract and thymoquinone on hepatotoxicity in isolated rat hepatocyte. J
serum/glucose deprivation-induced PC12 Egypt Soc Toxicol. 2006. 34: 33-41.
cells death. Cellular and Molecular 31. Khalife KH & Lupidi G. Nonenzymatic
Neurobiology. 2010. 30(4): 591–98. reduction of thymoquinone in physiological
19. Federer W. Statistics and society: Data conditions. Free Radic Res. 2007. 41: 153-61.
collection and interpretation. New York: 32. Bai T, Yang Y, Wu YL, Jiang S, Lee JJ, Lian

J Agromedicine Volume 6 Nomor 1Januari 20198


Victoria Hawarima | Efek Protektif Thymoquinone Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar pada Tikus Putih
(Rattus Norvegicus) Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Rifampisin
LH, et al. Thymoquinone alleviates Bebas. Yogyakarta: Kanisius. 2007.
thioacetamide-induced hepatic fibrosis and 35. Gordon. The mechanism of antioxidant action
inflammation by activating LKB1-AMPK in vitro. London: Science Pulisher. 1990.
signaling pathway in mice. Int 36.Dewi UK, & Saraswati TR. Efek rebusan daun
Immunopharmacol. 2014. 19: 351-57. tapak dara pada dosis dan frekuensi yang
33. Umar S, Zargan J, Umar K, Ahmad S, Katiyar berbeda terhadap kerusakan dan akumulasi
CK, Khan HA. Modulation of the oxidative glikogen pada hepar mencit (Mus musculus).
stress and inflammatory cytokine response. Bioma. 2009. 11(1): 1-5.
2014.
34. Winarsi H. Antioksidan Alami dan Radikal

J Agromedicine Volume 6 Nomor 1Januari 20199