You are on page 1of 1

Bahan kulit merupakan salah satu bahan industri tekstil yang banyak digunakan.

Namun
kebutuhan yang tinggi tersebut tidak diimbangi dengan tingkat produksi yang memadai.
Tiap tahunnya Indonesia membutuhkan kulit sapi sebanyak 5 juta lembar, dari jumlah
tersebut hanya sebanyak 2 juta lembar yang dapat dipenuhi dari dalam negeri dan sisanya
didapatkan melalui impor. Permasalahan lain dari produksi bahan kulit asli adalah proses
produksinya yang tidak ramah lingkungan. Hal tersebut dikarenakan limbah hasil produksi
bahan kulit mengandung zat berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan pada
keseimbangan lingkungan. Dalam penelitian ini digunakan bakteri Glucanacetobacter
xylinus yang merupakan sebuah bakteri yang dapat memproses limbah kulit buah menjadi
suatu bahan yang menyerupai kulit. Sehingga nantinya akan dihasilkan sebuah produk
yang bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan akan bahan tekstil tetapi juga ramah
lingkungan. Limbah kulit ubi cilembu digunakan sebagai sumber makanan dari bakteri
Glucanacetobacter xylinus karena jumlahnya yang melimpah dan memiliki sumber karbon
yang tinggi bagi bakteri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi
optimal dari bakteri untuk dapat menghasilkan lembaran selulosa dalam jumlah terbanyak
dengan konsentrasi kultur bakteri diambil dari kultur utama 10% dari jumlah medium,
konsentrasi gula sebesar 150g/L dan tiga perlakuan konsentrasi ubi cilembu sebagai
sumber makanan bakteri sebanyak 100g/L, 150g/L, dan 200g/L.

Key words: Glucanacetobacter xylinus, kulit, pengolahan limbah, tekstil,