You are on page 1of 2

Investigating Risk Factors for Cataract Using the Cerner Health Facts

Database

Abstrak

Judul: Pencarian Faktor Risiko untuk Katarak Menggunakan Database Fakta


Kesehatan Cerner.

Latar belakang: Sebuah penelitian retrospektif dilakukan dengan menggunakan


database Fakta Kesehatan Cerner, HIPAA yang sesuai dan teridentifikasi
database, untuk mengevaluasi faktor-faktor risiko yang terkait dengan katarak.

Metode dan Temuan: Menggunakan kode ICD-9, populasi kelompok penelitian


ditentukan dengan memilih semua pasien di database yang mengunjungi klinik
mata. Pendekatan berbasis data digunakan untuk memilih beberapa variabel dan
analisis rasio peluang dilakukan untuk menentukan hubungan faktor-faktor risiko
dengan pembentukan katarak. Analisis rasio peluang menunjukkan bahwa 7
variabel dari 18 berada pada peluang 20% atau lebih tinggi untuk pembentukan
katarak. Ini termasuk gentamisin, hipertensi, kelainan metabolisme lipid, obesitas,
steroid dan diabetes tipe dua serta gangguan lakrimal.

Kesimpulan: Ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan hubungan antara


gangguan lakrimal dengan perkembangan katarak.

Kata kunci: Katarak; Faktor risiko; Gangguan lakrimal, Lensa, Penyakit

Pendahuluan

Lensa manusia terletak di bagian anterior mata dan terbuat dari konsentrasi
tinggi protein kristalin yang memfokuskan gambar bidang visual pada retina
[1]. Dengan sedikit pergantian protein, protein kristalin dalam lensa harus
bertahan untuk individu seumur hidup, yang mengarah pada penurunan
kemampuan fokus dan transparansi lensa seiring bertambahnya usia. Penurunan
ini karena seiring bertambahnya umur protein kristalin terus menerus terpapar
oleh agen endogen dan eksogen yang membuat protein lensa mengalami berbagai
perubahan dan akhirnya mengalami agregasi mengakibatkan hamburan cahaya
yang lebih besar [2,3]. Secara klinis perubahan signifikan dan pembentukan
agregasi hamburan cahaya yang lebih besar mengarah pada perkembangan
katarak. Katarak juga dapat terjadi baik dari bawaan karena mutasi genetik atau
dari insiden traumatis. Namun, sebagian besar katarak terkait dengan
usia. Katarak dapat secara luas diklasifikasikan menjadi katarak nuclear, katarak
cortical dan katarak sub capsular berdasarkan pada lokasi anatomi dan
patofisiologi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, katarak adalah penyebab
utama kebutaan pada orang yang berusia 40 tahun ke atas di seluruh dunia [4].