You are on page 1of 3

15

BAB IV
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

13. Umum. Dukungan kesehatan kelautan merupakan


bagian yang tak terpisahkan dari suatu latihan dan operasi militer perang,
yang termasuk didalamnya adalah operasi Laut Gabungan TNI. Dalam
menghadapi tuntutan tugas dukungan kesehatan tersebut Mobile
hyperbaric chamber KRI di PRP-712 merupakan salah satu aset yang
dimiliki TNI AL yang menjadi tumpuan utama sebagai pendukung utama
kesehatan prajurit selama pelaksanaan latihan dan operasi.
Dukungan kesehatan Mobile hyperbaric chamber KRI PRP-712
saat ini belum optimal. Hal ini ditandai belum profesionalnya personel
pengawak dan material yang belum memenuhi standar. Dalam mencapai
dukungan kesehatan yang optimal tersebut dipengaruhi oleh beberapa
faktor eksternal maupun internal yang dapat memunculkan berbagai
peluang dan kendala.

14. Faktor Eksternal


Faktor eksternal adalah faktor - faktor yang terdapat di luar
organisasi KRI PRP-712, antara lain meliputi kebijakan penempatan
Bakes, belum tersedianya DSP untuk personel pengawak hyperbaric
chamber, Adapun beberapa faktor eksternal yang kami ungkapkan dalam
tulisan ini antara lain:
a. Kebijakan pimpinan TNI AL dalam hal mutasi/penempatan
jabatan Bintara Kesehatan di KRI PRP-712, dimana bakes yang
ditempatkan di KRI PRP-712 pada saat ini belum memiliki kualifikasi
hyperbaric. Hal ini belum sesuai dengan Perkasal 114/XII/2009,
perawat hyperbaric yang bertugas sebagai pengawak Mobile
hyperbaric chamber adalah yang sudah memiliki pendidikan
penyelaman atau pendidikan hiperbarik. Kebijakan pimpinan TNI AL
pada mutasi/penempatan jabatan, saat ini hanya berdasarkan
16

kepangkatan militer dan jarang sekali mempertimbangkan kualifikasi


dan keahlian.
b. DSP personel pengawak Mobile hyperbaric chamber di KRI
PRP-712 saat ini belum tersedia. Dengan adanya DSP personel
pengawak Mobile hyperbaric chamber, diharapkan personel
pengawak tetap/ definitive dapat terpenuhi. Hal ini belum sesuai
dengan Kepmenkes 120/VIII/2008 yang mengharuskan pengawak
personel Mobile hyperbaric chamber terdiri dari dokter hyperbaric,
perawat hyperbaric, teknisi RUBT dan penyelam medik.

15. Faktor Internal


Yang dimaksud faktor internal adalah faktor yang terdapat di dalam
KRI PRP-712 itu sendiri. Faktor internal yang mempengaruhi dalam
optimalisasi dukungan kesehatan antara lain SOP pengoperasian dan
perawatan Mobile hyperbaric chamber. Untuk menjaga konsistensi dan
tingkat kinerja pengawak Mobile hyperbaric chamber dalam
pengoperasian dan perawatan maka diperlukan suatu standar
operasional prosedur. SOP pengoperasian Mobile hyperbaric chamber
adalah langkah-langkah prosedur tentang pengoperasian Mobile
hyperbaric chamber, sedangkan SOP perawatan adalah langkah-langkah
serta waktu untuk melaksanakan perawatan Mobile hyperbaric chamber.
Belum adanya standar operasional pengoperasian dan perawatan
Mobile hyperbaric chamber yang baku turut menjadi faktor tidak
optimalnya dukungan kesehatan pada operasi dan latihan Latgab.
Diharapkan Lakesla sebagai pembina Mobile hyperbaric chamber dapat
menjadi acuan dalam pembuatan SOP pengoperasian dan perawatan
Mobile hyperbaric chamber di KRI PRP-712.

16. Peluang dan kendala. Berdasarkan pada faktor yang


mempengaruhi dukungan kesehatan Mobile hyperbaric chamber KRI
17

PRP-712 pada operasi Lagab ada beberapa peluang dan kendala yang
menyertai pelaksanaan dukungan kesehatan Mobile hyperbaric chamber
KRI PRP-712 sehingga bisa berjalan dengan baik.
a. Peluang.
Peluang yang dapat mendukung pelaksanaan dukungan
kesehatan dukungan kesehatan Mobile hyperbaric chamber KRI
PRP-712 pada operasi Lagab adalah sebagai berikut :
1) Adanya kebijakan pimpinan TNI AL melaksanakan
kursus hyperbarik kepada bakes-bakes KRI yang
dilaksanakan Lakesla.
2) Sudah banyak personel Bakes yang sudah memiliki
pelatihan/kursus hiperbarik namun ditempatkan di luar KRI
maupun di satuan pendirat.
3) Kebijakan pimpinan kesehatan angkatan laut
khususnya di bidang pengadaan untuk mendukung secara
maksimal kebutuhan personel dan material untuk
pelaksanaan latihan dan operasi Lagab.

b. Kendala.
1) Angkatan Laut dalam hal ini Pusdikkes Kodiklatal
belum mempunyai kurikulum pendidikan / kursus untuk
keahlian kesehatn hyperbaric. Hal ini diharapkan agar setiap
lulusan personel kesehatan dari kodiklatal sudah memiliki
kualifikasi kesehatan hyperbaric, sehingga siap untuk
ditempatkan di KRI PRP-712.
2) Adanya pengembangan struktur organisasi TNI AL
dalam hal pembangunan Komando Armada III dan Komando
Lintas Laut Militer wilayah timur, sehingga banyaknya bakes
KRI yang berpengalaman dan yang sudah memiliki
kualifikasi kesehatan hyperbaric, banyak dibutuhkan untuk
mengisi kebutuhan sebagai personel kesehatan pada
pengembangan organisasi TNI AL tersebut.