You are on page 1of 9

BAB III

LAPORAN KASUS

A. Identitas
 Nama : Ny. N
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Umur : 54 Tahun
 Alamat : Ds. Tada dusun I Parimo
 Pekerjaan : IRT
 Pendidikan terakhir :-
 Tanggal Pemeriksaan : 20/8/2018
 Ruangan : AMC VIP/VVIP Parkit Lt. 4 RSU Anutapura Palu

B. Anamnesis
 Keluhan Utama : BAB darah
 Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien masuk rumah sakit dengan keluhan perut terasa kembung dialami sejak ± 2
minggu, mual (+), muntah (-), demam (-), riwayat BAB berdarah ± 2 minggu dan
di rawat di RS Parigi.
 Riwayat Penyakit Dahulu :
Riwayat DM (-)
Riwayat HT (+)
Riwayat Jantung (-)
Riwayat HD (-)
Riwayat prostat (-)
 Kebiasaan (lifestyle) :
Riwayat merokok (-)
Riwayat minum alkhohol (-)
 Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada keluarga yang mengalami keluhan serupa.

C. PEMERIKSAAN FISIS
 Keadaan umum :
Sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis
 Tanda vital :
TD : 160/90 mmHg Pernapasan : 24 kali/menit
Nadi : 92 kali/menit Suhu : 36.50C

Kepala
 Bentuk : Normocephal
 Rambut : Sukar dicabut
 Mata : Isokor, diameter 3/3 mm
 Telinga : Tidak ada Keluhan
 Mulut : Mukosa mulut lembab

Leher
 KGB : Pembesaran (-)
 Tiroid : Pembesaran (-)
 JVP : Tidak meningkat
 Massa Lain : Tidak ada

Thoraks
 Inspeksi : Bentuk dada kanan kiri simetris, retraksi dinding dada (-),
 Palpasi : Krepitasi (-),
 Perkusi : Sonor (+) dikedua lapangan paru
 Auskultasi : Vesikuler +/+, ronkhi -/-, Wheezing -/-

Jantung
 Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak
 Palpasi : Pulsasi ictus cordis tidak teraba
 Perkusi Batas jantung : Batas jantung normal
Auskultasi : BJ S1 dan S2 murni regular, murmur (-), gallop (-).

Abdomen
 Inspeksi : Perut kesan cembung
 Auskultasi : Peristaltik (+) kesan normal, Asites (-)
 Perkusi : Timpani (+)
 Palpasi : Nyeri tekan epigastrium (-)
 Tes undulasi (-)

Anggota gerak
 Atas : Akral hangat, edema (-/-), tidak ada hambatan gerak
 Bawah : Akral hangat, edema (-/-),tidak ada hambatan gerak

D. Hasil Pemeriksaan Penunjang


Laboratorium
DARAH LENGKAP
NILAI RUJUKAN
(14 Agustus 2018)
WBC 6,4 x 103/mm3 4,8 – 10.8
RBC 3,98 x 106/uL 4,7 – 6,1
HGB 11,5 g/dL 12-16
HCT 34,6 % 42 – 52
MCV 87 fL 80-99
MCH 29,0 pg 27 – 31
MCHC 33,4 g/dL 33 – 37
PLT 427 x 103/uL 150 -450

PEMERIKSAAN DARAH HASIL NILAI RUJUKAN


14 Agustus 2018
Glukosa sewaktu 92 mg/dL 80-199 mg/dL
FUNGSI HATI
NILAI RUJUKAN
(14 Agustus 2018)
< 23 U/L (P)
SGPT 22 U/L
<30 U/L (L)
<21 U/L (P)
SGOT 25 U/L
<25 U/L(L)

FUNGSI GINJAL
NILAI RUJUKAN
(14 Agustus 2018)
UREA 22 mg/dL 8 – 25 mg/dL
60 – 150 U/L (P)
KREATININ 1,04 U/L
70 – 160 U/L (L)

PROFIL LIPID
NILAI RUJUKAN
(14 Agustus 2018)
KOLESTEROL 235 mg/dL < 200 mg/dL
HDL 47 mg/dL 45 – 65 mg/dL
LDL 180 mg/dL 33 – 55 mg/dL
TRIGLISERID 54 mg/dL 120 – 190 mg/dL
2.4 – 6 mg/dL (P)
ASAM URAT 8 mg/dL
3.4 – 7 mg/dL (L)
Radiologi
Foto polos abdomen dan colon in loop
Foto Polos Abdomen (20 Agustus 2018):

- Distribusi udara sampai ke distal colon


- Tidak tampak dilatasi loop usus
- Preperitoneal fat line dan psoas line intak
- Tulang-tulang intak

Foto colon in loop (20 Agustus 2018):

- Kontras dimasukkan melalui rektum


- Kontras mengisi rectum, colon sigmoid, colon descendens, colon
transversum, colon ascendens sampai usus halus
- Caliber lumen colon ascendens dan sigmoid mengecil dengan haustra yang
menghilang
- Tidak tampak filiing defek maupun additional shadow

Kesan : Colitis colon ascendens dan sigmoid

E. Resume
Pasien perempuan usia 54 tahun dibawa ke rumah sakit pada tanggal 14
Agustus 2018 dengan keluhan perut terasa kembung yang di alami sejak ± 2
minggu yang lalu. Riwayat BAB berdarah ± 2 minggu yang lalu dan BAB seperti
kotoran kambing 2 hari yang lalu (12 Agustus 2018). Nausea (+) vomitus (-),
demam (-). Pada pemeriksaan rectal tuse sphcinter ani mencekik, mukosa licin,
ada feses. Tanda-tanda vital: TD 160/90 mmHg, Nadi 92x/menit, Pernapasan
24x/menit dan Suhu 36.5°C. Hasil laboratorium WBC 6.4, RBC 3.98, HGB 11.5
g/dL, HCT 34.6%, PLT 427x103/mm3.

F. DIAGNOSA KERJA
- Tumor rectosigmoid
- Hipertensi grade II
- Dislipidemia
G. Penatalaksanaan
Medikamentosa :
- Amlodipin 1x1
- Ketorolac Inj/8 jam
- Cefoperazone ivial/12 jam
BAB IV

PEMBAHASAN

Kolitis adalah peradangan akut atau kronik yang mengenai kolon. Berdasarkan
penyebab, kolitis dapat dibagi menjadi kolitis infeksi dan non-infeksi. Kolitis
infeksi disebabkan oleh berbagai macam kuman. Oleh karena itulah kolitis infeksi
terbagi menjadi kolitis amebik, shigelosis, kolitis tuberkulosa, kolitis
pseudomembran dan kolitis oleh parasit serta bakteri lain. Kolitis non-infeksi
terdiri dari kolitis ulseratif, penyakit Crohn, kolitis radiasi, kolitis iskemik, kolitis
mikroskopik, maupun kolitis nonspesifik1.
Pada kasus ini pasien perempuan usia 54 tahun dibawa ke rumah sakit pada
tanggal 14 Agustus 2018 dengan keluhan perut terasa kembung yang di alami
sejak ± 2 minggu yang lalu. Riwayat BAB berdarah ± 2 minggu yang lalu dan
BAB seperti kotoran kambing 2 hari yang lalu (12 Agustus 2018). Nausea (+)
vomitus (-), demam (-). Pada pemeriksaan rectal tuse sphcinter ani mencekik,
mukosa licin, ada feses. Tanda-tanda vital: TD 160/90 mmHg, Nadi 92x/menit,
Pernapasan 24x/menit dan Suhu 36.5°C. Hasil laboratorium WBC 6.4, RBC 3.98,
HGB 11.5 g/dL, HCT 34.6%, PLT 427x103/mm3.
Berdasarkan keluhan yang diperoleh dari hasil anamnesis, terdapat
beberapa keluhan yang mengarahkan diagnosis ke tumor rectosigmoid, hipertensi
grade II dan dislipidemia. Namun berdasarkan pemeriksaan diagnostik berupa
colon in loop ditemukan caliber lumen colon ascendens dan sigmoid mengecil
dengan haustra yang menghilang. Yang mengarahkan diagnosis ke Colitis colon
descendens dan colon sigmoid.
Jenis kolitis yang paling sering ditemukan pada daerah tropis seperti
Indonesia adalah kolitis infeksi. Adapun prevalensi kolitis amebik di daerah tropis
adalah 50-80%. Namun prevalensi shigelosis, kolitis tuberkulosa, kolitis
pseudomembran dan kolitis karena Eschericia coli di daerah tropis khususnya
Indonesia tidak diketahui dengan pasti. Hal ini terjadi karena studi tentang
epidemiologi kolitis di Indonesia masih jarang dilakukan. Begitu juga dengan
prevalensi kolitis noninfeksi di Indonesia1.
Pada kasus ini, pada tanggal 21 Agustus 2018 pasien dipulangkan dalam
keadaan membaik.