You are on page 1of 18

LAPORAN PRAKTIKUM MATERIAL TEKNIK

MODUL D UJI KEKAKUAN DAN LENTUR


MODUL E UJI LELAH

Oleh :

Nama : Ferryandy Murdono


NIM : 13703010
Kelompok : 1H
Anggota : R. M. Aldireza F. (13703001)
Aditya Nugraha Setiawan (13703022)
Rully Indra A. (13703030)
Wilyanda Erwin (13703036)
Sulaiman Yusuf (13703044)

Asisten : Tri Wahono


Tgl. Praktikum : 19 Oktober 2004
Tgl. Laporan : 26 Oktober 2004

LABORATORIUM METALURGI
DEPARTEMEN TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2004
Uji Kekakuan dan Lentur

I. TUJUAN PRAKTIKUM
- menentukan kekuatan lentur (flexural strength) material
- menentukan kemampu-bentukan (formability) dari material
- menentukan modulus elastisitas material

II. TEORI DASAR


Pada uji lentur terdapat dua macam pengujian yaitu three point bending
dan fourth point bending. diagram atau gambar pengujian dari masing-masing
pengujian seperti di bawah ini.
- Three point bending

- Fourth point bending

Persamaan-persamaan pada uji lentur :


M bC
 
I
dimana, σ = tegangan normal
Mb = momen lentur di penampang melintang yang ditinjau
C = jarak dari sumbu netral ke elemen yang ditinjau
I = momen inersia penampang
Untuk spesimen yang mempunyai penampang segi empat, tegangan normal
maksimum adalah :
 PL  h 
  
 4  2 
 
 bh 3 
 
 12 
dimana, P = beban yang bekerja
L = jarak antar kedua tumpuan
b = lebar spesimen
t = tebal spesimen
Untuk defleksi pada daerah elastis adalah :
PL3
 
48EI
dimana, δ = defleksi
P = beban yang bekerja
L = jarak antar kedua tumpuan
E = modulus elastisitas bahan spesimen
I = momen inersia penampang

Langkah-langkah perngujian uji lentur :


- Ukur kekuatan spesimen
- Cari data kekuatan luluh spesimen dari handbook atau sumber lain
- Tentukan beban makasimum pada daerah elastis
- Atur jarak kedua tumpuan pada mesin uji lentur, jarak antara kedua tumpuan =
150 mm
- pasang spesimen penguji dan dial pengukur defleksi
- lakukan pembebanan perlahan-lahan, catat beban dan defleksi yang terjadi. beban
jangan sampai melebihi kekuatan luluh benda uji.
- lepaskan beban
- setelah selesai pembebanan, lepaskan spesimen dan pengukur defleksi dari
tumpuannya.
- setelah itu beri beban kembali pada spesimen sampai terjadi retak
- catat beban yang diberikan sampai retak
- ukur kekerasan spesimen di tempat yang mengalami deformasi plastis.

Kondisi akhir spesimen pada uji lentur adalah :


- patah
- retak
- tidak retak
III. DATA DAN PERHITUNGAN
A. Data Pengamatan
- Material = ST-37
- Kekuatan lentur material = 246,67 MPa
- Dimensi spesimen
panjang (l) = 304 mm
lebar (b) = 18,92 mm
tebal (t) = 19 mm
diameter (d) =
- Jarak tumpuan (L) = 150 mm
- Laju pembebanan =
- Beban maksimum pada daerah elastis =
- Spesimen uji menurut standar =
- Kekerasan awal = 55 HRA
- Kekerasan akhir = 70 HRA

No beban (kg) Defleksi (mm)


1 1500 6
2 2500 10
3 3500 14
4 4500 18 B.
5 5500 21
6 6500 23
7 7200 26
PERHITUNGAN
1. perhitungan beban masksimum pada daerah elastis
 PL  h 
  
 4  2 
 
 bh 3 
 
 12 
dimana σ yang digunakan adalah σy sesuai literatur atau standar yaitu 246,67
 P150  19 
  
 4  2 
246,67 
 18,92  19 3 
 
 12 
P  7487,936 N

2. perhitungan momen inersia penampang


bh 3
I 
12
18,92  19 3
I 
12

I  10814,357mm 4
3. perhitungan modulus elastisitas bahan
PL3
 
48EI
P
dimana  tan   gradien dari kurva P terhadap δ

P 48EI
jadi,  tan  
 L3
tan   L3
E
48 I
dan persamaan regresi linear dari kurva yang dihasilkan adalah
y = 288.49x + -406.03
dimana gradiennya adalah 288.49

jadi, E

288,49  10 3  150  10 3  3


48  10814,357  10 12 
E  1875,6966 Pa

E  1,875 GPa

IV. ANALISIS
Pada uji lentur terdapat dua macam alat uji yaitu three point bending dan
fourth point bending.
- three point bending
distribusi tegangannya adalah seperti pada gambar di bawah ini,

0 l/2 l

Diagram momen lentur yang terjadi adalah :

0 l/2 l
- fourth point bending
distribusi tegangannya adalah seperti pada gambar di bawah ini,

0 l/3l 2/3l l

Diagram momen lentur yang terjadi adalah :


0 1/3l 2/3l l
Berdasarkan diagram momen lentur yang ada kita juga dapat mengetahui
bahwa momen lentur murni dari fourth point bending lebih akurat dibanding three
point bending karena pada three point bending daerah momen lentur murni terdapat
pada daerah atau titik l/2 sedangkan pada fourth point bending terdapat pada garis
yang kontinu antara 1/3l sampai 2/3l sehingga momen lentur murni dapat ditentukan
lebih akurat.
Modulus elastisitas bahan dapat kita hasilkan melalui grafik P (beban)
terhadap δ (defleksi) yang kemudian dicari regresi linearnya untuk mengetahui nilai
gradiennya yang kemudian dimasukkan ke persamaan modulus elastisitas bahan.
Menentukan kekuatan lentur dari suatu material merupakan tujuan dari
percobaan ini. Kekuatan lentur material adalah kekuatan suatu spesimen atau material
untuk menerima gaya sampai sebelum spesimen mengalami retak.
Pada uji lentur spesimen akan mengalami retak hal tersebut disebabkan
adanya pemberian tegangan tarik dan tegangan tekan pada spesimen uji. Tegangan
yang terjadi pada spesimen uji diatas tegangan normal adalah tegangan tarik dan
dibawah tegangan normal tegangan yang terjadi adalah tegangan tekan.

Pada spesimen uji lentur terdapat kenaikan harga kekerasan sebelum diuji
dan setelah diuji. Sebelum diuji harga kekerasannya adalah 55 HRA dan setelah diuji
harga kekerasannya menjadi 70 HRA. Hal tersebut disebabkan karena adanya strain
hardening yang terjadi pada spesimen pada saat diuji.
V. KESIMPULAN
1. Modulus Elastisitas bahan dari material ST-37 adalah 1,875 GPa
2. Beban maksimum yang dapat diterima oleh spesimen sampai sebelum
terdeformasi plastis adalah 7487,936 N
VI. DAFTAR PUSTAKA
1. Popov, “Mechanics of Solid Materials”, Prentice-Hall Inc, Englewood Cliffs,
USA, 1978.

VII. JAWABAN PERTANYAAN

1. P

2. Modulus Elastisitas bahan berdasarkan kurva tersebut adalah 1,875 GPa.


3. Modulus Elastisitas dari material ST-37 berdasarkan literatur adalah

4.
5.

Dimana pada saat terjadi deformasi plastis di atas tegangan normal spesimen akan
mengalami tegangan tarik dan di bawah tegangan normal spesimen akan
mengalami tegangan tekan.

Uji Lelah
I. TUJUAN PRAKTIKUM
- Mengetahui kelakuan material bila menerima beban dinamik
- menemukan batas lelah (fatigue limit) dari material

II. DASAR TEORI


Pada elemen mesin yang menerima beban dinamik, tegangan yang terjadi
di dalamnya akan berubah-ubah. Bila besarnya tegangan yang berubah-ubah tersebut
melampaui batas lelah material, maka elemen mesin akan rusak dalam kurun waktu
tertentu.
Macam-macam beban dinamik :
- Beban tegangan bolak-balik (reserved stress)

- Beban tegangan berulang (repeated stress)

- Beban tegangan tidak beraturan (random stress)


Batas lelah material dapat ditentukan dari pengujian lelah lentur putar
(rotary bending fatigue test) terhadap beberapa spesimen uji. Beban yang diberikan
pada masing-masing spesimen uji dibuat berbeda-beda.
Bentuk penampang patahan akibat pembebanan dinamik dapat dicirikan oleh adanya :
- Retakan awal (crack inisiation)
- Daerah rambatan retak (crack growth)
- Daerah beban berlebih (overloaded area)

Persamaan-persamaan dalam uji lelah :


 maks
R
 min
a
A
m
 f   maks   min

f
a 
2

Langkah-langkah percobaan uji lelah :


- Gambarkan dan ukur dimensi spesimen
- Catat data putaran motor penggerak mesin uji lelah lentur
- Perhatikan penunjukkan jumlah putaran spesimen uji, sebelum pengujian dimulai
cata angka yang tertera pada penunjuk jumlah putaran
- Atur beban sesuai kebutuhan
- Pasang spesimen uji pada pemegang spesimen, pemasangan spesimen harus
cukup kuat
- Pasang pengukur defleksi pada tempatnya
- Lepaskan tuas penahan beban
- Pasangkan tutup pengaman
- Pengujian siap dimulai
- Setelah spesimen putus, catat angka penunjuk jumlah putaran
- Lepaskan tutup pengaman, putar tuas penahan beban lepaskan pengukur defleksi
dan lepaskan spesimen
- Buat analisis tentang permukaan patahan

III. DATA DAN PERHITUNGAN

 max  min
250 70
130 120
100 50
260 100
230 -170
25 -150
100 -100

1. perhitungan nilai  a
f
a  , dimana  f   maks   min
2
jadi untuk  max  250 dan  min  70 ,
250  70
a 
2
 a  90

untuk nilai yang lainnya diperoleh seperti pada tabel dibawah ini,

 max  min a
250 70 90
130 120 5
100 50 25
260 100 80
230 -170 200
25 -150 87,5
100 -100 100

IV. PEMBAHASAN
Pada uji lelah spesimen akan diberikan beban dinamik untuk
mengetahui kelakuan dari material tersebut bila diberikan beban dinamik. Beban
dinamik ada 3 yaitu beban tegangan bolak-balik dimana benda atau spesimen
akan menerima tegangan tarik dan tegangan tekan secara bergantian, beban
tegangan berulang dimana benda hanya mendapatkan tegangan tarik saja, dan
beban tegangan tidak beraturan dimana pada satu titik benda akan mengalami
teganan tarik saja dan pada titik lain benda akan mengalami tegangan tarik dan
tekan. Gambar ketiga beban tersebut dapat dilihat pada bagian teori dasar diatas.
Uji lelah akan menghasilkan kurva S terhadap N yang sangat
berguna untuk menentukan batas lelah dari suatu material dan juga umur lelah
dari suatu material. Contoh kurva S terhadap N :

Batas
lelah

Umur lelah N
Untuk baja dan aluminium sebagai contoh material tersebut
mempunyai kurva S terhadap N seperti gambar dibawah ini, dari kurva S-N
aluminium dan baja kita dapat melihat bahwa Aluminium tidak mempunyai batas
lelah karena walaupun diberi beban dinamis yang kecil sekalipun grafiknya tidak
akan pernah konstan dan akan terdapat kerusakan. Sedangkan baja mempunyai
batas lelah seperti terlihat pada grafik terdapat daerah yang linear. Jadi kita dapat
mengetahui batas lelah atau umur lelah suatu material juga bergantung dari
material tersebut.

Baja
Aluminium
N
Bahaya dari beban dinamik adalah kita tidak akan dapat
mengetahui kapan material tersebut akan rusak karena dapat terjadi kerusakan
sewaktu-waktu tanpa dapat kita duga. Yang dapat kita perkirakan hanya kapan
material tersebut mengalami kelelahan. Jadi untuk industri yang menggunakan
benda-benda atau alat-alat yang terus bekerja seperti halnya turbin sangatlah
penting untuk mengetahui batas lelah dan umur lelah dari alat-alat tersebut.
Keamanan suatu material bila diberi beban dinamis tertentu dapat
kita ketahui dari pengujian lelah ini.

σmean σmax Keterangan


160 250 tidak aman
125 130 tidak aman
75 100 tidak aman
180 260 tidak aman
30 230 tidak aman
-62,5 25 aman
0 100 aman

V. KESIMPULAN
- melalui diagram Goodman, dapat diketahui batas tegangan yang aman ketika
diberi beban dinamis.
VI. DAFTAR PUSTAKA
1. Dieter, G.E., “ Mechanical Metallurgy “, McGraw-Hill Book Co.
2. JIS Handbook, “ Ferrous Materials and metallurgy “, Japanese Standards
Asociation, 1981.