You are on page 1of 12

PROPOSAL

PROGRAM INKUBASI BISNIS


KELOMPOK USAHA TERNAK KAMBING
DESA SUGIHAN KABUPATEN GROBOGAN PROPINSI JAWA TENGAH
TAHUN 2017

DITUJUKAN KEPADA :
DIRJEND BINAPENTA
UP. KEPALA BALAI BESAR PENGEMBANGAN PASAR KERJA DAN
PERLUASAN KESEMPATAN KERJA LEMBANG
JL. RAYA LEMBANG NO. 222 TELP. (022) 2788612 LEMBANG – BANDUNG 40391
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Zaman demi zaman berlalu, kebutuhan manusiapun turut meningkat. Masyarakat

sebagai kumpulan manusiapun meningkat kebutuhannya. Salah satu dari yang

dibutuhkan masyarakat adalah kebutuhan akan sandang atau pakaian. Manusia

membutuhkan pakaian untuk menutupi dan melindungi dirinya dari cuaca dingin dan

panas dan dari serangan binatang (serangga).

Sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi, pakaian tidak hanya dipakai

untuk menutupi dan melindungi dirinya saja, tetapi juga untuk keindahan. Oleh

karena itu muncullah mode pakaian. Mode pakaian yang ada terus berkembang pesat

sehingga pakaian menjadi industri yang cukup diperhitungkan. Adanya lembaga

kursus menjahit dan pelatihan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

dibidang menjahit dan industri pakaian.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka perlu dibuat Standar Kompetensi Lulusan

minimal dibidang keterampilan menjahit pakaian, yang diharapkan mempunyai asas

keterpakaian dan berguna dimasyarakat umumnya, sehingga hasil lulusannya dapat

dipertanggungjawabkan dan mempunyai daya saing dan daya jual yang tinggi

dimasyarakat secara profesional.

Untuk dapat mengikuti kursus menjahit dan pelatihan, peserta didik harus

memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Dapat membaca, menulis, dan berhitung

2. Kondisi fisik dapat melakukan pekerjaan menjahit

3. Memiliki minat dan bakat menjahit

Saat ini iklim industri konveksi semakin meningkat. Permintaan pasar konveksi

semakin besar sehingga perusahaan banyak membutuhkan tenaga buruh jahit untuk

memenuhi permintaan pasar. Berdasarkan kenyataan tersebut, perlu didirikan suatu


wadah untuk menyalurkan dan mengembangkan potensi jahit rumah tangga, sehingga

dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Salah satunya dengan mendirikan kursus

yang memihak pada kesejahteraan penjahit.

Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, terutama di negara-negara

berkembang seperti Indonesia, maka untuk mengimbangi laju perkembangan tersebut

diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas dan profesional agar dapat menjadi

subjek pembangunan.

Pendidikan formal yang hanya mengandalkan teori dan terbatas pada kualifikasi

pendidikan SLTP dan SMU dan tidak memiliki skill atau keterampilan khusus,

nampaknya tidak cukup dan tidak dapat diandalkan untuk mengisi lapangan kerja

yang tersedia atau membuka lapangan kerja secara mandiri. Keterampilan menjahit

yang dimiliki dapat memberi harapan untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan.

Pelatihan atau kursus menjahit nyatanya memberikan solusi bagi masyarakat,

khususnya para generasi muda yang berpendidikan rendah dan tidak memiliki

pengetahuan keterampilan menjahit yang dapat memberi peluang untuk membuka

usaha mandiri.

Keterampilan menjahit yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan keterampilan

dan menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas dan pada gilirannya akan

membantu pemerintah dalam mengembangkan sektor industri kecil dan mengurangi

angka pengangguran. Lembaga kursus yang didukung dengan tenaga-tenaga pengajar

yang berpengalaman dan profesional dalam bidang menjahit busana yang semakin

menambah tingkat keprofesionalan dalam berkarya.

Kabupaten Demak merupakan satu beberapa Kabupaten di Propinsi Jawa Tengah.

Kabupaten Demak termasuk dalam kabupaten yang sumber daya manusianya masih

rendah dan tingkat kemiskinan rakyatnya yang masih tinggi. Peningkatan kualitas
sumber daya manusia, pembangunan sektor ekonomi yang berbasis kerakyatan,

menciptakan lapangan kerja dan lain sebagainya adalah hal-hal yang perlu dilakukan

demi kesejahteraan rakyat.

Salah satu desa yang berada di kabupaten Demak adalah desa Pamongan. Di desa ini

masih banyak pemuda yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang

lebih tinggi karena faktor biaya. Mereka juga tidak memiliki keterampilan khusus

untuk bekerja, sehingga sebagian dari mereka terpaksa menggangur.

Hal tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama, walaupun pemerintah juga

tidak tinggal diam dengan keadaan tersebut dengan segala kegiatan pelatihan dan

ketrampilan berbasis kerakyatan. Namun itu semua belum mampu menjawab

pertanyaan publik seputar pengangguran yang ada di sekitar kita. Terlebih lagi dengan

banyaknya pengangguran karena telah habis masa kontrak kerjanya dengan

perusahaan, semakin menambah panjang deretan kemiskinan yang melanda wilayah

Demak khususnya Desa Pamongan Kecamatan Guntur.

Dari ulasan di atas, dalam upaya mengurangi angka pengangguran di Desa Pamongan

Kecamatan Guntur ini, kami merencanakan akan menyelenggarakan program kursus

keterampilan menjahit tingkat menengah. Karena didasarkan pada hasil pendataan

yang telah diperoleh dari tim pelaksana.

Menjahit merupakan salah satu jenis ketrampilan dan usaha yang dapat dilakukan

oleh siapa saja karena usaha ini tergolong murah biayanya dan mudah untuk

dipasarkan hasilnya.

Peserta kursus dari program ini adalah para buruh yang telah habis masa kontraknya

dan lulusan SMA atau SMP yang tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang

yang lebih tinggi. Setelah mengikuti program ini warga diharapkan mampu

memperoleh ketrampilan dalam menjahit dan mampu untuk mengembangkan usaha


sendiri melalui wirausaha sehingga mampu meningkatkan taraf hidup warga Desa

Pamongan, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.

Serta diharapkan pula program kursus ini mampu mengurangi bahkan mengentaskan

jumlah pengangguran yang ada di Desa Pamongan Kecamatan Guntur Kabupaten

Demak.

B. TUJUAN
1. Membentuk/mengembangkan unit usaha/inkubator bisnis dan kapasitas
kelembagaan sebagai rintisan sentra kewirausahaan masyarakat sesuai potensi
yang dimiliki.
2. Menciptakan peluang sumber pendanaan lembaga yang berasal dari keuntungan
unit usaha/inkubator bisnis yang dikembangkan.
3. Meningkatkan keberaksaraan wirausaha peserta didik melalui peningkatan
pengetahuan, sikap, keterampilan, dan keberanian berusaha secara mandiri baik
perorangan, kelompok maupun bagian dari inkubator bisnis yang dikembangkan
lembaga.
C. Hasil Yang diharapkan
1. Dari tahapan proses inilah masyarakat kami bisa terampil dan menguasai ilmu
tentang Produksi Sepatu, sehingga harapan kami selaku penyelenggara Rintisan
Kelompok Belajar usaha ini, maka masyarakat yang kami bina nantinya dengan
mudah untuk memperoleh penghasilan yang menetap guna untuk mencukupi
kebutuhan sehari-harinya
2. Terbentuk/berkembangnya unit usaha/inkubator bisnis dan kapasitas kelembagaan
sebagai rintisan sentra kewirausahaan masyarakat sesuai potensi yang dimiliki.
3. Terciptanya peluang sumber pendanaan lembaga yang berasal dari keuntungan
unit usaha/inkubator bisnis yang dikembangkan
4. Meningkatnya keberaksaraan wirausaha peserta didik melalui peningkatan
pengetahuan, sikap, keterampilan, dan keberanian berusaha secara mandiri baik
perorangan, kelompok maupun bagian dari inkubator bisnis yang dikembangkan
lembaga
RAB

No Komponen Yang Didanai Volume Satuan Jumlah


(Rp) (Rp)
1 2 3 4 5
Persiapan

1 a. Penyusunan rencana dan jadwal kegiatan 1 Kegiatan 650,000 650,000


b. Sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan 50 org 25,000 1,250,000
Kegiatan
Pelaksanaan Penataan Kelembagaan
a. Pembuatan papan nama, buku administrasi 1 Kegiatan 750,000 750,000
dll
b. Penyediaan perlengkapan seperti map Komplit 750,000 750,000
2 menyimpan arsip, kalkulator, binder dll
c. Pengadaan Bahan Bacaan kewirausahaan dan 2 jdl x 20 exp 50,000 2,000,000
keterampilan sesuai jenis usaha
5400000
Pelaksanaan Pembelajaran aksara
kewirausahaan dan keterampilan produktif

a. ATK, Bahan Ajar/buku,bahan praktik dll 20 Ot 150,000 3,000,000


b. Manajemen Komplit 750.000 750.000
3 b. Transport Tutor, instruktur, narasumber 4 org X2 bln 600,000 4,800,000
tehnis, tenaga pendampingan
c. Transport pengelola 3 org X 2 bln 750,000 4,500,000
10350000
Pelaksanaan Penyelenggaraan Inkubator
Bisnis

a. Bahan-bahan
Pembelian Kambing 20 Ekor 3.000,000 60,000,000
4 b. Bahan-bahan \
Obat - obatan 10 Paket 800,000 8,000,000
c. Pembuatan Kamdang 1 Paket 20,000,000 20,000,000
d. Biaya lain yang relevan untuk - 3,000,000 3,000,000
pengembangan usaha -
66000000
Penilaian/evaluasi dan Pelaporan

5 a. Penialain Portofolio pembelajaran 10 org 45.000 450,000


kewirausahaan
b. Penyusunan dan pengiriman laporan 4 300,000 1,200,000
Jumlah Total 100,000,000

77825000
7000000 – 2700000 - 4300000

STRUKTUR IRGANISASI LEMBAGA

Ketua KUSNIN
Sekertaris SUPARJO
Bendahara PARYONO
AKTE NOTARIS
REKENING
KELOMPOK USAHA
“ TERNAK KAMBING “
DESA SUGIHAN KECAMATAN TOROH KABUPATEN GROBOGAN
PROPINSI JAWA TENGAH

Sugihan, 02 Januari 2017

Nomor : 011/ LPKS-.../III/2016


Lampiran : 1 ( satu ) berkas
Hal : Permohonan Bantuan Inkubasi Bisnis

Kepada Yth.
Dirjend Binapenta
UP. Kepala Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan
Perluasan Kesempatan Kerja ( BBPPK – PKK )
di-
Lembang Bandung Barat - Jawa Barat

Dengan Hormat,

Dalam rangka meningkatkan peran serta dalam pembangunan, kami salah


satu lembaga yang bergerak dibidang peningkatan sumber daya manusia yang telah
berdiri sejak tahun .......ingin berpatisipasi aktif dalam peningkatan SDM tenaga kerja
yang siap untuk bekerja atau berwirausaha secara mandiri.
Sehubungan dengan hal tersebut, bersama ini kami mengajukan Permohonan
Bantuan Inkubasi Bisnis (Kelompok Usaja “ Ternak Kambing “),dengan jenis kejuruan
Ternak Kambing. Program pelatihan tersebut sangat kami butuhkan karena potensi
pasar kerja/wirausaha di bidang tersebut sangat tinggi.

Demikian proposal ini kami sampaikan, atas perhatian dan terkabulnya


permohonan ini kami ucapkan terima kasih.

Sugihan, Januari 2017


Ketua Kelompok Usaha
‘ Ternak Kambing ‘

KUSRIN

SURAT PENGANTAR
Nomor :011/ SP/LPK-H/XII/2016

No Isi Surat Jumla Keterangan


. h
Proposal
1. 1bend Dikirimdenganhormat,Mohonmendapattindaklanjutsebagaiman
Pengembang
el amestinya.
an Program
Pemberdaya
an
Masyarakat
Melalui
Pendamping
an Kejuruan
( Nama
Kejuruan )
Tahun 2016.
Direktur,
( Nama Lembaga )

Pimpinan Lembaga