You are on page 1of 19

LAMPIRAN II

PERHITUNGAN

Flue Gas, T = 241,31oC


N2, CO2, O2, H2O

Oil Masuk Oil Keluar


2597,48 T/D 2597,48T/D
T = 282 oC T = 350,9 oC

Fuel Gas
3,25 T/D
T = 36 oC
Spgr = 0,8847
CH4 82,20 %
C2H6 7,20 %
C3H8 1,40 % Udara (36 oC, RH 60%)
i-C4H10 0,40 % O2 Excess= 13,5 %
n-C4H10 0.30 %
i-C5H12 0.10 %
n-C5H12 0.10 %
CO2 6,60 %
N2 2,70 %

Gambar L2.1 Diagram Alir Pengamatan Furnace FC-F2 Unit RFCCU

87
88

A. NERACA MASSA
Basis = 1 Jam Operasi

a. Neraca Masuk
1. Menghitung Mol Komponen Masing-masing Fuel Gas
Diketahui :
P = 1 atm
T = 36⁰C + 273 = 309 K
R = 0,08025 ltr (atm) / gmol K
m = 3,25 Ton/Hari x 1000 Kg/Ton x 1 Hari/24 Jam
= 135,42 Kg
Untuk menghitung volume gas masuk dilakukan perhitungan massa jenis
Fuel Gas berdasarkan data spgr Fuel Gas dan Massa jenis udara.
Massa jenis udara dihitung dengan persamaan gas ideal :
PxV =nxRxT
m
PxV = xRxT
BM
P x Bm
ρ =
R xT
1 atm x 28,84 Kg/ Kmol
= 3 ( atm ) Kmol x 309 K
0,08205m
= 1,16 Kg/m3
Jadi massa jenis udara = 1,16 Kg/m3
Massa Jenis Fuel Gas
Spgr Fuel Gas =
Massa JenisUdara
Massa Jenis Fuel Gas
0,8847 = 3
1,16 Kg/m
Massa Jenis Fuel Gas = 1,03 Kg/m3
Massa Fuel Gas
Volume Gas Masuk =
Massa Jenis Fuel Gas
3
135,42 Kg/m
= 3
1,03 Kg/m
3
1000 dm
= 131,61 m3 x 3
1m
89

= 13.160,86 dm3 = 13.160,86 m3


Untuk menghitung mol total Fuel Gas digunakan persamaan gas ideal :
PxV =nxRxT
P xV
n Total =
R xT
1 atm x 13.160,86 ltr
=
0,08205ltr ( atm ) Kmol K x 309 K
1 Kmol
= 530,74 gmol x
1000 gmol
= 0,53 Kmol
Setelah diketahui mol total Flue Gas maka dapat dilakukan perhitungan
awal komponen masing-masing Fuel Gas.
N CH4 = % Vol x n Total Flue Gas
81
= x 0,53 Kmol
100
= 0,43 Kmol x Bm CH4
= 0,43 Kmol x 16 Kg/Kmol
= 6,90 Kg
Mol komponen masing-masing Fuel Gas lainnya dapat dilihat di tabel
L2.1.
Tabel L2.1 Mol Komponen masing-masing Fuel Gas
Komponen Volume BM Mol Massa
(%) (Kg/Kmol) (Kmol) (Kg)
CH4 81,2 16 0,4301 6,90
C2H6 7,2 30 0,038 1,15
C3H8 1,4 44 0,007 0,33
i-C4H10 0,4 58 0,002 0,12
n-C4H10 0,3 58 0,002 0,09
i-C6H12 0,1 72 0,001 0,04
n-C6H12 0,1 72 0,001 0,04
CO2 6,6 44 0,035 1,54
N2 2,7 28 0,014 10,40
Total 100 0,53 10,60

2. Menghitung Udara Suplai


90

Udara suplai dihitung berdasarkan stoikiometri reaksi pembakaran dari


Flue Gas.
a. Reaksi Pembakaran Fuel Gas
CH4 CO2 + 2H2O
C2H6 3,5CO2 + 3H2O
C3H8 5O2 + 4H2O
i-C4H10 6,5CO2 + 5H2O
n-C4H10 6,5CO2 + 5H2O
i-C5H12 8O2 + 6H2O
n-C5H12 8O2 + 6H2O
Berdasarkan reaksi pembakaran Fuel Gas maka dapat dilakukan
perhitungan udara suplai.
Untuk menghitung O2 teoritis dari Fuel Gas digunakan rumus :
O2 teoritis dari CH4 = n O2 x Mol CH4
= 2 x 0,43
= 0,86 Kmol
Untuk Mol O2 teoritis dari masing-masing komponen Fuel Gas dapat
dilihat pada tabel L2.2
Tabel L2.2 O2 teoritis dari Fuel Gas
Komponen Mol
(Kmol)
CH4 0,862
C2H6 0,134
C3H8 0,037
i-C4H10 0,014
n-C4H10 0,010
i-C5H12 0,004
i-C5H12 0,004
Total 1,065
91

Berdasarkan O2 teoritis Fuel Gas dengan O2 excess = 13,5 %, maka dapat


dilakukan perhitungan O2 dari udara.
O2 dari udara = % O2 excess x O2 teoritis Fuel Gas
100 x 13,5
= x 1,065 Kmol
100
= 14,38 Kmol x 32 Kg/Kmol
= 460,28 Kg

79
N2 dari udara = x O2 dari udara
21
79
= x 54,11 Kmol
21
= 68,49 Kmol x 28,84 Kg/Kmol
= 1975,36 Kg

Menghitung H2O yang terkandung dalam udara


T dry bulb = 36⁰C
Relative Humidity = 60 %
Dengan temperatur dry bulb sebesar 36⁰C dan relative humidity 60 %
maka, didapatkan humiditas ( H ) = 0,01 Kg/Kg
(sumber : http://www.sugartech.co.za/psycohro/index.php)
H2O yang terkandung dalam udara = H x udara suplai
= 0,01 Kg/Kg x 1975,36 Kg
= 1,97 Kg : 18 Kg/Kmol
= 0,04 Kmol

b. Neraca Keluar
1. Menghitung Mol O2 dan N2 keluar
O2 keluar stack = O2 suplai – O2 teoritis
= 14,28 Kmol – 1,065 Kmol
= 13,32 Kmol x 32 Kg/Kmol
= 426,18 Kg
92

N2 keluar stack = N2 dari udara + N2 dari bahan bakar


= 54,11 Kmol + 0,014 Kmol
= 54,124 Kmol x 28 Kg/Kmol
= 1634,50 Kg
2. Menghitung Mol Flue Gas hasil pembakaran
Flue Gas hasil pembakaran terdiri dari CO2, H2O Flue Gas dihitung
menggunakan reaksi pembakaran sempurna.
CO2 dari CH4 = n CO2 x mol CH4
= 1 x 0,431 Kmol
= 0,43 Kmol
Untuk mol CO2 dari reaksi pembakaran Fuel Gas dapat dilihat pada Tabel
L2.3.
Tabel L2.3 Mol CO2 dari reaksi Pembakaran
Komponen Mol
(Kmol)
CH4 0,431
C2H6 0,076
C3H8 0,022
i-C4H10 0,008
n-C4H10 0,008
i-C5H12 0,052
i-C5H12 0,052
Total 0,650
CO2 keluar stack = CO2 hasil reaksi + CO2 dari bahan bakar
= 0,650 Kmol + 0,035 Kmol
= 0,685 Kmol x 44 Kg/Kmol
= 30,14 Kg
Untuk jumlah H2O keluar dihitung berdasarkan stoikiometri reaksi
pembakaran sempurna dari Fuel Gas :
Mol H2O dari CH4 = n H2O x mol CH4
= 2 x 0,431 Kmol
= 0,86 Kmol
Untuk mol H2O dari reaksi pembakaran Fuel Gas dapat dilihat pada Tabel
L2.4.
Tabel L2.4 Mol H2O dari reaksi Pembakaran
93

Komponen Mol
(Kmol)
CH4 0,862
C2H6 0,115
C3H8 0,030
i-C4H10 0,010
n-C4H10 0,010
i-C5H12 0,003
i-C5H12 0,003
Total 1,033
H2O keluar stack = H2O dari Flue Gas + H2O dari udara
= 1,033 Kmol + 0,04Kmol
= 1,037 Kmol x 18 Kg/Kmol
= 19,96 Kg
Tabel L2.5 Hasil Perhitungan Neraca Massa Furnace FC-F2 Pada Tanggal 06
Agustus 2018
Komponen Masuk Keluar
Feed 108228,33
Fuel Gas 135,42
Udara Suplai 1975,36
H2O dari udara 0,69
CO2 keluar stack 30,14
N2 keluar stack 1634,50
H2O Keluar Stack 19,96
O2 keluar stack 426,18
Total 110339,11 110339,11

Hasil Perhitungan Neraca Massa pada tanggal 06 Agustus – 10 Agustus 2018


dapat dilihat pada Tabel 5.4 – 5.8.
B. NERACA ENERGI
a. Energi Masuk
1. Panas Sensibel Feed ( Long Residue ) Masuk
Panas sensibel Feed merupakan panas yang dimiliki oleh Feed yang
dipanaskan di Furnace FC-F2.
Diketahui :
m = Massa Feed (lb)
1 Hari 2205 lb
= 2597,48 Ton/hari x x
24 Jam 1 Ton
= 238643,48 lb
94

Cp = Kapasitas Panas
Mencari nilai Cp didapat dari grafik Spesific Heat Of Liquid Petroliums
Oil, Process Heat Transfer, Kern D.Q Fig.4
Spesific Grafity = 0,8847
141,5
⁰API = - 131,5
( SpesificGravity )
= 28,84
9/5
T input = 282⁰C x + 32⁰F = 540⁰F
1⁰ C
Kapasitas Panas = 0,7 Btu/lb⁰F
Untuk menghitung panas sensibel dari Feed maka digunakan rumus :
Q = 238643,48 lb x 0,7 Btu/lb⁰F x ( 540 – 86 )⁰F
0,2522 Kkal
= 75774076,18 Btu x
1 Btu
= 19107494,15 Kkal

2. Menghitung Heat Release


Heat Release merupakan panas yang di suplai dari panas sensibel dan
panas pembakaran Fuel Gas serta panas sensibel udara pembakaran.
a. Panas Pembakaran Fuel Gas
Diketahui :
LHV Fuel Gas = 916 Btu/ft3
9/5
T input = 36⁰C x + 491,7⁰R = 556,5⁰R
1⁰ C
P = 1 atm
R = 0,792 ft3/lbmol⁰R
nx Rx T
V Fuel Gas =
P
= 68,49 lbmol x 0,792 ft3/lbmol⁰R x 556,5⁰R
1 atm
3
= 30186,85 ft
Q Fuel Gas = V x LHV Fuel Gas
= 30186,85 ft3 x 916 Btu/ft3
95

0,252164 Kkal
= 36224220,37 Btu x
1 Btu
= 9134444,31 Kkal

b. Panas Sensibel Fuel Gas


Diketahui :
T input = 36⁰C + 273 = 309 K
Tabel L2.6 Mol Komponen masing-masing Fuel Gas
Komponen a b x 10-2 c x 10-5 d x 10-9
CH4 4,759 1,2 0,303 -2,63
C2H6 1,648 4,124 -1,53 1,74
C3H8 -0,97 7,279 -3,755 7,54
i-C4H10 -1,89 9,936 -5,495 11,92
n-C4H10 0,945 8,873 -4,38 8,36
i-C6H12 -2,28 12,1 -6,519 13,67
n-C6H12 1,618 10,35 -5,365 10,1
CO2 5,316 1,4285 -0,8362 1,754
N2 6,903 -0,03753 0,193 -0,6861
(Sumber : Hougen Olaf A. & Kenneth M.Watson Chemical Process
Principle, Appendix Tabel.C)
Untuk menghitung Cp masing-masing komponen Fuel Gas digunakan
rumus :
a
¿
Cp = T2 + bT + cT2 + dT3) dT
∫¿
T1

b c d
a (T2 – T1) + (T22 – T12) + (T23 – T13) + (T24 –
= 2 3 4
T1 )
4 T2 – T1

-2 -5
1,2 x 10 2 2
4,759 (309 – 303) K + (309 – 303 ) K +
2
-9
0,303 x 10 −2,63 x 10
Cp N2 = (3093 – 3033) K + (3094 –
3 4
3034) K

309 K – 303 K
= 8,64 Kkal/Kmol K
96

Dengan cara yang sama seperti diatas maka diperoleh hasil perhitungan
kapasitas panas dari Fuel Gas, nilai kapasitas panas dapat dilihat pada
Tabel L2.7
Tabel L2.7 Nilai Kapasitas Panas Fuel Gas
Cp
Komponen
Kkal/Kmol K
CH4 8,64
C2H6 21,40
C3H8 18,01
i-C4H10 23,42
n-C4H10 24,32
i-C6H12 29,04
n-C6H12 29,08
CO2 11,41
N2 6,95
Q sensibel CH4 = n x Cp x dT
= 0,431 Kmol x 8,64 Kkal/Kmol K x ( 309 -306 ) K
= 22,34 Kkal
Untuk menghitung masing-masing komponen Fuel Gas dapat dilihat
pada Tabel L2.8
Tabel L2.8 Panas Sensibel Fuel Gas
Komponen Mol Cp Q
(Kmol) (Kkal/Kmol K) (Kkal)
CH4 0,431 8,64 22,34
C2H6 0,038 21,40 4,91
C3H8 0,007 18,01 0,80
i-C4H10 0,002 23,42 0,30
Lanjutan Tabel L2.8 Panas Sensibel Fuel Gas
n-C4H10 0,002 24,32 0,23
i-C6H12 0,001 29,04 0,09
n-C6H12 0,001 29,08 0,09
CO2 0,035 11,41 2,40
N2 0,014 6,95 0,60
Total 31,76

c. Menghitung Panas Sensibel Udara Pembakaran


Untuk menghitung Panas Sensibel udara pembakaran digunakan data
sebagai berikut :
T udara = 309 K
Berikut ini merupakan data konstanta udara untuk menghitung Cp :
97

a = 6,713
(Sumber : Hougen Olaf A. &
b = 0,047 x 10-2 Kenneth M.Watson Chemical
Process Principle, Appendix
c = 0,1147 x 10-5 Tabel.C)
d = -4,7 x 10-10
Untuk menghitng Cp udara digunakan rumus :
a
¿
Cp = T2 + bT + cT2 + dT3) dT
∫¿
T1

b c d
a (T2 – T1) + (T22 – T12) + (T23 – T13) + (T24 – T14)
2 3 4
=
T2 – T1
-6
4,7-4x 10
6,713(309 – 303)K+ (3092 – 3032) K +
2
-10
11,47 x 10
3
−4,7 x 10
(3093 – 3033) K+ (3094 – 3034)
4
Cp Udara =
309 K– 303 K

= 8,44 Kkal/Kmol K
Suplai udara = 68,49 Kmol
Untuk menghitung Q Udara Pembakaran digunakan rumus :
Q = n x Cp x dT
= 68,49 Kmol x 8,44 Kkal/Kmol K x (309 -303)K
= 3468,52 Kkal
b. Energi Keluar
1. Panas Sensibel Feed ( Long Residue ) Keluar
Panas sensibel Feed merupakan panas yang dimiliki oleh Feed yang
dipanaskan di Furnace FC-F2.
Diketahui :
m = Massa Feed (lb)
1 Hari 2205 lb
= 2597,48 Ton/hari x x
24 Jam 1 Ton
= 238643,48 lb
98

Cp = Kapasitas Panas
Mencari nilai Cp didapat dari grafik Spesific Heat Of Liquid Petroliums
Oil, Process Heat Transfer, Kern D.Q Fig.4
Spesific Grafity = 0,8847
141,5
⁰API = - 131,5
( SpesificGravity )
= 28,84
9/5
T input = 350,9 ⁰C x + 32⁰F = 664⁰F
1⁰ C
Kapasitas Panas = 0,75 Btu/lb⁰F
Untuk menghitung panas sensibel dari Feed maka digunakan rumus :
Q = 238643,48 lb x 0,75 Btu/lb⁰F x ( 664 – 86 )⁰F
0,2522 Kkal
= 103367824,6 Btu x
1 Btu
= 26065644,12 Kkal

2. Menghitung Panas Sensibel dari Fuel Gas


Untuk menentukan Q Flue Gas digunakan data sebagai berikut :
T Flue Gas = 241,3⁰C + 273 = 514,31 K
Untuk menghitng Cp Flue Gas digunakan rumus :
a
¿
Cp = T2 + bT + cT2 + dT3) dT
∫¿
T1

b c d
a (T2 – T1) + (T22 – T12) + (T23 – T13) + (T24 – T14)
= 2 3 4
T2 – T1

Tabel L2.9 Konstanta Heat Capacity Flue Gas


Komponen a b x 10-2 c x 10-5 d x 10-9
N2 6,903 -0,038 0,0193 -0,69
CO2 5,316 14,29 -0,084 1,78
H2O 7,7 0,0495 2,52 -0,857
O2 7,0811 0,3631 -0,017 0,313
(Sumber : Hougen Olaf A. & Kenneth M.Watson Chemical Process
Principle, Appendix Tabel.C)
-2
99

−3,8 x 10
6,903 (514,31 – 303) K + (514,312 – 3032) K +
2
-5 --9
0,0193 x 10 −0,69 x 10
(514,313–3033) K+ (514,314 –
3 4
Cp N2 = 3034) K
514,31 K – 303 K

= 7,04 Kkal/Kmol K
Untuk menghitung Panas Sensibel dari Flue Gas digunakan rumus :
Q N2 = n x Cp x dT
= 54,124 Kmol x 7,04 Kkal/Kmol K x ( 514,13 – 303 ) K
= 80516,07 Kkal
Untuk hasil perhitungan Cp dan panas sensibel masing-masing
komponen Flue Gas dapat dilihat pada Tabel L2.10
Tabel L2.10 Panas Sensibel Flue Gas
Komponen Mol Cp Q
( Kmol ) ( Kkal/Kmol K) (Kkal)
N2 54,124 7,04 80516,64
CO2 0,685 252,32 36953,92
H2O 1,071 349,49 79072,10
O2 13,318 247,76 697264,65
Total 893807,32

3. Menghitung Heat Loss Furnace FC-F2


Heat Loss = Panas input – Panas Output
= 28245438,74 Kkal – 26146160,18 Kkal
= 2099278,54
Tabel L2.11 Hasil Perhitungan Neraca Energi Furnace FC-F2 Pada Tanggal 06
Agustus 2018
Komponen Masuk Keluar
Panas Pembakaran Fuel Gas 9134444,31
Panas Sensibel Fuel Gas 31,76
Panas Sensibel udara Pembakaran 3486,52
Panas Sensibel Feed 19107494,15 26065644,12
Panas Sensibel Fuel Gas 80516,07
Heat Loss Tak Terdeteksi 2099278,54
Total 28245438,74 28245438,74
100

Hasil Perhitungan Neraca Energi pada tanggal 06 Agustus – 10 Agustus 2018


dapat dilihat pada Tabel 5.9 – 5.13

C. TUGAS KHUSUS
Menghitung Efisiensi Furnace FC-F2
Rumus :
Q Termanfaatkan
ɳ Thermal = x 100 %
Q Suplai
Keterangan :
Q termanfaatkan diperoleh dari perhitungan neraca energi dengam cara :
Q termanfaatkan = Q Feed keluar – Q Feed masuk
= 26065644,12 Kkal - 19107494,15 Kkal
= 6958149,97 Kkal
Q Suplai adalah Q Flue Gas yang dihitung pada temperatur pembakaran
Furnace FC-F2. Temperatur pembakaran Furnace FC-F2 tidak diketahui,
untuk menghitung temperatur pembakaran di lakukan dengan cara menghitung
Flame Temperature dengan proses Adiabatis. Q suplai merupakan panas yang
disuplai bahan bakar yang dapat ditentukan dengan :
∑Hp = ∑Hc + ∑nλH2O + ∑Hr
Dimana ∑Hc :
∑Hc = Hc Fuel Gas
= 9134444,31 Kkal
∑Hr = Panas sensibel Fuel Gas + Panas sensibel udara
= 31,76 Kkal + 3468,52 Kkal
= 3500,28 Kkal

∑nλH2O = 1,037 Kmol x 9717 Kkal/Kmol


= 10076,529 Kkal
Maka,
∑Hp = ∑Hc + ∑nλH2O - ∑Hr
= 9134444,31 Kkal +10076,529 Kkal - 3500,28 Kkal
= 9120867,5 Kkal
101

Setelah semua produk diketahui, maka temperatur pembakaran didalam


Furnace dapat dihitung dengan metode Trial and Error.
Tabel L2.12 Konstanta Heat Capacity Flue Gas
Komponen a b x 10-2 c x 10-5 d x 10-9
N2 6,903 -0,038 0,0193 -0,69
CO2 5,316 14,29 -0,084 1,78
H2O 7,7 0,0495 2,52 -0,857
O2 7,0811 0,3631 -0,017 0,313
(Sumber : Hougen Olaf A. & Kenneth M.Watson Chemical Process
Principle, Appendix Tabel.C)

Tabel L2.13 Mol komponen Flue Gas


Mol
Komponen
( Kmol )
N2 54,124
CO2 0,685
H2O 1,071
O2 13,318

b c d
∑Hp = n { (T2- T1) + (T22- T12) + (T23- T13) + (T24- T14)
2 3 4
102

∑Hp :
-4 -7
3,8 x 10
N2 = 54,12 Kmol { 6,903 (T2 – 303) + (T2 – 3032) +
2
2
-10
1,93 x 10
3
−6,9 x 10
(T23 – 3033) + (T24 – 3034)}
4
= 372,62 (T 2 – 303) – 0,01 (T 22 – 3032) + 3,47402 x 10-6 (T23 – 3033) –
9,262 x 10-9 (T24 – 3034)

1,429 x 10
CO2 = 0,68 Kmol { 5,316 (T2 – 303) + -2 (T22 – 3032)-7 +
2
-6
−8,4 x 10
3
1,78 x 10
(T23 – 3033) + (T24 – 3034)}
4
= 3,64 (T2 – 303) + 0,05 (T22 – 3032) – 2,08205 x 10-6 (T23 – 3033) +
3,3315 x 10-6 (T24 – 3034)

-2 -5
0,0459 x 10
H2O = 1,07 Kmol { 7,7 (T2 – 303) + (T22 – 3032) +
2
-10
−2,52 x 10
3
−8,57 x 10
(T23 – 3033) + (T24 – 3034)}
4
= 8,24 (T2 – 303) + 0,00387 (T 22 – 3032) + 1,313 x 10-5 (T23 – 3033) +
3,3519 x 10-9 (T24 – 3034)

-3 -7
36,31 x 10
O2 = 13,32 Kmol {7,7081 (T 2 –303) + (T22–3032) +
2
-10
1,7 x 10
3
3,13 x 10
(T23 – 3033) + (T24 – 3034)}
4
103

= 94,31 (T2 – 303) + 0,00145 (T22 – 3032) – 4,55733 x 10-8 (T23 – 3033) +
6,266 x 10-11 (T24 – 3034)

Hasil Penjumlahan Hp Flue Gas yaitu :


∑Hp = 536,7 (T2 – 303) + 0,05 (T22 – 3032) – 1,44808 x 10-5 (T23 – 3033) +
3,32563 x 10-6 (T24 – 3034)
= 536,7 T2 + 0,05 T22 + 1,44808 T23 + 3,32563 T24 – 129595,47
Untuk menghitung temperatur pembakaran dari Flue Gas, digunakan
persamaan sebagai berikut :
536,7 T2 + 0,05 T22 + 1,44808 T23 + 3,32563 T24 – 129595,47
1. T = 1280 K
∑Hp = 536,7 (1280) + 0,05 (12802) + 1,44808 (12803) + 3,32563 (12804)
– 129595,47
= 9597622,95 Kkal

2. T = 1300 K
∑Hp = 536,7 (1300) + 0,05 (13002) + 1,44808 (13003) + 3,32563 (13004)
– 129595,47
= 10183579,81 Kkal
Untuk mengetahui Flame Temperature maka interpolasi ∑Hp dan Temperatur :
9120867,5−10183579,81
T = 1280 K + x ( 1300 -1280 ) K
9597622,95−10183579,81
= 1316 K
Untuk menghitung panas suplai dari Flue Gas, digunakan data sebagai berikut :
T Flue Gas = 1316 K
T Reference = 303 K
Tabel L2.14 Konstanta Heat Capacity Flue Gas
Komponen a b x 10-2 c x 10-5 d x 10-9
N2 6,903 -0,038 0,0193 -0,69
CO2 5,316 14,29 -0,084 1,78
H2O 7,7 0,0495 2,52 -0,857
O2 7,0811 0,3631 -0,017 0,313
(Sumber : Hougen Olaf A. & Kenneth M.Watson Chemical Process
Principle, Appendix Tabel.C)
104

Untuk menghitung Cp Flue Gas digunakan rumus :


a
¿
Cp = T2 + bT + cT2 + dT3) dT
∫¿
T1

b c d
a (T2 – T1) + (T22 – T12) + (T23 – T13) + (T24 – T14)
= 2 3 4
T2 – T1
--4
−3,8 x 10
6,903 (1316 – 303) K + (13162 – 3032) K +
2
-5 --9
0,0193 x 10 −0,69 x 10
Cp N2 = (13163–3033) K + (13164 – 3034) K
3 1316 K – 303 4K
= 6,84 Kkal/Kmol K
Untuk menghitung Panas dari Flue Gas digunakan rumus :
Q N2 = n x Cp x dT
= 54,124 Kmol x 6,84 Kkal/Kmol K x ( 1316 – 303 ) K
= 373160,7656 Kkal
Untuk hasil perhitungan Cp dan panas masing-masing komponen Flue Gas
dapat dilihat pada Tabel L2.15
Tabel L2.15 Hasil Perhitungan Cp dan Q masing-masing Flue Gas
Komponen Mol Cp Q
( Kmol ) ( Kkal/Kmol K) (Kkal)
N2 54,124 6,84 373160,7656
CO2 0,685 1313,86 9913524,069
H2O 1,071 9,33 143705,1366
O2 13,318 -0,32 -258,59328
Total 10433731,38

Q Termanfaatkan
ɳ Thermal = x 100 %
Q Suplai
6958149,97
= x 100 %
10433731,38
= 66,69 %
Dengan cara yang sama dapat dilakukan perhitungan efisiensi thermal
Furnace FC-F2 dan hasil perhitungan efisiensi dapat dilihat pada Tabel 5.14.
105