You are on page 1of 5

BAGIAN ILMU KESEHATAN JIWA

RSD UNDATA PALU


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ALKAIRAAT
PALU

REFLEKSI KASUS

GANGGUAN CEMAS MENYELURUH

Disusun Oleh:

Nuriyah Fitriana (14.18.777.14.291)

Pembimbing :
dr. Dewi Suriany, Sp.KJ

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


PADA BAGIAN ILMU KESEHATAN JIWA
RSD UNDATA PALU
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
PALU
2019
REFLEKSI KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. S
JenisKelamin : Perempuan
Usia : 50 tahun
Alamat : swadaya
Status Pernikahan : menikah
Pendidikan Terakhir : SLTA
Pekerjaan : PNS
Agama : islam
Tanggal Masuk RS : 07-02-2019
Tempat Pemeriksaan : RSD UNDATA, poli jiwa

I. DESKRIPSI KASUS

Seorang pasien perempuan 50 tahun datang ke poli jiwa RSD UNDATA palu
pada tanggal 7 februari 2019 dengan keluhan pusing, terutama saat istirahat sejak 4
hari yang lalu. Pasien mengeluh takut untuk tidur karna merasa akan pusing saat
berbaring. Pasien merasa tidak tenang atau khawatir kalau stok obatnya mulai habis
dan merasa lebih baik saat persediaan obatnya banyak. Pasien juga mengeluh selalu
ketakutan saat berada dirumah sendirian karna takut akan terjatuh saat sendiri dan
merasa takut mati terutama jika ada tetangga atau teman pasien yang meninggal.
Pasien juga merasa mudah lelah dan sering kepikiran dengan anaknya yang berkuliah
di luar kota. Halusinasi (-), waham(-).

II. EMOSI YANG TERLIBAT


Kasus ini menarik untuk dibahas karena keluhan yang dialami pasien yaitu rasa
tidak tenang atau khawatir kalau stok obatnya mulai habis dan merasa lebih baik
saat persediaan obatnya banyak serta selalu ketakutan saat berada dirumah
sendirian karna takut akan terjatuh saat sendiri dan merasa takut mati terutama
jika ada tetangga atau teman pasien yang meninggal.

III. EVALUASI
a. Pengalaman Baik
Pasien sangat kooperatif saat dilakukan wawancara, pasien dapat menjawab
pertanyaan pemeriksa dengan baik.

b. Pengalaman Buruk
Pasien pernah terlibat masalah hukum yang cukup serius

IV. ANALISIS

Berdasarkan deskripsi kasus diatas, kasus ini merupakan pasien dengan


gangguan cemas menyeluruh yang merujuk pada kriteria diagnostik DSM-IV-TR.

Kriteria diagnostic menurut DSM-IV-TR Gangguan Cemas Menyeluruh /


Generalized Anxiety Disorder (300.02) :

a. Kecemasan yang berlebihan dan kekhawatiran pada hampir setiap hari


selama masa 6 bulan atau lebih, tentang sejumlah peristiwa atau kegiatan
(sepertipekerjaan atau kinerja sekolah).
b. Orang merasa kesulitan dalam mengendalikan perasaan khawatir.
c. Kecemasan dan kekhawatiran diasosiasikan dengan tiga (atau lebih) dari
enam gejala (setidaknya beberapa gejala hadir pada hampir setiap hari
selama masa 6 bulan terakhir).
Catatan: Hanya diperlukan satu item pada anak-anak.
1) Mengalami kegelisahan atau perasaan tegang,
2) Menjadi mudah lelah,
3) Mengalami kesulitan dalam konsentrasi atau memiliki pikiran yang
kosong,
4) Perasaan mudah marah atau kesal,
5) Mengalami ketegangan otot,
6) Gangguan tidur (mengalami kesulitan untuk tidur atau tetap tertidur atau
mengalami tidur yang gelisah dan tidak memuaskan).
d. Fokus kecemasan dan kekhawatirannya tidak termasuk dalam gangguan
yang diutamakan dalam Axis I, misalnya kecemasan dan kekhawatirannya
bukan tentang memiliki serangan panik (Panic Disorder), malu di depan
umum (seperti Social Phobia), yang terkontaminasi (seperti Obsessive
Compulsive Disorder), menjauh dari keluarga atau kerabat lain (seperti
pada Separation Anxiety Disorder), berat badan (seperti pada
Anorexia Nervosa), memiliki banyak keluhan fisik (seperti pada
Somatization Disorder ) atau memiliki penyakit yang serius (seperti pada
Hypochondriasis) serta kecemasan dan kekhawatiran yang tidak terjadi
secara eksklusif seperti pada Posttraumatic Stress Disorder (PTSD).
e. Kekhawatiran, kecemasan dan gejala fisik menyebabkan distress klinis
yang signifikan atau hendaya sosial, pekerjaan, atau bidang-bidang fungsi
lain.
f. Gangguan tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat
(misalnya, penyalahgunaan obat) atau kondisi medis umum (misalnya,
hyperthyroidism) dan tidak terjadi secara eksklusif seperti pada Mood
Disorder, a Psychotic Disorder, or a Pervasive Developmental Disorder.

Untuk terapi non-psikofarmaka, dapat dilakukan Psikoterapi supportif


- Psikoterapi yang terpilih untuk gangguan ini adalah Cognitive Behavioral
Therapy (CBT). Terdapat beberapa metode CBT, beberapa diantaranya
yakni metode restrukturisasi, terapi relaksasi, terapi bernapas, dan terapi
interocepative.
- Pasien diberikan reassurance dan kenyamanan

Sosioterapi
Memberikan penjelasan kepada keluarga dan orang-orang sekitarnya sehingga
tercipta dukungan sosial dengan lingkungan yang kondusif untuk membantu proses
penyembuhan pasieSn serta melakukan kunjungan berkala.

V. KESIMPULAN
Gangguan cemass menyeluruh mempunyai gambaran gejala klinis yang khas
yaitu rasa khawatir atau ketakutan yang berlebih. Penatalaksanaan gangguan cemas
menyeluruh terdiri dari nonmedikamentosa dan medikamentosa. Penatalaksanaan non
medikamentosa adalah dilakukan psikoterapi. Psikoterapi yang terpilih adalah CBT.
Sedangkan, penatalaksanaan medikamentosa diberikan obat golongan
benzodiazepine, merupakan obat pilihan pertama untuk gangguan kecemasan
menyeluruh.