You are on page 1of 10

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAULUAN

A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan

BAB II. PEMBAHSAN

A. Definisi Aktivitas dan Latihan


B. Mobilisasi dan Imobilisasi
C. Anatomi dan Fisiologi Sitem Yang Berperan dalam Aktivitas
D. Koordinasi Mekanis Tubuh
E. Faktor-faktor yang Memepengaruhi Aktivitas dan Latihan
F. ROM (Range of Motion
G. Posisi-posisi Pasien

BAB III. PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran

BAB IV. DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aktivitas adalah suatu energi atau keadaan bergerak dimana manusia
memerlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup.Kebutuhan aktivitas/pergerakan
dan istirahat merupakan suatu kesatuan yang saling berhubungan dan saling
mempengaruhi.Salah satu tanda kesehatan adalah adanya kemampuan seseorang yang
tidak terlepas dari kekuatan sistem persyarafan dan musculoskeletal.Manusia
mempunyai kemampuan untuk bergerak agar dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dan
melindungi diri dari kecelakaan.
Mekanika tubuh adalah usaha koordinasi dari musculoskeletal dan sistem saraf
untuk mempertahankan keseimbangan yang tepat. Mekanika tubuh adalah cara
menggunakan tubuh secara efisien, yaitu tidak banyak menggunakan tenaga,
terkoordinasi secara aman dalam menggerakan serta mempertahankan keseimbangan
dalam aktivitas.
Imobilitasi merupakan keadaan dimana seseorang tidak dapat bergerak secara
bebas karena kondisi mengganggu pergerakan (aktivitas).

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari kebutuhan aktivitas dan latihan?
2. Sistem tubuh apa saja yang berperan dalam kebutuhan aktivitas?
3. Faktor apa saja yang mempengaruhi aktivitas dan latihan?
4. Apa yang dimaksud dengan ROM?

C. Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui hal yang berhubungan
dengan kebutuhan dan aktivitas latihan.
PENGERTIAN MOBILISASI DAN IMOBILISASI

 MOBILISASI
Adalah kemampuan seseorang untuk beraktivitas secara bebas tanpa membutuhkan
bantuan dari orang lain, ini merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang
harus terpenuhi.
Tujuan nya:
untuk memenuhi kebutuhan dasar, termasuk untuk melakukan aktivitas hidup sehari-
hari.
contohnya: mempertahankan diri, melindungi diri dari trauma, mengekspresikan
emosi dengan gerakan.
 IMOBILISASI
Adalah suatu keadaan dimana individu mengalami keterbatasan gerak secara fisik.
Contohnya: pada mereka yang mengalami fraktur atau patah tulang, sudah pasti
seseoarang yang mengalami fraktur tersebut tidak bisa melakukan aktivitasnya
sendiri, dia musti membutuhkan bantuan kepada orang yang sehat secara sempurna
baik itu fisik mental maupun psikis, untuk bisa memenuhi kebutuhan atau
aktivitasnya.

 Mobilisasi
Mobilisasi adalah kemampuan seseorang untuk bergerak bebas merupakan salah
satukebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi. Tujuan mobilisasi adalah
memenuhikebutuhan dasar (termasuk melakukan aktifitas hidup sehari-hari dan aktifitas
rekreasi),mempertahankan diri (melindungi diri dari trauma), mempertahankan konsep
diri,mengekspresikan emosi dengan gerakan tangan non verbal. Immobilisasi adalah
suatukeadaan di mana individu mengalami atau berisiko mengalami keterbatasan gerak
fisik.Mobilisasi dan immobilisasi berada pada suatu rentang. Immobilisasi dapat berbentuk
tirahbaring yang bertujuan mengurangi aktivitas fisik dan kebutuhan oksigen tubuh,
menguranginyeri, dan untuk mengembalikan kekuatan. Individu normal yang mengalami tirah
baringakan kehilangan kekuatan otot rata-rata 3% sehari (atropi disuse).

Tujuan Mobilisasi :
 Memenuhi kebutuhan dasar manusia
 Mencegah terjadinya trauma
 Mempertahankan tingkat kesehatan
 Mempertahankan interaksi sosial dan peran sehari - hari
 Mencegah hilangnya kemampuan fungsi tubuh
Manfaat Mobilisasi
 Mencegah deep vein thrombosis, dekubitus, kontraktur, konstipasi, dan pneumonia.
 Memperbaiki toleransi orthostatic
 Secara cepat terjadi pengembalian fungsi mental, motorik dankemampuan untuk aktitas
sehari-hari.
 Meningkatkan keyakinan dan kepercayaan pasien dan keluarga terhadap proses
pemulihan
 Mobilisasi segera ditunda bila terjadi keadaan dan atau Stroke berat
gejala tanda neurologist yang memburuk.
 Perdarahan subrachnoid atau intra serebral&ipotensi orthostatic
 Miocardial infark akut
 Keep vein Hrombosis akut,sampai dapat teratasi

 Imobilisasi
Imobilisasi adalah ketidakmampuan untuk bergerak secara aktif akibat berbagai
penyakit atau impairment (gangguan pada alat atau organ tubuh) yang bersifat fisik atau
mental. Imobilisasi dapat juga diartikan sebagai keadaan tidak bergerak atau tirah baring yang
terus menerus selama lima hari atau lebih akibat perubahan fungsi fisiologis.

Tujuan imobilisasi yaitu antara lain:


 Meningkatkan kemampuan pasien untuk otot dan sendi
 Memotivasi Pasien
 Mengurangi aktivitas fisik dan kebutuhan oksigen tubuh
 Mengurangi nyeri
 Mengembalikan kekuatan tubuh dan otot-otot
 Meningkatkan fungsi kardiovaskuler, respirasi, gastrointernal.
 Mencegah terjadinya kecacatan sekunder atau komplikasi.

Manfaat Imobilisasi
 Melancarkan pengeluaran lokia
 Mengurangi infeksi peurperium
 Mempercepat involusi alat kandungan
 Melancarkan fungsi alat gastrointestinal dan alat perkemihan
 Meningkatkan kelancaran peredaran darah, sehingga fungsi ASI dan pengeluaran sisa
metabolisme.
C. Anatomi dan Fisiologi Sistem yang Berperan Dalam Aktivitas
1. Kerangka Anggota Gerak Atas
Kerangka anggota gerak atas dikaitkan dengan kerangka badan dengan
perantaraan gelang bahu yang terdiri dari skapula dan klavikula. Tulang-tulang yang
membentuk kerangka lengan antara lain :
1. Tulang Skapula

kapula (scapula) atau tulang belikat membentuk bagian belakang gelang


bahu yang menghubungkan tulang humerus (tulang lengan) dengan klavikula.
Skapula terletak di sebelah belakang toraks yang lebih dekat ke permukaan
dari pada iga. Bentuknya pipih dan memperlihatkan dua permukaan, tiga
sudut, dan tiga sisi.
2. Tulang Klavikula
Klavikula adalah tulang yang melengkung membentuk bagian anterior dari
gelang bahu. Fungsi kavikula yaitu memberi kaitan kepada beberapa otot dari
leher dan bahu dan dengan demikian bekerja sebagai penompang lengan.
3. Humerus (Tulang Pangkal Lengan)

Berbentuk panjang seperti tongkat, bagian ujung yang berhubungan dengan


bahu membentuk kepala sendi yang bundar disebut kaput humeri.

4. Ulna (Tulang Hasta)

Berbentuk panjang, dan merupakan tulang bawah yang lengkungnya sejajar


dengan jari kelingking.

5. Radius (Tulang Pengumpil)


Radius adalah tulang disisi lateral lengan bawah. Merupakan tulang pipa dengan
sebuah batang dan dua ujung dan lebih pendek dari pada ulna.

6. Karpal (Tulang Pergelagan Tangan)

Tulang karpal terdiri dari 8 tulang pendek yang berartikulasi dengan ujung
distal ulna dan radius, dan dengan ujung proksimal dari tulang metakarpal.
Antara tulang-tulang karpal tersebut terdapat sendi geser. Ke delapan tulang
tersebut adalah scaphoid, lunate, triqutrum, piriformis, trapezium, trapezoid,
capitate, dan hamate.
a. Metakarpal
Metakarpal (tulang telapak tangan), terdiri atas tulang pipa pendek
berjumlah 5 buah, dan berhubungan dengan tulang pergelangan tangan
dan tulang jari.

b. Falang

Falangus (tulang jari tangan), tersusun dari tulang pipa pendek, berjumlah 14
buah (3 ruas pada masing-masing jari dan 2 ruas pada ibu jari)

2. Kerangka Anggota Gerak Bawah

 Femur (tulang paha) merupakan tulang pipa terpanjang dan terbesar. Pangkal
tulang dekat panggul membentuk kepala sendi yang disebut kaput femoris.
Bagian ujungnya membentuk persendian lutut.
 Tibia (tulang kering) merupakan tulang pipa terbesar setelah tulang paha, ikut
menopang berat tubuh, bagian pangkal membentuk persendian lutut dengan
femur, dan pada bagian ujung bawah terdapat tonjolan yang disebut maleolus
medial (mata kaki dalam).
 Fibula (tulang betis) merupakan tulang pipa yang paling ramping. Tidak turut
menopang berat tubuh, tetapi menambah area perlekatan otot tungkai. Bagian
ujung bawah fibula membentuk tonjolan yang disebut maleolus lateral (mata kaki
luar).
 Patela (tulang tempurung lutut) merupakan tulang pipih berbentuk segitiga yang
sudutnya membulat.
 Tarsal (tulang pergelangan kaki) terdiri atas 7 tulang kecil pada setiap kaki, yaitu
1 tulang loncat (talus), 1 tulang tumit atau kalkaneus (berukuran lebih besar), 1
tulang berbentuk kapal (navikular), 1 tulang berbentuk dadu (kuboid), dan 3
tulang kuneiformis berbentuk baji.
 Metatarsal (tulang telapak kaki) terdiri atas 5 tulang pipa berbentuk bulat
panjang. Metatarsal pertama merupakan metatarsal yang lebar pendek dan
panjang.
 Falangus (tulang jari kaki) terdiri atas tulang pendek berjumlah 14 buah pada
setiap kaki. Setiap jari kaki terdiri atas 3 ruas tulang, kecuali ibu jari kaki yang
hanya memiliki 2 ruas saja.

3. Sendi Atau Persambungan Pada Kerangka

- Sendi fibrus

Sendi fibrus atau sinartroses adalah sendi yang tak dapat bergerak atau merekat
ikat, maka tiada mungkin gerakan antara tulang-tulangnya.Sendi kaitan dan sendi
kantong (gomfoses), gigi di dalam kantongnya, dan sindesmoses, dimana
permukaan persendian dihubungkan oleh mmebran seperti pada sendi fibio-fibuler
inferior.

- Sendi tulang rawan

Sendi tulang rawan atau amfiartroses adalah sendi dengan gerakan sedikit, dan
permukaan persendianya dipisahkan oleh bahan-antara dan hanya mungkin sedikit
gerakan.

- Sendi sinovial atau diartroses

Yaitu persendian yang bergerak bebas dan terdapat banyak ragamnya. Semua
mempunyai cirinya yang sama.

 Ciri sendi yang bergerak bebas

Ujung tulang-tulang yang masuk dalam formasi persendian ditutupi oleh tulang
rawan hialin.Ligamen diperlukan untuk mengikat tulang-tulangnya
bersama.Sebuah rongga persendian; rongganya terbungkus oleh sebuah kapsul
daripada jaringan fibrus yang biasanya diperkuat oleh ligamen.

 Berbagai jenis sendi sinovial

Sendi putar
Dimana sebuah ujung bulat tepat masuk di dalam sebuah rongga cawan tulang
lain, yang mengizinkan gerakan ke segala jurusan, seperti bola di dalam lubang
berbentuk cawan, misalnya sendi panggul dan sendi bahu.

Sendi engsel

Di dalam jenis ini satu permukaan bundar diterima oleh yang lain sedemikian
rupa sehingga hanya mungkin gerakan dalam satu bidang, seperti gerakan engsel.
Contoh yang baik adalah sendi siku.

Sendi kondiloid

Sendi kondiloid mirip dengan sendi engsel, tetapi dapat bergerak dalam dua
bidang, lateral, ke belakang dan ke depan, sehingga flexi dan extensi dan abduksi
dan adduksi (ke samping dan ke tengah) dan sedikit sirkumduksi, seperti pada
pergelangan tangan tetapi bukan rotasi (perputaran).

Sendi berporos

Sendi berporos atau sendi putar ialah yang hanya mungkin perputaran, seperti
pada gerakan kepala, dimana atlas yang berbentuk cincin berputar sekitar prosesus
yang berbentuk paku dari axis (servikal kedua atau epistrofeus),

Sendi pelana

Sendi pelana atau sendi yang timbal balik menerima, misalnya sendi antara
trapezium (multangulum mayus) dan tulang metakarpal pertama dari ibu jari,
memberi banyak kebebasan bergerak, memungkinkan ibu jari berhadapan dengan
jari-jari lainnya.

4. Otot Kerangka

Otot-otot kerangka merpakan salah satu dari empat kelompok jaringan pokok.
Miologi adalah ilmu yang mempelajari otot. Otot dikaitakan pada tulang, tulang
rawan, ligmen dan kulit. Yang langsung terletak dibawah kulit adalah datar dan
yang pada anggota gerak adalah panjang. Otot kerangka biasanya di kaitkan pada
tempat tertentu, tempat yang terkuat disebut origo dan yang lebih dapat bergerak
disebut insersio