You are on page 1of 4

SOAL NO.

1 UJIAN PRAKTIKUM ILMU GIZI


SISTEM DDT 2011
SOAL NO. 6 UJIAN PRAKTIKUM ILMU GIZI
Bu Sita, 50 tahun, TB = 170 cm dan BB = 70 kg.
SISTEM DDT 2011
a. Hitunglah IMT !
1.b.Sebutkan 3 syarat
Tentukan Status Gizi diet makanan biasa
2. Sebutkan 3 contohnya
SOAL NO. 2 UJIAN PRAKTIKUM ILMU GIZI
SOAL NO. 3 UJIAN SISTEM DDT 2011 ILMU GIZI
PRAKTIKUM
Berdasarkan SOAL NO. 7SISTEM
pengukuran LLA yang
UJIAN DDTdilakukan
2011
PRAKTIKUM pada GIZI
ILMU Bapak Hadi,
diketahui persentasi
Pak Moll seorang LLA=70%.
pasien yangSISTEM DDT
dirawat di 2011sakit dengan koma
rumah
a. Hitung panjang LLA!
hepatikum. Jika diketahui tebal lipatan kulit ( TLK )= 16.5 mm
b. a.Tentukan
Sebutkan
a. Status Paktempat
gizistatusHadi pengukuran LLA
gizi adalah ...
b. b. Sebutkan alat untuk mengukur LLA
Interpretasi

SOAL NO. 8 UJIAN PRAKTIKUM ILMU GIZI


SISTEM DDT 2011
Bahan Makanan: PUDING, AGAR2, JELLY, GELATIN

1. Sebutkan jenis konsistensi bahan makanan tersebut.


SOAL NO.
2. Sebutkan 4 UJIAN
3 syarat dariPRAKTIKUM ILMU
jenis konsistensi GIZI
bahan makanan
SISTEM DDT 2011
tersebut.
Seorang Ibu hamil datang ke poliklinik, dengan usia kehamilan 18
minggu. TB = 158 cm dan BB = 76.5 kg. Jika BB kumulatif untuk usia
kehamilan 4 bulan 0.85. Tentukan :
a. IMT Ibu hamil
b. Interpretasi

SOAL NO. 5 UJIAN PRAKTIKUM ILMU GIZI


SISTEM DDT 2011
Seorang anak dengan usia 75 bulan, lingkar lengan
atasnya = 13.2 cm. Jika LLA standar untuk anak dengan
TB 92 cm = 14.00 cm. Tentukan :
a. Status gizi9 UJIAN PRAKTIKUM ILMU GIZI
SOAL NO.
b. Interpretasi SISTEM DDT 2011
Nina seorang model dengan tinggi badan 167 cm.
Hitunglah Berat Badan Idealnya (BBI).
SOAL NO. 10 UJIAN REMEDIAL ILMU GIZI
SISTEM DDT 2011
Bahan Makanan : Bubur disaring, pepaya disaring, ikan
tanpa duri dihaluskan + disaring.

1. Sebutkan jenis konsistensi bahan makanan diatas.


2. Sebutkan indikasi pemberian jenis konsistensi bahan makanan diatas.
Kunci Jawaban.
1. a. IMT = BB / TB2
= 70 / (1.7)2
= 70 / (2.89)
= 24.22 (Overweight/praobes)

2. % SG = LLA ukur / LLA stdr X 100%


70 = X/29.5x100
X = 20.65 ( Buruk )

3. % SG = 16.5/12.5x100%
= 132% ( Baik )

4. IMT BUMIL = BB koreksi / TB2


= 76.5 – 0.85 / (1.58)2
= 75.65 / 2.5
= 30.26 (obesitas)

5. % SG = 13.2 / 14.0 x 85%


= 80.14 (kurang)

6. A. Syarat diet makanan biasa:


 Energi sesuai kebutuhan normal orang dewasa dalam keadaan istirahat.
 Protein 10-15% dari kebutuhan energi total
 Lemak 10-25% dari kebutuhan energi total
 Karbohidrat 60-75% dari kebutuhan energi
 Cukup mineral, vitamin dam kaya serat
 Makanan tidak merangsang saluran cerna
 Makanan sehari-hari beraneka ragam dan bervariasi
B. Walau tidak ada pantangan secara khusus, makanan sebaiknya dalam bentuk
yang mudah dicerna dan tidak merangsang pada saluran cerna (nasi,sayur
bayam,ayam goreng,dll)

7. A. Tempat pengukuran LLA : antara acromion dan olecranon


B. Alat pengukuran LLA : Insertion Tape / meteran

8. A. Makanan Cair Kental


B. Syarat pemberian makanan cair kental :
1. Mudah ditelan dan tidak merangsang saluran cerna
2. Cukup energi dan protein
3. Diberikan bertahap menuju ke makanan lunak
4. Porsi diberikan kecil dan sering (tiap 2-3 jam)
5.
9. BBI = (TB – 100) – 10% (TB – 100)
= (167 – 100) – 10% (67)
= 67 – 6.7
= 60.3
10. A. Makanan Saring
B. Indikasi pemeberian makanan saring:
• Pasien sesudah mengalami operasi tertentu
• Pasien pada infeksi akut termasuk infeksi saluran cerna (misal : typhus
abdominalis atau gastroenteritis)
• Pasien dengan kesulitan mengunyah dan menelan
• Sebagai perpindahan dari makanan cair kental ke makanan lunak