You are on page 1of 66

Mekanisme Biolistrik dan biooptik

1. Mekanisme Biolistrik
a. Sinar x : sinar yang terbentuk dari perbedaan potensial antar katoda dan
anoda setelah melalui proses penghentian.
b. Radiologi : suatu ilmu kedokteran yang mempelajari penggunaan radiasi
pengion dan non pengion untuk penegakan diagnosa.
Sifat – sifat sinar x ada 5 yaitu :
1. Menghitamkan plat film.
2. Mengionisasi gas.
3. Menembus berbagai zat.
4. Menimbulkan fluorosensi
5. Merusak jaringan
Komponen sinar x ada 4 yaitu :
1. Tegangan (kV)
2. Arus (mA)
3. Waktu (detik)
4. FFD
Jenis-jenis partikel dalam radiologi ada 3 yaitu :
1. Partikel alfa ()
a. Daya tembus kecil di udara bebas (± 4 cm).
b. Daya tembus besar di dalam rongga.
c. Contoh radioaktif yang mengemisikan partikel alfa adalah
Radium (Ra226).
d. Besar energinya 5,3 MeV
2. Partikel Beta (β)
a. Terbentuk pada suatu nukleon inti.
b. Besar energi beta berkisar 0,01 MeV s/d 3 MeV.
c. Pada energi 1 MeV dapat menembus air 0,4 cm
3. Partikel gamma ()
a. Daya tembus besar di udara bebas.
b. Daya tembus kecil di dalam rongga.
c. Menimbulkan kerusakan jaringan.
d. Mempunyai 2 energi.
e. Contoh radioaktif yang mengemisikan partikel gamma adalah
Cobalt60 ( Co60)
Proteksi radiasi
1. Faktor jarak,Semakin jauh dari sumber radiasi semakin aman.
2. Faktor waktu,Semakin cepat berlalu dari medan radiasi semakin aman.
3. Faktor perisai,Semakin tebal perisai yang digunakan semakin aman.
Pelayanan kesehatan instalasi radiologi
1. Foto diagnostik polos
2. Foto diagnostik kontras
3. Ultrasonografi
4. Ct Scan
5. MSCT
6. Panoramic / dental
7. Mammografi.
A. Mekanisme Biooptik
1. Lensa
Berdasarkan bentuk permukaan, maka lensa dibagi menjadi 2 :
1. Lensa yang mempunyai permukaan sferis
a. Lensa konvergens / konveks adalah Sinar sejajar yang
menembus lensa akan berkumpul menjadi bayangan
nyata lensa positif / lensa cembung.
b. Lensa divergens adalah Sinar sejajar yang menembus lensa
akan menyebar  lensa negatif / lensa cekung.
2. Lensa yang mempunyai permukaan silindris
Lensa yang mempunyai fokus postif dan negativekesesatan lensa.
3. Kesesatan lensa (aberasi lensa ).
a. Aberasi sferis adalah terbentuknya bayangan lain.
b. Koma adalah lensa tidak bisa membentuk bayangan dari sinar
di tengah dan tepi.
c. Astigmatisma adalah titik benda membentuk sudut besar
dengan sumbu, sebagai bayangan yang terbentuk ada 2
d. Kelengkunan medan adalah bayangan yg dibntk oleh lensa
pada layar letaknya tidak dalam 1 bidang datar melainkan pada
bidang lengkung
e. Distorsi
f. Aberiasi kromatis
2. Mata
3 komponen pada indera penglihatan seseorang :
1. Mata memfokuskan bayangan pada retina
2. Sistem syaraf mata yang memberi informasi ke otak
3. Korteks penglihatan salah satu bagian yang menganalisa
penglihatantersebut.

Bagian-bagian mata ada 4 yaitu :

a. Retina
Terdapat rot / batang & korteks, fungsi rod untukmelihat pada
malam hari sedangkan kone untuk melihat siang hari. Dari retina ini akan
dilanjutkan ke syaraf optikus.
b. Fovea sentralis
Daerah cekung yang berukuran 0,24 mm di tengah-tengahnya
terdapat makula lutea (bintik kuning).
c. Kornea dan lensa
Kornea merupakan lapisan mata paling depan denganketebalan 0,5
mm dan berfungsi mengfokuskan benda dengan cara refraksi. Sedangkan
lensa terdiri dari kristal mempunyai 2 permukaan dengan jari-jari
kelengkungan 7,8 mm, fungsinya  mengfokuskan obyek pada berbagai
jarak.
d. Pupil
Berfungsi untuk mengatur cahaya yang masuk.

3. Aplikasi Biooptik
a. BRONCHOSCOPY
Pemeriksaan dengan menggunakan aplikasi biooptik, pada target
bronchus.
b. ENDOSCOPY
Secara harfiah Endoscopi artinya adalah melihat kedalam, yang dalam hal
ini berarti melihat kedalam tubuh manusia untuk suatu alasan medis.
Endoscopi adalah suatu alat yang menggunakan sistem fiberoptik dengan
sistem pencahayaan yang memungkinkan visualisasi kedalam bagian
tubuh tertentu.
c. COLOSCOPY
Coloscopy merupakan sarana diagnostic yang penting untuk dilakukan
pada penyakit colon. Dengan pemeriksaan ini memungkinkan pengamatan
seluruh colon,rectum serta ileum terminalis.
Menjelaskan metabolisme protein dan metabolisme kerja
enzim
A. Metabolisme Protein

Metabolisme protein adalah deskripsi dari proses fisik dan kimia yang
menyebabkan baik pembentukan atau sintesis, asam amino menjadi protein dan
pemecahan, atau katabolisme, protein menjadi asam amino. Asam amino yang
beredar melalui darah dan masuk ke jaringan tubuh, di mana mereka disintesis
kembali menjadi protein. Keseimbangan antara sintesis protein dan katabolisme
adalah penting untuk mempertahankan fungsi sel yang normal.

Jaringan lunak membutuhkan asam amino untuk memproduksi jenis protein yang
dibutuhkan untuk pemeliharaan proses kehidupan. Sintesis asam amino
diperlukan untuk membentuk senyawa penting lainnya dalam tubuh, seperti
histamin, neurotransmitter, dan komponen nukleotida. Setiap asam amino yang
tersisa setelah sintesis baik disimpan sebagai lemak atau dikonversi menjadi
energi.

Asam amino dapat diklasifikasikan sebagai esensial dan non-esensial. Asam


amino esensial tidak dapat dibuat oleh tubuh tetapi sangat penting untuk
metabolisme protein. Asam amino ini harus diperoleh dari makanan. Asam amino
non-esensial yang diperlukan untuk fungsi sel normal dan dapat disintesis dari
asam amino lain dalam tubuh. Setelah asam amino yang tepat diperoleh, mereka
bergabung untuk memberikan protein jaringan sehingga tubuh dapat
menggunakannya.

Hati adalah pusat untuk memecah protein yang dibutuhkan dan mengirimkan asam
amino yang dibutuhkan ke dalam darah. Ini terus memantau dan merespon kebutuhan
protein tubuh. Hati juga bertanggung jawab untuk memproses dan mengeluarkan
kotoran produk limbah yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari metabolisme
protein.

Beberapa orang merasa bahwa mengkonsumsi makanan yang tinggi protein akan
membantu mereka menurunkan berat badan lebih cepat dan mempertahankan
massa otot. Yang benar adalah bahwa kebanyakan orang mengkonsumsi terlalu
banyak protein akan menempatkan ketegangan yang tak perlu pada tubuh dengan
berbuat demikian. Tubuh akan merubah lemak berlebih menjadi protein, seperti
halnya dengan karbohidrat dan lemak dari makanan. Kelebihan protein dalam
makanan juga akan menyebabkan metabolisme protein lebih banyak terjadi, yang
menghasilkan produk-produk limbah yang harus dibuang.

Karena protein dicerna dipecah dan disusun ulang terlalu lama untuk digunakan
dalam berbagai bagian tubuh, makan makanan yang mengandung asam amino
tertentu tidak berarti bahwa tubuh akan menggunakan asam amino dalam bentuk
individual itu. Sebagai contoh, beberapa orang berusaha untuk melengkapi dengan
jenis tertentu protein berharap untuk mendapatkan keuntungan dari efek kesehatan
mereka. Ini tidak bekerja sebagaimana mestinya karena tubuh mengontrol
metabolisme protein dengan memecah protein dan memasang kembali mereka
dengan asam amino lainnya untuk memenuhi kebutuhan tubuh terbaik.

B. METABOLISME ENZIM
Metabolisme enzim. Metabolisme adalah sebuah totalitas dari adanya proses
kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Metabolisme ini meliputi
segala jenis aktivitas hidup yang memiliki tujuan agar sel dapat bekerja untuk
bisa tetap mempertahankan hidup, tetap tumbuh, dan juga bisa melakukan
reproduksi. Semua sel penyusun tubuh pada setiap makhluk hidup tersebut itu
memerlukan suatu energi supaya proses kehidupan dapat berjalan.
Sel sel akan menyimpan sebuah energi kimia dalam bentuk makanan dan
kemudian akan merubahnya menjadi bentuk energi lain yang dihasilkan dari
adanya proses metabolisme tersebut. Proses metabolisme yang terjadi di dalam
sel itu akan melibatkan aktivitas dari sejumlah besar katalis biologi dalam hal ini
sering disebut dengan istilah enzim. metabolisme enzim ini akan berlangsung
melalui dua bagian yaitu respirasi atau disebut juga katabolisme dan juga
sintesis atau disebut juga anabolisme.

Mekanisme Cara Kerja Enzim

Cara kerja enzim sebagai biokatalisator dilakukan melalui percepatan reaksi


dengan cara menurunkan energi yang diperlukan untuk berlangsungnya reaksi
kimia di dalam sel hidup. Zat yang akan dikatalis oleh enzim disebut substrat.
Substrat akan berikatan dengan enzim pada daerah yang disebut sisi aktif. Sisi
aktif pada enzim hanya dapat berikatan dengan substrat tertentu. Oleh karena itu,
enzim bekerja sebagai spesifik dan 1 jenis enzim hanya akan terlibat dalam satu
jenis reaksi saja

Cara kerja enzim tersebut terbilang unik, meskipun enzim ikut serta dalam reaksi
dan mengalami perubahan fisik selama reaksi, enzim akan tetap kembali ke
keadaan semula jika proses reaksi telah selesai. Proses dan cara kerja enzim di
dalam tubuh akan menghasilkan senyawa intermediat dalam reaksi organik
dengan energi rendah. Enzim merangsang laju reaksi kimia dengan pembentukan
kompleks dan substrat sehingga dapat menekan energi aktivasi yang diperlukan
tubuh dalam reaksi biokimia.

Secara lebih jelas, mekanisme cara kerja enzim dapat dijelaskan melalui alur
berikut:
1. Menciptakan lingkungan yang transisinya terstabilisasi untuk menurunkan
energi aktivasi, misalnya dengan cara mengubah substrat.
2. Meminimalkan energi transisi dengan membuat lingkungan reaksi
terdistribusi muatan berlawanan dan tanpa mengubah bentuk substrat
sedikit pun.
3. Melalui pembentukan lintasan reaksi alternatif.
4. Menggiring substrat ke orientasi yang tepat untuk bereaksi dengan
menurunkan entropi reaksi.

Ditinjau dari cara kerja enzim tersebut, bagian enzim yang aktif sebagai katalis
dianggap memiliki gugus prostetik dengan bentuk sangat spesifik sehingga hanya
dapat bereaksi dengan molekul yang bentuknya spesifik pula.
ANATOMI FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN

Sistem endokrin mempunyai fungsi sebagai pengatur dari berbagai proses tubuh,
melalui kegiatan hormon-hormon. Hormon merupakan bahan kimia yang disintesa
oleh kelenjar dibawah kontrol genetic dan kemudian disekresikan menuju darah.
Sistem endokrin mempunyai sel-sel target spesifik di dalam tubuh dan mengontrol
bermacam-macam fungsi fisiologis. Perubahan pada fungsi kelenjar endokrin,
hormon-hormon, atau aktifitas sel target, biasanya mempunyai pengaruh yang
cukup lama. Banyak penyakit endokrin yang prosesnya lambat dan tidak ketahuan
gejala-gejalanya, banyak fungsi tubuh yang dikontrol oleh sistem endokrin
merupakan sistem yang vital, disfungsi sistem ini akan menimbulkan keadaan
yang serius dan fatal.

STRUKTUR DAN FUNGSI NORMAL

Sistem endokrin bersama dengan sistem saraf mengontrol dan mengintegrasikan


fungsi tubuh. Kedua sistem ini bekerja sama untuk mempertahankan homestasis.
Secara erat kaitan kedua fungsi mereka, sehingga tidak dapat dibedakan satu
dengan yang lainnya pada karakteristik tertentu. Misalnya kelenjar medula adrenal
dan kelenjar hipofise posterior berasal dari saraf. Jika kelenjar dirusak atau
diangkat, fungsi dari kelenjar-kelenjar ini akan diambil alih sistem sarap.

Walaupun peran komunikasi dan integrasi dari sistem endokrine dan saraf sama,
namun cara bekerja dari masing –masing sistem berbeda. Sistem saraf mengirim
pesan melalui serat-serat saraf dan respon saraf secara cepat dan selektif. Juga
efek saraf biasanya cepat pada suatu kejadian dan berlangsung singkat. Pada
sistem endokrin pengiriman pesan melalui hormon-hormon yang disekresikan ke
dalam darah. Efek hormon terhadap suatu peristiwa lebih lambat bila dibandingkn
dengan saraf. Tetapi mempunyai efek kegiatan yang lebih lama. Kegiatan sistem
endokrin dapat terlokalisir pada suatu daerah atau menyeluruh pada semua sel-sel
tubuh.

Kelenjar

Ada dua tipe kelenjar yaitu eksokrin dan endokrin. Kelenjar eksokrin melepaskan
sekresinya ke dalam saluran, misalnya kelenjar eksokrin pada hati,
pankreas( sebagian kelenjar endokrin ), dan kelenjar mamae dan kelenjar
lakrimalis. Kelenjar endokrin mensekresikan hormonnya langsung menuju darah.
Kelenjar endokrin meliputi :Pulau-pulau langerhan, Gonad( ovarii dan testis ),
Adrenal, pituetary, tiroid, paratiroid )

Meskipun masing-masing kelenjar endokrin unik, namun mempunyai fungsi


independent. Berbagai macam kelenjar juga melakukan fungsi interdependent.
Pelepasan hormon dari satu kelenjar sering juga mempengaruhi pelepasan
hormon-hormon dari kelenjar yang lain. Fungsi interdependent akan membantu
untuk mempertahankan kadar hormonal secara optimal dan homestasis .

HORMON DAN FUNGSINYA

Kata hormon diambil dari bahasa Yunani, yang artinya mengatur pergerakan.
Hormon-hormon mengatur pergerakan pada berbagai proses pengaturan
kehidupan yaitu: Pertumbuhan fisik dan intelektual, pubertas, reproduksi,
metabolisme, perkembangan individu, reaksi terhadap stres dari lingkungan
internal atau eksternal dan mempertahankan homestasis.

Menurut batasan tersebut, hormon adalah zat kimia yang disekresi kedalam cairan
tubuh oleh sebuah sel/sekelompok sel/ kelenjar buntu, dibawa oleh darah ke sel-
sel target/ sasaran dan mengendalikan serta mengatur fungsi-fungsi tersebut di
dalam tubuh.

Penggolongan hormon

Secara kimiawi hormone merupakan kelompok zat yang dapat di klasifikasikan


seperti dibawah ini :

1. Biogenic amines( epinefrine, norepinefrine )

2. Amino acid ( tyroxine )

3. Peptida ( vaso presin )

4. Protein ( pituetary, GH, H. Paratiroid , insulin, glukagon )

5. Steroid( aldosterone, cortisol, H. Androgen )

Beberapa hormon dapat dianggap sebagai hormon lokal karena bekerja dekat
tempat dengan sekresinya. Contohnya adalah hormone-hormone pencernaan,
seperti sekresin, gastrine. Hormon lokal dapat dimusnahkan lebih cepat.

Hormon umumnya diangkut keseluruh tubuh dan bekerja di organ yang letaknya
jauh dari tempat asalnya( asal sekresinya ). Ada yang bekerja di hampir semua sel
tubuh( tiroksin/ T4/ T3 ) dan ada yang bekerja hanya pada sel khusus ( ACTH ).

Fungsi Umum Hormon


Fungsi hormon secara umum mencakup semua aspek fungsi tubuh antara lain :

1. Metabolisme, pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi.

2. Berperan dalan homeostasis yaitu mempertahankan lingkungan dalam tetap :

• Mengendalikan metabolisme karbohidrat dan protein.

• Mengendalikan keseimbangan air dan elektrolit

• Mengendalikan kadar gula darah.

3. Bekerja sama dengan sistem saraf :

Hormon mengintegrasikan jawaban organ dan jaringan tubuh yang berbeda-beda


terhadap rangsang internal dan eksternal.

KARAKTERISTIK HORMON

Meskipun masing-masing hormon unik dalam strukrtur dan fungsi yang dimiliki,
semua hormon secara umum mempunyai karakteristik seperti dibawah ini :

1. Hormon disekresikan secara siklus dan sebagai respon terhadap tubuh dan
irama lingkungan. Misalnya, kadar dari hormon adrenocortical lebih rendah pada
malam hari dan meningkat pada pagi hari. Kemudian turun kembali pada kadar
yang lebbih rendah pada sore hari. Pola sekresi ini disebut pola diurnal. Kadar
estrogen meningkat dan turun selama siklus menstruasi pola ini disebut pola
silkus dan pulsatil.

2. Hormon mengontrol kecepatan aktifitas sel.

3. Hormon disekresikan dalam konsentrasi yang kecil. Bagaimanapun dalam


jumlah kecil dapat lebih besar pengaruhnya terhadap struktur dan fungsi tubuh.

4. Hormon mempengaruhi setiap sel yang memiliki receptor yang sesuai.

5. Hormon secara konstan dinon aktifkan oleh hepar dan dikeluarkan oleh ginjal.

PENGATURAN HORMON

Pelepasan hormon dari kelenjar induknya dikontrol oleh faktor kimia dan saraf.
a. Kontrol kimia

Kadar hormonal darah dikontrol melalui sistem negative feedback. Suatu hormon
cukup dihasilkan untuk efek fisiologi normal, peningkatan lebih lanjut dalam
sekresi dari hormon ini dapat dicegah melalui negative feedback. Misalnya
peningkatan hormon ACTH dari kelenjar pituitary anterior akan merangsang
peningkatan pelepasan hormon kortisol dari kortek adrenal, hal ini akan
menyebabkan penurunan dari ACTH dan seterusnya. Penambahan kadar darah
oleh substansi lain dari hormon akan mempengaruhi sekresi hormon. Misalnya
pengaturan kadar kalsium darah diatur oleh parathormone yang di hasilkan oleh
kelenjar para thyroid. Juga pelepasan insulin dari pulau-pula- langerhans di
pankreas tergantung pada kadar glukosa darah.

b. Pengontrolan saraf

Sistem saraf otonom dan saraf pusat bereaksi terhadap rangsangan dari semua tipe,
baik itu dari lingkungan internal maupun eksternal. Reaksi ini dikirimkan menuju
hipothalamus suatu bagian vital dari sisten saraf pusat yang kemudian segera
mengisyaratkan pada kelenjar pituetary. Rangsangan terhadap hipothalamus akan
merangsang pelepasan hormon-hormon pituetary.

KELENJAR – KELENJAR ENDOKRIN

1. Kelenjar pituitary/hipofise

Kelenjar pituetary mempunyai ukuran 1cm dan berat 500mg. Kelenjar tersebut
terletak di sella turcica dari tulang spenoid pada dasar tengkorak dan terpisah
dengan ruang dari tulang spenoid. Sella turcica dekat chiasma optic. Secara nyata
kelenjar pituetary terdiri dari 2 kelenjar yaitu Pituitary Anterior (adenohypofisi)
dan Pituitary Posterior( neurohypofisis ).

Kelenjar pituitary anterior ( adeno hipofisis ) menghasilkan hormon :

a. Growth hormone(GH)/ Somatotropic hormone.

• merupakan suatu protein

• merangsang pertumbuhan sel-sel tubuh sampai ukuran dewasa


• mempengaruhi metabolisme lemak.

b. Prolactin/lactogen hormone.

• merupakan suatu protein.

• Merangsang sekresi air susu pada kelenjar mamae.

c. Follicle stimulating hormone( FSH).

• merangsang pertumbuhan folicle pada ovarii.

• Pada pria membantu mematangkan sperma.

c. Luteinizing Hormone ( LH )

• Merupakan glikoprotein

• Menyebabkan ovulasi dan merangsang pembentukan corpus luteum dan


sekresi progesteron.

d. Interstitial cell stimulating hormone(ICSH)

• Merangsang sekresi dari tetosterone pada laki-laki.

f. Adenocorticotropic Hormone(ACTH)

• Merangsang kortek adrenal untuk mensekresikan kortisol/kortikosteroid.

g. Thyroid stimulating hormone( TSH)

• Merangsang thyroid untuk mensekresikan thyroxine.

Kelenjar pituetary Posterior

a. Antidiuretik Hormone ( ADH ).

• Mempengaruhi permiabilitas membrane tubulus ginjal untuk meningkatkan


absorbsi air.

• Merangsang otot polos dari pencernaan dan pembuluh darah.

b. Oxytocine

• Merangsang kontraksi uterus dan pengeluaran air susu .


Hubungan antara hipotalamus dengan dengan kelenjar pituitary

Hypotalamus bertindak sebagai suatu penghubung yang penting antara


mekanisme pengaturan neurologi dan hormonal. Hypotalamus bertindak sebagai
pengontrol atas kelenjar pituetary dan kelenjar kelenjar lainya serta sel-sel tubuh.
Hypotalamus( lokasinya pada jaringan disekitar ventrikel III ) dan lobus pituitary
anterior berhubungan melalui hypotalamic–hypophyseal portal blood system,
dimana neurosecretory releasing factor (RF) dan neuro secretory inhibiting
factory(IF)yang disekresikan oleh hipotalamus menuju pituitary.
Neurohypophysis langsung berhubungan dengan hypotalamus melalui
hypothalamic - hypophyseal tract.

Kelenjar Thyroid

Kelenjar thiroid terletak pada bagian anterior dari leher( bagian inferior tulang
kartilago hyoid ) dan beratnya 20 gram. Terdiri atas dua lobus yaitu lobus kanan
dan kiri. Antara kedua lobus tersebut dihubungkan oleh isthmus dan terletak
dibawah laring. Thyroid menyimpan iodine/yodium dan mensekresi hormon
thyroid dan calsitonin. Klelenjar thyroid mensekresikan 3 hormon Yaitu

1. Thyroxine ( T 4 ).

• Berfungsi mengatur katabolisme protein, lemak dan karbohidrat didalam sel.

2. Triodothyronine ( T 3 ).

Berfungsi :

• Mengatur kecepatan metabolisme pada semua sel.

• Mengatur produksi panas tubuh.

• Antagonis insulin.

• Mempertahankan sekresi hormon pertumbuhan dan maturasi skeletal.

• Mempengaruhi perkembangan sususnan saraf pusat.

• Diperlukan untuk tonus otot dan kekuatan.

• Mempertahankan cardiac output, rate dan kekuatan kontraksi.

• Mempertahankan sekresi saluran cerna.


• Mempengaruhi kecepatan pernapasan dan penggunaan oksigen.

• Mempertahankan mobilisasi kalsium.

• Mempengaruhi produksi sel darah merah.

• Merangsang pergantian lipid, pelepasan asam lemak bebas dan sintesa


cholesterol.

3. Hormon thyrocalcitonin

•menurunkan kadar kalsium darah dan fosfor, menurunkan absorbsi kalsium dan
fosfor pada saluran pencernaan.

Produksi hormon thyroxine tergantung pada masukan protein dan iodine yang
cukup dan adanya Thyrotropic Stimulating Hormon. Disamping itu juga
dipengaruhi faktor lingkungan. Stres fisik dan psikologis dan terpapar udara
dingin adalah faktor yang meningkatkan produksi hormon thyroxin, sedangkan
faktor yang menekan sekresi thyroxin yaitu terpapaf panas yang lama, obat
sulfanamid, salysilat dan penilbutason. Hormon thyroxin akan diubah menjadi
tryodthyronin oleh jaringan target periferal.

Kelenjar Para thyroid

Terdiri empat kelompok kecil, yang terletak sangat bervariasi pada bagian
posterior masing – masing lobus thyroid. Hormon yang dihasilkan adalah
Parathormone atau hormone para thyroid, yang berfungsi secara utama untuk
mempertahankan kadar kalsium dan fosfor, melalui aksi :

• Peningkatan penyerapan mineral tulang.

• Peningktan penyerapan kalsium melalui saluran cerna( vit D ).

• Menurunkan ekskresi kalsium urine.

• Meningkatkan ekskresi phosfor melalui urine.

Kelenjar adrenal

Kedua organ adrenal terletak pada jaringan retroperitoneal, dimana masing-


masing terletak pada bagian atas dari ginjal. Ada dua kelenjar dari masing-masing
organ adrenal. Kortek adrenal / lapisan paling luar dan medula adrenal atau bagian
dalam.

Kortek adrenal mensekresikan 2 kelompok hormon yang diperlukan untuk hidup


yaitu glukokortikoid, dimana kortisol hormon utamanya, dan hormon
mineralocortikoid, dimana aldoterone hormon utamanya. Hormon kelompok
ketiga yaitu hormon seks : androgen dan estrogen.

Medula adrenal mensekresikan epinephrine dan norepinephrine, yang


memperbanya neurotransmiter yang diproduksi oleh sistem saraf simpatis.
Katekolamine disekresi oleh medula adrenal diperlukan untuk mempertahan
kehidupan, tetapi bila berlebihan akan menyebabkan hipertensi yang cukup serius.

Fungsi Hormon Adrenal

Hormon Glukokortikoid( kortisol )

• Mempertahan glukosa darah dengan meningkatkan glukoneogenesis;


menurunkan kecepatan penggunaan glukosa oleh sel-sel.

• Meningkatkan katabolisme protein.

• Meningkatkan retensi sodium dan air.

• Anti inflamasi.

• Degradasi kolagen

• Menurunkan limposit T

• Meningkatkan neutrofil.

• Menurunkan pelepasan antibodi baru.

• Menurunkan basofil, eosinofil dan monosit.

• Menurunkan pembentukan jaringan parut.

• Meningkatkan pembentukan sel darah merah dan platelet.

• Meningkatkan produksi asam lambung dan pepsin.

• Mempertahankan kestabilan emosi.


Hormon Mineralokortikoid ( Aldosterone )

• Perangsang utama sistem renin-angiotensin.

• Sangat responsive untuk mempertahankan keadaan normovolumic dengan


meningkatkan retensi natrium dan air pada tubulus distal.

• Menyebabkan pengeluaran potasium.

• Menyebabkan peningkatan ekskresi ion amonium dan magnesium.

Hormon Androgen

Fungsinya sama dengan hormon-hormon sek gonad.

Epinephrine dan norepinephrine.

• Diperlukan untuk mempertahankan fungsi integrasi dari neuroendokrine


dari tubuh.

• Meningkatkan tekanan darah, heart rate dan menyebabkan vasokonstriksi.

• Merangsang perubahan glikogren menjadi glukosa.

• Merangsang glukoneogenesis.

• Meningkatkan lipolisis.

Kelenjar Pankreas

Pankreas adalah kelenjar eksokrine dan endokrine yang terletak di retroperineal


dekat lambung, bagian kepala dan leher pada lengkung duodenum, bagian badan
meluas kearah horizontal menyilang diiding abdominal posterior, dan bagian
ekornya menyentuh limfa. Ada sekitar satu juta pulau sel-sel pada pankres.

Ada tiga tipe sel endokrin yaitu sel alpha yang mensekresikan glukagon. Sel beta
mensekresikan insuline dan sel delta mensekresikan gastrine pankreatic
somatostatin.

Fungsi dari hormon-hormon yang dihasilkan pankreas :

Hormon Insulin

• Menurunkan kadar glukosa darah.

• Meningkatkan pemakaian glukosa oleh jaringan adiposa dan sel-sel otot.


• Meningkatkan phosporylation glukosa oleh hati.

• Meningkatkan penggabungan asam amino menjadi protein.

Hormone glukagon

• Merangsang pengeluaran glikogen dan meningkatkan kadar glukosa darah.

• Menrangsang hati untuk merubah glikogen menjadi glukosa.

Pengaturan hormon insulin dan glukagon melalui umpan balik negative


konsentrasi glukosa di dalam darah.

Kelenjar Gonads( Kel.Seks )

Pada wanita dihasilkan oeh ovarii yang terletak pada cavum pelvic. Hormon yang
dihasilkan adalah :

Hormone estradiol ( estrogen )

• fungsinya merangsang perkembangan seks sekunder pada wanita selama


pubertas dan mempertahankan reproduksi.

• Juga merangsang maturasi dari ovum ( di dalam ovarium ).

Hormon Progesteron.

• merangsang perkembangan lapisan uterus dan kelenjar mamae.

• Juga diperlukan untuk pembentukan plasenta untuk mempertahankan


kehamilan.

Hormon Relaxine

• Disekresikan hanya selama trimester terakhir kehamilan.

• Untuk menolong melunakkan ligamen, khususnya simphisis.

Pada pria horman gonad dihasilkan organ testis( lokasinya di dalam skrotum ),
dimana menghasilkan hormon tetosteron yang diperlukan untuk perkembangan
seks sekunder pada pria selama pubertas dan mempertahankan sistem reproduksi
selama hidup.

Kelenjar Thymus
Terletak dibawah sternum dan antara kedua paru. Hormon yang dihasilkan disebut
Thymosin berfungsi untuk meragsang perkembangan sel-sel darah putih yang
diproduksi untuk kekebalan.

Kelenjar Pineal

Terletak antara hemisphere cerebral dimana merupakan penonjolan dari serabut


ventrikel III. menghasilkan hormone melatonin yang berfungsi dalam pengaturan
siklus phenomena.
Menjelaskan Mekanika Termofisika

Termodinamika berasal dari kata thermal (panas) & dinamika


(pergerakan).Termodinamika berarti ilmu mengenai fenomena-fenomena
tentang energi yang berubah-ubah karena pengaliran panas dan usaha yang
dilakukan
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu
Macam-macam termometer :
1. Term. Air raksa.
2. Term. Tahanan.
3. Term. Elemen
4. Pyrometer optik
5. Term. Gas yang bervolume tetap

PENGATURAN SUHU TUBUH


Pengaturan temperatur adalah suatu pengaturan secara kompleks
dari suatu proses fisiologis di mana terjadi kesetimbangan antara produksi
panas dan kehilangan panas sehingga suhu tubuh dapat dipertahankan
secara konstan.
TRANSFER PANAS
1. Konduksi : pemaparan panas dari suatu obyek yang suhunya lebih tinggi
ke obyek lain dengan jalan kontak langsung.
2. Konveksi : proses perpindahan panas dari sumber panas ke daerah
sekitarnya yang ditandai dengan adanya peningkatan energi di daerah
sekitar sumber panas.
3. Radiasi : suatu transfer energi panas dari suatu permukaan obyek ke obyek
yang lain tanpa mengalami kontak langsung dari kedua obyek tersebut.
EFEK PANAS
1. Fisik  menyebabkan pemuaian pada zat cair, padat dan gas.
2. Kimia  peningkatan proses reaksi kimia
3. Biologi  merupakan somasi dari efek panas terhadap fisik dan kimia.

PENGGUNAAN ENERGI PANAS DALAM PENGOBATAN


A. Metode konduksi :
1. Kantong air panas
2. Handuk panas.
3. Turkish bath (mandi uap).
4. Mud packs (lumpur panas).
5. Wax bath (parafin bath).
6. Elektric pads
B. Metode radiasi
1. Electric fire :
a. Old type fire : dengan daya 750 Watt dengan range radiasi
antara merah dan mendekati infra merah serta panjang
gelombang lebih pendek dari 15.000 amstrong.
b. Pensil bar type : menggunakan reflektor rektangular dan
shape like acoustic type
2. Infra merah
C. Metode elektromagnetis
1. Short wave diathermy :
a. Conductor technique.
b. Inductothermy
2. Micro wave diathermy
Menggunakan frekuensi 900 MHz  sangat efektif ( use
magnetron )
Menjelaskan mekanisme kerja hormon

Earl Sutherland memulai penelitian tentang mekanisme kerja


enzim pada th 1950.Awal penelitian tentang bagaimana epinefrin dan
glukagon bekerja pada reaksi pemecahan glikogen dan pembentukkan
glukosa oleh hati. Selanjutnya Sutherland menemukan bahwa pada reaksi
diatas telah menimbulkan terbentuknya suatu zat tahan panas sebagai zat
antara lain AMP siklik (adenosin 3,5 monofosfat) .AMP siklik ini
terbentuk dari ATP oleh enzim adenil siklase. AMP siklik dapat
dihidrolisis oleh enzim fosfodiesterase menjadi AMP
Aktivitas adenesil siklase yg meningkat ini menyebabkan
peningkatan pembentukan AMP siklik yg terdapat dalam plasma sel yg
dapat mengubah proses di dalam sel tsb (ex: aktivitas enzim, permeabilitas
membran dsb).Keseluruhan proses yg berubah ini dpt terwujud dlm
tindakan sbg jawaban fisiologik atau usaha yg dilakukan oleh manusia.
Proses yg bersifat hormonal ini terdapat 2 tahap :
1. pembentukan hormon sampai tiba pd dd. Sel atau plasma
2. peningkatan jml AMP siklik hingga terjadinya pertumbuhan atau
proses dalam sel
Mekanisme kerja Hormon
A. Hormon Steroid
1. Difusi melalui membran plasma dari sel target.
2. Hormon steroid masuk kedalam nucleus.
3. Berikatan dengan reseptor protein spesifik
membentukkompleks hormon-reseptor.
4. Berikatan dengan tempat khusus pada sel DNA.
5. Mengaktifkan gen untuk membaca messenger RNA
(mRNA).
6. Menterjemahkan mRNA dalam sitoplasma menghasilkan
produk baru (efek).
B. Hormon Nonsteroid
Hormon derivat asam amino dan peptida tidak dapat masuk
kedalam sel target dan segera berikatan dengan membran plasma
sel target.
1. Hormon berikatan dengan reseptor membrane.
2. Menyetel seri reaksi, yang diaktivasi oleh enzim
3. Reaksi katalisasi yang menghasilkan molekul messenger
kedua (siklik AMP).
4. Perubahan intraseluler yang meningkatkan tipe respon dari
sel target terhadap hormon.

Kontrol Pelepasan Hormon

a. Pengeluaran hormon kedalam darah diatur melalui mekanisme umpan


balik negatif. Sekresinya dirangsang oleh stimulus internal atau eksternal.
b. Stimulus yang mengaktivasi organ endokrin dibagi menjadi 3 kelompok
utama, yaitu :
1. Hormonal, artinya organ endokrin dirangsang produksinya oleh
aktivitas hormon lain. Contoh hormon hipotalamus merangsang
kelenjar hipofisis untuk mensekresi hormonnya dan hormon tersebut
akan merangsang organ endokrin lain untuk melepaskan hormon
kedalam darah.
2. Humoral,artinya disini dirangsang oleh kondisi cairan tubuh seperti
darah atau cairan empedu. Contoh pelepasan hormon paratiroid
dirangsang oleh penurunan kadar kalsium darah.
3. Neural, artinya disini stimulus dirangsang oleh sistem saraf. Contoh
sistem saraf simpatik akan merangsang pengeluaran norepinefrin dan
epinefrin.
Menjelaskan Anatomi Fisiologi Sistem Reproduksi
A. Pengertian embriologi
Embriologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh proses tumbuh dan
berkembangnya sel telur yang dibuahi.Embriologi adalah sebuah tahapan
paling awal perkembangan.
B. Perkembangan embriologi
1. Morula
Morula adalah suatu bentukan sel seperti bola (bulat) akibat
pembelahan sel terus menerus.Morulasi adalah proses terjadinya
morula. Pada fase ini zigot membelah secara motosis berturut-
turut sehingga menjadi 2, 4, 8, 16 dan akirnya 32 buah sel.
2. Blastula
Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus
mengalami pembelahan.Didalam blastula terdapat caira sel yang
disebut dengan blastosoel. Blastulasi adalah proses terbentuknya
blastula pada fase blastula ditandai dengan terjadinya
pembentukan rongga tubuh dan jaringan.
Macam-macam blastula.Dilihat dari bentuk dan susunan
blastometernya blastula dibagi menjadi tiga macam yaitu :
a. Coeloblastula (bentuk bola)
b. Discoblastula (bentuk cakram)
c. Steroblastula (bentuk bola tapi pasif)
3. Gastrula
Gastrula adalah bentuk lanjutan dari blastula yang
pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan
dinding tubuh embrio serta rongga tubuh. Gastrulasi adalah proses
pembentuka gastrula.

Organogenesis adalah proses pembentukan organ-organ tubuh


gastrula pada mahluk hidup. Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-
masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula.
a. Lapisan ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung),
otak (sistem saraf), integumen (kulit), rambut dan alat indra.
b. Lapisan mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka
(tulang/asteon), alat reproduksi (testis dan ovarium), alat
peredaran darah dan alat peredaran ekskresi.
c. Lapisan endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan,
kalenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo.

4. Pada bulan pertama (minggu ke-4).Bagian tubuh embrio yang


pertama muncul akan menjadi tulang belakang, otak, dan saraf
tulang belakang,jantung, sirkulasidarah dan pencernaan juga sudah
terbentuk.
5. Pada bulan kedua akan terbentuk lapisan ektoderm, mesosderm,
dan endoderm. Panjang janin 250 mm. Jantung mulai memompa
darah. Raut muka dan bagian utama otak dapat terlihat. Terbentuk
telinga, tulang dan otot di bawah kulit yang tipis.
6. Sejak usia minggu ke-12 kehamilan janin hanya mengalami
pertumbuhan ke arah membesar dan memanjang hingga menjelang
kelahirannya. Panjang janin 7-9 cm. Tinggi rahim di atas simpisis
(tulang kemaluan). Embrio menjadi janin.Denyut jantung terlihat
pada USG. Mulai ada gerakan. Sudah ada pusat tulang, kuku,
ginjal mulai memproduksi urin.
7. Minggu ke-24 paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi
masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup
diluar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang
menjaga kantung udara tetap mengembang. Kulit bayi mulai
menebal.
8. Minggu ke-25 bayi cegukan. Ini tandanya ia sedang latihan
bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air
ketuban yang tertelan terlalu banyak ia akan cegukan. Tulang bayi
akan semakin mengeras dan bayi akan menjadi semakin kuat.
Garis sekitar mulut sudah mebentuk indera penciuman bayi sudah
semakin membaik. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram
tinggi badan 34-37 cm.
9. Minggu ke- 26 bayi sudah bisa mengedipkan mata. Aktivitas
otaknya yang berkaitan denga pendengaran dan penginderan sudah
berfungsi. Berat badan bayi sudah mencapai 750-780 gram
sedangkan tingginya 35-38 cm.
10. Minggu ke- 28 Panjang janin 35-38 cm. Berat rahim 1000 gram.
Tinggi rahim antara pertengahan pusat – prosessus xifodeus. Janin
bisa bernafas, menelan dan mengatur suhu. Terbentuk surfaktan
dalam paru-paru. Mata mulai membuka dan menutup. Bentuk
janin dua pertiga bentuk saat lahir.
11. Minggu ke- 32 Panjang janin 42,5 cm. Berat rahim 1700 gram.
Tinggi rahim dua pertiga di atas pusat. Simpanan lemak
berkembang di bawah kulit. Janin mulai menyimpan zat besi,
kalsium dan fosfor. Kulit merah dan gerak aktif.
12. Minggu ke-34 bayi berada dipintu rahim, bayi sudah dapat
membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur. Berat
badan bayi 2300-2350 gram dan tingginya 45-47 cm. Pada minggu
ke- 36 kulit bayi sudah semakin halusdan sudah menjadi kulit bayi.
Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis bayi,
ginjal dan liver sudah mulai berfungsi dengan baik barat badan
bayi sekitar 2400- 2450 gram sedangkan tingginya 47- 48 cm.
13. Minggu ke- 37 kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi
semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu.
Rambutnya tumbuh dengan lebat dengan bertambah 5 cm. kuku
muali terbentuk dan bayi sudah bisa melihat adanya cahaya dari
luar rahim. Berat badan bayi pada minggu ini 2700-2800 gram dan
tingginya 48-49 cm.
14. Minggu ke-38 sampai ke-40 proses pembentukan telah berakir dan
bayi siap dilahirkan. Secara normal masa kandungan manusia
adalah 9 bulan 10 hari. Pada waktu bayi lahir ia segera bernafas
dengan paru-paru sehinnga aliran darah dari plasenta terhenti.
Pernafasan tersebut biasanya diawali tangisan.
B. Sistem reproduksi laki-laki
Sistem reproduksi laki-laki meliputi organ-organ reproduksi
spermatogenesis dan hormone pada laki-laki. Organ reproduksi laki-laki
terdiri atas organ reproduksi internal ( dalam ) dan eksternal ( luar ).
Bagian internal (dalam)
1. Testis
Testis merupakan 2 buah organ yang meproduksi semen,
terdapat didalam skrotum dan digantung oleh fenikulus
spermatikus.Testis mengahsilkan hotmon testoteron yang
menimbulkan sifat kejantanan setelah masa pubertas.
2. Saluran pengeluaran
Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria
terdiri dari epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi dan uretra.
a. Epididimis
Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok di
dalam skrotum yang keluar dari testis.Epididimis berfungsi
sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai
sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens.
b. Vas deferens
Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens)
merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan
merupakan lanjutan dari epididymisdengan panjang
sekitar 45 cm dan dimulai dari ujung bawah epididimis
kemudian naik sepanjang aspek posterior testis.

3. Saluran ejakulasi
Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang
menghubungkan kantung semen dengan uretra.Saluran ini
berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam
uretra.
4. Uretra
Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di
dalam penis.Uretra berfungsi sebagai saluran kelamin yang
berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin
dari kantung kemih.
5. Kalenjar assesoris
Selama sperma melalui saluran pengeluaran, terjadi
penambahan berbagai getah kelamin yang dihasilkan oleh
kelenjar asesoris.Getah-getah ini berfungsi untuk
mempertahankan kelangsungan hidup dan pergerakakan
sperma.Kelenjar asesoris merupakan kelenjar kelamin yang
terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar
Cowper.
a. Vesikula seminalis
Vesikula seminalis atau kantung semen (kantung
mani) merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak
di belakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis
menghasilkan zat makanan yang merupakan sumber
makanan bagi sperma.
b. Kalenjar prostat
Kalenjar prostat melingkupi bagian dari uretra,
fungsi utamanya adalah menghasilkan cairan basa
berwarna putih susu, cairan berfungsi menetralkan asam
pada pada vagina.
c. Kalenjar cowper
Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan
kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra.
Bagian eksternal (luar)

1. Penis
Terletakmenggantung didepan skrotum. Bagian
ujung desebut glan penis, bagia tengah korpus penis, dan
bagian pangkal radikal penis, kilit pembungkus amat tipis
tidak berhubungan dengan bagian permukaan dalam dari
tidak mempunyai jaringan adipose.Kulit ini berhubungan
denga pelvis, skrotum dan perineum.
2. Skrotum
Adalah kantong longgar yang tersusun dari kulit,
fasia,dan otot polos yang membungkus
dan menompangtestis di luar tubuh pada suhu optimum
untuk produksi spermatozoa.
3. Dua kantong skrotal, satiap skrotal berisi satu testis
tungggal, dipisahkan oleh septum internal.
4. Otot dartos adalah lapisan serabut dalam fasia dasar yang
berkontraksi untuk membentuk kerutan pada kulit skrotal
sebagai respons terhadap udara dingin atau eksitasi seksual.
C. Hormon rerproduksi pada laki-laki.
1. Testoteron
Hormone testoteron dihasilkan oleh sel leydig yang
terletak antara tubulus seminiferus.Sel ini banyak
terdapat pada pria dewasa.Setelah pubertas sel
interstitial banyak menghasilkan hormone testoteron
setelah disekresi testis.
2. Hormone gonatropin
Kalenjar hipofisis anterior menghasilkan dua
macam hormone yaitu FSH dan LH.
3. Estrogen
Dibentuk dari hormone testoteron dan dirangsang
ole hormoneperangsang folikel yang memungkinkan
spermatogenesis menyekresi protein pengikat endogen.
4. Hormone pertumbuhan
Hormone pertumbuhan diperlukan untuk mengatur
latar belakang fungsi metabolism testis.Secara khusus
meningkatkan pembelahan awal spermatogenesis.
D. Sistem reproduksi wanita
Alat reproduksi wanita terdiri dari traktus genetalis yang terletak dalam
rongga panggul kecil. Alat kelamin luar terdiri dari mons pubis, Labia mayora,
labia minora, klitoris, vestibulum vagina,bulbovestibularis, dan glandula
vestibularis (bartilini), alat kelamin interna terdiri dari vagina,uterus, tuba
fallopi, dan ovarium.
a. Bagian internal (dalam)
1. Uterus (rahim)
Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi
peritoneum (serosa).Selama kehamilan berfungsi sebagai
tempat implatansi, retensi dan nutrisi konseptus.Terdiri dari
corpus, fundus, cornu, isthmus dan serviks uteri. Dinding rahim
terdiri dari 3 lapisan yaitu :
a. Lapisan serosa (lapisan peritoneum), di luar
b. Lapisan otot (lapisan miometrium)di tengah
c. Lapisan mukosa (endometrium) di dalam.

Fungsi utama uterus :

a. Setiap bulan berfungsi dalam pengeluaran darah haid


dengan adanya perubahan dan pelepasan dari endometrium
b. Tempat janin tumbuh dan berkembang
c. Tempat melekatnya plasenta
d. Pada kehamilan, persalinan dan nifas mengadakan
kontraksi untuk lancarnya persalinan dan kembalinya uterus
pada saat involusi.
2. Tuba fallopi
Tuba follopi adalah saluran telur yang mengangkut ovum
dari ovarium ke kavum arteri.Panjangnya rata-rata 11-14 cm.
tuba fallopi ada dua bagian, mulai dari sisi pevis ke sudut
superior lateral uterus.
Masing-masing tergantung pada plika peritoneal
mesenterium yang meliputi margo superior dan berdekatan
denga ligamentum latum.
Bagian-bagian tuba fallopi :
a. Pars intertitialis bagian tuba yang tedapat dalam uterus
b. Pars ismica/istimus adalah bagian yang sempit pada
sudut antar uterus dan tuba
c. Pars ampularis/ampula adalah bagian yang membentuk
saluran yang lebar meliputi ovarium
d. Infundibulum bagian ujung tuba yang terbuaka
mempunyai umbul yang disebut fimbriae, melekat pada
ovarium untuk menangkap telur yang dilepas oleh
ovarium menuju tuba.
3. Ovarium
Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga
peritoneum, sepasang kiri-kanan.Ovarium berfungsi dalam
pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel
epitel germinal primordial di lapisan terluar epital ovarium di
korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi
hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel,
progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi).
4. Vagina
Vagina merupakan penghubung atara genetalia eksternal
dan internal, vagina berukuran didepan 6,5 cm dan dibelakang
9,5 cm. sumbunya berjalan kira-kira sejajar jika dimasukan jari
kedalam vagina pada arah ini penting diketahui jika
memasukan jari kedalam vagina pada pemeriksaan ginekologi.
Pada puncak vagina terdapat bagian yang menonjol dari leher
rahim disebut parsio.
5. Cerviks (leher rahim)
Cervix menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan
sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina.

Bagian eksternal (luar)

1. Vulva
Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi
perineum), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora,
clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum,
kelenjar-kelenjar pada dinding vagina.
2. Mons pubis
Adalah bagian menonjol yang melingkar didepan simfisis
pubis, dibentuk oleh jaringan lemak dibawah kulit, meliputi
daerah simfisis yang ditumbuhi rambut pada masa pubertas.
3. Labia mayora
Adalah lipatan kulit yang menonjol secara longitudinal
yang memanjang ke bawahdan belakang dari mons pubis dan
membentuk batas lateral yang banyak mengandung saraf.
4. Labia minora
Adalah lipatan kecil yang terdapat diantara labia mayora,
memanjang dari klitoris secara obilik kebawah dan kesamping
belakang sepanjang 4 cm disisi orifisium vagina.
5. Klitoris
Adalah tonjolan kecil yang melingkar berisi jaringan erektil
yang sangat sensitive, terdapat dibawah kommisura labia
anterior dan sebagian tersembunyi diantar ujung anterior labia
minora, banyak mengandung saraf
6. Vestibulum
Adalah celah diatara labia minora dibelakang glans glitoris,
didalamnya terdapat orifisium ureter 2,5 cm.
7. Hymen
Adalah lapisan tipis menutupi liang sanggana, ditengahnya
berlubang, merupakan tempat keluarnya menstruasi bentuknya
bervariasi dan bila teregang akan membentuk cincin.
8. Orifisium vagina
Celah yang terdapat dibawah dan dibelakang muara uretra,
ukurannya bergantung pada hymen, lipatan tepi dalamnya
berkontak satu sama lainnya. Orifisium vagina muncul sebagai
celah diantara orifisium vagina.
9. Glandula vestibularis
Terdiri dari dua bagian melingkar dengan warna merah
kekuning-kuningan.Pada orifisium vaginalis ujung posterior
dari masing-masing bulbus vestibula panjang salurannya 2 cm.
E. Hormone reproduksi pada wanita
1. Estrogen
Estrogen dihasilkan oleh ovarium.Estrogen berguna untuk
pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada wanita yaitu
pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambut
kemaluan,dll.Estrogen juga berguna pada siklus menstruasi
dengan membentuk ketebalan endometrium, menjaga kualitas
dan kuantitas cairan cerviks dan vagina sehingga sesuai untuk
penetrasi sperma.
2. Progesterone
Progesteron adalah hormon steroid yang berperan dalam
siklus menstruasi wanita, mendukung proses kehamilan, dan
embriogenesis. Hormon ini diproduksi oleh korpus
luteum.Progesterone mempertahankan ketebalan endometrium
sehingga dapat menerima implantasi zygot.Kadar progesterone
terus dipertahankan selama trimester awal kehamilan sampai
plasenta dapat membentuk hormon HCG.
3. FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing
Hormone)
Kedua hormon ini dinamakan gonadotropoin hormon yang
diproduksi oleh hipofisis akibat rangsangan dari GNRH. FSH
akan menyebabkan pematangan dari folikel. Dari folikel yang
matang akan dikeluarkan ovum. Kemudian folikel ini akan
menjadi korpus luteum dan dipertahankan untuk waktu tertentu
oleh LH.FSH adalah hormon yang dikeluarkan oleh gonadotrop.
FSH berfungsi untuk memacu pertumbuhan sel
telur dalam ovarium. Pada pria, FSH mengatur dan memelihara
proses pembentukan sperma. Jumlah FSH sedikit ketika kecil
dan tinggi setelah menopause.
4. HCG (Human Chorionic Gonadotropin)
Human Chorionic Gonadotropin (HCG) adalah sejenis
Glikoprotein yang dihasilkan oleh plasenta dalam
kehamilan.Namun selama plasenta belum terbentuk, hormon ini
dihasilkan sel-sel fungsi tropoblas. Setelah umur kehamilan
memasuki 12-13 minggu, hormon HCG ini dihasilkan oleh
plasenta. Di dalam tubuh, hormon ini bersifat mempertahankan
korpus luteum, yakni jaringan di ovarium yang menghasilkan
progesteron. Hormon progesteron ini berfungsi untuk
memelihara atau mempertahankan proses kehamilan,
Menjelaskan konsep penerapan fisika dalam keperawatan

Penerapan Gelombang Bunyi Dalam Keperawatan

1. Telinga manusia dpt mendengar frekuensi antara 20 Hz sampai 20.000


Hz. Rentang nilai frekuensi ini disebut frekuensi pendengaran atau
audio frekuensi yan nilainya kadang berbeda antara manusia satu
dengan yang lain.
2. Gelombang bunyi dengan frekuensi kurang dari 20 Hz disebut
infrasonik. Frekuensi ini tidak dpt didengar telinga manusia tetapi dpt
dirasakan getarannya.
3. Gelombang bunyi dengan frekuensi di atas 20.000 Hz disebut
ultrasonik.
A. Aplikasi Ultrasonik Dalam Bidang Klinik
1. Gelombang ultrasonik adalah gel. bunyi dgn frekuensi di atas
20.000 Hz yg dihasilkan oleh getaran magnet listrik dan kristal
piezo elektrik.
2. Apabila kristal piezo elektrik dialiri listrik maka lempengan kristal
akan bervibrasi sehingga menimbulkan frekuensi ultra. Hal tersebut
digunakan sebagai transduser pada ultrasonografi.
B. Aplikasi Ultrasonik Sebagai Diagnosis
1. Menggunakan teknik pulsa-gema, yang hampir sama dengan sonar.
2. Pulsa bunyi frekuensi tinggi diarahkan ke tubuh dan pantulannya
dari batas atau pertemuan organ-organ atau struktur lainnya
maupun luka dlm tubuh akan terdeteksi. Teknik ini disebut juga
dengan USG (Ultrasonography).
3. Dengan menggunakan teknik ini, tumor dan pertumbuhan
abnormal lainnya serta gumpalan fluida (edema) dapat dilihat.
C. Aplikasi Ultrasonik Untuk Pengobatan
1. Ultrasonik memberikan efek kenaikan temperatur dan peningkatan
tekanan sehingga dapat digunakan untuk terapi fisik, untuk
memberikan pemanasan lokal pada otot yang cedera.
Penerapan Fluida Dalam Keperawatan

Dalam mempelajari sirkulasi/ aliran darah bertolak dari hukum


Poisseulle dan Bernoulli.Dlm hukum itu tertera hubungan antara tekanan,
kekuatan aliran dan tahanan (tahanan Poisseulle) yg berlaku dlm susunan
pembuluh darah. Alat ukur tekanan darah disebut yang
sphymomanometer atau tensimeter. Sphymomanometer yang sering
digunakan ada 2 macam, yaitu sphymomanometer logam dan air raksa.

Penerapan Thermodinamika Dalam Keperawatan

1. Termometer dibuat berdasarkan sifat termometrik yaitu terjadinya


perubahan volume akibat adanya perubahan suhu.

2. Thermometer umumnya terdiri dari tabung kaca dengan ruang


ditengahnya diisi air raksa atau alkohol yang diberi warna merah.

3. Jika thermometer disentuhkan pada benda panas maka air raksa atau
alkohol dan tabung kaca akan memuai. Karena pemuaian zat cair lebih
besar dari tabung kaca, maka ketinggian zat cair akan naik dalam
tabung.

Penerapan Biolistrik Dlm Keperawatan

1. Magnetokardiografi (MKG)

Pencatatan medan magnet di sekeliling jantung dengan


menggunakan arus searah DC. Penderita ditempatkan dalam ruang
octagonal yg terdiri dari 5 lapisan pelindung magnet. Perekaman MKG
dpt memberi informasi yg berguna dlm diagnosis apabila dikerjakan
pada waktu jantung mengalami serangan.

2. Magnetoensefalogram (MEG)
Pencatatan medan magnet sekeliling otak dengan menggunakan
arus searah. Alat yg digunakan adl SQUID magnetometer
.Menjelaskan anatomi sistem sensoris

A. Mata
Secara struktral anatomis, bola mata berdiameter ±2,5 cm dimana
5/6 bagiannya terbenam dalam rongga mata, dan hanya 1/6 bagiannya
saja yang tampak pada bagian luar. Perhatikan gambar dibawah ini:

Struktur Mata Eksternal


a. Kavum Orbita
Merupakan rongga mata yang bentuknya seperti kerucut dengan
puncaknya mengarah ke depan dan ke dalam. Dinding rongga mata
dibentuk oleh tulang:
1. Osfrontalis
2. Oszigomatikum
3. Osslenoidal
4. Osetmoidal
5. Ospalatum
6. Oslakrimal
b. Alis
Dua potong kulit tebal yang melengkung ditumbuhi oleh rambut
pendek yang berfungsi sebagai pelindung mata dari sinar matahari yang
sangat terik dan sebagai alat kecantikan.
c. Kelopak Mata (Palpebra)
Kelopak atau palpebra terdiri dari 2 bagian kelopak mata atas dan
kelopak mata bawah, mempunyai fungsi melindungi bola mata, serta
mengeluarkan sekresi kelenjarnya yang membentuk film air mata di depan
kornea. Palpebra merupakan alat menutup mata yang berguna untuk
melindungi bola mata terhadap trauma, trauma sinar dan pengeringan bola
mata.
a) Lapisan luar
1. Sklera
Sklera dikenal juga sebagai putih mata, merupakan 5/6 dinding luar
bola mata dengan ketebalan sekitar 1 mm. Sklera mempunyai struktur
jaringan fibrosa yang kuat sehingga mampu mempertahankan bentuk
bola mata dan mempertahankan jaringan-jaringan halus pada mata.
Pada anak-anak, sklera akan terlihat berwarna biru sedangkan pada
orang dewasa akan terlihat seperti warna kuning.
2. Konjungtiva
Konjungtiva adalah membrana mukosa (selaput lendir) yang
melapisi kelopak & melipat ke bola mata untuk melapisi bagian depan
bola mata sampai limbus. Konjungtiva ada 2, yaitu konjungtiva
palpebra (melapisi kelopak) dan konjungtiva bulbi (menutupi bagian
depan bola mata). Fungsi konjungtiva: memberikan perlindungan pada
sklera dan memberi pelumasan pada bola mata. Konjungtiva
mengandung banyak sekali pembuluh darah.
3. Kornea
Kornea adalah jaringan bening, avaskular, yang membentuk 1/6
bagian depan bola mata, dan mempunyai diameter 11mm. Kornea
merupakan kelanjutan dari sklera.
b) Lapisan Tengah
1. Koroid
Koroid adalah membran berwarna coklat, yang melapisi
permukaan dalam sklera.Koroid mengandung banyak pembuluh darah
dan sel-sel pigmen yang memberi warna gelap. Fungsi koroid:
memberi nutrisi ke retina dan badan kaca, dan mencegah refleksi
internal cahaya.
2. Badan Siliar
Badan siliar menghubungkan koroid dengan iris.Tersusun dalam
lipatan-lipatan yang berjalan radier ke dalam, menyusun prosesus
siliaris yang mengelilingi tepi lensa.
3. Iris
Iris terdiri dari otot polos yang tersusun sirkuler dan radier. Otot
sirkuler bila kontraksi akan mengecilkan pupil, dirangsang oleh
cahaya sehingga melindungi retina terhadap cahaya yang sangat kuat..
Fungsi iris: mengatur jml cahaya yang masuk ke mata dan
dikendalikan oleh saraf otonom.
4. Pupil
Merupakan ruang terbuka yang bulat pada iris yang harus dilalui
cahaya untuk dapat masuk ke anterior mata.Ukuran pupil dapat
berubah secara refleksi yang dikendalikan otot-otot melingkar pada
iris.
Sistem Lakrimal
Sistem sekresi air mata atau lakrimal terletak di daerah temporal bola
mata. Sistem ekskresi mulai pada pungtum lakrimal, kanalikuli lakrimal,
sakus lakrimal, duktus nasolakrimal, meatus inferior.Sistem lakrimal terdiri
atas 2 bagian, yaitu :
1. Sistem produksi atau glandula lakrimal. Glandula lakrimal terletak di
temporo antero superior rongga orbita.
2. Sistem ekskresi, yang terdiri atas pungtum lakrimal, kanalikuli
lakrimal, sakus lakrimal dan duktus nasolakrimal. Sakus lakrimal
terletak dibagian depan rongga orbita. Air mata dari duktus lakrimal
akan mengalir ke dalam rongga hidung di dalam meatus inferior.
Film air mata sangat berguna untuk kesehatan mata. Air mata akan
masuk ke dalam sakus lakrimal melalui pungtum lakrimal. Bila pungtum
lakrimal tidak menyinggung bola mata, maka air mata akan keluar melalui
margopalpebra yang disebut epifora. Epifora juga akan terjadi akibat
pengeluaran air mata yang berlebihan dari kelenjar lakrimal
Otot Mata
Gerakan mata dikontrol oleh enam otot okuler yang dipersarafi oleh
saraf kranial III, IV, dan VI.Merupakan otot ekstrinsik mata terdiri dari 7
buah otot, 6 buah otot diantaranya melekat dengan oskavumorbitalis, 1 buah
mengangkat kelopak mata keatas.
1. Muskulus levator palpebralis superior inferior, fungsinya mengangkat
kelopak mata.
2. Muskulus orbikulari sokuli otot lingkar mata, fungsinya untuk menutup
mata
3. Muskulus rektus okuli inferior ( otot sekitar mata ) fungsinya untuk
menutup mata
4. Muskulus rektus okuli medial (otot sekita rmata) fungsinya
menggerakkan mata dalam (bola mata)
5. Muskulus obliques okuli inferior, fungsinya menggerakkan bola mata
kebawah dan kedalam.
6. Muskulus obliques okuli superior, fungsinya memutar mata keatas,
kebawah dan keluar.
7. Muskulus rektus okuli berorigo pada annulus tendineus komunis, yang
merupakan sarung fibrosus yang menyelubung inervus optikus.
Suplai Darah
Proses pengaliran darah di mata tidak jauh berbeda dengan proses pada
organ tubuh lainnya hanya saja sedikit lebih berbeda perpaduan antara arteri
dan vena.
Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan
mata kanan, sedangkan darah dari mata dibawa oleh vena oftalmika dan vena
retinalis.Pembuluh darah ini masuk dan keluar melalui mata bagian belakang.
Bola Mata
Bola mata terdiri atas :
a. Dinding bola mata
b. Isi bola mata.
Dinding bola mata terdiri atas :
a) Sclera
b) Kornea .
Isi bola mata terdiri atas uvea, retina, badan kaca dan lensa.
Bola mata berbentuk bulat dengan panjang maksimal 24 mm. Bola mata di
bagian depan (kornea) mempunyai kelengkungan yang lebih tajam sehingga
terdapat bentuk dengan 2 kelengkungan yang berbeda.Bola mata dibungkus
oleh 3 lapis jaringan, yaitu :
a. Sklera merupakan bagian terluar yang melindungi bola mata.
b. Jaringan uvea merupakan jaringan vaskular. Jaringan sklera dan uvea
dibatasi oleh ruang yang potensial mudah dimasuki darah bila terjadi
perdarahan pada ruda paksa yang disebut perdarahan suprakoroid.
Jaringan uvea ini terdiri atas iris, badan siliar, dan koroid.
c. Badan kaca mengisi rongga di dalam bola mata dan bersifat gelatin yang
hanya menempel pupil saraf optik, makula dan pars plans.Lensa terletak
di belakang pupil yang dipegang di daerah ekuatornya pada badan siliar
melalui Zonula Zinn. Lensa mata mempunyai peranan pada akomodasi
atau melihat dekat sehingga sinar dapat difokuskan di daerah makula
lutea.
ANATOMI FISIOLOGI TELINGA
Anatomi sistem pendengaran merupakan organ pendengaran dan
keseimbangan.Terdiri dari telinga luar, tengah dan dalam.
1. Anatomi telinga luar
Telinga luar terdiri dari aurikula (atau pinna) dan kanalis auditorius
eksternus, dipisahkan dari telinga tengan oleh struktur seperti cakram yang
dinamakan membrana timpani (gendang telinga).Telinga terletak pada kedua
sisi kepala kurang lebih setinggi mata.Aurikulus melekat ke sisi kepala oleh
kulit dan tersusun terutama oleh kartilago, kecuali lemak dan jaringan bawah
kulit pada lobus telinga.Aurikulus membantu pengumpulan gelombang suara
dan perjalanannya sepanjang kanalis auditorius eksternus. Tepat di depan
meatus auditorius eksternus adalah sendi temporal mandibular. Kaput
mandibula dapat dirasakan dengan meletakkan ujung jari di meatus auditorius
eksternus ketika membuka dan menutup mulut. Kanalis auditorius eksternus
panjangnya sekitar 2,5 sentimeter.Mekanisme pembersihan diri telinga
mendorong sel kulit tua dan serumen ke bagian luar tetinga. Serumen
nampaknya mempunyai sifat antibakteri dan memberikan perlindungan bagi
kulit.
2. Anatomi Telinga Tengah
Telinga tengah tersusun atas membran timpani (gendang telinga) di
sebelah lateral dan kapsul otik di sebelah medial celah telinga tengah terletak
di antara kedua Membrana timpani terletak pada akhiran kanalis aurius
eksternus dan menandai batas lateral telinga, Membran ini sekitar 1 cm dan
selaput tipis normalnya berwarna kelabu mutiara dan translulen.Telinga
tengah merupakan rongga berisi udara merupakan rumah bagi osikuli (tulang
telinga tengah) dihubungkan dengan tuba eustachii ke nasofaring
berhubungan dengan beberapa sel berisi udara di bagian mastoid tulang
temporal. Telinga tengah mengandung tulang terkecil (osikuli) yaitu malleus,
inkus stapes.Osikuli dipertahankan pada tempatnya oleh sendian, otot, dan
ligamen, yang membantu hantaran suara.
Ada dua jendela kecil (jendela oval dan dinding medial telinga tengah,
yang memisahkan telinga tengah dengan telinga dalam.Bagian dataran kaki
menjejak pada jendela oval, di mana suara dihantar telinga tengah.Jendela
bulat memberikan jalan ke getaran suara.Tuba eustachii yang lebarnya sekitar
1mm panjangnya sekitar 35 mm, menghubngkan telingah ke nasofaring.Tuba
berfungsi sebagai drainase untuk sekresi dan menyeimbangkan tekanan dalam
telinga tengah dengan tekanan atmosfer.
3. Anatomi Telinga Dalam
Telinga dalam tertanam jauh di dalam bagian tulang temporal. Organ
untuk pendengaran (koklea) dan keseimbangan (kanalis semisirkularis),
begitu juga kranial VII (nervus fasialis) dan VIII (nervus koklea vestibularis)
Koklea berbentuk seperti rumah siput dengan panjang sekitar 3,5 cm
dengan dua setengah lingkaran spiral dan mengandung organ akhir untuk
pendengaran, dinamakan organ Corti. Di dalam lulang labirin, namun tidak
sem-purna mengisinya,Labirin membranosa terendam dalam cairan yang
dinamakan perilimfe, yang berhubungan langsung dengan cairan
serebrospinal dalam otak melalui aquaduktus koklearis. Labirin membranosa
tersusun atas utrikulus, akulus, dan kanalis semisirkularis, duktus koklearis,
dan organan Corti.Labirin membranosa memegang cairan yang dina¬makan
endolimfe.Terdapat keseimbangan yang sangat tepat antara perilimfe dan
endolimfe dalam telinga dalam; banyak kelainan telinga dalam terjadi bila
keseimbangan ini terganggu.
Percepatan angular menyebabkan gerakan dalam cairan telinga dalam di
dalam kanalis dan merang-sang sel-sel rambut labirin membranosa.
Akibatnya terja¬di aktivitas elektris yang berjalan sepanjang cabang vesti-
bular nervus kranialis VIII ke otak.Perubahan posisi kepala dan percepatan
linear merangsang sel-sel rambut utrikulus. Ini juga mengakibatkan aktivitas
elektris yang akan dihantarkan ke otak oleh nervus kranialis VIII. Di dalam
kanalis auditorius internus, nervus koklearis (akus-dk), yang muncul dari
koklea, bergabung dengan nervus vestibularis, yang muncul dari kanalis
semisirkularis, utrikulus, dan sakulus, menjadi nervus koklearis (nervus
kranialis VIII).Yang bergabung dengan nervus ini di dalam kanalis auditorius
internus adalah nervus fasialis (nervus kranialis VII). Kanalis auditorius
internus mem-bawa nervus tersebut dan asupan darah ke batang otak
ANATOMI SISTEM PENCIUMAN (HIDUNG)
Hidung merupakan bagian yang paling menonjol pada wajah. Fungsinya
sebagai jalan napas, alat pengatur kondisi udara (air condition), penyaring &
pembersih udara, indera pembau, resonansi suara, membantu proses berbicara,
dan refleksi nasal. Hidung juga merupakan tempat bermuaranya sinus paranasalis
dan saluran air mata.
Struktur hidung luar terdiri atas 3 bagian, yaitu :
1. Kubah tulang. Letaknya paling atas dan bagian hidung yang tidak bisa
digerakkan.
2. Kubah kartilago (tulang rawan). Letaknya dibawah kubah tulang dan bagian
hidung yang bisa sedikit digerakkan.
3. Lobulus hidung. Letaknya paling bawah dan bagian hidung yang paling
mudah digerakkan.
Struktur penting dari anatomi hidung :
1. Dorsum nasi (batang hidung) Struktur yang membangun dorsum nasi (batang
hidung) :
a. Bagian kaudal dorsum nasi (batang hidung)
b. Bagian kranial dorsum nasi (batang hidung)
Bagian kaudal dorsum nasi (batang hidung) merupakan bagian lunak dari
dorsum nasi (batang hidung).Tersusun oleh kartilago lateralis dan kartilago
alaris.Jaringan ikat yang keras menghubungkan antara kulit dan perikondrium
pada kartilago alaris.Bagian kranial dorsum nasi (batang hidung) merupakan
bagian keras dari dorsum nasi (batang hidung).Tersusun oleh os nasalis dan
ossis maksila prosesus fron talis.
2. Septum Nasi
Fungsi utama septum nasi adalah menopang dorsum nasi (batang hidung) dan
membagi dua kavum nasi (lubang hidung).Struktur yang membangun septum
nasi adalah 2 tulang dan 2 kartilago, yaitu :
a. Bagian anterior septum nasi
b. Bagian posterior septum nasi
Bagian anterior septum nasi tersusun oleh tulang rawan, yaitu kartilago
quadrangularis, cartilago alaris mayor crus medial, dan cartilago septi
nasi.Bagian anterior septum nasi terdapat plexus Kiesselbach. Bagian
posterior septum nasi tersusun oleh os vomer dan os ethmoidalis lamina
perpendikularis .Kelainan septum nasi yang paling sering ditemukan adalah
deviasi septi.
3. Kavum Nasi (Lubang Hidung)
Rongga / lubang hidung (cavum nasi / cavitas nasi) berbentuk
terowongan dari depan ke belakang. Rongga hidung dilapisi 2 jenis mukosa,
yaitu mukosa olfaktori dan mukosa respiratori.
Rongga hidung tersusun oleh :
a. Nares anterior (nosetril). Nares anterior merupakan lubang depan rongga
hidung (cavitas nasi).
b. Vestibulum nasi. Letaknya dibelakang nares anterior. Vestibulum nasi
dilapisi oleh rambut dan kelenjar sebasea.
c. Nares posterior (choanae). Nares posterior (choanae) merupakan lubang
belakang rongga hidung (cavitas nasi).P enghubung antara rongga hidung
(cavitas nasi) dengan nasofaring.
4. Fisiologi Penciuman
Indera penciuman mendeteksi zat yang melepaskan molekul-molekul di
udara.Di atap rongga hidung terdapat olfactory epithelium yang sangat
sensitif terhadap molekul-molekul bau, karena pada bagian ini ada bagian
pendeteksi bau (smell receptors).Receptor ini jumlahnya sangat banyak ada
sekitar 10 juta. Ketika partikel bau tertangkap oleh receptor, sinyal akan di
kirim ke the olfactory bulb melalui saraf olfactory. Bagian inilah yang
mengirim sinyal ke otak dan kemudian di proses oleh otak bau apakah yang
telah tercium oleh hidung kita.
ANATOMI SISTEM PERASA (LIDAH)
Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat
membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan.Lidah berfungsi
sebagai indera pengecap, mengatur makanan di dalam mulut agar terkunyah
dengan baik, membantu menelan makanan, dan membantu mengucapkan kata-
kata. Lidah sebagai indera pengecap, yaitu untuk merasakan rangsangan rasa dari
benda-benda yang masuk ke dalam mulut. Indera pengecap tersebut terletak pada
bagian permukaan atas yang terbagi menjadi beberapa daerah yang peka terhadap
manis, asam, asin dan pahit. Ujung organ untuk indera pengecap yang disebut
taste buds (putting cita rasa) terdiri atas sel-sel gustatory fusiform, tercampur
dengan sel-sel sustakular yang terangkai dalam bentuk kelompok yang
menyerupai tong. Proses yang menyerupai rambut dari sel-sel gustatory ini
menjulur melalui pori pada bagian superficial dari putting cita rasa. Ujung
serabut-serabut saraf berakhir di sekitar sel-sel gustatory ini.
Sensasi cita rasa di bawa kearah dua per tiga bagian rostral lidah oleh cabang-
cabang saraf fasial korda timpani yang menyertai cabang lingual dari saraf
trigeminus. Sebaliknya bagian lidah yang sepertiga (arah kaudal = posterior)
menerima cita rasa melalui cabang lingual dari saraf (glosofarinkeal). Sensasi
yang lain merupakan campuran dari cita rasa dasar, atau kombinasi berbagai cita
rasa dengan indera penciuman.
Kuncup kecap terdiri atas sekurang-kurangnya empat jenis sel, yang dapat
dikenali dengan mikroskop elektron.Setiap kuncup pengecap hanya bisa
mengenali satu rasa yang khas, yang terdiri dari 2 jenis sel, yaitu sel penyokong
dan sel pengecap sebagai reseptor.
Pada sel pengecap terdapat silia(rambut gustatori) yang memanjang ke lubang
pengecap (taste pores). Zat-zat makanan yang terlarut dalam cairan ludah akan
merangsang sel-sel ujung saraf melalui rambut gustatori yangselanjutnya akan
menimbulkan impuls yang akan diteruskan ke otak
Sel reseptor pengecap merupakan sel epitel yang termodifikasi menjadi
bentuk yang memiliki banyak lipatan permukaan atau mikrovili, dan sedikit
menonjol melalui pori-pori pengecap untuk meningkatkan luas permukaan sel
yang terpajan dalam mulut. Membran plasma mikrovili mengandung reseptor
yang berikatan secara selektif dengan molekul zat kimia, karena hanya zat padat
yang terlarut dalam saliva atau cairan lain yang dapat berikatan dengan sel
reseptor.
Terdapat 4 jenis papilla, yaitu
a. Papilla filiformis, terdapat pada bagian posterior
b. Papilla fungiformis, pada bagian anterior
c. Papilla foliata, pada pangkal lidah bagian lateral
d. Papilla sirkumfalata, melintang pada pangkal lidah
FISIOLOGI LIDAH
a. Substansi yang dirasakan harus berbentuk cairan atau larut dalam saliva.
b. Kuncup pengecap bekerja sama dengan reseptor pada rambut pengecap.
Sensasi Rasa:
1) Kuncup pengecap terhadap rasa manis .terletak di ujung lidah.
2) Substansi asam dirasakan terutama di bagian samping lidah.
3) Substansi asin dapat dirasakan pada hampir seluruh area lidah, tetapi
reseptornya terkumpul di bagian samping lidah.
4) Substansi pahit akan menstimulasi kuncup pengecap di bagian
belakang lidah.
Menjelaskan anatomi sistem hematologi dan imunologi
Karakteristik darah
Darah merupakan jaringan Ikat khusus yang terdiri atas sel-sel
darah,keping darah, dan matriks yang berbentuk cairan Plasma.
Ada beberapa karakteristik darah yaitu :
1. Darah lebih berat dan lebih kental daripada air ,berbau khas dan
memiliki pH 7,35-7,45.
2. Warna darah bervariasi, merah terang hingga merah tua kebiruan,
bergantung pada kadar oksigen yang dibawa oleh sel darah merah.
3. Volume darah yang beredar di dalam tubuh adalah 8% dari berat
badan. Orang dewasa yang sehat memiliki darah sekitar 5 liter
Fungi darah
1. Mengangkut zat makanan dan oksigen ke seluruh tubuh.
2. Mengangkut sisa-sisa metabolosme ke organ yang berfungsi untuk
pembuangan.
3. Mempertahankan tubuh dari serangan bibit penyakit.
4. Mengedarkan hormon-hormon untuk membantu proses fisiologis.
5. Menjaga stabilitas suhu tubuh.
6. Menjaga kesetimbangan asam basa jaringan tubuh untuk
menghindari kerusakan.
HOMEOSTASIS Adalah pencegahan kehilangan darah akibat dari
pembuluh darah terputus atau pecah.
Mekanisme Homeostasis
1. Spasme Vaskuler
Setelah pembuluh darah terputus/ robek dinding pembuluh darah
(PD) berkontraksi disebabkan reflek saraf dan spasme miogenik
lokal hantaran potensial aksi sehingga mengurangi aliran darah dari
pembuluh darah yang robek. (20 s.d 30 menit  bekuan darah
2. Pembentukan Sumbatan Trombosit
Trombosit memperbaiki lubang dari vaskuler, bila bersentuhan
dengan permukaan vaskuler yang rusakserabut kolagen dinding
vaskuler membengkak, tidak teratur dan menjadi lengket sehingga
melekat pada serabut kolagen dan menskresi ADP  pembentukan
tromboksan A dalam plasma. ADP dan tromboksan mengaktifkan
jumlah trombosit dan perlengketan membentuk sumbatan
3. Bekuan Darah
Bila terjadi trauma dinding vaskuler bekuan darah timbul dalam waktu
15 – 20 detik.Setelah trauma serta trombosit dan protein- protein darah
melekat pada kolagen, dinding vaskuler mengalami proses pembekuan
dalam 3-6 menit setelah robekan ujung PD yg terpotong diisi bekuan . 30-
60 menit bekuan mengalami retraksi(pemendekan) sehingga menutup
pembuluh lebih lanjut (Trombosit memegang penting pada retraksi bekuan
ini)
SISTEMABO
1. Berdasarkan system ABO, darah manusia dikelompokkan manjadi empat
macam golongan darahberdasarkan senyawa Aglutinogen dan Aglutinin
dalam darah.
2. Aglutinogen merupakan senyawa protein darah yang terdapat pada sel-sel
darah merah dan berfungsi sebagai antigen. Ada 2 macam aglutinogen,
yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B.
3. Aglutinin adalah suatu protein yang terdapat dalam plasma darah.
Berfungsi antibody
TRANFUSI DARAH
Penggolongan darah beperan penting dalamtranfusi darah
1. Donor =Orang yang memberikan darah
2. Resipien = orang yang menerima darah
SISTEM IMUN
Semua mekanisme yang digunakan badan untuk mempertahankan
keutuhan tubuh, sebagai perlindungan terhadap bahaya yang dapat
ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidup.
FUNGSI
1. Penangkal “benda” asing yang masuk ke dalam tubuh.
2. Untuk keseimbangan fungsi tubuh terutama menjaga keseimbangan
komponen tubuh yang telah tua.
3. Sebagai pendeteksi adanya sel-sel abnormal, termutasi, atau ganas,
serta menghancurkannya
Sel-sel yang berperan dalam sistem imun / respon imun
1. Sel B
2. Sel T
3. Makrofag
4. Sel dentritik dan langerhans
5. Sel NK
6. Sebagai mediator adalah sitokin
a. Limfosit B
1) terdapat pada darah perifer (10 – 20%), sumsum tulang,
jaringan limfoid perifer, lien, tonsil.
2) Adanya rangsangan → sel B, berproliferasi dan
berdiferensiasi menjadi sel plasma, yang mampu membentuk
Ig : G, M, A, D, E
b. Limfosit T
1) Terdapat pada darah perifer (60 – 70 %), parakortek kel limfe,
periarterioler lien.
2) Punya reseptor : T cell receptor (TCR), untuk mengikat Ag
spesifik.
3) Mengekspresikan mol CD4, CD8
c. Sel natural killer.
1) Sell null (non B non T) ok TCR (-), dan tak menghasilkan AB.
2) 10 – 20 % limfosit perifer.
3) Mampu membuat lisis sel tumor.
4) Mengekspresikan CD16, CD56 pada permukaan .
d. Sel dentritik dan langerhans.
1) Sel dentritik : pada jar limfoid.
2) Sel langerhans : pada epidermis.
3) Termasuk sel APC (antigen presenting cell) / sel penyaji.
e. Sitokin.
1) Merupakan messenger molecule dalam sistem imun
2) Regulasi RI perlu interaksi antara limfosit, monosit, sel radang,
sel endotel → perlu mediator agar terjadi kontak antar sel.
3) Co : IL1 – 17, IFN α – , TNF, TGF.
f. 4 kategori sitokin :
1) Mediator imunitas humoral, yang berfungsi sebagai pelindung
terhadap infeksi Virus (interveron), memicu RI non spesifik
terhadap radang (IL -1, TNF α, IL – 8)
2) Berhubungan dengan regulasi pertumbuhan, aktivasi dan
deferensiasi limfosit (IL -2, IL -4, TGF – B)
3) Mengaktifkan sel radang (IFN , TNF – α, IL -5, faktor
penghambat migrasi)
4) Merangsang hemopoisis (CSF, GM-CSF, IL -3, IL -7)

Tahapan Aktivitas Sel PertahananTubuh


A. Pengenalan Antigen
1) Sel-sel darah putih akan mengenali antigen / zat asing.
2) Kemudian menandai bentuk molekul protein dan molekul lain pada
permukaan sel dapat dibedakan antara sel diri sendiri dan bukandiri
sendiri (sel asing)
B. Komunikasi antar sel
Leukosit yang sudah mengenali molekul asing (misalnya berupa
bakteri maupun mikroorganisme lain) selanjutnya menginformasikan
kepada sel-sel pertahanan tubuh lain bahwa antigen telah datang
Komunikasi antar sel tersebut diperantarai oleh sitokin (suatu protein
yang disekresi oleh sel bernukleus)
.Menjelaskan prinsip fisika dalam pemeliharaan alat

keperawatan
A. Peralatan Elektonika
1. Peralatan adalah peralatan yang mempergunakan sumber daya
listrik.Misalnya :
a) Elektrocardigraphy (EKG)
b) Electroeencephalography(EEG)
c) Ventilator
d) Unit monitor EKG
2. Perawatan Alat Elekronika
a) Peralatan elektronika sangat peka terhadap goncangan,
sehingga perlu dihindari dari goncangan.
b) Hindari penggunaan peralatan dari medan magnet yang kuat
agar sensitivitas meter tidak berubah.
c) Alat-alat elektronika tidak tahan pada suhu > 25OC, sehingga
pada waktu pengunaan suhu ruangan sebaiknya berkisar
antara 18OC s.d 25OC, rata-rata pada temperatur 21OC.
d) Debu dapat pula mempengaruhi kerjanya alat.
e) Pengetahuan dan keterampilan penggunaan peralatan.
Meliputi :
1) Sasaran pengukuran telah dipahami terlebih dahulu
2) Persiapan metode, waktu dan program pengukuran.
3) Kondisi peralatan baik atau tidak
B. Peralatan Dari Bahan Baku Logam
1. Bahan baku logam yang biasa dipakai adalah nikel, tembaga dan
logam campuran lainnya.Misalnya :
a) Forcep ekstraksi
b) Gunting
c) Pinset
d) Jarum hecting
2. Perawatan alat berbahan logam
Peralatan dari bahan baku logam mudah terjadi karatan.Untuk
menghindari :
a) Alat-alat tsb harus disimpan pd tempat yg mempunyai
temperatur tinggi (+ 37OC)
b) Lingkungan kering
c) Sebelum disimpan alat tersebut harus bebas dari kotoran
debu maupun air yg melekat, kemudian diolesi dengan
minyak oli, minyak rem.
C. Peralatan Dari Bahan Baku Gelas
1. Bahan baku gelas yang biasa digunakan adalah pyrex, fiber
gelas.Misalnya :
a) Vacum extractie / ekstraksi vakum
b) Pipet
c) Tabung reaksi
2. Perawatan alat berbahan baku gelas
a) Penyimpanan pd ruangan yg suhunya berkisar 27OC-37OC
dan diberi tambahan lampu 25 watt.
b) Ruangan tempat penyimpanan diberi bahan silikon sebagai
zat higroskopis.
c) Gunakan alkohol, kapas, sikat halus dan pompa angin
untuk membersihkan debu dari permukaan kaca/gelas.
D. Peralatan Dari Bahan Baku Karet atau Plastik
Misalnya :
a) Handscoon / sarung tangan dari karet
b) Kanul oksigen
PERAWATAN PERALATAN DARI BAHAN BAKU KARET
Sebelum disimpan alat dibersihkan dari kotoran
darah/cairan obat dengancara mencuci dg sabun  dikeringkan 
dijemur.
Menjelaskan konsep metabolisme lemak dan metabolisme
karbohidrat
Metabolisme karbohidrat
Karbohidrat merupakan hasil sintesis CO₂ dan H₂O dengan bantuan sinar
matahari atau zat hijau daun (klorofil) melalui fotosintesis. Zat makanan ini
merupakan sumber energy bagi organism heterotrof (mahluk hidup ang
memperoleh energy dari sumber senyawa organik di lingkungannya.) pada
proses pencernaan makanan, karbohidratmengalami proses hidrolisis(penguraian
dengan menggunakan molekul air).proses pencernaan karbohidrat terjadi dengan
menguraikan polisakarida dengan mnosakarida.
A. Pembagian Karbohidrat
Berdasarkan gugus gula penyusunnya, karbohidrat terbagi atas :
1. Monosakarida (C₆H₁₂O₆)
Monosakarida adalah karbohidraat yang terdiri dari satu gugus gula.
Monosakarida ini memiliki rasa manis dan sifatnya mudahlarut dalam
air. Contoh ari monosakarida adalah heksosa, glukosa, fruktosa,
glaktosa, monosa, ribose (penyususn RNA) dan dioksiribosa(penyusun
DNA)
2. Disakarida(C₁₁H₂₂O₁₁)
Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua gugus gula. Sama
seperti monosakarida, disakarida juga memiliki rasa manis dan sifatnya
pun mudah larut dalam air. Contoh dari disakarida adalah
laktosa(gabungan antara glukosa dan galaktosa), sukrosa (gabungan
antara glukosa dan fruktosa) dan maltosa(gabungan antara dua
glukosa).
3. Polisakarida (C₆H₁₁O₅)
Polisakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari banyak gugus gula.
Pada umumnya polisakarida tidak berasa atau pahit dan sifatnya suka
larut dalam aircontohnya polisakarida adalah amilum yang terdiri dari
60-300 gugus gula brupa glukosa, glikogenatau gula otot yang terdiri
dari12-16 gugus gula, dan selulosa, peptin lignin
B. Fungsi Karbohidrat
1. sebagai sumber enegi utama.
2. berperan penting dalam proses metabolisme, menjaga keseimbangan
asam dan basa dalam tubuh dan pembentuk stektur
3. membantu proses pencernaan makanan dalam proses pencernaan
C. Proses Glikolisis
Reaksi anaerob terdiri atas serangkaian reaksi yang mengubah glukosa
menjadi asam laknat. Proses ini juga disebut glikolisis tiap reaksi dalam
glikosis ini menggunkan ennzim tertentu, dan aka dibahas satu persatu.
a. Heksokinase
Tahap pertama prosese glikolisis adalah pengubahan glukosa
menjadi glukosa 6 fosfat dengan reaksi fosforilasin. Gugus fosfat
diterima dari ATP dalam reaksi berikut:
Enzim heksokinase merupakan katalis dalam reaksi tersebut di bantu
oleh ion Mg++ sebagai kofaktor. Heksokinase yang berasal dari ragi
merupakan katalis pada reaksi pemindahan gugus fosfat dari ATP tidak
hanya kepada glukosa tetapi juga kepada fruktosa, manosa dan
glukosamina.
b. Fosfoheksoisomerase
Reaksi berikutnya ialah isomeriasis, yaitu pengubahan glukosa -6-
fosfat menjadi fruktosa-6-fosfat, dengan enzim fosfoglukoisomerase.
Enzim ini tidak memerulkan kofaktor dan telah di peroleh dari ragi
dengan cara klitalisasi. Enzim fosfoheksoisomerase terdapat pada
jaringan otot dan mempunyai berat melekul 130.000
c. Fosfofruktokinase
Fruktosa-6-fosfat diubah menjadi fruktosa-1,-6-difosfat oleh enzim
fosfofruktokinase di bantu oleh ion Mg++ sebagai kofaktor. Dalam
reaksi ini gugus fosfat dapat di pindahkan dari ATP kepada fruktosa -6-
fosfat dan ATP sendiri akan berubah menjadi ADP. Fosfofruktokinae
dapat di hambat atau di ransang oleh beberapa metabolit, yaitu senyawa
yang terlibat dalam proses metabolisme ini.
d. Aldolase
Reaksi terhadap keempat dalam rangkaian reaksi glikolisis adalah
penguraian molekul fruktosa-1,6- difosfat membentuk dua molekul
triosa fosfat, yaitu dihidroksi aseton dan D-gliseral-dehida-3-fosfat.
Dalam tahap inin enzim aldose yang menjadi katalis, telah ditemukan
dan dimurnikan oleh Warburg.

D. Proses Glikogenesis dan Glikogenelisis


1. Proses glikogenesis
glikogenesis adalah proses pembentukan glikogen dari glukosa
kemudian di simpan dalam hati dan otot. Pada proses ini, lintasan
metabolisme yang mengkonversi glukosa menjadi glikogen dan aktifitas
di dalam hati, oleh hormon insulin sebagai respon terhadap rasio gula
darah yang meningkat, misalnya kandungan karbohidrat setelah makan
atau terativitasi pada akhir siklus cori.
Pada hati, glikogenesis berfungsi untuk mempertahankan kadar gula
darah sedangkan pada otot bertujuan untuk kepentingan otot sendiri
dalam membutuhkan energi proses glikogenesis terjadi apabila jumlah
glukosa (dari makanan) yang masuk kedalam tubuh terlalu berlebih
maka glukosa tersebut akan di simpan dalam hati dalam bentuk
glikogen. Proses terjadinya glikogenesis :
1. glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat ( reaksi
yang lazim terjadi juga pada lintasan glikogenesis). Di otot
reaksi ini di kata lisir oleh heksokinase sedangkan di hati oleh
glukokinase.
2. Glukosa 6-fosfat diubahmenjadi glukosa1-fosfat dalam reaksi
dengan bantuan katalisator enzim fosfoglumutase. Enzim itu
sendiri akan mengalami fosforilasi dan gugus fosfo akan
mengalami fosforilasi dan gugus fosfo akan mengambil bagian
di dalam reaksi reversible yang intermediatnya adalah glukosa
1,6-bifosfat.
A. Enz-P + Glukosa 6-fosfat <<Enz + Glukosa 1,6-
bifosfat <<Enz-P + Glukosa 1-fosfat
3. Selanjutnya glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat
(UTP) untuk membentuk uridin difosfat glukosa (UDPGlc).
Reaksi ini di katalisir oleh enzim UDPGlc pirofosforilase

A . UTP+glukosa 1-fosfat <<UDPGlc>> + PPi

1. Hidrolisis pirofosfat inorganic berikutnya oleh enzim


pirofosfate inorganik akan menarik reaksi kearah kanan
persamaan reaksi.
2. Atom C₁ pada glukosa yang di aktifkan oleh UDPGlc
membentuk ikatan glikosidik dengan atom C4 padaresidu
glukosa terminal glikogen, sehingga membebaskan uridin
difosfat. Reaksi ini di katalisir oleh enzim glikogen sintase.
Moolekul glikogen sintase. Molekul glikogen yang sudah
aasebelumnya ( di sebut glikogenprimer) harus ada untuk
memulai reaksi ini. Glikogen primer selanjutnya dapat
terbentuk pada primer protein yang di kenal sebagai glikogen.

Glikogen
Residu glukosa yang lebih lanjut melekat pada posisi 1a4 untuk membentuk rantai
pendek yang di aktifkan oleh glikogen sintase.Pada otot rangka glikogenin tetap
melekat pada pusat molekul glikogen. Sedangkan di hati terdapat jumlah molekul
glikogen yang melebihi jumlah moolekul glikogenin
1. Setelah rantai dari glikogen primer di perpanjang dengan penambahan
glukosa tersebut hingga mencapai minimal 11 residu glukosa, maka enzim
pembentuk cabang memindahkan bagian dari rantai 1à4 (panjang minimal
6 residu glukosa) pada rantai yang berdekatan untuk membentuk rantai
yang berdekatan untuk membentuk rangkaian 1à6 sehingga membuat titik
cabang pada molekul tersebut. Cabang- cabang ini akan tumbuh dengan
penambahan lebih lanjut 1à glukosil dan pembentukan cabang selanjutnya.
Setelah jumlah residu terminal yang non reduktif bertambah, jumlah total
tapak reaktik dalam molekul akan meningkat sehingga akan mempercepat
glikogenesis maupun glikogenesis. ( murray dkk. Biokima harper )
Tampak bahwa setiap penambahan 1 glukosa pada glikogen di katalisir
oleh enzim glikogen sintase.Sekelompok glukosa dalam rangkaian linier
dapat putus dari glikogen induknya dan berpindah tempat untuk
membentuk cabang.Enzim yang brperan dalm tahap ini adalah enzim
pembentuk cabang.( branching enzyme )
Proses Glikogeneslisis
Glikogenesis merupakan reaksi pemecahan molekul glikogen menjadi
molekul glukosa. Proses ini terjadi apabila tubuh membutuhkan glukosa,
untuk di gunakan lebih lanjut dalam proses glikolisis. Glikogenesis juga
dapat berarti lintasan metabolisme yang di gunakan oleh tubuh, selain
glukogenolisis untuk menjaga kadar keseimbangan glukosadari diet tidak
dapat mencukupi kebutuhan, maka glikogen harus di pecah untuk
mendapatkan glukosa sebagai sumber energi. Proses ini dinamakan
glikogenesis. Glikogenolisis seakan-seakan kebalikan dari
glikogenenesis..Untuk memutuskan ikatan glukosa satu demi satu dari
glikogen diperlukan enzim fosforilase. Enzim ini sfesifik untk proses
fosforolisis rangkaian 1à4 glikogen untuk menghasilkan glukosa 1- fosfat.
Residu glukosil terminal pada rantai paling luar molekul glikogen di buang
secara berurutan sampai kurang lebih ada 4 buah residu glukosa yang tersisa
pada tiap sisi cabang 1à6.
Berikut tahap-tahap glikogenelisis :
1. tahap pertama penguraian glikogen adalah pembentukan glukosa 1-
fosfat. Berbeda dengan reaksi pembentukan glikogen, reaksi ini tidak
melibatkan UDP-glukosa, dan enzimnya adalah glikogen fosforilase.
Selanjutnya glukosa 1-fosfat diubah menjadi glukosa 6-fosfat oleh
ezim yang sama seperti pada reaksi keblikannya (glikogenesis) yaitu
fosfoglukomutase.
2. Tahap reaksi berikutnya adalah pembentukan glukosa dari glukosa 6-
fosfat. Berbeda dengan reaksi kebalikannya dengan glukokinase,
dalam reaksi ini enzim lain, glukosa 6-fosfatase, melepaskan gugus
fosfat sehingga terbentuk glukosa. Reaksi ini tidak menghasilkan ATP
dari ADP dan fosfat.
3. Glukosa yang terbentuk inilah nantinya akan digunakan oleh sel untuk
respirasi sehingga menghasilkan energi, yang energi itu terekam/
tersimpan dalam bentuk ATP
Energi Yang dihasilkan Pada Metabolisme Karbohidrat
Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme
molekul organic kompleks yang biasanya terdiri atas tahapan-tahapan yang
melibatkan enzim. Metabolisme sel mencakup semua proses kimia di dalam
sel, tanpa metabolisme mahluk hidup tidak dapat bertahan hidup.
Pada glikolisis aerob yang di hasilkan terinci sebagaiberikut :
1) Hasil tingkat substrat : +4P
2) Hasil oksidasi respirasi : +6P
Jumlah : 4P+6P= 10P
3) Dikurangi untuk aktivitas glukosa dan fruktosa 6P : -2
Hasil akhir 10P-2P = 8P

Pada glikolisis anaerob, energy yang di hasilkan terinci sebagai berikut :

1. Hasil tingkat substrat : +4P


2. Hasil oksidasi respirasi : +0P
Jumlah : 4P+0P= 4P
3. Dikurangi untuk aktivitas glukosa dan fruktosa 6P : -2P
Metabolisme lipid
Lipid adalah sekelompok senyawa heterogen, meliputi lemak, minyak,
steroid, dan wax.
1. Sifat umum
(1) relatif tidak larut dalam air
(2) larut dalam eter, kloroform dan benzen
2. Fungsi
1. Sumber energi, disimpan di jaringan adipose
2. Insulator panas ,di jaringan subkutan
3. Insulator listrik, dan memungkinkan penjalaran gelombang depolarisasi
disepanjang saraf bermielin
4. Lipoprotein, di membran sel maupun di mitokondria, dan alat
pengangkut lipid dalam darah.
3. Klasifikasi
1. Lipid sederhana : Ester asam lemak dengan alkohol
A. Triasilgliserol : Ester asam lemak dengan gliserol
2. lipid kompleks : Ester asam lemak yang mengandung gugus selain asam
lemak dan alkohol
a. Fosfolipid : lipid yang mengandung suatu residu asam fosfor, selain
asam lemak dan alkohol.
i. Gliserofosfolipid, alkoholnya gliserol
ii. Sfingofosfolipid, alkoholnya spingosin
b. Glikospingolipid : lipid yang mengandung asam lemak, spingosin dan
karbohidrat
c. Lipid kompleks lain : lipid seperti sulfolipid dan aminolipid
3. Prekursor dan lipid turunan : Kelompok ini mencakup asam lemak,
gliserol, steroid, alkohol lain, aldehida lemak, dan badan keton,
hidrokarbon, vitamin larut lemak dan hormon.

Asam lemak

a. Asam lemak yang terdapat dalam lemak alami biasanya adalah turunan
rantai-lurus yang mengandung atom karbon berjumlah genap.
b. Rantai tersebut dapat jenuh (tidak mengandung ikatan rangkap) atau tidak
jenuh (mengandung satu atau lebih ikatan rangkap)

Penamaan asam lemak


a. Berdasarkan nama hidrokarbon tetapi huruf akhir diganti –noat (asam
lemak jenuh), dan –enoat (asam lemak tidak jenuh)
b. Contoh : asam lemak yang tersusun atas 8 C (Octana), diberi nama
Octanoat (asam lemak jenuh), dan octaenoat (asam lemak tidak jenuh)

Asam lemak tidak jenuh mengandung satu atau lebih ikatan rangkap

a. Asam tidak jenuh tunggal (monoetenoid, monoenoat), mengandung satu


ikatan rangkap
b. Asam tidak jenuh ganda (polietenoid, polienoat), mengandung dua atau
lebih ikatan rangkap
c. Eikosanoid : Senyawa yang berasal dari asam lemak eikosa (20-karbon)
polienoat ini, terdiri dari prostanoid (prostaglandin, tromboksan),
leukotrien dan lipoksin

Transpor Lemak

a. Lemak yang telah diabsorbsi dan mengalami esterifikasi kembali menjadi


triasilgliserol akan ditranspor dalam darah oleh molekul yang
disebut :lipoprotein.
b. Terdapat 4 jenis utama lipoprotein yaitu :
1) Kilomikron ; disintesis di usus, bertugas mengangkut lemak
terutama triasil gliserol dari sal cerna untuk di transpor dalam darah.
2) VLDL (Very Low Density Lipoprotein); disintesis di hati, bertugas
mengangkut lipid terutama triasil gliserol yang berasal dari hati.
3) LDL (Low Density Lipoprotein); merupakan hasil katabolisme
LDL, mengangkut lipid terutama kolesterol dari hati ke jaringan.
4) HDL (High Density Lipoprotein) ; mengangkut lipid terutama
kolesterol dari jaringan ke hati.

Biosintesis asam lemak

A. Lemak tubuh bisa berasal dari makanan dan proses biosintesis.


B. Biosintesis asam lemak ada 2 macam :
1) Sintesis de novo
a. Sintesis dari bahan-bahan yang paling sederhana.
b. Lokasi : di sitosol
c. Prekursor sintesis asam lemak genap : asetil ko A.
d. Asetil koA berasal dari : proses glikolisis.
e. Prekursor asam lemak ganjil : propionil ko A
f. Enzim : Asetil ko A karboksilase dan kompleks enzim fatty acid
sintase
g. Kebutuhan akan pereduksi (NADPH + H) disuplai dari jalur Hexose
Mono Phosphat shunt (jalur pentosa fosfat)

HMP jalur alternatif glukosa yang berfungsi sebagai penyedia ekuivalen


pereduksi NADPH+H+. Ekuivalen pereduksi ini penting dalam sintesis lemak dan
steroid

2) Perpanjangan rantai
a. Asam lemak rantai panjang dapat dibuat dengan proses perpanjangan
rantai
b. lokasi : retikulum endoplasma
c. Tiap siklus  penambahan 2 C dari malonil
d. prekursor : asil ko A
e. Butuh NADPH
Menjelaskan anatomi fisiologi sistem muskuloskeletal

Musculoskeletal menjelaskan bahwa musculos (muscles) adalah otot &


sekeleton adalah kerangka yang keras pada anggota tubuh.
System musculoskeletal terdiri dari tulang-tulang, tendon, legamen &
kartilago yang membentuk rangka dan penyangga tubuh, yang melindungi
organ vital dan membantu untuk melakukan gerakan.
Tulang adalah jaringan ikat kaku yang keras dan berbentuk tetap. rangka
tubuh manusia terdiri dari tulang rangka yang disusun oleh lebih dari 200
tulang.
Tulang terdiri dari dua unsur yatu organik & inorganik.
 Unsur organik adalah sel2 hidup & subtansi interstitial/matrix. Unsur
organik memungkinkan tulang untuk dapat bergerak serta juga digunakan
sebagai penyedia makanan bagi sel2 untuk tumbuh & memperbaiki tulang.
 Unsur inorganik adalah fosfor & garam kalsium. Unsur inorganik
membuat tulang menjadi keras & kuat.

Tulang dikelompokkan berdasarkan:

1. Bentuk :

 Tulang panjang (tulang2 pada ekstremitas).


 Tulang pendek (tulang pada pergelangan).
 Tulang pipih (tulang pada iga & skapula).
 Tulang tidak beraturan (veetebrata/tulang belakang).
 Tulang sesamoid (patela).

2. Struktur :

 Tulang spons (rongga berisi banyak sumsum maupun pembuluh darah).


 Tulang kompak (padat & keras melapisi bagian luar tulang.
Tulang digabungkan oleh sendi
dari berbagai jenis yang merupakan penyokong & persambungan struktur
dari sistem skeletal termasuk tendon, ligamen & kartilago.
Tendon adalah jaringan penghubung yang menggabungkan otot dengan
tulang.Ligamen memiliki kesamaan struktur dengan tendon serta
menghubungkan tulang ke tulang lainnya.
Sedangkan kartilago adalah bentuk lain dari jaringan penghubung yang
tersebar diseluruh tubuh, berbentuk halus diatas permukaan pangkal tulang.
Kartilago merupakan bantalan diantara susunan tulang belakang serta
merupakan struktur pada tulang hidung & telinga bagian luar, & juga
merupakan rangka dari trakea & laring.
Jaringan otot terdiri dari sel yang berfungsi untuk berkontraksi &
menghasilkan kekuatan.
OTOT.
Otot dibedakan menjadi 3 tipe berdasarkan struktur & fungsinya.
•Otot jantung hanya ada pada jantung (punya keunikan tersendiri).
•Otot halus yang bekerja tanpa menunggu perintah seprti otot
saluran cerna, saluran kencing, pembuluh darah.
•Otot rangka yang bekerja di bawah perintah.
Kontraksi otot dapat menghasilkan energi yang didapat dari
metabolisme glukosa serta menghasilkan karbon dioksida & asam
laktat.
Aktifitas otot yang meningkat dapat menimbulkan peningkatannya
kebutuhan nutrisi & oksigen pada otot tersebut (biasanya hal ini
disertai dengan peningkatan aliran darah ke otot tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Mekanisme Biolistrik dan Biooptik:

http://strengthlive1899.blogspot.co.id/2012/11/makalah-kimia-keperawatan-1-bio-
listrik.html

http://aneka-wacana.blogspot.com/2012/03/makalah-fisika-keperawatan-tentang-
bio.html#ixzz2DUPTE5kp

Metabolisme Protein dan Kerja Ensim:

http://www.sridianti.com/pengertian-metabolisme-protein.html

http://seputarpendidikan003.blogspot.co.id/2015/09/mekanisme-dan-metabolisme-kerja-
enzim.html

http://www.ebiologi.com/2016/01/cara-kerja-enzim-menurut-teori-lock-and.html

Anatomi fisiologi system Endokrin:

http://id.wikipedia.org/wiki/endokrin,

http://opensains.wordpress.com/2009/07/27/penyebab-penyakit-endokrin/,

http://www.indonesiaindonesia.com/f/11222-hormon-sistem-endokrin/,

http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/sistem-endokrin/,

Mekanika Termofisika:

http://wewewe-blog.blogspot.co.id/2013/10/termofisika.html

http://digilib.usu.ac.id/buku/37273/Mengerti-fisika-:-mekanika,-termofisika,-listrik-dan-
magnet,-gelombang.html

Mekanisme kerja Hormon:

http://www.pojokilmu.com/mekanisme-kerja-hormon/

Anatomi fisiologi system Reproduksi:

Syaifuddin,1997, Anatomi Fisiologi untuk siswa perawat.jakarta:EGC.


Heffner, Linda. 2008. Sistem Reproduksi. Jakarta: Erlangga.

Salmah, dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta: EGC

Http//rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/system-reproduksi-pada-manusia/

Http//info.medis.blogspot.com

Konsep penerapan Fisika dalam Keperawatan:

http://www.itagz.com/aang/ dibaca tanggal 28 Desember 2011 dan download


tanggal 28 Desember 2011.

http://staff.blog.ui.ac.id/supriyanto.p/category/berita-seputar-fisika-medis/ posting
14 Maret Blog : Peranan Fisika dalam ilmu kedokteran dibaca tanggal 28
Desember 2011.

http://www.scribd.com/doc/2369186/Fisika-XII dibaca tanggal 28 Desember 2009


dan download tanggal 28 Desember 2011.

Anatomi system Sensoris:

http://ilmu-keperawatann.blogspot.co.id/2012/04/anatomi-dan-fisiologi-sistem-
sensori.html

http://tugasmine.blogspot.co.id/2015/03/makalah-anatomi-dan-fisiologi-sistem.html

Anatomi system Hematologi dan Imunologi:

http://motivasiperawat.blogspot.co.id/2014/11/anatomy-dan-fisiologi-system-imun-
dan.html

http://kumpulanaskep-nurses.blogspot.co.id/2013/03/anfis-sistem-imun-dan-
hematologi.html

Fisika dalam Pemeliharaan alat Keperawatan:

http://haswita78.blogspot.co.id/2015/10/lab-prinsip2-fisika-dalam-pemeliharaan.html

http://ashtersumbawa.blogspot.co.id/2012/01/i-prinsip-fisika-dalam-pemeliharaan.html

Konsep Metabolisme Lemak dan Karbohidrat:

http://niayulianty.blogspot.co.id/2012/04/metabolisme-karbohidrat-protein-dan.html

Anatomi fisiologi system Muskuloskeletal:

http://www.perbidkes.com/2015/09/anatomi-dan-fisiologi-sistem.html