You are on page 1of 12

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan
mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (pengunyahan,
penelanan, dan pencampuran) dengan enzym dan zat cair yang terbentang mulai dari mulut (oris)
sampai anus.

FUNGSI SISTEM PENCERNAAN

Fungsi primer saluran pencernaan adalah menyediakan suplai terus menerus pada tubuh
akan air, elektrolit dan zat gizi, sehingga siap diabsorbsi. Selama dalam proses pencernaan, makanan
dihancurkan menjadi zat-zat sederhana yang dapat diserap dan digunakan oleh sel jaringan tubuh.
Berbagai perubahan sifat makanan terjadi karena kerja berbagai enzim yang terkandung dalam
berbagai cairan pencerna. Setiap jenis zat ini mempunyai tugas khusus menyaring dan bekerja atas
satu jenis makanan dan tidak mempunyai pengaruh terhadap jenis lainnya.

Beberapa pengertian secara umum mengenai proses pencernaan adalah sebagai berikut:

1. Ingesti, adalah masuknya makanan ke dalam mulut, disini terjadi proses pemotongan dan
penggilingan makanan yang dilakukan secara mekanik oleh gigi.
2. Peristalsis, adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakkan makanan
tertelan melalui saluran pencernaan.
3. Digesti, adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil sehingga
absorbsi dapat berlangsung.
4. Egesti, (defekasi) adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna,juga bakteri, dalam
bentuk feses dari saluran pencernaan.
5. Absorbsi, adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan
kedalam sirkulasi darah dan limfatik sehingga dapat digunakan oleh sel-sel tubuh.

SUSUNAN SALURAN PENCERNAAN SECARA UMUM

Saluran pencernaan makanan secara umum terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:
Mulut – Pharinx (telak) – Oseophagus (kerongkongan) – Ventrikulus / Gaster (lambung) – Usus Halus
– Colon (Usus Besar) – Anus.

MULUT (ORIS)

Mulut merupakan jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesoris yang
berfungsi dalam proses awal pencernaan.

Secara umum mulut terdiri atas 2 bagian, yaitu :

1. Bagian luar yang sempit (vestibula) yaitu ruang diantara gusi, gigi, bibir, dan pipi.
2. Bagian rongga mulut (bagian dalam), yiatu rongga mulut yang dibatasi sisinya oleh tulang
maksilaris, palatum, dan mandibularis disebelah belakang bersambung dengan faring.

Selaput lendir mulut ditutupi epitelium yang berlapis-lapis, di bawahnya terletak kelenjar-kelenjar
halus yang mengeluarkan lendir, selaput ini kaya akan pembuluh darah dan juga memuat banyak
ujung akhir saraf sensoris. Disebelah luar mulut ditutupi oleh kulit dan disebelah dalam ditutupi oleh
selaput lendir (mukosa).

Dimulut ada beberapa bagian yang perlu diketahui yaitu antara lain:

1. Palatum
Palatum terdiri atas 2 bagian, yaitu:
a) Palatum Durum (palatum keras), yang tersusun atass tajuk-tajuk palantum dari sebelah
depan tulang maksilaris dan lebih ke belakang terdiri dari 2 tulang palatum.
b) Palatum mole (palatum lunak), terletak dibelakang yang merupakan lipatan
menggantung yang dapat bergerak, terdiri atas jaringan fibrosa dan selaput lendir.
2. Rongga Mulut
a) Gigi
Manusia memiliki 2 susunan gigi yaitu gigi primer dan gigi sekunder.
- Gigi Primer, dimulai dari ruang diantara dua gigi, depan yang terdiri dari dua gigi seri,
satu taring, dua geraham (molar), dan untuk total keseluruhan 20 gigi.
- Gigi Sekunder, terdiri dari dua gigi seri, satu taring, dua premolar (bicuspid) dan tiga
geraham (tricuspid) untuk total keseluruhan 32 buah.

Juga gigi ada 2 (dua) macam, yaitu;

- Gigi sulung, mulai tumbuh pada anak-anak umur 6 – 7 bulan.


- Gigi tetap (gigi permanen) tumbuh pada umur 6 – 18 tahun jumlahnya 32 buah.

Fungsi gigi adalah dalam proses mastikasi (pengunyahan). Makanan yang masuk dalam
mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk
membentuk bolus makanan yang dapat ditelan.

b) Lidah
Lidah berfungsi untuk menggerakkan makanan saat dikunyah atau ditelan. Selain itu juga
untuk pengecapan dan produksi wicara. Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi
oleh selaput lendir, diletakkan pada frenulum lingua. Dibagian belakang pangkal lidah
terdapat epiglotis yang berfungsi untuk menutup jalan napas pada waktu kita menelan
makanan, supaya makanan jangan masuk ke jalan napas. Kerja otot lidah ini dapat
digerakkan atas 3 bagian, yaitu :
- Radiks lingua = pangkal lidah
- Dorsum lingua = punggung lidah
- Apeks lingua = ujung lidah

Pada lidah terdapat indera peraba dan perasa :

- Asin, dibagiain lateral lidah


- Manis, dibagian ujung dan anterior lidah
- Asam, dibagian lateral lidah
- Pahit, dibagian belakang lidah.
3. Kelenjar ludah
Merupakan kelenjar yang mempunyai duktus yang bernama duktus wartoni dan duktus
stensoni. Kelenjar ini mensekresi saliva kedalam rongga oral. Kelenjar ludah (saliva)
dihasilkan didalam rongga mulut, yang disarafi oleh saraf-saraf tak sadar.
Disekitar rongga mulut terdapat 3 buah kelenjar ludah yaitu:
a. Kelenjar parotis, letaknta di bawah depan dari telinga diantara prosesus mastoid kiri dan
kanan os mandibular, duktusnya duktus stensoni.
b. Kelenjar sub maksilaris (sub mandibular), terletak di bawah rongga mulut bagian
belakang, duktusnya bernama duktus wartoni, bermuara di rongga mulut dekat dengan
frenulum lingua. Ukuran kurang lebih sebesar kacang kenari.
c. Kelenjar sub lungualis, terletak di bawah selaput lendir dasar rongga mulut bermuara
didasar rongga mulut.

Fungsi Saliva

a. Memudahakan makanan untuk dikunyah oleh gigi dan dibentuk menjadi bolus, yaitu
gumpalan yang siap untuk ditelan sehingga terjadi pelarutan makanan secara kimia.
b. Mempertahankan bagian mulut dan lidah tetap lembab atau basah sehingga
memudahkan lidah bergerak saat bicara.
c. Mengandung ptyalin atau amilasi, yaitu suatu enzim yang mengubah zat tepung menjadi
maltosa dan polisakarida.
d. Sebagai zat buangan seperti asam urat dan urea, serta berbagai zat lain seperti obat,
virus, dan logam diekskresi kedalam saliva.
e. Sebagai zat antibakteri dan antibody yang berfungsi untuk membersihkan rongga oral
dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi.

Kendali Saraf pada Saliva

Aliran saliva dapat dipicu melalui stimulus psikis (pikiran akan makanan), mekanis
(keberadaan makanan), atau kimiawi (jenis makanan). Stimulus di bawa melalui serabut
aferen dalam syaraf caranial V, VII, IX, dan X menuju nuclei salivatori inferior dan superior
dalam medulla. Semua kelenjar saliva dipersyarafi serabut simpatis dan parasimpatis.

Komposisi Saliva

Saliva terutama terdiri dari sekresi serosa, yaitu 98% air dan mengandung enzim amilase
serta berbagai jenis ion (natrium, klorida, bikarbonat, dan kalium, juga sekresi mucus yang
lebih kental dan lebih sedikit yang mengandung glikoprotein (musin), ion, dan air.

FARING

Merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan


(osefagus). Di dalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel) yaitu kumpulan kelenjar limfe
yang banyak mengandung limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi. Disini
terletak bersimpangan antara jalan napas dan jalan makanan , yang ketaknya di belakang
rongga mulut dan rongga hidung, didepan ruas tulang belakang.

Jalan udara dan jalan makanan pada faring terjadi penyilangan. Jalan udara masuk
ke bagian depan terus ke leher bagian depan sedangkan jalan makanan masuk ke belakang
dari jalan napas dan didepan dari ruas tulang belakang.

Makanan melewati epiglotis lateral melalui ressus priformis masuk ke esofagus


tanpa membahayakan jalan udara. Gerakan menelan mencegah masuknya makanan ke jalan
udara, pada waktu yang sama jalan udara ditutup sementara. Permulaan menelan, otot
mulut dan lidah konstraksi secara bersamaan.

OSEFAGUS

Merupakan saluran yang menghubungkan tekak dengan lambung, panjangnya


sekitar 9 sampai dengan 25 cm dengan diameter sekitar 2,54 cm, mulai dari faring sampai
pintu masuk kardiak di bawah lambung. Esofagus berawal pada area laringofaring, melewati
diafragma dan hiatus esofagus. Esofagus terletak dibelakang trakea dan didepan tulang
punggungs setelah melalui toraks menembus diafragma masuk ke dalam abdomen
menyambung dengan lambung.

Lapisan terdiri dari 4 lapis yaitu mucosa, submucosa, otot (longitudional dan
sirkuler), dan jaringan ikat renggang. Makanan atau bolus berjalan dalam esofagus karena
gerakan peristaltik, yang berlangsung hanya beberapa detik saja.

Fungsi esofagus adalah menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui


gerak peristaltis. Mukosa esofagus memproduksi sejumlah besar mucus untuk melumasi dan
melindungi esofagus tetapi esofagus tidak memproduksi enzim pencernaan.

LAMBUNG (gaster)

Merupakan bagian dari saluran yang dapat mengembang paling banyak terutama didaerah
epigaster, lambung terdiri dari bagian fundus uteri berhubungan dengan esofagus melalui
orifisium pilorik, terletak di bawah diafragma di depan pankreas dan limpa, menempel
disebelah kiri fundus uteri.

1. Bagian-bagian lambung

Regia-regia lambung terdiri dari:

a. Fundus ventrikuli, bagian yang menonjol keatas terletak sebelah kiri osteum dan
biasanya penuh berisi gas.
b. Korpus ventrikuli¸ setinggi osteum kardium, suatu lekukan pada bagian bawah
kurvantura minor.
c. Antrum pilorus, bagian lambung berbentuk tabung mempunyai otot yang tebal
membentuk spinter pilorus.
d. Kurvantura minor, terdapat sebelah kanan lambung terbentang dari osteum kardiak
sampai pilorus.
e. Kurvantura mayor, lebih panjang dari kurvantura minor terbentang dari sisi kiri osteum
kardiakum melalui fundus ventrikuli menuju ke kanan sampai ke pilorus inferior.
Ligamentum gastro lienalis terbentang dari bagian atas kurvatura mayor sampai ke
limpa.
f. Osteum kardiakum, merupakan tempat dimana esofagus bagian abdomen masuk ke
lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pilorik.
2. Fungsi lambung
a. Menampung makanan, menghancurkan dan menghaluskan makanan oleh peristaltik
lambung dan getah lambung. Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya
interval waktu yang panjang antara saat makan dan kemampuan menyimpan
makanan dalam jumlah besar sampai makanan ini dapat terakomodasi dibagian
bawah saluran.
b. Produksi kimua, aktivitass lambung mengakibatkan terbentuknya kimus (massa
homogen setengah cair, berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan
mendorongnya ke dalam duodenum.
c. Digesti protein, lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam
klorida.
d. Produksi mucus, mucus yang dihasilkan dari kelenjar membentuk barier setebal 1
mm untuk melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri.
e. Produksi faktor instrinsik, yaitu glikoprotein yang disekresi sel parietal dan vitamin
B12 yang didapat dari makanan yang dicerna dilambung yang terikat pada faktor
instrinsik. Komplek faktor intrinsik vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus, dimana
tempat vitamin B12 di absorbsi.
f. Absorbsi, dilambung hanya terjadi absorbsi nutrien sedikit. Beberapa zat yang
diabsorbsi antara lain adalah beberapa obat yang larut lemak (aspirin) dan alkohol
diabsorbsi pada dinding lambung serta zat yang larut dalam air terabsorbsi dalam
jumlah yang tidak jelas.
3. Getah cerna lambung
Getah cerna lambung yang dihasilkan adalah:
a) Pepsin, fungsinya memecah putih telur menjadi asam amino (albumin dan pepton)
b) Asam garam (HCl), fungsinya mengasamkan makanan, sebagai anti septik dan
desinfektan dan membuat suasana asam pada pepsinogen sehingga menjadi pepsin.
c) Renin, fungsinya sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dari
kasinogen (kasinogen dan protein susu)
d) Lapisan lambung, jumlahnya sedikit yang memecah lemak menjadi asam lemak yang
merangsang getah lambung.
4. Digesti dalam Lambung
a. Digesti protein
Pepsinogen yang diekskresi oleh sel chief diubah menjadi pepsin oleh asam klorida
yang disekresi oleh sel parietal. Pepsin menghidrolisis protein menjadi polipeptida.
Dan pepsin adalah enzim yang hanya bekerja dengan pH dibawah 5
b. Lemak
Enzim Lipase yang disekresi oleh sel chief menghidrolisis lemak susu menjadi asam
lemak dan gliserol, tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar pH yang rendah.
c. Karbohidrat
Enzim amilase dalam saliva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada pH netral.
Enzim ini terbawa bersama bolus dan tetap bekerja dalam lambung sampai asiditas
lambung menembus bolus. Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna
makanan.
5. Kendali pada Pengosongan Lambung
Pengosongan lambung dimulai secara reflek pada saat peregangan lambung, pelepasan
gastrin, kekentalan kimus, dan jenis makanan. Karbohidrat dapat masuk lebih cepat,
protein lebih lambat dan lemak tetap dalam lambung selama 3 – 6 jam.
Pengosongan lambung dihambat oleh hormon duodenum yang juga menghambat
sekresi lambung dan oleh reflek umpan balik entero gastric dari duodenum. Faktor inilah
(hormon dan syaraf) yang mencegah terjadinya pengisian yang berlebih pada usus dan
memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam usus halus. Sinyal umpan balik
memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat
diproses.
6. Kendali rangsangan makan
Rasa makanan merangsang sekresi lambung karena kerja saraf sehingga menimbulkan
rangsangan kimiawi yang menyebabkan dinding lambung melepaskan hormon yang
disebut sekresi getah lambung. Getah lambung dihalangi oleh sistem saraf simpatis yang
dapat terjadi pada waktu gangguan emosi seperti marah dan rasa takut.

USUS HALUS

1. Pengertian
Adalah saluran pencernaan diantara lambung dan usus besar, yang merupakan tuba terlilit
yang merentang dari sfingter pylorus sampai katup ileosekal, tempatnya menyatu dengan
usus besar.
2. Susunan usus halus
a. Duodenum
Organ ini disebut juga usus 12 jari panjangnya 25 – 30 cm, berbentuk seperti sepatu
kuda melengkung ke kiri pada lengkungan ini terdapat pancreas yang menghasilkan
amilase yang berfungsi mencerna hidrat arang menjadi disakarida. Duodenum
merupakan bagian yang terpendek dari usus halus.
b. Yeyenum
Adalah bagian kelanjutan dari duodenum yang panjangnya kurang lebih 1 – 1,5 m.
c. Ileum
Ileum merentang sampai menyatu dengan usus besar dengan panjang 2 – 2,5 meter.
Lekukan yeyenum dan ileum melekat pada dinding abdomen posterior dengan
perantaraan lipatan peritonium yang berbentuk kipas dikenal sebagai mesenterium.
Ujung bawah ileum berhubungan dengan sekum dengan perantaraan lubang yang
bernama orifisium ileoseikalis, orifisium ini diperkuat dengan spinter, ileoseikalis dan
pada bagian ini terdapat katup valvula seikalis atau valvula baukini yang berfungsi untuk
mencegah cairan dalam kolom asendens tidak masuk kembali ke ileum.
Mukosa usus halus, yaitu permukaan epitel yang sangat luas melalui lipatan mukosa dan
mikrovili memudahkan pencernaan dan absorpsi, lipatan ini dibentuk oleh mukosa dan
sub mukosa yang memperbesar permukaan usus. Pada penampang melintang vili
dilapisi oleh epitel dan kripta yang menghasilkan bermacam-macam hormon jaringan
dan enzim yang memegang peranan aktif dalam pencernaan.
3. Gerakan usus halus
Pergerakan usus halus dipicu oleh peregangan dan secara reflek dikendalikan oleh sistem
syaraf otak.
Gerakan usus halus antara lain adalah:
a. Segmentasi irama, yaitu pergerakan percampuran utama dengan mencampur kimus
dengan cairan pencernaan dan memaparkannya kepermukaan absorbtif. Gerakan ini
berupa gerakan konstriksi dan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding
usus yang membagi isi menjadi segmen-segmen dan mendorong kimus bergerak maju
mundur dari satu segmen yang relaks ke segmen lain. Gerakan segmental memisahkan
beberapa segmen usus dari yang lain, hal ini memungkinkan isi lumen yang cair
bersentuhan dengan dinding usus dan akhirnya siap diabsorbsi.
b. Peristalsis, yaitu kontraksi ritmis otot polos longitudinal dan sirkuler yang mendorong
dan menggerakkan kimus kearah bawah disepanjang saluran.
c. Gerakan pendulum/ayunan, menyebabkan isi usus bercampur.
4. Fungsi usus halus
a. Menerima zat-zat makanan yang sudah dicerna untuk diserap melalui kapiler-kapiler
darah dan saluran-saluran limfe dengan proses sebagai berikut:
- Menyerap protein dalam bentuk asam amino
- Karbohidrat diserap dalam bentuk monosakarida
b. Secara selektif mengabsorbsi produk digesti dan juga air, garam dan vitamin.
5. Kelenjar yang dihasilkan usus halus
Didalam usus halus terdapat kelenjar yang menghasilkan getah usus yang menyempurnakan
makanan yaitu :
a. Enterokinase, mengaktifkan enzim tripsinogen pancreas menjadi tripsin yang kemudian
mengurai protein dan peptida yang lebih kecil.
b. Aminopeptidase, Tetrapeptidase, dan dipeptidase yang mengurai peptida menjadi asam
amino bebas.
c. Amilase usus yang menghidrolisis zat tepung menjadi disakarida (maltosa, sukrosa, dan
laktosa)
d. Maltase, isomaltase, lactase, dan sukrase yang memecah disakarida maltosa, laktosa,
dan sukrosa menjadi monosakarida.
e. Lipase usus yang memecah monogliserida menjadi asam lemak dan gliserol.
f. Erepsin, menyempurnakan pencernaan protein menjadi asam amino.
g. Laktase, mengubah laktase menjadi monosakarida
h. Maltosa, mengubah maltosa menjadi monosakarida
i. Sukrosa, mengubah sukrosa menjadi monosakarida.
6. Absorpsi Makanan

Makanan yang telah dicerna oleh berbagai getah pencerna yaitu ludah, getah lambung,
getah pakreas, dan sukus enterikus menjadi bentuk yang sederhana (protein menjadi asam
amino, lemak menjadi gliserol dan asam lemak, karbohidrat menjadi monosakarida).
Akhirnya siap untuk diabsrobsi didalam usus halus melalui dua saluran yaitu pembuluh
kapiler darah dan saluran limfe di Vili usus halus, dan oleh vena porta di bawa ke hati untuk
mengalami beberapa perubahan.

Absorpsi makanan yang sudah dicernakan seluruhnya berlangsung didalam usus halus
melalui 2 (dua) saluran yaitu pembuluh kapiler dalam darah dan saluran limfe yang berada di
sebelah dalam permukaan vili usus. Sebuah vilus berisi lakteal, pembuluh darah epitelium
dan jaringan otot yang diikat bersama oleh jaringan limfoid seluruhnya diliputi membran
dasar dan ditutupi oleh epitelium.

Jalur dalam absorbsi, diusus halus melalui jalur absorbtif, yaitu produk-produk seperti
monosakarida, asam amino, asam lemak, dan gliserol, juga air, elektrolit, vitamin dan cairan
pencernaan diabsorbsi menembus membran sel epitel duodenum dan yeyenum. Hanya
sedikit yang berlangsung diileum kecuali garam-garam empedu dan vitamin B12.

HATI (HEPAR)

Organ yang paling besar didalam tubuh kita, warnanya coklat dan beratnya 1500 kg.
Letaknya di bagian atas dalam rongga abdomen disebelah kanan bawah diafragma. Hepar
terletak di quadaran kanan atas abdomen, di bawah diafragma dan terlindungi oleh tulang
rusuk (costae), sehingga dalam keadaan normal (hepar yang sehat tidak teraba). Hati
menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatica dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi
kaya akan nutrien vena porta hepatica.

1. Pembagian Hati
Hati dibagi atas 2 lapisan utama yaitu:
a. Permukaan atas berbentuk cembung, terletak di bawah diafragma.
b. Permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisura transfersus
dan fisura longitudinal yang memisahkan belahan kanan dan kiri dibagian
atas hati, selanjutnya hati dibagi 4 belahan yaitu Lobus Kanan, Lobus Kiri,
Lobus Kaudata, dan Lobus Quadratus.
2. Pembuluh darah pada hati
Hati mempunyai 2 jenis peredaran darah yaitu:
a. Arteri hepatica¸yang keluar dari aorta dan memberi 80% darah pada hati,
darah ini mempunyai kejenuhan 95 – 100% masuk ke hati akan membentuk
jaringan kapiler setelah bertemu dengan kapiler vena, akhirnya keluar
sebagai vena hepatica.
b. Vena porta, yang terbentuk dari lienalis dan vena mesentrika superior
menghantarkan 20% darahnya ke hati, darah ini mempunyai kejenuhan 70%
sebab beberapa O2 telah diambil oleh limfe dan usus, guna darah ini
membawa zat makanan ke hati yang telah diabsorbsi oleh mukosa dan usus
halus. Darah berasal dari vena porta bersentuhan erat dengan sel hati dan
setiap lobulus disaluri oleh sebuah pembuluh sinusoid darah atau kapiler
hepatika. Pembuluh darah halus berjalan diantara lobulus hati disebut Vena
Interlobuler.
3. Fungsi hati
a. Sekresi
 hati memproduksi empedu dibentuk dalam sistem retikulo
endotelium yang dialirkan ke empedu yang berperan dalam
emulsifikasi dan absorbsi lemak.
 Menghasilkan enzim glikogenik yang mengubah glukosa menjadi
glikogen.
b. Metabolisme
 Hati berperan serta dalam mempertahankan homeostatik gula
darah.
 Hati menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya
kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh.
 Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang
rusak dan hasil penguraian protein menghasilkan urea dari adam
amino berlebih dan sisa nitrogen. Hati menerima asam amino
diubah menjadi urea dikeluarkan dari darah oleh ginjal dalam
bentuk urine.
 Hati mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein.
c. Penyimpanan
 Hati menyimpan glikogen, lemak, vitamin A, D, E, K, san zat besi
yang disimpan sebagai feritin, yaitu suatu protein yang mengandung
zat besi dan dapat dilepaskan bila zat besi diperlukan.
 Mengubah zat makanan yang diabsorpsi dari usus dan disimpan di
suatu tempat dalam tubuh, dikeluarkannya sesuai dengan
pemakaiannya dalam jaringan.
d. Detoksifikasi
 Hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat
dan memfagositosis eritrosit dan zat asing yang terdisintegrasi
dalam darah.
 Mengubah zat buangan dan bahan racun untuk diekskresi dalam
empedu dan urin (mendetokdifikasi)
e. Membentuk dan menghancurkan sel-sel darah merah selama 6 bulan masa
kehidupan fetus yang kemudian diambil alih oleh sumsum tulang belakang

KANDUNG EMPEDU
1. Pengertian
Sebuah kantong berbentuk terang dan merupakan membran berotot, letaknya dalam
sebuah lobus disebelah permukaan bawah hati sampai pinggir depannya, panjangnya 8 – 12
cm berisi 60 cm3.
2. Anatomi sekresi empedu
Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian
menjadi duktus hepatica kanan dan kiri. Duktus hepatica menyatu untuk membentuk duktus
hepatic komunis yang kemudian menyatu dengan duktus sisticus dari kantong empedu dan
keluar dari hati sebagai duktus empedu komunis. Duktus empedu komunis bersama dengan
duktus pancreas bermuara diduodenum atau dialihkan untuk penyimpanan dikandung
empedu.
3. Fungsi kandung empedu
a. Sebagai persediaan getah empedu dan membuat getah empedu menjadi kental.
b. Getah empedu adalah cairan yang dihasilkan oleh sel-sel hati jumlah setiap hari dari
setiap orang dikeluarkan 500 – 1000 ml sehari yang digunakan untuk mencerna lemak
80% dari getah empedu pigmen (warna) insulin dan zat lainnya.
4. Kendali sekresi aliran empedu
Sekresi empedu diatur oleh faktor impuls parasimpatis dan hormon sekretin dan CCK. CCK
dilepas untuk mengkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter oddi, cairan
empedu kemudian didorong ke dalam duodenum.
5. Komposisi getah empedu
Getah empedu adalah suatu cairan yang disekresi setiap hari oleh sel hati yang dihasilkan
setiap hari 500 – 1000 cc, sekresinya berjalan terus menerusm jumlah produksi meningkat
sewaktu mencerna lemak.
Empedu berwarna kuning kehijauhan yang terdiri dari 97% air, pigmen empedu, dan garam-
garam empedu.
a. Pigmen empedu, terdiri dari biliverdin. Pigmen ini merupakan hasil penguraian
hemoglobin yang dilepas dari sel darah merah terdisintegrasi. Pigmen utamanya adalah
bilirubin yang memberikan warna kuning pada urine dan feses. Warna kekuningan pada
jaringan (jaundice) merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah dan ini
merupakan indikasi kerusakan fungsi hati, peningkatan dekstruksi sel darah merah, atau
obstruksi duktus empedu oleh batu empedu.
b. Garam-garam empedu, yang terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan
kolesterol dan asam amino. Setelah diekskresi kedalam usus garam tersebut
direabsorbsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan didaur ulang kembali,
peristiwa ini disebut sebagai sirkulasi enetrohepatika garam empedu.
Fungsi dari garam empedu dalam usus halus adalah:
- Emulsifikasi lemak¸ garam empedu mengemulsi globules lemak besar dalam usus
halus yang kemudian dijadikan globules lemak lebih kecil dan area permukaan yang
lebih luas untuk kerja enzim.
- Absorbsi Lemak, garam empedu juga membantu mengabsorbsi zat terlarut lemak
dengan cara memfasilitasi jalurnya menembus membran sel.
- Pengeluaran kolesterol dari tubuh, garam empedu berikatan dengan kolesterol dan
lesitin untuk membentuk agregasi kecil yang disebut micelles yang akan dibuang
melalui feses.

PANKREAS

Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar dibalik kurvatura besar lambung.
1. Kelenjar pankreas
Sekumpulan kelenjar yang strukturnya sangat mirip dengan kelenjar ludah panjangnya kira-kira
15 cm, lebar 5 cm mulai dari duodenum sampai ke limpa dan beratnya rata-rata 60 – 90 gr.
Terbentang pada vertebral lumbalis I & II di belakang lambung.
2. Fungsi pankreas
a. Fungsi eksokrin (asinar), yang membentuk getah pencernaan yang berisi enzim-enzim
percernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi.
Protein gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pancreas, yang menyatu melalui
duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas. Getah
pankreas ini dikirim ke dalam duodenum melalui duktus penkreatikus, yang bermuara pada
papila vateri yang terletak pada dinding duodenum. Pankreas menerima darah dari arteri
penkreatika dan mengalirkan darahnya ke vena kava inferior melalui vena pankreatika.
b. Fungsi endokrin (pulau langerhans), sekelompok kecil sel epitelium yang berbentuk pulau-
pulau kecil atau kepulauan langerhans, yang bersama-sama membentuk organ endokrin
yang mensekresikan insulin dan glukagon yang langsung dialirkan ke dalam peredaran darah
dibawa ke jaringan tanpa melewati duktus untuk membantu metabolisme karbohidrat.
3. Hasil Sekresi dan Komposisi Cairan Pankreas
Cairan pancreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna protein, karbohidrat, dan lemak.
a. Enzim proteolitik pancreas (protease), yaitu
1) Tripsinogen, yang disekresi pancreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang
diproduksi oleh usus halus. Tripsin mencerna protein dan polipeptida besar untuk
membentuk polipeptida dan peptida yang lebih kecil.
2) Kimotripsin, teraktivasi dari kimotripsin oleh tripsin. Kimotripsin memiliki fungsi yang
sama seperti tripsin terhadap protein.
3) Karboksipeptidase, aminopeptidase, dan dipeptidase, adalah enzim yang melanjutkan
proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino bebas.
b. Lipase pankreas, yang menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak
diemulsi oleh garam-garam empedu.
c. Amilase pancreas, yang menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amillase saliva
menjadi disakarida (maltosa, sukrosa, dan laktosa).
d. Rribonuklease dan deoksiribonuklease, yang menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok
pembentuk nukleotidanya.

USUS BESAR

1. Gambaran umum
Usus besar merupakan bagian akhir dari proses pencernaan, karena sebagai tempat
pembuangan, maka diusus besar sebagian nutrien yang dicerna dan diabsorbsi dan hanya
menyisakan zat-zat yang tidak tercerna. Makanan biasanya memerlukan waktu dua sampai
lima hari untuk menempuh ujung saluran pencernaan. Dua sampai enam jam dilambung, 6
sampai delapan jam di usus halus, dan sisa waktunya berada di usus besar.
2. Anatomi
Panjangnya kurang lebih 1,5 m, lebarnya 5 – 6 cm. Lapisan-lapisan usus besar dari dalam ke
luar adalah selaput lendir, lapisan otot melingkar, lapisan otot memanjang, dan jaringan ikat.
Ukurannya lebih besar daripada usus halus, disini terdapat taenia coli dan apendiks
epiploika, mukosanya lebih halus daripada usus halus dan tidak memiliki villi, tidak memiliki
lipatan-lipatan sirkuler (plicae circulares). Serabut otot longitudinal dalam muskulus externa
membentuk tida pita, taenia coli yang menarik kolon menjadi kantong-kantong besar yang
disebut haustra. Dibagian bawwah terdapat katup ileosekal yaitu katup antara usus halus
dan usus besar. Katup ini tertutup dan akan terbuka untuk merespon gelombang peristaltic,
sehingga memungkinkan kimus mengalir 15 ml sekali masuk dan untuk total aliran sebanyak
500 ml/hari.
Usus besar terdiri dari caecum, colon ascendesns, colon transversum, colon descendens,
colon sigmoid, rectum dan canalis ani serta spinkter ani.
3. Fungsi usus besar
Fungsi usus besar antara lain adalah:
a. Menyerap air dan elektrolit 80% sampai 90% dari makanan dan mengubah dari carian
menjadi massa.
b. Tempat tinggal sejumlah bakteri kolli, yang mampu mencerna sejumlah kecil selulosa
dan memproduksi sedikit kalori nutrien bagi tubuh dalam setiap hari.
c. Memproduksi vitamin antara lain vitamin K, ribovlafin, dan tiamin serta berbagai gas.
d. Penyiapan selulosa yang berupa hidrat arang dalam tumbuh-tumbuhan, buah-buahan,
dan sayuran hijau.
4. Defekasi
Defekasi sebagian merupakan refleks, sebagian lagi merupakan aktivitas volunter (yaitu
dengan mengejan terjadi kontraksi diafragma dan otot abdominal untuk meningkatkan
tekanan intra abdominal).
Komposisi feses mengandung:
- Air mancapai 75% sampai 80%
- Sepertiga materi padatnya adalah bakteri
- Dan sisanya yang 2% sampai 3% adalah nitrogen, zat sisa organik dan anorganik dari
sekresi pencernaan, serta mecus dari lemak.
- Feses juga mengandung sejumlah bakteri kasar, atau serat dan selulosa yang tidak
tercerna.
- Warna coklat berasal dari pigmen empedu
- Dan bau berasal dari kerja bakteri.

PERITONIUM

1. Pengertian
Peritonium merupakan membran tipis, halus, dan lembab pada rongga abdomen dan
menutupi organ-organ abdomen seta terdiri dari membran serosa rangkap.
2. Bagian peritoneum
Peritonium terdiri dari dua bagian yaitu:
a. Peritonium perietalis, yang melapisi dinding rongga abdomen.
b. Peritonium visceralis, yang melapisi semua organ yang berada dalam rongga abdomen.

Ruang yang terdapat diantara dua lapisan ini disebut ruang peritonial atau kantong
peritonium. Pada laki-laki berupa kantong tertutup dan pada perempuan merupakan saluran
telur yang terbuka masuk ke dalam rongga peritoneum.

Di dalam peritonium banyak terdapat lipatan atau kantong. Lipatan besar (omentum mayor)
banyak terdapat lemak yang terdapat di sebelah depan lambung. Lipatan kecil (omentum
minor) meliputi hati, kurvatura minor, dan lambung berjalan keatas dinding abdomen dan
membentuk mesenterium usus halus.

3. Fungsi Peritonium
a. Menutupi sebagian dari organ abdomen dan pelvis
b. Membentuk pembatas yang halus sehingga organ yang ada dalam rongga peritonium
tidak saling bergesekan
c. Menjaga kedudukan dan mempertahankan hubungan organ terhadap dinding psterior
abdomen
d. Tempat kelenjar limfe dan pembuluh darah yang membantu melindungi terhadap infeksi
e. Tempat perlekatan organ-organ ke dinding abdomen posterior dan satu sama lainnya.
f. Memungkinkan pembuluh-pembuluh dan persyarafan untuk mencapai organ-organ
tanpa harus dililit oleh lemak dan mengalami penekanan.
g. Menutupi atau melokalisir area yang terinfeksi dengan omentum mayus.