You are on page 1of 4

Jurnal Sains dan Teknologi 6(2), September 2007: 31-34

PEMANFAATAN ABU SABUT DAN CANGKANG SAWIT


SEBAGAI SUMBER SILIKA PADA SINTESIS ZSM-5
DARI ZEOLIT ALAM
Ida Zahrina
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Riau, Pekanbaru 28293
E-mail: ida @ft.unri.ac.id

ABSTRACT
The research purpose was to evaluate suitable process conditions (silica to alumina ratio
and reaction time) which has influence to natural zeolite conversion to ZSM-5. The results
showed that there were not ZSM-5 recorded in converted product at silica to alumina ratio
80 and 120 by using ash of palm nut shell as silica source and reaction time 12 and 24
hours respectively. It also noted that none of ZSM-5 product with similar condition, using
ash of palm fiber silica source. Analcim as intermediate product was achieved at Si/Al
molar ratio of 80 and 120 for 12 hours.
Key words: ash of palm fiber, ash of palm nut shell, natural zeolite, synthesis of ZSM-5

PENDAHULUAN (butanol, propanol), serta basa anorganik seperti


Zeolit alam banyak ditemukan di beberapa KOH dan NaOH juga dibutuhkan pada sintesis ZSM
daerah di Indonesia dalam jumlah yang besar serta -5 [Chumaidi dan Roesyadi, 1999 ; Fitoussi dan
kualitas yang baik dan umumnya mengandung min- Amir, 1997]. Chen dkk., (2000) mengklaim bahwa
eral mordenit dan clinoptilolit. Zeolit alam banyak senyawa N-2 adamantilglisin, N-sikloheksilglisin
dimanfaatkan di berbagai bidang, seperti: bidang dan asam amino heksanoat dapat pula digunakan
pertanian digunakan sebagai pupuk, di bidang ling- sebagai basa organik pada sintesis ZSM-5.
kungan untuk pengolahan air dan di bidang industri Limbah padat Pabrik Kelapa Sawit berupa abu
sebagai penukar kation, adsorben dan katalis. dari cangkang dan sabut mengandung banyak silika.
Pada proses katalitik, zeolit sintesis lebih ban- Tabel 1 berikut menyajikan komposisi abu sawit
yak digunakan dibanding zeolit alam karena tidak yang berasal dari pembakaran sabut, cangkang dan
mudah terdeaktivasi. ZSM-5 merupakan salah satu tandan [Graille dkk., 1985].
zeolit sintesis yang banyak digunakan di industri Berdasarkan data yang ditampilkan pada Tabel
terutama sebagai katalis. Hal ini disebabkan ZSM-5 1 di atas, abu sabut dan cangkang sawit mengandung
memiliki aktivitas dan selektivitas yang tinggi pada banyak silika, mencapai ± 60%. Abu tandan sawit
beberapa reaksi konversi hidrokarbon dan tidak mu- hanya mengandung silika sebanyak 19%. Selain itu,
dah terdeaktivasi [Prasad dkk., 1986]. abu sawit juga mengandung ion alkali (kalium dan
ZSM-5 dapat disintesis dari campuran silika natrium).
dan alumina dengan komposisi dan kondisi operasi Tabel 1 Komposisi Abu Sawit (% berat)
tertentu. Kedua komponen utama ini terdapat dalam
zeolit alam, namun nisbah molar SiO2/Al2O3 hanya Unsur/Senyawa Sabut Kulit buah Tandan
2 – 5. ZSM-5 merupakan zeolit yang kaya silika Kalium (K) 9,2 7,5 25,8
dengan nisbah molar SiO2/Al2O3 melebihi 10.
Natrium (Na) 0,5 1,1 0,03
Karena itu, zeolit alam dapat dikonversi menjadi
ZSM-5 namun harus dilakukan dealuminasi atau Kalsium (Ca) 4,9 1,5 2,7

dengan penambahan silika. Magnesium (Mg) 2,3 2,8 2,8

Sumber silika yang biasa ditambahkan pada Klor (Cl) 2,5 1,3 4,9
konversi zeolit alam menjadi ZSM-5 berupa natrium
Karbonat (CO3) 2,6 1,9 9,2
silikat, silikat hidrat, silika sol, silka gel, calcined
silica. Selain silika dan alumina, basa organik Nitrogen (N) 0,04 0,05 -

(sebagai templating agent) seperti Posfat (P) 1,4 0,9 0,2


tetrapropilammonium bromide, tetrabutilamonium
Silika (SiO2) 59,1 61 19,1
bromide, senyawa amina (dietilamin), alkohol
Jurnal Sains dan Teknologi 6(2), September 2007: 31-34

Jika dipijar, senyawa silika dan alkali karbonat dilarutkan dalam aquadest (campuran 2) dan
yang terdapat pada abu sawit (tandan) akan bereaksi NaOH dilarutkan dalam aquadest (campuran 3).
membentuk alkali silikat [Zahrina, 2000]. Monomer Penambah silika (abu sabut dan cangkang sawit)
silikat memang dikehendaki sebagai sumber silika ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam
pada sintesis ZSM-5. Berdasar pada fakta di atas, campuran 1 dan diaduk terus dengan pengaduk
abu sabut dan cangkang sawit berpeluang digunakan magnetik. Setelah homogen, campuran 2
sebagai sumber penambah silika pada sintesis ZSM- ditambahkan ke dalamnya. pH diukur dan
5 dari zeolit alam. ditambahkan campuran 3 sedikit demi sedikit
sambil terus diaduk sampai pH campuran menjadi
Proses sintesis ZSM-5 dipengaruhi oleh nisbah
11. Kemudian dimasukkan dalam autoklaf pada
Si/Al, temperatur, derajat keasaman, derajat
temperatur 110oC selama waktu yang
pengenceran (nisbah H2O/SiO2), waktu sintesis,
divariasikan. Padatan yang diperoleh dicuci
pengadukan, adanya berbagai kation anorganik dan
dengan aquadest, selanjutnya dikeringkan dalam
organik dan sifat sumber silika. Sumber silika yang
oven.
banyak memuat monomer silikat akan mengkristal
lebih cepat dibanding yang banyak memuat polimer c. Analisa produk
silikat [Jacobs dan Martens, 1987 ; Satterfield, Produk sintesis dianalisis dengan metoda
1991]. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari difraksi sinar X (X-Ray Difraction). Analisis dila-
kemungkinan penggunaan abu sabut dan cangkang kukan secara kualitatif untuk mengetahui ke-
sawit sebagai sumber penambah silika pada sintesa beradaan ZSM-5 dalam produk sintesis dan dila-
ZSM-5 dari zeolit alam dengan memvariasikan kukan dengan cara membandingkan difraktogram
nisbah Si/Al dan waktu sintesis. produk dengan difraktogram standar.

BAHAN DAN METODE HASIL DAN PEMBAHASAN


Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, sebagai Komposisi sabut, cangkang dan zeolit alam
berikut: Sabut dan cangkang yang dijadikan sumber
a. Persiapan bahan baku silika pada penelitian ini diperoleh dari pabrik pen-
Abu sawit berupa sabut dan cangkang golahan kelapa sawit, PT. Perkebunan Nusantara III
diperoleh dengan cara membakar bahan-bahan di Bagan Batu. Abu yang berasal dari pembakaran
tersebut. Selanjutnya, abu yang diperoleh dipijar sabut dan cangkang tersebut berkadar silika bertu-
pada 900oC selama 10 jam dan diayak mengguna- rut-turut 61,3 dan 76,5 %.
kan shaker untuk menyeragamkan ukurannya. Zeolit alam yang digunakan pada penelitian ini
Abu yang digunakan untuk bahan baku adalah abu diperoleh di Bandung. Terhadap zeolit alam
dengan ukuran -80 / + 100 mesh. Sebelum dilakukan analisis kadar silika dan alumina. Kadar
digunakan, terhadap abu sawit tersebut dianalisis silika dan alumina pada zeolit alam masing-masing
kadar silika dengan metoda gravimetri. 60,29 dan 11,03%. Jadi, nisbah Si/Al zeolit alam
yang digunakan pada penelitian ini adalah 5,44.
Zeolit alam dihaluskan terlebih dahulu dan
selanjutnya diayak menggunakan shaker. Setelah Sintesis ZSM-5 menggunakan abu cangkang
itu zeolit alam dianalisis kadar silika dengan sawit sebagai sumber silika
metoda gravimetri dan kadar alumina dengan Sintesis ZSM-5 dari zeolit alam menggunakan
metoda SNI-13-3608-1994. abu cangkang sawit sebagai sumber silika dilakukan
b. Sintesis ZSM-5 pada variasi nisbah molar Si/Al 80 dan 120. Tiap
variasi nisbah molar Si/Al tersebut dilakukan 2
Sintesis ZSM-5 dari zeolit alam mengacu pada
perlakukan waktu sintesis (12 dan 24 jam).
prosedur yang telah dilakukan oleh Simparmin
Perbandingan difraksi sinar x zeolit sintesis dengan
(1999). Sintesis ZSM-5 dilakukan pada nisbah
ZSM-5 standar ditampilkan pada Gambar 1. Pola
molar SiO2/Al2O3 80 dan 120 dengan nisbah
difraksi sinar x ZSM-5 standar diperoleh dari
molar DEA/SiO2 0,2 pada 110oC selama 12 dan
literatur (Onodera dkk., 1990).
24 jam. Sintesis ZSM-5 dilakukan dengan cara
sebagai berikut: zeolit alam dicampur dengan Berdasarkan difraktogram yang ditampilkan
aquadest (campuran 1). DEA (dietilamin) pada Gambar 1, terlihat bahwa tiga puncak terkuat
pada pola difraksi ZSM-5 standar terletak pada

2
Pemanfaatan Abu Sawit dan Cangkang Sawit (Zahrina)

sudut 2 teta antara 22 – 25. Pola difraksi produk KESIMPULAN


sintesis pada nisbah molar 80 dan 120 dengan waktu Proses sintesis ZSM-5 dari zeolit alam pada
sintesis 12 dan 24 jam tidak menyamai pola difraksi nisbah molar Si/Al 80 dan 120 selama 12 dan 24
ZSM-5 standar. Artinya, tidak terdapat kristal ZSM- jam menggunakan abu sabut dan cangkang sawit
5 dalam produk tersebut. Keempat pola difraksi yang dipijar sebagai sumber silika telah
tersebut belum teridentifikasi. Kemungkinan, abu menghasilkan zeolit analsim.
cangkang sawit yang digunakan sebagai sumber
silika penambah pada sintesis ZSM-5 ini berupa
silika kristalin. Silika dalam bentuk kristalin bersifat DAFTAR PUSTAKA
tidak aktif dan biasanya tidak dapat digunakan Chen, C.S.H., Thomas, F. & Forbus. 2000. Large Crys-
tal ZSM-5, its Synthesis and Use. United State Pat-
untuk sintesis zeolit. Namun demikian, ada juga
ent 6.013.233
yang telah berhasil mensintesis zeolit beta dari abu Chumaidi, A. & Roesyadi, A. 1999. Pembuatan Katalis
sekam padi yang berupa silika kristalin (Ramli dan ZSM-5 dari Zeolit Alam Untuk Sintesa Reaksi
Bahruji, 2003). Metanol Menjadi Hidrokarbon. Prosiding Seminar
Nasional Fundamental dan Aplikasi Teknik Kimia,
Sintesis ZSM-5 menggunakan abu sabut sawit Surabaya
sebagai sumber silika Fitoussi, M. & Amir, K. 1997. Process for Production of
Gambar 2 menyajikan perbandingan pola Zeolites. United State Patent 5.624.658
Graille, J., Lozano, P., Pioch, D. & Geneste, P. 1985.
difraksi sinar x zeolit sintesis dengan ZSM-5 Essais d’alcoolyse d’huiles Vegetales avec des Cata-
standar. Berdasarkan difraktogram yang ditampilkan lyseurs Naturels Pour la Production de Carburants
pada Gambar 2, terlihat bahwa pola difraksi zeolit Diesel. Oleagineux. 40(5): 271-276
sintesis pada nisbah molar 80 dan 120 dengan waktu Jacob, P.A. & Marten, J.A. 1987. Synthesis of High-
sintesis 12 dan 24 jam tidak menyamai pola difraksi Silica Aluminosilicate Zeolite. Netherlands: Elsevier
Science Publisher
ZSM-5 standar. Sehingga dapat dikatakan bahwa di
Onodera, T., Sakai, T., Yamasaki, Y. & Sumitani, K.
dalam produk sintesis tersebut tidak terdapat kristal 1990. Preparation of Crystalline Aluminosilicate
ZSM-5. Zeolite, and its Product. United State Patent
Seperti terlihat pada Gambar 2, zeolit yang 4.954.326
disintesis pada nisbah molar Si/Al 80 dan 120 Prasad, Y.S., Bakhshi, N.N., Mathew J.F. & Eager
R.L. 1986. Catalytic Conversion of Canola Oil to
selama 12 jam diketahui terdapat analsim. Fuel and Chemical Feedstock, Part I. Effect of Proc-
Berdasarkan hasil data spektrum XRD ess Condition on the Performance of ZSM-5 Cata-
(difraktogram) dari JCPDS-ICDD dengan nomor lyst. The Canadian Journal of Chemical Engineer-
kartu 42-1478, zeolit analsim (sodium aluminum ing. 64: 278 - 284
silicate hydrate) memiliki 3 puncak tertinggi pada Ramli, Z & Bahruji, H. 2003. Synthesis of ZSM-5-Type
Zeolite using Crystalline Silica of Rice Husk Ash.
nilai d (jarak antar bidang) berturut-turut 3,43, 5,60
Malaysian Journal of Chemistry. 5 (1): 048 – 055
dan 2,92 Angstrom. Berdasarkan difraktogram Satterfield, C.N. 1991. Heterogeneous Catalysis in In-
analsim hasil penelitian Simparmin (1999), ketiga dustrial Practice. USA: McGraw Hill
puncak tertinggi tersebut berada pada sudut 2 teta Simparmin. 1999. Konversi Zeolit Alam Bayah yang
berturut-turut 26,5 , 15,9 dan 30. Banyak Mengandung Clinoptilolit Menjadi ZSM-5.
Tesis Program Pasca Sarjana Teknik Kimia.
Menurut Simparmin (1999), analsim Bandung: Institut Teknologi Bandung
merupakan produk antara pada konversi zeolit alam Zahrina, I. & Soerawidjaja, H.S. 2000. Konversi
menjadi ZSM-5. Namun, pada nisbah molar Si/Al Stearin menjadi Biodiesel Menggunakan Katalis
yang sama, dengan peningkatan waktu sintesis Abu Tandan Sawit. Prosiding Seminar Soehadi
menjadi 24 jam juga tidak terbentuk kristal ZSM-5. Reksowardojo, Bandung: Institut Teknologi
Bandung
Analsim juga tidak terbentuk lagi pada kondisi
tersebut. Pada saat tersebut kemungkinan analsim
telah berubah menjadi zeolit jenis lain yang belum
teridentifikasi. Menurut Jacobs dan Martens (1987),
seluruh zeolit merupakan fasa metastabil dan dapat
berubah menjadi struktur lain selama selang waktu
tertentu.

3
Jurnal Sains dan Teknologi 6(2), September 2007: 31-34

Gambar 1. Difraktogram ZSM-5 standar dan zeolit


hasil sintesis menggunakan abu cangkang
Gambar 2. Difraktogram ZSM-5 standar dan zeolit
sawit
hasil sintesis menggunakan abu sabut
a.ZSM-5(Onodera dkk., 1990),
sawit
b.Si/Al 80, t=12 jam,
a.ZSM-5(Onodera dkk., 1990)
c.Si/Al 120,t=12 jam,
b.Si/Al 80, t=12 jam
d.Si/Al 80,t=24 jam,
c.Si/Al 120,t=12 jam
e. Si/Al 120,t=24 jam
d.Si/Al 80,t=24 jam
e. Si/Al 120,t=24 jam