You are on page 1of 22

MAKALAH MATA KULIAH KEPERAWATAN MATERNITAS

ASUHAN KEPERAWATAN IBU DENGAN KARSINOMA MAMMAE

Disusun oleh Kelompok 4:

Anisya Rizky Kartika P07220116006


Dobby Aldinatha Juce P07220116010
Fadella Zulfa Rachmani P07220116011
Muhammad Fikri P07220116019
Kristia Ayu Indah Puspitasari P07220116017
Novia Dwi Sagita P07220116024
Rani Febrianti P07220116028
Titania P07220116032
Tri Winarti P07220116033
Vivi Noor Janah P07220116036

PRODI DIII KEPERAWATAN SAMARINDA TINGKAT II A


POLTEKKES KEMENKES KALIMANTAN TIMUR
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat
dan karunianya serta nikmat sehat sehingga penyusun dapat menyelesaikan
makalah mata kuliah Keperawatan Maternitas ini. Dalam penyusunan makalah ini
tentunya hambatan sellalu mengiringi, namun atas dukungan moral dan materi
yang diberikan dalam penyusunan makalah ini, maka penulis mengucapkan
banyak terima kasih kepada:
1. Ibu Ns. Nilam Norma, S. Kp., M. Kes., selaku dosen mata kuliah Kegawatan
Maternal dan Neonatal yang telah memberikan bimbingan dan masukan
dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu,
saran dan kritik yang membangun dari rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk
penyempurnaan makalah ini, serta kami berharap agar kita semua dapt belajar dari
kesalahan sehingga nantinya mendapatkan hasilinformasi yang memuaskan

Samarinda, 22 Maret 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... i


DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A. Latar Belakang ............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................ 1
C. Tujuan Penulisan Masalah ........................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................. 3
A. Definisi ......................................................................................... 3
B. Faktor Predisposisi ....................................................................... 3
C. Manifestasi Klinis ........................................................................ 4
D. Penegakan Diagnosa .................................................................... 5
E. Pilihan Pengobatan (Treatment)................................................... 6
1. Operasi .................................................................................. 6
2. Terapi Radiasi ....................................................................... 7
3. Kemoterapi............................................................................ 7
F. Laktasi .......................................................................................... 9
G. Kondisi Janin Akibat Kanker Payudara Ibu ................................. 9
H. Konsekuensi dari Kehamilan pada Pasien dengan Sejarah Kanker
Payudara ....................................................................................... 9
I. Pathway ........................................................................................ 11
J. Asuhan Keperawatan ................................................................... 12
1. Pengkajian ............................................................................. 12
2. Diagnosa Keperawatan ......................................................... 13
3. Intervensi .............................................................................. 15
BAB III PENUTUP ........................................................................................... 23
A. Kesimpulan .................................................................................. 23
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari sel kelenjar, saluran
kelenjar dan jaringan penunjang payudara, tidak termasuk kulit payudara
(Depkes RI, 2009). Kanker payudara dimulai di jaringan payudara, yang
terdiri dari kelenjar untuk produksi susu, yang disebut lobulus, dan saluran
yang menghubungkan lobulus ke puting. Sisa dari payudara terdiri dari
lemak, jaringan ikat, dan limfatik (American Cancer Society, 2011). Menurut
the American Cancer Society, payudara merupakan tempat nomor satu
tumbuhnya kanker pada wanita.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan kanker payudara?
2. Apa saja faktor predisposisi yang memengaruhi kanker payudara?
3. Bagaimana manifestasi klinis kanker payudara?
4. Bagaimana cara penegakan diagnosa kanker payudara?
5. Apa saja pilihan pengobatan (treatment) untuk penderita kanker payudara?
6. Bagaimana laktasi pada ibu menyusui penderita kanker payudara?
7. Bagaimana kondisi janin akibat kanker payudara pada ibu hamil?
8. Apa saja konsekuensi dari kehamilan pada pasien dengan sejarah kanker
payudara?
9. Bagaimana patofisiologi dari kanker payudara?
10. Bagaimana asuhan keperawatan pada penderita kanker payudara?

1
C. Tujuan Penulisan Makalah
Dari rumusan masalah di atas tujuan dari penulisan makalah ini adalah
untuk mengetahui:
1. Yang dimaksud dengan kanker payudara.
2. Faktor predisposisi yang memengaruhi kanker payudara.
3. Manifestasi klinis kanker payudara.
4. Cara penegakan diagnosa kanker payudara.
5. Pilihan pengobatan (treatment) untuk penderita kanker payudara.
6. Laktasi pada ibu menyusui penderita kanker payudara.
7. Kondisi janin akibat kanker payudara pada ibu hamil.
8. Konsekuensi dari kehamilan pada pasien dengan sejarah kanker payudara.
9. Patofisiologi dari kanker payudara.
10. Asuhan keperawatan pada penderita kanker payudara.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi
Carsinoma mammae adalah neoplasma
ganas dengan pertumbuhan jaringan
mammae abnormal yang tidak memandang
jaringan sekitarnya, tumbuh infiltrasi dan
destruktif dapat bermetastase ( Soeharto
Resko Prodjo, 1995).
Carsinoma mammae merupakan gangguan dalam pertumbuhan sel normal
mammae dimana sel abnormal timbul dari sel-sel normal, berkembang biak
dan menginfiltrasi jaringan limfe dan pembuluh darah (Lynda Juall
Carpenito, 1995).
Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering terjadi pada wanita
hamil dan melahirkan terjadi di sekitar 1 dalam 3.000 kehamilan. Rata-rata
umur pasien adalah antara 32-38 tahun. Semakin banyak perempuan yang
memilih untuk menunda memiliki anak, ada kemungkinan bahwa insiden
kanker payudara selama kehamilan akan meningkat.

B. Faktor Predisposisi
1. Ca mammae yang terdahulu
2. Keluarga
Diperkirakan 5% semua kanker adalah predisposisi keturunan ini,
dikuatkan bila 3 anggota keluarga terkena carsinoma mammae.
3. Kelainan payudara (benigna)
Kelainan fibrokistik (benigna) terutama pada periode fertil, telah
ditunjukkan bahwa wanita yang menderita/pernah menderita yang
proliferatif sedikit meningkat.
4. Makanan, berat badan dan faktor resiko lain

3
Status sosial yang tinggi menunjukkan resiko yang meningkat, sedangkan
berat badan yang berlebihan ada hubungan dengan kenaikan terjadi
tumor yang berhubungan dengan estrogen pada wanita post menopouse.
5. Faktor endokrin dan reproduksi
Ibu dengan usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 30 tahun.
6. Menarche kurang dari 12 tahun
Peningkatan kadar estrogen dan progesterone pada kehamilan merupakan
faktor resiko penyebab terjadinya ca mammae.
7. Obat anti konseptiva oral
Penggunaan pil anti konsepsi jangka panjang lebih dari 12 tahun
mempunyai resiko lebih besar untuk terkena kanker.

C. Manifestasi Klinis
Gejala umum Ca. mammae adalah:
1. Teraba adanya massa atau benjolan
pada payudara.
2. Payudara tidak simetris/mengalami
perubahan bentuk dan ukuran karena
mulai timbul pembengkakan.
3. Ada perubahan kulit: penebalan,
cekungan, kulit pucat disekitar puting
susu, mengkerut seperti kulit jeruk
purut dan adanya ulkus pada
payudara.
4. Ada perubahan suhu pada kulit: hangat, kemerahan, panas.
5. Ada cairan yang keluar dari puting susu.
6. Ada perubahan pada puting susu: gatal, ada rasa seperti terbakar, erosi dan
terjadi retraksi.
7. Ada rasa sakit.
8. Penyebaran ke tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan kadar kalsium
darah meningkat.

4
9. Ada pembengkakan di daerah lengan.
10. Adanya rasa nyeri atau sakit pada payudara
11. Semakin lama benjolan yang tumbuh semakin besar
12. Mulai timbul luka pada payudara dan lama tidak sembuh meskipun sudah
diobati, serta puting susu seperti koreng atau eksim dan tertarik ke dalam.
13. Kulit payudara menjadi berkerut seperti kulit jeruk (Peau d' Orange).
14. Benjolan menyerupai bunga kobis dan mudah berdarah.
15. Metastase (menyebar) ke kelenjar getah bening sekitar dan alat tubuh lain

D. Penegakan Diagnosa
Perubahan fisiologis pada payudara selama masa kehamilan dan
menyusui dapat menghalangi deteksi adanya massa/benjolan pada payudara.
Mungkin sulit untuk mendeteksi (mencari) kanker payudara pada awal
kehamilan atau menyusui, karena payudara yang sering bengkak. Wanita
yang sedang hamil, menyusui, atau baru saja melahirkan biasanya memiliki
payudara bengkak. Oleh karena itu kanker payudara sering mengalami
keterlambatan dalam diagnosisnya, rata-rata keterlambatan adalah dari 5
sampai 15 bulan dari timbulnya onset gejala. Karena keterlambatan ini,
kanker biasanya terdeteksi pada tahap lanjut. Untuk mendeteksi kanker
payudara, wanita hamil dan menyusui harus berlatih sendiri pemeriksaan
payudara (SADARI) dan menjalani pemeriksaan payudara sebagai bagian
dari pemeriksaan rutin kehamilan oleh dokter.

5
Jika kelainan ditemukan, pendekatan diagnostik seperti USG dan
mamografi dapat digunakan. Dengan pelindung yang tepat, mamografi
menimbulkan sedikit risiko paparan radiasi pada janin.
Jika kelainan ditemukan, salah satu atau semua tes berikut dapat
digunakan:
1. USG: sebuah prosedur yang menggunakan
gelombang suara tinggi (ultrasound) yang
memantulkan jaringan atau organ-organ dan
membuat gema. Gema membentuk gambar
dari jaringan tubuh disebut sonogram.

2. Mammogram: mirip dengan x-ray pada payudara. Mammogram memiliki


risiko kecil bagi janin. Mammogram pada wanita hamil dapat
muncul negatif meskipun kanker terjadi.

3. Biopsi: pengangkatan sel atau jaringan oleh ahli patologi sehingga mereka
dapat dilihat di bawah mikroskop untuk memeriksa tanda-tanda kanker.

6
Namun, mammogram seharusnya hanya digunakan untuk mengevaluasi
massa dominan dan untuk menemukan karsinoma yang tersembunyi di
hadapan temuan fisik lainnya yang mencurigakan. 25% hasil pemeriksaan
dari mammogram pada kehamilan mungkin negatif untuk kanker, maka
pemeriksaan biopsi sangat penting untuk diagnosis dari setiap massa yang
teraba. Diagnosis aman dilakukan dengan aspirasi jarum halus atau biopsi.
Excisional dengan anestesi lokal. Untuk menghindari adanya diagnosis positif
palsu pada hasil pemeriksaan dari perubahan fisiologis yang berhubungan
dengan kehamilan, ahli patologi harus diberitahu bahwa pasien sedang hamil.

E. Pilihan Pengobatan (Treatment)


Ada berbagai jenis pengobatan untuk pasien dengan kanker payudara.
Berbagai jenis pengobatan yang tersedia untuk pasien dengan kanker
payudara. Beberapa perlakuan yang standar (saat ini digunakan pengobatan),
dan beberapa sedang diuji dalam uji klinis. Sebuah uji klinik perawatan
adalah studi penelitian dimaksudkan untuk membantu meningkatkan
perawatan saat ini atau memperoleh informasi tentang pengobatan baru bagi
penderita kanker. Ketika uji klinis menunjukkan bahwa pengobatan baru
lebih baik daripada pengobatan standar, pengobatan baru mungkin menjadi
pengobatan standar.
Pilihan pengobatan bagi wanita hamil tergantung pada tahap penyakit
dan usia janin. Tiga jenis pengobatan standar yang digunakan:
1. Operasi
Kebanyakan wanita hamil dengan kanker payudara harus operasi untuk
mengangkat payudara. Beberapa kelenjar getah bening dibawah lengan
biasanya dilihat di bawah mikroskop untuk melihat apakah mereka
mengandung kanker sel-sel. Jenis pembedahan untuk mengangkat
payudara meliputi:

7
a. Mastektomi sederhana: sebuah prosedur pembedahan untuk
mengangkat seluruh payudara yang mengandung kanker. Beberapa
kelenjar getah bening di bawah lengan juga dapat diambil
untuk biopsi. Prosedur ini juga disebut mastektomi total.

b. Modifikasi mastektomi radikal: sebuah prosedur pembedahan untuk


mengangkat seluruh payudara yang menderita kanker, banyak kelenjar
getah bening di bawah lengan, lapisan atas otot-otot dada, dan kadang-
kadang, bagian dari dinding dada otot.

c. Payudara-conserving bedah: operasi untuk menghilangkan kanker tetapi


tidak payudara itu sendiri, meliputi:
1) Lumpectomy: sebuah prosedur pembedahan untuk mengangkat
tumor (benjolan) dan sejumlah kecil dari normal jaringan di
sekitarnya. Kebanyakan dokter juga mengambil beberapa kelenjar
getah bening di bawah lengan.
2) Mastektomi parsial: sebuah prosedur pembedahan untuk
menghilangkan bagian dari payudara yang mengandung kanker dan
beberapa jaringan normal di sekitarnya. Beberapa kelenjar getah

8
bening di bawah lengan juga dapat diambil untuk biopsi. Prosedur
ini juga disebut mastektomi segmental.

Bahkan jika dokter menghilangkan semua kanker yang dapat dilihat pada
saat operasi, pasien dapat diberikan terapi radiasi, kemoterapi, atau terapi
hormon setelah operasi untuk mencoba untuk membunuh sel kanker apapun
yang mungkin tersisa. Pengobatan diberikan setelah pembedahan, untuk
mengurangi resiko bahwa kanker itu akan kembali, disebut terapi adjuvant.

1. Terapi Radiasi
Terapi radiasi adalah pengobatan kanker yang menggunakan energi
tinggi sinar-x atau jenis radiasi untuk membunuh sel kanker. Ada dua jenis
terapi radiasi. Radiasi eksternal terapi menggunakan mesin di luar tubuh
untuk mengirim radiasi terhadap kanker. Radiasi internal terapi
menggunakan radioaktif zat disegel dalam jarum, biji, kabel, atau kateter
yang ditempatkan langsung ke dalam atau dekat kanker. Cara terapi radiasi
diberikan tergantung pada jenis dan stadium kanker yang sedang dirawat.
Terapi radiasi tidak boleh diberikan kepada wanita hamil dengan kanker
payudara tahap awal (stadium I atau II) karena dapat
membahayakan janin. Untuk wanita dengan tahap akhir (tahap III atau IV)
kanker payudara, tidak harus diberikan selama 3 bulan pertama kehamilan.

2. Kemoterapi
Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang menggunakan obat untuk
menghentikan pertumbuhan sel kanker, baik dengan membunuh sel-sel
atau dengan menghentikan sel-sel bermetastase. Kemoterapi dapat
dilakukan melalui mulut atau disuntikkan ke pembuluh darah atau otot,
obat-obatan memasuki aliran darah dan dapat mencapai sel-sel kanker di
seluruh tubuh (sistemik kemoterapi). Cara kemoterapi diberikan
tergantung pada jenis dan stadium dari kanker yang sedang
dirawat. Kemoterapi tidak boleh diberikan selama 3 bulan pertama

9
kehamilan. Kemoterapi diberikan setelah waktu ini biasanya tidak
membahayakan janin tetapi dapat menyebabkan persalinan awal dan berat
badan lahir rendah. Pengobatan Kanker Payudara berdasarkan stadium
penyakit:
a. Tahap awal kanker (tahap I & II)
Pembedahan (mastektomi) direkomendasikan sebagai pengobatan
utama kanker payudara pada wanita hamil. Karena terapi radiasi dalam
dosis terapeutik dapat menyebarkan radiasi yang berbahaya bagi janin.
Sedangkan terapi pada ibu post partum biasanya dilakukan mastektomi
(pengangkatan payudara) dan dilanjutkan dengan terapi radiasi. Jika
kemoterapi diperlukan, seharusnya tidak diberikan selama trimester
pertama untuk menghindari risiko teratogenisitas. Kemoterapi diberikan
setelah trimester pertama umumnya tidak terkait dengan risiko tinggi
kelainan janin, tetapi mungkin berhubungan dengan persalinan
prematur. Penelitian mengenai efek jangka panjang langsung dari
kemoterapi pada janin masih terbatas.
Studi menggunakan terapi hormonal atau dalam kombinasi dengan
kemoterapi untuk kanker payudara pada wanita hamil juga
terbatas. Oleh karena itu, tidak ada kesimpulan yang dicapai mengenai
opsi ini. Terapi radiasi, jika diindikasikan harus ditahan sampai setelah
melahirkan karena dapat membahayakan janin pada setiap tahap
pembangunan.

10
b. Tahap akhir penyakit (tahap III & IV)
Terapi radiasi pada kehamilan trimester pertama harus
dihindari. Kemoterapi dapat diberikan setelah trimester pertama
sebagaimana dibahas di tahap atas. Karena ibu mungkin memiliki hidup
yang terbatas (kebanyakan studi menunjukkan angka harapan hidup 5
tahun pada 10% pada pasien hamil dengan penyakit stadium III dan
IV), dan ada resiko kerusakan janin dengan terapi kanker selama
trimester pertama, isu tentang kelanjutan dari kehamilan harus
didiskusikan dengan pasien dan keluarganya. Terapi aborsi tidak
memperbaiki prognosis.

11
F. Laktasi
Jika operasi direncanakan, laktasi harus dihentikan untuk mengurangi
ukuran dan vaskularisasi payudara. Jika kemoterapi harus diberikan, maka
laktasi dihentikan karena banyak antineoplastics (khususnya
cyclophosphamide dan methotrexate) yang diberikan secara sistemik dapat
masuk kedalam ASI dalam kadar tinggi dan ini akan mempengaruhi bayi
yang sedang menyusui. Secara umum, wanita yang menerima kemoterapi
payudara tidak boleh menyusui.

G. Kondisi Janin Akibat Kanker Payudara Ibu


Tidak ada efek merusak pada janin dari kanker payudara ibu telah
dibuktikan, dan tidak ada dilaporkan kasus transfer sel kanker payudara dari
janin-ibu.

H. Konsekuensi dari Kehamilan pada Pasien dengan Sejarah Kanker


Payudara
Berdasarkan data retrospektif, kehamilan tampaknya tidak membahayakan
kelangsungan hidup wanita dengan riwayat kanker payudara, dan tidak ada
efek merusak telah dibuktikan dalam janin. Beberapa dokter menyarankan
pasien menunggu 2 tahun setelah diagnosa sebelum mencoba untuk hamil
Pengobatan yang efektif, termasuk operasi dan kemoterapi dapat diberikan
pada fase kehamilan tertentu. Pengobatan ditetapkan berdasarkan tahap
perkembangan janin dan tahap perkembangan kanker. Penggunaan terapi
radiasi selama trimester pertama dan kedua kehamilan tidak dianjurkan
karena ketidakmampuan untuk melindungi bayi dari radiasi kanker. Pada
awal kehamilan, perlakuan yang diberikan biasanya terdiri dari mastektomi
diikuti dengan kemoterapi pada trimester kedua. Kemoterapi diberikan
setelah trimester pertama sehingga tidak menempatkan janin pada resiko yang
lebih besar, meskipun berat badan lahir rendah .

12
Perempuan pada tahap kanker dengan stadium lanjut memiliki lebih
banyak pilihan yang sulit, apakah mereka harus menunda pengobatan sampai
setelah lahir, atau menggunakan pengobatan yang kurang agresif dari
kemoterapi yang mungkin tidak efektif untuk melawan kanker mereka. Hal
ini penting bagi wanita menghadapi pilihan ini unuk membahas implikasi
dengan dokter dan ahli, serta untuk mendapatkan dukungan dari teman-teman
mereka, keluarga, dan mitra.
Beberapa wanita dapat hamil setelah kanker payudara, tetapi karena tidak
cukup banyak penelitian yang telah dilakukan, maka perempuan harus
konsultasi dengan dokter jika mempertimbangkan untuk hamil. Penting untuk
menyadari bahwa pengobatan kanker tertentu dapat mempengaruhi
kemampuan seseorang untuk melahirkan anak maka diperlukan pertimbangan
yang matang dan perencanaan untuk mempertahankan kesuburan sebelum
dan selama pengobatan.
Ada beberapa masalah klinis yang perlu dipertimbangkan ketika berpikir
tentang kehamilan setelah kanker payudara:
1. Estrogen – status reseptor sel-sel kanker
Jika sel kanker memiliki reseptor estrogen positif, mungkin akan
lebih berisiko untuk hamil. Dengan lonjakan hormonal estrogen dan
progesteron yang berhubungan dengan kehamilan, dapat
memungkinkan bagi sel-sel kanker tidak aktif untuk menjadi aktif.
2. Dampak kemoterapi pada ovarium (Impact of chemotherapy on ovaries)
Saat lahir, setiap wanita lahir dengan sel telur lengkap di ovarium
untuk seumur hidup, pengeluaran satu tiap bulan sesuai dengan siklus
menstruasinya. Namun, kemoterapi dapat merusak ovarium dalam
berbagai cara. Bahkan jika wanita yang pernah mengalami kanker tidak
menopause, kemoterapi dapat benar-benar membunuh beberapa sel
telur, atau mungkin telah merusak sisa sel telur yang ada, sehingga
mereka mungkin tidak mampu mengalami fertilisasi atau dapat
menyebabkan cacat genetik. Sampai batas tertentu, spesialis kandungan
dapat menentukan kualitas telur, dan apakah wanita tersebut

13
kehamilannya berhasil. Pengobatan tidak menyebabkan menopause
segera tetapi mempercepat terjadinya menopouse.
3. Year of survival
Meskipun ada sedikit perdebatan, beberapa ahli kanker
menganjurkan untuk menunggu sampai melewati lima tahun sejak
keberhasilan terapi untuk mempertimbangkan kehamilan karena
dampaknya mungkin pada tubuh Anda. Lain-lain merekomendasikan
hanya menunggu dua tahun.
4. Limited fertility options
Pasien dengan riwayat kanker mungkin tidak mampu hamil dengan
cara alami, karena berbagai alasan, beberapa di antaranya mungkin
tidak ada hubungannya dengan sejarah kanker Anda. Tetapi sebagai
korban kanker, pilihan untuk perawatan kesuburan mungkin lebih
dibatasi, karena program kesuburan banyak termasuk stimulasi hormon
signifikan.
5. Extended treatment
Beberapa wanita memerlukan terapi hormonal tambahan setelah
pengobatan, seperti 5 tahun tamoxifen, yang selanjutnya dapat menunda
kehamilan.

14
I. Pathway

J. Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
Pengkajian mencakup data yang dikumpulkan melalui wawancara,
pengumpulan riwayat kesehatan, pengkajian fisik, pemeriksaan
laboratorium dan diagnostik, serta review catatan sebelumnya. Langkah-
langkah pengkajian yang sistemik adalah pengumpulan data, sumber data,
klasifikasi data, analisa data dan diagnosa keperawatan.

15
a. Pengumpulan data adalah bagian dari pengkajian keperawatan yang
merupakan landasan proses keperawatan. Kumpulan data adalah
kumpulan informasi yang bertujuan untuk mengenal masalah klien
dalam memberikan asuhan keperawatan.
b. Sumber data. Data dapat diperoleh melalui klien sendiri, keluarga,
perawat lain dan petugas kesehatan lain baik secara wawancara maupun
observasi.
c. Data yang disimpulkan meliputi: data biografi/biodata, meliputi
identitas klien dan identitas penanggung antara lain; nama, umur, jenis
kelamin, agama, pendidikan, pekerjaan dan alamat.
d. Riwayat keluhan utama. Riwayat keluhan utama meliputi: adanya
benjolan yang menekan payudara, adanya ulkus, kulit berwarna merah
dan mengeras, bengkak, nyeri.
e. Riwayat kesehatan masa lalu. Apakah pasien pernah mengalami
penyakit yang sama sebelumnya. Apakah ada keluarga yang menderita
penyakit yang sama.

Pengkajian fisik meliputi:


a. Keadaan umum
b. Tingkah laku
c. BB dan TB
d. Pengkajian head to toe

Pemeriksaan laboratorium:
a. Pemeriksaan darah hemoglobin biasanya menurun, leukosit meningkat,
trombosit meningkat jika ada penyebaran ureum dan kreatinin.
b. Pemeriksaan urine, diperiksa apakah ureum dan kreatinin meningkat.

16
Pengkajian pola kebiasaan hidup sehari-hari meliputi:
a. Nutrisi: kebiasaan makan, frekuensi makan, nafsu makan, makanan
pantangan, makanan yang disukai, banyaknya minum. Dikaji riwayat
sebelum dan sesudah masuk RS.
b. Eliminasi: kebiasaan BAB/BAK, frekuensi, warna, konsistensi, sebelum
dan sesudah masuk RS.
c. Istirahat dan tidur: kebiasaan tidur, lamanya tidur dalam sehari sebelum
dan sesudah sakit.
d. Personal hygiene
1) Frekuensi mandi dan menggosok gigi dalam sehari
2) Frekuensi mencuci rambut dalam seminggu
3) Dikaji sebelum dan pada saat di RS

Identifikasi masalah psikologis, sosial dan spritual:


a. Status psikologis: emosi biasanya cepat tersinggung, marah, cemas,
pasien berharap cepat sembuh, merasa asing tinggal di RS, merasa
rendah diri, mekanisme koping yang negatif.
b. Status sosial: merasa terasing dengan akibat klien kurang berinteraksi
dengan masyarakat lain.

2. Diagnosa Keperawatan
a. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan penurunan ekspansi
paru.
b. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis
c. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan ketidakmampuan untuk mengabsorbsi nutrien.
d. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi.
e. Ansietas berhubungan dengan perubahan konsep diri.
f. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan penyakit.
g. Kurang pengetahuan berhubungan dengan tidak mengetahui sumber-
sumber informasi.

17
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit degenerative yang


endemic pada wanita hampir diseluruh dunia yang disebabkan oleh berbagai
macam factor,diantaranya faktor lifestyle dan gizi. Setiap orang di dunia ini
memiliki resiko untuk terkena kanker payudara, walaupun wanita lebih
berresiko daripada laki-laki. Oleh karena itu, sangat diperlukan pencegahan
dini dimulai dari diri sendiri dengan SADARI, memperbaiki pola makan/gizi
dan gaya hidup/lifestyle. Karena menurut penelitian World Cancer Research
Fund (WCRF), memperbaiki gizi dan lifestyledapat mencegah kanker
payudara hingga 42%.

53
DAFTAR PUSTAKA

Baughman, Diane C. 2000. Keperawatan medikal bedah. Jakarta: EGC.

Curtis, Glade B. 1999. Kehamilan: apa yang anda hadapi minggu per minggu.
Jakarta: Arcan.

Davey, Patrick. 2002. At a glance medicine. Jakarta: Erlangga.

Sabiston, David C. 1995. Buku ajar bedah. Jakarta: EGC.