You are on page 1of 2

Anatomi Fungsional

a. Struktur Columa Vertebralis


Columna vertebralis atau rangkaian tulang belakang adalah struktur lentur sejumlah
tulang yang disebut vertebra atau ruas tulang belakang. Diantara tiap dua ruas tulang pada
tulang belakang terdapat bantalan tulang rawan. Panjang rangkaian tulang belakang pada orang
dewasa dapat mencapai 57 sampai 67 cm. Seluruhnya terdapat 33 ruas tulang, 24 buah
diantaranya adalah tulang – tulang terpisah dan 9 ruas sisanya bergabung membentuk 2 tulang
(Pearch, 2009).
Komposisi columna vetebralis dibentuk oleh 33 buah os vertebra yang terdiri atas 7
vertebra cervicalis, 12 vertebra thorakalis, 5 vertebra lumbalis, 5 vertebra sacralis (yang
bersatu membentuk os sacrum), dan empat vertebra coccygeus. Struktur columna vertebralis
ini sangat fleksibel, karena columna ini bersegmen-segmen dan tersusun atas vertebra, sendi-
sendi, dan bahan bantalan fibrocartilago yang disebut discus intervertebralis. Discus
intervertebralis membentuk kira-kira seperempat panjang columna.
Secara anatomi, vertebra terdiri atas dua komponen utama, yaitu masa tulang spongia di
ventral yang merupakan korpus dari vertebra dengan bentuk menyerupai silinder dan struktur
posterior yang tersusun oleh tulang pipih arkus vertebra posterior.
Korpus vertebra dihubungkan dengan arkus posterior oleh sepasang struktur pilar kokoh
yang disebut pedikel. Masing – masing pedikel di sisi kanan dan kiri vertebra berhubungan
dengan sepasang struktur pipih yang melengkung dan menyatu di garis tengah yang disebut
lamina. Pertemuan antara lamina di sisi kirir dan kanan terdapat suatu penonjolan tulang ke
arah dorsum yang disebut prosesus spinosus. Pada pertemuan antara pedikel dengan lamina di
mssing – masing sisi terdapt penonjolan tulang ke arah lateral membentuk sepasang procesus
transversus. Selanjutnya antar prosesus transversus dengan lamina terdapat prosesus artikularis
yang membentuk sendi facetantara satu vertebra dengan vertebra di proksimalnya.
Kesinambungan antara pedikel dan lamina di satu sisi dengan sisi lawannya membentuk suatu
struktur tulang berbentuk cincin. Cincin dari masing – masing vertebra tersebut membentuk
suatu kanal yang berjalan dari servical hingga ke sakral, dan menjadi tempat berjalannya
medula spinalis dalam suatu selaput duramater (Rahim, 2012).
Elemen posterior terdiri dari lamina, prosesus artikularis, prosesus spinosus, prosesus mamilaris
dan prosesus aksesorius. Mengatur kekuatan pasif dan aktif yang mengenai kolumna vertebra dan
juga mengontrol gerakannya.
a) Proses artikularis memberikan mekanisme locking yang menahan tergelincirnya ke depan dan
terpilinnya korpus vertebra.
b) Prosesus spinosus, mamilaris dan aksesorius menjadi tempat melekatnya otot sekaligus
menyusun pengungkit untuk memperbesar kerja otot – otot tersebut.
c) Lamina merambatkan kekuatan dari prosesus spinosus dan artikularis superior ke pedikal,
sehingga bagian ini rentan terhadap trauma seperti fraktur paada pars interartikularis