You are on page 1of 19

A.

Anatomi dan Fisiologi Payudara


Payudara atau kelenjar mamae adalah kelenjar aksesori system reproduksi wanita.Organ ini
juga ada pria, tetapi tidak berkembang.
Pada wanita, payudara berukuran kecil dan imatur hingga pubertas. Selanjutnya, payudara
tumbuh dan berkembang di bawah pengaruh estrogen dan progesteron. Saat hamil, hormon ini
menstimulasi pertumbuhan lebih lanjut. Setelah bayi lahir, hormon prolactin dari hipofisis
anterior menstimulasi hipofisis posterior untuk memproduksi ASI sebagai respons terhadap
stimulasi puting oleh isapan bayi.

Kelenjar payudara (mammae, susu) terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Manusia
mempunyai sepasang kelenjar payudara, yang beratnya kurang lebih 200 gram, saat hamil 600
gram dan saat menyusui 800 gram.

Payudara dibagi menjadi empat kuadran. Dua garis khayalan ditarik melalui puting susu,
masing-masing saling tegak lurus. Jika payudara dibayangkan sebgai piringan sebuah jam,
satu garis menghubungkan “jam 12 dengan jam 6” dan garis lainnya menghubungkan “ jam 3
dengan jam 9”. Empat kuadran yang dihasilkannya adalah kuadran atas luar (supero lateral),
kuadran atas dalam (supero medial), kuadran bawah luar (infero lateral), dan kuadran bawah
dalam (infro medial).

Ekor payudara merupakan perluasan kuadran atas luar (supero lateral). Ekor payudara
memanjang sampai ke aksilla dan cenderung lebih tebal ketimbang payudara lainnya.
Kuadran luar atas ini mengandung masa jaringan kelenjar mammae yang lebih banyak atau
langsung di belakang areola dan sering menjadi tempat neoplasia.

Pada kuadran media atas dan lateral bawah, jaringan kelenjarnya lebih sedikit jumlahnya, dan
yang paling minimal adalah yang di kuadran medial bawah. Jaringan kelenjar payudara
tambahan dapat terjadi di sepanjang garis susu, yang membentang dari lipatan garis aksillaris
anterior, menurun hingga lipatan paha.

A. Struktur Makroskopis Payudara


Kauda aksilaris adalah jaringan payudara yang meluas ke aksila. Pada payudara terdapat tiga
bagian utama,yaitu :
1) Korpus (badan ),yaitu bagian yang membesar
Korpus alveolus yaitu unit terkecil yang memproduksi susu.Bagian dari alveolus adalah
sel aciner, jaringan lemak, sel plasma,sel otot polos pembuluh darah.lobusyaitu kumpulan
dari alveolus.lobus yaitu beberapa lobus yang terkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap
payudara. Asi di salurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil (duktulus),kemudian
beberapa duktus bergabung membentuk saluran yang lebih besar (duktus laktiferus ).

2) Areola ,yaitu bagian yang kehitaman di tegah


Daerah lingkaran yang terdiri dari kulit yang longgar dan mengalami pigmentasi dan
masing-masing payudara bergaris tegah kira kira 2,5 cm.Areola berwarna merah muda
pada wanita yang berkulit cerah,lebih gelap pada wanita yang berkulit coklat,dan warna
tersebut menjadi gelap pada waktu hamil.didaerah areola ini terletak kira-kira
20glandula sebacea.pada kehamilan areola ini membesar dan disebut tuberkulum
montgomeri.
3) Papila mammae atau puting,yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara.
Terletak di pusat areola mammae setinggi iga (kosta )ke-4.papila mammae merupakan
suatu tonjolan dengan panjang kira kira 6mm,tersusun atas jaringan erektil pigmen dan
merupakan bagunan yang sangat peka ,permukaan papilla mammae berlubang-lubang
berupa ostium papilare kecil kecil yang merupakan muara duktus lactifer.duktus latifer ini
di lapisi oleh epitel. Puting sendiri memiliki empat bentuk, yaitu :
B. Struktur Mikroskopis Payudara
1) Alveoli : mengandung sel – sel yang mensekresi air susu.
Sertiap alveoli dilapisi oleh sel–sel yang mensekresi air susu, disebut acini yang
mengekstraksi faktor – faktor dari darah yang penting untuk pembentukan air susu. Di
sekeliling setiap alveolus terdapat sel – sel mioepitel yang kadang – kadang di sebut sel
keranjang atau sel laba – laba. Apabila sel – sel ini dirangsang oleh oksitosin akan
berkontraksi sehingga mengalirkan air susu ke dalam ductus lactifer.
Alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus adalah sel
Aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos dan pembuluh darah. Lobulus, yaitu
kumpulan dari alveolus.
Lobus, yaitu beberapa lobulus yang berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara.
ASI dsalurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil (duktulus), kemudian beberapa
duktulus bergabung membentuk saluran yang lebih besar (duktus laktiferus).
2) Tubulus lactifer : saluran kecil yang berhubungan dengan alveoli.
3) Ductus lactifer : saluran sentral yang merupakan muara beberapa tubulus lactifer. Meluas
dari ampulla sampai muara papilla mammae.
4) Ampulla : bagian dari ductus lactifer yang melebar yang merupakan tempat menyimpan
air susu. Ampulla terletak di bawah areola.

C. Vaskularisasi Payudara
Vaskularisasi payudara terdiri atas :
1. Arteri
Payudara mendapat perdarahan dari :
1) Cabang-cabang perforantes a.mammaria interna. Cabang-cabang I, II, III, dan IV dari a.
mammaria interna menembus dinding dada dekat pinggir sternum pada interkostal yang
sesui, menembus m.pektoralis mayor dan memberi pendarahan tepi medial glandula
mamma.
2) Rami pektoralis a. thorako-akromialis Arteri ini berjalan turun diantara m. pektoralis
minor dan m. pektoralis mayor. Pembuluh ini merupakan pembuluh utama m. pektoralis
mayor, arteri ini akan mendarahi glandula mamma bagian dalam (deep surface).
3) thorakalis lateralis (a. mammaria eksterna) Pembuluh darah ini jalan turun menyusuri tepi
lateral m. pektoralis mayor untuk mendarahi bagian lateral payudara.
4) thorako-dorsalis Pembuluh darah ini merupakan cabang dari a. subskapularis. Arteri ini
mendarahi m. latissimus dorsi dan m. serratus magnus. walaupun arteri ini tidak
memberikan pendarahan pada glandula mamma, tetapi sangat penting artinya. Karena
pada tindakan radikal mastektomi, perdarahan yang terjadi akibat putusnya arteri ini sulit
dikontrol, sehingga daerah ini dinamakan ”the bloody angel”.

2. Vena
Pada daerah payudara, terdapat tiga grup vena :
1) Cabang-cabang perforantes v. mammaria interna Vena ini merupakan vena terbesar yang
mengalirkan darah dari payudara. Vena ini bermuara pada v. mammaria interna yang
kemudian bermuara pada v. innominata.
2) Cabang-cabang v. aksillaris yang terdiri dari v. thorako-akromialis, v. thorakalis lateralis
dan v. thorako-dorsalis.
3) Vena-vena kecil yang bermuara pada v. interkostalis. Vena interkostalis bermuara pada v.
vertebralis, kemudian bermuara pada v. azygos (melalui vena-vena ini metastase dapat
langsung terjadi di paru)

D. Sistem Limfatik Pada Payudara


1. Pembuluh Getah bening
a. Pembuluh getah bening aksilla:
Pembuluh getah bening aksilla ini mengalirkan getah bening dari daerah-daerah sekitar
areola mamma, kuadaran lateral bawah dan kuadaran lateral atas payudara
b. Pembuluh getah bening mammaria interna:
Saluran limfe ini mengalirkan getah bening dari bagian dalam dan medial payudara.
Pembuluh ini berjalan di atas fasia pektorlais lalu menembus fasia tersebut sistem
pertorntes menembus m. pektrolis mayor. Kemudian berjalan ke medial bersama-sama
dengan sisitem pertorntes menembus m. interkostalis dan bermuara ke dalam kelenjar
getah bening mamaria interna. Dari kelenjar mammaria interna, getah bening menglilr
melalui trunkus limfatikus mamaria interna. Sebagian akan bermuara pada v. kava,
sebagian akan bermuara ke duktus thorasikus (untuk sisi kiri) dan duktus limfatikus
deksrta(untuk sisi kanan).

Pembuluh getah bening di daerah tepi medial kuadran mssedial bawah payudara.
Pembuluh ini berjalan bersama-sama vasa epigastrika superior, menembus fasia rektus
dan masuk ke dalam kelenjar getah bening preperikadial anterior yang terletak di tepi
atas diafragma, di atas ligmentum falsiform. Kelenjar getah bening ini juga menampung
getah bening dari diafragma, ligamentum falsiforme dan bagian antero superior hepar.
Dari kelenjar ini, limfe mengalir melalui trunkus limfatikus mammaria interna.

2. Kelenjar-kelenjar Getah Bening


Kelenjar getah bening aksilla
Terdapat enam grup kelenjar getah bening aksilla:
a. Kelenjar getah bening mammae eksterna. Untaian kelenjar ini terletak di bawah tepi
lateral m. pektoralis mayor, sepanjang tepi medial aksilla. Grup ini dibagi dalam 2
kelompok:
1) Kelompok superior, terletak setinggi ingerkostal II-III
2) Kelompok inferior, terletak setinggi interkostal IV-V-VI

b. Kelenjar getah bening scapula. Terletak sepajang v. subskapularis dan thoralodoralis,


mulai dari percabangan v. aksillaris mejadi v. subskapularis, sampai ke tempat
masuknya v. thorako-dorsalis ke dalam m. latissimus dorsi.

c. Kelenjar getah bening sentral (central nodes). Terletak di dalam jaringan lemak di
pusat aksila. Kadang-kadang beberapa di antaranya terletak sangat superficial, di
bawah kulit dan fasia pada pusat aksila, kira-kira pada pertengahan lipat aksila depan
dan belakang. Kelenjar getah bening ini adalah kelenjar getah bening yang paling
mudah diraba dan merupakan kelenjar aksilla yang terbesar dan terbanyak jumlahnya.
d. Kelenjar getah bening interpektoral (rotters nodes). Terletak antara m. pektoralis
mayor dan minor, sepanjang rami pektoralis v. thorako-akromialis. Jumlahnya satu
sampai empat buah.

e. Kelenjar getah v. aksillaris. Kelenjar-kelenjar ini terletak sepanjang v. aksillaris


bagian lateral, mulai dari white tendon m. laitssimus dorsi sampai ke sedikit medial
dari percabangan v. aksillaris-v.thorako akromialis.

f. Kelenjar getah bening subklavikula. Terletak di sepanjang v.aksillaris, mulai dari


sedikit medial percabangan v.aksillaris-v.thorako-aktomialis sampai dimana v.
aksillaris menghilang di bawah tendo m.subklavius. kelenjar ini merupakan kelenjar
aksilla yang tertinggi dan termedial letakya. Semua getah bening yang berasal dari
kelenjar-kelenjar getah bening aksilla masuk ke dalam kelenjar ini. Seluruh kelenjar
getah bening aksilla ini terletak di bawah fasia kostokorakoid.

g. Kelenjar getah bening prepektoral, Kelenjar getah bening ini merupakan kelenjar
tunggal yang kadang-kadang terletak di bawah kulit atau di dalam jaringan payudara
kuadran lateral atas disebut prepektoral karena terletak di atas fasia pektoralis.

h. Kelenjar getah bening interna, Kelenjar-kelenjar ini terdapat di sepanjangt trunkus


limfatikus mammaria interna, kira-kira 3 cm dari tepi sternum, terletak di dalam lemak
di atas fasia endothoraiska. Pada sela tiga, diperkiran jumlahnya sekitar 6-8 buah.

E. Tahap perkembangan payudara


Payudara wanita adalah salah satu struktur tubuh rumit yang luar biasa. Payudara wanita
mulai tumbuh pada masa puber dan terus berubah seiring dengan fluktuasi hormonya.
Biasanya payudara mulai kendur pada akhir usia 40-an.
1) Usia 20-an. Pada masa pubertas ketika tubuh seorang gadis remaja pertama
menghasilkan estrogen dalam jumlah cukup ,payudara akan berkembang pesat,
membentuk dua kerangka jaringan ikat serta sistem kelnjar, saluran, pembuluh
darah,kelenjar getah bening,dan syaraf.secara bersamaan payudara juga mengembangkan
sel-sel lemak yang membentuk gumpalan kelenjar payudara.payudara juga lebih cepat
terpengaruh gaya gravitasi.untukmencegahnya, kenakan bra yang mampu menyangga
“asset”anda ini dengan sempurna.
2) Usia 30-an. Selama kehamilan payudara secara bertahap akan membesar. Boleh jadi
bobot kedua payudara akan bertambah sebanyak setegah kilogram. Peregangan kulit di
sekitar payudara akibat naik berat badan juga bias menggangu produksi kolagen sehingga
membuat kulit di sekitar payudara menjadi kendur,terutama setelah persalinan. Lakukan
pemeriksaan payudara sendiri sekali setiap bulan jika ibu atau saudari anda memiliki
riwayat kanker, lakukan mamografi di usia 35 tahun.
3) Usia 40-an. Walaupun anda belum pernah hamil dan melahirkan,di usia ini kelenjar
penghasil susu (lobule ) akan mengecil sehingga payudara terlihat kendur .penurunan
berat badan yang drastis juga bisa membuat payudara terlihat kendur akibat lapisan lemak
pada payudara menyusut. Push up bra bisa menyiasati hal tersebut .mamografi di
sarankan setahun sekali.
4) Usia 50-an . Pada saat menopause, perubahan pada payudara yang biasa terjadi selama
siklus haid tidak terjadi lagi. Namun,resiko kangker payudara akan semangkin meningkat
seiring bertambahnya usia.pemeriksaan payudara menjadi lebih penting lagi dilakukan
setelah menopause.
B. DUKUNGAN BIDAN DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF
Bidan mempunyai peranan yang sangat istimewa dalam menunjang pemberian ASI.
Peran bidan dapat membantu ibu untuk memberikan ASI dengan baik dan mencegah masalah-
masalah umum terjadi.

Peranan awal bidan dalam mendukung pemberian ASI adalah :


1. Meyakinkan bahwa bayi memperoleh makanan yang mencukupi dari payudara ibunya.
2. Membantu ibu sedemikian rupa sehingga ia mampu menyusui bayinya sendiri.

Bidan dapat memberikan dukungan dalam pemberian ASI, dengan :


1. Membiarkan bayi bersama ibunya segera sesudah lahir selama beberapa jam pertama.
2. Mengajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu untuk mencegah masalah
umum yang timbul.
3. Membantu ibu pada waktu pertama kali memberi ASI.
4. Menempatkan bayi didekat ibu pada kamar yang sama (rawat gabung).
5. Memberikan ASI pada bayi sesering mungkin.
6. Memberikan kolustrum dan ASI saja.
7. Menghindari susu botol dan “dot empeng”.

Membiarkan bayi bersama ibunya segera sesudah lahir selama beberapa jam pertama
Bayi mulai meyusu sendiri segera setelah lahir sering disebut dengan inisiasi menyusu
dini (early initiation) atau permulaan menyusu dini. Hal ini merupakan peristiwa penting,
dimana bayi dapat melakukan kontak kulit langsung dengan ibunya dengan tujuan dapat
memberikan kehangatan.
Selain itu, dapat membangkitkan hubungan/ ikatan antara ibu dan bayi. Pemberian ASI seawal
mungkin lebih baik, jika memungkinkan paling sedikit 30 menit setelah lahir.

Mengajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu untuk mencegah masalah
umum yang timbul
Tujuan dari perawatan payudara untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya
saluran susu, sehingga pengeluaran ASI lancar.
Perawatan payudara dilakukan sedini mungkin, bahkan tidak menutup
kemungkinan perawatanpayudara sebelum hamil sudah mulai dilakukan. Sebelum menyentuh
puting susu, pastikan tangan ibu selalu bersih dan cuci tangan sebelum menyusui. Kebersihan
payudara paling tidak dilakukan minimal satu kali dalam sehari, dan tidak diperkenankan
mengoleskan krim, minyak, alkohol ataupun sabun pada puting susunya.

Membantu ibu pada waktu pertama kali memberi ASI


Membantu ibu segera untuk menyusui bayinya setelah lahir sangatlah penting. Semakin sering
bayi menghisap puting susu ibu, maka pengeluaran ASI juga semakin lancar. Hal ini disebabkan,
isapan bayi akan memberikan rangsangan pada hipofisis untuk segera
mengeluarkan hormon oksitosinyang bekerja merangsang otot polos untuk memeras ASI.

Pemberian ASI tidak terlepas dengan teknik atau posisi ibu dalam menyusui.
Posisi menyusui dapat dilakukan dengan :
1) Posisi berbaring miring
2) Posisi duduk
3) Posisi ibu tidur telentang

a. Posisi berbaring miring


Posisi ini baik dilakukan pada saat pertama kali atau ibu dalam keadaan lelah atau nyeri.

b. Posisi duduk
Pada saat pemberian ASI dengan posisi duduk dimaksudkan untuk memberikan topangan pada/
sandaran pada punggung ibu dalam posisi tegak lurus (90 derajat) terhadap pangkuannya. Posisi
ini dapat dilakukan dengan bersila di atas tempat tidur atau lantai, ataupun duduk di kursi.

c. Tidur telentang
Seperti halnya pada saat dilakukan inisiasi menyusu dini, maka posisi ini juga dapat dilakukan
oleh ibu. Posisi bayi berada di atas dada ibu diantara payudara ibu.
Tanda-tanda bayi bahwa telah berada pada posisi yang baik pada payudara antara lain:
1) Seluruh tubuhnya berdekatan dan terarah pada ibu.
2) Mulut dan dagu bayi berdekatan dengan payudara.
3) Areola tidak akan tampak jelas.
4) Bayi akan melakukan hisapan lamban dan dalam, dan menelan ASInya.
5) Bayi terlihat senang dan tenang.
6) Ibu tidak akan merasa nyeri pada daerah payudaranya.

Menempatkan bayi didekat ibu pada kamar yang sama (rawat gabung)
Rawat gabung adalah merupakan salah satu cara perawatan dimana ibu dan bayi yang baru
dilahirkan tidak dipisahkan, melainkan ditempatkan bersama dalam ruangan selama 24 jam
penuh. Manfaat rawat gabung dalam proses laktasi dapat dilihat dari
aspek fisik, fisiologis, psikologis, edukatif, ekonomi maupun medis.

 Aspek fisik
Kedekatan ibu dengan bayinya dapat mempermudah bayi menyusu setiap saat, tanpa terjadwal
(nir-jadwal). Dengan demikian, semakin sering bayi menyusu maka ASI segera keluar.

 Aspek fisiologis
Bila ibu selalu dekat dengan bayinya, maka bayi lebih sering disusui. Sehingga bayi
mendapat nutrisi alami dan kecukupan ASI. Refleks oksitosin yang ditimbulkan
dari proses menyusui akan membantu involusio uteri dan produksi ASI akan dipacu oleh
refleks prolaktin. Selain itu, berbagai penelitian menyatakan bahwa dengan ASI eksklusif dapat
menjarangkan kehamilan atau dapat digunakan sebagai KB alami.

 Aspek psikologis
Rawat gabung dapat menjalin hubungan batin antara ibu dan bayi atau proses lekat (early infant
mother bounding). Hal ini disebabkan oleh adanya sentuhan badaniah ibu dan
bayi. Kehangatantubuh ibu memberikan stimulasi mental yang diperlukan bayi, sehingga
mempengaruhi kelanjutan perkembangan psikologis bayi. Ibu yang dapat memberikan ASI
secara eksklusif, merupakan kepuasan tersendiri.
 Aspek edukatif
Rawat gabung memberikan pengalaman bagi ibu dalam hal cara merawat bayi dan merawat
dirinya sendiri pasca melahirkan. Pada saat inilah, dorongan suami dan keluarga sangat
dibutuhkan oleh ibu.

 Aspek ekonomi
Rawat gabung tidak hanya memberikan manfaat pada ibu maupun keluarga, tetapi juga untuk
rumah sakit maupun pemerintah. Hal ini merupakan suatu penghematan dalam pembelian susu
buatan dan peralatan lain yang dibutuhkan.

 Aspek medis
Pelaksanaan rawat gabung dapat mencegah terjadinya infeksi nosokomial. Selain itu, ibu dapat
melihat perubahan fisik atau perilaku bayinya yang menyimpang dengan cepat. Sehingga dapat
segera menanyakan kepada petugas kesehatan sekiranya ada hal-hal yang dianggap tidak wajar.

Memberikan ASI pada bayi sesering mungkin


Pemberian ASI sebaiknya sesering mungkin tidak perlu dijadwal, bayi disusui sesuai dengan
keinginannya (on demand). Bayi dapat menentukan sendiri kebutuhannya. Bayi yang sehat dapat
mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung akan kosong dalam 2
jam. Menyusui yang dijadwalkan akan berakibat kurang baik, karena isapan bayi sangat
berpengaruh pada rangsangan produksi berikutnya.

Memberikan kolustrum dan ASI saja


ASI dan kolustrum merupakan makanan yang terbaik untuk bayi. Kandungan dan komposisi ASI
sangat sesuai dengan kebutuhan bayi pada keadaan masing-masing. ASI dari ibu
yang melahirkanprematur sesuai dengan kebutuhan prematur dan juga sebaliknya ASI dari ibu
yang melahirkan bayi cukup bulan maka sesuai dengan kebutuhan bayi cukup bulan juga.
Menghindari susu botol dan “dot empeng”
Pemberian susu dengan botol dan kempengan dapat membuat bayi bingung puting dan menolak
menyusu atau hisapan bayi kurang baik. Hal ini disebabkan, mekanisme menghisap dari puting
susu ibu dengan botol jauh berbeda.

C. MANFAAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF


Manfaat Pemberian ASI Menurut Roesli (2004) manfaat ASI bagi bayi yaitu:
1. ASI sebagai nutrisi Dengan tatalaksana menyusui yang benar, ASI sebagai makanan
tunggal akan cukup memenuhi kebutuhan tumbuh bayi normal sampai usia 6 bulan.
2. ASI meningkatkan daya tahan tubuh Bayi yang mendapat ASI eksklusif akan lebih sehat
dan lebih jarang sakit, karena ASI mengandung berbagai zat kekebalan.
3. ASI meningkatkan kecerdasan
ASI mengandung nutrien khusus yaitu taurin, laktosa dan asam lemak ikatan panjang
(DHA, AHA, omega-3, omega-6) yang diperlukan otak bayi agar tumbuh optimal.
Nutrien tersebut tidak ada atau sedikit sekali terdapat pada susu sapi. Oleh karena itu,
pertumbuhan otak bayi yang diberi ASI eksklusif selama 6 bulan akan optimal.
4. Menyusui meningkatkan jalinan kasih sayang. Perasaan terlindung dan disayangi pada
saat bayi disusui menjadi dasar perkembangan emosi bayi dan membentuk kepribadian
yang percaya diri dan dasar spiritual yang baik.
5. Manfaat lain pemberian ASI bagi bayi yaitu sebagai berikut:
a. Melindungi anak dari serangan alergi
b. Meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara.
c. Membantu pembentukan rahang yang bagus.
d. Mengurangi risiko terkena penyakit diabetes, kanker pada anak, dan diduga
mengurangi kemungkinan menderita penyakit jantung.
e. Menunjang perkembangan motorik bayi.

Menurut Roesli (2004) menyusui juga memberikan manfaat pada ibu, yaitu:
1. Mengurangi perdarahan setelah melahirkan (post partum) Menyusui bayi setelah
melahirkan akan menurunkan resiko perdarahan post partum, karena pada ibu menyusui
peningkatan kadar oksitosin menyababkan vasokontriksi pembuluh darah sehingga
perdarahan akan lebih cepat berhenti. Hal ini menurunkan angka kematian ibu
melahirkan.
2. Mengurangi terjadinya anemia Mengurangi kemungkinan terjadinya kekurangan darah
atau anemia karena kekurangan zat besi. Karena menyusui mengurangi perdarahan
3. Menjarangkan kehamilan Selama ibu memberi ASI eksklusif dan belum haid, 98% tidak
hamil pada 6 bulan pertama setelah melahirkan dan 96% tidak hamil sampai bayi berusia
12 bulan.
4. Mengecilkan rahim Kadar oksitosin ibu menyusui yang meningkat akan sangat
membantu rahim kembali ke ukuran sebelum hamil.
5. Ibu lebih cepat langsing kembali Oleh karena menyusui memerlukan energi maka tubuh
akan mengambilnya dari lemak yang tertimbun selama hamil.
6. Mengurangi kemungkinan menderita kanker Pada umumnya bila wanita dapat menyusui
sampai bayi berumur 2 tahun atau lebih, diduga akan menurunkan angka kejadian
carcinoma mammae sampai sekitar 25%, dan carcinoma ovarium sampai 20-25%.
7. Lebih ekonomis/murah Dengan memberi ASI berarti menghemat pengeluaran untuk
susu formula dan perlengkapan menyusui. Selain itu, pemberian ASI juga menghemat
pengeluaran untuk berobat bayi karena bayi jarang sakit.
8. Tidak merepotkan dan hemat waktu ASI dapat segera diberikan tanpa harus menyiapkan
atau memasak air, tanpa harus mencuci botol, dan tanpa menunggu agar suhunya sesuai.
9. Memberi kepuasan bagi ibu Saat menyusui, tubuh ibu melepaskan hormon-hormon
seperti oksitosin dan prolaktin yang disinyalir memberikan perasaan rileks/santai dan
membuat ibu merasa lebih merawat bayinya.
10. Portabel dan praktis Air susu ibu dapat diberikan di mana saja dan kapan saja dalam
keadaan siap minum, serta dalam suhu yang selalu tepat.
11. Ibu yang menyusui memiliki resiko yang lebih rendah untuk terkena banyak penyakit,
yaitu endometriosis, carcinoma endometrium, dan osteoporosis.

D. UPAYA MEMPERBANYAK ASI

1. Makanan
Makanan yang Moms konsumsi akan mempengaruhi produksi ASI. Makanan
yang cukup gizi dengan pola makan yang teratur dapat membuat produksi ASI
lebih banyak dan lancar.

2. Sehat Jasmani dan Rohani


Maksudnya adalah, jiwa dan pikiran ibu menyusui harus selalu diatur agar tenang.
Ketenangan secara psikologis akan membantu produksi ASI lebih banyak.

3. Penggunaan Alat Kontrasepsi


Saat Moms masih menyusui, biasanya diperbolehkan untuk menggunakan alat
kontrasepsi dengan catatan yang tergolong dalam alat kontrasepsi progestin.
Contoh alat kontrasepsi seperti suntik hormonal 3 bulan, pil kb dan IUD.

4. Perawatan Payudara
Perawatan payudara yang dilakukan ibu akan membantu proses produksi ASI
lebih banyak. Perawatan tersebut akan membantu merangsang payudara yang
mempengaruhi hipofise untuk mengeluarkan hormon prolaktin dan oksitosin.

5. Anatomis Payudara
Ternyata jumlah lobus dalam payudara juga mempengaruhi produksi ASI. Bentuk
puting ibu juga berbeda-beda, sehingga penanganan dan posisi ibu menyusui juga
berbeda-beda.

6. Faktor Fisiologi
Hormon prolaktin mempengaruhi produksi ASI dan akan mempertahankan
sekresi air susu.

7. Pola Istirahat
Jam istirahat ibu juga akan mempengaruhi produksi ASI. Semakin baik dan
teraturnya jam istirahat Moms akan memperlancar dan memperbanyak ASI.
8. Frekuensi Penyusuan
Sebaikny susui buah hati dengan sering. Semakin sering Moms menyusui maka
akan merangsang payudara untuk memperbanyak ASI. Berbeda keadaannya jika
pada bayi prematur, produksi ASI bayi prematur akan lebih optimal jika
melakukan pompa ASI lebih dari 5 kali sehari selama sebulan pertama pasca
persalinan. Pemompaan dilakukan karena bayi prematur belum memiliki
kemampuan untuk menghisap.

9. Berat Lahir Bayi


Ini dimaksudkan pada daya menghisapnya. Bayi berat lahir rendah (BBLR)
memiliki kemampuan menghisap ASI yang lebih rendah jika dibandingkan
dengan bayi berat lahir normal. Secara normal berat badan bayi mencapai lebih
dari 2500 gr. Jika kemampuan menghisapnya rendah maka produksi ASI pun juga
akan melambat. Begitu pun sebaliknya.

10. Umur Kehamilan saat Melahirkan


Umur kehamilan juga mempengaruhi produksi ASI. Kembali lagi pada kondisi
bayi prematur yang memiliki kemampuan menghisap rendah. Sehingga kegiatan
menyusui tidak akan efektif. Dan produksi ASI pun tidak akan lancar. Sebaliknya,
jika umur bayi mencapai 34 minggu maka kegiatan menyusui akan efektif.

11. Hindari Rokok dan Alkohol


Merokok akan mempengaruhi produksi ASI. Bahkan beberapa ibu tidak dapat
memproduksi ASI saat merokok. Begitu juga dengan alkohol, satu-satunya cara
ialah jauhi rokok dan alkohol meskipun dalam dosis yang rendah.

E. TANDA BAYI CUKUP ASI


Tanda-tanda bayi cukup ASI antara lain: (Ambarwati & Wulandari, 2009:
29-30).
1) Jumlah buang air kecilnya dalam satu hari paling sedikit 6 kali.
2) Warna seni biasanya tidak berwarna kuning pucat.
3) Bayi sering BAB berwarna kekuningan berbiji.
4) Bayi kelihatan puas, sewaktu-waktu merasa lapar bangun dan tidur
dengan cukup.
5) Bayi paling sedikit menyusu 10 kali dalam 24 jam
6) Payudara ibu terasa lembut setiap kali selesai menyusui.
7) Ibu dapat merasakan rasa geli karena aliran ASI setiap kali bayi mulai
menyusui.
8) Ibu dapat mendengar suara menelan yang pelan ketika bayi menelan ASI.
9) Bayi bertambah berat badannya

F. ASI EKSKLUSIF
1. ASI
a. Pengertian ASI
ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi, ibarat emas yang diberikan gratis
oleh Tuhan karena ASI merupakan cairan hidup yang dapat
menyesuaikan kandungan zatnya terhadap kebutuhan bayi (Suryoprajogo,
2009:
ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktose dan garam
organik yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara ibu, sebagai
makanan utama bagi bayi (Ambarwati & Wulandari, 2009: 24).
b. Stadium ASI
Menurut Purwanti HS (2004), ada tiga stadium ASI :
1) ASI Stadium I
ASI Stadium I adalah kolostrum. Kolostrum merupakan cairan yang
pertama disekresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai
hari keempat. Warna kuning keemasan kolostrum disebabkan oleh
tingginya komposisi lemak dan sel-sel hidup.
2) ASI Stadium II ASI Stadium II adalah ASI peralihan, yang
diproduksi pada hari ke-4 sampai hari ke-10.
3) ASI Stadium III ASI Stadium III adalah ASI matur, yang diproduksi
dari hari ke-10 sampai seterusnya.
d. Perbedaan Komposisi ASI
ASI yang keluar lima menit pertama (foremilk) mempunyai komposisi yang
berbeda dengan ASI yang keluar kemudian (Hindmilk). Hindmilk, adalah
ASI yang keluar pada menit-menit terakhir dan mengandung lemak empat
sampai lima kali lebih banyak dibandingkan ASI foremilk. Hindmilk ini
yang mengenyangkan perut bayi (Roesli, 2001: 25-28).

1) Lemak ASI Kadar lemak ASI dapat berubah-ubah, disesuaikan dengan


kebutuhan kalori untuk pertumbuhan bayi dari hari ke hari. Perubahan
kadar lemak ini terjadi secara otomatis. ASI pada awalnya berkadar
rendah lemak seperti skim milk. Beberapa menit kemudian, ASI akan
berubah menjadi hindmilk yang berkadar lemak lebih tinggi.
2) Kolesterol ASI Kolesterol ASI dibutuhkan untuk meningkatkan
pertumbuhan otak, membantu mielinisasi serabut saraf dan diperkirakan
berfungsi dalam pembentukan enzim untuk metabolisme kolesterol.
Metabolisme tersebut akan mengendalikan kadar kolesterol dikemudian
hari sehingga dapat mencegah serangan jantung dan arteriosclerosis pada
usia muda
3) Protein ASI Jenis protein ASI berbeda dengan protein susu sapi. Protein
ASI lebih rendah dari susu sapi (ss) tetapi protein ASI mempunyai nilai
nutrisi yang lebih mudah dicerna oleh usus bayi.
4) Karbohidrat ASI Karbohidrat utama ASI adalah laktosa (gula). ASI
mengandung lebih banyak laktosa dibandingkan susu mamalia lainnya.
Laktosa ASI 20-30% lebih banyak dari susu sapi. Kegunaan laktosa bagi
bayi :
a) untuk pertumbuhan otak;
b) meningkatkan penyerapan kalsium, yang sangat penting untuk
pertumbuhan tulang;
c) meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang baik yaitu
lactobacillus bifidus.
5) Vitamin & Mineral ASI ASI mengandung vitamin dan mineral yang
lengkap. Walaupun kadarnya relatif rendah tapi cukup untuk bayi
sampai berumur enam bulan. Hampir semua vitamin dan mineral dalam
ASI diserap oleh tubuh.