You are on page 1of 36

Evolusi : Pemahaman teori dan bukti evolusi

Biologi Media Centre – Evolusi merupakan proses perubahan


makhluk hidup secara lambat dalam waktu yang sangat lama,
sehingga berkembang menjadi berbagai spesies baru yang lebih
lengkap struktur tubuhnya. Menurut teori evolusi, makhluk hidup
yang sekarang berbeda dengan makhluk hidup jaman dahulu. Nenek
moyang makhluk hidup sekarang yang bentuk dan strukturnya
(mungkin) berbeda mengalami perubahan-perubahan baik struktur
maupun genetis dalam waktu yang sangat lama, sehingga bentuknya
jauh menyimpang dari struktur aslinya dan akhirnyamenghasilkan
berbagai macam spesies yang ada sekarang. Jadi tumbuhan dan
hewan yang ada sekarang bukanlah makhluk hidup yang pertamakali
berada di bumi, tetapi berasal dari makhluk hidup di masa lampau.

Evolusi : Pemahaman teori dan bukti evolusi


Ada dua macam evolusi, yaitu evolusi progressif dan evolusi regressif. Evolusi progressif
merupakan proses evolusi yang menuju kemungkinan dapat bertahan hidup sehingga
menghasilkan spesies baru. Evolusi regressif merupakan evolusi menuju kemungkinan
mengalami kepunahan.

Teori Darwin dan Lamarck


Charles Darwin dianggap sebagai pencetus teori evolusi sekalipun telah banyak ahli sebelum
Darwin yang mengemukakan gagasannya mengenai evolusi, antara lain Anaximander,
Empeclodes, Erasmus Darwin, Count de Buffon, dan Lamarck. Hal itu disebabkan karena dalam
mengemukakan pendapatnya Darwin menyertakan bukti dan alasan yang dapat diterima di dunia
ilmiah.

Teori evolusi menurut Jean Baptiste de Lamarck

Menurut Lamarck, bagian tubuh makhluk hidup dapat berubah


baik ciri, sifat, dan karakternya karena pengaruh lingkungan
hidupnya. Jika bagian tubuh dari makhluk hidup selalu atau
sering digunakan, maka bagian tersebut makin lama dapat
berubah sehingga sesuai untuk digunakan pada lingkungan
tersebut. Sebaliknya bagian tubuh yang tidak pernah atau jarang
digunakan lagi makin lama akan menghilang (rudimenter).
Bagian tubuh yang telah mengalami perubahan dan sudah sesuai
dengan lingkungannya dikatakan bagian yang telah beradaptasi
pada lingkungan. Bagian yang telah beradaptasi tersebut
memiliki ciri atau karakter yang berbeda dengan aslinya. Bagian ini dinamakan ciri atau karakter
atau sifat perolehan. Sifat perolehan tersebut akan diwariskan kepada keturunannya dari generasi
ke generasi. Demikianlah seterusnya sehingga suatu saat nanti muncul makhluk hidup yang lebih
maju daripada moyangnya. Teori yang dikemukakan Lamarck tersebut dikenal dengan ‘use and
disuse’.

Pendapat Lamarck mengenai panjang leher jerapah

Lamarck mengambil contoh mengenai panjang leher jerapah. Menurutnya nenek moyang jerapah
dahulu berleher pendek. Pada suatu ketika terjadilah bencana kekeringan sedemikian rupa
sehingga jerapah hanya dapat memperoleh makanan dengan mengambil daun-daun yang ada di
pepohonan. Karena sering mengambil daun-daun dipohon untuk dimakan, akibatnya leher
jerapah tertarik, makin lama makin panjang. Akhirnya sifat perolehan yang baru yaitu leher
panjang diwariskan pada generasi-generasi berikutnya sehingga jerapah sekarang berleher
panjang.

Teori evolusi menurut Charles Darwin

Charles Darwin adalah seorang naturalis berkebangsaan


Inggris. Ia menyatakan bahwa evolusi berlangsung karena
adanya proses seleksi alam (natural selection). Yang dimaksud
seleksi alam adalah: proses pemilihan yang dilakukan oleh alam
terhadap variasi makhluk hidup di dalamnya. Hanya makhluk
hidup yang memiliki variasi sesuai dengan lingkungan yang bisa
bertahan hidup, sedang yang tidak sesuai akan punah. Organisme
yang bisa hidup inilah yang selanjutnya akan mewariskan sifat-
sifat yang sesuai dengan lingkungan pada generasi berikutnya.
Pendapat Darwin mengenai penjang leher jerapah

Sebagai pembanding dengan teori Lamarck, panjang leher jerapah dapat dijelaskan dengan teori
Darwin sebagai berikut. Nenek moyang jerapah punya variasi panjang leher, ada yang berleher
pendek dan ada yang berleher panjang. Karena terjadi bencana kekeringan, lingkunganpun
berubah dan, berlangsunglah proses seleksi alam. Jerapah berleher pendek tidak dapat mencari
makan dengan menjangkau daun-daun di pohon sehingga tidak bisa bertahan hidup. Sebaliknya
jerapah berleher panjang tetap dapat memperoleh makanan dari daun-daun di pohon sehingga
dapat bertahan hidup. Karena mampu bertahan hidup maka jerapah tersebut mampu berbiak dan
mewariskan sifat adaptif yaitu leher panjang pada generasi berikut. Itulah sebabnya semua
jerapah sekarang berleher panjang.

Teori yang di kemukakan Darwin sangat dipengaruhi oleh hal-hal berikut:

1. Ekspedisinya ke kepulauan Galapagos (Galapagos = kura-kura raksasa). Di tempat ini Darwin


menemukan berbagai macam bentuk paruh burung Finch. Terjadinya keanekaragaman ini
disebabkan oleh perbedaan jenis makanannya.
2. Pendapat Charles Lyell dalam bukunya “Principles of Geology“ yang menyatakan bahwa
batuan, pulau, dan benua selalu mengalami perubahan. Menurut Darwin peristiwa ini
kemungkinan dapat mempengaruhi makhluk hidup.
3. Pendapat Thomas Robert Malthus dalam bukunya “An Essay on the Principle of Population”
yang menyatakan adanya kecenderungan kenaikan jumlah penduduk lebih cepat daripada
kenaikan produksi pangan. Hal ini menurut Darwin menimbulkan terjadinya suatu persaingan
untuk kelangsungan hidup.

Berdasarkan tiga hal tersebut akhirnya Darwin menulis bukunya “On the Origin of Species by
Means of Natural Selection” yang berisi dua hal pokok:

 spesies yang ada sekarang ini berasal dari spesies yang hidup di masa lampau, dan
 evolusi terjadi melalui proses seleksi alam

Contoh-contoh konsep yang mendukung teori Darwin

1. Percobaan August Weismann

Untuk membuktikan apakah lingkungan menyebabkan


perubahan sifat yang menurun (teori Lamarck) Weismann
melakukan percobaan dengan memotong ekor tikus, lalu mereka
dikawinkan. Ternyata anak tikus yang lahir tetap berekor
panjang. Lalu anak tikus tersebut dipotong lagi ekornya dan
dikawinkan lagi, ternyata keturunan selanjutnya tetap berekor panjang. Langkah itu dilakukan
sampai dengan 21 generasi dan keturunan yang lahir ternyata tetap berekor panjang.

Dari apa yang dilakukan, Weismann mengambil kesimpulan bahwa perubahan sel tubuh karena
pengaruh lingkungan tidak akan diwariskan kepada keturunannya. Evolusi adalah proses yang
menyangkut seleksi alam terhadap faktor genetika. Individu yang memiliki variasi genetik yang
sesuai dengan lingkungan yang akan lestari dan memiliki kesempatan mewariskan gen yang
adaptif pada generasi berikut.

2. Kupu-kupu Biston betularia

Ada 2 jenis Biston betularia: bersayap terang dan bersayap gelap

Perhatikan perubahan lingkungan yang terjadi. Gambar kiri sebelum Revolusi industri, kupu bersayap gelap lebih gampang terlihat. Gambar
kanan setelah Revolusi Industri, kupu bersayap terang yang lebih gampang terlihat. Ini mempengaruhi pergeseran peluang predasi.

Sekitar tahun 1850 yaitu masa sebelum berkembangnya revolusi industri di Inggris, kupu Biston
berwarna cerah lebih banyak daripada yang berwarna gelap. Tetapi setelah berlangsungnya
revolusi industri, ternyata kupu yang berwarna gelap lebih banyak daripada yang berwarna cerah.
Hal ini dimungkinkan karena sebelum revolusi industri pohon di habitatnya masih bersih,
sehingga kupu berwarna cerah lebih adaptif, akibatnya sulit untuk dilihat predator. Ketika
berlangsung revolusi industri dan sesudahnya, pohon dan daun habitat kupu tersebut tertutup
oleh jelaga. Ini berakibat kupu berwarna gelap lebih adaptif sehingga sulit dilihat predator.
3. Seleksi alam berdasarkan resistensi

Evolusi dan adaptasi tidak selamanya membutuhkan waktu yang relatif lama. Bakteri yang
resisten terhadap penicillin misalnya, dapat terbentuk dengan cepat. Kejadiannya juga
diterangkan berdasar konsep seleksi alam. Dimana dalam suatu koloni bakteri, hanya sedikit
bakteri yang bertahan hidup ketika penicillin diberikan. Namun beberapa lama kemudian koloni
bakteri yang resisten terhadap penicillin menjadi banyak. Pada peristiwa ini penicillin hanya
merupakan faktor pengarah terhadap perkembangan populasi bakteri yang resisten terhadap
antibiotik.

Bukti Tentang Adanya Evolusi


Evolusi dapat dilihat dari dua segi yaitu sebagai proses historis
dan cara bagaimana proses itu terjadi. Sebagai proses historis
evolusi itu telah dipastikan secara menyeluruh dan lengkap
sebagaimana yang telah dipastikan oleh ilmu tentang suatu
kenyataan mengenai masa lalu yang tidak dapat disaksikan oleh
mata. Hal ini berarti bahwa evolusi itu ada dan merupakan suatu
kenyataan yang telah terjadi. Berikut ini merupakan bukti-bukti
evolusi yang ada.

1. Adanya variasi antar individu dalam satu keturunan

Di dunia ini tidak pernah dijumpai dua individu yang identik


sama, bahkan anak kembar sekalipun pasti punya suatu
perbedaan. Demikian pula individu yang termasuk dalam satu spesies. Misalnya perbedaan
warna, ukuran, berat, kebiasaan, dan lain-lain. Jadi antar individu dalam satu spesies pun terdapat
variasi. Variasi adalah segala macam perbedaan yang terdapat antar individu dalam satu spesies.
Hal ini dapat terjadi karena pengaruh berbagai faktor seperti suhu, tanah, makanan, dan habitat.
Perhatikan bahwa dalam satu keturunan pun akan selalu memunculkan variasi. Ini disebabkan karena pada perkawinan selalu terjadi
rekombinasi gen.

Seleksi yang dilakukan bertahun-tahun terhadap suatu spesies akan menyebabkan munculnya
spesies baru yang berbeda dengan moyangnya. Oleh karena itu adanya variasi merupakan bahan
dasar terjadinya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies baru.

2. Pengaruh penyebaran geografis

Makhluk hidup yang berasal dari satu spesies yang hidup pada satu tempat setelah mengalami
penyebaran ke tempat lain sifatnya dapat berubah. Perubahan itu terjadi karena di tempat yang
baru makhluk hidup tersebut harus beradaptasi demi kelestariannya. Selanjutnya, adaptasi
bertahun-tahun yang dilakukan akan menyebabkan semakin banyaknya penyimpangan sifat bila
dibandingkan dengan makhluk hidup semula. Dua tempat yang dipisahkan oleh pegunungan
yang tinggi atau samudera yang luas mempunyai flora dan fauna yang berbeda sama sekali.
Perbedaan susunan flora dan fauna di kedua tempat itu antara lain disebabkan adanya isolasi
geografis.

Perkembangan variasi paruh burung Finch. Terjadi karena terseleksi secara alami oleh jenis makanan yang berbeda.
Contohnya adalah mengenai bentuk paruh burung Finch yang ditemukan Darwin di kepulauan
Galapagos. Dari pengamatannya tampak burung-burung Finch tersebut memiliki bentuk paruh
dan ukuran yang berbeda, dan menunjukkan mempunyai hubungan dengan burung Finch yang
ada di Amerika Selatan. Mungkin karena sesuatu hal burung itu bermigrasi ke Galapagos.
Mereka menemukan lingkungan yang baru yang berbeda dengan lingkungan hidup moyangnya.
Burung itu kemudian berkembangbiak dan keturunannya yang mempunyai sifat sesuai dengan
lingkungan akan bertahan hidup, sedang yang tidak akan mati. Karena lingkungan yang berbeda,
burung-burung itu menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang ada di Galapagos. Akhirnya
terbentuklah 14 spesies burung Finch yang berbeda dalam bentuk dan ukuran paruhnya.

3. Ditemukannya fosil di berbagai lapisan batuan bumi

Fosil adalah sisa tumbuhan atau hewan yang telah membatu atau jejak-jejak yang tercetak pada
batuan. Darwin menyatakan bahwa fosil yang ditemukan pada lapisan batuan muda berbeda
dengan fosil yang terdapat pada lapisan batuan yang lebih tua, dan menunjukkan suatu bentuk
perkembangan.

Bagan yang menunjukkan perkembangan evolusi kuda


Dari sekian banyak fosil yang ditemukan, yang paling lengkap dan dapat digunakan sebagai
petunjuk adanya evolusi adalah fosil kuda yang ditemukan oleh Marsh dan Osborn. Dari studi
yang dilakukan dapat dicatat beberapa perubahan dari nenek moyang kuda (Eohippus) yang
hidup 58 juta tahun yang lalu menuju ke bentuk kuda modern sekarang (Equus), yaitu:

 tubuh bertambah besar, dari sebesar kucing hingga sebesar kuda sekarang
 leher makin panjang, kepala makin besar, jarak antara ujung mulut hingga bagian mata menjadi
makin jauh
 perubahan dari geraham depan dan belakang dari bentuk yang sesuai untuk makan daun
menjadi bentuk yang sesuai untuk makan rumput
 bertambah panjangnya anggota tubuh hingga dapat dipakai untuk berlari cepat, tetapi
bersamaan dengan itu kemampuan rotasi tubuh menurun.
 adanya reduksi jari kaki dari lima menjadi satu, yaitu jari ketiga yang selanjutnya memanjang,
kemudian disokong teracak.

Untuk menetapkan umur fosil dapat dilakukan dengan dua cara : secara langsung dan tak
langsung. Secara langsung dengan menetapkan umur batuan tempat fosil ditemukan. Cara yang
ini kurang valid. Secara tak langsung dengan carbon dating menggunakan isotop C14. Cara yang
kedua ini lebih valid.

4. Adanya homologi organ pada berbagai jenis makhluk hidup

Organ-organ berbagai makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal sama dan kemudian berubah
struktur sehingga fungsinya berbeda disebut organ yang homolog. Homologi organ
menunjukkan tingkat kekerabatan makhluk yang bersangkutan. Makin banyak organ yang
homolog kemungkinan kekerabatannya makin dekat, yang artinya nenek moyangnya mungkin
sama.
Homologi organ: perhatikan bahwa anggota gerak pada makhluk di atas memiliki bentuk berbeda, tetapi pada dasarnya memiliki bagian yang
sama. Perbedaan ini disebabkan karena perbedaan fungsi.

Contohnya: tangan manusia berfungsi untuk memegang adalah homolog dengan sirip depan paus
yang digunakan untuk berenang, atau sayap kelelawar yang berguna untuk terbang homolog
dengan tungkai depan kucing yang berguna untuk berjalan.

Lawan dari homolog adalah organ yang analog, yaitu organ-organ dari berbagai makhluk hidup
yang fungsinya sama tanpa memperhatikan bentuk asalnya. Bisa juga diartikan organ-organ
tubuh dari berbagai makhluk hidup yang fungsinya sama tetapi bentuk asalnya berbeda.

5. Studi perbandingan embriologi

Perkembangan embrio berbagai spesies yang termasuk kelas vertebrata menunjukkan adanya
persamaan pada fase tertentu yakni pada fase morulla, blastula, dan gastrula/awal embrio. Hal ini
menunjukkan adanya hubungan kekerabatan di antara hewan-hewan sesama vertebrata, yang
mungkin pula mereka memiliki satu nenek moyang.
Perbandingan perkembangan embrio pada ikan, ayam, babi, dan manusia. Mirip

Ernst Haeckel menyatakan dalam hukum Rekapitulasi yang


dikemukakannya bahwa ontogeni suatu organisme merupakan
rekapitulasi (ulangan singkat) dari filogeni. Ontogeni adalah sejarah
perkembangan individu mulai zigot sampai dewasa. Filogeni adalah
sejarah perkembangan makhluk hidup dari bentuk sederhana sampai
dengan bentuk yang paling sempurna (evolusi).

6. Studi perbandingan biokimia

Bila membandingkan makhluk hidup pada tingkat biokimia, ternyata


hasilnya mendukung teori evolusi. Sebagai contoh, Hb manusia lebih mirip dengan simpanse
atau gorilla daripada dengan anjing atau cacing tanah. Tingkat kemiripan ini menunjukkan
manusia lebih dekat kekerabatannya dengan simpanse atau gorilla daripada dengan anjing atau
cacing tanah.
Teori Evolusi Darwin - Sekitar 50 tahun setelah Lamarck mengajukan teori evolusinya, Charles Darwin,
seorang naturalis asal Inggris, mengajukan teorinya yang mengubah pemikiran banyak ahli biologi.

Perjalanan Darwin

Charles Darwin, waktu itu berumur 22 tahun, ikut dalam perjalanan kapal HMS Beagle. Kapal tersebut
ditugaskan untuk berlayar ke berbagai tempat dan memetakan pesisir Amerika Selatan. Selama
perjalanan ke berbagai tempat, Darwin menemukan berbagai macam fosil hewan-hewan yang punah.
Beberapa di antaranya mirip dengan hewan yang masih ada. Berdasarkan pengalamannya, Darwin
menemukan banyak variasi dalam bentuk, habitat, dan distribusi geografis hewan dan tumbuhan.

HMS Beagle yang membawa Darwin ke berbagai tempat.

Perjalanan Darwin akhirnya sampai di kepulauan Galapagos. Di tempat ini, variasi antarhewan dan
tumbuhan terlihat lebih jelas. Darwin menemukan kura-kura raksasa dan iguana galapagos yang mirip
kadal, tetapi berenang di air dan memakan rumput laut. Darwin memperlihatkan bahwa terdapat variasi
pada hewan tertentu berdasarkan bentuk tubuh dan fungsinya dari pulau ke pulau. Hal tersebut terlihat
jelas pada populasi burung Finch.
Variasi bentuk paruh dan jenis makanan pada burung Finch yang diamati Darwin.

Berdasarkan pengamatannya, Darwin mencatat dua konsep penting.

 Perbedaan antara populasi yang berkerabat, memperlihatkan adaptasi terhadap lingkungan


yang berbeda. Dalam biologi, adaptasi berarti semua ciri makhluk hidup secara genetis yang
membuat individu atau spesies tersebut dapat bertahan hidup pada lingkungannya.
 Variasi dalam bentuk tubuh dan tingkah laku, terakumulasi dalam kelompok terpisah. Beberapa
variasi ini, melalui seleksi alami, menjadi sifat yang teradaptasi.

Teori Darwin
Pada tahun 1859 setelah kembali ke Inggris, Darwin mempublikasikan bukunya yang berjudul The Origin
of Species by Means of Natural Selection. Darwin bukanlah satu-satunya yang mengungkapkan seleksi
alam. Seorang naturalis Inggris lainnya, Alfred Russell Wallace, yang mempelajari tumbuhan dan hewan
di Brazil dan di Asia Tenggara (Malaysia dan Indonesia) juga memiliki pendapat yang sama.
(a) Charles Darwin pada usia 31 tahun, dan
(b) Alfred Russel Wallace pada usia 42 tahun.

Seperti halnya Lamarck, Darwin menyatakan bahwa makhluk hidup secara perlahan berevolusi sebagai
adaptasi terhadap lingkungannya. Namun, Darwin mengajukan mekanisme yang berbeda sebagai
penyebab perubahan dalam spesies.

Berbeda dengan Lamarck, Darwin menyadari adanya variasi dalam populasi spesies. Variasi inilah yang
dapat diwariskan, bukannya sifat yang didapat seperti yang diajukan Lamarck. Darwin mengamati
bagaimana para petani dan peternak melakukan seleksi terhadap hasil penyilangan untuk mendapatkan
tanaman atau hewan dengan sifat unggul. Kemudian, tanaman atau hewan unggul inilah yang akhirnya
dikembangkan sehingga didapatkan populasi hewan atau tanaman dengan sifat unggul. Darwin
kemudian mengajukan suatu hipotesis bahwa cara seleksi yang sama terjadi di alam.

Darwin menamai proses ini dengan seleksi alam (natural selection). Seleksi alam merupakan hasil dari
interaksi antara populasi dan lingkungannya. Darwin menyadari bahwa di alam banyak makhluk hidup
yang menghasilkan keturunan lebih banyak daripada yang dapat bertahan hidup. Contohnya, katak
menghasilkan ratusan telur. Akan tetapi, hanya sebagian keturunannya saja yang dapat menghasilkan
keturunan pada generasi selanjutnya. Banyak kejadian alam seperti predasi dan bencana alam yang
menyebabkan sebagian keturunan tidak dapat bertahan untuk menghasilkan keturunan baru. Darwin
menjelaskan proses ini sebagai kompetisi.
Seleksi alam menurut Darwin. Anggota populasi dengan
sifat yang sesuai dengan lingkungannya akan bereproduksi
secara sukses sehingga akhirnya mendominasi.

Darwin kemudian mengungkapkan bahwa hanya individu yang sesuai dengan lingkungannya saja yang
akan bertahan dan menghasilkan keturunan. Proses ini disebut “survival of the fittest” (individu yang
sesuai bertahan hidup). Teori seleksi alam yang dikemukakan Darwin dapat disimpulkan sebagai berikut
:

 Spesies memiliki kemampuan untuk menghasilkan keturunan yang banyak.


 Sumber daya alam di bumi terbatas. Oleh karena itu, terjadi kompetisi untuk bertahan hidup di
antara keturunan pada setiap generasi.
 Terdapat variasi dalam populasi makhluk hidup. Tidak terdapat dua individu yang sama persis.
Variasi ini umumnya dapat diwariskan.
 Proses ini berlangsung dari generasi ke generasi. Populasi lambat laun menjadi teradaptasi lebih
baik terhadap lingkungannya.

Perlu diperhatikan bahwa variasi dalam populasi terjadi secara acak. Variasi tidak timbul akibat respons
terhadap lingkungannya. Seleksi alam “menyeleksi” sifat yang telah ada dalam kolam gen (gen pool).
olam gen atau lungkang gen ini merupakan jumlah total seluruh gen dalam populasi pada suatu waktu
tertentu.

Pada saat itu, Darwin tidak mengetahui prinsip genetika modern. Kini, para ilmuwan mengetahui bahwa
mutasi dapat terjadi pada makhluk hidup. Mutasi sebagai penyebab variasi dapat berguna bagi
lingkungan. Jika mutasi yang terjadi berguna, hal tersebut dapat meningkatkan kemungkinan bertahan
hidup makhluk tersebut.

Seleksi Alam
Darwin menjelaskan bahwa evolusi terjadi melalui seleksi alam. Seleksi alam terjadi pada populasi suatu
spesies. Hal ini karena di dalam populasi terdapat bahan mentah evolusi, yaitu variasi genotipe dan
fenotipe. Terdapat tiga kemungkinan seleksi alam yang berpengaruh terhadap populasi, yaitu seleksi
stabilisasi, seleksi terarah, dan seleksi memecah belah. Perhatikan Gambar berikut.

Tiga kemungkinan seleksi alam terhadap populasi tikus.

Pada gambar tersebut, seleksi alam dicontohkan terjadi pada populasi tikus dengan variasi warna bulu
terang hingga gelap. Grafik paling atas memperlihatkan frekuensi populasi normal tikus.

1.) Seleksi Stabilisasi

Seleksi ini menguntungkan varian yang paling umum. Seleksi ini menghilangkan tikus dengan warna
terang dan gelap. Seleksi ini cenderung mengurangi variasi populasi dan mempersulit terjadinya evolusi
dalam populasi. Seleksi ini contohnya terjadi pada berat badan bayi manusia yang baru dilahirkan. Pada
bayi, jika berat badan kurang atau lebih dari 3–4 kg, memiliki tingkat mortalitas tinggi.

2.) Seleksi Terarah


Pada seleksi ini terjadi tekanan pada salah satu variasi yang tidak umum sehingga menyebabkan
pergeseran jumlah populasi. Seleksi ini terjadi pada varian tikus warna terang sehingga rentang populasi
bergeser ke varian bulu gelap. Hal ini contohnya terjadi pada serangga yang terkena insektisida. Hanya
serangga yang kebal terhadap insektisida saja yang dapat menghasilkan keturunan.

3.) Seleksi Memecah Belah

Seleksi ini terjadi ketika kondisi lingkungan bervariasi sehingga populasi terpecah berdasarkan kesukaan
varian-varian dalam populasi. hal tersebut dapat terjadi ketika terdapat dua daerah dengan warna
tanah berbeda sehingga menguntungkan dua varian tikus (terang dan gelap) dari predasi pemangsa.
Meskipun jarang terjadi, seleksi memecah belah sangat penting karena dapat memicu terbentuknya
variasi yang sangat berbeda dalam satu spesies hingga terbentuk spesies baru (spesiasi).
Teori Evolusi

Charles Dawin, Kalian tentunya pernah mendengar nama


ilmuwan tersebut bukan? Yups, Charles Darwin adalah tokoh yang sangat terkenal dalam
kaitannya dengan evolusi. Darwin banyak mengemukakan gagasan-gagasannya tentang teori
evolusi. Karena pemikirannya tersebut, Darwin dikenal sebagai Bapak Evolusi.

Pokok-pokok pemikiran yang melandasi ajaran Darwin mengenai evolusi antara lain:

1. Tidak ada individu yang identik, selalu ada variasi meskipun dalam satu keturunan
2. Setiap populasi cenderung bertambah banyak karena setiap makhluk hidup mampu
berkembang biak.
3. Untuk berkembangbiak diperlukan makanan dan ruang yang cukup.
4. Pertambahan populasi tidak berlangsung secara terus menerus, tetapi dipengaruhi oleh
berbagai macam faktor pembatas antara lain makanan dan predasi.

Darwin membantah teori Lamarck yang mengungkapkan bahwa perkembangan makhluk


hidup menuju ke arah kesempurnaan, dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan diwariskan kepada
keturunannya.
Dalam bukunya The Origin of Spesies by means of Natural Selection, Darwin
menyatakan dua hal penting sebagai Teori Evolusi yaitu:
1. Spesies-spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies nenek moyangnya yang hidup di masa
lalu.
2. Perkembangan spesies dipengaruhi oleh seleksi alam dan variasi antar populasi.
Fenomena jerapah dengan leher panjang dijelaskan oleh Darwin dengan melihat dari sudut
pandang adanya variasi. Menurut Darwin, jerapah pada mulanya ada yang berleher panjang dan
ada yang berleher pendek. Jerapah yang berleher pendek tidak mampu bertahan hidup karena
kalah dalam berkompetisi dengan jerapah berleher panjang untuk memperoleh makanan berupa
dedaunan pada pohon yang tinggi. Akibatnya populasi jerapah berleher pendek menjadi punah
dan tinggal populasi jerapah berleher panjang yang mampu bertahan hidup di lingkungannya
(Hukum survival of the fittest), sebagaimana dijelaskan oleh gambar berikut:

TeoriEvolusi sebagimana yang dikemukakan oleh Charles Darwin diatas, mendapat


tanggapan dari berbagai kalangan baik yang berasal dari kelompok ilmuwan maupun kelompok
lain. Tanggapan yang muncul pun beragam. Ada yang bersifat saling mendukung (pro) dan ada
pula yang menolak (kontra). Tanggapan-tanggapan tersebut antara lain:

I. Darwin vs Lamarck

Keduanya berbeda pendapat mengenai fenomena jerapah berleher panjang. Menurut


Lamarck pada awalnya jerapah berleher pendek akan tetapi karena makanan yang berupa daun
makin berkurang, maka dari generasi ke generasi leher jerapah semakin panjang untuk
menjangkau daun yang semakin tinggi letaknya.
Sedangkan menurut Darwin, dalam populasi jerapah ada yang berleher panjang dan
berleher pendek. Dalam kompetisi untuk mendapatkan makanan, jerapah berleher panjang tetap
bertahan hidup sedangkan jerapah berleher pendek akan tersingkir secara perlahan-lahan. Dari
fenomena ini muncullah gagasan Darwin tentang seleksi alam.

II. Darwin vs Weismann

Berbeda dengan tanggapannya mengenai gagasan Lamarck, gagasan Weismann lebih


menjelaskan pandangan Darwin mengenai seleksi alam. Menurut Weismann, evolusi
menyangkut masalah bagaimana pewarisan gen melalui sel-sel kelamin, sehingga perubahan
sifat-sifat karena pengaruh lingkungan tidak akan diwariskan kepada keturunannya.

Jadi dengan jelas bahwa leher panjang atau pendek pada jerapah dikendalikan oleh gen. Gen
untuk sifat leher panjang bersifat dominan, sedangkan gen untuk sifat leher pendek bersifat
resesif.

III. Darwin vs Wallace

Kedua tokoh tersebut mempunyai persamaan gagasan dalam menanggapi masalah


evolusi. Mereka sependapat bahwa evolusi terjadi melalui seleksi alam. Munculnya spesies baru
berasal dari spesies sebelumnya.
Setiap individu anggota populasi mempunyai kemampuan untuk berkembang biak dan
diantara individu-individu tersebut terdapat variasi. Dalam usahanya untuk mempertahankan
hidup, individu yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan akan tersingkir dan
akhirnya punah.

IV. Darwin vs Paham Kreasionisme Harun Yahya


Selain para ahli di atas, muncul juga pihak yang menentang Teori Evolusi dari sudut
pandang yang berbeda. Pihak tersebut adalah kelompok agamawan (creationist) yang menolak
Teori Evolusi dari sudut pandang ajaran agama. Kelompok ini dikenal sebagai kelompok yang
menganut paham kreasionisme. Paham kreasionisme adalah suatu paham yang meyakini bahwa
makhluk hidup dan segala jenisnya diciptakan oleh Tuhan, secara terpisah (tidak ada kesamaan
leluhur, atau bahwa satu jenis makhluk hidup tidak diturunkan dari jenis makhluk hidup lain).
Salah satu tokoh yang gigih menyampaikan teori paham kreasionisme ini adalah Harun Yahya.
Beliau adalah seorang da’i dan ilmuwan terkemuka asal Turki yang memiliki nama asli Adnan
Oktar. Dalam karyanya yang berjudul Keruntuhan Teori Evolusi, Harun Yahya mengungkapkan
bantahan-bantahannya terhadap teori evolusi yang dicetuskan oleh Darwin diatas.
Menurut pandangan Harun Yahya, konsep kehidupan yang berasal dari benda mati
bertentangan dengan hukum dasar biologi. Dalam hal ini, Harun Yahya memberikan gambaran
bahwa sel hidup merupakan hasil pembelahan dari sel hidup juga dan bukan dari pembelahan sel
mati. Harun Yahya membantah gagasan yang menyatakan bahwa kehidupan muncul dari
kehidupan sebelumnya. Gagasan tersebut mengandung arti bahwa makhluk hidup yang pertama
kali muncul di bumi berasal dari kehidupan yang ada sebelumnya. Harun Yahya
mengungkapkan pendapatnya dari sudut pandang berbeda yang menyatakan bahwa di alam
semesta ini ada pencipta (creator) yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu bantahan Harun
Yahya tersebut merupakan bagian dari pendapatnya dalam meruntuhkan Teori Evolusi Darwin.
Dalam karyanya, Harun Yahya mengungkapkan bahwa Teori Evolusi yang dikemukakan
oleh Darwin merupakan gagasan yang tidak ilmiah. Ada beberapa hal yang dijadikan dasar bagi
Harun Yahya untuk membantah Teori Evolusi Darwin.
Yang pertama, masih minimnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa
Darwin dan Lamarck untuk menjelaskan fenomena asal usul kehidupan. Ilmu genetika dan
biokimia pada masa Darwin belum ada sehingga mempersempit penjelasan Darwin tentang
evolusi dari sudut pandang genetika dan biokimia.
Yang kedua, komposisi dan susunan unsur genetik pada makhluk hidup yang sangat
rumit menunjukkan ketidakabsahan mekanisme evolusi kehidupan. Menurut Harun Yahya,
kerumitan yang ada dalam setiap unsur genetik tersebut merupakan hasil rancangan Sang
Pencipta alam semesta ini.
Harun Yahya juga mengungkapkan kelemahan-kelemahan bukti evolusi yang
dikemukakan oleh Darwin, salah satunya dari catatan fosil. Dari berbagai fosil yang ditemukan,
tidak ada satu pun fosil yang menunjukkan bentuk transisi yang dapat dijadikan sebagai petunjuk
proses evolusi. Di samping itu, perbandingan anatomi menunjukkan bahwa spesies yang diduga
telah berevolusi dari spesies lain ternyata memiliki ciri-ciri anatomi yang sangat berbeda,
sehingga mereka tidak mungkin menjadi nenek moyang dan keturunannya.
Mengenai seleksi alam, Harun Yahya mengungkapkan bahwa tidak pernah ada satu
spesies pun yang mampu menghasilkan spesies lain melalui mekanisme seleksi alam. Sebagai
contoh, masih ingatkah kalian tentang evolusi kupu-kupu Biston betularia di Inggris?
Menurut Harun Yahya, terbentuknya kupu-kupu Biston betularia bersayap gelap yang
terjadi pada pada awal revolusi industri di Inggris sebenarnya tidak ada. Cerita sebenarnya
adalah pada awalnya warna kulit batang pohon di Inggris benar-benar terang. Oleh karena itu,
kupu-kupu berwarna gelap yang hinggap pada pohon-pohon tersebut mudah terlihat oleh burung-
burung pemangsa, sehingga mereka memiliki kemungkinan hidup yang rendah. Lima puluh
tahun kemudian akibat polusi, warna kulit kayu menjadi lebih gelap dan saat itu kupu-kupu
berwarna cerah menjadi mudah diburu. Akibatnya, jumlah kupu-kupu berwarna cerah berkurang,
sementara populasi kupu-kupu berwarna gelap meningkat karena tidak mudah terlihat oleh
pemangsa.
Dalam kasus ini, Harun Yahya menganggap bahwa tidak terjadi perubahan warna sayap
kupu-kupu yang diturunkan. Namun, yang terjadi sebenarnya adalah jumlah kupu-kupu yang
berwarna cerah telah banyak dimangsa oleh burung-burung pemangsa, sehingga jumlah kupu-
kupu berwarna cerah lebih sedikit dibanding kupu-kupu yang berwarna lebih gelap.
Salah satu pokok pikiran Teori Evolusi yang juga tak luput dari bantahan Harun Yahya
adalah tentang mutasi. Di dalam pandangan evolusi Darwin, mutasi dikatakan sebagai proses
yang memunculkan spesies baru yang berbeda dari tetuanya. Harun Yahya menentang
pandangan yang menyatakan bahwa mutasi dapat bersifat menguntungkan, tetapi pada
kenyataannnya setiap mutasi bersifat membahayakan. Harun Yahya memberikan beberapa
contoh akibat merugikan yang ditimbulkan karena mutasi, perhatikan gambar berikut:
Harun Yahya mengajukan tiga alasan utama mengapa mutasi tidak dapat dijadikan bukti
pendukung evolusi:

1. Tidak pernah ditemukan mutasi yang bermanfaat, karena mutasi terjadi secara acak dan
akan merusak susunan dan komposisi materi genetik.
2. Mutasi tidak menambahkan informasi genetik yang baru, tetapi hanya bersifat merubah
atau merusak yang dapat mengakibatkan ketidaknormalan.
3. Agar dapat diwariskan pada generasi selanjutnya, mutasi harus terjadi pada sel-sel
reproduksi organisme.
Teori & Tokoh Evolusi
Evolusi
Evolusi adalah proses perubahan struktur tubuh makhluk hidup yang berlangsung sangat lambat dan
dalam waktu yang sangat lama. Perubahan yang terjadi sepanjang masa dapat menyimpang jauh dari
aslinya yang dapat dikatakan muncul species baru, sehingga juga dapat menyebabkan terjadinya
keanekaragaman makhluk hidup. Para ahli berpendapat bahwa makhluk hidup yang ada sekarang ini
bukanlah makhluk hidup pertama penghuni bumi, tetapi berasal dari makhluk hidup masa lampau yang
pernah ada. Sampai lebih kurang 200 tahun yang lalu orang masih berpendapat bahwa semua makhluk
di dunia ini tidak mengalami perubahan sepanjang waktu. Perubahan baru terjadi pada awal tahun
1800-an, yang mana pada saat itu para ilmuwan mulai mempelajari fosil makhluk yang ditemukan.
Dengan perkembangan ilmu geologi, mulai dapat diperkirakan umur fosil yang ditemukan. Sejak saat itu
manusia mulai berfikir tentang adanya perubahan untuk makhluk hidup dari waktu ke waktu, sampai
akhirnya muncullah berbagai teori evolusi.

A. Teori Evolusi
Evolusi merupakan perkembangan makhluk hidup yang berlangsung secara perlahan-lahan dalam jangka
waktu yang lama dari bentuk sederhana ke arah bentuk yang komplek. Pandangan yang merupakan
pokok-pokok pikiran ahli biologi yang menjadi dasar teori evolusi. Namun jika kita menerima anggapan
bahwa makhluk hidup sekarang ini berasal dari makhluk hidup di masa lampau yang mengalami
perubahan-perubahan secara perlahan-lahan, maka timbul pertanyaan sebagai berikut :
- perubahan-perubahan bagaimanakah yang terjadi sehingga timbul species baru ?
- bagaimanakah asal-usul species makhluk hidup yang ada sekarang ini ?
- faktor-faktor dan kekuatan-kekuatan apakah yang menyebabkan suatu species musnah, sedangkan
species lain tidak dapat mempertahankan kelestariannya ?
- faktor-faktor dan kekuatan apa yang menyebabkan timbulnya species baru ?
Tokoh-tokoh evolusi, evolusi di antaranya :

- Thales (640 – 540 SM), Anaximander (611 – 547 SM), Empedoclas (490 –430 SM)
Penjelasan teori evolusi yang disampaikan oleh ketiga tokoh di atas masih sangat sederhana dan hanya
tampak gejalanya saja, sehingga dalam penyampaian gagasan masih kabur yang dikerenakan
pengetahuan tentang biologi pada waktu itu masih sangat dangkal.

- Aristoteles (384 – 323 SM)


Filosofi dan ahli biologi Yunani pada waktu itu yang menyatakan bahwa alam mengubah organisme dari
bentuk sederhana menjadi bentuk yang kompleks dan sempurna berdasarkan metafisika.
- Erasmus Darwin (1731 – 1802)
Merupakan kekek Darwin, menyatakan bahwa fungsional terhadap rangsangan adalah diwariskan
kepada anak-anaknya.

- George L de Buffon (1707 – 1788)


Menyatakan bahwa variasi-variasi kecil yang terjadi karena adanya pengaruh alam sekitar yang
diwariskan sehingga terjadi penimbunan variasi yang ada.
- Jean Baptiste de Monet Lamarck (1744 – 1829)
Ahli biologi Prancis yang menyatakan bahwa perubahan yang terjadi pada tubuh makhluk hidup
diakbibatkan oleh pengaruh lingkungan, dan perubahan ini diwariskan kepada keturunannya. Untuk
menjelaskan pandangan ini ia memberikan contoh jerapah yang berleher panjang. Menurut Lamacrk,
jerapah berleher panjang karena mereka memakan daun-daunan pada pohon yang tinggi. Keadaan alam
yang demikian menyebabkan berubahnya leher dan tinggi badan jerapah. Leher dan badannya yang
terbiasa tertarik ke atas akhirnya menghasilkan keturunan atau anak-anaknya berleher panjang dan
berbadan tinggi.

- Charles Robert Darwin


Charles Robert Darwin (lahir di Shrewsbury, Shropshire, Inggris, 12 Desember 1809 – meninggal di
Downe, Kent, Inggris, 19 April 1882 pada umur 72 tahun) adalah seorang naturalis Inggris yang teori
revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama
(common descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teori ini kini dianggap
sebagai komponen integral dari biologi (ilmu hayat).

Darwin merupakan tokoh yang mengemukakan teori evolosi dan dapat diterima oleh dunia ilmu
pengetahuan. Pendapatnya tentang evolusi tertuang dalam bukunya yang berjudul On the Origin of
Species by Means of Natural Selection. Pendapat Darwin dapat diterima dalam dunia ilmu pengetahuan
karena Darwin menyertakan bukti-bukti atau fakta yang mendukung teorinya.
Pandangan Darwin tentang evolusi didasarkan pada pokok-pokok pikiran sebagai berikut :
· Tidak ada individu yang sama. Sifat-sifat yang diwariskan selalu bervariasi, dan akan tampak dari
keturunan yang seayah dan seibu yang selalu terdapat perbedaan, meskipun keduanya kembar identik.
· Setiap populasi berkecenderungan untuk bertambah banyak. Sebab setiap makhluk hidup mempunyai
kemampuan untuk berkembangbiak.
· Untuk berkembangbiak diperlukan makanan dan ruangan yang cukup.
· Kenyataan menunjukan bahwa bertambahnya populsi tidak berjalan terus menerus. Oleh karena itu
kenaikan populasi tidak tak terbatas.
Darwin juga mengemukakan masalah-masalah sebagai berikut :
· mengapa banyak organisme yang mati sebelum dewasa ?
· mengapa suatu individu dapat berumur pendek, sedangkan individu yang lain berumur panjang ?
Maka Darwin berpendapat bahwa setiap individu harus berjuang untuk menjaga kelangsungan hidup.
Setiap individu harus berusaha mendapatkan unsur-unsur yang diperlukan untuk kelangsungan
hidupnya seperti cahaya, makanan, air, dan tempat hidup. Di mana kebutuhan ini di dapatkan dengan
persaingan, baik antar species maupun dengan species lain yang berbeda. Pernyataan Darwin tersebut
terkenal dengan seleksi alam (natural selection), yaitu alam mengadakan seleksi terhadap individu-
individu yang hidup di dalamnya. Hanya individu-individu yang dapat menyesuaikan diri dengan alam
lingkungannya yang akan terus hidup, sedangkan individu yang tidak dapat menyesuaikan dengan
lingkungannya akan semakin berkurang, mati atau pindah tempat. Hal inilah yang dimaksud seleksi alam
dalam teori Darwin.
Penjelasan teori evolusi Darwin berpijak pada kenyataan-kenyataan sebagai berikut :
· adanya variasi dalam satu keturunan
· adanya kecenderungan bertambah besarnya jumlah populasi
· adanya perjuangan species utuk mempertahankan kelangsungan hidupnya
· adanya kenyataan bahwa individu yang berbeda akan melahirkan keturunan yang berbeda, dan hanya
individu-individu yang mempunyai sifat yang sesuai dengan lingkungan yang akan dapat
mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Dengan adanya penyesuaian atau adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungan yang secara perlahan-
lahan dan sedikit demi sedikit sifat-sifat yang dimiliki akan mengalami perubahan ke arah yang lebih
maju atau sesuai dengan habitatnya. Perubahan ini berlangsung dari generasi ke generasi dalam jangka
waktu yang sangat lama, sehingga akan munculah sifat yang sangat berbeda dan menghasilkan species
baru.
- Alferd Russel Wallace (1823 – 1913)
A. R. Wallace mempunyai pendapat mengenai evolusi yang hampir sama dengan gagasan yang
dikemukakan oleh Darwin. Wallace banyak mengamati keadaan folra dan fauna beserta penyebarannya
di semenanjung Melayu termasuk Indonesia. Dari pengamatannya ternyata jenis hewan yang ada di
wilayah oriental (Sumatra, kalimantan, jawa dan Sulawesi) mempunyai kesamaan , demikian juga hewan
yang ada di wilayah australian (Irian, Maluku). Dari kedua wilayah itu, jika dibandingkan, hanya Sulawesi
yang merupakan daerah transisi, sehingga selat antara pulau Sulawesi dengan Irian disebut daerah
Wallace.

1. Perkembangan teori evolusi


Sebenarnya Charles Darwin bukanlah orang yang pertama kali mengemukakan teori evolusi.
Sebelumnya telah ada tokoh-tokoh yang pernah mengemukakan teori evolusi tersebut. Tetapi karena
Darwin menyertakan fakta-fakta yang logis dan sistematis, maka Charles Darwin yang dijuluki sebagai
Bapak Teori Evolusi. Di mana perkembangan teori evolusi tidak dapat dipisahkan dengan teori Darwin,
yang meliputi :

Ekspedisi Charles Darwin ke kepulauan galapagos


Setelah mengadakan pengamatan dengan teliti, Darwin menemukan 85 macam burung, di antaranya
yang menarik adalah burung Finch. Burung itu mempunyai paruh yang bentuk dan ukurannya berbeda-
beda, dan menunjukan mempunyai hubungan dengan burung Finch di Amerika Selatan. Bagaimana
dapat diterangkan bahwa burung-burung itu mempunyai hubungan dengan Amerika Serikat ?. Dan
bagaimana kita dapat menerangkan bahwa burung-burung yang berbeda berasal dari satu keturunan ?.

Gambar. Burung Finch dan bentuk paruhnya Gambar.

Fosil Arcaeopteryx penunjuk evolusi


Mungkin karena sesuatu dan lain hal, burung itu berimigrasi ke kepulauan Galapagos. Burung-burung itu
menemukan lingkungan yang berbeda dengan lingkungan hidup nenek moyangnya. Burung itu
kemudian berkembangbiak dan keturunannya yang mempunyai sifat-sifat yang sesuai dengan
lingkungannya akan hidup terus dan yang tidak sesuai akan mati. Karena lingkungan yang berbeda itu,
maka burung yang asalnya sama, akhirnya menghasilkna 14 species burung baru. Antara ke-14 species
burung Finch tersebut terdapat perbedaan dalam ukuran dan bentuk paruhnya. Perbedaan ini
hubungannya dengan perbedaan jenis makanan.
- Enam di antaranya pemakan biji, mempunyai bentuk paruh yang tebal dan kuat untuk memecah biji-
bijian yang terdapat di tanah.
- Lainnya merupakan pemakan atau penghisap madu bunga-bunga kaktus, mempunyai bentuk paruh
yang lurus, sesuai denan fungsinya untuk menghisap madu. Keduanya dikelompokan ke dalam jenis
Camarhinnchus.
- Species lain ada yang mencari makanan di pohon-pohon, mempunyai paruh yangb tebal, lurus dan
mempunyai lidah yang pendek. Burung ini dikelompokan ke dalam jenis Geospiza.

Study geologi tentang fosil


Darwin banyak mempelajari geologi, terutama tentang fosil. Buku yang isinya mempunyai penaruh
besar terhadap jalan pikiran Darwin adalah Prinsiples of Geology (Prinsip-prinsip Geologi) karangan
Charles Lyell, maka Darwin berkesimpulan bahwa :
- deretan-deretan fosil yang terdapat di batuan muda berbeda dengan deretan fosil pada batuan yang
lebih tua.
- perbedaan itu disebabkan adanya perubahan secara perlahan-lahan
Darwin juga mengatakan bahwa susunan tubuh hewan yang hidup sekarang merupakan pentunjuk
untuk mengenal nenek moyangnya. Cara penyebaran hewan dan tumbuhan dewasa ini dapat membuka
tabir rahasia mengenai prubahan-perubahan dari moyangnya. Bumi selalu mengalami perubahan, hal ini
akan mempengaruhi makhluk hidup yang ada disekitarnya.

Study hubungan ekonomi dan kependudukan


Darwin juga memperlajari buku-buku tersebut antara ekonomi dan penduduk dunia. Di antaranya buku
karangan Thomas Robert Malthus (1766 – 1834) yang berjudul An Essay on The Principle of Population.
Bagi Darwin yang sangat menarik dari buku tersebut asdalah pernyataan bahwa kenaikan jumlah
penduduk cenderung lebih cepat dari pada kenaikan produksi pangan. Karena itu timbul masalah bagi
manusia dalam menyelamatkan diri dari bahaya kelaparan.

Study tentang seleksi buatan


Menurut Darwin, seleksi dan pemuliaan hewan atau tanaman yang akan merupakan langkah-langkah
perubahan ke arah terjadinya suatu jenis hewan atau tumbuhan yang baru dalam waktu relatif singkat.

Hipotesis Darwin tentang seleksi alam


Darwin dalam bukunya yang berjudul On the Origin of Species by means of Natural Selection,
mengemukakan dua teori pokok, yaitu :
- Species yang hidup sekarang ini berasal dari species-species yang hidup di masa lampau
- Evolusi terjadi melalui seleksi alam
Setiap makhluk hidup berusaha untuk memperoleh makanan dan tempat hidup untuk kelangsungan
hidupnya. Untuk mendapatkan hal tersebut terjadi persaingan di antara individu satu species dengan
maupun di antara individu satu species. Hanya individu yang mempunyai sifat sesuai dengan lingkungan
akan menang dalam persaingan sehingga terus bertambah. Sebaliknya individu yang mempunyai sifat
kurang sesuai denan lingkungan akan semakin berkurang atau musnah.

2. Evolusi, Genetika dan Lingkungan


Pada bahasan di bawah ini akan kita urai tentang hubungan terjadinya perubahan makhluk hidup dalam
waktu yang sangat lama dengan pola pewarisan sifat keturunan dan lingkungan yang
mempengaruhinya.

a. Teori Darwin dan genetika


Teori Darwin yang sangat mempengaruhi perkembangan prinsip seleksi alam adalah faham dari A.
Weismann (1834 – 1914) dalam penerapan peristiwa genetika. Weisman berpendapat bahwa sel-seol
tubuh tidak dipengarhi oleh lingkungan. Untuk membuktikan kebenarannya Wismann membuat suatu
percobaan dengan mengawinkan dua tikus yang dipotong ekornya. Setiap generasi selalu dipotong
ekornya, sampai 21 generasi ternyata selalu lahir anak tikus yang berekor panjang.
Kesimpulan :
- perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak diwariskan ke generai berikutnya
- evolusi merupakan masalah genetika
Menurut Weismann, evolusi menyangkut masalah bagaimana pewarisan gen-gen melalui sel-sel kelamin
atau dengan kata lain evolusi adalah gejala alam terhadap faktor-faktor genetika.

b. Pengaruh lingkungan terhadap gen


Sifat suatu organisme dari suatu individu diturunkan oleh gen. Apakah sifat-sifat tersebut pada individu
dipengaruhi langsung oleh lingkungan ?. Perubahan warna lemak pada kelinci pertama bukan
disebabkan perubahan gen karena pengaruh makanan, tetapi disebabkan karena pada kelinci tersebut
tidak terdapat enzim yang menguraikan pigmen-pigmen pada bahan makanan, sehingga warna
lemaknya bergantung pada makanannya.
Kesimpulan :
Pada kedua macam kelinci tersebut,gen yang menentukan warna lemak tidak terpengaruh oleh jenis
makanannya.

c. Adaptasi dan seleksi


Perubahan sifat dalam evolusi yang tidak sesuai dengan lingkungan menyebabkan makhluk hidup
tersisih karena adanya seleksi alam
Contoh :
- Bentuk dan warna burung puyuh yang menyerupai gumpalan-gumpalan tanah sehingga apabila
burung-burung tersebut berlajan-jalan di sawah yang baru di cangkul akan sukar sekali dilihat, sebab
lingkunan sawah atau ladang yang tanahnya bergumpal-gumpal melindungi bubrung puyuh dari
musuhnya.
- Warna kupu-kupu Biston betularia. Sebelum berkembangnya industri di Inggris berwarna cereah,
tetapi ada pula yang berwarna agak gelap. Setelah berkembengnya industri di Inggris jumlah populasi
yang berwarna gelap menjadi jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan yang berwarna cerah.
- Hal ini di mungkinkan oleh pengaruh asap-asap pabrik yang menimbulkan jelaga dan menempel pada
daun-daun atau batang, sehingga lingkungan yang gelap akan lebih menguntungkan bagi Biston
betularuia yang berwarna gelap, karena terlindung dari musih-musuhnya dari pada yang berwarna
cerah.
Berdasarkan kenyataan-kenyataan di atas dapat disimpulkan bahwa adaptasi terhadap lingkungan
merupakan salah satu mekanisme seleksi alam.

3. Perbedaan pandangan mengenai proses evolusi


Terdapat beberapa perbedaan dalam para ahli mengemukakan tentang teorinya dalam memahami dan
menerankan adanya proses evolusi yang terjadi di alam ini, di antaranya :

a. Jean Baptise Lamarck dengan Weismann


Menurut Lamarck :
Perubahan organ makhluk hidup disebabkan adanya adaptasi terhadap lingkungan.perubahan sifat
organ itu diwariskan kepada keturunannya.
Menurut Augus Weismann :
Wismann menentang pendapat Lamarck, dengan melakukan percobaan memotong ekor tikus sampai 20
generasi, ternyata setiap generasi tetap mempunyai ekor panjang. Menurut Wismann, hal itu
merupakan bukti bahwa lingkungan tidak berpengaruh terhadap sel-sel tubuh yang mengarah kepada
terjadinya evolusi. Percobaan Weismann itu merupakan bantahan terhadap teori evolusi Lamarck

b. Lamarck dengan Darwin


Lamarck dan Darwin berpendapat bahwa evolusi terjadi karena pengaruh lingkungan. Bagaimana
penngaruh lingkunan tersebut, keduanya mempunyai pendapat yang berbeda.
Menurut Lamarck :
Perubahan-perubahan sifat yang terjadi pada organ tubuh makhluk hidup disebabkan oleh adaptasi
terhadap lingkungan dan perubahan sifat tersebut diwariskan kepada keturunannya.
Menurut Darwin :
Evolusi terjadi karen aadanya seleksi alam terhadap variasi-variasi yang ada. Individu yang mampu
beradaptasi terhadap lingkungan akan tetap lestari sedangkan yang tidak akan punah.

B. Petunjuk Adanya Evolusi


Mengulang pernyataan Darwin tentang evolusi, evolusi mempunyai arti penurunan dari asal yang sama
dengan modifikasi. Untuk menunjukan bukti-bukti bahwa evolusi itu ada, kita dapat melakukan
pendekatan terhadap kenyataan ini melalui beberapa jalur, yaitu :
1. Variasi makhluk hidup yang berasal dari satu keturunan
Di dunia ini tidak pernah dijumpai dua makhluk hidup yang identik sama. Bahkan anak kembar sekalipun
pasti mempunyai suatu perbedaan. Demikian juga dengan individu-individu yang termasuk dalam satu
specieas. Misalnya perbedaan warna, ukuran, berat, kefaalan, kebiasaan dan lain sebagainya. Jadi antar
individu dalam satu species terdapat variasi. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh berbagai faktor
seperti suhu, tanah, makanan, dan lain-lain. Variasi-variasi satu species dalam perkembangan berikutnya
akan menurunkan keturunan yang berbeda. Bila variasi di dalam species itu menghuni daerah yang
berbeda, maka dalam perkembangannya akan menghasilkan varian yang berbeda. Proses seleksi
terhadap berbagai jenis hewan dan tumbuh-tumbuhan selama bertahun-tahun akan menghasilkan
varian yang makin jauh berbeda dengan moyangnya. Pemuliaan berbagai species liar secara berangsur-
angsur akan menghasilkan species baru yang menguntungkan manusia. Jadi dapat disimpulkan bahwa
adanya variasi merupakan petunjuk adanya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya species-species
baru.
2. Fosil di berbagai lapisan bumi
Fosil dapat diartikan sebagai sisa-sisa binatang atau tumbuhan yang telah membatu. Fosil merupakan
catatan sejarah yang sangat penting sebagai penunjuk adanya evolusi. Dari hasil penelitian fosil
diketahui bahwa pada masa lampau terdapat flora dan fauna yang sekarang tidak ditemukan lagi. Hal ini
disebabkan oleh perbedaan iklim, air, keadaan tanah, suhu, dll.
Dengan membandingkan struktur tubuh hean yang menjadi fosil dan hewan sekarang, dapat
disimpulkan bahwa keadaan lingkungan di masa lampau berbeda dengan sekarang.
Beberapa tokoh yang mempelajari fosil hubungannya dengan evolusi, yaitu :
- Leonardo da Vinci (Itali, 1452 – 1519)
Merupakan orang pertama yang berpendapat bahwa fosil merupakan suatu bukti adanya makhluk hidup
di masa lampau.
- George Cuvier (Prancis, 1769 – 1532)
Ahli anatomi perbandingan, yang mengadakan study perbandingan antara fosil-fosil dengan makhluk
hidup yang ada sekarang. Selanjutnya menyimpulkan bahwa pada masa tertentu telah diciptakan
makhluk hidup yang berbeda dari masa ke masa (atau pada setiap yang berbeda diciptakan makhluk
yang berbeda pula. Setiap masa diakhiri dengan kehancuran alam, faham ini dikenal dengan kataklisma.
Darwin sendiri mengatakan bahwa makhluk-makhluk hidup yang terdapat pada lapisan bumi tua
mengadakan perubahan sesuai dengan bumi yang lebih muda. Oleh karena itu fosil pada lapisan lapisan
bumi yang lebih muda berbeda dengan fosil di lapisan bumi yang tua. Fosil yang ditemukan diberbagai
lapisan bumi yang paling lengkap berupa fosil kuda, yang ditemukan oleh Marsh dan Osborn. Perubahan
yang ditunjukan oleh fosil-fosil kuda itu, merupakan petunjuk tentang kebenaran evolusi, yaitu
perubahan-perubahan secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang lama. Ilmu yang mempelajari
tentang fosil disebut palaeontologi.
3. Pola sebaran geografi makhluk hidup
Di samping kepulauan Galapagos, dalam ekspedisinya Darwin selama ± 5 tahun, juga singgah ke
kepulauan Cape Verde, selanjutnya Darwin membuat perbandingan kedua pulau tersebut. Keduanya
mempunyai keadaan alam geografis dan iklim yang sama, tetapi mengapa jenis biotanya berbeda ?.
Menurut Darwin, flora dan fauna di Cape Verde berasal dari pantai Afrika, sedang flora dan fauna di
kepulauan Galapagos berasal dari daratan Amerika Selatan. Setiap makhluk hidup mempunyai
kecenderungan untuk menyebar ke tempat lain. Penyebaran organisme dapat dibedakan menjadi :
a. Penyebaran aktif : bila penyebarannya di dorong oleh faktor kemampuan dari dalam individu sendiri.
Misal : burung pelikan dari Amerika pindah ke Bali (Indonesia)
b. Penyebaran pasif : bila penyebarannya disebabkan oleh adanya faktor-faktor luar.
Misal : kelapa, enceng gondok yang menyebar karena terbawa arus air

4. Homologi organ tubuh


Apabila kita mengaeemati berbagai struktur organ tubuh vertebrata maka kita dapat temukan suatu
yang menarik, misalnya anggota tubuh depan dari manusia dipakai untuk memegang, sedang pada
burung anggota tubuh depan adalah untuk terbang. Kedua alat tersebut asalnya sama, tetapi karena
arah evolusi, kedua organisme itu menjadi berbeda dan akibatnya terjadilah perubahan adaptif yang
berbeda pula sehingga fungsinya menjadi berbeda. Organ-organ dari berbagai makhluk hidup yang
mempunyai bentuk asal sama, dan selanjutnya berubah struktur sehingga fungsinya berbeda, disebut
homolog.
Contoh : - tangan manusia homolog dengan kaki depan kuda
- kaki depan gajah homolog dengan sirip dada ikan
Organ-organ dari berbagai makhluk hidup yang mempunyai fungsi sama tanpa memperhatikan asalnya,
disebut analog.
Contoh : - sayap burung analog dengan sayap kupu-kupu
- belalai gajah analog dengan tangan manusia
Bila kita bandingkan tulang-tulang anggota tubuh depan mulai dari pisces, amphibia, reptilia, aves dan
mamalia hingga manusia tampak adanya perybahan-perubahan yang disesuaikan dengan fungsinya. C.
Mekanisme Evolusi
Dalam suatu perkawinan akan di hasilkan keturunan dari satu induk yang bervariasi, serta keturunan
yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya mempunyai kemampuan hidup dan menghasilkan
keturunan yang lebih tinggi. Jadi ada hubungan antara kemampuan organisme (vitalitas) dengan sifat
genetik. Variasi dalam satu keturunan terjadi karena dua penyebab utama yaitu mutasi gen dan
rekombinasi gen-gen di dalam keturunannya.
1. Mutasi gen
Mutasi gen pada suatu populsi menyebabkan terjadinya rekombinasi gen, dan hal ini bersifat menurun.
Selanjutnya dengan adanya rekombinasi gen yang baru, suatu keturunan akan mengalami perubahan
sifat yang berbeda dengan generasi sebelumnya sehingga timbul variasi. Adanya berbagai variasi ini
membuka peluang untuk terjadninay evolusi.
Mutasi gen yang tidak dipengaruhi faktor luar mempunyai sifat-sifat :
- sangat jarang terjadi
- umumnya tidak menguntungkan
- jumlah generasi dari suatu species sangat banyak
Angka mutasi yaitu angka yang menunjukan berapakah jumlah gen-gen yang bermutasi dari seluruh
gamet yang dihasilkan oleh suatu individu dari suatu species. Angka laju mutasi pada umumnya mulai 1
gen di antara 200.000 sampai jutaan gamet (rata-rata 1 : 100.000). Ini berarti dalamsetiap gamet
100.000 gamet ada 1 gen yang dapat bermutasi, jadi kemungkinan terjadinya mutasi sangat kecil.
Meskipun angka laju mutasi sangat kecil, tetapi merupakan suatu mekanisme evolusi yang penting
sebab :
- setiap gamet mengandung ribuan gen
- setiap individu dapat menghasilkan jutaan gamet dalam suaD. Penyebaran Organisasi di Bumi
Persebaran organisme di muka bumi ini sangat merata. Kadang-kadang antara satu individu satu dan
individu lain yang sejenis tidak saling bertemu karena adanya penghalang tertentu. Alfred Russel
Wallace mengungkapkan suatu pola mengenai penyebaran organisme. Adanya barrier menyebabkan
kelompok-kelompok organisme yang saling terpisah dan tidak melakukan interhibridisasi, sehingga bila
terjadi terus menerus akan menyebabkan terjadinya isolasi reproduksi dan menyebabkan adanya
organisme endemis. Penyebaran organisme terjadi karena asal usul species organisme, migrasi
organisme tersebut pada masa silam dan terdapatnya barrier (rintangan atau sawar) yang ditemuinya.
Barrier ini dapat berupa lautan, gunung, gurun, iklim dan interaksi satu sama lainnya. Adanya barrier
tersebut mencegah terjadninya penyebaran organisme di permukaan bumi. Untuk.dapat memahami
masalah evolusi, perlu pula pernahaman pengertian-pengertian berikut.
- Pengertian species, populasi-populasi yang masih mungkin mengadakan pertukaran gen dikatakan
termasuk dalam satu spesies. Dalam pengertian ini jelas bahwa variasi-variasi yang ada tidak
memisahkan dua populasi menjadi dua spesies selama masih dimungkinkan adanya pertukaran gen,
hingga variasi-variasi tersebut termasuk dalam apa yang disebut variasi intraspesifik. Variasi atau
perbedaan morfologi, fisiologi ataupun kelakuan tidak menjadi alasan dipisahkannya dua populasi
menjadi dua spesies yang berbeda.
- Isolasi repruduksi, barier (hambatan) geografik dapat memungkinkan terjadinya pernisahan dua
populasi (allopatric): Hal tersebut terjadi karena adanya penimbunan pengaruh faktor-faktor luar
(ekstrinsik) yang menyebabkan terjadinya isolasi faktor-faktor intrinsik. Keadaan ini memungkinkan
terjadinya isolasi reproduksi, meskipun kedua populasi tersebut berada dalam satu lingkungan kembali
(sympatric).
Macam-macam mekanisme isolasi intrinsik adalah:
- mekanisme yang mencegah/menghalangi terjadinya perkawinan,
- mekanisme yang mencegah terbentuknya hibrida,
- mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida.
Penjelasan lebih lanjut akan kita urai sebagai berikut.
a. Isolasi ekogeografi
Dua populasi yang terpisah oleh hambatan fisik, dapat menjadi berbecla begitu khusus sesuai dengan
lingkungannya. Apabila pada suatu saat kedua populasi tersebut dikumpulkan menjadi satu, keduanya
ticlak akan mampu saling mengadakan perkawinan. Hal ini disebabkan karena keduanya tidak dapat lagi
menyesuaikan diri pada kondisi yang baru. Mereka telah memperoleh perubahan genetik akibat dari
keadaan sekelilingnya. Sebagai contoh adalah tanaman Platanus occidentalis dan Platanus orientalis.
Keduanya dapat diserbukkan secara buatan dengan hasil keturunannya tetap, fertil. Namun
penyerbukan secara alam tidak pemah terjadi karena masing-masing hanya dapat hidup di
lingkungannya sendiri. Dalam hal ini mereka tidak hanya terpisah secara geografi saja tetapi juga secara
genetik.
b. Isolasi habitat
Antara. dua populasi simpatrik yang menghuni daerah yang berbeda lebih sering terjadi perkawinan
daripada antara sesama populasi setempat namun berbecla sifat- sifat genetiknya. Dapat dikemukakan
sebagai contoh adalah katak Bufo fowleri dan Bufo americanus. Keduanya dapat kawin dan
menghasilkan keturunan yang fertil. Kalau pada suatu waktu tempat tinggalnya bercampur ternyata
bahwa Bufo fowleri akan lebih banyak mengadakan perkawinan dengan sesamanya dibanding dengan
Bufo americanus. Hal ini disebabkan karena Bufo fowleri akan memilih tempat tinggalnya untuk kawin di
air yang tenang, sedangkan Bufo americanus di kubangan-kubangan air hujan.
c. Isolasi iklim musim
Pinus radiata dan Pinus muricata keduanya terclapat di beberapa tempat di California dan tergolong
simpatrik. Kedua jenis Pinus tersebut dapat disilangkan tetapi perkawinan silang ini boleh dikatakan
tidak pernah terjadi di alam. Hal ini disebabkan karena perbedaan masa berbunga Pinus radiata terjadi
pada awal Februari sedang Pinus muricata pada bulan April. Berikut ini adalah contoh empat jenis katak
yang tergolong pada genus Rana. Meskipun hidup di daerah yang sama tetapi tidak terjadi persilangan,
karena perbedaan masa aktif perkawinan.
d. Isolasi perilaku
Pada berbagai jenis ikan ternyata kelakuan meminang ikan betina oleh ikan jantan berbeda. Sebagai
contoh diambil 2 perbandingan sebagai berikut :
Yang satu : membuat sarang dengan 2 lubang untuk masuk dan keluar, sarang digantungkan pada
tumbuhan air.
Yang lain : pada sarang hanya ada satu lubang ialah tempat masuk saja, sarang dibuat pada dasar kolam.
e. Isolasi mekanik
Yang dimaksud dengan isolasi mekanik adalah hal yang menyangkut struktur yang berkaitan dengan
peristiwa perkawinan itu sendiri. Misal bila hewan jantan dari suatu spesies jauh lebih besar ukurannya
daripada jenis betina. Atau jika alat kelamin yang jantan mempunyai bentuk yang sedemikian rupa
sehingga tidak dapat cocok dengan alat kelamin yang betina. Pada beberapa makhluk bentuk alat
kelamin itu sedemikian rupa hingga dalam hal ini berlaku apa yang disebut sistem "lock and key" (kunci
dan gembok), tetapi pada kebanyakan makhluk tidaklah demikian. Pada hewan kaki sejuta yang
termasuk genus Brochoria dijumpai bahwa bentuk alat kelamin pada yang jantan berbeda-beda hingga
sering digunakan sebagai titik tolak untuk klasifikasi, tetapi pada yang betina bentuknya serupa. Isolasi
mekanik semacam ini pada tumbuhan ternyata lebih berpengaruh dibanding dengan pada hewan,
terutama yang berkaitan dengan hewan penyebar serbuk sari. Seperti disinggung di muka tentang
adaptasi maka ada kekhususan bentuk bunga dalam hubungannya dengan hewan penyebar serbuk sari.
f. Isolasi gamet
Sebagaimana diketahui peristiwa penyerbukan tidak tentu mengakibatkan peristiwa fertilisasi. Pada
percobaan menggunakan Drosophila virilis dan Drosophila americana, dengan inseminasi buatan maka
sperma dari jenis jantan tidak dapat mencapai sel telur karena tidak dapat bergerak sebagai akibai
adanya cairan penghambat dalarn saluran reproduksi. Pada spesies Drosophila lain mekanismenya
berbeda; pada waktu sperma masuk dalam saluran reproduksi, saluran tersebut membengkak hingga
sperma-sperma tersebut mati. Peristiwa isolasi garnet juga dijumpai pada tanaman tembakau dalam hal
ini meskipun serbuk sari sudah diletakkan pada stigma tetapi tidak terjadi fertilisasi karena inti dari
serbuk sari tersebut tidak dapat mencapai inti telur dalam ovula.
g. Isolasi perkembangan
Pada Rana pipiens terjadi peristiwa fertilisasi Yang berhasil tetapi embrionya tidak dapat tumbuh dan
segera mati.
Pada dunia ikan peristiwa semacam ini banyak terjadi; seringkali telur dari suatu spesies dibuahi oleb
sperma dari spesies lain, tetapi segera terjadi seperti halnya pada Rana pipiens di atas.
h. Ketidakmampuan hidup suatu hibrida
Berturut-turut telah dibicarakan peristiwa perkawinan yang tidak dapat berlangsung karena adanya
hambatan geografi, perubahan genetik, adanya perbedaan musim perkawinan, perbedaan kelakuan dan
akhirnya karena hambatan mekanik. Kalau hambatan ini kita anggap sebagai hambatan pada langkah
pertarna, maka hambatan selanjutnya terjadi pada langkah berikutnya. Jadi dalam hal ini perkawinan
dapat terjadi, tetapi pembentukan gametnya terlambat. Berikumya adalah peristiwa yang langkah
pertarna dan kedua tidak mendapat halangan suatu apa, tetapi kemudian hambatan terjadi pada
langkah berikutnya. Perkawinan dapat berlangsung, pembentukan garnet dapat terjadi, tetapi embrio
yang terjadi tidak dapat tumbuh dan berkembang. Pada langkah berikutnya adalah peristiwa di mana
semua fase tersebut di atas dapat dilalui dengan selamat tetapi ternyata kemudian perkembangan dari
hibrida adal lemah, cacat dan kebanyakan mati sebelurn dapat mengadakan reproduksi. Dari kejadian
tersebut dapat disimpulkan bahwa tiada pertukaran gen antara kedua induk. Dalarn praktek dijumpai ini
pada tanaman tembakau yang mati sebelum berbunga karena adanya tumor pada bagian vegetatifnya.
i. Kemandulan hibrida
Hasil perkawinan antara kambing dan biri-biri, berupa keturunan yang steril (mandul). Peristiwa lebih
lanjut lagi dapat terjadi, bahwa hibrida yang terbentuk dapat hidup dengan normal ternyata steril.
Contoh lain kita jumpai pada perkawinan silangan kuda dan keledai. Keturunannya selalu steril karena
sesungguh tidak terjadi pertukaran gen.
j. Eliminasi hibrida karena seleksi
Hibrida fertil disertai keturunannya bila berada dalam suatu rah yang sama dan dapat hidup dengan
normal dapat dianggap seb satu spesies. Tetapi bila hibrida dan keturunannya kurang mengadakan
adaptasi, maka dalarn waktu yang tidak lama semua akan musnah. Antara kedua induk dalam peristiwa
ini memmang benar terjadi pertukaran gen tetapi tidak banyak. Pada umur perkawinan antara induk
yang berasal dari satu spesies menghasilkan keturunan yang lebih banyak dibanding dengan keturunan
dari hibridanya. Akibatnya untuk taraf berikutnya terjadi koreksi terhadap perkawinan yang keliru
tersebut, perkawinan dengan spesies lain. Akibat dari koreksi tersebut terjadi seleksi hingga dengan
demikian pada akhirnya keturunan dari hibrida tersebut mengalami eliminasi (punah). Dalam keadaan
sesungguhnya mekanisme isolasi seperti tersebut beroperasi dua atau tiga sekali jarang dijumpai hanya
satu mekanisme isolasi saja yang beroperasi.

RANGKUMAN

Evolusi adalah proses perubahan struktur tubuh makhluk hidup yang berlangsung sangat lambat dan
dalamwaktu yang sangat lama. Evolusi juga merupakan perkembangan makhluk hidup yangberlangsung
secara perlahan-lahan dalam jangka waktu yang lama dari bentuksederhana ke arah bentuk yang
komplek
Alam mengadakan seleksiterhadap individu-individu yang hidup di dalamnya. Hanya individu-individu
yangdapat menyesuaikan diri dengan alam lingkungannya yang akan terus hidup,sedangkan individu
yang tidak dapat menyesuaikan dengan lingkungannya akansemakin berkurang, mati atau pindah
tempat.
Organ-organ dari berbagaimakhluk hidup yang mempunyai bentuk asal sama, dan selanjutnya berubah
struktursehingga fungsinya berbeda, disebut homolog.
Organ-organ dari berbagaimakhluk hidup yang mempunyai fungsi sama tanpa memperhatikan asalnya,
disebutanalog.
Berbagai jenis vertebratamenunjukan adanya persamaan, yaitu mulai dari zigot, morula, blastula,
gastrulahingga fase tetentu dari perkembangan embrio.
Mutasi gen pada suatupopulsi menyebabkan terjadinya rekombinasi gen, dan hal ini bersifat
menurun,yang selanjutnya dengan adanya rekombinasi gen yang baru, suatu keturunan akan mengalami
perubahansifat yang berbeda dengan generasi sebelumnya sehingga timbulvariasi
Frekuensi gen adalahperbandingan antara gen yang satu dengan gen lainnya di dalam suatu populsi.