You are on page 1of 3

A.

Anatomi dan Fisiologi Hematologi


Hematologi berkaitan dengan darah dan jaringan pembentuk darah.
Sistem hematologi juga mencakup sistem makrofag-monosit (fagosit
mononukleat), yang berasal dari sistem retikulo endothelial (RES), yang
terdapat diseluruh tubuh, terutama dilimpa, hati, kelenjar getah bening, dan
sumsum tulang. Sistem makrofag-monosit ini akan memfagosit bahan-
bahan mulai dari mikroorganisme asing sampai eritrosit mati dari darah dan
jaringan tubuh. Gangguan-gangguan yang timbul dari sistem ini, disebut
diskrasia darah, berkisar dari penyakit yang ringan dan dapat diobati
sampai yang berkembang cepat dan mematikan.

Komponen cair darah yang disebut plasma terdiri dari 91-92% air
yang berperan sebagai medium transport, dan 8-9% zat padat. Zat padat
tersbut antara lain protein-protein seperti albumin, globulin, dan faktor-
faktor pembekuan. Albumin berperan untuk mempertahankan volume darah
dengan menjaga tekanan osmotic koloid, keseimbangan Ph dan elektrolit,
serta transport ion-ion logam, asam lemak, hormone, dan obat-obatan.
Globulin sangat berperan dalam pembentukan antibody (imunologi).
Fibrinogen, merupakan salah satu faktor pembekuan darah

Darah adalah suatu suspense partikel dalam suatu larutan koloid cair
yang mengandung elektrolit. Darah memiliki sifat protektif terhadap
organisme dan khususnya terhadap darah sendiri. Unsur sel darah terdiri
dari sel darah merah (eritrosit), beberapa jenis sel darah putih (leukosit), dan
fragmen sel yang disebut trombosit. Eritrosit berfungsi sebagai transport
atau pertukaran oksigen (O2) dan karbon diaoksida (CO2), leukosit
berfungsi untuk mengatasi infeksi, dan trombosit untuk hemostatis.

1
2

Sel darah merah (SDM) atau eritrosit adalah cakram bikonkaf tidak
berinti yang kira-kira berdiameter 8µm, tebal bagian tepi 2µm dan
ketebalannya berkurang dibagian tengah menjadi hanya 1 mm atau kurang.
Karena lunak dan lentur maka selama melewati mikrosirkulasi sel-sel ini
mengalami perubahan konfigurasi. Stroma bagian luar membrane sel
mengandung antigen golongan darah A dan B serta factor Rh yang
menentukan golongan darah seseorang. Komponen utama eritrosit adalah
hemoglobin protein (Hb), yang mengangkut sebagian besar oksigen (O₂)
dan sebagian kecil fraksi karbon dioksida (CO₂) dan mempertahankan Ph
normal melalui serangkaian dapar intraseluler. Rata-rata orang dewasa
memiliki jumlah eritrosit kira-kira 5 juta per millimeter kubik, masing-
masing eritrosit memiliki siklus hidup sekitar 120 hari.

Sumber gambar: simple news05

Sel darah putih (SDP) atau leukosit berperan sebagai pertahanan


tubuh melawan infeksi. Batas normal jumlah sel darah putih berkisar dari
4000 sampai 10.000/mm3 dan memiliki siklus hidup kira-kira 4-5 hari.
Lima jenis sel darah putih yang sudah diidentifikasi dalam darah perifer
adalah neutrophil, eosinofil, basophil, monosit dan limfosit.
3

Sumber gambar : mediskus

Trombosit bukan merupakan sel, tetapi merupakan fragmen-fragmen sel granular,


berbentuk cakram, tidak berinti; trombosit ini merupakan unsur selular sumsum tulang
terkecil dan penting untuk homeostatis dan koagulasi. Trombosit berdiameter 1-4µm dan
memiliki siklus hidup kira-kira 10 hari. Kira-kira sepertiga berada di dalam lien sebagai
sumber cadangan, dan sisanya berada didalam sirkulasi, berjumlah antara 150.000 dan
400.000/mm3. (Sylvia dan Loraine, 2014).

Sumber gambar : alkesplaza