You are on page 1of 11

Jurnal Ners LENTERA, Vol. 4, No.

2, September 2016

GAMBARAN MASALAH KESEHATAN WISATAWAN ASING


YANG BERKUNJUNG KE PUSAT PELAYANAN KESEHATAN 2015

(Description of Health Problems of Foreign Tourists who Visited


Health Service Centre 2015)

Ida Bagus Maha Gandamayu*, Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini*,


Made Dian Shanti Kusuma*
*STIKES Bali
Jl. Tukad Balian No. 180 Denpasar, Bali
E-mail: mahagandamayu.stikesbali@gmail.com

ABSTRAK
Pendahuluan: Perjalanan ke luar negeri dapat menimbulkan masalah kesehatan,
perubahan kelembaban udara, suhu dan kuman penyakit adalah beberapa hal
yang mampu mempengaruhi kesehatan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran masalah kesehatan wisatawan asing yang berkunjung ke
pusat pelayanan kesehatan, layanan rawat jalan di rumah sakit Bali Royal
Denpasar. Metode: Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel
acak, berjumlah 181 responden yang berkunjung ke rumah sakit Bali Royal
Denpasar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah terbesar adalah
observasi febris 14 (37.8%) dan diare 12 (46. 1%). Pembahasan: Faktor
Lingkungan merupakan salah satu faktor penyebab, dimana lingkungan yang
tidak sehat karena tercemar kuman serta berakumulasi dengan perilaku manusia
yang tidak sehat pula. Kesimpulan: Dari total 181 responden, penyebab utama
masalah kesehatan adalah disebabkan oleh infeksi dan penyakit lain. Infeksi
dapat disebabkan oleh bakteri, virus serta lingkungan.
Kata Kunci: masalah kesehatan, wisatawan, pelayanan kesehatan

ABSTRACT
Introduction: Foreign travel can cause various health risks, the change of air
humidity, temperature or the germ of the disease are some of the things that is
capable of affecting the health of travelers. Method: This study aims to describe
the foreign tourists to utilize the outpatient service in Bali Royal Hospital
Denpasar. The sample used in this study was a random sampling, 181
respondents were visited to Bali Royal Hospital which they utilize the health
services. Result and Discussion: The results of this study show that the biggest
problems are Observation febris 14 (37.8%) and Diarrhea 12 (46.1%).
Environment can be the factor of the diseases, the bad environment will be
contaminated by bacteria and also accumulate to the bad personal life style.
Conclusion: The conclusion of this study is that of the total 181 respondents are
most of the problems is caused by infection or other illness. There are kinds of
infection that can cause such as bacteria, virus, fungi and environment.
Keywords: health problem, foreign tourists, health centre

178
 
Jurnal Ners LENTERA, Vol. 4, No. 2, September 2016

PENDAHULUAN bertanggungjawab dalam


Indonesia merupakan salah mengembangkan pelayanan
satu negara dengan berbagai macam kesehatan yang sesuai dengan
budaya dan etnik serta beberapa wisatawan (Negara, 2008).
gugusan pulau. Oleh sebab itu, Fasilitas pelayanan kesehatan
Indonesia menjadi daya tarik di lebih dari 30 negara di dunia telah
tersendiri sebagai salah satu negara tersedia untuk pasien internasional.
tujuan wisatawan. Para wisatawan Pelayanan kesehatan tersebut berupa
mengenal Provinsi Bali karena adat pelayanan kesehatan milik
istiadat dan budaya yang masih pemerintah maupun swasta (Eissler
terjaga hingg sekarang. Berbagai and Casken, 2013). Perjalanan ke
promosi wisata yang telah dilakukan luar negeri dapat memicu resiko
oleh pihak pemerintah dalam kesehatan yang beragam, tergantung
mengajak wisatawan luar negeri atau karakteristik dari wisatawan maupun
domestik untuk datang ke Provinsi daerah tujuan wisata. Perubahan
Bali (Putra, 2014). Menurut data kelembapan udara, suhu maupun
Dinas Pariwisata Bali, total kuman penyakit merupakan beberapa
kunjungan wisatawan asing ke Bali hal yang mampu mempengaruhi
tahun 2014 sebesar 3.122.392 orang kesehatan wisatawan. Selain itu jenis
wisatawan dan tahun 2015 sebesar kegiatan atau aktivitas yang
3.360.171 orang wisatawan. Jumlah dilakukan oleh wisatawan asing
kunjungan wisatawan asing tahun selama tinggal di daerah tujuan
2015 mengalami peningkatan sebesar wisata juga memiliki resiko
7,61% dibandingkan tahun 2014. terjadinya kecelakaan.
(http://www.disparda.baliprov.go.id/i (http://www.who.int/topics/travel/en/
d/Statistik2, 2015). Data tersebut , 2009).
menunjukan bahwa Bali masih Resiko jatuh sakit menjadi
menjadi destinasi wisata yang perhatian yang wajib bagi wisatawan
diminati wisatawan asing. yang melakukan perjalan wisata.
Dampak dari adanya Walaupun kejadian penyakit yang
wisatawan yang datang ke Propinsi diderita wisatawan bisa dicegah atau
Bali salah satunya adalah adanya ditangani dengan tindakan
kebutuhan akan pelayanan kesehatan sederhana, namun resiko jatuh sakit
yang memadai. Para wisatawan tidak selama berwisata mampu membatasi
hanya berlibur namun ketika mereka atau bahkan menghambat perjalanan
sedang sakit atau ingin melakukan wisata tersebut. Penelitian yang
pemeriksaan kesehatan, akan segera dilakukan di Cuzco, Peru, Amerika
mencari pelayanan kesehatan yang Selatan 2009 menunjukkan informasi
berkualitas (Putra, 2014). Menurut mengenai kejadian penyakit yang
Laksono 2001, berpendapat bahwa dialami wisatawan asing selama
salah satu ketentuan WTO berwisata. Jenis penyakit yang paling
menyatakan negara tujuan wisata banyak dilaporkan yaitu diare,

179
 
Jurnal Ners LENTERA, Vol. 4, No. 2, September 2016

altitude sickness, infeksi saluran dialami wisatawan selama berlibur di


pernafasan atas, sunburn, demam, Bali serta belum adanya upaya
kecelakaan lalu lintas dan penyakit sistematis yang dilakukan untuk
menular seksual (Cabada et al., mengidentifikasi dan menganalisa
2009). Informasi diatas hanya masalah kesehatan wisatawan asing
sebatas tentang jenis penyakit. yang berkunjung dan menggunakan
Gambaran lain tentang kondisi pelayanan kesehatan di Bali,
kesehatan wisatawan yang datang menyebabkan penulis tertarik untuk
berkunjung ke pusat pelayanan melakukan penelitian mengenai
kesehatan secara detail masih belum “Gambaran Kunjungan Wisatawan
ada yang melaporkan. Asing ke Pusat Pelayanan Kesehatan
Penelitian ini akan di Bali”.
dilaksanakan di Rumah Sakit Umum
Bali Royal (BROS) Denpasar. BAHAN DAN METODE
Rumah Sakit Umum BROS Design pada penelitian ini adalah
Denpasar merupakan salah satu retrospective chart review.
rumah sakit swasta di kota Denpasar Populasi dalam penelitian ini adalah
yang menyediakan pelayanan wisatawan asing yang berkunjung
kesehatan bagi wisatawan asing yang dan menggunakan pelayanan
sedang berlibur ke Bali dan juga kesehatan pada Rumah Sakit BROS
menyediakan pelayan wisata medis periode bulan Januari-Desember
(medical tourism) bagi wisatawan 2015, dengan jumlah sampel 181
internasional yang ingin memperoleh responden. Tehnik sampling pada
perawatan atau pelayanan medis di penelitian ini menggunakan teknik
Bali. Bekerjasama dengan salah satu simpel random sampling.
perusahaan asing yang bergerak di Variabel yang diukur atau diamati
bidang medical travel and cosmetic dalam penelitian ini adalah masalah
tourism, Rumah Sakit Umum Bali kesehatan yang dialami oleh
Royal (BROS) menjadi salah satu wisatawan asing
pilihan yang dapat dituju oleh Data yang telah terkumpul
wisatawan asing dalam hal dianalisis menggunakan statistik
pelayanan kesehatan di Bali. deskriptif dan disajikan dalam
Salah satu tindakan yang bentuk tabel distribusi frekuensi.
dilakukan oleh wisatawan untuk Ijin penelitian diperoleh dari
menanggulangi masalah penyakit Badan Penanaman Modal dan
atau kecelakaan yang dialami adalah Perijinan Pemerintah Provinsi Bali
datang ke pusat pelayanan kesehatan, dan Rumah Sakit Umum Bali Royal
dalam hal ini rumah sakit untuk (BROS).
memperoleh pelayanan kesehatan.
Meningkatnya kunjungan wisatawan
ke Bali dan kemungkinan resiko
penyakit atau kecelakaan yang

180
 
Jurnal Ners LENTERA, Vol. 4, No. 2, September 2016

HASIL DAN PEMBAHASAN adalah umum/pribadi yaitu 159


Hasil penelitian tentang (87,8%).
gambaran wisatawan asing yang
berkunjung ke pusat pelayanan Diagnosis medis wisatawan asing
kesehatan. yang berkunjung
Tabel 3. Diagnosis Medis Sistem
Tabel 1. Karakteristik Demografi Pernafasan
Sistem Frekuensi Persentase
Karakteris- Frekuensi Persentase
pernafasan (n) (%)
tik (n) (%)
Pharingitis acute 2 14.2
Umur*
Asthma 1 7.1
0-5 tahun 8 4,4
unspecified
6-11 tahun 7 3,9
Pneumonia 1 7.1
12-16 tahun 1 0,6
ISPA 1 7.1
17-25 tahun 25 13,8
Rhinopharingitis 3 21.4
26-35 tahun 39 21,5
acute
36-45 tahun 30 16,6
Common cold 1 7.1
46-55 tahun 27 14,9
Tubakatar 1 7.1
56-65 tahun 21 11.6
Sinusitis maxilaris 1 7.1
>65 tahun 23 12,7
Rotator cuff
Jenis
syndrome 1 7.1
Kelamin
Acute upper
Laki-laki 88 48,6
respiratory
Perempuan 93 51,4 infection
*Sumber: Depkes RI, 2009 unspecified 1 7.1
Pneumothorax
Tabel diatas menunjukkan unspecified 1 7.1
bahwa dari 181 sampel, karakteristik
responden berdasarkan umur yang Tabel diatas menunjukkan
terbanyak terdapat pada rentang bahwa dari 14 sampel, masalah
umur 26-35 tahun yaitu 39 (21,5%). kesehatan wisatawan asing
Berdasarkan jenis kelamin, berdasarkan diagnosis medis system
perempuan lebih banyak di pernafasan yang terbanyak adalah
bandingkan dengan laki-laki yaitu 93 Rhinopharingitis acute yaitu 3
(51,4%). (21,4%).
Penyakit radang tenggorokan
Tabel 2. Cara Pembayaran akut adalah salah satu hal yang
Wisatawan Asing terjadi secara umum dan terjadi di
Cara Frekuensi Persentase seluruh dunia. Di Indonesia sendiri
pembayaran (n) (%)
umumnya penyakit radang
Umum/
pribadi 159 87,8 tenggorokan ini terjadi pada saat
Asuransi 22 12,2 pancaroba dan juga selama musim
hujan terjadi. Salah satu penyebab
Tabel diatas menunjukkan wisatawan asing terserang radang
bahwa dari 181 sampel, proporsi cara tenggorokan akut ialah karena
pembayaran kesehatan wisatawan adanya perubahan musim, dimana
asing yang berkunjung ke pusat wisatawan yang berkunjung ke luar
pelayanan kesehatan yang terbanyak negeri mengalami perubahan musim

181
 
Jurnal Ners LENTERA, Vol. 4, No. 2, September 2016

dari Negara tempat mereka tinggal Tabel 5. Diagnosis Medis Sistem


ke Negara tujuan. Kardiovaskuler
Sistem Frekuensi Persentase
Tabel 4. Diagnosis Medis Sistem kardiovaskuler (n) (%)
Hepatologi Atrial fibrillation 1 25
and flutter
Sistem Frekuensi Persentase Heart disease 1 25
hepatologi (n) (%) STEMI 1 25
Hepatitis B 1 33.3 Acute myocardial 1 25
Lymfadenitis 1 33.3 infarction
Cholecystitis unspecified
unspecified 1 33.3

Tabel diatas menunjukkan


Tabel diatas menunjukkan
bahwa dari 4 sampel, masalah
bahwa dari 3 sampel, masalah
kesehatan wisatawan asing
kesehatan wisatawan asing
berdasarkan diagnosis medis sistem
berdasarkan diagnosis medis sistem
kardiovaskuler secara keseluruhan
hepatologi yaitu hepatitis B,
memperoleh persentase yang sama
Lymfadenitis dan Cholecystitis
yaitu Atrial fibrillation and flutter,
unspecified memperoleh persentase
Heart disease, STEMI dan Acute
yang sama yaitu sebanyak 1
myocardial infarction unspecified
(33.3%).
yaitu sebanyak 1 (25%).
Hati berperan penting
Penyakit jantung adalah
menjaga tubuh tetap sehat dengan
sebuah kondisi yang menyebabkan
mengeluarkan racun dari tubuh yang
Jantung tidak dapat melaksanakan
masuk bersama makanan dan
tugasnya dengan baik. Hal-hal
minuman. Hati memproduksi cairan
tersebut antara lain Otot jantung
empedu yang selain berfungsi
yang lemah (kelainan bawaan sejak
membantu memecah lemak dari
lahir) dan atau adanya celah antara
makanan, juga mampu menyimpan
serambi kanan dan serambi kiri,
glukosa yang nantinya mendukung
oleh karena tidak sempurnanya
penyediaan energi bagi tubuh.
pembentukan lapisan yang
Penyakit hati beberapa faktor salah
memisahkan antara kedua serambi
satu adalah disebabkan oleh pola
saat penderita masih di dalam
akan yang tidak baik seperti
kandungan. Pada umumnya
mengkonsumsi terlalu banyak gula
penyakit jantung timbul karena pola
dan obesitas. Penyakit hati masih
hidup yang kurang sehat sehingga
dapat dicegah dengan memperbaiki
memicu timbulnya penyakit.
gaya hidup, menghentikan
Dengan merubah pola hidup akan
kebiasaan buruk, lalu menggantinya
mencegah terjadinya penyakit
dengan kebiasaan yang lebih sehat.
jantung.

182
 
Jurnal Ners LENTERA, Vol. 4, No. 2, September 2016

Tabel 6. Diagnosis Medis Sistem menimbulkan terjadinya luka robek


Muskuloskeletal di area kulit.
Sistem Frekuensi Persentase
muskuloskeletal (n) (%) Tabel 7. Diagnosis Medis Sistem
Low back pain 4 10.8 Perkemihan
Muscle strain 8 21.6
Pain knee 1 2.7 Sistem Frekuensi Persentase
Open wound of perkemihan (n) (%)
wrist and hand 1 2.7 Urinary
Chronic tract
maxillary infection 2 66.6
sinusitis 1 2.7 Calculus of
Unspecified kidney 1 33.3
injury of lower
leg 1 2.7 Tabel diatas menunjukkan
Sprain and strain bahwa dari 3 sampel, masalah
of ankle 1 2.7
Other specified kesehatan wisatawan asing
extrapyramidal berdasarkan diagnosis medis system
and movement perkemihan yang terbanyak adalah
disorders 1 2.7
Open wound of Urinary tract infection 2 (66.6%).
other parts of
foot 2 5.2 Urinary Tract Infection atau
Abses furuncle 1 2.7
Hernia Nucleus infeksi pada saluran kencing.
Pulposus 1 2.7 Infeksi ini dimulai dengan
Shoulder frozen 1 2.7 masuknya bakteri ke dalam lubang
Athrosis 1 2.7
Carcinoma in kemih dan terus menjalar naik mulai
situ of breast dari uretra, kandung kemih
unspecified 1 2.7
Vulnus appertum 11 29.7
(bladder), ureter hingga ke ginjal
Attention to (kidney) yang disebabkan oleh
surgical bakteri Escherichia Coli (E. coli).
dressings and
sutures 1 2.7 Pencegahan yang dilakukan yaitu
dengan personal hygiene yang baik.
Tabel diatas menunjukkan
Tabel 8. Diagnosis Medis Sistem
bahwa dari 37 sampel, masalah
Pencernaan
kesehatan wisatawan asing
Sistem Frekuensi Persentase
berdasarkan diagnosis medis sistem pencernaan (n) (%)
muskuloskeletal yang terbanyak Diarrhea and 2 7.6
adalah Vulnus appertum sebanyak gastroenteritis
Acute pancreatic 1 3.8
11 (29,7%). Diare 12 46.1
Dyspepsia 4 15.3
Vulnus appertum adalah Vomiting 1 3.8
luka dengan tepi yang tidak Abdominal pain 2 7.6
Intra abdominal 1 3.8
beraturan biasanya terjadi karena Appendicitis
kekerasan tumpul yang kuat acute 2 7.6
Haemoroid 1 3.8
sehingga melampaui elastisitas kulit
atau otot. Aktifitas fisik dapat

183
 
Jurnal Ners LENTERA, Vol. 4, No. 2, September 2016

Tabel diatas menunjukkan media unspecified dan


bahwa dari 26 sampel, masalah Conjunctivitis unspecified 2 (20%).
kesehatan wisatawan asing
berdasarkan diagnosis medis sistem Pada umumnya penyakit mata
pencernaan yang terbanyak adalah disebabkan karena kurang merawat
diare 12 (46.1%). dan tidak memperhatikan kesehatan
Penyebab diare terjadi akibat dan kebersihan organ penglihatan.
konsumsi makanan atau minuman Faktor lain yaitu paparan debu dan
yang terkontaminasi bakteri, virus, lingkungan yang tidak bersih.
atau parasit. Faktor Lingkungan Penyakit mata yang disebabkan oleh
merupakan salah satu faktor gangguan mata yang ringan seperti
penyebab diare, apabila lingkungan mata merah atau bengkak hal
tidak sehat karena tercemar kuman tersebut disebabkan oleh virus atau
diare serta berakumulasi dengan bakteri. Masuknya bakteri ke dalm
perilaku manusia yang tidak sehat mata atau kelopak mata bias
pula, yaitu melalui makanan dan menyebabkan penyakit mata
minuman, maka dapat menimbulkan sehingga mata akan menjadi lebih
kejadian penyakit diare. merah, banyak mengeluarkan
kotoran, terasa prih dan nyeri,
Tabel 9. Diagnosis Medis Sistem bahkan bias menyebabkan mata
Indra membengkak.
Sistem indra Frekuensi Persentase
(n) (%)
Tabel 10. Diagnosis Medis Sistem
Otitis media Saraf
unspecified 2 20 Sistem saraf Frekuensi Persentase
Ptosis of eyelid 1 10 (n) (%)
Disorder of Epilepsy 1 7.6
eyelid Cidera kepala
unspecified 1 10 ringan 3 23
Conjunctivitis Fatigue 2 15.3
unspecified 2 20 Headache 2 15.3
Entropion and Cerebral
trichiasis of infarction
eyelid 1 10 unspecified 1 7.6
Examination of Cepalgia
ears and vascular 2 15.3
hearing 1 10 Concussion 1 7.6
Cerumen Multiple injury
impacted 1 10 of head 1 7.6
Otitis externa 1 10
Tabel diatas menunjukkan
Tabel diatas menunjukkan bahwa dari 13 sampel, masalah
bahwa dari 10 sampel, masalah kesehatan wisatawan asing
kesehatan wisatawan asing berdasarkan diagnosis medis sistem
berdasarkan diagnosis medis system saraf yang terbanyak adalah cedera
indra yang terbanyak adalah Otitis kepala ringan yaitu sebanyak 3
(23%).

184
 
Jurnal Ners LENTERA, Vol. 4, No. 2, September 2016

Cidera kepala adalah cedera Sistem reproduksi pada manusia


yang dapat mengakibatkan rentan mengalami penyakit,
kerusakan otak akibat perdarahan kelainan juga gangguan. Gejala
dan pembengkakan otak sebagai tersebut bisa disebabkan oleh
respon terhadap cedera dan berbagai faktor. Bisa saja karena
penyebab peningkatan tekanan intra tumor, virus, bakteri atau memang
kranial (TIK). (Brunner & Suddarth, disfungsi organ reproduksi yang
2002). Cedera kepala ringan yang disebabkan oleh hal-hal yang tak
umumnya disebabkan oleh benturan terduga misalnya makanan atau zat-
pada kepala, misalnya karena zat kimia yang masuk ke dalam
terjatuh, pukulan, atau kecelakaan. tubuh manusia. Penyakit ini bisa
dihindari dengan berprilaku seksual
Tabel 11. Diagnosis Medis Sistem yang baik dan rutin memeriksakan
Reproduksi diri. Asupan makanan yang akan
Sistem Frekuensi Persentase membuat sistem reproduksi sehat.
reproduksi (n) (%)
Leukhorea 1 14.2 Tabel 12. Diagnosis Medis Sistem
Abortus
incomplete 1 14.2 Imun
Amenorrhea Sistem Frekuensi Persentase
unspecified 1 14.2 imun (n) (%)
Unspecified HIV 1 50
abortion Graves 1 50
complete or
unspecified 1 14.2
Scrotal Tabel diatas menunjukkan
varices 1 14.2 bahwa dari 2 sampel, masalah
Gynecology kesehatan wisatawan asing
normal 1 14.2
Supervision of berdasarkan diagnosis medis system
normal imun yaitu Cerumen impacted, HIV
pregnancy
unspecified 1 14.2
dan Graves yaitu sebanyak 1
masalah (50%).
Tabel diatas menunjukkan Penyakit autoimun adalah
bahwa dari 7 sampel, masalah penyakit yang terjadi ketika system
kesehatan wisatawan asing kekebalan tubuh sendiri menyerang
berdasarkan diagnosis medis system jaringan tubuh sendiri. Sistem
hepatologi yaitu Leukhorea, kekebalan tubuh berfungsi untuk
Abortus incomplete, Amenorrhoea mencegah penyakit, seperti
unspecified, Unspecified abortion mencegah bakteri atau virus. Sistem
complete or unspecified, scrotal imun tubuh memiliki kemampuan
varices, Gynecology varices dan untuk membedakan sel tubuh
Supervision of normal pregnancy sendiri dan sel asing. Namun, pada
unspecified yaitu sebanyak 1 individu yang terkena penyakit
(14.2%). auto-imun, sistem imun kehilangan
kemampuan untuk membedakan sel

185
 
Jurnal Ners LENTERA, Vol. 4, No. 2, September 2016

tubuh dengan sel asing sehingga Tabel 14. Pemeriksaan Laboratorium


sistem imun akan menyerang sel atau Radiologi
tubuh sendiri Laboratorium/ Frekuensi Persentase
radiologi (n) (%)
Tabel 13. Lain-lain Pemeriksaan
radiologi 6 85,7
Lain-lain Frekuensi Persentase (%) Pemeriksaan
(n) laboratorium 1 14,3
Dengue
haemorrhagic
fever 8 21.6 Tabel diatas menunjukkan
Snake bite 1 2.7 bahwa dari 7 sampel, masalah
Obs febris 14 37.8
Vaksinasi rabies 1 2.7 kesehatan wisatawan asing
Routine child berdasarkan pemeriksaan
health
examination 1 2.7
laboratorium atau radiologi yang
Depresi 1 2.7 terbanyak adalah Pemeriksaan
Mental and radiologi yaitu 6 (85,7%).
behavioral
disorders due to Pemeriksaan yang dilakukan
use of alcohol 2 5.4 oleh wisatawan asing ke pusat
Anaphylactic pelayanan kesehatan adalah
shock
unspecified 2 5.4 pemeriksaan radiologi.
Depressive
episode Tabel 14. Diagnosis Medis Fraktur
unspecified 1 2.7
Presumed Fraktur Frekuensi Persentase
infectious origin 2 5.4 (n) (%)
Toxic effect Fraktur
venom of other metatarsal 1 12,5
arthropods 1 2.7 Fraktur
Pulpitis 3 8.1 lower of leg 1 12,5
Fracture
Tabel diatas menunjukkan shoulder 1 12,5
Fracture of
bahwa dari 37 sampel, masalah
patella 1 12,5
kesehatan wisatawan asing Fracture of
berdasarkan masalah lainnya yaitu femur part
unspecified 1 12,5
observasi febris paling tertinggi Fracture of
yaitu sebanyak 14 kunjungan fibula alone 2 25
(37.8%). Union
fracture 1 12,5
Sebagian besar demam
disebabkan oleh infeksi atau Tabel diatas menunjukkan
penyakit lainnya. Ketika tubuh bahwa dari 8 sampel, masalah
terkena infeksi maka demam kesehatan wisatawan asing
menjadi pertanda pertama yang bisa berdasarkan diagnosis medis fraktur
mudah dikenali. Ada banyak jenis yang terbanyak adalah Fracture of
infeksi yang bisa terjadi pada tubuh fibula alone yaitu 2 (25%).
karena terkena bakteri, virus, kuman
atau jamur.

186
 
Jurnal Ners LENTERA, Vol. 4, No. 2, September 2016

Fraktur tulang terjadi ketika Karakteristik berdasarkan jenis


kekuatan yang diberikan terhadap kelamin, permpuan lebih banyak
tulang lebih kuat dari tulang dapat yaitu sebanyak 93(51,4%).
menanggung. Ini mengganggu Karakteristik responden berdasarkan
struktur dan kekuatan tulang, dan umur, paling banyak berada pada
menyebabkan rasa sakit, hilangnya kelompok umur 26-35 tahun yaitu
fungsi dan kadang-kadang sebanyak 39 (21,5%). Hasil
pendarahan dan cedera di sekitar penelitian berdasarkan cara
lokasi. pembayaran wisatawan asing yang
terbanyak adalah melalui
Tabel 15. Diagnosis Medis umum/pribadi yaitu sebanyak 159
Konseling atau Kontrol (87,8%). Kemudian masalah
Konseling/ Frekuensi Persentase
kontrol (n) (%) kesehatan wisatawan asing yang
Kontrol THT 1 11,1 terbanyak adalah Obs. febris yaitu
Kontrol 14 (37.8%) dan diare yaitu 12
kehamilan 1 11,1
Konseling (46.1%).
spesialis mata 1 11,1 Saran
Konseling
spesialis
Disarankan kepada dinas
digestif 1 11,1 kesehatan setempat untuk selalu
Konsultasi 3 33,3 memantau data statistisk diagnosis
Medical
check up 1 11,1 penyakit wisatawan asing yang
Surgical berkunjung ke Bali, baik data dari
follow up rumah sakit pemerintah atau swasta,
care
unspecified 1 11,1 agar dapat dilihat tren penyakit
wisatawan asing dan potensial
Tabel diatas menunjukkan dampaknya bagi kesehatan
bahwa dari 9 sampel, masalah penduduk setempat, maupun
kesehatan wisatawan asing melihat peluang bagi fasilitas
berdasarkan diagnosis medis pelayanan kesehatan yang lebih
konseling/kontrol yang terbanyak mendukung dan membuka lapangan
adalah Konsultasi yaitu 3 (33,3%). kerja baru bagi instansi swasta yang
Sebagian besar wisatawan asing ingin menjaring pasar wisatawan
datang ke pusat pelayanan untuk asing dalam bidang kesehatan.
melakukan konsultasi mengenai
kesehatannya. KEPUSTAKAAN
SIMPULAN DAN SARAN
CABADA, M. M., MALDONADO,
Simpulan
F., MOZO, K., SEAS, C. &
Berdasarkan hasil
GOTUZZO, E. 2009. Self-reported
pembahasan mengenai gambaran
health problems among travelers
masalah kesehatan wisatawan asing
visiting Cuzco: a Peruvian Airport
yang berkunjung ke pusat pelayanan
survey. Travel medicine and
kesehatan dapat ditarik simpulan

187
 
Jurnal Ners LENTERA, Vol. 4, No. 2, September 2016

infectious disease, 7, 25-29. RS BaliMéd Denpasar. Master


Degree, Gadjah Mada.
EISSLER, L. A. & CASKEN, J.
2013. Seeking health care through SMELTZER C. SUZANNE,
international medical tourism. BRUNNER & SUDDARTH. 2002.
Journal of Nursing Scholarship, 45, Buku Ajar Keperawatan Medikal
177-184. Bedah. EGC : Jakarta

HTTP://WWW.DISPARDA.BALIP SWARJANA, I. K. 2008. PERAN


ROV.GO.ID/ID/STATISTIK2. PUSKESMAS WISATA DALAM
2015. Total Kunjungan Wisatawan MENDUKUNG VISIT
Asing ke Bali [Online]. Denpasar: INDONESIA YEAR 2008.
Dinas Pariwisata Daerah Bali. Kesehatan Dalam Pariwisata –PS
[Accessed 2015]. IKM UNUD -2008.
HTTP://WWW.WHO.INT/TOPICS TRARINTYA, M. A. P. 2011.
/TRAVEL/EN/. 2009. Health Risks PENGARUH KUALITAS
and Precautions: General PELAYANAN TERHADAP
Considerations [Online]. World KEPUASAN DAN WORD OF
Health Organization. [Accessed]. MOUTH ( STUDI KASUS PASIEN
RAWAT JALAN DI WING AMERTA
KOESOEBJONO, S. 2008. RSUP SANGLAH DENPASAR ).
PERPINDAHAN LINTAS-BATAS Master Degree, Udayana
DAN KESEHATAN. Kesehatan
Dalam Pariwisata –PS IKM UNUD
-2008.

NEGARA, I. M. K. 2008.
PERANAN KESEHATAN
WISATA DALAM MENDUKUNG
CITRA BALI. Kesehatan Dalam
Pariwisata –PS IKM UNUD -2008.

PAI, H.-H. & LAI, J.-L. 2008.


Health problems among
international travellers: From a
subtropical region to tropical and
non-tropical regions. Travel
medicine and infectious disease, 6,
201-204.

PUTRA, I. P. W. 2014. Potensi


Pengembangan MedicalTtourism di

188