You are on page 1of 7

ILMU DASAR KEPERAWATAN 2B

Analisis Musiman tentang Konsentrasi Polutan Atmosfer dalam


penggunaan lahan di Wilayah Perkotaan dan Pedesaan di Sungai, Negara
Nigeria

oleh

Niken Oktaviani

NIM 142310101059

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2015
Pendahuluan

Polusi dan kesehatan adalah masalah yang telah diakui dan didokumentasikan selama
berabad-abad. Dalam jurnal akan dibahas mengenai dampak dari asam yang membentuk
emisi SO2 dan NO2 yang berdampak negatif di pusat-pusat perkotaan dengan penggunaan
lahan pedesaan seperti danau, sungai, hutan dan lahan pertanian telah didokumentasikan
dengan baik. Hujan asam disebabkan oleh emisi senyawa amonia, karbon, nitrogen dan sulfur
yang bereaksi dengan molekul air di atmosfer untuk menghasilkan hujan asam.

Biologi tanah dan kimia bisa rusak parah oleh hujan asam. Isu yang berhubungan dengan
efek pemupukan disebabkan oleh pengendapan udara seperti nitrogen tetap, permukaan air
rentan terhadap pengasaman. Ketika asam dikonsumsi, menyebabkan aidosis dalam tubuh
manusia, akumulasi berlebihan dalam tubuh manusia dapat menyebabkan kematian.

Polutan gas merangsang batuk pada pasien yang menderita bronkitis kronis, pasien dengan
penyakit jantung dan paru-paru mungkin fatal menyerah pada sulfur oksida atau belerang
oksida. Partikel yang masuk paru-paru dapat mengajukan dan mengakibatkan masalah
pernapasan kronis termasuk emfisema, pneumonia, bronkitis asma dan TBC pernapasan, dll.
Penelitian ini merupakan upaya untuk mengungkap pengaruh polutan perkotaan, tingkat
konsentrasi polutan pedesaan pada penggunaan lahan di Port Harcourt dan pedesaan
sekitarnya.

Metodologi

Kualitas udara diukur pada dua stasiun masing-masing dari daerah perkotaan dan pedesaan
diperiksa untuk penelitian . Namun, untuk menguji perbedaan perkotaan-pedesaan, lokasi
lahan pertanian (30km jauh dari kota) diperiksa memiliki karakteristik pedesaan.
Pengumpulan kualitas udara dan data meteorologi untuk penelitian ini dimulai dari tanggal 2
Augustus sampai 18 September 2010 mencerminkan musim hujan, masa transisi dari 4
Oktober - 20 November 2010 dan periode musim kemarau 3 Januari-19 Februari 2011.
Analisis ini didasarkan pada data yang dikumpulkan sepanjang musim dan akan
dipertimbangkan dalam penelitian. Tujuannya adalah untuk memastikan dan mengidentifikasi
variasi konsentrasi spasial rata-rata mingguan.
Data dikumpulkan selama tujuh minggu, konsentrasi polutan atmosfer dilakukan antara
penggunaan lahan jenis utama (perkotaan dan pedesaan) dengan maksud untuk mengungkap
perbedaan dalam konsentrasi polutan atmosfer pada musim tahun yang berbeda untuk
wilayah penelitian. Semua penggunaan lahan daerah perkotaan digunakan untuk mewakili
penggunaan data lahan perkotaan sementara. Berarti data dari dua daerah pedesaan yang
dipilih secara acak digunakan sebagai mewakili data penggunaan lahan pedesaan yang
digunakan untuk perhitungan dua perbandingan sampel independen dengan bantuan software
statistik SPSS.

Hasil dan Pembahasan

Perbandingan konsentrasi polutan antara daerah penggunaan lahan perkotaan dan pedesaan
selama musim kering, Perbandingan konsentrasi PM10 mengungkapkan bahwa nilai di
daerah perkotaan lebih dari daerah pedesaan. Dengan cara yang sama, konsentrasi Total
Suspended Particulate (TSP) adalah lebih di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah
pedesaan pada musim kemarau. konsentrasi sulfur oksida (SO2), diamati bahwa daerah
pedesaan memiliki relatif lebih tinggi dari daerah perkotan. Pada kasus Nitrogen oksida
(NO2) nilai di daerah perkotaan tidak satupun terdeteksi di daerah pedesaan selama
monoksida basah (CO), daerah pedesaan memiliki konsentrasi lebih. Konsentrasi metana
adalah sama tinggi di daerah pedesaan. Dalam kasus karbon monoksida (CO), daerah
pedesaan memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan di daerah perkotaan. Analisis
dua perbandingan sampel independen rata-rata dari polutan masing antara daerah perkotaan
dan pedesaan dilakukan dengan menggunakan software statistik SPSS.

Perbandingan konsentrasi polutan antara daerah perkotaan dan pedesaan selama musim hujan
mengungkapkan bahwa konsentrasi PM10 lebih tinggi dengan nilai di daerah perkotaan dari
pada di daerah pedesaan. Konsentrasi TSP juga menunjukkan bahwa di daerah perkotaan
lebih daripada di daerah pedesaan. Namun untuk konsentrasi sulfur oksida (SO2), diamati
bahwa daerah pedesaan memiliki relatif lebih tinggi dari daerah perkotaan. Sedangkan di
daerah pedesaan monoksida (CO) mengungkapkan daerah pedesaan memiliki konsentrasi
lebih dibanding di daerah perkotaan. metana adalah tinggi di daerah pedesaan dibandingkan
daerah perkotaan.

Konsentrasi PM10 selama masa transisi mengungkapkan bahwa di daerah perkotaan lebih
tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan. Dalam kasus total partikulat tersuspensi (TSP),
konsentrasi TSP adalah lebih tinggi di daerah perkotaan daripada di daerah pedesaan. Untuk
Sulphur oksida (SO2) tidak terdeteksi di daerah pedesaan. Demikian pula Nitrogen Dioksida
(NO2). Konsentrasi karbon monoksida (CO) juga menunjukkan konsentrasi tinggi di daerah
perkotaan Demikian pula untuk konsentrasi metana (CH4), kegiatan di daerah perkotaan,
meningkatkan konsentrasi metana lebih.

Telah diketahui terdapat perbedaan yang signifikan anntara daerah perkotaan dan pedesaan.

Kesimpulan

Penelitian telah menunjukkan bahwa daerah pedesaan di wilayah Port Harcourt tidak bebas
dari polutan atmosfer yang mengancam kenyamanan manusia dan eksistensi terutama selama
musim kemarau. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam
konsentrasi PM10, SO2 dan CH4 selama musim kemarau. Demikian pula, tidak ada
perbedaan yang signifikan dalam konsentrasi TSP, NO2 dan CO pada musim kemarau. Hasil
ini berarti bahwa konsentrasi TSP, NO2 dan CO antara daerah pedesaan maupun perkotaan
secara signifikan tidak berbeda. Implikasi dari hal ini adalah bahwa kegiatan yang
menghasilkan polutan dan variabel meteorologi baik di daerah perkotaan maupun pedesaan
yaitu tidak berbeda. Alasan untuk hasil ini adalah bahwa di daerah pedesaan terutama pada
saat musim kemarau. Selama periode penelitian, pemuatan polutan atmosfer (SO2, CO, TSP,
PM10, dan CH4) tertinggi pada musim kemarau, diikuti oleh transisi dan kemudian musim
basah.

Penerapan di Indonesia

Di dalam Jurnal telah menyebutkan langkah-langkah penelitian untuk mengetahui suatu


polutan atmosfer yaitu dengan membandingkan antara polusi udara di pedesaan dan
perkotaan, di Indonesia sendiri banyak polusi seperti di Nigeria. Utamanya di perkotaan
seprti jakarta, banyak kendaraan bermotor sehingga asap kendaraannya tidak baik. Namun di
Indonesia kurang memperhatikan hal tersebut terkait dengan polusi, sudah maraknya
penggunaan kendaraan bermotor, dan sangat sulit untuk mengurangi penggunaan kendaraan
tersebut. Hingga saat ini indonesia masih memikirkan untuk bagaimana mengantisipasi hal
tersebut. Di jurnal tidak ada sollusi untuk mengurangi polusi atmosfer. Hanya terbatas pada
perbedaan polusi atmosfer di pedesaan dan perkotaan.
Daftar Pustaka

http://www.eajournals.org/wp-content/uploads/Seasonal-Analysis-of-Atmospheric-
Pollutants-Concentrations-in-Urban-and-Rural-Landuse-Areas-of-Rivers-State-Nigeria..pdf
Latihan kasus

1. Polutan yang mengandung substansi pencemar yang langsung ditimbulkan dari


sumber polusi. Mempunyai bentuk dan komposisi yang sama ketika dipancarkan.
Contoh kandungannya adalah CO,CO2,hidrokarbon,SO, nitrogen oksida.
Yang dimaksut polutan disini merupakan polutan jenis....
a. Polutan pokok
b. Polutan primer
c. Polutan sekunder
d. Polutan tersier
e. Polutan tunggal
2. Seorang perempuan yang sedang berkendara di jalan yang berdebu dan ada asap yang
keluar dari pabrik gula. Perempuan tersebut mengalami sesak pada pernafasan di
dalam polutan mengandung sulfur dioksida, sulfur trioksida, amonia, dan debu.
Setelah diperiksa ternyata terjadi masalah pada saluran nafas bagian atas yaitu mulai
dari hidung hingga paru-paru. Jenis apakah yang mengganggu kesehatan perempuan
tersebut?
a. Asfiksi
b. Anestesi
c. Iritansia
d. Infeksi
e. Biasa
3. Seorang peneliti menggunakan program aplikasi ketika menghitung data statistik yang
fungsinya untuk membantu dalam memproses data-data statistik secara cepat, serta
menghasilkan berbagai output yang dikehendaki oleh para pengambil keputusan.
Pengumpulan, ringkasan, sajian, analisisyang dilakukan peneliti dalam meneliti suatu
keadaan polusi udara yang dilakukan di pedesaan dan perkotaan. Program software
apakah yang digunakan berdasarkan data diatas?
a. Software excel
b. software R versi 2.15.3
c. software versi 9.2
d. software SPSS
e. software logaritma
4. di desa Manyol terjadi hujan, namun hujan yang datang tidak seperti biasanya terjadi,
selain itu ada faktor pendukung terjadinya hujan yang tidak biasa ini yaitu terjadinya
semburan gunung api, selain itu disekitar desa tersebut ada industri, pembangkit
tenaga listrik, kendaraan bermotor dan pabrik. Namun hujan ini bermanfaat untuk
membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan
binatang. Hujan apakah yang sedang terjadi di desa tersebut ?
a. hujan abu
b. hujan asam
c. hujan tidak sempurna
d. hujan
e. hujan
5. seorang pengendara mobil mati karena gas karbon monoksida dari knalpot. Dalam
keadaan mobil tertutup. Seorang pengendara mobil tersebut mati seketika. Menurut
tingkat pencemaran gas karbon monoksida ini termasuk dalam pencemaran?
a. Ringan
b. Akut
c. Kronis
d. Berat
e. Sederhana