You are on page 1of 9

ILMU DASAR KEPERAWATAN 2B

Infeksi dari bahan bakar biomassa pada hasil kelahiran di india


timur tengah

oleh

Niken Oktaviani

NIM 142310101059

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2015
Latar Belakang
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek dari paparan asap biomassa
terhadap kelahiran bayi yaitu akan berdampak pada kelahiran bayi prematur, bayi
yang lahir dengan berat badan yang tidak normal, sampai bayi lahir dengan
keadaan mati. Hingga setengah dari populasi dunia, diperkirakan 2,8 miliar orang
bergantung pada bahan bakar biomassa padat seperti kayu, arang, sisa tanaman
atau kotoran hewan untuk memasak.
Fakta-faktanya :
1. Bahwa lebih dari seperempat (27%) dari populasi global yang
menggunakan bahan bakar padat berada di India.
2. Asap yang dipancarkan mengeluarkan polutan yang berbahaya, termasuk
partikel, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan karsinogenik organik,
polusi udara paling tinggi yang akan dikeluarkan hingga mencemari udara
di kota.
3. Perkiraan penyakit yang baru-baru ini pada study 2010 polusi rumah
tangga yang menggunakan bahan bakar padat 3,5 juta bayi lahir prematur,
kematian pada anak-anak dan orang dewasa karena pneumonia, paru-paru,
kanker, penyakit jantung atau obstruksi paru kronik.
4. Polusi udara rumah tangga merupakan peringkat kedua yang menyebabkan
faktor resiko terpenting yang berkontribusi pada kehidupan.
Dampak dari paparan biomassa pada kelahiran premature belum diketahui. disini
peneliti berhipotesis bahwa wanita memasak menggunakan kayu akan
meningkatkan resiko bayi lahir prematur, berat badan tidak normal, bahkan
hingga bayi mati. Penyebab dari wanita menggunakan bahan bakar kayu yaitu
karena kemiskinan yang mengakibatkan kekurangan gizi, infeksi, atau akses
warga miskin untuk perawatan prenatal.

Metode
Data ini merupakan analisis data sekunder dengan tujuan utama mendefinisikan
masalah dalam kehamilan di India Timur Tengah. Metodenya dengan
menggunakan formulir laporan khusus dan prosedur penelitian. Mengisi kuesioner
pada wanita yang diwawancarai tentang memasak utamanya bahan bakar yang
digunakan, dan berapa lama ia memasak selama masa kehamilannya, selain itu
diwawancarai mengenai status sosial ekonomi, kondisi medis, serta komplikasi
kehamilan dan persalinan. Berat lahir diukur dan dimodifikasi oleh Ballard
dengan dilakukan penilaian usia kehamilan. Model linear dan regresi logistik
digunakan untuk mengeksplorasi asosiasi antara hasil kelahiran dan bahan bakar.
Efek ukuran disesuaikan dalam model multivariat untuk karakteristik sosio-
demografis menggunakan kecenderungan skor teknik dan medis / kovariat
kebidanan.

Analisi data
data kategori disajikan sebagai jumlah frekuensi dan dibandingkan dengan
menggunakan Person chi-square. Sedangkan data kontinu dinyatakan sebagai
sarana dan dibandingkan dengan menggunakan analisis varians. Kemudian
analisis univariat dilakukan untuk membandingkan kehamilan antara wanita
memasak dengan kayu dan wanita memasak dengan gas. Dari 90% sampel telah
diakui bahwa emisi partikulat, karbon monoksida dan polutan lainnya dapat
bervariasi tergantung dengan bahan bakar yang digunakan.

Propensity score model


Untuk mengatasi perbedaan sistematis perempuan memasak dengan kayu dan gas
maka dengan menciptakan model scor. Faktor dari memasak dengan kayu yaitu
kemiskinan. Apa yang akan terjadi jika atap rumah terbuat dari bahan kekal? C-
statistik dapat membantu mengidentifikasi seberapa baik setiap kovariat dalam
memprediksi penggunaan kayu. Dengan menggabungkan kedua kekuatan yaitu
asosiasi dan prevalensi prediktor antara kelompok kayu dan gas. Dapat juga
dengan menghabiskan waktunya untuk memasak dan keberadaan jendela untuk
model kecenderungan udara keluar masuk. Sebagai variable untuk membedakan
tingkat memasak menggunakan bahan bakar kayu namun untuk
mempertimbangkan di final akan disesuaikan dengan model.
Regression modeling for pregnancy outcomes
Pemodelan regresi ini digunakan untuk memperkirakan kemungkinan lahir mati
oleh jenis bahan bakar yang diberikan hasilnya. Asosiasi jenis bahan bakar dengan
hasil kategori BBLR,SGA. Kelahiran prematur dianalisis dengan menggunakan
logistik tanpa syarat untuk memperkirakan OR Univariat dan terkait Cl. Analisis
statistik dilakukan dengan menggunakan software versi 9.2 (Cary, North
Carolina)

Hasil
Ada 1.744 subyek tersedia untuk analisis sekunder dari dua kelompok. 739 wanita
hamil yang diwawancarai semuanya memenuhi syarat, meskipun 21 menolak
untuk memberikan persetujuan. Dan sisanya 718 memiliki informasi yang tersedia
pada bahan bakar memasak utamanya. Di negara bagian Chhattisgarh, 1030
wanita hamil disaring di DU yang memenuhi syarat. Dua wanita menolak untuk
memberikan persetujuan dan dua lain yang hilang informasi menggenai bahan
bakar memasak, mereka meninggalkan 1026 untuk analisis. Mayoritas wanita
utamanya menggunakan kayu untuk memasak, bahan bakar utama selanjutnya
adalah gas. Arang digunakan oleh 129 perempuan. Minyak tanah oleh 22 orang,
kotoran sapi sejumlah 16 orang.

Perbandinngan hasil kelahiran menurut jenis bahan bakar yaitu lahir dengan berat
badan tidak normal (p=0,003), lahir mati (p=0,01), dan kelahiran prematur
(<0,0001). Pada kelompok arang tercatat bahwa sedikit bayi yang dilahirkan
prematur atau lahir mati dibandingkan dengan bahan bakar biomasa lainnya. Lahir
mati tercatat yang tertinggi adalah kelompok minyak tanah. Rata-rata skor
kecenderungan untuk wanita memasak dengan gas adalah 0,33 dan wanita yang
memasak menggunakan kayu adalah 0,93. Dalam analisis disesuaikan, wanita
yang menggunakan kayu disampaikan rata-rata bayi lahir ringan yaitu 112 gram.
Dan mungkin prematur. Lain halnya dengan wanita yang menggunakan gas. Lahir
mati lebih sering diantara wanita yang menggunakan kayu. BBLR atau SGA bayi
tidak signifikan lebih tinggi dari wanita yang menggunakan kayu. Dibandingkan
dengan wanita yang menggunakan gas, wanita memasak dengan kayu
disampaikan bayi yang lahir rata-rata lebih ringan dan lebih mungkin prematur.
Lahir mati juga lebih sering terjadi pada kelompok kayu. Dalam model
disesuaikan yang hubungan antara penggunaan kayu dan berat lahir tidak lagi
signifikan namun demikian, peluang peningkatan untuk kelahiran prematur. Kayu
bakar digunakan tidak meningkatkan membrikan risiko baik untuk berat badan
lahir rendah atau kecil untuk bayi usia kehamilan.

Diskusi
Pada studi ini memberikan kobtribusi hubungan antara penggunaan bahan bakar
biomasa dan merugikan bagi hasil kehamilan dalam kelahiran yang berhubungan
dengan polusi udara rumah tangga dilaporkan dalam literatur observasional yang
mencerminkan bayi yang lahir prematur atau penurunan pertumbuhan janin belum
diteliti dengan baik.

Kesimpulan
Pada analisis jurnal ini dijelaskan bahwa ada hubungan yang signifikan antara
pengguna bahan bakar kayu dengan hasil kehamilan yang merugikan dan terutama
kebanyakan pada bayi yang lahir prematur. Perbedaan yang signifikan terletak
pada sosio-demografis antara perempuan memasak dengan kayu dan yang
memasak dengan gas. Kelahiran prematur ini disebabkan karena konsekuensi
yang merugikan dari paparan antenatal polusi udara rumah tangga, perinatal
morbilitas dan mortalitas dari polusi udara rumah tangga lebih tinggi
dibandingkan dengan bayi yang lahir prematur malah lebih rentan, terutama di
sumber daya yang terbatas, yang terjadi pada penggunaan bahan bakar biomassa.

Penerapan di Indonesia
Pada penelitian ini bisa sebagai pelajaran bagi mayarakat Indonesia sendiri,
karena pada zaman sekarang ini sebagian masyarakat Indonesia sendiri masih ada
wanita yang memasak menggunakan kayu, disebabkan karena kemiskinan yang
masih dialami negara Indonesia. Dalam jurnal telah di uraikan yaitu mengenai
bahayanya memasak menggunakan kayu terutama pada wanita yang sedang
hamil, nantinya akan bermasalah pada bayi yang dikandungnya. Di Indonesia
pemerintah mengupayakan masyarakatnya untuk memasak menggunakan gas.
Utamanya masyarakat di pelosok, disitu perlu adanya sosialisasi mengenai hal
tersebut, dan pembagian gas diupayakan bisa sampai di pelosok-pelosok
Indonesia. Namun di Indonesia sendiri hal tersebut belum teratasi karena faktor
kemiskinan yang melanda. Lebih parahnya yang tinggal di sekitar hutan, kayu
bakar sangat melimpah.

Daftar Pustaka

http://www.biomedcentral.com/content/pdf/1476-069X-13-1.pdf
https://emasanam.wordpress.com/2011/05/18/dampak-polusi-terhadap-kesehatan-
manusia-dan-lingkungan/

Latihan kasus
1. Dalam suatu desa ada bentuk pertemuan yang khusus untuk pemahaman
tentang suatu perawatan ibu hamil disosialisasikan dan penerapannya
tentang masalah cara menghitung usia kehamilan, status kesehatan ibu,
mengidentifikasi faktor resiko kehamilan yang masih dalam
kandungannya hingga lahir nantinya dengan normal. Desa tersebut telah
berhasil menerapkan pembelajaran kepada masyarakatnya. Bentuk
perawatan yang diberikan oleh desa tersebut adalah perawatan......
a. Kandungan
b. Prenatal
c. Bumil
d. Pregnancy
e. Ginekologik
2. Di desa Maja Jaya diidentifikasi telah terjadi banyak ibu yang melahirkan
yang bayinya premature. Di desa tersebut diketahui masyarakat yang
pekerja keras untuk mencari nafkah, makanan yang dikonsumsi yaitu
makanan dari panen kebun yang biasanya adalah ketela pohon, bahkan
cara memasaknya masih sangat tradisional, yaitu dengan menggunakan
kayu bakar karena dengan mudah menemukan kayu bakar, ada juga yang
menggunakan arang, kotoran ternak, sisa tanaman yang sudah kering. Di
sekitar lingkungannya juga banyak orang-orang perokok berat.
Dari uraian diatas telah terjadi banyak masalah mengenai kesehatan bayi,
asap apakah yang paling membahayakan untuk ibu yang hamil?
a. Rokok
b. Arang
c. Kayu
d. Sisa ternak
e. Tanaman kering
3. Masyarakat di sekitar hutan masih banyak yang menggunakan bahan bakar
kayu untuk memasak, padahal asap dari kayu bakar itu sendiri sangat
berbahaya bagi kesehatan wanita hamil. Namun dari sebagian masyarakat
sudah ada yang menggunakan gas untuk memasak, memasak
menggunakan gas lebih baik dibandingkan memasak menggunakan kayu
bakar karena di dalam kayu bakar, tidak terjadi pembakaran secara
sempurna sehingga berbahaya bagi kesehatan. Diharapkan masyarakat
mengerti akan hal tersebut sehingga bisa menghindari bayi lahir mati
dalam kandungan. Dari uraian tersebut hal apakah yang dianalisis dari
masalah itu?
a. Analisis statistik
b. Analisis lingkungan
c. Analisis univariat
d. Analisis varian
e. Analisis kontinu
4. Bayi K lahir secara langsung selama 1 jam, masih bernafas, berat badan
2,3 kg, panjang badan 45 49 cm lahir pada 34 minggu. Tidak ada kelainan
pada kondisi bayi, ibunya sering pergi ke jalan raya. Dilihat dari kondisi
bayi K termasuk dalam kategori...
a. Dismatur
b. Berat badan ringan
c. Serotinus
d. Post matur
e. Prematur
5. Seseorang mengalami sakit kepala, mual, sesak nafas, gangguan pada
kulit, gangguan penglihatan, pingsan, bisa juga kerusakan pada jaringan
otak, hingga bisa menyebabkan kematian. Gejala tersebut merupakan
gejala yang ditimbulkan karena pengaruh suatu gas yang biasanya di
dalam paru-paru akan bereaksi dengan hemoglobin pada sel darah merah
yang dapat menghalangi pengangkutan oksigen, muncul karena kendaraan
bermotor. Gas apakah yang dimaksut?
a. SO d. O3
b. NO2 e. CO
c. NO